P. 1
METODA PERANCANGAN ARSITEKTUR

METODA PERANCANGAN ARSITEKTUR

|Views: 234|Likes:
Dipublikasikan oleh Raindra Dinata

More info:

Published by: Raindra Dinata on Apr 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

Metoda Perancangan Arsitektur

Dosen: Yose Rizal, S.T, M.T

Gedung MPR/DPR-RI Konsep Rancangan yang Unggul dan Inovatif

Gedung MPR/DPR-RI kini menjadi pusat perhatian. Sebab, di gedung parlemen yang berwibawa inilah kembali diadakan sidang-sidang untuk memilih Ketua DPR dan MPR, serta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden oleh MPR untuk periode lima tahun mendatang. Dari "kacamata" arsitektur dan desain, apa keunikan gedung atau "rumah" para wakil rakyat ini? KEWIBAWAAN Gedung MPR/DPR-RI ini sempat hampir pudar, kalau saja Presiden Soeharto tidak mengundurkan diri pada 21 Mei 1988. Sebelum Soeharto mengundurkan diri, ratusan mahasiswa berhasil masuk dan menduduki kompleks gedung ini. Saat itu gedung benar-benar "diduduki" karena sangat banyak mahasiswa bisa naik dan duduk di atap gedung dalam demonstrasi besar-besaran. Setelah Soeharto mundur, perubahan memang sudah dilakukan sedikit demi sedikit oleh presiden-presiden berikutnya. Oktober 2004 ini, Gedung MPR/DPR kembali dipadati oleh kegiatan penting parlemen dan puncaknya adalah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode lima tahun mendatang. SEJARAH: Berdirinya gedung parlemen Indonesia yang kini disebut Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, diawali dengan semangat revolusioner untuk menyelenggarakan konferensi internasional "Conference of the New Emerging Force" (Conefo). Konperensi internasional yang diprakarsai Presiden Soekarno ini dimaksudkan untuk menggalang kekuatan di kalangan negara-negara baru untuk membentuk tatanan dunia baru. Untuk melaksanakan konperensi inilah perlu dirancang dan dibangun sebuah gedung konferensi. Presiden Soekarno kemudian menyampaikan kriteria perancangan, bahwa kompleks bangunan yang akan dibangun harus memiliki ciri khas kepribadian Indonesia. Selain itu, bangunan itu juga harus sanggup menjawab tantangan zaman beberapa tahun ke depan. Ada lagi persyaratan tambahan, Gedung Conefo harus menampilkan kemegahan, agar bisa ditampilkan sebagai teladan dan keunggulan karya rancang bangun teknisi Indonesia.

Raindra Swaradinata

NIM: 1023201095

1

Sayembara ini diikuti tiga konsultan perencanaan dan peserta perseorangan. diadakan sayembara perancangan Gedung Conefo oleh pemerintah Indonesia. teknisi muda yang handal menghitung konstruksi bangunan. bila bangunannya telah selesai.namun jika bangunannya telah jadi semua. setiap unit akan saling berkaitan dalam satu kesatuan. Selanjutnya Panitia Proyek Pembangunan Conefo dibubarkan. Tetapi justru peserta dari unsur peroranganlah yang terpilih sebagai pemenang. kemudian mengunjungi bangunan utama Conefo. Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-20. Keikutsertaan Soejoedi sebenarnya atas dorongan Menteri PUT Soeprajogi. Ketua Presidium Kabinet Ampera. yang telah mengenalnya sebagai arsitek berprestasi. S. Jenderal Soeharto.Metoda Perancangan Arsitektur Dosen: Yose Rizal. Atap gedung ini mirip dengan prinsip struktur sayap pesawat terbang.T. Namun sentuhan akhir pembangunan proyek. Selain itu. Batas akhir penyelesaian proyek Gedung Conefo adalah 17 Agustus 1966. Ide bentuk ini justru muncul pada saat pelaksanaan sayembara perancangan gedung Conefo sudah hampir habis. Soeharto kemudian memutuskan untuk menggunakan Gedung Conefo menjadi Gedung MPR/DPR. pasca peristiwa G30S/PKI. telah ada beberapa alternatif untuk bentuk atap gedung. Dipl. Penyelenggaraan sayembara ini merupakan kesempatan pertama bagi konsultan teknik serta arsitek Indonesia. AS. terganggu oleh peristiwa G30S/PKI. Kemenangan rancangan Soejoedi sangat dibantu dengan pembuatan maket yang melengkapi gambar rancangannya. seluruh struktur berbagai bangunan telah bisa terwujud. Sutami selaku ahli struktur bangunan sejak awal telah memperingatkan Raindra Swaradinata NIM: 1023201095 2 . Soejoedi Wiroatmodjo yang sudah hampir menyelesaikan gambar rancangan dan maket gedung. Sutami. Keunikan Atap Keunikan dari arsitektur Gedung MPR/DPR RI ini adalah pada bentuk atap gedung ruang sidang utamanya. Sebenarnya. untuk merancang gedung konperensi yang bisa manandingi Gedung PBB di New York. M. ternyata belum memiliki rancangan atap ruang sidang utama. tanggal 9 November 1966.T Sejak 8 Maret 1965. karena bisa dikerjakan secara terpisahpisah -. yang senantiasa bekerja sama dengan Ir. untuk membahas gedung yang akan digunakan DPR. Dalam situasi terburu-buru. Keberadaan maket ini sangat memudahkan tim penilai memahami wujud tiga dimensi. Tetapi Ir. Ing. melalui SK Nomor 79/U/Kep/11/1966. yang menjadi induk dari kompleks gedung rancangannya. berlangsung pembicaraan antara pihak pemerintah dengan pimpinan DPR. yaitu Soejoedi Wirjoatmodjo. Sesudah melihat kenyataan di lapangan. Yang paling sederhana adalah bentuk struktur kubah beton. Menjelang akhir 1966. rancangan Soejoedi sangat memudahkan pelaksanaan pembangunan gedung ini.

