Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pembangunan pertanian tidak dapat dilaksanakan hanya oleh petani.

Untuk meningkatkan produktivitas, petani akan semakin tergantung pada sumber-sumber dari luar lingkungan, jika pertanian kita ingin berubah. Pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan upaya sadar yang sengaja direncanakan undtuk melakukan perubahan-perubahan yang dikehendaki, dengan mengunakan inovasi dan teknologi tertentu sesuai dengan potensi agroekosistem setempat agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup petani. Faktor utama yang ditekan oleh pemerintah adalah penerapan inovasi teknologi panca usaha pertanian dan sapta usaha pertanian, dengan dibangunnya prasarana transportasi dan pengairan, penyediaan sarana produksi termasuk peralatan pertanian, kelencaran pemasaran hasil usaha tani melalui KUD, dan intensif produksi bagi petani. Dibidang peternakan diperkenalkan Panca Usaha Ternak Sapi Potong (PUTP), dibidang ternak kerja ada Intensifikasi Ternak Kerja (INTEK), di bidang ayam buras ada Intensifikasi Ayam Buras (INTAB), di bidang ternak ayam ras ada bimas ayam, dll (Suparta,2006) Salah satu teknologi dan inovasi dibidang peternakan yang digalakkan oleh pemerintah adalah Panca Usaha Ternak Sapi Potong. Untuk menyebarluaskan inovasi ini kepada peternak, maka peranan penyuluh adalah sangat besar. Kelompok ternak mekar sari adalah salah satu kelompok ternak yang bergerak dibidang sapi penggemukan. Namun, kelompok ternak ini masih menerapkan peternakan sapi penggemukan yang sangat tradisional, terutama dalam hal tata cara perkandangan. Dengan tata cara perkandangan yang baik, ternak akan merasa lebih nyaman, kesehatan ternak juga lebih terjamin, sehingga produktivitas ternak dapat dimaksimalkan.

1. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : a. Bagaimanakah rencana program kerja penyuluhan tentang perkandangan pada sapi Bali penggemukan di kelompok Ternak Mekar Sari, Br Delod Uma, Ds. Buwit, Kec. Kediri, Kab. Tabanan. b. c. Bagaimanakah evaluasi penyuluhan sebelum dan sesudah diadakan Tatalaksana kandang bagi sapi penggemukan yang baik dan penyuluhan tentang perkandangan pada sapi penggemukan. memenuhi persyaratan.

mengapa. awet. dan sebagainya. yaitu jika kreteria yang dipakai . 1998) mengemukakan bahwa perencanaan dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan kreteria keluarannya (output) dan kreteria jangkuannya sebagai berikut ini. dan (c) perencanaan sosial. dan sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan. untuk memilih alternatif yang terbaik dalam mencapai tujuan (Suparta. bilamana. perencanaan dapat dibedakan menjadi : (a) perencanaan fisik. (b) perencanaan ekonomis. Program dapat dihasilkan melalui proses perncanaan program yang diorganisasikan secara sadar dan terus menerus. dimana. Rencana kerja adalah pernyataan tertulis yang memuat secara lengkap tentang apa. tujuan kegiatan. yaitu jika kreteria yang dipakai mengutamakan nilai ekonomis keluarannya. bagiamana. Menurut kreteria nilai keluaranny. metode pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan. serta rencana evaluasi yang selanjutnya disusun dalam bentuk rencana kerja 2. memperkuat. masalah khusus. siapa. efesien. sasaran kegiatan yang akan dilakukan.1 Perencanaan Program Penyuluhan Program adalah pernyataan tertulis tentang keadaan.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. dan sebagainya. tujuan dan cara mencapai tujuan yang disusun dalam bentuk dan sistemaatika yang teratur. seperti: efektif. sebab didalam rencana kerja dirumuskan secara jelas mengenai masalah umum. Rencana kerja merupakan bentuk kegiatan yang disusun sedemikian rupa (dalam bentuk tabel) sehingga lebih mudah dapat dipahami serta dapat memberikan dasar pertimbangan bagi pelaksanaan kegiatan secara efesie. masalah. jika kreteria yang dipakai mengutamakan nilai teknis fisik keluaran seperti : mempermudah. 1. dan berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan penyuluhan. tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan orang yang akan melaksanakan kegiatan. memperlancar.2003).2 Macam – Macam Rencana Darmojuwono (dalam Sri Rejeki.

