Anda di halaman 1dari 54
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Teknologi membuat segala sesuatu yang kita lakukan menjadi

lebih mudah. Manusia selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang

mempermudah aktifitasnya, hal inilah yang mendorong perkembangan

teknologi yang telah banyak menghasilkan alat sebagai piranti untuk

mempermudah kegiatan manusia bahkan menggantikan peran manusia

dalam suatu fungsi

tertentu. Teknologi memegang perang penting di era

moderen seperti pada saat ini, dimana teknologi telah menjadi bagian yang

tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tingginya angka kriminalisasi khususnya pencurian yang

terjadi saat ini maka sistem keamanan menjadi kebutuhan yang mutlak

untuk diterapkan. Untuk itu dibutuhkan suatu perangkat sistem keamanan

yang dapat menjaga full time, bahkan melindungi asset dan privasi yang

dimiliki,

sehingga

memerlukan

sebuah

teknologi

keamanan

yang

mempunyai sisi keamanan yang baik bagi pemilik rumah, agar rumah

mereka terjaga dari tindakan kriminal dalam hal ini adalah tindakan

pencurian.

Seorang selalu was-was dengan keadaan rumah yang di tinggalnya.

Mereka selalu takut jika

kehilangan barang akibat kecurian yang di

sebabkan oleh manusia. Apalagi di dalam rumah tersebut terdapat barang

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

barang berharga. Hal tersebut dapat menggangu ketenangan, apalagi bila

sedang

beristirahat, pasti tidak tenang. Olehnya itu di perlukan alat yang

dapat membantu mendeteksi pencuri masuk atau orang masuk tanpa izin,

dan dapat membantu dalam keamanan rumah.

Sistem ini yaitu berupa laser sebagai pendeteksi gerakan yang

apabila pancaran sinarnya yang mengenai sensor LDR terhalangi, maka

akan dikirimkan sinyal ke mikrokontroler dan kemudian dijadikan acuan

untuk mengirimkan sinyal ke buzzer yang akan memberikan tanda pada

pemilik rumah.

1.2 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka, Peneliti

menitiberatkan pengkajian permasalahan pada :

1. mikrokontroler

Penggunaan

sebagai

pusat

kontrol

dalam

dalam

sistem.

2. Penggunaan Laser sebagai pendeteksi gerakan

3. Penggunaan sensor, dalam hal ini berupa LDR (Light Dependent

Resistor).

1.3 Rumusan masalah

Berdasarkan latar

belakang diatas,

maka

peneliti merumuskan

pokok permasalahan yaitu, Bagaima merancang sistem keamanan rumah,

yang dapat memberikan rasa nyaman bagi penggunanya?.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

1.4 Tujuan

Tujuan

Penelitian

adalah

merancang,

mengembangkan

dan

mengaktifkan sistem keamanan rumah dengan rangkaian yang sederhana,

dengan

menggunakan

mikrokontroler

ATMega

8535

dan

dapat

memberikan rasa aman dan nyman bagi penggunanya.

1.5 Manfaat

Adapun manfaat yang hendak dicapai dalam penelitian ini ditinjau

dari segi keilmuan dan segi terapan, adalah :

1. Segi Keilmuan

a. Untuk

menerapkan

dan

menyesuaikan

teori-teori

yang

telah

diperoleh di kampus dengan kenyataan empiris yang ada pada

lokasi.

b. Sebagai bentuk kegiatan penulisan terapan bagi pengembangan

teknologi

untuk

meningkatkan

kemampuan

akademis

peneliti

dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran, bertanggung jawab dan

tanggap terhadap perubahan.

c. Sebagai bahan referensi bagi rekan-rekan mahasiswa yang akan

melakukan

penulisan

selanjutnya

demi

pengembangan

ilmu

pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

2. Segi Terapan

a. Untuk Mengetahui kelemahan-kelemahan dari sistem keamanan

rumah.

b. Untuk memberikan rasa aman pada pemilik rumah.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Sebelumnya

Sistem keamanan rumah yang peneliti buat sekarang merupakan

sistem yang sudah pernah ada yakni oleh Riantiningsi,2008. Alarm Anti

Maling,

yang sebelumnya system ini hanya mengacu pada pengunaan

sinar laser sebagai alat untuk mendeteksi, dan relay sebagai swith yang

terhubung ke buzzer dan lampu indikator, dimana pada saat sinar lasernya

terhalangi maka sensor LDR akan mengirimmkann sinyal ke relay dan

secara otomatis relay akan menswith dan selanjutnya lampu sebagai

indikator akan menyala dan buzzer berbunyi.

(Agus Patidago dkk, 2011). Sistem Keamanan Rumah Berbasis

Mokrokontroler ATMega 8535, pada dasarnya cara kerja sistem yang

peneliti buat sekarang ini tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya

namum pada sistem ini peneliti menggunakan mikrokontroler sebagai

pusat kontrol dari rangkaian. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah

CodeVision AVR, yang kemudian diprogram melalui computer diolah menjadi

file berekstensi Hex agar dapat dibaca oleh Mikrokontroller . Alat penghubung

antara

komputer

dengan

masukkannya berupa LPT

Mikrokontroller

adalah

Downloader

ISP

yang

(Line Printer). Sistem keamanan ini bekerja sebagai

berikut : pada saat tegangan 5V diberikan, rangkaian aktif termasuk sensor.

Sensornya adalah LDR dan sebagai pemicu adalah laser. Saat sinar laser yang

mengenai sensor LDR terhalangi maka kurang menerima pencahayaan dari laser,

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

data dikirimkan LM 339 selanjutnya ke Mikrokontroller (proces) dan diteruskan

pada rangkaian alarm (output) dan menyebabkan lampu indikato menyala buzzer

berbunyi.

Tabel 1

Perbandingan sistem lama dengan sistem baru

No

Nama peneliti

Tahun

Alat yang digunakan

1

Riantiningsi

2008

Relay, laser,sensor LDR, buzzer

Agus patidago,

2

dkk

2011

LM 339, MC ATMega 8535,sensor LDR, Laser, Downloader ISP, buzzer

2.2 Definisi Alarm Dan Sejarah Alarm

A. Definisi alarm

Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasidata ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar. (www.wikipedia.com)

B. Sejarah Alarm

Berawal dari pengembangan inovasi. Industri keamanan elektronik

dan peringatan kebakaran telah berdiri sejak tahun 1850 yang dipelopori

oleh John Gamewell dan Edwin Holmes yang mengubah penemuan

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

menjadi bisnis untuk mengamankan properti dan kehidupan. Keduanya

memperdalam kemampuan ilmiah di akhir abad ke-18.

