Anda di halaman 1dari 9

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SERTA UJI KEPEKAAN Bacillus subtilis DARI SEDIMEN TAMBAK UDANG TERHADAP BAHAN ANTIMIKROBIAL

Udang merupakan salah satu komoditi primadona yang penting dari sektor perikanan. Hal ini berkaitan dengan perannya dalam menunjang persediaan pangan nasional, penciptaan pendapatan dan lapangan kerja serta meningkatkan devisa negara. Permintaan pasar di luar negeri yang cenderung meningkat serta sumberdaya yang cukup tersedia di Indonesia memberikan peluang yang sangat besar untuk dapat dikembangkan budidayanya (Irianto, 2007). Indonesia merupakan salah satu negara penghasil udang terbesar di dunia. Menurut catatan Departemen Kelautan dan Perikanan tahun 2002, potensi lahan pertambakan udang mencapai 913.000 ha, tetapi luas areal pertambakan yang dimanfaatkan hingga tahun 2002 baru sekitar 378.000 ha atau 40% dari potensi lahan pertambakan. Luasan tersebut mengalami pengurangan karena berbagai faktor antara lain alih fungsi lahan untuk kepentingan industri, pemukiman penduduk dan gangguan penyakit serta lingkungan (Widodo dan Adijaya, 2005). Usaha pengembangan budidaya tambak udang dalam rangka memenuhi kebutuhan protein hewani sering mengalami hambatan karena adanya serangan berbagai penyakit seperti Salmonellosis, Aeromonas, Vibriosis, dan Black splincter disease yang terjadi baik pada usaha pembesaran di tambak maupun pembenihan. Kasus penyakit ini tidak hanya terjadi di tambak udang yang berpola tradisional tetapi juga

Nomoto. Venschuere et al.. Menurut Temmerman et al. (2002). Salah satu alternatif pengganti bahan antimikrobial dalam mengendalikan bakteri patogen pada budidaya tambak udang adalah dengan menggunakan bakteri probiotik (Balcazar et al. 2002. 2002). Beberapa cara pengendalian penyakit pada budidaya tambak udang sudah dilakukan oleh para petambak. 2005. Bacillus subtilis merupakan salah satu bakteri genus Bacillus yang dapat digunakan sebagai probiotik karena bakteri ini tidak patogen.. uji kepekaan terhadap antibiotika atau bahan-bahan antimikrobial. Balakrishnan et al. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Balakrishnan et al. dan sebagainya. Beberapa uji yang dilakukan untuk mendapatkan bakteri sebagai kandidat probiotik antara lain uji penghambatan terhadap bakteri patogen (antagonisme). memiliki daya bunuh untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan dapat membantu dalam . 2000). (2002) dan Hong et al.. uji enzimatis. (2004). Cara yang paling banyak diterapkan adalah dengan pemberian bahan antimikrobial (Mariyono dkk.di tambak udang yang berpola intensif sehingga banyak petambak udang yang menderita kerugian secara ekonomi (Mariyono dkk. Banyak bakteri yang dapat digunakan sebagai kandidat probiotik antara lain bakteri genus Bacillus... 2006. bakteri probiotik dapat menunjukkan sifat resisten atau sensitif terhadap perlakuan bahan-bahan antimikrobial. pemakaian diantaranya residu yang bahan adalah dapat antimikrobial mencemari banyak lingkungan menimbulkan karena kerugian meninggalkan menyebabkan terjadinya resistensi terhadap bakteri patogen. 2002).

. Karakteristik Bacillus subtilis dapat dibedakan dengan spesies Bacillus spp. . 2002). Temmerman et al. Bahan-bahan antimikrobial yang biasa digunakan di tambak udang antara lain Penisilin. Ampisilin... antara lain B. selain Bacillus subtilis ada berbagai macam bakteri genus Bacillus lainnya yang hidup di sedimen tambak udang. mikroskopis.licheniformis dan B. 2002).penyeimbangkan mikroba pada saluran pencernaan hewan-hewan air. 2001. Oksitetrasiklin. Gentamisin.. Berdasarkan hasil penelitian Awais et al. uji biokimia dan uji gula-gula. Pemilihan jenis bahan antimikrobial yang tepat dalam pengobatan dalam budidaya tambak dapat dilakukan dengan uji sensitivitas.. 1999). 2002. Earl et al. Bacillus subtilis juga dapat ditemukan pada sedimen tambak udang (Gatesoupe. B. Hal ini karena Bacillus subtilis merupakan salah satu flora normal pada udang dan hidup pada saluran pencernaan. lainnya antara lain dengan melakukan pengamatan secara makroskopis. 2008). Bakteri ini kemudian keluar bersama feses ketika udang mengeluarkan kotoran dan mengendap dalam sedimen tambak udang (Singhet et al.amyloliquefaciens. Jayasree et al.pumilus. Ciprofloxasin dan Sulfamethoxazol (Balakrishnan et al. Uji sensitivitas juga dapat dilakukan untuk mengetahui kepekaan bakteri termasuk bakteri non-patogen yang dapat digunakan sebagai bakteri probiotik dalam budidaya tambak. termasuk udang (Balcazar et al. 2006). Habitat utama Bacillus subtilis adalah tanah (Strahl et al. (2007). Selain di tanah. 2006.

