Anda di halaman 1dari 13

Download eBook/Audiobook Indonesia Gratis: http://myebookyourebook.blogspot.

com/

Beberapa tipe orang berinvestasi di bidang properti 1. Tipe Spekulasi : Tipe ini orang membeli properti didasarkan hanya atas informasi / isu yang belum jelas / mitos yang mengatakan harga properti akan selalu naik, tanpa mendalami / mengecek kebenaran informasi / isu yang ada, dan menghitung untung rugi dari tindakannya, dengan harapan investasinya naik melambung tinggi bila informasi tersebut benar-benar terwujud. Misalnya : ada isu dilokasi A akan dibangun sebuah lokasi taman rekreasi terbesar di kota itu, orang dengan tipe spekulasi ini akan langsung memburu property disekitar area isu / info yang dihembuskan oleh orang-orang yang katanya akan dibangun taman rekreasi tersebut tanpa mengecek kebenaran informasi yang sebenarnya. Kalau ternyata benar kenyataan yang terjadi bisa untung besar ,langsung Kaya mendadak tetapi bila hal tersebut hanya isu saja atau malah sebaliknya bukan dijadikan tempat rekreasi tapi menjadi tempat pembuangan akhir / sampah ,apalagi kalau uangnya dari pinjaman ,dan properti tersebut hanya menghasilkan cash flow negative maka yang terjadi bisa mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan financial. 2. Tipe Pedagang : Banyak orang disekitar kita yang merupakan masuk di tipe ini, yaitu orang-orang yang Mencari properti dengan harga miring dari harga pasaran terus diperbaiki atau direnovasi dengan harapan bisa menjualnya nanti dengan harga yang lebih tinggi, dan mendapatkan keuntungan dari selisihnya. Memang banyak orang yang kaya dengan jalan ini, tetapi ada kelemahannya yaitu memerlukan modal yang sangat besar dan keuntungannya hanya sekali saja yaitu ketika rumah / properti tersebut laku dijual, setelah itu anda harus mencari lagi dari awal. 3. Tipe Pembebas Lahan : Golongan ini adalah golongan yang melakukan jual beli properti dengan cara membebaskan lahan yang luas dari masyarakat lalu diberikan nilai tambah diatas lahan tersebut sehingga lahan yang dibeli harganya bisa naik berpuluh-puluh kali lipat. Golongan ini biasanya golongan developer yang memiliki modal besar sehingga bisa melakukan pembebasan lahan , tetapi tipe ini sangat rentan terhadap kenaikan harga dan kenaikan suku bunga. 4. Tipe Investor :

Tipe ini adalah golongan yang membeli properti / rumah dengan dasar keputusan ketika harga Properti turun dan tidak akan menjualnya sampai kapanpun karena mereka membiarkan properti mereka bekerja untuk mereka. Menghasilkan cash flow positif bagi mereka >> menghasilkan passive income bagi mereka selamanya. Mereka ini berpikir ketika membeli properti kita harus Untung terlebih dahulu di depan lalu tiap bulannya mereka juga mengambil keuntungan dari hasil pemberdayaan rumah / properti tersebut (cash flow positive ) sehingga mereka memberdayakan rumah / properti nya dengan maksimal.

6 Kriteria Properti Layak Investasi

1. Cashflow harus positip Maksudnya positip adalah setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang ada seperti biaya cicilan ke bank, biaya operasional dll, masih menyisakan keuntungan positip. 2. Harga properti harus bisa memberikan keuntungan pada saat kita membelinya Triknya adalah kita harus selalu mampu membeli properti yang dibawah harga pasar, karena pihak bank menilai aset properti berdasarkan harga pasar, oleh karena itu jika kita mampu membeli dibawah pasar maka kemungkinan memiliki keuntungan pada saat beli sangat pasti. 3. Motivasi penjual harus jelas Berikut beberapa motivasi penjual yang perlu kita ketahui sehingga akan mempermudah pembelian properti yang dibawah harga pasar : Penjual properti sedang terlibat hutang yang sudah tidak bisa membayarnya lagi Sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan anggota keluarganya Membutuhkan biaya untuk anaknya yang sedang kuliah Pindah kerja ke luar kota Sedang dalam proses perceraian sehingga terjadi pembagian harta gono-gini

