Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I TITRASI POTENSIOMETRI ASAM AMINO

Nama NIM Dosen Pengasuh

: Retno Warianti : 06091010029 : Drs. Made Sukaryawan, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA

I. Nomor Percobaan : IV II. Judul Percobaan : Titrasi Potensiometri Asam Amino III. Tujuan : Untuk Menentukan Titik Akhir Titrasi Potensiometri Asam Amino IV. Landasan Teori : Asam amino dapat berperan sebagai asam dan sebagai basa, jika suatu kristal asam amino misalnya alanin, dilarutkan di dalam air, molekul ini menjadi ion dipolar, yang dapat berperan sebagai suatu asam (donor proton) atau sebagai basa (akseptor proton). Berdasarkan pada struktur rantai samping (R) asam-asam amino termasuk dalam golongan asam amino berikut: a. Rantai samping netral b. Rantai samping basa c. Rantai samping asam

a. Asam Amino Netral Pada rantai samping netral, asam amino yang termasuk dalam golongan ini tidak mempunyai gugus karboksil maupun gugus fungsional basa dalam rantai sampingnya. Lima belas dari 20 asam amino termasuk dalam golongan ini. Asam amino netral ini dibagi dalam asam amino polar dan non polar. Contoh asam amino netral non-polar: alanin, glisin, isoleusin, leusin, metionin, fenilalanin, triptofan, dan valin. Sedangkan asam amino netral polar : asparagin, sistein, glutamin, serin, threonin, tirosin. Asam amino netral non polar umumnya adalah yang paling sukar larut dalam air dari seluruh 20 asam amino ini. Pada pH 6-7 mereka berada sebagai ion dipolar yang netral. Tak satupun dari asam amino ini yang gugus fungsional rantai cabangnya dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air (nitrogen heterosiklik dari triptofan tak membentuk ikatan hidrogen dengan air karena pasangan elektronnya adalah sebagian dari awan elektron . Gugus sulfida dalam metionin tak polar sehingga tak membentuk ikatan hidrogen dengan air. Enam dari asam amino netral polar adalah karena rantai cabangnya mengandung gugus polar seperti -OH. Asam amino ini lebih mudah larut dalam air daripada asam amino netral.

b. Asam Amino Basa Asam amino basa terdiri dari arginin, histidin, dan lisin. Masing-masing dari asam amino ini mempunyai gugus fungsional yang dapat bereaksi dengan proton pada pH 6-7 dan membentuk senyawa ion yang bermuatan positif. Sehingga pada pH 6-7 suatu asam amino basa mempunyai dua muatan positif dan satu muatan negatif atau akhirnya sebuah muatan positif.

c. Asam Amino Asam Dua dari asam amino digolongkan ke dalam asam karena mempunyai gugus karboksil pada rantai cabangnya. Pada pH 6-7, rantai cabang karboksil ini akan melepaskan protonnya ke air untuk membentuk suatu bentuk dengan dau muatan negatif dan sebuah muatan positif sehingga pada pH 6-7 asam amino mempunyai muatan negatif.

Kurva Titrasi memberikan Gambaran Akan Muatan Listrik Asam Amino Terdapat hubungan antara total muatan listrik dengan pH larutan. Misalnya pada alanin, pada pH 6,02, yaitu titik balik diantara kedua tahap titrasi, alanin terdapat sebagai bentuk dipolar atau zwitter ion, yang bersifat meng-ion dengan sempurna, tetapi tidak mempunyai muatan total. Molekul alanin pada pH ini bersifat netral dan tidak meng-ion di dalam medan listrik, pH yang sifatnya khas inilah yang disebut dengan pH isoelektrik, yaitu rata-rata dari nilai pK. Pada setiap pH diatas titik isoelektrik, alanin mempunyai muatan negatif, dan karenanya akan bergerak ke arah elektode positif (anoda) jika ditempatkan pada suatu medan listrik. Pada setiap pH di bawah titik isoelektrik, alanin mempunyai muatan positif dan akan bergerak menuju elektroda negatif katoda. Semakin jauh pH larutan alanin dari titik isoelektriknya, semakin besar muatan listrik total populasi molekul alanin.

Kegunaan dari Sifat-Sifat Asam-Basa bagi Analisa Asam Amino Seperti dalam protein, untuk menentukan struktur protein adalah dengan cara menghidrolisa protein itu menjadi komponen asam aminonya, dan lalu menentukan jumlah tiap-tiap asam amino. Untuk memisahkan, mengidentifikasikan dan mengukur secara

kuantitatif jumlah tiap-tiap asam amino didalam campuran ini diperlukan metoda yang amat canggih dan sensitif, karena pekerjaan ini sangat sulit. Metode cepat yang telah ditemukan yaitu metode elektroferosis, dan kromatografi penukar-ion. Kedua metode ini memanfaatkan perbedaan dalam tingkah laku asam-basa dari asam-asam amino yang berbeda, yakni,