Memberikan pedoman dalam pengambilan keputusan terhadap adanya usul atau saran penyempurnaan. jika lingkup materinya terkait secara khusus dengan terget dan tujuan. perencanaan nasional. bila lingkup diambil dari salah satu aspek bidang garapan. yakni: perencanaan lokal. bila kurun waktunya satu tahun. perencanaan operasional tahunan. Dengan adanya tujuan yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengukur kemajuan. 1. perencanaan program. yang meliputi: perencanaan proyek. bila lingkup materinya meliputi cakupan nasional.mengutamakan nilai sosial keluarannya. bila lingkup wilayah garapannya meliputi wilayah tertentu. meningkatkan solidaritas. perencanaan jangkan menengah (5 – 10 tahun). bila lingkup materinya khusus dan jangkuannya terbatas. serta memberikan pedoman bagi evaluator bagi pelaksanaan wvaluasi penyuluhan. yakni: perencanaan jangka panjang (10 – 25 tahun). dan sebagainya.3 Manfaat Program dan Rencana Kerja Penyuluhan Berdasarkan kajian beberapa sumber pustaka dapat dirumuskan bahwa manfaat dari disusunnya program dan rencana kerja penyuluhan adalah sebagai berikut ini. 2. mensejahterakan masyarakat. 2. (b) lingkup wilayah. seperti: memuaskan. 3. perencanaan sektorial. maka perencanaan program penyuluhan termasuk dalam katagori perncanaan berdasarkan kriteria jangkuannya. Atas dasar kategori perncanaan tersebut diatas. 2. sehingga dapat mencegah terjadinya salah pengertian. Perencanaan program dibuat untuk mendapatkan arah pedoman dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. maka dapat dikaji seberapa . Menjamin adanya pertimbangan yang mantap tentang apa dan mengapa hal itu harus dilakukan. yang lingkup materinya terkait secara khusus dengan terget dan tujuan. dan (c) kurun waktu. perencanaan jangka pendek (2 – 3 tahun). maka perencanaan dapat dibedakan atas dasar: (a) lingkup materi. Menurut kreteria jangkuannya. Adanya pernyataan tertulis (dokumen) yang dapat digunakan setiap saat sebagai pedoman kerja bagi pelaksana penyuluhan.

lnformasi yang diperlukan . tujuan. 9. Untuk itu diperlukan fakta-fakta yang menyangkut seluruh aspek dari situasi dalam jumlah yang besar. Memantapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan harus dicapai yang perkembangannya dapat diukur dan dievaluasi. 8. Ikut sertanya petani dalam kegiatan perencanaan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri petani dan kepemimpinannya. perencanaan pendidikan. Meningkatakan efesiensi pelaksanaan penyuluhan secara keseluruhan. Mengutip Leagans (1971: 178-179). lima langkah dalam proses perencanaan program penyuluhan itu dapat diuraikan -Sebagai berikut: (a) Perumusan keadaan dan masalahnya. 4. Ikut sertanya petani dalam kegiatan perencanaan penyuluhan merupakan pengalaman yang bersifat pendidikan. waktu dan tenaga. 5. Membantu mengembangkan kepemimpinan.jauh saran penyempurnaan dapat diterima atau ditolak agar tujuan yang diinginkan tetap dapar tercapai. model ini pada hakekatnya berupa model instruksional yang memuat komponen-komponen situasi. yakitu dalam menggerakan semua pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Secara rinci model proses penyusunan program penyuluhan menurut Leagans menggambarkan kegiatan penyuluhan. masalah. dan cara untuk mencapai tujuan (S-M-T-C). 2. Memberikan jaminan kelangsungan pelaksanaan program meskipun ada pergantian personalia. Qvaluasi dan rekomendasi. yaitu : 1) Model Proses Penyusunan Program Penyuluhan Menurut Leagans: Model Leagans merupakan salah satu dari beberapa model proses program penyuluhan. pemecahan masalah dan tujuan.4 Model – Model proses penyusunan program penyuluhan Ada beberapa model proses penyusunan program penyuluhan. Sebagaimana model-model lainnya. seperti sumber daya. 7. 6. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap situasi. yaitu perumusan keadaan dan masalahnya. biaya.

