Anda di halaman 1dari 9

Rangking 2 di kelas. Banyak yang kagum, tapi tak jarang pula yang mengatakan Gerin menyontek.

Menghadapi semua itu, Gerin tetap diam. Malah aku yang sering emosi karena membela Gerin. Aku sering menasihatinya untuk merapikan rambutnya, bajunya. Kuberikan beberapa alat tulisku yang tidak terpakai. Kadang Mama menitipkaan kaos kaki baru untuk Gerin. Bahkan ketika ulang tahunnya yang ke-12, Mama menghadiahkannya sepatu. Sering kulihat matanya berkaca-kaca saat aku memberikan sesuatu padanya. Ya, Gerin memang anak yang baik. Hanya saja teman-temanku tidak mengenalnya dengan baik seperti aku. Tahun ajaran sudah hampir selesai. Kami semua sibuk dengan persiapan masuk SMP. Teman sekelas kini sudah jarang mengganggu Gerin dan aku. Sambil duduk santai di meja kami, aku bertanya padanya, Kamu melanjutkan SMP ke man, Ger? Ayah dan Ibu akan pulang kampong. Sepertinya kita akan berpisah, Cika kulihat lagi matanya berkaca-kaca. Gerin, walaupun kita berpisah, tapi kita akan bersahabat selamanya. Kupegang tangannya erat-erat. Mataku pun mulai basah. Gerin hanya diam dan menatapku. Tiba-tiba aku merasa kehilangan sahabat terbaikku. Sekarang, 20 tahun telah berlalu. Aku sudah dewasa dan menjadi guru di sebuah sekolah swasta. Sekarang sahabatku itu telah menjadi dokter Gerin.

Sampai saat ini kami masih tetap saling mengirim surat. Persahabatan yang sangat berharga bagi kami berdua. Hari ini ketika aku membaca majalah, mataku tertumbuk pada sebuah artikel tentang dokter Gerin yang berprestasi. Hmm hebat sekali dia, pikirku senang. Kubaca artikelnya penuh semangat. Semakin lama aku membaca, mataku pun memanas oleh air mata. ..Dulu waktu saya kelas 5 SD, saya sudah hampir putus asa. Kemiskinan membuat saya putus asa. Tidak ada yang peduli padaku. Teman, guru, orang tua. Saya memutuskan untuk lari dari rumah, lari dari sekolah. Hari itu saya sudah mempersiapkan semuanya, Sepulang sekolah saya berencana untuk pergi, entah kemana! Seperti biasa ada seorang teman yang mengganggu. Dia menyandung kaki saya. Hati ini semakin mantap untuk pergi. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan terulur membantu saya berdiri, mengambilkan buku-buku dan tersenyum! Saya sangat terkejut. Tidak pernah ada yang memperlakukan saya dengan baik seperti itu. Sungguh tak terlupakan. Saya membatalkan niat untuk lari. Saya mencoba bertahan karena sahabat saya itu. Sampai sekarang dia menjadi sahabat terbaik saya. Saya sangat berterima kasih padanya. Makanya ank pertama saya dinamakan sesuai namanya. Cika Andasari. Terima kasih, Cika! Kamu adalah sahabat yang mengubah hidup saya.. Aku tak bisa melanjutkan bacaanku. Mataku penuh air mata. Tak pernah kubayangkan kejadiannya seperti itu. Aku hanya bermaksud menolong.

Bagaimana dengan teman-teman? Semoga kalian juga dapat menjadi seorang sahabat yang baik bagi orang lain!

Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur Instrinsik Cerpen


1. Judul cerpen
Persahabatan :

2. Tema
Persahabatan

3. Tokoh / karakter
a. Gerin b. Cika

: Pemalu, Pendiam, Apa adanya, Baik hati, Balas budi. : Baih hati, Tidak Sombong, Suka menolong, : Jahat . :

c. Samlan

4. Alur
Campuran maju

a. Konflik dengan diri sendiri. Gerin yang hampir putus asa karena kemiskinan. Karena keadaan tersebut, tidak ada yang peduli dengan Gerin termasuk orang tua, guru dan teman temannya . Bahkan Gerin selalu ditertawakan dan diejek oleh teman temannya yang menganggap dirinya aneh. Walaupun begitu ia tetap diam saja. b. Konflik dengan masyarakat. Gerin selalu dipandang aneh oleh teman temannya karena ia selalu berjalan sambil menjijitkan kaki. Kacamatanya super tebal, rambutnya acak acakan, bajunya juga tak pernah rapi. Sebernarnya Cika kasihan melihatnya, tetapi keadaan membuatnya ikut ikutan jahil kepadanya. Hari itu, Gerin berjalan di depan Cika. Anak anak lain tertawa dan mengejek cara berjalannya. Gerin pun diam saja sambil mempercepat langkahnya. Ada sesuatu yang aneh dimatanya. Tiba tiba Cika