perbedaan dalam tanda dan besar muatan listrik total pada pH tertentu, yang dapat diduga dari nilai pK dan kurva titrasi. Dalam suatu titrasi potensiometri, titik akhir ditemukan dengan menentukan volume yang menyebabkan suatu perubahan relatif besar dalam potensial apabila titran ditambahkan. Dalam titrasi manual potensial diukur setelah penambahan titran berturutan, dan hasil pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volume titran untuk diperoleh suatu kurva titrasi. Dalam banyak hal, suatu potensiometer sederhana dapat digunakan. Akan tetapi, jika tersangkut elektroda gelas, seperti dalam kebanyakan titrasi asam-basa, suatu peralatan pengukur dengan impedansi masukan tinggi diperlukan karena adanya tahanan tinggi dari gelas; digunakan pH meter khusus. Karena pH meter ini telah menjadi demikian biasa, maka pH meter ini dipergunakan untuk semua jenis titrasi, bahkan apabila penggunaannya tidak diwajibkan. Sekali kurva titrasi sudah tersedia, suatu unsur objektif masuk ke dalam prosedur. Harus ada sedikit ketidaktentuan dalam prosedur ini, yang akan tercermin pada pengamatan volume terakhir. Untuk suatu reaksi yang berlangsung dengan baik, maka kurva titrasi demikian curamnya dekat pada titik ekuivalen, sehingga ketidaktentuannya adalah kecil. Sedangkan untuk suatu reaksi dengan suatu tetapan keseimbangan yang kecil, ketelitian untuk mebuat lagi titik akhirnya kemungkinan lebih jelek.

Titik Isoelektrik dan Elektroferosa Muatan akhir dari suatu asam amino beragam sesuai dengan perubahan pH larutan. Misalnya bila alanin dilarutkan dalam larutan asam (pH rendah) akan ada perubahan proton sehingga membentuk kation. Bila pH larutan dinaikkan (penambahan basa), kation alanin berubah, mula-mula menjadi ion dipolar yang netral kemudian menjadi anion. pH dimana asam amino mempunyai muatan listrik yang netral disebut titik isoelektrik dari asam amino tersebut. Untuk alanin titik isoelektriknya pada pH 6,0. Titik isoelektrik untuk asam amino yang asam terletak kira-kira pada pH = 3. Diperlukan larutan yang lebih asam untuk asam amino golongan ini untuk menambah proton gugusan karboksilat kedua.

Elektroferosa Dalam suatu campuran, pada pH tertentu beberapa asam amino dapat berbentuk anion, kation atau ion dipolar yang netral. Campuran asam amino dapat dipisahkan karena kecendrungannya untuk bergerak ke arah elektroda dalam larutan dari berbagai keasaman.

Elektroferosa adalah suatu proses pemisahan ion dan partikel netral berdasarkan ada atau tidaknya daya tarik dari partikel-partikel ini kearah elektrode pada pH larutan tertentu. Bila sepasang elektrode ditempatkan ke dalam larutan asam amino, anion dari dari asam amino tersebut (muatan negatif) akan bergerak kearah katoda yang bermuatan negatif. Sedangkan ion dipolar pada titiik isoelektriknya netral sehingga tak bergerak ke arah katoda ataupun anoda. Metoda yang paling sederhana untuk memisahkan asam amino adalah dengan cara elektroforesis kertas. Setetes larutan dari campuran asam amino ditempatkan pada selembar kertas filter yang sudah dibasahi oleh buffer pada pH tertentu. Medan listrik dengan tegangan tinggi diberikan pada kertas tersebut. Karena perbedaan nilai pK, asam amino akan bermigrasi menuju arah yang berbeda dan pada kecepatan yang berbeda di sepanjang kertas, tergantung pada pH sistem buffer dan tegangan listrik yang dipergunakan. Dalam suatu titrasi potensiometri, titik akhir ditemukan dengan menentukan volume yang menyebabkan suatu perubahan relatif besar dalam potensial apabila titran ditambahkan. Dalam titrasi manual potensial diukur setelah penambahan titran berturutan, dan hasil pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volume titran untuk diperoleh suatu kurva titrasi. Dalam banyak hal, suatu potensiometer sederhana dapat digunakan. Akan tetapi, jika tersangkut elektroda gelas, seperti dalam kebanyakan titrasi asam-basa, suatu peralatan pengukur dengan impedansi masukan tinggi diperlukan karena adanya tahanan tinggi dari gelas; digunakan pH meter khusus. Karena pH meter ini telah menjadi demikian biasa, maka pH meter ini dipergunakan untuk semua jenis titrasi, bahkan apabila penggunaannya tidak diwajibkan. Sekali kurva titrasi sudah tersedia, suatu unsur objektif masuk ke dalam prosedur. Harus ada sedikit ketidaktentuan dalam prosedur ini, yang akan tercermin pada pengamatan volume terakhir. Untuk suatu reaksi yang berlangsung dengan baik, maka kurva titrasi demikian curamnya dekat pada titik ekuivalen, sehingga ketidaktentuannya adalah kecil. Sedangkan untuk suatu reaksi dengan suatu tetapan keseimbangan yang kecil, ketelitian untuk mebuat lagi titik akhirnya kemungkinan lebih jelek.

cV. Alat dan Bahan Alat: Bahan: Larutan Arginin Larutan Asam Glutamat Larutan Glisin Larutan Alanin Aquadest H2SO4 2M NaOH 2M pH meter Statif Buret Klem Beker Gelas Pipet tetes Erlenmyer Gelas Ukur