Dapat dipilih berbagai metode seperti media massa. Untuk kepentingan psikologis sasaran penyuluhan itu harus dilibatkan dalam penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan. Perbedaan dibuat antara prestasi yang hanya dicatat saja dan perbandingan hasil dengan tujuan asli. pemecahan masalah dan perumusan tujuan ditetapkan. Kemudian diperlukan pula fakta mengenai situasi fisik seperti keadaan tanah. (b) Pemecahan masalah dan tujuan. Cara yang harus dilakukan untuk mengajar. secara inherent menciptakan kesempatan mengajar. tipe usahatani. (d) Evaluasi. pendidikan. Tahap ini memuat suatu tinjauan tujuan-tujuan khusus . kebiasaan dan tradisinya.adalah berkaitan dengan sasaran penyuluhan seperti minat. Proses evaluasi dapat dilakukan secara sederhana dan informal atau dapat pula secara formal dan kompleks. (e) Rekonsiderasi. dan saluran komunikasi. Kemampuan untuk memilih dan menggunakan metode yang paJing baik untuk merupakan ukuran keberhasilan seorang penyuluh. Pada dua tahap pertama. skala usahatani. Pada tahap kedua ini. Sasaran dalam perencanaan penyuluhan paling tidak harus mengkondisikan perubahan perilaku orang sebagaimana keluaran sosial maupun ekonoini yang diinginkan. (c) Perencanaan pendidikan. Hal ini juga akan menjadi ujian mengenai cara yang secara akurat dan jelas tujuan dipilih dan dikondisikan. Perencanaan untuk evaluasi perlu dibangun menjadi perencanaan kerja selama tahap-tahap sebelumnya. Penggunaan beberapa metode komunikasi yang berbeda disengaja untuk merangsang tindakan belajar. pada tahap ini tugasnya adalah menciptakan situasi belajar. Tahap kelima adalah mempertimbangkan perencanaan penyuluhan setelah evaluasi dilakukan. Tahap keempat ini adalah mengevaluasi tindakan mengajar tersebut. pola tanaih. pemasaran. kelompok dan interpersonal. Mated yang perlu diajarkan. kondisi rumah. Pada tahap yang ketiga ini merupakan tahap mengajar yang meliputi: 1. kebutuhan. 2. adat-istiadat. pelayanan masyarakat.

