Anda di halaman 1dari 25

1. HUBUNGAN MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESARIA (SC) DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA OPERASI DI RUANG KEBIDANAN ...

TAHUN 2007 download 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR GANTI CARA DARI SUNTIK KE PIL DI BPS ... TAHUN 2007 download 3. FAKT 4. OR PENYEBAB PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG ... TAHUN 2006 download 5. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BPS ... TAHUN 2007 download 6. GAMBARAN PENANGANAN TERHADAP REMAJA PUTRI KORBAN PERKOSAAN DI UNIT PELAYANAN TERPADU-PEREMPUAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (UPT-PKTK) ... TAHUN 2007 download 7. PENATALAKSANAAN KALA III DAN KALA IV OLEH BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 8. PENATALAKSANAAN RETENSIO PLASENTA DI RUANG ... TAHUN 2007 download 9. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL MENOLAK DALAM BERHUBUNGAN SEKS DI ... TAHUN 2007 download 10. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 11. HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR IUD DENGAN KECEMASAN AKSEPTOR IUD DI BPS WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 12. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA DIARE PADA BALITA DI RUMAH SAKIT ... TAHUN 2007 download 13. GAMBARAN PENGETAHUAN CALON AKSEPTOR KB MENGENAI KBA METODE OVULASI BILLING DI RUMAH SAKIT PANTI ... TAHUN 2007 download 14. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM 6 HARI DI DESA ... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 15. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BELUM TERCAPAINYA CAKUPAN K4 DI DESA ... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2006 download 16. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA ... KECAMATAN ... TAHUN 2007 download 17. GAMBARAN PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG IMUNISASI DPT DI PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 18. HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU TERHADAP PROSES PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 19. FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA KELUHAN PREMENOPAUSE PADA IBU YANG BERKUNJUNG KE RB ... TAHUN 2006 download 20. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 21. KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT ... TAHUN 2007 download

22. KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR (WUS) YANG MENGALAMI KEPUTIHAN DI RB ... download 23. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 24. HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RUMAH SAKIT ... TAHUN 2007 download 25. GAMBARAN FAKTOR KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2008 download 26. HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA DI RSUD ... TAHUN 2007 download 27. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MATERI BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 28. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK YANG MENGALAMI KENAIKAN BERAT BADAN DI BPS ... TAHUN 2007 download 29. PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI DESA ... TAHUN 2008 download 30. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP STANDAR PELAYANAN ANTENATAL OLEH BIDAN DI PUSKESMAS ... TAHUN 2007 download 31. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) DI DESA ...TAHUN 2008. download 32. GAMBARAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE DI BPS WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...TAHUN 2008 download 33. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI TERLALU DINI DI DESA ...TAHUN 2007. download 34. GAMBARAN PENERAPAN KONSELING KB TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...TAHUN 2007 download 35. KARAKTERISTIK IBU DENGAN ABORTUS DI RSUD ... TAHUN 2007 download 36. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB IUD TERHADAP PENGGUNAAN AKDR/IUD DI PUSKESMAS ...TAHUN 2007 download 37. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... TAHUN 2008 download 38. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA IBU NIFAS HARI PERTAMA DI BPS ...TAHUN 2007 download 39. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI LINGKUNGAN ... TAHUN 2008 download 40. GAMBARAN PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (KALA I ) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ...TAHUN 2008 download 41. KARAKTERISTIK BALITA GIZI KURANG DI KAMPUNG ...TAHUN 2008 download 42. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIDAN MELAKUKAN SUNAT PEREMPUAN DI TIGA KECAMATAN DI KABUPATEN ...TAHUN 2008 download