Awalnya,

dimulai dari penemuan baterai pada tahun 1799

dan

telegraf

pada

tahun

1841

secara

umum

mengubah

dunia

dan

menginspirasi para penyuka hobi, ahli listrik dan ilmuwan yang ada di

seluruh dunia untuk melihat dan memperdalam ilmu komunikasi. Tidak

lama setelah telegraf diperkenalkan, seorang dokter muda yang kaya

bernama William Channing membuat sebuah sistem dari pemerintah

untuk menyalurkan sinyal alarm kebakaran kepada stasiun pemadam

kebakaran

yang

ada

di

sekeliling

kota

Boston,

Amerika

Serikat.

Menggunakan morse yang ditemukan oleh Samuel Morse dalam sistem

telegram yang memadukan kode dengan teknologi, Channing membuat

rencana

kolaborasi

untuk

menyalurkan

sinyal

dari

pusat

sistem

pemerintah menuju stasiun pemadam kebakaran untuk memberitahu titik

lokasi terjadinya kebakaran. Rencana Channing memiliki masalah karena

besar bunyi bel alarm tidak dapat dikendalikan dari stasiun pemadam

kebakaran.

Pada waktu yang sama, Augustus Pope, seorang menteri yang tinggal

di luar Boston, mulai merancang alarm elektrik anti pencuri untuk

dipasang di rumah. Ia mengikuti sistem kerja Channing dan menemukan

kesulitan dalam membunyikan bel untuk membangunkan orang-orang di

rumahnya.

Solusi

datang

dari

Moses

Farmer,

seseorang

dari

New

Hampshire yang dikenal secara luas sebagai insinyur dan ahli listrik. Ia

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

merancang sistem alarm dengan menggunakan peralatan elektromagnetik

untuk membuka tutup rangkaian sirkuit jaringan listrik, sehingga dapat

membunyikan bel secara

otomatis.

Rancangan

Farmer memecahkan

kebingungan antara Channing dan Pope, sehingga melengkapi penemuan

alarm pada tahun 1848 dan 1853.

Peningkatan teknologi alarm anti pencuri dan alarm anti kebakaran

terus berkembang dan

kemudian muncul teknologi ionisasi dimana

teknologi yang digunakan adalah mendeteksi asap dan sensor gerakan

yang dapat mendeteksi gerakan mencurigakan untuk mengaktifkan alarm

keselamatan, meningkatkan detektor panas, dan mengaktifkan sensor

magnetik pada pintu dan jendela rumah ataupun gedung perkantoran

untuk menghindari bahaya pencurian. Impian yang direalisasikan oleh

para pelopor seperti (Gamewell dan Holmes, 1850), Perancangan Sistem

alarm Modern.

Lebih dari 150 tahun yang lalu telah membawa perkembangan sistem alarm modern menuju level yang lebih tinggi terhadap keamanan dan keselamatan publik yang tidak pernah ada dalam industri sebelumnya. Generasi masa kini dapat menikmati teknologi keselamatan yang dapat melindungi kehidupan mereka melalui alarm keselamatan. (Anonymous, 2011).

2.3 Sifat-sifat sistem keamanan rumah

Sistem

keamaan

rumah

mempunyai

banyak

jenis

dan

sifat.

sejumlah sifat-sifat yang umum diantaranya adalah.

a.

Sensitifitas

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Ada berbagai alat yang dipasang di sistem keamanan rumah,

contohnya adalah sensor. Sensor adalah inti dari sistem keamanan

rumah tersebut, sensitifitas alarm dapat di lihat dari sensor yang

terpasang di sistem keamanaan rumah. Sistem keamanan rumah akan

berfungsi bila sensor mengenali suatu benda tersebut. Maka oleh karna

itu sensor

di pasang sesuai fungsinya sehingga sistem keamanaan

rumah dapat berfungsi sesuai yang kita ingginkan.

b. Tersembunyi

Sistem keamnaan rumah akan dipasang di tempat tersembunyi

dimana orang tidak dapat mengetahui tempat dan keberadaan sistem

keamanaan rumah tersebut.

c. Reliabilitas (Kehandalan)

Sistem keamanan rumah harus bekerja secara terus menerus

sesuai dengan kapan diaktivkan sistem keamanan rumah tersebut.

Maka jika sistem keamanan rumah dikatakan handal jika ketahanan

tiap

berapa

jam

pengaktifannya

tidak terjadi

sesuatu

yang dapat

menghilangkan fungsi sistem keamanaan rumah tersebut

d. Keamanan

Sistem keamanan rumah dipasang dengan tidak mengurangi

keamanan sistem keamanan tersebut. Perlindungan dan pemasangan

harus di perhatikan mengingat komponen yang ada dalam rangkaian

alarm tersebut.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

2.4 Mikrokontroler ATMega 8535

Mikrokontroler dapat dianalogikan dengan sebuah sistem komputer yang dikemas dalam sebuah chip. Artinya bahwa di dalam sebuah IC mikrokontroler sebetulnya sudah terdapat kebutuhan minimal agar mikroprocessor dapat bekerja, yaitu meliputi mikroprocessor, ROM, RAM, I/O dan clock seperti hal nya yang dimikili oleh sebuah komputer komputer PC (Arifianto, 2009:2).

Penggunaan mikrokontroler dalam bidang kontrol sangat luas dan

populer, Ada beberapa vendor yang membuat mikrokontroler diantranya

microchip, winbond, atmel, Philips, xemics, dan lain-lain. Dari beberapa

vendor tersebut, yang paling populer digunakan adalah mikrokontroler

buatan Atmel.

Mikrokontroler

adalah

suatu

keeping

IC

dimana

terdapat

microprocessor dan memori program ROM (Read Onli Memori) serta

memori serbaguna RAM (Random ACCes Memori), bahkan ada beberapa

jenis mikrokontroleryang memeiliki fasilitas ADC,PPL, EEPROM dalam

satu kemasan.

Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard’s Risc Procesor) memiliki

arsitektur . RISC 8 bit, dimana semua intruksi dikemas dalam kode 16-bit

(16-bits word) dan sebagian besar intruksi dieksekusi dalam dalam 1 (satu)

siklus clock, berbeda dengan intruksi MCS 51yang membutuhkan 12

siklus clok.

Mikrokontroler ATMega 8535 memiliki teknologi RISC dengan

kecepatan maksimal 16 MHz membuat ATMega 8535 lebih cepat bila

dibandingkan dengan varian MCS 51, dengan fasilitas yang lengkap

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

tersebut menjadikan ATMega 8535 sebagai mikrokontroler yang powerful,

adapun blok diagramnya adalah sebagai berikut.

powerful, adapun blok diagramnya adalah sebagai berikut. (Sumber : http:\www.maxtron.com) Gambar 1. blok diagram

(Sumber : http:\www.maxtron.com)

Gambar 1. blok diagram ATMega8535

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa ATMega 8535 memilikibagia-

bagian sebagai berikut :

1. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran.

2. Tia buah timer/Couter dengan kemampuan perbandingan.

3. CPU yang terdiri atas 32 register.

4. Watchdog timer dengan osilator internal.

5. SRAM saluran I/O sebanyak 32 buah yaitu port A, port B, port C, dan

port D.