4. Lokasi properti yang pertumbuhannya sangat menjanjikan 5. Kondisi properti harus bagus dan terawat 6. Dokumen properti harus lengkap dan sah

Selain 6 kriteria tersebut diatas, dalam memilih properti kita juga harus memperhatikan beberapa faktor seperti misalnya, propertinya dekat dengan pusat perkantoran, dekat dengan kawasan industri, disekitar sekolah atau kampus, kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan daerah yang berdekatan dengan akses jalan tol.

5 Macam Harga Properti Menurut Joe Hartanto dalam bukunya Property Cash Machine ada 5 jenis harga properti yang berlaku umum, antara lain : 1. Harga Pasar Harga pasar adalah harga tanah di daerah tersebut di tambah dengan harga bangunan yang sudah di kurangi dengan depresiasi bangunan tersebut. Jadi kalau bangunannya sudah tidak baru, maka nilai bangunan tersebut harus di kurangi dengan depresiasinya. Intinya harga tersbut diak sama dengan harga tanah di tambah dengan harga baru bangunannya, karena ada unsure depresiasi di sana. Biasanya besarnya depresiasi dari bangunan adalah sekitar 5% per tahun. 2. Harga Permintaan=harga emosional Harga permintaan adalah harga yang di tawarkan oleh penjual. Seringkali harga emosial ini harganya lebih tinggi dari harga pasar, karena ada unsur emopsional di sana, misalnya rumah bekas artis, rumah bekas pejabat, rumah bekas presiden, dst. Oleh karena itu hati hati dengan harga ini, karena harga ini di minta berdasarkan nilai emosional dari rumah, dan memang itu yang mau di jual dari property tersebut. 3. Harga reproduksi baru (harga tanah sekitar + harga bangunan baru)

Nah kalau yang ini merupakan harga property berdasarkan harga tanah di sekitar daerah tersebut di tambah dengan harga bangunan baru yang menempati bangunan tersebut. Contohnya adalah perumahan baru, biasanya ada harga tanahnya dan ada harga bangunannya. Harga ini biasanya juga di sebut replacement cost, yaitu harga yang sering di gunakan pengembang untuk memasarkan propertynya. 4. Harga jual cepat = harga likuidasi Harga ini biasanya adalah harga maksimal yang diberikan oleh bank untuk memberikan pinjaman. Biasanya nilainya adalah 80% dari harga pasar. Mengapa kok bank hanya

memberikan pinjaman hanya 80% dari harga pasar? Jawabnya adalah karena kalau terjadi kredit macet dengan property tersebut dan bank akan menjual asset tersebut, maka jika bank akan menjual dengan cepat, maka harga yang bisa ditawarkan adalah sekitar 80% dari harga pasar tadi. Nah yang 20% itu biasanya di sebut margin of safety atau batas tingkat keamanan dari bank, artinya jika bank harus menjual dengan cepat property yang sudah menjadi milik bank tersebut, maka harga jual cepat biasanya sekitar 805, dengan demikian jika bank ingin menjual dengan harga tersbut, sebenernya bank sudah tidak rugi. 5. Harga transaksi (harga sesungguhnya) Harga transaksi adalah harga sesungguhnya yang terjadi dari transaksi property. Nah tentu sebagai investor yang baik, harga transaski hendak lebih kecil dari harga pasar, sehingga bisa untung saat membeli. Lebih hebat lagi jika bisa mendapatkan harga transaksi di bawah harga likuidasi, ini lebin bagus lagi, karena bisa mendapatkan harga di bawah harga likuidasi, dan kalau property tersebut harus dengan cepat, maka minimum property tersebut akan laku di harga likuidasi, dan sekali lagi investor tetep akan untung. 11 Langkah Sukses Dalam Memenangi Negosiasi Dan Transaksi Properti Menurut Joe Hartanto dalam buku property cash machinenya, ada kiat-kiat khusus agar kita bisa menjadi seorang negosiator yang handal sehingga selalu bisa mendapatkan transaksi properti hot deal. Langkah-langkah tersebut meliputi : 1. Kita diharuskan untuk tidak pernah jatuh cinta dan pakai emosi dalam transaksi Maksudnya adalah, ketika kita selalu melibatkan emosi dalam bernegosiasi maka sudah pasti harga jual properti tidak akan memberikan keuntungan yang maksimal. Apalagi kita sampai jatuh cinta sama properti yang kita incar, maka kemungkinan untuk mendapatkan hot deal pasti tidak mungkin, karena kita sudah terlanjur tertarik. Yang seharusnya kita cintai adalah hasil dari transaksi properti dan cashflow yang diperoleh. 2. Selalu siap dalam melakukan kompromi Tidak ada negosiasi tanpa kompromi tetapi dengan syarat kita tetap yang mengendalikan negosiasi tersebut agar kita selalu dipihak yang memenangkan deal.