VI. Prosedur Percobaan Sebelumnya, praktikan harus memahami cara-cara bekerja dengan pH-meter yang akan dipakai. Sesudah ini, larutkanlah 400 mg asam amino netral; (mono-amino dan monokarboksilat) seperti glisin dalam 40 ml air aquadest. Dengan menggunakan pH-meter, buret dan pengaduk magnetik (apabila ada) maka larutan asam amino tersebut dititrasi dengan H2SO4 2 N. Tiap-tiap penambahan akan dicatat dan juga perubahan pH yang dialami. Titrasi diteruskan sampai tercapai pH 1,2. Kemudian larutkan 400 mg asam amino yang sama ke dalam 40 ml aquadest. Sekarang larutan ini dititrasi dengan 2 N NaOH dan dicatat seperti percobaan di atas sampai tercapai pH 12,0. Apabila masih ada waktu ulangilah eksperimeneksperimen di atas dengan lisin, asam glutamat atau histidin. Pada percobaan-percobaan ini perlu dilakukan titrasi pelarut (aquadest) sebagai blanko dan ini dilakukan seperti pada percobaan- percobaqan di atas. Dengan demikian dapat dilakukan koreksi-koreksi sehingga dapat diketahui berapa banyak H2SO4 dan NaOH yang sebenarnya dipakai oleh asam amino yang diselidiki.

VII. Hasil Pengamatan


Titrasi dengan H2so4 Arginin Titrasi dengan NaOH Arginin

V.H2SO4 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75 2,0 2,25 2,5 2,75 3,0 3,25
Asam Glutamat

pH 10,04 3,37 1,71 1,61 1,50 1,42 1,39 1,35 1,34 1,31 1,29 1,27 1,26 1,22

V.NaOH 0 0,25 0,5 0,75

pH 9,98 11,65 11,95 12,00

Asam Glutamat

V.H2SO4 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75

pH 3,18 2,15 1,82 1,67 1,52 1,39 1,32 1,22

V.NaOH 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5

pH 3,11 4,25 8,42 9,73 11,50 12,05 12,08

Glisin

V. H2SO4 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 2,0 2,25

pH 6,62 2,71 2,20 1,96 1,69 1,58 1,52 1,47 1,39

Glisin

V.NaOH 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75

pH 6,58 8,74 9,21 9,59 10,01 11,06 11,85 12,08

2,5 2,75 3,0 3,25


Alanin

1,34 1,29 1,23 1,21


Alanin

V.H2SO4 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75 2,0 2,25 2,5 2,75 3,0
Blanko ( H2O)

pH 6,61 3,24 2,65 2,53 2,14 1,83 1,62 1,54 1,49 1,42 1,33 1,29 1,24

NaOH 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5

pH 6,64 9,16 9,82 10,06 10,76 11,83 12,07

Blanko ( H2O)

V.H2SO4 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75 2,0

pH 6,69 1,79 1,62 1,50 1,44 1,38 1,32 1,27 1,26

V.NaOH 0 0,25 0,5

pH 7,02 11,85 12,00

VIII. Persamaan Reaksi Glisin O C OH 2NH2 C H + H2SO4 H O C OH 2NH2 C H + NaOH H Arginin O C OH + 2NH3 - C H + SO42 H O C OH + 2NH3 - C H + Na+ + H2O H

O C OH 2NH2 C H + H2SO4 (CH2)3 NH C = +NH2 NH2

O C OH + 2NH3 - C H + SO42 (CH2)3 NH C = +NH2 NH2

O C OH 2NH2 C H + NaOH (CH2)3 NH C = +NH2 NH2 Asam Glutamat O C OH 2NH2 C H + H2SO4 (CH2)2 COO-

O C OH 2NH3+- C H + Na+ + H2O (CH2)3 NH C = +NH2 NH2

O C OH + 2NH3 - C H + SO42 (CH2)2 COO-

O C OH 2NH2 C H + NaOH (CH2)2 COOAlanin

O C OH 2NH3+ - C H + Na- + H2O (CH2)2 COO-

O C OH 2NH2 C H + H2SO4 CH3

O C OH 2NH3+ - C H + SO42 CH3

O C OH 2NH2 C H + NaOH CH3

O C OH 2NH3+ - C H + Na- + H2O CH3

IX. Analisis Data a. Pada Titrasi NaOH 1. Menghitung Volume koreksi dan % koreksi V koreksi = (v.titran pada asam amino V.titran pada air) % koreksi = ( v.titranpadaasama min o v.titranpadaair .100 % v.titranpadaair

Alanin

a. NaOH pada alanin = 1,25 ml NaOH pada blanko = 0,25 mL pada pH = 11,85 Volume koreksi = 1,25 0,25 = 1 ml % koreksi =
1,25 0,25 x100 % 400 % 0,25

b. NaOH pada alanin = 1,5 ml NaOH pada blanko = 0,5 mL pada pH = 12,00 Volume koreksi = 1,5 0,5 = 1 ml % koreksi = Glisin
1 0,5 x100 % 100 % 0,5

a. NaOH pada glisin = 1,5 ml NaOH pada blanko = 0,25 mL pada pH = 11,85 Volume koreksi = 1,5 0,25 = 1,25 ml % koreksi =
1,5 0,25 x100 % 500 % 0,25

b. NaOH pada glisin = 1,75 ml NaOH pada blanko = 0,5 mL pada pH = 12,00 Volume koreksi = 1,75 0,5 = 1,25 ml % koreksi = 1,75 0,5 x100 % 250 % 0,5