.. download 61.. TAHUN 2008 download 53.TAHUN 2008 download 56. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS . HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG STANDAR ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN PRAKTEK PELAKSANAANNYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ... 2008 download 47...TAHUN 2008 download 46.. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PRE DAN POST SC OLEH BIDAN DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT .. HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...TAHUN 2008 download 54... HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG STANDAR ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN PELAKSANAANNYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH ANAK PADA USIA SEBELUM 2 TAHUN DI DESA . TAHUN 2008 download 60..TAHUN 2007 download 49.. ANALISIS PELUANG TERJADINYA PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB) PADA PASIEN HYPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ... KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI MENOPAUSE DI BPS.43.TAHUN 2008 download 59. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN BUDAYA PATRIARKI DENGAN KEJADIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI DESA PURWAJAYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS .TAHUN 2008 download 50. GAMBARAN RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR KB DI ... FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN UKS OLEH SISWI SMP KELAS VII SE-KECAMATAN . HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT . KARAKTERISTIK IBU POST PARTUM YANG MENGALAMI INFEKSI NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS . ...TAHUN 2008 download 52.TAHUN 2008 download 55..TAHUN 2008 download ....TAHUN 2008 download 58.... TAHUN 2008. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUANG KEBIDANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) .TAHUN 2007 download 48.. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA MASA NIFAS DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ..TAHUN 2008 download 45... GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEPUTIHAN DAN PENANGANANNYA DI DESA ...TAHUN 2008 download 51..TAHUN 2008 download 57. KARAKTERISTIK PENDERITA DIARE DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT . GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN ASI 30 MENIT SETELAH BAYI LAHIR OLEH BIDAN RSUD ...TAHUN 2008 download 44. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .

..TAHUN 2008 download 75...5 TAHUN DI POSYANDU ..... GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMK NEGERI .TAHUN 2006 download 80. GAMBARAN PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (KALA I ) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ..TAHUN 2006 download 79. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS . TAHUN 2008 download 72......NOVEMBER-DESEMBER TAHUN 2008 download 74.TAHUN 2008 download 68.. TAHUN 2008 download 70. GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP SADARI DI DESA ...62. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG MASTITIS DI DESA .. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASUPAN PROTEIN DALAM NUTRISI PADA BALITA DI PUSKESMAS . GAMBARAN PENATALAKSANAAN STERILISASI ALAT POST PARTUM DI RB.. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DI BPS ...TAHUN 2008 download 64.TAHUN 2006 download 81.. GAMBARAN TENTANG RENDAHNYA AKSEPTOR IUD (AKDR) DI PUSKESMAS . KARAKTERISTIK IBU BAYI USIA 0-7 HARI YANG MENDAPATKAN IMUNISASI HEPATITIS B DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS . GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIPERMESIS GRAVIDARUM DI BPS .. GAMBARAN PENERAPAN SAFE MOTHERHOOD PADA SAAT ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS .TAHUN 2006 download 83...TAHUN 2008 download 65. TAHUN 2006 download 82..... ...TAHUN 2008 download 66.TAHUN 2006 download 78.... TAHUN 2008 download 73.TAHUN 2008 download 71. HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN GANGGUAN MENTSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI PUSKESMAS . TAHUN 2006 download 77.TAHUN 2008 download 67. . ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN GANGGUAN MENTSTRUASI PADA AKSEPTOR KB (Proposal Only) 69... GAMBARAN CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A DOSIS TINGGI PADA BALITA DI PUSKESMAS . ANALISA PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK DI BPS .. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB IUD DI DESA .. TINGKAT PENGETAHUAN IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KELUARGA BERENCANA (KB) ALAMIAH DI . GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DI BPS . TAHUN 2008 download 63.. TAHUN 2006 download .TAHUN 2008 download 76... KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAKUKAN ANC DI BPS. ANALISIS RENDAHNYA KUNJUNGAN ANAK 1 .

GAMBARAN PELAKSANAAN RESUSITASI PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUANG . PERSEPSI AKSEPTOR PIL TENTANG PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS . GAMBARAN PENGETAHUAN KADER TENTANG POSYANDU DI KELURAHAN download 87. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG PADA BAYI DI POSYANDU ..84.. download 98.... download 89...... download 104. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERLALU DINI DI DUSUN . GAMBARAN KUALITAS PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS .. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG VITAMIN A DI POSYANDU .... HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IMPLAN DI DUSUN . download 94. download 103. KARAKTERISTIK PENDERITA PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUANG . download 101.. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN RETENSIO PLASENTA DI RUANG BERSALIN .. FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI DESA .... download 97. download 105.. download 95. TAHUN 2006 download 86. TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA AKBID TINGKAT II SEMESTER III TENTANG ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) download 107.TAHUN 2006 download 85... download 91.. download 88.. download 90.... download 93. KARAKTERISTIK PENDERITA SEPSIS NEONATORUM DI RUANG . GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR HEPATITIS B PADA BAYI (0-12 BULAN) DI DESA.. download 92. HUBUNGAN ANEMIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III DI ... download 102.. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DI DESA .. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI TT CATIN. HUBUNGAN MASSASE DENGAN PENGURANGAN RASA NYERI PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDA INPARTU KALA I DI BPS . TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA (6-24 BULAN) DI PUSKESMAS.. PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG PENGGUNAAN IMPLANT DI RB.. download 99.. download 96. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DIARE PADA BAYI DI RUANG .. download 106.... download .. GAMBARAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DALAM PERSALINAN KALA I DI RB .. PENGETAHUAN KADER TERHADAP KEGIATAN POSYANDU DI PUSKESMAS . download 100.. GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DI BPS ...

. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA PERTOLONGAN PERSALINAN PADA DUKUN DI DESA .... HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IUD DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU SEBAGAI AKSEPTOR IUD DI.. PENATALAKSANAAN ASUHAN IBU NIFAS 1-3 HARI OLEH BIDAN DI.. download 123. download . GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST SECTIO CAESARIA TENTANG PEMBERIAN KOLOSTRUM DI.. PERBEDAAN KADAR Hb IBU HAMIL DI DAERAH . download 109. GAMBARAN PENATALAKSANAAN 2 JAM POST PARTUM DI RUMAH PASIEN OLEH BIDAN DI DESA … download 118.... GAMBARAN PELAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI OLEH NAKES DI.... GAMBARAN PERSALINAN DENGAN SECSIO CAESARIA DI RS. SIKAP SISWA KELAS XI TENTANG PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI.... PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP WAKTU PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI BPS . download 114.... download 127. download 112... download 110... GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS… download 117. RUANG KIA DI. GAMBARAN EFEK KB IUD PADA AKSEPTOR KB IUD DI. download 115..... PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS III TENTANG KEPUTIHAN DI SLTPN ... GAMBARAN RUJUKAN PERSALINAN OLEH BIDAN DALAM PENERAPAN BAKSOKUDO DI. PENATALAKSANAAN ASUHAN IBU NIFAS 1-3 HARI OLEH BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS … download 120.. download 122.. PENATALAKSANAAN 6 JAM PERTAMA PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS … download 119. download 128. GAMBARAN PENATALAKSANAAN APN OLEH BIDAN YANG MENDAPATKAN PELATIHAN DAN SERTIFIKAT APN DI RB DAN BPS DI KOTA . DAN DAERAH .108. HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA HAMIL DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI BPS.. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR WANITA PASANGAN USIA SUBUR TIDAK MENGGUNAKAN KONTRASEPSI TUKBEKTOMI DI … download 121. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI KELAS III DI ... download 124.. download 129.. download 116... download 126. download 125. download 113. download 111. PENATALAKSANAAN 6 JAM PERTAMA PADA BAYI BARU LAHIR DI. PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES PANAS TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI SAAT PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA KALA I FASE AKTIF DI.

HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI PADA IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI. download 141... download 145... download 144.... GAMBARAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN DETEKSI DI... FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SULIT MAKAN PADA ANAK DI TK ... GAMBARAN PELAPORAN PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT KESEHATAN IBU DAN ANAK (PWS-KIA) OLEH BIDAN DESA . download 138..... HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA DI RUMAH SAKIT .. SIKAP DAN PERILAKU IBU TERHADAP ISPA PADA ANAK USIA 1-4 DI PKM. DAN BPS-BPS DI. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN PRIA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KB VASEKTOMI DI... download 133. download 142.... download 146. download 136.. download 149. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR KB IUD TENTANG PENATALAKSANAAN KB IUD DI..... FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI PKM ..... GAMBARAN PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA SAAT HAMIL DI BPS .. download 139. download 131. download 132. download ...... download 137. download 134. download 140. GAMBARAN FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL PERILAKU BIDAN DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DI. download 135. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN PELAYANAN ANTENATAL DI KLINIK IBI .. ANALISIS PELUANG TERJADINYA HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI YANG DIRAWAT DI .. GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN SALEP MATA DAN VITAMIN K TERHADAP BAYI BARU LAHIR OLEH BIDAN DI WILJA PKM .. HUBUNGAN ANTARA AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO PROVERA DENGAN GANGUAN MENSTRUASI DI PKM .130.NI KARTU DATA TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 5-6 TAHUN DI.. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI.. FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA SISWI SMU . download 147. RB . download 148. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS DI PKM ... download 143. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI... HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP STATUS IMUNISASI PADA BAYI DI..

