Ir.

Chandra Kurniawan

Definisi K-3
Filosofi
Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan :

• tenaga kerja dan manusia pada umumnya, baik jasmani maupun rohani,
•hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera;

Keilmuan

Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dll

Tujuan K3 Secara Umum
• Perlindungan thd tenaga kerja yg berada ditempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya shg dpt diwujudkan peningkatan produksi & produktivitas kerja. • Perlindungan setiap orang lainnya yg berada ditempat kerja agar selalu dlm keadaan selamat dan sehat. • Perlindungan thd bahan dan peralatan produksi agar dpt dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.

Tujuan K3 secara Khusus
• Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan, kebakaran, peledakan dan PAK. • Mengamankan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku dan bahan hasil produksi. • Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan penyesuaian antara pekerja dgn manusia atau manusia dgn pekerjaan.

Tujuan K3 ILO/WHO 1995
1. Promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan sosial dari pekerja. 2. Pencegahan gangguan kesehatan disebabkan oleh kondisi kerja. 3. Perlindungan pekerja dari resiko faktor-faktor yang mengganggu kesehatan. 4. Penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam lingkungan kerja yang sesuai kemampuan fisik dan psikologisnya.

5. Penyesuaian setiap orang kepada pekerjaannya.

Mengendalikan kerugian (control of accident loss) dari kecelakaan 2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks) .Keselamatan (Safety) 1.

Selain itu penerapan program safety juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan (well-being) . Mengamankan suatu sistem kegiatan / pekerjaan mulai dari input. proses maupun output.Tujuan safety 1. 2. Kegiatan yang dimaksud bisa berupa kegiatan produksi di dalam industri maupun diluar industri seperti di sektor public dan yang lainnya.

Kesehatan (Health) Derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual) .

IMPLEMENTASI K3 OPERASI LINGKUNGAN MEDICAL ENGINEERING SECURITY TEST & EVALUATION K3 TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE INFORMATION SYSTEMS FASILITAS TRANSPORTATION .

Safety Hazard • Mechanic • Electric • Kinetic • Substances     Flammable Explosive Combustible Corrosive     Accidental release Minor Mayor Fatal Damage 1. Konsekuensi • Terpapar  kontak  penyakit mendadak. • Work hours urgent (laten) tools fatality • PPE • Prinsip pendekatan • Working practices • Sepertinya urgen • Pendidikan • Pengkajian • Guarding (bahaya mendadak) • Karir jab. kerusakan asset. facilities. Konsentrasi kepedulian pencemar) bahaya tersembunyi • Process • Titik berat pd • Exposure • Sepertinya kurang • Equipment. menahun. bencana (Sudden Reaction) 2. kanker dan dampak terhadap masyarakat umum (Prolonged Reaction) . Konsentrasi kepedulian • Environment (bahan • Titik berat pd 3. dramatis. Sesuai kepaparan • Pengalaman • Prinsip pendekatan pendidikan • Utk • Karir lapangan + • Pengkajian resiko memperkecil pelatihan • Utk memperkecil kepaparan resiko • Mendadak. Health Hazard • Physic • Chemical • Biologic • Ergonomics • Psychosocial 2. Konsekuensi • Accident  Injuries  Assets 3.1.

untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.  Pengusaha  Menekankan penghematan beaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Dan K3 dipandang sebagai beban beaya operasional tambahan. .Masyarakat pekerja  Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan tunjangan kesejahteraan). K3 belum menjadi tuntutan pekerja.

Kerja LINGKUNGAN NAB POLUSI .FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN RESIKO KECELAKAAN KERJA KESEHATAN APD BAHAN PAK TENAGA KERJA PROSES KESELAMATAN APM ALAT Kec.

UNDANG UNDANG NO 1 TH 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA PASAL 3 (1) Memuat 18 butir syarat K3 harus diimplementasikan disetiap tempat kerja BERBAGAI BENTUK BAHAYA YANG ADA HARUS DIKENDALIKAN dengan merujuk pada peraturan dan standar teknik yang berlaku .

KECELAKAAN ADALAH AKIBAT DARI RANGKAIAN SEBAB-AKIBAT (DOMINO EFFECTS) SUMBER BAHAYA KECELAKAAN Korban / Kerugian .

Pengertian/difinisi Kecelakaan kerja Kejadian yang tidak diduga sebelumnya yang dapat mengakibatkan gangguan terhadap suatu proses pekerjaan yang telah direncanakan .

