Anda di halaman 1dari 5

ATROPINI SULFAS

GOLONGAN : K

KANDUNGAN : Atropine sulfat

INDIKASI : Spasme/kejang pada kandung empedu, kandung kemih dan usus, keracunan fosfor organik.

KONTRA INDIKASI : Glaukoma sudut tertutup, obstruksi/sumbatan saluran pencernaan dan saluran kemih, atoni (tidak adanya ketegangan atau kekuatan otot) saluran pencernaan, ileus paralitikum, asma, miastenia gravis, kolitis ulserativa, hernia hiatal, penyakit hati dan ginjal yang serius.

PERHATIAN : Beresiko menyebabkan panas tinggi, gunakan dengan hati-hati pada pasien terutama anak-anak, saat temperatur sekitarnya tinggi. Usia lanjut dan pada kondisi pasien dengan penyakit sumbatan paru kronis yang terkarakterisa oleh takhikardia.

INTERAKSI OBAT : - Aktifitas antikolinergik bisa meningkat oleh parasimpatolitikum lain. - Guanetidin, histamin, dan Reserpin dapat mengantagonis efek penghambatan antikolinergik pada sekresi asam lambung. - antasida bisa mengganggu penyerapan Atropin.

EFEK SAMPING : Peningkatan tekanan intraokular, sikloplegia (kelumpuhan iris mata), midriasis, mulut kering, pandangan kabur, kemerahan pada wajah dan leher, hesitensi dan retensi urin, takikardi, dada berdebar, konstipasi/sukar buang air besar, peningkatan suhu tubuh, peningkatan rangsang susunan saraf pusat, ruam kulit, muntah, fotofobia (kepekaan abnormal terhadap cahaya).

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL : C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

KEMASAN : Ampul 250 g/ml x 1 ml x 30

DOSIS : 250-1000 g secara subkutan.

PABRIK : Ethica

sainstechstory blog tentang sains,teknologi n cerita

Selasa, 20 Desember 2011 formula tetes mata Obat tetes mata atropin sulfat/midriatik FARMAKOLOGI Atropin sulfat menghambat M. constrictor pupillae dan M. ciliaris lensa mata, sehingga menyebabkan midriasis dan siklopegia (paralisis mekanisme akomodasi). Midriasis mengakibatkan fotopobia, sedangkan siklopegia menyebabkan hilangnya daya melihat jarak dekat. FARMAKODINAMIKA Sesudah pemberian 0,6 mg atropin SK padamulanya terlihat efek terhadap kelenjar eksokrin, terutama hambatan salivasi, serta efek bradikardi sebagai hasil perangsangan N. vagus. Mula timbulnya midriasis tergantung dari besarnya dosis Atropin sulfat midriatik (FI IV hal 115-6) Rumus molekul : (C17H23NO3)2.H2SO4.H2O Bobot molekul : 694,84 (anh = 676,82) Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau; mengembang di udara kering; perlahan-lahan terpengaruh oleh cahaya. Kelarutan : sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol, terlebih dalam etanol mendidih; mudah larut dalam gliserin. Dosis : untuk dilatasi (pelebaran) pupil pada pengobatan radang akut: 1-2 tetes 0,5%-1% (3x1). (DI 88 hal 1566) Cara penggunaan : secara parenteral Volume isotonik : 1gr Atropin sulfat dalam 14,3 ml Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat E NaCl : 0,13 pH=3,5-6 sterilisasi: autoklaf (martindale 28 hal 292) Stabilitas Waktu paruh atropin sulfat dalam larutan tetes mata adalah 1 jam pada pH 6,8. Obat tetes mata mengandung atropine sulfat ( 2 botol) *) formula jadi Atropine SO4 1% (DI.1566) Benzalkonium Cl 0,01% NaCl q.s Aqua pi ad 10 ml latar belakang - Atropin SO4 untuk menimbulkan efek midriasis mata pada pemeriksaan retina, kornea & pengukuran refraktif mata. - Benzolkonium Cl sebagai pengawet - NaCl : pengisotonis *) Sterilisasi : Autoklaf NB : digunakan 1 tetes 1 jam sebelum pemeriksaan. Rancangan Formula: Atropin Sulfat 1 % NaCl qs Benzalkonium Klorida 0,02 %

Dinatrium Edeta 0,05 % Aqua pro injeksi ad 10 ml Latar belakang pemilihan formula:

INDIKASI Radang iris, radang uvea, prosedur pemeriksaan refraksi KONTRA INDIKASI

Galukoma sudut tertutup Perhatian: dapat memicu serangan akut glaucoma sudut tertutup, khususnya pada lansia. Pada bayi <3 bulan lebih dianjurkan penggunaan salep karena sediaan tetes mata atropin berisiko menimbulkan efek sistemik. Setelah menggunakan obat ini, hindari aktivitas yang memerlukan keterampilan seperti menyetir atau mengoperasikan mesin tertentu sampai penglihatan kembali jelas.