3. Ajukan penawaran harga 3-4 hari setelah survei dilakukan Sudah hal yang wajar ketika kita melihat sesuatu produk yang menarik untuk segera bertanya dan menawarnya. Akan tetapi karena kita sedang berinvestasi, sebaiknya tahan dulu sampai penjual yang melakukan penawaran terlebih dahulu dan bertanya-tanya kepada kita kalau kita jadi mengajukan penawaran berapa dan penawaran seperti apa yang akan kita ajukan. Kenapa kita dianjurkan melakukan penawaran setelah 3-4 hari setelah survei dilakukan? Karena waktu 3 sampai 4 hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan analisis dan perhitungan, sekaligus untuk mengetahui motivasi penjual apakah ia memang berniat menjual propertinya. 4. Dasar dari kita melakukan penawaran adalah karena adanya cashflow yang menguntungkan Sebelum kita melakukan penawaran, wajib untuk menganalisis berapa cashflow yang akan dihasilkan dan seberapa besar capital gain yang diperoleh dari properti tersebut jika kita mengacu harga pasar yang berlaku. 5. Tentukan batas maksimal penawaran sebelum negosiasi berlangsung Kita harus bisa mempelajari detail lokasi properti yang akan kita beli, dan sebaiknya tahu persis berapa harga pasar yang berlaku pada saat itu. Sehingga kita akan tahu motivasi dari penjual, apakah memang benar-benar berniat menjual atau ada motivasi lain. 6. Pemenang adalah yang terakhir menyebutkan angka Biarkan penjual menyebutkan harga jual yang akan ditawarkannya dan mau menurunkan jarga jual tersebut serendah-rendahnya. Kalau dari awal motivasi dari penjual memang lagi butuh duit atau ada keperluan lainnya, tentunya ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menjual rumahnya karena sudah ada pihak pembeli yang mau membeli rumahnya. 7. Tawar harga jauh lebih rendah dari transaksi yang diinginkan Misal jika kita ingin bertransaksi dengan harga 1 milyar, dan itu sudah harga dibawah pasar, maka berikan penawaran dibawah angka tersebut, misal dengan menawar 600 juta atau 700 juta. Siapa tahu penjual bisa menurunkan harganya lagi. 8. Kita tidak boleh sampai dipengaruhi oleh penjual ataupun broker Biasanya penjual atau broker yang sudah ahli akan mencoba mempengaruhi pikiran kita