Asam Glutamat

a. NaOH pada asam glutamat = 1 ml NaOH pada blanko = 0,25 mL pada pH = 11,85 Volume koreksi = 1 0,25 = 0,75 ml % koreksi =
1 0,25 x100 % 300 % 0,25

b. NaOH pada asam glutamat = 1,25 ml NaOH pada blanko = 0,5 mL pada pH = 12,00 Volume koreksi = 1,25 0,5 = 0,75 ml % koreksi = Arginin
1,25 0,5 x100 % 150 % 0,5

a. NaOH pada arginin = 0,75 ml NaOH pada blanko = 0,5 mL pada pH = 12,00 Volume koreksi = 0,75 0,5 = 0,25 ml % koreksi =
0,75 0,5 x100 % 50 % 0,5

2. Menghitung pH secara teori dan praktik Teori

1. Alanin Pada volume 1,25 ml N Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 M = 0,112 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n NaOH = 1,25 ml (2 M) = 2,5 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

OH-

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

2,5 mmol 2,24 mmol 0,26 mmol

[OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,0122 = 1,91 pH = 14 1,91 = 12,09 Pada volume 1,5 ml N Alanin (1000) = = = 0,112 mol

M1000 =

= 0,112 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n NaOH = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

OH3 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

2,24 mmol 0,76 mmol

[OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,035 = 1,455 pH = 14 1,455 = 12,545 2. Glisin Pada volume 1,5 ml N Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol

= 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,67 mmol n NaOH = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO-

OH3 mmol 2,67 mmol 0,33 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,67 mmol 2,67 mmol 2,67 mmol 2,67 mmol

m 2,67 mmol b 2,67 mmol s [OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,015 = 1,824 pH = 14 1,824 = 12,176

Pada volume 1,75 ml N Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol

= 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,67 mmol n NaOH = 1,75 ml (2 M) = 3,5 mmol


+

NH3CH2COO-

OH-

NH2CH2COO- + H2O 2,67 mmol 2,67 mmol 2,67 mmol 2,67 mmol

m 2,67 mmol b 2,67 mmol s [OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,038 = 1,42 pH = 14 1,42 = 12,58

3,5 mmol 2,67 mmol 0,83 mmol

3. Asam Glutamat Pada volume 1 ml N Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,068 M = 0,068 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n NaOH = 1 ml (2 M) = 2 mmol


+

NH3CH2COO-

OH2 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m 1,36 mmol b 1,36 mmol s -

1,36 mmol 0,64 mmol

[OH-] = =

pOH = - log OH= - log 0,030 = 1,523 pH = 14 1,523 = 12,477

Pada volume 1,25 ml N Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,068 M = 0,068 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n NaOH = 1,25 ml (2 M) = 2,5 mmol


+

NH3CH2COO-

OH-

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m 1,36 mmol b 1,36 mmol s -

2,5 mmol 1,36 mmol 1,14 mmol

[OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,054 = 1,267 pH = 14 1,267 = 12,733

4. Arginin Pada volume 0,75 ml N Arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n NaOH = 0,75 ml (2 M) = 1,5 mmol

NH3CH2COO-

OH-

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol

m 1,14 mmol b 1,14 mmol s -

1,5 mmol 1,14 mmol 0,36 mmol

[OH-] = = pOH = - log OH= - log 0,017 = 1,769 pH = 14 1,769 = 12,231

3. Menghitung % kesalahan % kesalahan = 1. Alanin Pada alanin 1,25 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = pHteori pHpraktek x100 % pHteori

Pada alanin 1,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

2. Glisin Pada glisin 1,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 1,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

3. Asam Glutamat Pada asam glutamat 1 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada asam glutamat 1,25 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

4. Arginin Pada arginin 0,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

b.Pada Titrasi H2SO4 1. Menghitung Volume Koreksi dan % koreksi Alanin

a. H2SO4 pada alanin = 1,5 ml H2SO4 pada blanko = 0,5 ml, pH = 1,62 Volume koreksi = 1,5 0,5 = 1 % koreksi =
1,5 0,5 x100 % 200 % 0,5

b. H2SO4 pada alanin = 1,75 ml H2SO4 pada blanko = 0,75 ml, pH = 1,50 Volume koreksi = 1,75 0,75 = 1 % koreksi =
1,75 0,75 x100 % 133 ,33 % 0,75

c. H2SO4 pada alanin = 2,25 ml H2SO4 pada blanko = 1 ml, pH = 1,44 Volume koreksi = 2,25 1 = 1,25 % koreksi =
2,25 1 x100% 125% 1

d. H2SO4 pada alanin = 2,5 ml H2SO4 pada blanko = 1,5 ml, pH = 1,32 Volume koreksi = 2,5 1,5 =1 % koreksi =
2,5 1,5 x100 % 66 ,67 % 1,5

e. H2SO4 pada alanin = 2,75 ml H2SO4 pada blanko = 1,75 ml, pH = 1,27 Volume koreksi = 2,75 1,75 = 1 % koreksi =
2,75 1,75 x100 % 57 ,14 % 1,75

f. H2SO4 pada alanin = 3,0 ml H2SO4 pada blanko = 2,0 ml, pH = 1,26 Volume koreksi = 3,0 2,0 = 1,0 % koreksi =
3,0 2,0 x100 % 50 % 2,0