2. dan (7) evaluasi. ekonomis dan sosial. dan (9) rekonsiderasi. Orang-orang telah berubah. yaitu (1) analisis situasi. (4) program yang telah direncanakan. (6) penyusunan rencana kerja. Mengutip dari Mardikanto (1993: 303). (3) proses perencanaan program. (4) penetapan rencana kerja. (2) analisis situasi. hal ini dapat disebabkan karena: 1. Berdasarkan tulisan Buana (1995: 34) yang dikutip dari Sri Rejeki (1998). selanjutnya proses keseluruhan akan dimulai lagi dengan tujuan baru maupun tujuan yang dimodifikasi. 4) Model Proses Penyusunan Program Penyuluhan Menurut Raudabaugh(1967): Model perencanaan ini terdiri atas lima tahapan kegiatan yang berupa suatu siklus. Apabila situasi baru menunjukkan kebutuhan akan kegiatan lebih lanjut. (3) identifikasi masalah. 3. 3) Model Proses Penyusunan Program Penyuluhan Menurut KOK(1962) Model KOK ini didasarkan atas kenyataan yang terjadi di lapangan. dan (5) penentuan kemajuan. (3) pe-ngembangan rencana kerja. (5) rencana kerja. Lima tahapan ini adalah (1) 'dentifikasi masalah. Situasi baru mungkin berbeda. (5) penentuan tujuan dan ruang lingkup peTmasalahan. (6) pelaksanaan rencana kerja. 2) Model Proses Penyusunan Program Penyuluhan Menurut Kelsey dan hearne (1962) : Model Kelsey dan Hearne menggambarkan kegiatan penyuluhan sebagai suatu siklus yang terdiri atas tujuh tahapan. 5) Model Proses Penyusunan Program Penyuluhan Menurut Passon (1966): . (2) penentuan tujuan. (8) evaluasi. Mengutip dari Mardikanto (1993:305). (4) penetapan aUfirnatif pemecahan masalah. (2) organisasi perencanaan. Penyuluh disiapkan dengan lebih baik daripada sebelumnya dalam menyadari adanya kebutuhan maupun minat yang baru dari kliennya. Terdiri atas sembilan tahapan. yaitu (1) survai. maka proses tersebut akan bersambung. Telah terjadi perubahan secara fisik. (7) pelaksanaan rencana kerja.upaya-upaya yang dilakukan sebelumnya dan hasil-hasil yang menampakkan situasi baru.

yakni (1) pengumpulan fakta. sehingga keduanya perlu dilakukan secara bersamasama. Makin cepat dapat diketahui tingkat perubahan prilaku oleh penyuluh akan makin baik evaluasi merupakan bagian akhir dari tahap-tahap rencana kerja penyuluhan program penyuluhan sama pentingnya. . (6) pelaksanaan rencana kerja. dapat disimpulkan bahwa evaluasi penyuluhan adalah proses penentuan kualitas perubahan perilaku warga belajar penyuluhan akibat dilaksanakannya program penyuluhan dengan berpedoman kepada kriteria atau nilai pengukuran tertentu. untuk menentukan arah penyempurnaan kegiatan.penentuan kemajuan. hasil penilaian digunakan untuk memperbaiki program dan rencana kerja lebih lanjut. 4. Mengutip dari Mardikanto (1993: 304).Model ini dibedakan ke dalam dua area kegiatan. (3) identifikasi masalah. dan (4) penetapan tujuan. Para penyelenggara penyuluhan perlu mengetahui tingkat perubahan perilaku yang sedang terjadi sehingga dapat disebutkan efektivitas pencapaian tujuan penyuluhannya.5 Perencanaan evaluasi Evaluasi penyuluhan merupakan proses untuk menentukan sejauh mana perubahan perilaku sasaran yang diinginkan telah terjadi sabagai akibat dilancarkannya kegiatan penyuluhan. Kegiatan (8) rekonsiderasi merupakan tahap antara yang menghubungkan area kegiatan perencanaan dan area kegiatan pelaksanaan program. dan (7) . untuk membuktikan pentingnya suatu program. 5. Berdasarkan pengertian di atas. (2) analisis situasi. 3. Dalam pada itu area pelaksanaan program. 2. yang terdiri atas empat tahap kegi'atan. untuk memberikan gambaran kemajuan kegiatan guna mencapai tujuan. yaitu area perencanaan program. 2. untuk mengukur efektivitas metode penyuluhan yang digunakan. Maksud diadakannya evaluasi adalah: 1. meliputi (5) penyusunan rencana kerja.