3.C1.5.150. 165. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN TERHADAP TINGGINYA PERSALINAN OLEH DUKUN DI DESA XXX N4. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PASANGAN USIA SUBUR MEMILIH KONTRASEPSI TUBEKTOMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX IC. 155. KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI YANG MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI XXX DE. 152.1 167.2. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI COMBO (DPTHB) DI PUSKESMAS XXX AKBM.6.9.6. 158. 161. GAMBARAN PENGETAHUN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF SELAMA BULAN MEI DI RUMAH BERSALIN XXX NU.2. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS XXX DO.4.4. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS PADA KELAS II DI SMA XXX ME-6. HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB) DI RUANG XXX RUMAH SAKIT XXX S. 160. GAMBARAN PENATALAKSANAAN ABORTUS INKOMPLIT DI RUANG XXX RUMAH SAKIT XXX C. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TERHADAP PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX P.3. 171. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI AKSEPTOR KB DENGAN PENGGUNAAN KB MOP DI DESA XXX F. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM (0-3 Hari) TENTANG SINDROM BABY BLUES DI RS XXX NE. 168.2. 162. 166.7. 164. 151. GAMBARAN PENATALAKSANAAN ASUHAN PERSALINAN KALA IV DI BPS YANG ADA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX PU. . 170. 169. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX AP.3. 5. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS XXX B. 157. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MAKANAN SELAMA HAMIL DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX AKBA-A1.5. HUBUNGAN PEMBERIAN KONSELING KB DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS XXX H. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG STANDAR PELAYANAN ANTENATAL DI PUSKESMAS XXX D. 154. GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG PERUBAHAN FISIK XXX DH. 153. 156. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA KELAS X TENTANG SEKS BEBAS DI SMK NEGERI XXX C. 163.7. HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN PERAWATAN SEHARI-HARI PADA ANAK BALITA DI XXX AKBD4. 159.8. HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI XXX C.A.

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN DALAM MENGAPLIKASIKAN PARTOGRAF DI BPS YANG ADA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX M. 179. . HUBUNGAN KADAR Hb DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA TINGKAT II DI PRODI D III KEBIDANAN XXX SR. HUBUNGAN PENGETAHUAN WUS USIA <20> 191. 175. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KIA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS XXX S. GAMBARAN PENATALAKSANAAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU NIFAS DI RB XXX R.3.16. 177. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG KUNJUNGAN PERTAMA PEMERIKSAAN KEHAMILAN (K1) DI PUSKESMAS XXX F. GAMBARAN KARAKTERISTIK BALITA DENGAN GIZI KURANG DI WILAYAH KOTA XXX R. 181. 183. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU-IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 012 BULAN TENTANG DIAPER RASH DI BPS XXX SE. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG ASTER RUMAH SAKIT XXX N.10. 186.172.1. 187.5.9. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DI RB XXX Y. 184.21. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ROBEKAN PERINEUM PADA IBU BERSALIN PERVAGINAM DI BPS XXX DR.19. 174.15. 178.7.14.12. 192. GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA/I SLTA KELAS X TENTANG PERUBAHAN SEKS REMAJA DI SMA XXX N. 180.13. 189.6. GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA YANG TINGGAL INDEKOST TENTANG SEKS PRA NIKAH DI XXX F. GAMBARAN TNGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VII DAN VIII TENTANG PERUBAHAN FISIK PUBERTAS DI SMP XXX IC.17. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOXOID (TT) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS XXX AKBPB. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KUNJUNGAN K4 DI PUSKESMAS XXX M. 176. 188.11. TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA D III KEBIDANAN XXX SEMESTER IV TENTANG TEKNIK PENGISIAN PARTOGRAF I. 182.E. 185.2.20. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS XXX RD. 190. 173. KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN ANC DI PUSKESMAS XXX F. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI BPS XXX P.8. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK YANG MENGALAMI KENAIKAN BERAT BADAN DI BPS XXX K.18.