tetap dengan bentuk kubah murni. sambil mereka-reka bagaimana kalau kubah murni terbelah dua dan ujungnya diangkat sedikit. Sebagai ahli struktur. Bahan maketnya dibuat dari plastik yang dipres. maka seluruh ruang sidang utama harus diberi tambahan balok melingkar yang besar dan tebal. bahwa tidak ada halangan teknis. Maksudnya. bentuk struktur ini masih dapat dipertanggungjawabkan. Sutami menjelaskan. Penambahan tersebut pasti akan menambah beban berat bagi bangunan kubah.T tim arsitek. seorang stafnya untuk membikin maket gedung ruang sidang utama. sehingga bisa digabung menjadi kubah yang utuh. Sebab. Karena kesulitan mencari alat pengepresan. secara arsitektural. Dia tak tahu bahwa hasil cetakan tersebut sebenarnya digergaji karena keputus-asaan Nurpotjo. Satu saja di antara tiang tersebut melorot. Dalam waktu singkat Sutami langsung membuat sketsa dan memberi jaminan. maka digunakanlah dua buah kuali penggorengan kue serabi yang diisi air panas. Sutami sangat sigap menjawab dan melakukan perhitungan teknis yang diminta Soejoedi. struktur yang dibuat ini prinsipnya sama dengan membuat sayap pesawat tebang. itu digunakan sebagai rancangan atap gedung ruang sidang utama. Tetapi Soejoedi justru sangat tertarik melihat itu. bahwa dengan bentangan 100 meter pun. bahwa jika diputuskan memakai atap kubah murni. kalau hasil cetakan kubah plastik tersebut dibelah-belah. Soejoedi datang dan melihat hasil cetakan plastik untuk kubah yang sudah digergaji menjadi dua bagian. yaitu mengganggu pembagian ruang-ruang sidang di lantai dasar. Karena hal ini menyangkut perataan penyaluran beban gaya vertikal ke tiang-tiang penopang kubah. S. Dia pun segera berkonsultasi kepada Sutami. Sutami malah berani menjamin. Nurpotjo lalu mengambil gergaji dan membelah hasil cetakan menjadi dua bagian. Pokoknya bisa dikerjakan. Struktur berupa sepasang busur beton yang bertemu pada satu titik puncak tersebut harus diteruskan masuk ke dalam tanah. yang berfungsi sebagai badannya adalah dua buah busur beton yang dibangun berdampingan dan akan bertemu pada satu titik puncak. karena selalu saja terjadi keriput-keriputan di puncak kubah. maka akan ada beberapa potongan yang tidak kelihatan keriputnya. Soejoedi kemudian menugaskan Ir.T. Di samping itu. Dalam keadaan setengah putus asa. seluruh kubah bakal mengalami keretakan. untuk bisa Raindra Swaradinata NIM: 1023201095 3 . M. Nurpotjo.Metoda Perancangan Arsitektur Dosen: Yose Rizal. memakai prinsip struktur kantilever. Dalam keadaan yang kritis itu. pecah dan akhirnya runtuh. maka akan menimbulkan akibat berantai. Hadirnya barisan tiang penyangga itu juga akan menyebabkan dampak lanjutan. Dalam keadaan mendesak. balok melingkar ini akan memerlukan sejumlah tiang penopang yang besar-besar. Cara mengepres plastik di antara dua buah kuali ini rupanya tidak pernah membuahkan hasil yang baik. Konsekuensi logis jika rancangan atap memakai kubah murni. akan muncul masalah serius. yang pada akhirnya akan mengganggu pandangan di dalam ruang sidang utama.