membantu perencanaan. 7. dan dampak dari kegiatan serta menyempumakan kegiatan yang sedang berjalan. yakni iklim yang berpengaruh langsung dan tidak langsung. dan klimatologis. Di antara ketiga variabel lingkungan. Antara suhu lingkungan dan suhu tubuh ternak senantiasa terjadi suatu keseimbangan yang memungkinkan setiap reaksi biokimiawi dalam tubuh . faktor klimatologis merupakan unsur yang paling menonjol. radiasi matahari.6. efisiensi. Unsur yang paling penting dari empat faktor iklim tersebut. Interaksi antara ketiga faktor tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi temak. yaitu: suhu lingkungan. Iklim sendiri dapat digolongkan menjadi dua. manajerial.. dan pengambilan keputusan di masa depan. 2. untuk memberikan kepuasan kepada teman sekerja dan pemimpin setempat tentang sesuatu kemajuan yang telah berhasil dicapai.6 Kandang Sapi Penggemukan Iklim tropis yang panas serta lembap. 1) Iklim mikro merupakan faktor-faktor iklim yang memiliki pengaruh langsung. karena keadaan iklim tropis yang panas dan kelembapan relatif tinggi akhirnya berpengaruh terhadap tata laksana pemeliharaan. efektivitas. adalah suhu lingkungan dan kelembapan udara. tujuan evaluasi adalah: (1) memberikan keyakinan bahwa sesuatu tujuan telah dapat dicapai. (3) membantu kita memusatkan perhatian pada tujuan tertentu. dan untuk memberi kesempatan belajar tentang seluruh aspek program dan rencana kerja penyuluhan. Menurut Boyle (1981). (2) membantu menemukan jawaban dan keterangan terhadap pertanyaan yang sering muncul dalam pemrograman. penyusunan program. dan manajemen pemberian makanan. Tujuan Evaluasi adalah untuk menentukan relevansi. serta iklim yang pengaruhnya di luar jangkauan manusia. merupakan masalah lingkungan yang dapat bersifat nutrisional. kelembapan udara dan gerakan udara. dan (4) menyediakan kesempatan pembelajaran bagi evaluator untuk mempelajari situasi sasaran.

dan serat kasarnya tinggi. Proses ini akan tampak dengan jelas pada bentuk dan ukuran tubuh yang erat hubungannya dengan vegetasi di daerah iklim yang bersangkutan. Ongole. Suhu lingkungan yang tinggi ternyata menurunkan nafsu makan. relatif lebih tahan terhadap pengaruh iklim tropis. 2) Iklim makro merupakan faktor-faktor iklim yang memiliki pengaruh tidak langsung. dan pada . Kenyataan ini berarti bahwa apabila ternak dipelihara di lingkungan tropis. pertumbuhan. Yang jelas tanaman tropis memiliki daya cerna relatif rendah. Individu ternak yang mengalami kenaikan temperatur menjadi sangat peka. Bila hal ini berlangsung terus. Sapi Bali. sehingga tanaman pada usia yang sama akan memiliki kadar gizi yang berbeda. dan reproduksi pada ternak. Lahan sebagai basis ekologi sumber makanan ternak menuntut perlakuan yang tepat. yakni interaksi tanah dan tumbuh-tumbuhan. Kegiatan organ-organ terhadap perubahan suhu lingkungan memungkinkan reaksi fisiologis ternak mengarah pada proses penyesuaian. sehingga performancenya tidak sebaik kalau dipelihara di daerah asalnya. dan Grati. cenderung mencerna lebih banyak serat kasar. Madura. Suhu lingkungan juga berpengaruh terhadap aktivitas organ-organ kegiatan merumput. Perubahan temperatur tubuh dan frekuensi pernafasan dapat dijadikan tolok ukur tinggi rendahnya toleransi panas seekor sapi ternak. Terjadinya perubahan suhu lingkungan akan mengubah keseimbangan tersebut. atau daya tahan panas pada ternak akan tergantung pada jenis bangsa. frekuensi pernafasannya menjadi tinggi jika berada di tempat yang panas.berlangsung dengan semestinya. Iklim tropis sendiri membuat pertumbuhan relatif lebih cepat dan maturitas tanaman lebih awal dibanding dengan pengaruh iklim subtropis. dan faktor individu ternak sapi potong. serta mengurangi konsumsi rumput. tetapi sebaliknya sapi potong asal Eropa akan mengalami proses adaptasi cukup berat. dan sebaliknya kebutuhan akan air minum bertambah. Reaksi fisiologis ternak terhadap suhu lingkungan sebagai salah satu unsur iklim menentukan toleransinya. akan menghambat pertu buhan dan menurunkan reproduksi ternak. dan pada akhirnya dapat mengubah suhu tubuh ternak.

