Anda di halaman 1dari 8

Pertemuan ke-2

environment

Social

economi

Aspek di atas merupakan aspek yang mempengaruhi kebijakan. Jika aspek-aspek tersebut berjalan dengan seimbang, maka akan terjadi sustainable society. Sustainable society adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mempengaruhi kemampuan untuk membangun dan memenuhi kebutuhan generasi mendatang.

Global Sustainability

Low carbon society

Global system (Climate, resources, energy, ecosystem) Global Warming Poverty Natural disaster, infectious disease

Human Security

Social system (politics, economy, industry, technology)

Complex Problem Mass Production, consumption, destruction

Human system (security, lifestyle, health, values, and norms)

Sustainable production and consumption

Sistem global : kebutuhan planet bumi : geosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Sistem sosial terdiri dari struktur politik dan ekonomi. Evolutionable development: kebutuhan sekarang terpenuhi, meningkatkan kemampuan generasi mendatang untuk kesejahteraan.

Evolutionability

Sustainability

Improving quality of life of next generation

Survivability

Ecological Economics Ekonomi: subsistem dari ekosistem lokal dan global yang lebih luas dan membatasi pertumbuhan fisik dari perekonomian. Dicirikan dengan prinsip pencegahan dengan perhatian yang besar terhadap kombinasi probabilitas kecil-besar. Keberlanjutan : 1. Lemah : mempertahankan kapital lokal. Asal menguntungkan, tidak merugikan. 2. Kuat : memisahkan antara modal ekonomi dan alam. Keuntungan lebih besar dari kerugian lingkungan. 3. Sangat kuat : sedikitpun kerusakan tidak ditolerir. Kaitan kebijakan: sebab-akibat Faktor: 1. Pendorong/drivers : proses-proses sosial mendasar, membentuk aktivitas manusia (pengaruh lingkungan). 2. Tekanan/pressure: aktivitas manusia, berdampak pada lingkungan. 3. Keadaan/state : kondisi lingkungan tidak statis bisa berupa kecenderungan dari kondisi lingkungan saat ini. 4. Dampak/impact : perubahan state mempengaruhi kesejahteraan manusia. 5. Tanggapan/response : usaha-usaha kelembagaan dalam menghadapi perubahan pada state dan kesejahteraan. Driver Pressure Impact State of environment Response

Kelemahan DPSIR (Driver, Pressure, State, Impact, Response): 1. Tidak mendorong pengkajian alasan-alasan spesifik lokal. Solusi : Memasukkan muatan spesifik lokal dalam kegiatannya. 2. Tidak melibatkan seluruh pelaku kepentingan. Solusi : melibatkan semua pelaku kepentingan. Indikator committe sustainable development : 1. Indikator yang sekarang digunakan 2. 1 negara 3. Baru Kesimpulan: 1. Tidak ada indikator baku untuk social development 2. Tiap wilayah diukur dengan indikator yang berbeda 3. Indikator: lingkungan, ekonomi, sosial.

Pertemuan ke-3 Sumber Daya, Konflik, dan Intelektual Kolektif Sumber Daya : potensi yang dimiliki oleh suatu materi. Sumber daya terbagi menjadi 2, yakni : 1. Sumber daya alam: sumber daya yang ada secara alami. Contoh: konflik sengketa lahan. Konflik ini bukan termasuk konflik sumber daya alam, karena yang diperebutkan bukanlah lahannya, tetapi hak kepemilikan lahan. 2. Sumber daya manusia : konflik berkaitan dengan tenaga manusia. Sumber daya adalah pemicu terjadinya konflik. Konflik adalah sesuatu yang berkaitan dengan perkelahian, peperangan, dan perjuangan (Webster). Sumber-sumber konflik: 1. Perceived divergence of interest. 2. Interest: perasaan mengenai apa yang dibutuhkan. Hal ini mendasati terbentuknya sikap, tujuan, dan niat. 3. Value 4. Needs. Konflik berkaitan dengan perbedaan persepsi kepentingan. Dampak konflik terbagi menjadi 2, yakni : 1. Dampak baik: Menurut Marx: mendorong timbulnya konflik lebih lanjut ; perubahan tidak dapat dihindari ; meningkatkan kondisi manusia. Menurut Dean G. Fruit dan Jeffrey Z. Rubin : mempererat persatuan kelompok dan memfasilitasi tercapainya konsiliasi. 2. Dampak buruk: terjadinya pertumpahan darah, kekacauan di segala bidang, dll. Strategi mengatasi konflik: 1. Contending/ bertanding: contentious, bertengkar, merupakan solusi yang lebih disukai oleh satu pihak atas pihak lain. 2. Yielding (mengalah): negosiasi. 3. Problem solving : menguntungkan 2 belah pihak. 4. Withdrawing (menarik diri): meninggalkan situasi konflik baik fisik atau psikologis. 5. Inaction : diam. Intelektual : orang yang mempunyai tanggung jawan untuk mencerahkan masyarakat. Minimal untuk kelasnya sendiri. Intelektual bertugas untuk menciptakan, menyebarluaskan, dan mengajarkan kebudayaan. Karl Marx: intelktual memberikan intervensi sosial. Setiap kelas memiliki intelektualnya sendiri. Contohnya: mahasiswa. Semua orang adalah intelektual, tetapi tidak semua orang punya fungsi sebagai intelektual. Hal ini dikarenakan tidak memiliki kesadaran terhadap kelasnya. Jenis-jenis intelektual : 1. Tradisional: menyebarkan ide dan menjadi mediator antara masa rakyat dengan kelas atasnya. 2. Organik: terbatas pada kelompok. Mempiliki kemampuan studi dan refleksi keadaan.