Glisin

a. H2SO4 pada glisin = 1 ml H2SO4 pada blanko = 0,5 ml, pH = 1,62 Volume koreksi = 1 0,5 = 0,5 % koreksi =
1 0,5 x100 % 100 % 0,5

b. H2SO4 pada glisin = 1,5 ml H2SO4 pada blanko = 0,75 ml, pH = 1,50 Volume koreksi = 1,5 0,75 = 0,75 % koreksi =
1,5 0,75 x100 % 100 % 0,75

c. H2SO4 pada glisin = 2,0 ml H2SO4 pada blanko = 1 ml, pH = 1,44 Volume koreksi = 2,0 1 = 1 % koreksi =
2,0 1 x100% 100% 1

d. H2SO4 pada glisin = 2,25 ml H2SO4 pada blanko = 1,25 ml, pH = 1,38 Volume koreksi = 2,25 1,25 = 1 % koreksi =
2,25 1,25 x100 % 80 % 1,25

e. H2SO4 pada glisin = 2,5 ml H2SO4 pada blanko = 1,5 ml, pH = 1,32 Volume koreksi = 2,5 1,5 = 1 % koreksi =
2,5 1,5 x100 % 66 ,67 % 1,5

f. H2SO4 pada glisin = 2,75 ml H2SO4 pada blanko = 1,75 ml, pH = 1,27 Volume koreksi = 2,75 1,75 = 1 % koreksi =
2,75 1,75 x100 % 57 ,14 % 1,75

g. H2SO4 pada glisin = 3,0 ml H2SO4 pada blanko = 2,0 ml, pH = 1,26

Volume koreksi = 3,0 2,0 = 1 % koreksi =


3,0 2,0 x100 % 50 % 2,0

Asam Glutamat

a. H2SO4 pada asam glutamat = 0,75 ml H2SO4 pada blanko = 0,5 ml, pH = 1,62 Volume koreksi = 0,75 0,5 = 0,25 % koreksi =
0,75 0,5 x100 % 50 % 0,5

b. H2SO4 pada asam glutamat = 1 ml H2SO4 pada blanko = 0,75 ml, pH = 1,50 Volume koreksi = 1 0,75 = 0,25 % koreksi =
1 0,75 x100 % 33,33 % 0,75

c. H2SO4 pada asam glutamat = 1,25 ml H2SO4 pada blanko = 1,25 ml, pH = 1,38 Volume koreksi = 1,25 1,25 = 0 % koreksi =
1,25 1,25 x100 % 0 1,25

d. H2SO4 pada asam glutamat = 1,5 ml H2SO4 pada blanko = 1,5 ml, pH = 1,32 Volume koreksi = 1,5 1,5 = 0 % koreksi =
1,5 1,5 x100 % 0 1,5

e. H2SO4 pada asam glutamat = 1,75 ml H2SO4 pada blanko = 2,0 ml, pH = 1,26 Volume koreksi = 1,75 2,0 = -0,25 % koreksi =
1,75 2,0 x100 % 12 ,5% 2,0

Arginin

a. H2SO4 pada arginin = 0,5 ml H2SO4 pada blanko = 0,25 ml, pH = 1,79 Volume koreksi = 0,5 0,25 = 0,25 % koreksi =
0,5 0,25 x100 % 100 % 0,25

b. H2SO4 pada arginin = 0,75 ml H2SO4 pada blanko = 0,5 ml, pH = 1,62 Volume koreksi = 0,75 0,5 = 0,25 % koreksi =
0,75 0,5 x100 % 50 % 0,5

c. H2SO4 pada arginin = 1 ml H2SO4 pada blanko = 0,75 ml, pH = 1,50 Volume koreksi = 1 0,75 = 0,25 % koreksi =
1 0,75 x100 % 33,33 % 0,75

d. H2SO4 pada arginin = 1,25 ml H2SO4 pada blanko = 1 ml, pH = 1,44 Volume koreksi = 1,25 1 = 0,25 % koreksi =
1 1,25 x100 % 20 % 1,25

e. H2SO4 pada arginin = 1,5 ml H2SO4 pada blanko = 1,25 ml, pH = 1,38 Volume koreksi = 1,5 1,25 = 0,25 % koreksi =
1,5 1,25 x100 % 20 % 1,25

f. H2SO4 pada arginin = 2,25 ml H2SO4 pada blanko = 1,5 ml, pH = 1,32 Volume koreksi = 2,25 1,5 = 0,75 % koreksi =
2,25 1,5 x100 % 50 % 1,5

g. H2SO4 pada arginin = 2,75 ml H2SO4 pada blanko = 1,75 ml, pH = 1,27

Volume koreksi = 2,75 1,75 = 1 % koreksi =


2,75 1,75 x100 % 57 ,14 % 1,75

h. H2SO4 pada arginin = 3,0 ml H2SO4 pada blanko = 2,0 ml, pH = 1,26 Volume koreksi = 3,0 2,0 = 1 % koreksi =
3,0 2,0 x100 % 50 % 2,0