Selanjutnya meraih gelar Dip. Sumber Internet: Link : http://www. S.Ing (1960) di Technische Universitat West Berlin. Palembang. Slamet Wirosondjaja. Soejoedi lahir di Rembang pada 1927 dan meninggal dunia pada 1980. sudah terkenal cerdas sejak menempuh pendidikan dasar dan menengah di Solo. Saat perang kemerdekaan. Setelah pengakuan kedaulatan.balipost. sejak awal sang arsitek telah memfokuskan titik sentral perhatian pada ruang sidang utama. Sedangkan rancangan interior dan lansekap gedung ditangani oleh Ir.T.co. Kemudian memperoleh beasiswa di Ecole Superieure des Beaux Arts di Perancis (1954). Soejoedi keluar dari dinas kemiliteran dan melanjutkan studi pada pendidikan arsitektur FT UI di Bandung (kini ITB).html Raindra Swaradinata NIM: 1023201095 4 .Metoda Perancangan Arsitektur Dosen: Yose Rizal. Sedangkan Ir. Sutami yang membantu menghitung konstruksi bangunan Gedung MPR/DPR adalah lulusan Teknik Sipil ITB. Jerman dengan predikat Cum Laude. studi lanjutannya di Techniche Hooge School di Delf. 1945. Ketika menjadi Direktur Hutama Karya (1961-1966).id/balipostcetak/2004/10/10/ars1. Soejoedi meninggalkan sekolah untuk menjadi Tentara Pelajar. Sebab. Struktur semacam ini merupakan struktur kesatuan yang sangat kokoh dan stabil. Soejoedi sempat menjadi Kepala Staf TP Brigade 17 Detasemen II Rayon V Solo. Dia juga memelopori penggunaan konstruksi beton pratekan saat membangun Jembatan Semanggi.T menyalurkan beban. Rancangan lansekapnya tetap mengacu kepada konsep Soejoedi Wirjoatmodjo dan saran-saran Presiden Soekarno. Penambahan tersebut juga bisa ikut membentuk atap bangunan utama seperti sayap burung Garuda. Hal inilah yang menyebabkan lansekap gedung MPR/DPR nampak menyatu dengan keseluruhan unit bangunan dan lingkungan di sekitarnya. mungkin Gedung MPR/DPR RI tidak akan seperti sekarang bentuknya. Kubah atap ruang sidang utama memang diharapkan menjadi pusat perhatian. M. ia menjadi pimpinan pusat proyek pembangunan Jembatan Ampera di Sungai Musi. yang nantinya bisa dibebani sayap-sayap berukuran dua kali setengah kubah beton. Bentuk atap gedung tercipta tanpa disengaja itu akhirnya menjadi sangat unik dan merupakan rancangan yang memiliki keunggulan inovatif. MLA bersama sejumlah mahasiswa ITB Bandung. Sang Arsitek Kalau saja Soejoedi Wirjoatmodjo tetap aktif di dunia kemiliteran. Belanda. Menteri PU dan Tenaga Listrik pada 1973-1978 ini lahir pada 1928 dan tutup usia pada 13 November 1980.

kompleks bangunan yang akan dibangun harus memiliki ciri khas kepribadian Indonesia.T Kesimpulan: Dari penjelasan di atas. Konsep bangunan Gedung MPR/DPR-RI adalah: “KONSEP RANCANGAN YANG UNGGUL DAN INOVATIF” Itu didasari oleh kriteria perancangan gedung tersebut. agar bisa ditampilkan sebagai teladan dan keunggulan karya rancang bangun teknisi Indonesia. Atap gedung ini mirip dengan prinsip struktur sayap pesawat terbang. dapat ditarik kesimpulan. yang merupakan lambang negara indonesia) 2. AS. Raindra Swaradinata NIM: 1023201095 5 . M. berharap gedung ini dapat menyaingi gedung konperensi PBB yang berada di New York. ( maka terciptalah atap bangunan berbentuk sayap burung garuda. Kubah atap ruang sidang utama memang diharapkan menjadi pusat perhatian. Ir. 2. Sutami menjelaskan. 4.T. Prinsip Struktur: 1. sejak awal sang arsitek telah memfokuskan titik sentral perhatian pada ruang sidang utama. S. Bangunan itu juga harus sanggup menjawab tantangan zaman beberapa tahun ke depan. Sebab.Metoda Perancangan Arsitektur Dosen: Yose Rizal. adapun kriterianya adalah: 1. struktur yang dibuat ini prinsipnya sama dengan membuat sayap pesawat tebang. 3. terdiri dari kubah murni terbelah dua dan ujungnya diangkat sedikit. harus menampilkan kemegahan. yang berikan soekarno pada seyembara pada waktu itu. yang berfungsi sebagai badannya adalah dua buah busur beton yang dibangun berdampingan dan akan bertemu pada satu titik puncak. memakai prinsip struktur kantilever.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->