agar kita lekas tertarik dan akan menyesal apabila kita sampai tidak membelinya. Oleh karena itu kita disarankan menunggu 3 nyampai 4 hari dari survei, karena hal ini akan menguntungkan kita dalam rangka evaluasi dan analisis properti tersebut. 9. Seorang investor properti harus bisa melakukan tenggang waktu pembayaran Semakin lama semakin baik, karena kita nantinya akan bekerja sama dengan pihak bank sehingga perlu waktu untuk mencairkan uang untuk membiayai properti tersebut. Biasanya proses bank dalam melakukan pencairan pinjaman kurang lebih memakan waktu satu bulan paling cepat. 10. Usahakan kita tidak memberikan DP kepada penjual Kita akan dianggap investor hebat dan sukses jika sampai melakukan transaksi tanpa DP dan pembiayaan dilakukan oleh bank. Inilah yang disebut membangun investasi tanpa modal yang setiap investor inginkan. Seandainya ada DPpun, sebaiknya kita memberikannya dalam jumlah yang kecil, terus bagaimana caranya agar penjual setuju dengan permintaan kita? yaitu dengan strategi menaikkan harga properti (misal dinaikkan 20 juta atau 50 juta dari harga kesepakatan) tapi dengan catatan mereka mau meringankan syarat pembayaran. 11. Pantau perkembangan harga properti yang sedang kita incar secara berkala Cek setiap minggu atau bulan apakah mengalami penurunan harga, atau barangkali memang sudah laku. Karena biasanya penjual yang frustrasi karena properti yang dijualnya tidak laku-laku, maka mereka akan menurunkan harga agar cepat laku ditambah karena faktor kepepet pula (butuh duit). 6 Sumber Pendanaan 1. Pembiayaan dari penjual (financing by owner/seller) 2. Bantuan IMF (Istri, Mertua, dan Famili) 3. Kerjasama dengan rekan bisnis (konsorsium) 4. Pinjaman dari kantor 5. Lembaga keuangan non-bank 6. Bank

7 Strategi Transaksi Tanpa Modal

1. Naikkan harga, turunkan syarat pembayaran property Jika kita telah menemukan properti yang hot deal (harga jual dibawah harga pasar dan sudah memberikan cashflow positip), akan tetapi pendanaan kita belum siap, strategi menaikkan harga properti ini bisa dijalankan. Terus bagaimana cara melakukannya? misalkan, harga pasaran untuk rumah dengan luas dan tipe yang sama disekitar properti yang sedang kita incar berkisar Rp.500 juta, tetapi harga yang ditawarkan oleh penjual Rp.300 juta, dengan strategi ini kita bisa menaikkan harganya menjadi Rp.350 juta kepada sang penjual, sehingga penjual merasa sangat diuntungkan. Setelah penjual merasa senang, kita baru menawar syarat pembayarannya karena harga properti itu telah kita naikkan. Misal jika penjual minta DP 50 persen, kita tawar DP 20 persen, atau bahkan kalau bisa tanpa DP sama sekali. 2. Meminjam dari penjual Yang dimaksud meminjam disini adalah menegosiasikan pembayaran agar kekurangan yang 20 persen misalnya, agar bisa dilunasi secara bertahap (dicicil). Maka dari itu, sejak awal kita terlebih dahulu harus mengetahui motivasi penjual. Karena jika kita tahu kalau penjual benar-benar memang hendak menjual rumahnya, tentu saja kita bisa menegosiasikan syarat-syarat pembayarannya seringan mungkin, agar kita tidak terlalu terbebani dengan biaya awal yang sangat besar. 3. Menggunakan uang sewa yang dibayar dimuka Sebaiknya kita dalam mencari properti yang hot deal seharusnya yang dalam kondisi sudah tersewa. Misalnya rumah kontrakan yang sudah ada penyewanya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan atau lebih. Sehingga uang sewa properti yang telah dibayar dimuka dapat dijadikan sebagai DP. 4. Menggunakan Agunan Tambahan Ini adalah strategi terakhir yang boleh kita coba, seandainya semua strategi tanpa modal yang kita negosiasikan ternyata tidak membuahkan hasil, padahal properti yang kita incar merupakan investasi properti yang betul-betul hot deal. Ini memerlukan syarat yaitu, kita harus sudah memiliki sertifikat properti yang belum dijaminkan untuk kita agunkan ke bank sehingga kita memperoleh dana untuk membeli properti hot deal tersebut.

5. Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) KTA ini bisa kita manfaatkan karena prosesnya lebih cepat dibanding kredit dari bank lainnya. 6. Memanfaatkan kartu kredit Kartu kredit juga bermanfaat, jika kita bisa mengelolanya, minimal untuk memenuhi kebutuhan awal transaksi properti, misalnya untuk membayar uang muka / tanda jadi. Oleh karena itu sah-sah saja jika kita mempunyai kartu kredit banyak hingga puluhan kartu kredit, yang penting digunakan untuk tujuan investasi, bukan konsumsi. 7. Mendapatkan dana lebih dari bank Ada sejumlah cara untuk menjalankan strategi ini. Kita harus jeli dalam mencari properti yang harganya jauh dibawah harga pasar / bahkan dibawah harga likuidasi. Pihak bank dalam mengucurkan pinjaman, selalu berdasarkan harga pasar yang diperoleh dari apraisal bank. Selisih dari harga transaksi dan pinjaman bank inilah yang dikategorikan dana lebih.