gelas ukur. Urea Agar (Difco). safranin). bahan pewarnaan Gram (kristal violet. yellow tip. Starch Agar (Criterion). reagen VP test (KOH 40% + α-naphtol 5%). Oksitetrasiklin. pemanas air. tabung reaksi. Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Mannitol Salt Agar (Difco). Gentamisin. media Muller Hinton Agar (Difco). bahan uji gula-gula (glukose dan sukrose).METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya pada bulan Februari sampai Juni 2011. cawan petri. alkohol 70%. termometer. ose bulat (inoculating loop). sendok. bahan antimikrobial disk yaitu Penisilin. lugol. tabung erlenmeyer. (Oxoid) dan minyak emersi untuk pemeriksaan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah botol sampel. MR-VP Medium (Difco). Pengambilan sampel dilakukan di Tambak Udang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik sebanyak empat sampel. Simmons Citrate Agar (Difco).02 ml. rak tabung reaksi. bahan uji biokimia yang meliputi SIM medium (Difco). alkohol aseton. spuit. media Nutrient Broth (Difco). ose lancip (inoculating needle). timbangan. gelas . api bunsen. larutan H2O2 3% untuk uji katalase. Ampisilin. pipet dropping standart 0. dan Sulfamethoxazol mikroskopis. Ciprofloxasin. aquadest steril.

inkubator suhu 37˚C. Setelah dipanaskan sampel diencerkan pada pengenceran 10-1 sampai 10-6 untuk mengurangi jumlah bakteri (Aslim et al. 2000). rotator. kapas. 2005). Isolasi dan Identifikasi Bacillus subtilis Sampel sedimen tambak udang yang sudah diencerkan sampai pengenceran 10-6 kemudian diaduk dengan rotator dan dilakukan isolasi . lemari pendingin. Perlakuan terhadap Sampel Sampel sedimen tambak udang yang dimasukkan ke dalam botol sampel steril kemudian dipanaskan dengan memasukkan botol tersebut ke dalam air yang bersuhu 80˚C selama 20 menit dengan tujuan untuk memperoleh bakteri yang tahan panas yaitu bakteri berspora (Purivirojkul et al..obyek. Pengambilan dilakukan dengan cara mengambil sebanyak ± 5 gram sedimen pada bagian dasar tambak. autoclave. cotton bud steril. mikroskop. pinset steril dan mistar biasa. karton. Sampel sedimen tambak udang kemudian dimasukkan ke dalam botol sampel yang sudah disterilkan dan dibawa ke Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Materi dan Metode Penelitian Cara Pengambilan Sampel Cara pengambilan sampel sedimen tambak udang dilakukan pada dua lokasi tambak udang yang berbeda dalam satu pemilik sebanyak empat sampel masing-masing tambak diambil dua sampel..

Pembuatan suspensi bakteri Pembuatan suspensi bakteri dilakukan dengan cara mengambil koloni bakteri Bacillus subtilis pada media MSA (Mannitol Salt Agar) ke dalam media Nutrient Broth kemudian diinkubasi pada suhu 37ºC selama 3-4 jam hingga diperoleh hasil sama dengan kekeruhan suspensi bakteri 1. mikroskopis. susunan sel dan afinitas terhadap warna. Uji biokimia yang digunakan adalah uji katalase. lalu dibiarkan selama 5-10 menit agar bakteri menempel pada permukaan media. 1990. warna koloni dan perubahan warna media. Identifikasi secara makroskopis dilakukan dengan melihat bentuk koloni..primer pada media MSA (Mannitol Salt Agar) menggunakan cara dropping technique dengan menggunakan pipet dropping standart 0. 1966).02 ml. uji biokimia dan uji gula-gula. Masing-masing bahan antimikrobial diletakkan di atas . Uji Kepekaan Bahan Antimikrobial Uji kepekaan bahan antimikrobial dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer (Kirby et al. Setelah isolasi. 1999). uji sitrat. uji VP.5 (Carter and Cole. uji urease dan uji starch sedangkan uji gulagula yang digunakan adalah uji glukose dan sukrose.. selanjutnya dilakukan identifikasi secara makroskopis. uji SIM (Sulfide Indol Motility). Ivanova et al. secara mikroskopis dilakukan dengan melihat bentuk. Suspensi bakteri yang telah disiapkan diambil dengan cotton bud steril dan di-streak merata pada media MHA (Muller Hinton Agar).5x108 per milliliter sesuai dengan standart McFarland 0.

HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan isolasi empat sampel sedimen tambak udang. mikroskopis. Gentamisin. 2002). Besarnya diameter daerah hambatan tersebut digunakan untuk menentukan kepekaan bakteri berdasarkan standart Kirby-Bauer yang dikelompokkan dalam dua kategori yaitu peka (sensitive) dan tidak peka (resistant) (Lay dan Hastowo.. 1991. uji biokimia dan uji gula- . Hasil identifikasi secara makroskopis. data yang diperoleh dinyatakan secara deskriptif dengan mengukur diameter zona hambatan pertumbuhan Bacillus subtilis untuk melihat kepekaannya terhadap bahan-bahan antimikrobial Penisilin. Daerah tersebut diukur dengan menggunakan mistar.permukaan media MHA dengan pinset steril. didapatkan 50 koloni bakteri yang positif memfermentasi mannitol pada media MSA dan berbentuk batang pada pemeriksaan mikroskopis. Oksitetrasiklin. Ampisilin. diatur jaraknya dan sedikit ditekan supaya disk benar-benar menempel. Analisis Data Dalam penelitian ini. Bailey and Scott. Hasil pengujian difusi disk terlihat adanya zona hambat (zona bening atau jernih) di sekeliling kertas disk sebagai daerah hambatan pertumbuhan bakteri. 1994). Ciprofloxasin dan Sulfamethoxazol. Langkah selanjutnya adalah diamkan media selama 15 menit supaya bahan obat dapat berdifusi ke dalam media sebelum pertumbuhan bakteri berlangsung secara optimal. Inkubasi media tersebut pada suhu 37˚C selama 24 jam (Balows et al.

Mikroskopis. Uji Glukose + Gula-Gula Sukrose + Enam isolat bakteri yang positif Bacillus subtilis selanjutnya dilakukan uji kepekaan terhadap enam bahan antimikrobial dengan metode difusi agar Kirby-Bauer dengan standart McFarland 0.5.2.1 Hasil Pengamatan Bacillus subtilis yang Diisolasi dari Sedimen Tambak Udang secara Makroskopis. Uji Biokimia dan Uji Gula-Gula. Hasil uji kepekaan enam isolat Bacillus subtilis dari sedimen tambak udang terhadap enam bahan antimikrobial dapat dilihat pada Tabel 4. Mikroskopis Pewarnaan Gram Gram + Bentuk Sel Batang Rantai Pendek / Tidak berantai 3.1.gula menunjukkan bahwa koloni bakteri yang positif Bacillus subtilis berjumlah 6 dari 50 koloni bakteri yang dicurigai atau sekitar 12%. Uji Biokimia Katalase + Sulfid Indol Motility + VP + Sitrat + Urease Starch + 4. No Jenis Pengamatan Hasil 1. mikroskopis. Hasil pengamatan Bacillus subtilis dari sedimen tambak udang secara makroskopis. Makroskopi Perubahan Warna media berubah s warna media dari merah menjadi MSA kuning Bentuk koloni Bulat tidak beraturan Warna koloni Putih Permukaan Kasar. . berkeriput koloni Tepi koloni Tidak rata 2. Tabel 4. uji biokimia dan uji gula-gula dapat dilihat pada Tabel 4.

2 Diameter Zona Hambatan Bacillus subtilis dari Sedimen Tambak Udang terhadap Bahan Antimikrobial. Oksitetrasiklin. pada rentang diameter zona hambatan yang besar.. No Bahan Antimikrobial Disk Penisilin Ampisi Oksitetra Gentami Ciproflo Sulfame 10 µg lin 10 µg siklin sin 10 µg xasin thoxazol 30µg 5µg 25µg TU 4 25 (S) 24 (S) 31 (S) 22 (S) 31 (S) 31 (S) TU 21 32 (S) 32 (S) 16 (S) 23 (S) 38 (S) 34 (S) TU 28 23 (S) 31 (S) 17 (S) 22 (S) 34 (S) 33 (S) TU 34 31 (S) 29 (S) 26 (S) 24 (S) 33 (S) 30 (S) TU 43 31 (S) 33 (S) 19 (S) 21 (S) 30 (S) 31 (S) TU 48 29 (S) 28 (S) 17 (S) 23 (S) 31 (S) 31 (S) Keterangan : Diameter zona hambatan dinyatakan dalam satuan millimeter (mm) Standart zona hambatan berdasarkan “Antibiotic Sensitivity Pattern of Bacillus spesies” (Adewumi et al. Ampisilin. Bacillus subtilis sangat aman digunakan sebagai probiotik karena bakteri ini tidak memiliki gen resisten yang akan ditularkan ke bakteri patogen. Menurut Sreekumar and Krishnan (2010).Tabel 4. . 2009) 0-5 mm = Resistant (R) 6-15 mm = Sensitive (S*) 16-25 mm = Sensitive (S**) 26-35 mm = Sensitive (S***) Pada Tabel 4. Dari enam isolat B.2 dapat dilihat hasil uji kepekaan isolat Bacillus subtilis.subtilis ternyata semua menunjukkan 100% sensitif terhadap Penisilin. Koloni 1 2 3 4 5 6 Ciprofloxasin dan Sulfamethoxazol. Gentamisin.