2. Menghitung pH secara teori dan praktik Teori

1. Alanin Pada volume 1,5 ml N Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 M = 0,112 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

H+ 3 mmol 2,24 mmol 0,76 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,035 = 0,07 pH = - log H+ = - log 0,07 = 1,155

Pada volume 1,75 ml N Alanin (1000) = = = 0,112 mol

M1000 =

= 0,112 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 1,75 ml (2 M) = 3,5 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

H+ 3,5 mmol 2,24 mmol 1,26 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,058 = 0,116 pH = - log H+ = - log 0,116 = 0,935

Pada volume 2,25 ml N Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 M = 0,112 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 2,25 ml (2 M) = 4,5 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

H+ 4,5 mmol 2,24 mmol 2,26 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,1015

= 0,203 pH = - log H+ = - log 0,116 = 0,6925

Pada volume 2,5 ml n Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 mol

= 0,112 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 2,5 ml (2 M) = 5 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

H+ 5 mmol 2,24 mmol 2,76 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,123 = 0,246 pH = - log H+ = - log 0,246 = 0,609

Pada volume 2,75 ml n Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 mol

= 0,112 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 2,75 ml (2 M) = 5,5 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol

H+ 5,5 mmol

NH2CH2COO- + H2O -

b s

2,24 mmol -

2,24 mmol 3,26 mmol

2,24 mmol 2,24 mmol

2,24 mmol 2,24 mmol

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,143 = 0,286 pH = - log H+ = - log 0,286 = 0,54

Pada volume 3,0 ml n Alanin (1000) = M1000 = = = = 0,112 mol

= 0,112 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,112 M = 2,24 mmol n H2SO4 = 3,0 ml (2 M) = 6 mmol


+

NH3CH2COO2,24 mmol 2,24 mmol -

H+ 6 mmol 2,24 mmol 3,76 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol 2,24 mmol

m b s

[H2SO4] = = Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,163 = 0,326 pH = - log H+ = - log 0,326 = 0,486

2. Glisin Pada volume 1,5 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 3 mmol 2,66 mmol 0,34 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] = =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,0158 = 0,0316 pH = - log H+ = - log 0,0316 = 1,5

Pada volume 2,0 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 2,0 ml (2 M) = 4 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 4 mmol 2,66 mmol 1,34 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] = =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,061 = 0,122 pH = - log H+ = - log 0,122 = 0,91

Pada volume 2,25 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 2,25 ml (2 M) = 4,5 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 4,5 mmol 2,66 mmol 1,84 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] = =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,0826 = 0,1652 pH = - log H+ = - log 0,1652 = 0,78

Pada volume 2,5 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 2,5 ml (2 M) = 5 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 5 mmol 2,66 mmol 2,34 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] = =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,104 = 0,028 pH = - log H+ = - log 0,028 = 0,68

Pada volume 2,75 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 2,75 ml (2 M) = 5,5 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 5,5 mmol 2,66 mmol 2,84 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,125 = 0,25 pH = - log H+ = - log 0,25 = 0,6

Pada volume 3,0 ml n Glisin (1000) = M1000 = = = = 0,133 mol = 0,133 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,133 M = 2,66 mmol n H2SO4 = 3,0 ml (2 M) = 6 mmol


+

NH3CH2COO2,66 mmol 2,66 mmol -

H+ 6 mmol 2,66 mmol 3,34 mmol

NH2CH2COO- + H2O 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol 2,66 mmol

m b s

[H2SO4] = =

Sisa H2SO4 [H+] = 2 x 0,145 = 0,29 pH = - log H+ = - log 0,29 = 0,54

3. Asam glutamate

Pada volume 0,75 ml n asam glutamat (1000) = M1000 = = = = 0,068 mol

= 0,068 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n H2SO4 = 0,75 ml (2 M) = 1,5 mmol


+

NH3CH2COO1,36 mmol 1,36 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m b s [H+] =

1,5 mmol 1,36 mmol 0,14 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,0067 = 2,17

Pada volume 1 ml N asam glutamat (1000) = M1000 = = = = 0,068 mol

= 0,068 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n H2SO4 = 1 ml (2 M) = 2 mmol


+

NH3CH2COO1,36 mmol 1,36 mmol 0 mmol

H+ 2 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m b s [H+] =

1,36 mmol 0,64 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,030 = 1,52

Pada volume 1,25 ml n asam glutamat (1000) = M1000 = = = = 0,068 mol

= 0,068 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n H2SO4 = 1,25 ml (2 M) = 2,5 mmol


+

NH3CH2COO1,36 mmol 1,36 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m b s [H+] =

2,5 mmol 1,36 mmol 1,14 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,0054 = 1,27

Pada volume 1,5 ml N asam glutamat (1000) = M1000 = = = = 0,068 mol

= 0,068 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n H2SO4 = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO1,36 mmol 1,36 mmol 0 mmol