HAZARD BAHAYA POTENSIAL YANG TELAH ADA NSN DANGER PELUANG BAHAYA SUDAH TAMPAK RISK PREDIKSI TINGKAT KEPARAHAN BILA TERJADI BAHAYA INSIDENT MUNCULNYA KEJADIAN YANG BAHAYA ACCIDENT KEJADIAN BAHAYA YANG DISERTAI ADANYA KORBAN DAN/ATAU KERUGIAN .

000 orang 2. Studi Rasio kecelakaan 1. Korban Fatal 10.000.Di Amerika Data National Safety Council USA Kecelakaan Rata-rata pertahun    kasus kecelakaan fatal kasus cidera ringan kerugian : : : 10. Luka Ringan 30. Kerusakan 600. Insiden tanpa korban dan kerusakan 1 10 30 600 .000 orang 65 milyar US $.

meninggal dunia : 1. Tahun 2004 sebanyak 105.Data Kecelakaan Kerja Tahun 2005 (Laporan PT. terdapat penurunan angka kec. Jamsostek bulan Januari 2006)  Kasus kecelakaan kerja : 95.114 orang .736 orang .cacat sebagian : 2.9% .418  Korban : .cacat : 6. sebesar 9.932 orang -cacat total : 60 orang  Dibandingkan kasus kec.846.

The Three Basic Causes Poor Management Safety Policy & Decisions Personal Factors Environmental Factors Basic Causes Unsafe Act Indirect Causes Unplanned release of Energy and/or Hazardous material Unsafe Condition ACCIDENT Personal Injury Property Damage .

ada hubungan mata rantai sebab-akibat (Domino Squen) LACK OF CONTROL BASIC CAUSES IMMIDIATE CAUSES INSIDENT LOSSES .Logika terjadinya kecelakaan Setiap kejadian kecelakaan.

1985 .LEMAHNYA KONTROL PROGRAM TAK SESUAI STANDAR TAK SESUAI KEPATUHAN PELAKSANAAN SEBAB DASAR FAKTOR PERORANGAN FAKTOR KERJA PENYEBAB LANGSUNG PERBUATAN TAK AMAN & KONDISI TAK AMAN INSIDEN (Kontak) <KEJADIAN> KONTAK DENGAN ENERGI ATAU BAHAN/ ZAT KERUGIAN KECELAKAAN ATAU KERUSAKAN YANG TAK DIHARAPKAN THE ILCI LOSS CAUSATION MODEL Bird & German.

LEMAHNYA KONTROL PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN KERUGIAN .

remuk CONTACT WITH  listrik. dingin OVERSTRESS  terlalu berat. peralatan ENVIRONMENTAL RELEASE  masalah pencemaran INSIDEN . tinggi. cepat. besar EQUIPMENT FAILURE  kegagalan mesin.jebak diantara obyek besar CAUGHT BETWEEN  terpotong. panas. kimia. radiasi. hancur.tangkap.LEMAHNYA KONTROL PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN            STRUCK AGAINST  menabrak/bentur benda diam/bergerak STRUCK BY  terpukul/tabrak oleh benda bergerak FALL TO  jatuh dari tempat yang lebih tinggi FALL ON  jatuh di tempat yang datar CAUGHT IN  tusuk. cubit benda runcing CAUGHT ON  terjepit. jepit.

MAIN-MAIN MABOK ALKOHOL.LEMAHNYA KONTROL PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN           SEBAB LANGSUNG      OPERASI TANPA OTORISASI GAGAL MEMPERINGATKAN GAGAL MENGAMANKAN KECEPATAN TIDAK LAYAK MEMBUAT ALAT PENGAMAN TIDAK BERFUNGSI PAKAI ALAT RUSAK PAKAI APD TIDAK LAYAK PEMUATAN TIDAK LAYAK PENEMPATAN TIDAK LAYAK MENGANGKAT TIDAK LAYAK POSISI TIDAK AMAN SERVIS ALAT BEROPERASI BERCANDA. OBAT GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR  PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK  APD KURANG. TIDAK LAYAK  PERALATAN RUSAK  RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS  SISTEM PERINGATAN KURANG  BAHAYA KEBAKARAN  KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG  KEBISINGAN  TERPAPAR RADIASI  TEMPERATUR EXTRIM  PENERANGAN TIDAK LAYAK  VENTILASI TIDAK LAYAK  LINGKUNGAN TIDAK AMAN .