6. Memori flash sebesar 8 KB dengan kemampuan read while write.

7. Unit interupsi internal dan eksternal.

8. Port antar muka SPI

9. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat deprogram saat operasi.\

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

10. Antarmuka komperator analog.

11. Port usart untuk komunikasi serial fitur ATMega 8535.

Kapabilitas detail dari ATMega 8535 adalah sebagai berikut:

1. Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal

16 MHz.

2. Kapasitas memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte, dan EEPROM

(Electrically Erasable progammble Read Only Memory) sebesar 512

byte,

3. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel.

4. Portal kounikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5

Mbps.

5. Enam pilihan mode sleep menghemat penggunaan daya listrik.

2.4.1 Konfigurasi Pin ATMega 8535

Konfigurasi pin ATMega 8535 bisa dilihat pada gambar 2 dibawa

ini.

pin ATMega 8535 bisa dilihat pada gambar 2 dibawa ini. (sumber : Arifianto2009:6) Gambar 2. Konfigurasi

(sumber:Arifianto2009:6)

Gambar 2. Konfigurasi pin Atmega 8535

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

dari gambar diatas dapat dijelaskan secara fungsional konfigursi

pin ATMega 8535 sebagai berikut:

1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu

daya.

2. GND merupakan pin ground

3. Port A (PA0…PA7) merupakan pin I/O duah ara dan pin

masukan ADC.

4. Port B (PB0…PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi

khusus yaitu Timer/ Counter, komperator analog, dan SPI.

5. Port C (PC0…PC7)merupakan pin I/O dua arah dan pin khusus

TWI komperator Analog dan Timer Oscilator.

6. Port D (PD0…PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi

khusus,

yaitu

komperator

komunikasi serial.

7. RESET

merupakan

mikrokontroler.

pin

Analog,

interupsi

yang

digunakan

eksternal,

dan

untuk

mereset

8. XTL1 dan XTL2 merupakan pin masukan clock eksternal.

9. AVCC merupakan pin masukan untuk tegangan ADC.

10. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.

Port

I/O

pada

mikrokontroler

ATMega

8535

dapat

difungsikan sebagai input dan juga sebagai output dengan keluaran

high atau low. Untuk mengatur fungsi port I/O sebagai input

ataupun output, perlu dilakukan setting

pada DDR dan port.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Logika port I/O dapat diubah-ubah dalam program secara byte atau

hanya

bit

tertentu.

Mengubah

sebuah keluaran bit

I/O

dapat

dilakukan

menggunakan

perintah

cbi

(clear

bit

I/O)

untuk

menghasilkan output low atau perintah sbi (set bit I/O) untuk

menghasilkan output

high.

Pengubahan

secara byte

dilakukan

dilakukan dengan perintah in atau out yang menggunakan register

bantu.

Data yang dipakai dalam mikrokontroler ATMega 8535

dipresentasikan

dalam

system

bilangan

biner,

decimal,

dan

bilangan heksadesimal. Data yang terdapat di mikrokontroler dapat

diolah

dengan

berbagai

operasi

aritmatik

(penjumlahan,

pengurangan, dan perkalian) maupun operasi nalar (AND, OR, dan

EOR/eksklusif OR).

2.5 Laser Sebagai Pendeteksi (pemancar sinar) Dalam Rangkaian

Laser merupakan sumber cahaya koheren yang monokromatik dan

amat lurus. Koheren disi berarti semua foton memilika fase yang sama.

Sebuah

atom

pada

keadaan

dasar

menyerap

foton

dan

berteransisi

ketingkat eksitasi.

Laser adalah singkatan dari light amplificatiaon by stimulated

perbesaran intensitas

pancarann terangsang. (Evhy Zamidra Zam 2003:38).

oleh

emission

of

raditon

artinya

cahaya

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

2.6

LDR

INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU 2.6 LDR Gambar 3. Gambar dan symbol laser LDR
INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU 2.6 LDR Gambar 3. Gambar dan symbol laser LDR

Gambar 3. Gambar dan symbol laser

LDR sinkatan dari light dependent resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubahh-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negatif, dmanan resistansinya dipengaruhi oleh intensitas cahaya. (Evhy Zamidra Zam 2002:21)

LDR

dibentuk

dari

cadium

sulfide

(CDS)

yang

mana

CDS

dihasilkan dari serbuk keramik. Secara umum, CDS disebut juga peralatan

potokonduktif, selama konduktivitas atau resistansi dari CDS bervariasi

terhadap intensitas cahaya. Jika intensitas cahaya yang diterma tinggi

maka hambatan akan rendah yang mengakibatkan tegangan yang keluar

akan tinggi dan sebaliknya disinilah mekanisme proses perubahan cahaya

menjadi listriik terjadi.

CDS tidak mempunyai sensitivitas yang sama pada tiap panjang

gelombang

dari

ultraviolet

sampai

dengan

inframerah.

Hal

tersebut

dinamakan karakteristik respon spectrum dan diberikan oleh pabrik. CDS

banyak

digunakan

dalam

perencanaan

rangkaian

bolak-balik

(AC)

dibandingkan dengan pototransistor dan potodioda.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU Gambar 4. Gambar dan symbol LDR 2.7 Bahasa

Gambar 4. Gambar dan symbol LDR

2.7 Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman yang digunakan dalam system keamanan

rumah menggunakan mikrokontroler adalah bahasa C. Bahasa C lebih

mudah digunakan karna bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang

terstruktur.

Dikatakan terstruktur

karena

dalam

penulisan

kode

pada

bahasa C harus bertahap dan tersusun dari state awal hingga akhirnya.

Bahasa C juga cukup familiar di kalangan programer karena bahasa C

masih banyak digunakan untuk mengembangkan software saat ini meski

telah banyak bahasa pemrograman yang telah ada.

Bagian utama yang paling penting dalam bahasa C adalah file header, deklarasi, dan statement. File header merupakan kepala program yang menampung semua instruksi yang akan digunakan pada program. Setiap perintah selalu dicek ketersediaannnya pada file header, jika instruksi tersebut tidak terdapat pada file header maka instruksi tersebut tidak dapat dieksekusi. Deklarasi merupakan bagian untuk menetapkan variabel dan tetapan beserta tipe datanya masing-masing yang akan digunakan dalam pembuatan program. (Bedjo, 2008:27)

Dalam penggunaannya pada CodeVision AVR dan mikrokontroler,

bahasa

C

sedikit

berbeda

dengan

yang

digunakan

pada

umumnya.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Meskipun demikian, perbedaan ini hanyalah sebagian kecil saja. Secara

konsep dan sebagian besar sintaks pemrograman yang ada di dalam bahasa

C berlaku juga di conpiler CodeVision AVR.

a. Pengenal

Pengenal merupakan sebuah nama yang didefinisikan oleh program untuk menunjukkan identitas dari sebuah konstanta, variabel, fungsi, label atau tipe data khusus. Pemberian nama sebuah pengenal dapat ditentukan bebas sesuai dengan keinginan programer dengan catatan :

a. Karakter pertama tidak boleh menggunakan angka.

b. Kareakter kedua dapat berupa huruf, angka, atau garis bawah.

c. Tidak boleh menggunakan spasi.

d. Bersifat case sensitive, yaitu huruf kapital dan huruf kecil dianggap berbeda.

e. Tidak beleh menggunakan kata-kata yang merupakan sintaks atau operator dalam pemrograman C. (Bedjo, 2008: 84)

b. Type Data

Berikut ini adalah type data yang ada dalam bahasa C dan yang dikenali

oleh Compiler CodeVisionAVR :

Tabel 2

Tipe Data

Tipe Data

Ukuran

Jangkauan Nilai

Bit

1 bit

0

atau 1

Char

1

byte

128 s/d 127

Unsigned Char

1

byte

0

s/d 255

Signed Char

1

byte

128 s/d 127

Int

1

byte

32,768 s/d 32,767

Short Int

1

byte

32,768 s/d 32,767

Unsigned Int

2

byte

0

s/d

Signed Int

2

byte

128 s/d 127

Long Int

2

byte

128 s/d 127

Unsingned long Int

2

byte

128 s/d 127

Signed Long Int

4

byte

128 s/d 127

Float

4

byte

128 s/d 127

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Doubel

4 byte

– 128 s/d 127

(Sumber : Bejo,2008:10)

c. Konstatnta dan variabel

Konstanta dan variabel merupakan sebuah tempat penyimpanan data

yang berada di dalam memori. Konstanta berisi data yang nilainya

tetap dan tidak dapat diubah selama program dijalankan, sedangkan

variabel

berisi

data

yang

bisa

berubah

nilainya

saat

program

dijalankan. Untuk membuat sebuah komstanta atau variabel maka kita

harus mendeklarasikannnya terlebih dahulu. Dalam praktiknya, ada

dua cara pendeklarasian konstanta yaitu dengan syntax #define dan

const. Syntax const hanya menetapkan suatu nilai dalam bentuk

angka, sedangkan #define dapat penetapkan defenisi apa pun yang ada

dalam

program.

Berikut

konstanta dan variabel :

adalah

contoh

dan

Deklarasi Konstanta dengan const :

cara

pendeklarasian

Const [tipe_data] [nama_konstanta] = [nilai_tetapan]

Contoh :

Const char tetapanQ = 255;

Deklarasi Konstanta dengan #define :

#define [nama_konstanta] [tetapan]

Contoh :

Const char tetapanQ = 255;

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Contoh deklarasi variabel :

Char variabelQ;

Char variabelQ=255;

a. Variabel Bertanda dan Tak Bertanda

Pendeklarasian tipe data bilangan bulat dapat dibedakan atas type

data signed atau unsigned. Signed (bertanda) digunakan untuk

variabel

yang

memerlukan

rentang

nilai

dari

0

hingga

255,

sedangkan unsigned (tak bertanada) digunakan untuk variabel yang

memerlukan nilai dari -128 hingga 127.

b. Variabel Global dan Variabel Lokal

Variabel

blobal

merupakan

variabel

yang

dapat

digunakan

diseluruh

bagian

program

baik

subprogram

maupun

program

utama.

Variabel

lokal

merupakan

variabel

yang

hanya

dapat

digunakan

dalam

satu

fungsi

tempat

variabel

tersebut

dideklarasikan. Variabel global dideklarasikan di awal program,

sedangkan variabel lokal dideklarasikan pada awal fungsi.

d.

Operator

Operator merupakan suatu yang digunakan untuk membuat suatu

pernyataan opersi, baik itu opeasi perhitungan, operasi perbandingan,

operasi logika dan operasi untuk manipulasi nilai vriabel. Operator

dibedakaan atas beberapa jenis yaitu :

a. Operator Aritmatika

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan dalam operasi

perhitungan

matematika

yang

mencakup

penjumlahan,

pengurangan, pembagian, perkalian dan sisa pembagian (modulus).

Tabel 3 Operator Aritmatika

Operator

Keterangan

+

Operator untuk penjumlahan

Operator untuk pengurangan

*

Operator untuk perkalian

/

Operator untuk pembagian

%

Operator untuk sisa pembagian (modulus)

(Sumber :Bejo:2008:73)

Operator perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang lebih

tinggi dibanding dengan operator penjumlahan dan pengurangan.

Karenanya, operator perkalian dan pembagian akan dikerjakan

lebih dulu andai operator-operator tersebut terdapat dalam satu blok

operasi.

b. Operator Pembanding

Operator perbandingan merupakan operator yang digunakan dalam

membandingkan nilai suatu variabel dengan variabel yang lain.

Perbandingan akan menghasilkan nilai true (“1”) atau false (“0”).

Berikut adalah tabel operator perbandingan :

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Tabel 4 Operator Pembanding

Operator

Keterangan

==

Sama dengan, akan bernilai benar jika variabel yang dibandingkan bernilai sama.

!=

Tidak sama dengan, akan bernilai benar jika variabel yang dibandingkan tidak bernilai sama.

 

Lebih dari, akan bernilai benar jika variabel

>

pembanding lebih besar dari variabel yang akan dibandingkan.

 

Kurang dari, akan bernilai benar jika variabel

<

pembanding lebih besar dari variabel yang akan dibandingkan.

=>

Lebih dari atau sama dengan, akan bernilai benar jika variabel pembanding lebih dari atau sama dengan variabel yang akan dibandingkan.

=<

Kurang dari atau sama dengan, akan bernilai benar jika variabel pembanding kurang dari atau sama dengan variabel yang akan dibandingkan.

c. Operator Logika

Sumber:Bejo: 2008:80)

Operator

logika

merupakan

operator

yang

digunakan

untuk

membuat

operasi

logika

perbandingan.

Berikut

adalah

tabel

operator logika :

 

Tabel 5

 

Operator Logika

Operator

Keterangan

&&

Logika And, bernilai benar jika semua variabel yang diandingkan bernilai benar, selain kondisi tersebut salah.

||

logika Or, bernilai benar jika salah satu variabel yang diandingkan bernilai benar, selain kondisi tersebut salah.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

!

Logika Not, akan membalik logika variabel. Jika variabel input bernilai true, maka hasilnya akan false.

(Bejo:2008:83)

d. Increase dan Decrease

Increase merupakan operator untuk manipulasi nilai variabel dari

nilai kecil ke nilai yang besar. Decrease merupakan operator untuk

manipulsi nilai variabel dari nilai yang besar ke nilai yang kecil.

Berikut adalah tabel increase dan decrease :

Tabel 6 Increase dan Decrease

Operator

Keterangan

++

Nilai variabel akan selalu ditambah 1.

--

Nilai variabel akan selalu dikurangi 1

+=x

Nilai variabel akan selalu ditambahkan x

-=x

Nilai variabel akan selalu dikurangi x

*=x

Nilai variabel akan selalu dikalikan x.

/=x

Nilai variabel akan selalu dibagi x.

(Bejo:data diolah tahun 2011)

e. Seleksi kondisi

Seleksi kondisi dapat dikatakan sebagai pengambilan keputusan untuk

beberapa kondisi yang mungkin terjadi. Terdapat beberapa bentuk seleksi

kondisi. Bentuk-bentuk tersebut akan peneliti jelaskan berikut ini.

a. Pernyataan If

Pernyataan

if

merupakan

pengambilan

keputusan

terhadap

satu

kondisi yang mungkin terjadi dalam program. Berikut adalah bentuk

umum dan contoh penggunaan pernyataan if.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

If (kondisi)

{

Pernyataan;

}

Contoh :

If(PINC.0=1)

{

PORTD.0=1;

}

b. Pernyataan If Else Pernyataan If Else merupakan pengambilan keputusan untuk dua kondisi atau lebih.
b.
Pernyataan If Else
Pernyataan If
Else
merupakan pengambilan keputusan untuk dua
kondisi
atau
lebih.
Berikut
adalah
bentuk
umum
dan
contoh
penggunaan pernyataan ini :
Bentuk umum :
If (kondisi)
{
Pernyataan1 ;
}
else
{
pernyataan2 ;
}
Contoh :
If (PINC.0 = 1)
{
PORTD.0=1;
}
else
{
PORTD= 0;
}
c.
Pernyataan Switch
Case

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Pernyataan

switch

case

digunakan

untuk

pengambilan

keputusan

terhadap banyak kondisi yang mungkin terjadi. Contoh dan bentuk

umum penggunaan swich

case

adalah seperti berikut :

Bentuk umum :

Switch (kondisi)

{

 

Case kondisi1

Case kondisi2

: pernyataan1; break;

: pernyataan2; break;

.

.

.

default

: kondisi_default; break;

}

Contoh :

switch (PIND)

{

case 0 : PORTD=0; break; case 1 : PORTD=0x0F; break; case 2 : PORTD=0xF0; break; defaul : PORTD=0xFF; break;

}

f.

Perulangan

Perulangan

merupakan

suatu

pernyataan

yang

akan

terus

berulang

menurut kondisi suatu variabel yang telah ditentukan dalam program.

Dengan kata lain berjalan atau tidaknya suatu perulangan tergantung dari

nilai variabel yang telah ditetapkan. Variabel tersebut selalu memiliki

nilai awal dan nilai akhir. Jadi, perulangan akan berjalan jika nilai

variabel tersebut tidak kurang dari nilai awalnya dan tidak lebih dari nilai

akhirnya atau sebaliknya. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis perulangan :

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

a.

Perulangan For

Perulangan for perulangan yang nilai awal, kondisi dan increase

variabelnya ditentukan di awal.

Perulangan akan tetap terjadi hingga

kondisi yang ditetapkan masih terpenuhi.

Bentuk umum :

for(variabel=nilai_awal;kondisi;inc/dec_nilai)

{

Pernyataan;

}

Contoh :

for(x=128; x>=1; x/=2)

{

PORTD=x;

}

b.

Perulangan While

Perulangan while merupakan perulangan yang akan tetap berlangsung

sampai kondisi yang dinginkan tidak lagi terpenuhi. Perulangan while

nilai

awal

variabel

pengulang

ditetapkan

sebelum

perulangan,

pengecekan kondisi di awal perulangan dan increase atau decrease

ditentukan di akhir perulangan. Selanjutnya, peneliti

akan dijelaskan

tentang bentuk umum dan contoh penggunaan perulangan while.

Bentuk Umum :

variabel = nilai_awal;

while(variabel<nilai_akhir)

{

Pernyataan;

Increase(nilai_variabel);

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

}

Contoh :

x=1;

while(x<128)

{

PORTD=128;

x*=2;

}

c. Perulangan Do While

Perulangan

do

while

merupakan

perulangan

yang

akan

terus

berlangsung sampai kondisi yang ditetapkan terpenuhi. Pengecekan

kondisi pada perulangan do

while

dilakukan pada akhir perulangan

sehigga penyataan dalam perulangan akan dieksekusi minimal satu

kali. Berikut adalah contoh dan bentuk umum perulangan do

Bentuk umum :

Variabel=nilai_awal

do

{

Pernyataan;

}while(kondisi);

Contoh :

x=1;

do

{

PORTD=x; x=x*2;

}while(x<=128);

while :

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

g. Array

Array merupakan kumpulan nilai data dengan tipe data yang sama pada

dengan nilai yang bisa saja berbeda pada satu variabel. Array dapat

memiliki satu dimensi hingga n didmensi dimana n tidak sama dengan 0.

Bentuk pendeklarasian variabel array adalah seperti berikut :

a. Satu dimensi

[type_data] [ variabel][elemen];

b. Dua dimensi

[type_data] [ variabel][elemen_1]

Contoh :

Int arrayQ [ 7];

[elemen_n];

Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa variabel arrayQ memiliki

jumlah elemen sebanyak 7 dengan tipe data integer.

2.8 Rancangan Program Codevision AVR

CodeVisionAVR merupakan tools untuk menuliskan program dan

mengisi program pada mikrokontroler melalui media downloader, Adapun

langkah-langkah

yang

dilakukan

mulai

dari

menkonfigurasi

aplikasi

codeVision AVR Proses memilih membuat file source atau project.

AVR Proses memilih membuat file source atau project . Gambar 5. Pemrograman tahap pertama SISTEM KEAMANAN

Gambar 5. Pemrograman tahap pertama

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

1. Memilih chip yang digunakan.

(STMIK) ADHI GUNA PALU 1. Memilih chip yang digunakan. Gambar 6. Pemrograman tahap kedua 2. mengatur

Gambar 6. Pemrograman tahap kedua

2. mengatur port sebagai Input/Output.

tahap kedua 2. mengatur port sebagai Input/Output. Gambar 7. Pemrograman tahap ketiga SISTEM KEAMANAN RUMAH,

Gambar 7. Pemrograman tahap ketiga

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3. Untuk menyimpan File C. Klik File, Generate, Save and Exit.

Untuk menyimpan File C. Klik File, Generate, Save and Exit. Gambar 8. Pemrograman tahap keempat 4.

Gambar 8. Pemrograman tahap keempat

4. Pada penyimpanan File C, Save sebanyak 3 kali

1. Pertama untuk File C.

2. Kedua untuk menyimpan File PRJ.

3. Ketiga untuk menyimpan File CWP.

menyimpan File PRJ. 3. Ketiga untuk menyimpan File CWP. Gambar 9. Pemrograman tahap kelima SISTEM KEAMANAN

Gambar 9. Pemrograman tahap kelima

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

5. Proses memprogram atau pembuatan listing.

ADHI GUNA PALU 5. Proses memprogram atau pembuatan listing. Gambar 10. Pemrograman tahap keenam Untuk mengatur

Gambar 10. Pemrograman tahap keenam

Untuk mengatur atau mengkonfigurasi input / output selain cara pada langkah

3 pada listing kita juga dapat menetukan input output pada masing-masing

Port

dengan menuliskan pada register DDR masing-masing Port dengan

contoh di bawah ini :

PORTA=0x00;

DDRA=0x04;

PORTB=0x00;

DDRB=0x00;

PORTC=0x00;

DDRC=0x00;

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PORTD=0x00;

DDRD=0x00;

6. Untuk mengcompile program klik icon Make the projeck pada Tool bar.

program klik icon Make the projeck pada Tool bar. Gambar 11. Pemrograman tahap ketuju dan akan

Gambar 11. Pemrograman tahap ketuju

dan akan tampil seperti pada ganbar dibawa ini.

tahap ketuju dan akan tampil seperti pada ganbar dibawa ini. Gambar 12. Pemrograman tahap kedelapan 7.

Gambar 12. Pemrograman tahap kedelapan

7. Proses memdownload program kedalam mikokontroler.

7. Proses memdownload program kedalam mikokontroler. Gambar 13. Pemrograman tahap kesembilan SISTEM KEAMANAN

Gambar 13. Pemrograman tahap kesembilan

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

8.

Downloader.

DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU 8. Downloader. Gambar 14. Downloader Downloader merupakan media untuk

Gambar 14. Downloader

Downloader merupakan media untuk memasukkan program ke

mikrokontroler.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bahan dan alat

Adapun

bahan

dan

alat

yang

diperlukan

untuk

pembuatan

siatem

keamanan rumah:

 

A. Bahan

1.Resistor 1 : 220

7.IC LM339

 

13. kabel

2.Resistor 2 : 10 k

8.Transistor : Tip 31C

3.Resistor 3 : 470

9.Buzzer

4.Resistor 4 : 4k

10.Trimport : 10 k

5.Led

11. Papan PCB

6.LDR

12.Timah

B. Alat

1. Solder

2. Bor

3. Penyedot Tima

4. Power supli

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3.2 Perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware)

a.

Perangkat lunak (Software)

 

Software merupakan perangkat lunak yang berupa sistem operasi

serta aplikasi yang digunakan dalam perancangan alat ini. Software

yang digunakan untuk merancang alat ini antara lain :

 

1.

CodeVisionAVR

 

CodeVisionAVR merupakan tools untuk menuliskan program dan

mengisi program pada mikrokontroler melalui media downloader.

 

2.

Diptrace

 

Dalam perancangan system keamanan rumah diptrace digunakan

untuk membuat layout PCB sebagai tempat melekat komponen-

komponen elektronik.

b.

Hardware

Hardware adalah perangkat fisik yang digunakan dalam merangkai

tiap modul dalam perancangan system keamanan rumah. Hardware

yang digunakan antara lain :

1. Resistor

Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya. (Evhy Zamidra Zam 2002:27)

Resistor digunakan sebagai bagian dari jeraring elektronik

dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang

paling sering digunakan.

Resistor

menunjukkan resistansi.

biasanya

menggunakan

pola

pita

warna

untuk

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Resistor disimbolkan dengan huruf “R” dengan satuan Ohm(Ω).

Pada timer lalu-lintas rancangan peneliti, resistor digunakan sebagai

komponen

pendukung

untuk

sistem

minimum

mikrokontroler

dan

sebagai komponen penghambat untuk mencegah kerusakan pada LED.

Nilai resistor dapat dilihat dari gelang-gelang warna yang melingkar di

badannya.

2.

Transistor

warna yang melingkar di badannya. 2. Transistor Gambar 15. Simbol Resistor Transistor adalah merupakan

Gambar 15. Simbol Resistor

Transistor adalah merupakan saklar alektrik yang dapat mengalirkan tegangan dari Emitor ke Kolektor ketika di picu pada bagian Basisnya. Transistor juga dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik ytang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. (http:id.wikipedia.org/wiki/Transistor).

Pada perancangan system keamanan rumah ini, transistor

difungsikan sebagai switch. Transistor merupakan alat

semikunduktor yang digunakan sebagai alat penguat serta swithc

elektrik. Transistor memiliki tiga terminal yaitu basis, kolektor dan

emitor. Emitor merupakan terminal input dimana sumber tagangan

yang akan di-switch berada.

Basis adalah terminal yang menjadi pensaklar tegangan

dari emitor ke kolektor. Kolektor merupakan output hasil

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

switching. terdapat dua jenis transistor, yaitu transistor NPN dan

transistor PNP. Transistor NPN merupakan transistor yang

mensaklar arus negatif yang masuk melalui terminal emitor ke

kolektor dengan bias positif yang diberikan pada basisnya.

Transistor PNP adalah kebalikan dari transistor NPN yaitu yang

mensaklar arus positif dari emitor ke kolektror dengan bias negatif

pada terminal basis.

emitor ke kolektror dengan bias negatif pada terminal basis. Gambar 16. Simbol Transitor 3. Led LED

Gambar 16. Simbol Transitor

3. Led

LED atau Ligh Emmiting Diode adalah diode yang memancarkan cahaya. Pada perancangan system keamanan rumah led ini digunakan sebagai indicator dan juga sebagai sensor pendeteksi. (http:id.wikipedia.org/wiki/Led).

Sensor pendeteksi ini dipakai sebagai pengganti saklar

manual / mekanik yang dipasang pada tempat-tempat yang

berpotensi untuk dimasuki atau dilalui oleh orang, sehingga apabila

ada orang yang tidak bertanggung jawab akan masuk tanpa

memasukan kode (password), maka sensor akan mendeteksi dan

mengirim sinyal yang mengakibatkan alarm berbunyi.

Keutamaan menggunakan sistem sensor di sini adalah selain

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

terlihat karena menggunakan sinyal inframerah juga tidat mudah

untuk di tembus / dibobol.

inframerah juga tidat mudah untuk di tembus / dibobol. 4. LDR Gambar 17. Simbol LED LDR

4. LDR

Gambar 17. Simbol LED

LDR sinkatan dari light dependent resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubahh-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negatif, dimana resistansinya dipengaruhi oleh intensitas cahaya. (Evhy Zamidra Zam 2002:21).

LDR dibentuk dari cadium sulfide (CDS) yang mana CDS

dihasilkan dari serbuk keramik. Secara umum, CDS disebut juga

peralatan potokonduktif, selama konduktivitas atau resistansi dari

CDS bervariasi terhadap intensitas cahaya. Jika intensitas cahaya

yang

diterma

tinggi

maka

hambatan

akan

rendah

yang

mengakibatkan tegangan yang keluar akan tinggi dan sebaliknya

disinilah mekanisme proses perubahan cahaya

terjadi.

menjadi listriik

CDS tidak mempunyai sensitivitas yang sama pada tiap

panjang gelombang dari ultraviolet sampai dengan inframerah. Hal

tersebut dinamakan karakteristik respon spectrum dan diberikan

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

oleh pabrik. CDS banyak digunakan dalam perencanaan rangkaian

bolak-balik

potodioda.

5. Buzzer

(AC)

dibandingkan

dengan

bolak-balik potodioda. 5. Buzzer (AC) dibandingkan dengan pototransistor Gambar 18. Simbol LDR dan Buzzer adalah

pototransistor

Gambar 18. Simbol LDR

dan

Buzzer adalah perangka eiktronika yang terbuat dari elemen piezoceramics pada suatu diagfragma yang merubah getaran/vibrasi menjadi gelombang suara. Buzzer menggunakan resonansi untuk memperkuat intensitas suara.

6. Kristal

resonansi untuk memperkuat intensitas suara. 6. Kristal Gambar 19. Simbol Buzzer Kristal merupakan komponen

Gambar 19. Simbol Buzzer

Kristal merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai pendukung proses kerja pada mikrokontroler.

Gambar 20. Simbol Kristal
Gambar 20. Simbol Kristal

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3.3 Interface Sistem Keamanan Rumah

A.

Alasan Memilih Mikrokontroler Atmega8535

Mikrokontroler Atmega8535 dipilih karena pada mikrokontroler ini memiliki

beberapa kelebihan dibanding port paralel LPT yang terdapat pada komputer serta

fitur-fitur

mikrokontroler

ini

yang

membuatnya

berbeda

dari

mikrokontroler

lainnya seperti MCS51. Kebihan - kelebihan tersebut antara lain :

1)

Jumlah pin yang dapat diakses berjumlah 32 pin. Pin-pin tersebut dibagi atas

4 port dengan masing-masing port tersusun dari 8 buah pin.

2)

Lebih banyak pilihan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk

memprogram mikrokontroler ini.

3)

Bentuk mikrokontroler yang kecil membuat rancangan alat ini lebih praktis

untuk dipindah tempatkan.

B.

Keistimewaan

sistem

keamanan

rumah

berbasis

Mikrokontroler

ATmega8535

Sistem ini berbeda dengan sistem keamanan rumah pada umumnya, yang

hanya bisa memberikan satu keluaran/output, dimana sistem keamanan rumah

dengan mikrokontroler ATMega 8535 kita bisa mengatur berapa keluaran/ouput

yang kita butuhkan.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3.4 Bagan kontrol

DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU 3.4 Bagan kontrol 3.5 Skema rangkaian Gambar 21. Bagan kontrol

3.5 Skema rangkaian

Gambar 21. Bagan kontrol Sumber : diolah tahun 2011

Gambar 21. Bagan kontrol Sumber : diolah tahun 2011 Gambar 22. Skema dasar rangkaian Sumber :

Gambar 22. Skema dasar rangkaian Sumber : hendrawan soebakti 2007:2

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3.6 Flowchart Sistem

DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU 3.6 Flowchart Sistem 3.7 Flowchart program Gambar 23. Flowchart sistem

3.7 Flowchart program

Gambar 23. Flowchart sistem

Sistem 3.7 Flowchart program Gambar 23. Flowchart sistem Gambar 24. Flowchart program SISTEM KEAMANAN RUMAH,

Gambar 24. Flowchart program

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Proses Pengerjaan

Dalam melakukan perancangan atau installasi dari rangkaian system

keamanan rumah berbasis mikrokontroler Atmega8535, tidak terlepas dari

alat-alat yang telah dibahas sebelumnya pada bab III. Adapun langkah-

langkah installasi sebagai berikut :

1. Gambar skema rangkaian pada program diptrace, untuk membuat jalur

rangkaian tersebut yang akan diletakkan pada PCB, jika menggunakan

papan PCB bolong tidak perlu melakukan langgka ini.

2. Kemudian print skema tersebut pada kertas plastik OHP, lanjutkan

dengan

melekatkan

skema

rangkaian

pada

PCB

dengan

seterika.

Larutkan PCB tersebut dengan bubuk pelarut.

3. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemasangan komponen dari

rangkaian tersebut. Sebelum melakukan pemasangan perlu diperhatikan

cara

meletakkan

kaki-kaki

dari

setiap

komponen

rangkaian

alarm

tersebut

dengan

mendownload

datasheet

dari

setiap

kaki-kaki

komponen,

agar

tidak

terjadi

kesalahan

yang

membuat

komponen

rangkaian terbakar atau hangus.

4. Lakukan penyolderan untuk melekatkan kaki-kaki komponen pada PCB

rangkaian,

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

5. menghubungkan kaki kompnen satu dengan yang lainnya dengan timah

atau jumper sesuai skema rangkaian yang ada.

6. Sebelum langkah terakhir, lakukan pemeriksaan pada langkah 3 dan 4.

7. Langangkah

terakhir,

lakukan

pengetesan

memberikan arus tegangan 5V DC.

4.2 Gambar Kerja

a. Skema Rangkaian

alat

tersebut

dengan

Untuk pembuatan suatu rangkaian harus mengetahui struktur dari

skema pada rangkaian alarm tersebut. Dapat dilihat pada gambar 9

b. Lay Out (Jalur Solder)

Lay Out atau jalur solder adalah jalan jalan yang di lalui atau

dilewati oleh arus. Jalur solder akan mengarahkan arus ke kaki

kaki komponen yang terpasang pada rangkaian. Dimana komponen

akan berfungsi dengan baik. Gambar dari jalur solder yang akan

digunakan adalah sebagai berikut.

jalur solder yang akan digunakan adalah sebagai berikut. Gambar 25. Lay out rangkaian SISTEM KEAMANAN RUMAH,

Gambar 25. Lay out rangkaian

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

c. Hasil Rangkaian

Setiap

rangkaian

yang

sudah

dirancang

dan

di

buat

akan

mendapatkan hasil yang di inginkan, maka hasil dari pembuatan

rangkaian sistem keamanan rumah tersebut adalah seperti gambar

di bawah ini.

keamanan rumah tersebut adalah seperti gambar di bawah ini. Gambar 26. Hasil rangkaian Setelah menyelesaikan rangkaian

Gambar 26. Hasil rangkaian

Setelah menyelesaikan rangkaian sistem keamanan rumah tersebut,

kita memasang alat tersebut di tempat yang di inginkan oleh pemilik

rumah contohnya , di jendela, pintu, atau pun tempat yang perlu adanya

pengamanan khusus. Adapun langkah-langkah pengujian rankain tersebut

adalah sebagai berikut::

1. Pasang Laser sejajar dengan LDR seperti gambar di bawah ini.

Laser

Laser

Laser
Laser
Laser
Laser
Laser sejajar dengan LDR seperti gambar di bawah ini. Laser LDR Sumber : data diolah pada

LDR

Sumber : data diolah pada 13/06/2011

Gambar 27. Pemasangan laser

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

2. Setelah terpasang, pengendali swict atau saklarnya dalam posisi off

terlebih dahulu.