meski ternak sapi tanpa kandang pun tidak banyak mengalami kesulitan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekeringan lantai kandang. 4) Lantai Diusahakan lantai berlubang-lubang kecil. untuk kandang di lokasi/daerah panas. Kandang untuk sapi potong bisa dibuat dari bahan-bahan sederhana dan murah. tetapi harus dibuat dengan konstruksi yang cukup kuat. Dari pengaruh iklim makro dan mikro. dan mempermudah pembersihan. Perlu diperhitungkan ventilasi yang menjamin pertukaran udara secara teratur. bisa dipergunakan bahan atap yang memiliki daya serap panas besar. Kandang Sapi Potong Kandang bagi ternak sapi potong merupakan sarana yang diperlukan. 3) Binding Diusahakan bahan bangunan dinding papan yang baik. meski dengan bahan bangunan sederhana.akhirnya menuntut perlunya panas tambahan untuk metabolisme tubuh ternak. Kandang berfungsi tidak hanya sekedar sebagai tempat berteduh atau berlindung dari hujan. dapat disimpulkan bahwa iklim tropis dan pengaruhnya sangat kompleks. maka pertumbuhan dan pertambahan berat tubuh ternak berjalan lamban. Pendekatan melalui teknologi sangat penting dalam usaha pengendalian. melainkan bagi ternak sapi sebagai tempat istirahat yang nyaman. Adapun persyaratan teknis yang diperlukan dalam pembuatan kandang: 1) Konstruksi Diusahakan konstruksi kandang cukup kuat. Dengan demikian ternak tidak mengalami hambatan yang kronis. . terutama tiang-tiang utama bangunan kandang. Bilamana proses semacam ini berlangsung cukup panjang dan dapat tercerna. Tetapi di lokasi/daerah dingin. Tetapi diusahakan agar angin yang keras terhindarkan. Tentu saja hal ini sangat merugikan. 2) Atap Diusahakan bahan atap yang ringan dan memiliki daya serap panas yang relatif kecil.

Dalam contoh ada dua alternatif disain kandang sapi potong.Disain Kandang Kandang sapi potong menurut konstruksinya. 3) Kandang sapi pemacak. sebaiknya dibuat cukup efisien. dan tempat mengawinkan sapi. Penampang kandang tunggal Denah kandang tunggal . dalam artian bahwa kandang menjadi tempat istirahat sapi dan sekaligus berfungsi sebagai gudang. 1) Kandang sapi potong bentuk tunggal. 2) Kandang sapi potong bentuk ganda.

.

BAB III .

6. karena telah dihubungkan dengan jalan yang telah diaspal. Kecamatan kediri Kabupaten Tabanan kelompok ternak ini akan menjadi sasaran penyuluh. setelah pekerjaan pokok. Data Geografis Daerah ini merupakandaerah dataran rendah yang basah. 1. tidaklah begitu sulit. terdiri dari 20 kk yang tersebar secara merata di . Sedangkan beternak adalah pekerja sambilan. 5. Banjar 4. Data Perumahan Setiap kk.PENYUSUNAN PROGRAM PENYULUHAN III. sehingga sangat cocok sebagai lahan pertanian. Data Pendidikan Tingkat pendidikan dari anggota kelompok ternak ini adalah sebagai berikut : 10% lulusan SMA. 2. 50% lulusan SLTP. 7. Data Pemilihan Dan Jenis Ternak Data Keadaan Kelompok Kelompok ternak Mekar Sari. Kategori rumahnya adalah rata-rata termasuk rumah tipe sederhana. Berikut ini akan disajikan data dari Kelompok Ternak Mekar Sari yang beralamat di Banjar Delo Umo. Data Sarana Prasarana Untuk mencapai daerah ini. Tahap Pengumpulan Data Situasi / Keadaan Data situasi adalah fakta yang ditunjukkan oleh data yang terdapat pada saat akan disusunnya suatu program. Seorang penyuluh.1. Data Pekerjaan Mata pencaharian utama dari anggota kelompok ternak ini adalah sebagai petani lahan basah (padi). Selain itu listerik dan air bersih (PDAM) telah masuk daerah ini. sebelum melakukan penyuluhan hendaknya harus mengetahui data keadaan daerah yang akan disuluh. dan sisinya 40% lulusan SD. 3. dari anggota kelompok ternak ini telah memiliki rumah masingmasing. Desa Buwit.

dan masih mempertahankan metode-metode lama yang kurang efektif. Dalam hal perkandangan.Ternak pokok yang dipelihara oleh anggota kelompok ternak ini adlah Sapi Bali.2. dan babi. Tahap Penetapan Kebutuhan Petani ternak anggota kelompok ternak mekar sari. III. 8.4. Selain sapi. III. itik. maka system peternakan pada kelompok ternak mekar sari adalah sebagai berikut yaitu peternakannya masih sangat traditional.3. sanitasinya kurang dan beberapa dari anggota kelompok ternak belum mempunyai kandang yang permanen Data-data diatas didapatkan melalui pengamatan secara langsung dan wawancara pada kelompok ternak Mekar Sari III. Data Penerapan Panca Usaha Peternakan Khusus untuk perkandangan. Tahap Analisis Data Baerdasarkan data diatas. Tahap Perumusan Masalah . ternak yang dipelihara lainnya seperti ayam kampung. sehaingga pada musim hujan kandangnya menjadi becek dan tidak layak ditempati oleh ternak. belum mampu menerapkan salah satu panca usaha penggemukan sapi potong yaitu mengenai tata laksana perkandangan yang baik. Padahal dengan manajemen kandang yang baik produktivitas ternak dapat ditingkatkan. Kandang yang kurang baik ini berakibat pada kesehatan sapi penggemukan dan pada penampilan ternak yang tidak optimal. Rata-rata abggota kelompok ini memelihara sapi 2-3 ekor perkepala keluarga. anggota keluarga ternak ini belum mempunyai pengetahuan tentang tatacara perkandangan yang baik kandang-kandang masih sangat traditional dengan sanitasi yang kurang baik lantai kandangnya pun belum dibeton. peteani ternak ini masih menerapkan tata cara perkandangan yang sangat teraditional yaitu lantai belum dibeton. Hal ini disebabkan karena dapat hidup nyaman serta kesehatan dapat lebih terjamin.

siaran melalui radio dan televisi maupun penyebaran karya-karya tulisan. III. ceramah. demonstrasi. kunjungan ke lahan usaha tani. yakni metode diskusi demonstrasi III. 3. metode penyuluhan yang paling tepat adalah metode berdasarkan pendekatan kelompok. diantaranya: 1. bvcb . III. dll Metode massal. seperti kunjungan ke rumah. Metode berdasarkan pendekatan kelompok yakni.Petani ternak anggota kelompok ternak mekar sari belum mampu menerapkan panca usaha peternakan sapi penggemukan hal ini disebabkan oleh : penggemukan.5. diskusi. dan magang. Metode berdasarkan pendekatan perorangan. Namun.6. pemutaran slide.7. Tahap Penetapan Tujuan Petani ternak anggota kelompok ternak mekar sari belum mengetahui tata cara perkandangan seperti pada peternakan sapi Tujuan penyuluhan tentang peternakan sapi penggemukan kelompok ternak mekar sari ini adalah anggota kelompok mekar sari diharapkan dapat memahami tentang tata cara peternakan sapi penggemukan khususnya tentang tata laksana perkandangan pada sapi penggemukan. kita dapat menempuh beberapa metode penyuluhan yang dapat dipilih. kontak informal. dalam dalam kesempatan ini. Tahap Penetapan Alternatif Untuk Mencapai Tujuan Untuk mencapai tujuan diatas. 2. meliputi rapat umum. kursus tani.

.III. III. Pelaksanaan program ini juga melibatkan banyak pihak yang terdapat didalam suatu sistem masyarakat setempat. Tujuan dari diadakan program ini adalah terjadinya perubahan pada diri sasaran yakni perubahan prilaku. sehingga dari pengetahuan yang didapat diharapkan dapat merubah sikap dan ketrampilannya untuk menerapakannya didalam usaha ternaknya. Tahap Evaluasi Keadaan pada kelompok ternak Mekar Sari rata-rata keadaan ekonominya menengah kebawah dan tingkat pendidikannya sebagian besar masih rendah serta tatalaksana kendang sapi pengemukan di kelompok ternak tersebut masih belum baik dan banyak yang belum memenuhi persayratan kandang yang baik. Tahap Pelaksanaan Rencana Kerja Untuk melaksanakan rencana kerja dan kalender kerja yang telah dibuat agar berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan sesuai dengan tujuan utama dalam memberikan penyuluhan terhadap kelompok ternak Mekar Sari. waktu dan alat cukup mendukung untuk mengadakan penyuluhan karena waktu dalam memberikan penyuluhan dilakukan pada waktu istirahat sehingga tidak menyita waktu aktivitas mereka. tempat.9. Pelaksanaan rencana kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan metode pengajaran memberikan pengetahuan tentang kontruksi kandang yang memenuhi persyaratan kandang yang baik serta memberikan sketsa gambar-gambar tentang kandang yang memenuhi persyaratan untuk memudahkan dalam menyampaikan informasi dan agar mudah dimengerti. oleh karena itu pelaksanaan program penyuluhan dilakukan langsung oleh pembuat program. Fasilitas. didalam perubahan prilaku ini diharapkan pada kelompok ternak Mekar Sari mendapatkan tambahan pengetahuan tentang kandang sapi pengemukan yang baik dan benar.8.

dan tahap evaluasi. .2 SARAN Disarankan untuk memberikan penyuluhan yang berkelanjutan tentang sistem pemeliharaan sapi pengemukan pada kelompok ternak Mekar Sari agar dapat beternak dengan baik sehingga dapat mengembangkan usaha peternakanya dan dapat meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat petani peternak atau kelompok ternak Mekar Sari. Tujuan diadakan penyuluhan tentang kandang sapi pengemukan adalah untuk merubah pengetahuan tentang kandang yaitu yang tidak tau tentang kontruksi kandang yang memenuhi persyaratan menjadi tau. tahap menetapkan tujuan. tahap menetapkan kebutuhan. 2. tahap pelaksanaan rencana kerja. sehingga bisa berubah sikap dan ketrampilannya untuk menerapkannya dalam usaha ternaknya.tahap menetapkan rencana kerja dan kalender kerja.1 KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. tahap analisis data. tahap menetapkan alternatif untuk mencapi tujuan. Tahap tahap dalam penyusunan program dan rencana kerja yaitu tahap mengumpulkan data situasi atau keadaan. tahap perumusan masalah. IV.BAB IV PENUTUP IV.

Samad M. Jakarta. Yasaguna. Drs. N. Beternak Sapi Potong.1990. Penyuluhan Peternakan. 1978 Suparta.DAFTAR PUSTAKA Yogyakarta. . Universitas Udayana. Kanisius. Peternakan Umum. Bambang A. M. DKK. Denpasar 2002 Sosroamidjoyo.

DESA BUWIT.TUGAS PENYULUHAN PROGRAM DAN RENCANA KERJA PENYULUHAN DI BANJAR DELO UMO. KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN MENGENAI KANDANG SAPI PENGEMUKAN diawasi dandidukung dengan Oleh : Ibnu Wijaya Maria Sofio Hegemur 0207105014 0207105015 JURUSAN PRODUKSI TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN .

UNIVERSITAS UDAYANA 2007 .