H+ 3 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m b s [H+] =

1,36 mmol 1,64 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,076 = 1,12

Pada volume 1,75 ml N asam glutamat (1000) = M1000 = = = = 0,068 mol

= 0,068 M

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,068 M = 1,36 mmol n H2SO4 = 1,75 ml (2 M) = 3,5 mmol


+

NH3CH2COO1,36 mmol 1,36 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol 1,36 mmol

m b s [H+] =

3,5 mmol 1,36 mmol 2,14 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,098 = 1,01

4. Arginin Pada volume 0,75 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 0,75 ml (2 M) = 1,5 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol -

m b s [H+] =

1,5 mmol 1,14 mmol 0,36 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,017 = 1,77

Pada volume 1,5 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 1 ml (2 M) = 2 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+ 2 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol

m b s [H+] =

1,14 mmol 0,86 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,04 = 1,39

Pada volume 1,25 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 1,25 ml (2 M) = 2,5 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol -

m b s [H+] =

2,5 mmol 1,14 mmol 1,36 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,064 = 1,19

Pada volume 1,5 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 1,5 ml (2 M) = 3 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+ 3 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol

m b s [H+] =

1,14 mmol 1,86 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,086 = 1,06

Pada volume 2,25 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 2,25 ml (2 M) = 4,5 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol

m b s [H+] =

4,5 mmol 1,14 mmol 3,36 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,151 = 0,82

Pada volume 2,75 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 2,75 ml (2 M) = 5,5 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol -

m b s [H+] =

5,5 mmol 1,14 mmol 4,36 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,192 = 0,72

Pada volume 3,0 ml N arginin (1000) = M1000 = = = = 0,057 M = 0,057 mol

Dalam 20 ml = 20 ml x 0,057 M = 1,14 mmol n H2SO4 = 3 ml (2 M) = 6 mmol


+

NH3CH2COO1,14 mmol 1,14 mmol 0 mmol

H+ 6 mmol

NH2CH2COO- + H2O 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol 1,14 mmol

m b s [H+] =

1,14 mmol 4,86 mmol

= pH = -log [H+] = - log 0,211 = 0,67

3. Menghitung % kesalahan % kesalahan = 1. Alanin Pada alanin 1,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = pHteori pHpraktek x100 % pHteori

Pada alanin 1,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada alanin 2,25 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada alanin 2,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada alanin 2,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada alanin 3,0 mL

pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada alanin 1,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

= 2. Glisin Pada glisin 1,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 2,0 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 2,25 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 2,5 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 2,75 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

Pada glisin 3,0 mL


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

3. Asam glutamat Pada volume 0,75 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 2,17 1,67 x100 % 2,17

% kesalahan =

= 23,04 %

Pada volume 1 ml
pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 1,52 1,52 x100 % 1,52

% kesalahan =

=0%

Pada volume 1,25 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

% kesalahan =

1,27 1,39 x100% 1.27

= 9,4 %

Pada volume 1,75 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 1,01 1,22 x100 % 1,07

% kesalahan =

= 19,6 %

Pada volume 0,75 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 2,17 1,67 x100 % 2,17

% kesalahan =

= 23,04 % 4. Arginin Pada volume 0,75 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =
1.77 1,61 x100% 1.77

% kesalahan =

=9%

Pada volume 1,5 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

% kesalahan =

1.39 1,39 x100% 1.39

=0%

Pada volume 1,25 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 1.19 1,42 x100 % 1,19

% kesalahan =

= 19,32 %

Pada volume 1,5 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 1,06 1,39 x100 % 1,06

% kesalahan =

= 23,7 %

Pada volume 2,25 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 0,82 1,31 x100 % 0,82

% kesalahan =

= 59,7 %

Pada volume 2,75 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan =

% kesalahan =

0,72 1,27 x100 % 0,72

= 76,4 %

Pada volume 3,0 ml


pHteori pHpraktek x100 % pHteori % kesalahan = 0,67 1,26 x100 % 0,67

% kesalahan =

= 88 %

X. Pembahasan Percobaan yang dilakukan yakni percobaan titrasi potensiometri asam amino yang merupakan salah satu percobaan yang digunakan untuk pemeriksaan fitokimia yang menggunakan peralatan listrik biasanya digunakan untuk mengukur potensial elektrode dari suatu indikator, dimana praktikan harus menentukkan pH atau indikator dalam menentukan pH suatu larutan asam amino yang ditambahkan dengan asam atau basa. Penentuan asam amino digunakan juga untuk membuktikan bahwa asam amino mempunyai satu gugus amino dan satu gugus karboksil, apabila dilarutkan di dalam air maka gugus karboksil tersebut akan melepaskan ion H+ sehingga membentuk CH3COO- yang bermuatan negatif sedangkan gugus amino akan menangkap ion H+ dan akan membentuk NH3+ yang bermuatan positif. Pada percobaan ini digunakan dua jenis larutan titran yakni larutan yang bersifat basa yaitu NaOH dan larutan yang bersifat asam yaitu H2SO4. Dan sebagai pembanding digunakan larutan titran blanko (air) yang akan dibandingkan dengan volume titran larutan asam amino. Dengan adanya perbandingan antara volume larutan blanko (air) dengan larutan asam amino yang telah dititrasi, maka akan diketahui seberapa besar praktikan melakukan penyimpangan dalam melakukan praktikum. Sehingga dapat dilihat dari volume koreksi serta % koreksi yang didapat. pH larutan dari asam amino diukur dengan menitrasinya dengan larutan asam dan basa secara bergantian dengan mencatat perubahan pH yang terjadi pada saat penambahan larutan titran pada penambahan 5 tetes larutan titran. Pada saat menitrasi dengan NaOH, asam amino akan membentuk struktur asam amino yang bersifat basa. Sebaliknya jika dititrasi dengan H2SO4 akan membentuk struktur asam amino kation dalam keadaan asam yang ditunjukkan oleh pH semakin kecil. Jadi, dalam keadaan ini maka gugus karboksil lebih banyak dibandingkan dengan gugus aminonya. Pada asam amino, jika ditambahkan dengan larutan asam, maka konsentrasi H+ dalam air yang tinggi masuk berikatan dengan gugus COO- sehingga membentuk COOH. Tetapi jika ditambahkan dengan basa, maka ion OH- yang tinggi mampu mengikat H+. Pada penggolongannya, alanin merupakan asam amino yang nonpolar, glisin merupakan asam amino polar yang tidak mempunyai muatan. Alanin dan glisin sama-sama merupakan asam amino yang tidak mempunyai muatan. Sedangkan arginin termasuk dalam asam amino yang bermuatan total positif pada pH 7, dan bersifat basa. Asam glutamat termasuk asam amino yang bermuatan total negatif pada pH 7 dan bersifat asam.

Titrasi ini juga dilakukan untuk mencari titik isoelektrik pada asam amino, dimana asam amino mempunyai muatan listrik netral. Jika pH yang terjadi terdapat di atas titik isoelektriknya maka asam amino tersebut bermuatan negatif, dan jika pH-nya berada dibawah titik isoelektriknya maka asam amino tersebut akan bermuatan positif.

XI. Kesimpulan 1. Titrasi potensiometri asam amino merupakan percobaan yang digunakan untuk pemeriksaan fitokimia yang menggunakan peralatan listrik biasanya digunakan untuk mengukur potensial elektrode dari suatu indikator. 2. Kesalahan dalam praktikum dapat terlihat dari volume koreksi serta % koreksi. 3. Saat dititrasi dengan NaOH, asam amino akan membentuk struktur asam amino yang bersifat basa. 4. Saat dititrasi dengan H2SO4, asam amino akan membentuk struktur asam amino kation dalam keadaan asam yang ditunjukkan oleh pH semakin kecil. 5. Pada asam amino, jika ditambahkan dengan larutan asam, maka konsentrasi H+ dalam air yang tinggi masuk berikatan dengan gugus COO- sehingga membentuk COOH. Tetapi jika ditambahkan dengan basa, maka ion OH- yang tinggi mampu mengikat H+.

XII. Daftar Pustaka Fessenden dan Fessenden.1999. Kimia Organik Edisi ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Girindra, A. 1986. Biokimia I. Jakarta: Gramedia. Lehninger, Albert. 1992. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Wirahadikusumah, Muhammad, 1985, Biokimia, Penerbit ITB: Bandung.

XIII. Gambar Alat


0

10

20

30

40

50

Alat titrasi

Pipet tetes

Beker Gelas

Gelas Ukur

Erlenmyer

XIV. Pertanyaan 1. Buatlah kurva titrasi asam amino yang diselidiki (pH vs ml H2SO4 2N dan NaOH 2N) yang telah dikoreksi. Jawab:

pH Arginin vs Vol. H2SO4


12 10 8 pH 6 4 2 0 0 0.5 1 1.5 volume 2 2.5 3 3.5

pH Asam Glutamat vs Vol. H2SO4


3.5 3 2.5 pH 2 1.5 1 0.5 0 0 0.5 1 volume 1.5 2

pH Glisin Vs Vol. H2SO4


7 6 5 pH 4 3 2 1 0 0 0.5 1 1.5 Volume 2 2.5 3 3.5

pH Alanin vs Vol.H2SO4
7 6 5 pH 4 3 2 1 0 0 0.5 1 1.5 Volume 2 2.5 3 3.5

pH Blanko vs Vol H2SO4


8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 0 0.5 1 Volume 1.5 2 2.5

pH Arginin Vs Vol. NaOH


14 12 10 pH 8 6 4 2 0 0 0.1 0.2 0.3 0.4 Volume 0.5 0.6 0.7 0.8

pH Asam Glutamat vs vol. NaOH


14 12 10 pH 8 6 4 2 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Volume 1 1.2 1.4 1.6

pH Glisin vs Vol. NaOH


14 12 10 pH 8 6 4 2 0 0 0.5 1 Volume 1.5 2

pH Alanin Vs Vol. NaOH


14 12 10 pH 8 6 4 2 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Volume 1 1.2 1.4 1.6

pH blanko Vs Vol. NaOH


14 12 10 pH 8 6 4 2 0 0 0.1 0.2 0.3 Volume 0.4 0.5 0.6