Anda di halaman 1dari 22

ASI EKSKLUSIF

Click to edit Master subtitle style

4/6/12

PENDAHULUAN
ASI Eksklusif adalah perilaku dimana kepada bayi sampai dengan umur 6 bulan hanya diberikan Air Susu Ibu (ASI) saja ASI mudah dicerna Air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling alamiah Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya Rendahnya pemberian ASI eksklusif menjadi pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita

4/6/12

FISIOLOGI LAKTASI
Pada

saat pubertas, milk duct yang berasal dari alveoli sekretori hingga puting distimulasi oleh estrogen agar tumbuh, bercabang dan membentuk tunas jaringan kelenjar Selama kehamilan, jaringan payudara ini dirangsang kembali Pada saat yang sama duktus pengumpul ASI juga mengalami percabangan dan proliferasi

4/6/12

Hormon

yan g berperan adalah progesteron, estrogen, dan laktogen plasenta Dibawah pengaruh hormone yang terdapat selama kehamilan, kelenjar mammaria membentuk struktur dan fungsi kelenjar internal yang penting untuk menghasilkan susu

4/6/12

Struktur payudara

4/6/12

Tidak

adanya laktasi selama kehamilan disebabkan oleh efek penekanan estrogen dan progesterone Setelah persalinan, laktasi dipertahankan oleh dua hormon penting yaitu prolaktin dan oksitosin

4/6/12

VOLUME ASI
Hari

pertama dapat menghasilkan 50-100 ml Volume mencapai 400-450 ml pada bayi berusia 2 minggu Setelah 6 bulan volume pengeluaran air susu menjadi menurun

4/6/12

KANDUNGAN GIZI DALAM ASI


Hal

pertama yang seorang ibu perlu ketahui adalah kandungan dari susu manusia dan susu sapi itu berbeda ASI merupakan cairan yang rumit yang mengandung berbagai macam zat gizi dan factor bioaktif lainnya Komponen ASI sangat multifungsional

4/6/12

Lemak

Lemak pada ASI adalah komponen yang paling sering berubah Kandungan total lemak dalam ASI berkisar antara 30 hingga 50 g/l Fraksi lemak pada ASI menyediakan asam lemak essensial

4/6/12

Laktosa

Laktosa, sebuah disakarida, merupakan karbohidrat utama pada ASI Walaupun konsentrasi laktosa relative konstan dalam ASI (7,0 gm/dl), kandungannya terpengaruh oleh pola makan ibu

4/6/12

Protein

Kandungan protein pada ASI kebutuhan gizinya adalah sekitar 0,8 g hingga 0,9 g protein per desiliter ASI mengandung kasein dan whey protein

4/6/12

Vitamin

dan mikronutrien

Jumlah vitamin dan mikronutrien dalam ASI berbeda-beda ASI merupakan sumber vitamin A yang bagus (200 IU/dl), yang muncul dalam bentuk retinol (40-53 ng/dl). Kolostrum sangat kaya vitamin E (tokoferol)

4/6/12

Mineral

Kandungan mineral total pada ASI cukup konstan Usia maternal, paritas, dan dietm bahkan jika mengkonsumsi suplemen hanya sedikit mempengaruhi konsentrasi mineral

4/6/12

KEUNTUNGAN PEMBERIAN ASI


Bagi

ibu

Pemberian ASI sangat nyaman, ekonomis, dan memuaskan secara emosional pada sebagian besar wanita Hal ini membantu uterus berkontraksi dan mempercepat proses akselerasi involusi uterus

4/6/12

Bagi

bayi

ASI mudah dicerna, memiliki komposisi yang ideal, tersedia kapan saja dan dengan temperature yang sesuai, dan yang terpenting higienis Bayi yang diberi ASI memiliki imunitas tubuh yang lebih baik Sejumlah penelitian telah memperlihatkan keterkaitan yang positif antara pemberian ASI dan peningkatan fungsi kognitif

4/6/12

MANAJEMEN LAKTASI
Manajemen

laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan menyusui Pada masa kehamilan

Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang manfaat dan keunggulan ASI Perawatan payudara Memperhatikan gizi/makanan

4/6/12

Pada

masa segera setelah persalinan

Ibu dibantu menyusui 30 menit setelah kelahiran dan ditunjukkan posisi yang benar Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi-ibu selama 24 jam sehari Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000S)

4/6/12

Pada

masa postnatal

Menyusui dilanjutkan secara ekslusif selama 4 bulan pertama usia bayi Perhatikan gizi/makanan ibu menyusui Ibu menyusui harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran dan menghindarkan kelelahan yang berlebihan

4/6/12

INISIASI MENYUSUI DINI


Inisiasi

Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan

4/6/12

TAHAP-TAHAP IMD
Dalam

proses melahirkan, ibu disarankan untuk mengurangi/tidak menggunakan obat kimiawi Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit putih) Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu

4/6/12

Bayi

yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai
4/6/12

Setelah

selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawatgabung

4/6/12