GAMBARAN KEBIASAAN MEROKOK REMAJA DI SMAN XXX M. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG METODE KB KALENDER DI DESA XXX DW. 198. 12. TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA WANITA TENTANG PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMU XXX S. 196. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA KEHAMILAN DI XXX N. 210. 200.18.26. 194. 199. 212.9.13. 201. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KAPSUL VITAMIN A PADA BALITA DI XXX D. 213. 195. 211.23.11. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI PENCEGAHAN BAHAYA SEKS BEBAS DI SMA XXX R.14. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR KB PIL TIDAK MAU BERALIH KE IUD DI BPS XXX T.16.15. 204. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN SENAM HAMIL DI PUSKESMAS XXX NO. GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI MASA NIFAS DINI OLEH TENAGA KESEHATAN TERHADAP IBU-IBU POST PARTUM DI 3 BPS XXX Y.24.10. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX R. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PAP SMEAR DI RUANG XXX S.19. PENGETAHUAN MAHASISWI KOST TENTANG ABORSI DI XXX E. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK OLEH AKSEPTOR DI BPS XXX N. KARAKTERISTIK IBU YANG MEMILIH BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX E. FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMP XXX SE.7. FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRILAKU IBU YANG MENYAPIH BAYINYA DI POSYANDU XXX W. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI USIA 10-19 TAHUN TENTANG KEBERSIHAN PADA SAAT MENSTRUASI DI XXX YU.21. 208. 206.27.25.20.8.22. 209. 203. 207. GAMBARAN FAKTOR RESIKO KEGAGALAN PERSALINAN PERVAGINAM PADA IBU-IBU HAMIL DENGAN RIWAYAT PERSALINAN SECSIO CAESAR DI RSUD XXX R. 205. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SULIT MAKAN PADA ANAK DI TK XXX IM. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMA XXX ME. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ORALIT SEBAGAI PERTOLONGAN PERTAMA BALITA YANG MENGALAMI DIARE DI PUSKESMAS XXX LI. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG NUTRISI IBU HAMIL DI DESA XXX AG.28 .17. 197.193. 202.

PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB PIL TENTANG EFEK SAMPING PIL ORAL KOMBINASI (POK) DI KELURAHAN XXX IK.33 218.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOPROVERA DI DESA XXX LI.39 224. TINJAUAN PELAKSANAAN POSYANDU MODEL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX KA. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERSALINAN DENGAN EKSTRAKSI FORSEP DI RS XXX FA. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG POLA PENYAPIHAN ANAK USIA BAWAH TIGA TAHUN DI KELURAHAN XXX IN. PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI HEPATITIS.B PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI 0 – 11 BULAN DI XXX AM. GAMBARAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG PAPSMEAR DI PUSKESMAS XXX DA.44 229.32 217.30 216. PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PELAKSANA PENANGANAN PENDERITA NAPZA TENTANG PENATALAKSANAAN NAPZA DI XXX EL.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI KELURAHAN XXX EL. SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL DI XXX LI.38 223.43 228.35. PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN DI KELURAHAN XXX EN.36 221. DETERMINAN IBU TIDAK MENIMBANGKAN BALITANYA DI POSYANDU XXX EL. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST SEKSIO SESAREA TENTANG MOBILISASI DINI DI RUMAH BERSALIN XXX ER. GAMBARAN FAKTOR .41 226. GAMBARAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM DENGAN TINDAKAN OPERASI SEKSIO SESAREA TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA DAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI DI RS XXX DE.45 230. GAMBARAN TENTANG MOTIVASI MAHASISWI MEMILIH PROFESI BIDAN DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN XXX FI. PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI DI LINGKUNGAN XXX DI. TINJAUAN EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB PIL DI XXX DE.40 225.29 215.51 236.47 232. GAMBARAN FAKTOR .214. KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH BAYI DI BAWAH USIA 1 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX FL. KECEMASAN PASANGAN SUAMI ISTRI DENGAN INFERTIL PRIMER DI RUMAH BERSALIN XXX FI.52 .42 227. 220. PELAKSANAAN RESUSITASI PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH BERSALIN XXX MA.34 219.46 231.50 235.49 234. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DI SMP NEGERI XXX EK. PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGANTI AIR SUSU IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX EL. DETERMINAN PEMBERIAN KONSUMSI BUAH SEGAR PADA BALITA DI POSYANDU XXX ER.48 233.37 222.