LEMAHNYA KONTROL PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN  KEMAMPUAN FISIK ATAU PHISIOLOGI TIDAK LAYAK  KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK  STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI  STRESS MENTAL  KURANG PENGETAHUAN  KURANG KEAHLIAN  MOTIVASI TIDAK LAYAK  PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN  ENGINEERING  PENGADAAN (PURCHASING)  KURANG PERALATAN  MAINTENANCE  STANDAR KERJA  SALAH PAKAI/SALAH MENGGUNAKAN SEBAB DASAR .

LEMAHNYA KONTROL PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN LACK OF CONTROL  PROGRAM TIDAK SESUAI  STANDARD TIDAK SESUAI  KEPATUHAN TERHADAP STANDAR .

kebakaran atau peledakan atau pencemaran dan kejadian berbahaya lainya. Harus dilaporkan 2 x 24 jam .Kecelakaan yang harus dilaporkan Permenaker No Per 03/Men/1998. adalah    kecelakaan kerja.

Analisis kecelakaan Tujuan analisis kecelakaan Analisis kecelakaan kerja dilakukan untuk mencari penyebab utama terjadinya kecelakaan dan metapkan solusinya agar kecelakaan yang sama tidak terulang .

. orang) ( …. Akibat kecelakaan Korban manusia Meninggal Luka berat Luka ringan ( …..A. orang) ( ….. orang) (Rp…………) (Rp…………) (Rp…………) (Rp…………) (Rp…………) Kerugian Material Bangunan Peralatan/Mesin Bahan Baku Bahan setengah jadi Bahan jadi Kerugian waktu kerja ……… jam kerja orang .

dll). Pesawat angkat. Converyor 6.Sumber kecelakaan (Kode B) 1. 16. 18. Pesawat angkut 7 Alat transmisi mekanik (rantai. 5. Mesin produksi 2. Lift 4. 8 Perkakas kerja tangan 9. 11. 14. . Peralatan listrik Bahan kimia Debu berbahaya Radiasi dan bahan radioaktif Faktor lingkungan Bahan mudah terbakar dan benda panas Binatang Permukaan lantai kerja Lain-lain.pulley. Pesawat uap dan bejana tekan 10. 17. 12. 15. 13. Penggerak mula dan pompa 3.

Terbentur Terpukul Tertangkap pada. 3. 10. Terpapar 8. Penghisapan. 7. Lain-lain. 6.Type Kecelakaan (Kode C) 1. penyerapan 9. Tergelincir. dalam atau diantara benda 4 Jatuh dari ketinggian yang sama. Jatuh dari ketinggian yang berbeda. . 5. Tersentuh aliran listrik. 2.

6. 8. ketidak sempurnaan Prosedur yang tidak aman Penerangan tidak sempurna Iklim kerja yang tidak aman Tekanan udara yang tidak aman Getaran yang berbahaya Pakaian.Kondisi berbahaya (Kode D) 1. 9. 5. 7. 10. Pengamanan yang tidak sempurna Peralatan/bahan yang tidak seharusnya Kecacatan. kelengkapan yang tidak aman Kejadian berbahaya lainnya . 4. 2 3.

Melalaikan penggunaan alat pelindung diri yang ditentukan. sembrono / berkelakar. Lain-lain. 4 Melakukan pekerjaan tanpa wewenang. Bekerja dengan kecepatan berbahaya.Tindakan berbahaya (Kode E) 1. . Posisi atau sikap tubuh tidak aman 7. mengagetkan dan lain-lain. mengganggu. 2. tanpa peralatan. 10. 5. 9. 3. Bekerja pada objek yang berputar atau berbahaya 8. Mengalihkan perhatian. Melakukan Proses dengan tidak aman 6. Membuat alat pengaman tidak berfungsi Memakai peralatan yang tidak aman.

Syarat-syarat (Rekomendasi K-3) Metoda pencegahan kecelakaan :  Eliminasi  Subtitusi  Rekayasa  Pengendalian administratif Syarat tersebut harus mengacu prinsip sbb : − Efektif dalam menghindari terjadinya kecelakaan. Dapat dilakukan atau dikerjakan. Biaya yang dikeluarkan seminimal mungkin ( Murah ). Tidak mengganggu proses produksi dan pemeliharaan .

.

STANDARISASI SISTEM  APA YANG HARUS DIKERJAKAN ?  DILAKUKAN BERAPA KALI ?  KUALITAS APA YANG DIHARUSKAN ?  SIAPA YANG MENGERJAKAN ?  DIMANA DILAKUKAN ?  KAPAN HARUS DISELESAIKAN ?  DATA APA YANG DISIMPAN ?  EVALUASI APA YANG DILAKUKAN ? .