9 Alasan Mengapa Anda Meminjam ke Bank

1. Karena dana yang kita miliki bersifat terbatas Sebanyak apapun uang yang kita miliki, pasti mempunyai keterbatasan, sehingga tidak mungkin kita bisa meng-cover seluruh pembiayaan investasi kita nantinya. 2. Karena sudah tidak ada yang mau meminjamkan uang kepada kita 3. Karena kita memang sengaja tidak mau mau menggunakan uang kita sendiri Dalam prinsip investasi adalah perbanyaklah investasi kita dengan mengeluarkan dana yang sekecil mungkin. 4. Dana dari bank bebas dari sengketa, penipuan, surat ganda 5. Dana bank terlindung dari berbagai resiko Untuk ini, kita harus mempunyai asuransi jiwa kredit dari bank. Oleh karena itu kita harus meminta dibuatkan asuransi oleh bank jika kita melakukan pembiayaan. 6. Tingkat COC (cash on cash return) sangat tinggi Tingkat pengembalian modal adalah perbandingan cashflow positip yang kita peroleh

dari properti yang kita beli, dengan modal yang telah kita keluarkan. Dengan meminjam ke bank, kita bisa memperbesar persentase COC tersebut. 7. Pinjaman properti adalah pinjaman dengan jangka waktu terpanjang dan termurah Hal ini karena properti merupakan agunan yang sangat bagus, hampir bisa dibilang harga properti tidak pernah turun. 8. Kredit bank = leverage yang luar biasa 9. Dengan kredit bank kita bisa mendapatkan cash back Kita harus mendapatkan properti yang harganya dibawah harga pasar, sehingga nantinya kita bisa memperoleh cash back dari selisih pinjaman dari bank dan harga properti tersebut.

8 Strategi agar Pengajuan Kredit Anda 99 Persen Disetujui Bank

1. Mengajukan kredit kesebanyak mungkin Bank Kita seharusnya jangan pernah mengajukan kredit hanya satu bank jika berkenaan dengan pinjaman untuk investasi, karena setiap bank punya kebijakan yang berbeda-beda. Kita selayaknya menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin bank agar peluang kita semakin besar, lagi pula dengan mengajukan kredit ke banyak bank, kita bisa membandingkan penawaran mana yang terbaik yang bisa kita ambil nantinya. 2. Ambil jangka waktu kredit bank yang paling lama Makin lama waktu pinjaman kita, akan semakin menguntungkan, alasannya yaitu : Kalau jangka waktunya pendek, maka cicilannya menjadi besar dan menjadi terasa berat bagi kita, sehingga cashflow menjadi sedikit. Pengaruh inflasi, yaitu nilai cicilan kita semakin lama, semakin menurun walaupun angkanya sama, hal ini terjadi karena pengaruh inflasi yang semakin lama semakin tinggi. Nilai aset kita makin lama makin meningkat, sedangkan pokok hutang kita makin lama makin berkurang. 3. Mengetahui kemampuan kredit kita Analis bank akan menetapkan kemampuan membayar cicilan sebesar sepertiga dari penghasilan kita. Misalkan, penghasilan kita 20 juta, kemudian ditambah penghasilan istri atau yang lain misalnya 10 juta, maka total penghasilan kita menjadi 30 juta setelah

ditambahkan.Ini berarti kemampuan kita membayar cicilan kredit bank sebesar 10 juta perbulan (sepertiga dari jumlah penghasilan kita). 4. Ketahui harga reproduksi baru dari properti yang akan kita beli. 5. Pelajari siklus pengucuran kredit bank. Dengan mengetahui siklus ini, kemungkinan besar kredit kita akan dicairkan, dibanding kita tidak tahu menahu tentang siklus pengucuran bank. 6. Menggunakan cashback dengan bijak Jika kita mendapatkan uang lebih dari pengucuran kredit bank, maka sebaiknya digunakan untuk tujuan produktif, atau kita investasikan lagi ke properti lain sehingga nantinya dapat menghasilkan keuntungan yang semakin berlipat. 7. Menjaga kepercayaan bank Maksudnya yaitu, kita harus menjaga nama baik kita dimata bank. Misalnya, kita jangan sampai telat membayar cicilan kredit setiap bulannya, karena dengan terlambatnya kita, maka dimata bank kita menjadi nasabah yang tidak disiplin, dan untuk jangka panjang jika kita mengajukan kredit lagi akan lebih sulit di cairkan. 8. Meminjam lagi Pinjaman pertama yang telah disetujui oleh bank akan menjadi catatan bagi kita, karena jika catatan kita baik dimata bank, maka untuk kedepannya kita bisa meminjam lagi, dan kemungkinan besar pasti disetujui oleh bank karena catatan baik ini

Strategi Sukses Menjual Properti

Menurut Joe Hartanto dalam bukunya Property Cash Machine, ada sembilan strategi yang wajib kita ketahui jika ingin menjadi seorang investor atau pedagang properti. Sebetulnya jika menjadi seorang investor properti, adalah pantang untuk menjual aset properti kita, kecuali kalau aset kita memang sudah tidak lagi menghasilkan passive income, atau menghasilkan tetapi tidak relevan dengan harapan kita atau biaya-biaya yang telah kita keluarkan.

Berikut sembilan cara agar aset properti kita bisa terjual dengan harga yang kita inginkan :

1. Melakukan Renovasi Kosmetik Lakukan properti kita dengan renovasi yang kecil saja, sehingga tidak mengeluarkan biaya yang cukup besar. Akan tetapi hal ini manfaatnya luar biasa bagi calon pembeli. 2. Fokuskanlah pada kelebihan properti kita Kita harus bisa meyakinkan calon pembeli bahwa properti kita merupakan properti yang terbaik, misal dengan mengatakan kelebihan-kelebihan properti kita, seperti dekat dengan jalan raya atau jalan tol, dalam jangka waktu dua tahun akan dibangun sebuah mall atau pusat pertokoan, dll. 3. Kita harus bisa membuat penawaran yang sensasional Makin tinggi kelebihan-kelebihan properti yang kita tawarkan, maka hasilnya akan semakin baik, dan tingkat keberhasilannya juga semakin tinggi. Contoh dengan memberi gambaran bahwa aset properti kita selama ini bisa menghasilkan cash flow perbulan cukup tinggi / selalu banyak peminat yang ingin menyewanya, dll. 4. Membuka harga transaksi diatas harga yang diinginkan Kalau kita mau membeli aset, kita harus menawar serendah mungkin. Akan tetapi jika kita ingin menjual aset, kita harus melakukan penawaran dengan harga setinggi mungkin, misal jika aset kita ingin terjual dengan harga Rp.200 juta, maka bisa mulai kita tawarkan dengan harga Rp.350 juta. 5. Tawarkan dulu kepada orang-orang terdekat kita Kita jangan selalu meremehkan orang terdekat kita, misal tetangga kita, teman kita. Karena justru mereka sebetulnya adalah calon pembeli yang sangat potensial bagi kita, karena kita seringkali tidak tahu, jika ada teman atau tetangga yang sangat butuh rumah, akan tetapi bingung dalam melakukan pencarian. Sedangkan kita selalu disibukkan dengan rutinitas kita, sehingga minim dari informasi. 6. Kita harus bisa mengatur waktu untuk bertemu dengan para calon pembeli pada saat bersamaan. Kita harus bisa menyampaikan kepada calon pembeli kita, bahwa kita tidak punya waktu luang untuk melakukan pertemuan, sehingga kita bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk bertemu. Nah, disini letak keuntungan kita, karena bisa mengatur dan mempertemukan mereka secara bersamaan. Hal ini kita mempunyai peluang mendapatkan harga yang kita inginkan, karena jika melakukan penawaran dengan banyak

calon pembeli, maka faktor emosional akan lebih dominan. Akan terjadi persaingan penawaran harga diantara mereka, sehingga kita bisa tentukan penawar yang tertinggilah yang mendapatkan properti kita. 7. Beri batas waktu penawaran Kita harus bisa sedikit jual mahal ketika melakukan penawaran. Kita harus bisa menyembunyikan kalau kita lagi butuh uang atau dalam posisi terjepit. Jangan pernah memberi mereka kesempatan untuk mengulur-ulur waktu. Katakan pada mereka bahwa penawaran paling lambat satu minggu kedepan. Kalau lewat dari itu, maka properti ini tidak jadi dijual. Dengan cara seperti ini, maka calon pembeli lebih terpengaruh dan berpikir cepat untuk segera mengajukan penawaran. 8. Mintalah DP (Down Payment) sebesar mungkin Ini sangat berkebalikan jika kita hendak membeli properti. Dalam menjual properti, maka mintalah DP sebesar mungkin kepada mereka, jika memang memungkinkan kita bisa meminta langsung pelunasan pada saat itu juga.

7 Tips Menjadi Investor Sukses Menurut Joe hartanto dalam bukunya Property Cash Machine, ada beberapa tips agar kita menjadi investor properti yang sukses. Berikut tips yang perlu kita ketahui : 1. Dalam berburu properti yang kita lakukan harus berdasarkan apa yang kita lihat, bukan apa yang kita asumsikan. Maksudnya adalah kita tidak boleh hanya berasumsi bahwa properti yang kita incar merupakan properti hot deal, akan tetapi kita juga harus melihat secara nyata tentang kondisi properti itu, apakah memang benar bisa menghasilkan cash flow positip, apakah dalam beberapa tahun kedepan lingkungannya menjadi pusat bisnis, dll. 2. Menentukan Target (Rencanakan Bisnis Investasi Kita) Setiap investor pasti mempunyai perencanaan bisnis yang cukup matang. Jika kita masih dalam kategori investor pemula, maka rencanakan target jangka pendek dulu dalam berburu properti, misal dalam satu tahun kita harus bisa mendapatkan aset properti hot deal senilai Rp.100 juta, kemudian pada tahun depannya kita bisa mendapatkan aset properti senilai kelipatannya, dll. Sehingga dengan adanya target kedepan, kita

diharapkan akan terus berupaya dan berjuang keras untuk mendapatkan properti hot deal tanpa dilandasi perasaan malas atau menyerah. 3. Membuat Manajemen Waktu yang baik Sebagai investor properti, kita harus mampu membagi waktu seperti, kapan waktu yang tepat dalam mencari properti, kapan kita berhubungan dengan pihak bank, kapan mengelola aset, dll. 4. Membuat Manajemen Keuangan Yang Ketat Sebetulnya cukup banyak orang yang bisa mendapatkan properti hot deal yang setiap bulannya bisa menghasilkan cash flow yang bagus, akan tetapi karena lemahnya dalam pengelolaan uang, sehingga mereka banyak yang salah jalan dan terlibat utang ataupun mengalami kredit macet dalam pembiayaannya. Terus caranya bagaimana agar kita bisa membuat manajemen keuangan yang baik? Misalnya, jika kita mendapatkan cash back atau cash flow positip pada saat transaksi, maka cara yang baik adalah mengatur pendapatan itu untuk tujuan investasi bukan konsumsi. Utamakan biaya pelunasan transaksi, biaya cicilan ke bank, dll. Jangan pernah menggunakan dana untuk membeli motor, mobil atau produk konsumsi lainnya, karena hanya akan menimbulkan beban dan pengurangan modal atau aset. 5. Kita harus menggunakan logika, bukan emosi dalam transaksi property Dalam mencari properti, kita harus cermat dalam menghitung cash flow, cash back, cicilan perbulan, dll. Karena jika kita hanya menggunakan emosi, maka timbul perasaan suka terhadap properti yang kita cari, sehingga masalah keuangan tidak kita pertimbangkan lagi, apakah cash flownya positip atau negatif