Anda di halaman 1dari 4

ACIDIMETRI/ALKALIMETRI

I. II. III. IV. V.

VI.

Tugas : Penetapan kadar NaOH. Metode : Acidimetri. Prinsip : Penetralan Asam Basa (Netralisasi). Reaksi : HCl + NaOH NaCl + H2O Larutan yang Dipakai : a. Larutan Sampel NaOH b. Larutan HCl Standar c. Larutan Na2B4O7 Standar d. Larutan Indikato PP 1% e. Larutan Indikator MO 0,1% Analisis Kuantitatif : a. Pembuatan larutan standar primer Na2B4O7 0,05 N sebanyak 250 mL. Perhitungan : Berat Na2B4O7= Normalitas

0,05

= 2,3832 g = 2383,2 mg Data Penimbangan : - Kertas timbang + sampel - Kerta timbang + sisa - Sampel Prosedur pembuatan :

: 4767,4 mg : 328,9 mg : 4438,5 mg

a. Ditimbang seksama kristal Na2B4O7sebanyak 4438,5 mg. b. Dimasukkan dalam labu takar 50ml. c. Ditambahkan air suling bebas CO2, ikocok sampai larut,kemudian ditambahkan air suling sampai tanda batas. Koreksi kadar : Kadar Na2B4O7= = 0,05 N = 1,8621 N Normalitas yang dibuat

b. Pembuatan Larutan Standar HCl 0,05 N Sebanyak 750 ml. Perhitungan : (V X N) HCl pekat = (V X N) HCl yang dibuat Volume X 11,3 = 750 X 0,05 Volume = 37,5 ml Jadi volume HCl pekat yang diambil sebesar 37,5 ml. Proses pembuatan : a. Diambil 37,5 mlHCL pekat, dimasukkan kedalam beaker glass yang telah berisi sedikit air suling secara hati-hati. b. Ditambahkan air suling sampai tanda batas, diaduk sampai homogen. c. Pembuatan Indikator Phenolpthealin (PP) 1% Sebanyak100ml. Perhitungan : Berat Phenolpthealin(PP) = = X Volume yang dibuat X 100

= 1gram Prosedur pembuatan : a. Ditimbang 1 gram serbuk PP, dimasukan kedalam beaker glass. b. Ditambahkan 10 ml etanol 90% diaduk sampai larut. c. Ditambahkan air suling sampai 100 ml. Bila terjadi endapan disaring. d. Standarisasi Larutan HCl dengan larutan Na2B4O7 Standar Prosedur : a. Pipet 10 ml larutan Na2B4O7 standar, masukan kedalam bejana erlenmeyer. b. Tambahkan 2 tetes larutan indikator MO 0,1%. c. Titrasi dengan larutan HCl sampai terjadi perubahan warna dari kuning menjadi merah jingga. d. Cuci dinding dalam bejana erlenmeyer dengan aquadets dari botol pencuci. e. Jika warna merah jinggga hilang, ditambah larutan HCl lagi sampai didapat warna merah jinggayang konstant. Pembacaan buret : 1. 0,00 10,45 2. 0,00 10,50 3. 0,00 10,50 = 10,45 ml = 10,50 ml = 10,50 ml

Volume rata-rata HCl = 10,50 ml Perhitungan :

(V X N) HCl = (V X N)Na2B4O7 10,50 X Normalitas = 10 X 0,05 Normalitas = 0,0476 N Jadi Normalitas HCl standar adalah 0,0476 N e. Penetapan Kadar Sampel Prosedur : a. Pipet 10 ml larutan HCl standar, masukan kedalam bejana erlenmeyer. b. Tambahkan 2 tetes larutan indikator PP 1%. c. Titrasi dengan larutan NaOH sampai terjadi perubahan warna merah muda. d. Cuci dinding dalam bejana erlenmeyer dengan aquadets dari botol pencuci. e. Jika warna merah muda hilang, ditambah larutan NaOH lagi sampai didapat warna merah muda yang konstant. Pembacaan buret : 1. 0,00 4,00 2. 0,00 3,50 3. 0,00 4,00 = 4,00 ml = 3,50 ml = 4,00 ml

Volume rata-rata NaOH 4,0 ml Perhitungan : (V X N) NaOH = (V X N)HCl 4,0 X Normalitas = 10 X 0,05 Normalitas = 0,1250 N Jadi Normalitas NaOH sampel

= 0,1250 N = 0,1250 grek/liter = 0,1250 grol/liter = 5,000 gram/liter = 0,500 gram/100 ml = 0,5 %

f.

Kesimpulan Kadar zat no : 1 adalah 0,5%.

g. Pembahasan Prinsip dari titrasi ini adalah perubahan kadar secara kuantitatif terhadap suatu senyawa dengan cara mereaksikannya dengan suatu larutan baku yang sudah ditentukan kadarnya dengan tepat, dalam percobaan ini sampel yang digunakan adalah NaOH yang kadarnya dapat di tentukan melalui metode titrasi dengan larutan baku HCl. h. Kesimpulan Akhir

Kadar zat no : 1 adalah 0,5%.