melihat Samlan meletakkan kakinya agar Gerin tersandung, tetapi Cika terlambat memberitahu Gerin. Gerin pun terjatuh dan semua teman temannya tertawa dan Cika pun akhirnya menolongnya. c. Klimaks Tahun ajaran baru, Gerin satu kelas lagi dengan Cika. Semua murid memakai perlengkapan skolah baru kecuali Gerin. Sepatu lusuhnya tetap menghiasi kakinya yang kurus. Tas biru yang robek sana sini menjadi teman setianya. Waktu itu tiba tiba Gerin mengajak Cika untu duduk sebangku dengannya di depan semua teman sekelasnya. Awalnya Cika menolak karena ragu. Gerin mengatakan bahwa tidak ada yang mau duduk sebangku dengannya kecuali Cika. Cika bingung apa yang harus ia lakukan. Sesaat kemudian ia teringat pesan mamanya. Dengan menghela napas Cika duduk di sebelah Gerin. Gerin memandangnya senang dan wajahnya kini cerah. Tak terasa Cika pun ikut tersenyum. d. Suspensi Tahun ajaran sudah hampir usai. Semua sibuk dengan persiapan masuk ke SMP. Teman sekelas Cika dan Gerin sudah jarang mengggangu mereka. Ketika duduk santai Cika bertanya kepada Gerin akan melanjutkan kemana. Gerin pun menjawab ia akan pulang kampung bersama kedua orang tuanya sambil berkaca kaca matanya. Cika seolsh olah telah merasa kehilangan sahabat terbaiknya. 20 tahun sudah berlalu. Cika telah dewasa dan menjadi seorang guru di sebuah sekolah swasta. Sekarang Gerin sahabat Cika telah menjadi Dokter. Suatu ketika Cika membaca sebuah artikel tentang seorang dokter yang berprestasi. Di artikel tersebut Gerin bercerita tentang masa lalunya yang sangat menyedihkan. Sampai suatu ketika teman perempuan sekelasnya bersedia menolong dan menjadi sahabatnya. Sebagai ucapan terima kasih pada sahabatnya itu, ia menamai anaknya sesuai nama sahabatnya tersebut yaitu Cika Andasari. Cika pun tak

pernah membayangkan kejadiaanya seperti itu karena Cika hanya bermaksud menolong saat itu. Mundur Hari ini ketika aku membaca majalah, mataku bertubuk pada sebuah artikel tentang Dokter Gerin yang berprestasi. Hmm hebat sekali dia, pikirku senang. Kubaca artikelnya penuh semanagat. Semakin aku membaca, mataku semakin memanas oleh air. . Dulu waktu saya kelas 5 SD, saya sudah hampir putus asa. Kemiskinan membuat saya putus asa. Tidak ada yang peduli padaku. Teman, guru, orang tua. Saya memutuskan untuk lari dari rumah, lari dari sekolah. Hari itu saya sudah mempersiapkan semuanya. Sepulang sekolahsaya berencana untuk pergi, entah kemana!seperti biasa ada seorang teman yang mengganggu. Dia menyandung kaki saya.hati ini semakin mantap untuk pergi. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan terulur membantu saya berdiri, mengambilkan buku-buku dan tersenyum! saya sangat terkejut. Tidak pernah adayang memperlakukansaya dengan baik seperti itu. Sungguh tak terlupakan. Saya membatalkan niat untuk lari. Saya mencoba bertahan karenasahabat saya itu. Sampai sekarang menjadi sahabat terbaik saya. Makanyaanak pertama saya dinamakan hidup saya. sesuai namanya. Cika

Andasari. Terima kasih, Chika! Kamu adalah sahabat yang mengubah

5. Latar
a. b. c. Latar tempat : Ruang kelas, Sekolah, Rumah. Latar waktu : Pagi hari waktu sekolah. Suasana : Mengharukan, Ramai.

6. Sudut Pandang
a. Sudut Pandang orang pertama . Aku dan teman-temanku selalu memandanginya aneh.

Aku melihat Samlan sengaja meletakkan kakinya agar Gerin tersandung. Tahun ajaran ini aku sekelas lagi dengannya Sesaat kemudian aku teringat pesan mama. dll. Aku dalam cerita tersebut adalah Cika. b. Sudut Pandang orang ketiga. Sekarang bahkan dia bisa menyusulku jadi rangking 2 di kelas. Hmm, hebat sekali dia.

7. Amanat
Amanat atau pesan yang dapat dipetik dari cerita tersebut antara lain : 1. Jadilah sahabat yang baik bagi orang lain. 2. Kalau berteman, jangan memandang wajah (suka pilih - pilih teman) 3. Kita harus bersikap sesuai hati nurani kita. 4. Kita harus saling tolong menolong. 5. Kita harus bersikap baik kepada siapapun karena kebaikan seseorang akan dikenang seumur hidup. 6. Jangan mudah putus asa dan mudah menyerah dalam menghadapi hidup. 7. Belajarlah yang rajin agar menjadi orang yang berguna.

Kau tegak berdiri Dipukul ombak Dihempas badai Namun kau tetap tegak Tiada mengeluh Apalagi merengek Tiada bergerak Apalagi berpeluh Karang kau adalah contoh Yang berguna bagi manusia Agar tawakal dan tabah Serta tidak putus asa

Liza Ramdhani

Analisis Unsur intrinsik puisi yang berjudul Karang 1.Tema Kehidupan 2.Diksi ( pilihan kata ) : :

Karang dalam puisi tersebut merupakan contoh bagi manusia. 3. Majas. Majas yang dipakai dalam puisi tersebut antara lain: Majas personifikasi : Karang tegak berdiri Dipukul Ombak Dihempas badai Dalam kalimat tersebut karang seolah olah tetap tegak berdiri walaupun dipukul ombak, dihempas badai Majas . 4. Rima yaitu pengulangan bunyi untuk membentuk keindahan bunyi. Rima bersilang Contoh : Kau tegak berdiri Dipukul ombak Dihempas badai Namun kau tetap tegak 5. Tipografi atau tata wajah yaitu penataan larik atau baris baris puisi untuk membentuk bait yang padu, sehingga menimbulkan aspek kekuatan makna dan ekspresi penyair.