ACUAN STANDARISASI 01. CODE OF PRACTICE 04.I. PERATURAN MENTERI TERKAIT 03. UNDANG-UNDANG PEMERINTAH R. COORPORATE GUIDELINES 05.1/ 1970 TENTANG K3 02. NO. PERATURAN PERUSAHAAN .

Industri yang tidak mengikuti persyaratan Standar produknya dapat ditolak di pasaran internasional STANDARISASI DIKAITKAN DENGAN MUTU. DAN TERMASUK K3 . LINGKUNGAN. HAM.

Sistem Pengawasan K3 Nasional UU No. 23 Tahun 2003 (Ratifikasi Konvensi ILO No. 87) • • • • • Ditjen Binwasnaker Disnaker Prop/Kab/Kota Balai Hiperkes Asosiasi K3 P2K3 Institusi K3 • Pengawasan Preventif non Yustisial • Pengawasan Represif Yustisial Prosedur dan Mekanisme Pengawasan Pengawasan K3 Personil • Pegawai Pengawas KTK • Ahli K3 Spesialis • Ahli K3 Umum SMK3 • Sistem Pelaporan .

Jasa (PJIT) Perusahaan .Poliklinik Perush . 1 TAHUN 1970 MENTERI DIREKTUR Pengawas Ahli K3 Panitia Banding Dokter Perusahaan P2K3 Dinas Luar Depnakertrans Pemerintah Swasta .Industri .Jasa Kesehatan .SISTEM DESENTRALISASI PENGAWASAN K3 UU No.

K3 Pengawasan Langsung Kelembagaan P2K3 Pengawas & Ahli K3) Pengurus/Pengusaha Tenaga kerja & orang lain .Polecy Nasional K-3 Menteri Tenaga Kerja RI Pelaksana Umum Dirjen Binawas Cq Dit.

POLA & ARAH KEBIJAKAN K3 PENERAPAN SMK 3 PERMEN 05/MEN/1999 K3 MANDIRI DI SETIAP TEMPAT KERJA VISI MISI STRATEGI PROGRAM K-3 .

Menjadi Pembina K3 Nasional Yang Handal Dan Profesional .

.    Menciptakan Tenaga K3 yang Profesional dan Handal. Mendorong Terciptanya Nihil Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja di Tempat Kerja. Membudayakan K3 dalam Masyarakat Khususnya Masyarakat Perusahaan Mensosialisasikan Sistem Manajeman K3 (SMK3).

kesejahteraan kerja meningkatkan.Terlaksananya K3 mandiri ditempat kerja terwujudnya produktivitas kerja. PERENCANAAN STRATEGIS .

.

Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja (Menurut ILO)  PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu pengetahuan. tehnik & teknologi • Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap rekayasa • Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3  STANDARISASI • Standar K3 maju akan menentukan tkt kemajuan pelak K3  INSPEKSI / PEMERIKSAAN • Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi tempat kerja masih memenuhi ketentuan & persyaratan K3 .

Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja (Menurut ILO)  RISET TEKNIS. MEDIS. PSIKOLOGIS & STATISTIK • Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan. tehnik & teknologi  PENDIDIKAN & LATIHAN • Peningkatan kesadaran. bukan melalui penerapan & pemaksaan melalui sanksi-sanksi . kualitas pengetahuan & ketrampilan K3 bagi TK  PERSUASI • Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3.

Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja (Menurut ILO)  ASURANSI • Insentif finansial utk meningkatkan pencegahan kec dgn pembayaran premi yg lebih rendah terhdp peusahaan yang memenuhi syarat K3  PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA • Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3 di tempat kerja .

pencemaran dan kejadian berbahaya lainnya akan minimbulkan kerugian ekonomis baik langsung maupun tidak langsung. 7. K-3 bertujuan perlindungan tenaga kerja dari masyarakat 2. kejadian berbahaya . 4. 5. Manfaat K-3 menjamin keamanan penggunaan mesin.RANGKUMAN 1. kebakaran. proses produksi dan pada gilirannya akan keningkatkan produktifitas kerja. regional maupun di tingkat perusahaan. Kecelakaan kerja. 6. Tata cara pelaporan dan analisis kecelakaan telah diatur dengan peraturan perundangan K3. instalasi. . peledakan. Laporan kecelakaan sangat berguna sebagai bahan kebijakan baik Nasional. Setiap kecelakaan kerja termasuk yang nyaris kecelakaan harus dianalisis dan dilaporkan. Indonesia sebagai anggota ILO bertanggung jawab dan melaporkan kinerja K3 di tingkat Internasional (ILO). 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful