metropolitan Proyek MHT Jalan Ditempat Berita Metro - Dibaca: 449 kali

Rabu, 30 Juni 2010 | 20:25:36 WIB batavia.com - Warga Jakarta Selatan menilai penanganan lingkungan padat penduduk dan kumuh selama lima tahun belakangan jalan ditempat. Bahkan, program perbaikan kampung terpadu tak sepenuhnya berhasil. “Penanganan masalah perkampungan kumuh tak tuntas ditangani walaupun mendapatkan Piala Adipura untuk tujuh kali,” kata Ny. Rosmanah, warga Kel. Manggarai Selatan, Tebet, Rabu (30/6). Menurut dia, tak masalah mengejar prestasi kebersihan, tapi yang perlu diperhatikan adalah mengurangi kemiskinan dan kekumuhan di kawasan padat penduduk. “Kekumuhan di satu lokasi tentunya membawa dampak yang banyak bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Rusdi, warga Tegal Parang, menilai penataan lingkungan kumuh tak berhasil. Buktinya, di wilayahnya masih ada tiga RW yang masuk kategori RW kumuh. Bapak dua anak ini, menilai kinerja serta program Walikota Jaksel menuntaskan kemiskinan serta kekumuhan selama lima tahun belakangan tak berhasil. “Terkesan pejabat di Pemkot Jaksel tak banyak turun ke lapangan untuk meninjau lokasi yang kumuh dan padat penduduk,” imbuhnya. Ada 32 RW kumuh Kasudin Tata Bangunan dan Perumahan Jaksel A Sapran, didampingi Kasie Perencanaan setempat Ny. Suharyanti, mengakui bahwa jumlah lingkungan kumuh di Jaksel bertambah. Data yang ada, ujarnya sekitar 32 RW di 19 kelurahan dari delapan kecamatan dinilai kondisinya masih kumuh dan perlu penataan serta pembangunan. Pihaknya, memang terus berupaya melakukan perbaikan kampung terpadu seperti tahun 2006 yang berjumlah enam kelurahan. “Usulan anggaran tahun 2011 untuk perbaikan kampung terpadu dengan program MHT plus akan dilakukan di Kel. Menteng Atas, Manggarai Selatan dan Gandaria Selatan,” ujarnya. Perbaikan dilakukan secara gabungan dengan instansi terkait lainnya. O brn
http://beritabatavia.com/berita-1405-proyek-mht-jalan-ditempat.html

Rabu, 06 Juli 2011

ia enggan menyebutkan besaran jumlah dana yang dialokasikan untuk program perbaikan jalan MHT ini. pengerjaan itu disisakan sebanyak 15 meter. Tapi. diungkapkannya. perbaikan jalan di Jl Kayu Manis. namun tidak disanggupi pemborong karena tidak adanya anggaran. Selasa (5/7). Kenapa perbaikan ini tidak dilakukan seluruhnya. (kim) http://www. Meski begitu. berasal dari dana penguatan manajemen kecamatan. Untuk itu. Senin (4/7) kemarin. Gang Thalib sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Arie Sonjaya mengatakan. Persoalan ini juga sudah dibahas dalam rapat Mingguan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Matraman. yang kami kerjakan sesuai dengan RAB. warga mendesak agar sisa jalan sepanjang 15 meter yang belum diperbaiki segera diperbaiki.com/read-metropolitan/1803/dianggap-tak-tuntas-warga-keluhkan-proyekmht/ . dengan kondisinya yang rusak tentu saja hal itu sangat mengganggu kenyamanan warga yang melintasinya. Jakarta Timur dikeluhkan warga. ujarnya. Warga mau jalan itu diperbaiki seluruhnya.DIANGGAP tidak tuntas. Camat Matraman. dirinya berjanji akan mencarikan solusi untuk memenuhi permintaan warganya tersebut. Kalau seperti ini tentu sangat merepotkan warga. Matraman. ia dan warga lainnya mendesak kepada petugas segera menuntaskan perbaikan jalan tersebut. Dari total perbaikan jalan sepanjang 250 meter. Mario (26).Dianggap Tak Tuntas. Sebab. sehingga warga berharap petugas mau merampungkan perbaikan jalan tersebut hingga sepanjang 250 meter. ujar Mario. Untuk itu. keluhan masyarakat akan kami tindaklanjuti. proyek perbaikan jalan MHT di Jl Kayu Manis. Adapun perbaikan jalan MHT ini. Warga Keluhkan Proyek MHT Jakarta. ditambahkan Arie. warga setempat menuturkan. Kayu Manis. Sebelumnya. kami mengusulkan dalam APBD Perubahan nanti untuk memperbaiki sisa 15 meter jalan warga yang belum diperbaiki.pelitaonline.5 meter. Menanggapi keluhan warganya. Sayangnya. Prinsipnya. Jalan MHT yang dikerjakan di wilayah ini menghubungkan lingkungan RT 04 dengan RT 06 dengan lebar jalan mencapai 1. Pelita . RT 04/08. pihaknya juga sempat meminta pada pihak pemborong untuk memperbaiki jalan yang tersisa itu.