3. Kemudian nyalakan

untuk memasukan tegagangan, Setelah rangkaian

stand bye maka pemilik dapat aman dalam rumah.

4. Jika rangkaian dalam keadaan stand bye maka arus di gambarkan seperti

gambar di bawah. Panah merah tersebut adalah alur arus yang lewat yang

menuju ke kaki kaki komponen. sinar yang lampu menembak pada mati LDR Buzzer mati LDR
menuju ke kaki kaki komponen.
sinar yang
lampu
menembak pada
mati
LDR
Buzzer
mati
LDR
laser
ON

Sumber : data diolah pada 13/06/2011

Gambar 27. Proses alur arus pada saat stand bye

5. Kemudian jika LDR tidak menerima cahaya atau laser tertutup, maka

alarm berbunyi dan lampu akan menyala.

6. Proses alur arus pada rangakaian jika rangkaian dalam keadaan berproses

(berfungsi) seperti gambar di bawah ini

benda yang lampu menghalangi menyala sinar yang Buzzer menembak pada buyi LDR LDR laser ON
benda yang
lampu
menghalangi
menyala
sinar yang
Buzzer
menembak pada
buyi
LDR
LDR
laser
ON

Sumber : data diolah pada 13/06/2011

Gambar 28. Proses alur arus sedang berproses

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

4.1 Kesimpulan

Dari uji coba yang

sebagai berikut.

Bab V

PENUTUP

dilakukan maka, peneliti mengambil kesimpulan

a. Rangkaian ini sangat efektif jika bila di tempatkan di tempat

tersembunyi.

b. Rangkaian ini bisa di kembangkan dengan menambakan out put

dari mikrokontroler.

c. Laser harus di pasang secara garis lurus

4.2 Saran

Dalam

melaksanakan

pekerjaan

ini,

tentunya

peneliti

tidak

sepenuhnya

mengerti

dan paham

tentang

apa

yang dilakukan untuk

pembuatan

rangkaian

tersebut.

Oleh

karena

itu,

peneliti

memohon

Bimbingan dan dukungan dari Dosen ahli dan pembimbing

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

DAFTAR PUSTAKA

Arifianto, (2009). Modul training mikrokontroler, http://www.max-tron.com, diakses

28 Mei 2011).

Agus Bejo, (2008). Keterangan Setiap Pin ATmega8535 Serta Fungsi Port, Skripsi, Tidak dipublikasikan, STMIK ADHI GUNA PALU.

Agus Bejo, (2008).

C dan AVR Rahasia Kemudahan Berbahasa C Dalam

Mikrokontroler ATMega 8535, Graham ilmu, Yogyakarta.

Evhy zammidra Zam, (2002). Mudah menguasai elektronika, inda Surabaya, Surabaya.

Evhy zammidra Zam, (2003). Rangkaian Lampu Elektronik,inda Surabaya, Surabaya.

Wahyu Nurdia, (2009). Pengamanan Rumah Dengan Sistem Informasi Menggunakan PC, Media Informasi Medan.

Hendrawan soebakti, 2007. Membuat sendiri robot line tracker, http://www.max- tron.com, diakses 28 Mei 2011).

Anonymous, (2009). Fitur ATmega8535. http://www.maxtron.com di Akses 28 Mei 2011

Anonymous, (2008). Pintar Elektro, http:id.wikipedia.org/wiki/Transistor. diakses 30 Mei 2011.

Anonymous, (2008). Gambar Alat Rangkaian , http:id.wikipedia.org/wiki/Led, diakses 30 Mei 2011

Anonymous, (2009). Belajar Elektonika, http://www.easyvectors.com, diaskses 1 juni 2011)

Anonymous, (2008)

Dalam Elekronika, http://www.clker.com,

Simbol-simbol

diaskses tanggal 4 juni 2011)

Anonymous, 2009. Elektronika Dasar, http://mscks4technology.wikispaces.com, diaskses 4 juni 2011).

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

Lampiran

1. Gambar rangakian

a. Gambar rangkaian pada saat stand bye.

1. Gambar rangakian a. Gambar rangkaian pada saat stand bye. Gambar 29 b. Gambar rangakaian sedang

Gambar 29

b. Gambar rangakaian sedang berproses atau berfungsi.

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU Gambar 30 2. Data sheet mikroontroler ATMega 8535

Gambar 30

2. Data sheet mikroontroler ATMega 8535

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

3. Listing program

#include <mega8535.h>

#include <delay.h>

int x=0;

void main(void)

{

PORTA=0xFF;

DDRA=0x00;

PORTB=0x00;

DDRB=0x00;

PORTC=0x00;

DDRC=0x00;

PORTD=0x00;

DDRD=0xFF;

TCCR0=0x00;

TCNT0=0x00;

OCR0=0x00;

TCCR1A=0x00;

TCCR1B=0x00;

TCNT1H=0x00;

TCNT1L=0x00;

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

ICR1H=0x00;

ICR1L=0x00;

OCR1AH=0x00;

OCR1AL=0x00;

OCR1BH=0x00;

OCR1BL=0x00;

ASSR=0x00;

TCCR2=0x00;

TCNT2=0x00;

OCR2=0x00;

MCUCR=0x00;

MCUCSR=0x00;

TIMSK=0x00;

ACSR=0x80;

SFIOR=0x00;

while (1)

{

if (x==0)

{

if(PINA.0==0 && PINA.1==1) //sensor satu aktif

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

{

x=1; // alarm 1

}else

if(PINA.0==1 && PINA.1==0) //sensor dua aktif

{

 

x=2;

// alarm 2

}else

if(PINA.0==0 && PINA.1==0)//sensor satu dan dua aktif

{

 

x=3;// alarm 3

}else

{

 

PORTD.0=0; //matikan alarm

x=0;

}

}else

if(x==1)

{

PORTD.0=1;

delay_ms(1000);

PORTD.0=0;

delay_ms(500);

}else

if(x==2)

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) ADHI GUNA PALU

{

PORTD.0=1;

delay_ms(250);

PORTD.0=0;

delay_ms(250);

}

if(x==3)

{

PORTD.0=1;

delay_ms(70);

PORTD.0=0;

delay_ms(70);

}

}

};

SISTEM KEAMANAN RUMAH, BERBASISMIKROKONTROLER ATMega 8535

PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MIKROKONTROLER : ADRIN THAMRIN.S.Kom MAHASISWA : AGUS PATIDAGO.NESIKA, NIM :5520108039.