DOSIS DAN CARA PENGGUNAAN Radang iris, radang uvea

Dewasa: 1 tetes (larutan 0.5% atau 1%) hingga 4x sehari Anak: 1 tetes (larutan 0.5% atau 1%) hingga 3x sehari

Prosedur pemeriksaan refraksi

Dewasa: 1 tetes (larutan 1%) 2x sehari sebelum prosedur pemeriksaan refraksi, ATAU sekali 1 tetes larutan 1% 1 jam sebelum pemeriksaan. 3 bulan-1 tahun: 1 tetes (larutan 0.1%) 2x sehari sebelum prosedur pemeriksaan refraksi DAN 1 tetes berikutnya 1 jam sebelum pemeriksaan. 1-5 tahun: 1 tetes (larutan 0.1%-0.5%) 2x sehari sebelum prosedur pemeriksaan refraksi DAN 1 tetes berikutnya 1 jam sebelum pemeriksaan. >5 tahun: 1 tetes (larutan 0.5%-1%) 2x sehari sebelum prosedur pemeriksaan refraksi DAN 1 tetes berikutnya 1 jam sebelum pemeriksaan.

EFEK SAMPING Peningkatan tekanan dalam bola mata, iritasi local, mata memerah, sembab, konjungtivitis (untuk pemakaian lama), dermatitis kontak, keracunan sistemik (pada lansia dan usia sangat muda).

PREFORMULASI TETES MATA Benzalkonium Klorida (Hand Book of Pharmaceutical Excipient, hal.27) Pemerian : Serbuk amorf berwarna putih atau putih kekuning-kuningan bisa sebagai gel yang tebal atau seperti gelatin, bersifat higroskopis dan berbau aromatis dan rasa sangat pahit.

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air dan etanol 95%, bentuk anhidrat mudah larut dalam benzen dan agak sukar larut dalam eter. OTT : aluminium, surfaktan anionik, sitrat, kapas, fluoresin, H2O2, HPMC, iodide, kaolin, lanolin, nitrat. Stabilitas : bersifat higroskopis dan mungkin dipengaruhi oleh cahaya, udara dan bahan logam. Larutannya stabil pada rentang pH dan rentang temperatur yang lebar. Larutannya dapat disimpan pada periode waktu yang lama dalam suhu kamar. Konsentrasi : dalam sediaan preparat mata, benzalkonium klorida digunakan sebagai pengawet dengan konsentrasi 0,01%-0,02%, biasanya dikombinasi dengan 0,1%w/v disodium edetat. Kegunaan : pengawet, antimikroba. Sterilisasi : autoklaf Ph : 5-8 untuk 10%w/v larutan Wadah : tertutup rapat dan terhindar dari cahaya. Natrium Edetat (Hand Book of Pharmaceutical Excipient hal 178) Pemerian : Serbuk kristal putih tidak berbau dengan sedikit rasa asam Kelarutan : Larut dalam air (1:11), Praktis tidak larut dalam kloroform dan eter, larut dalam etanol (95%) pH : 4,3-4,7 dalam larutan 1% air bebas CO2 Kegunaan : Untuk mencegah kontaminasi dengan logam Stabilitas : Sangat higroskopis dan harus dilindungi dari kelembaban OTT : dengan pengoksidasi kuat, dan ion logam polifalen seperti tembaga, nikel, Na EDTA merupakan asam lemah dan bereaksi dengan logam membentuk hidrogen. Sterilisasi : autoklaf Penyimpanan : harus disimpan diwadah bebas alkali, tertutup rapat dan ditempat sejuk dan kering. Konsentrasi : 0,005-0,1% w/w sebagai chelating agent Kegunaan : sebagai chelating agent

Atropin sulfat midriatik (FI IV hal 115-6) Rumus molekul : (C17H23NO3)2.H2SO4.H2O Bobot molekul : 694,84 (anh = 676,82) Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau; mengembang di udara kering; perlahan-lahan terpengaruh oleh cahaya.

Kelarutan : sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol, terlebih dalam etanol mendidih; mudah larut dalam gliserin. Dosis : untuk dilatasi (pelebaran) pupil pada pengobatan radang akut: 1-2 tetes 0,5%-1% (3x1). (DI 88 hal 1566) Cara penggunaan : secara parenteral Volume isotonik : 1gr Atropin sulfat dalam 14,3 ml Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat E NaCl : 0,13 pH=3,5-6 sterilisasi: autoklaf (martindale 28 hal 292) Stabilitas Waktu paruh atropin sulfat dalam larutan tetes mata adalah 1 jam pada pH 6,8.