Anda di halaman 1dari 1

Permintaan terhadap jasa audit dan jasa assurance lainnya Audit adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang

informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleg orang yang kompeten dan independen. Untuk melalukan audit, harus tersedia informasi dalam bentuk yang dapat diverifikasi dan terukur beberapa standar (kriteria) yang dapat digunakan auditor untuk mengevaluasi informasi tersebut. Kriteria untuk mengevaluasi tergantung pada informasi yang akan di audit, dalam audit atas laporan keuangan oleh KAP kriteria yang berlaku adalah PABU. Untuk audit SPT pajak kriteria menurut UU perpajakan.

Bukti (evidence) adalah setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Bukti memiliki banyak bentuk yang berbeda, termasuk: Kesaksian lisan pihak yang diaudit (klien) Komunikasi tertulis dengan pihak luar Observasi oleh auditor Data elektronik dan data lain tentang trasaksi

Untuk memenuhi tujuan audit, auditor harus memperoleh bukti dengan kualitas dan jumlah yang mencukupi serta mengevaluasi apakah informasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Walaupun auditor mendapatkan fee dari perusahaan, mereka biasanya cukup independen dalam melakukan audit yang dapat diandalkan oleh para pemakai. Bahkan audit internal yang bekerja pada perusahaan yang mereka audit biasanya langsung melapor ke manajemen puncak dan dewan komisaris, sehingga para auditor ini tetap independen dari unit operasi yang mereka audit. Tahap terakhir dalam proses auditing adalah menyiapkan laporan audit, yang menyampaikan temuan_temuan auditor kepada pemakai. Laporan juga memiliki bentuk yang berbeda dan dapat bervariasi mulai dari jenis yang sangat teknis yang biasanya dikaitkan dengan audit laporan keuangan hingga laporan lisan yang sederhana dalam audit operasional atas efektifitas suatu departemen kecil.