3. Kritis: melepaskan diri dari hegemoni penguasa elit dan mampu membeikan pendidikan alternatif. 4. Universal: memperjuangkan proses perbedaan dan struktur budaya. Pemanusiawian, humainsme, dan hakikat manusia. Kekuasaan kaum intelektual adalah ilmu pengetahuan. Intelektual harus terlibat dalam kritik permanen terhadap semua penyalahgunaan dan otoritas (Pierre Bordiev). Intelektual merupakan juru bicata kaum tertindas. Intelektual harus mempertahankan otonomi (salah adalah salah. Benar adalah benar) mereka atas segala tindakan yang dilakukan dan diperjuangkan untuk mengangkat kau tertindas.

Masalah sosial konflik Struktural dan fungsional

Keteraturan sosial

IDEOLOGI

Pertemuan ke-4 Modal dan Kekuasaan Masalah modal dan kekuasaan inget soal kuis. Sumber daya alam ada untuk melaksanakan pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kesejahteraan manusia. Otonomi daerah : 1. PAD 2. Masalah pengelolaan : contohnya ego sektoral dan kedaerahan, terjadi tumpang tindih pengelolaan Sengketa lahan Hak kepemilikan SDA : 1. Hak milik pribadi 2. Hak milik kolektif 3. Hak adat 4. Hak publik pengelolaannya di tangan pemerintah. Hak guna usaha merupakan hak yang paling banyak di Indonesia, ada 85 %. Contoh kasus di Tulang Bawang, Bujung Tenuk Pihak-pihak: 1. Fenomena tuan tanah: orang yang memiliki tanah sedikit di sekitar tanah adat. Tapi dia mengaku memiliki keseluruhan tanah adat tersebut. 2. Peran penguasa dan politisi lokal 3. Tanah ulayat/adat.

Pertemuan ke-6 RIVALNESS EXCLUSIVENESS Y T Y BARANG PRIVAT BARANG PUBLIK T SUMBER DAYA BERSAMA BARANG PUBLIK

Pertemuan ke-7 Isu Lingkungan dan Masalah Kemiskinan Ortodoks perspektif Poverty Dampaknya secara langsung: orang miskin mengambil sumber daya, terjadi eksploitasi. Namun masih tetap terjadi pertambagan orang miskin. Oleh karenanya, orang miskin bertambah, tapi lingkungan semakin rusak

Environtment change

Memunculkan vicarious downward spiral concept

Diungkapkan oleh negara-negara kaya untuk negara negara berkembang. Negara-negara berkembang, ketika melaksanakan solusi, berhubungan dengan penggunaan sumber daya alam, paling banyak mineral.

Environtmental goods dan services INSTITUTION

ENDOWNMENT S INSTITUTION ENDOWNMENT S INSTITUTION CAPABILITIES DIFFERNTIATION SOCIAL ACTORS *institution berperan sebagai pengendali lingkungan. institusi dapat berupa pemerintah, lsm, dll.

Studi kebijakan terdiri dari: 1. Proses pembuatan kebijakan 2. Interpretasi kebijakan Strategi penanggulangan kemiskinan 1. Right based 2. Perda khusus. Contohnya: di Semarang adalah Gerdu Kempling (tempat kumpul orang-orang bersih)