65 250.60 245. KARAKTERISTIK EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA XXX MI. GAMBARAN PERSYARATAN MINIMAL FASILITAS PELAYANAN AKDR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXX MA. KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN BALITA RAWAN GIZI DI KELURAHAN XXX EK.66 252.55 240. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI RS XXX NE.54 239. 2002).62 247. Program Keluarga Berencana (KB) sebagai pilar pertama. PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SEKS KOMERSIL TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI XXX MA.59 244.67 PENDAHULUAN A.237. PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI DI XXX TI. Program Keluarga Berencana (KB) adalah bagian yang terpadu (Integral) dalam program Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk turut serta menciptakan . Dewasa ini. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN SC DI RUANG KEBIDANAN RS XXX NE.64 249. GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI PADA ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH INSAN KAMIL DI JALAN XXX MA. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN PELAYANAN ANTENATAL DI KLINIK IBI KECAMATAN XXX TM. PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMU XXX HA.53 238.61 246. PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS XXX TM. Latar Belakang Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “Empat Pilar Safe Motherhood”.57 242.56 241. TINJAUAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN XXX MU. telah dianggap berhasil (Saifudin. KARAKTERISTIK EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA XXX MI.58 243. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU 251. KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) PADA BALITADI XXX DE.63 248. GAMBARAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA IBU POST SEKSIO SESAREA DI RS XXX NE.

Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan. spermiside. sedangkan hasil survey BKKBN Kabupaten Lampung Timur (Desember 2006) jumlah PUS 184. Metode KB yang dapat digunakan terdiri dari 2 macam yaitu metode sederhana (kondom. spoting (bercak darah) dan menoragia. pantang berkala) dan metode efektif (hormonal. seperti amenorea (30%). sederhana dan murah. perubahan BB 127 orang. sprititual dan sosial budaya penduduk Indonesia (Dep. jones. efektif. sakit kepala 43 orang dan lain-lain 43 orang tidak ada keluhan 106 orang dan jumlah peserta KB aktif pada RB Do‟a Ibu Sekampung Lampung Timur (Desember – Februari 2007) adalah berjumlah 510 dengan pemakaian suntik KB Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) berjumlah 371 akseptor. 1994). seperti halnya dengan kontrasepsi hormonal lainnya dan dijumpai pula keluhan mual. Berdasarkan data yang di peroleh dari BPS Statistik Kesejahteraan Rakyat di Indonesia pada tahun 2003. 1994).538 dan untuk Kecamatan Sekampung jumlah PUS nya 11783 akseptor KB suntik 1890 dari survei akseptor KB suntik berjumlah 425 selama tiga bulan terakhir (Desember – Februari 2007) dan mempunyai keluhan yang dominan yaitu berupa gangguan haid 106 orang. jumlah akseptor KB suntik menduduki tingkat pertama (51. pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran (Dep. Salah satu jenis kontrasepsi efektif yang menjadi pilihan kaum ibu adalah KB suntik.379. 2002). . perubahan berat badan (7-9%) (Hartanto.kesejahteraan ekonomi. Namun demikian KB suntik juga mempunyai banyak efek samping. Kes RI. akseptor KB suntik 41. 1998).257 peserta. Kes RI. mekanis dan metode KB darurat) (Manuaba. sakit kepala (<1-17%) (pusing).08%). galaktorea (90%). koitus interuptus. 2005 ). Cara ini mulai disukai masyarakat kita dan diperkirakan setengah juta pasangan memakai kontrasepsi suntikan untuk mencegah kehamilan (1983) (Muchtar. dan untuk tingkat Propinsi berjumlah 337. ini disebabkan karena aman. R.

"Membuat Kuesioner Penelitian" .

Pemecahannya adalah menghindari pertanyaan yang sensitif. Selain itu nama responden juta tidak perlu dicantumkan. Katakan kepadanya bahwa penelitian ini semata-mata untuk pengembangan ilmu. Upayakan untuk meyakinkan responden bahwa ini beda. sebagai berikut: (a) Responden sering menganggap wawancara tidak masuk akal dan bahkan sering menganggapnya sebagai dalih (subterfuge) untuk tujuan-tujuan tertentu misalnya komersial.. Disebut juga dengan istilah pedoman wawancara (interview schedule). atau bahkan mencari sumber data yang lain. Sebelum mebuat kuesioner. misalnya takut dirilis di media massa. (f) Responden menjawab dengan pertimbangan normatif. atau juga hipotesis penelitian yang dirumuskan.Salah satu instrumen pengumpul data dalam penelitian adalah kuesioner. Ini jarang terjadi di negeri kita. (e) Responden orang „penting‟ dan sering merasa tahu akan apa yang akan ditelitinya. Namun jika hal seperti ii terjadi. dan bukan untuk kepentingan lain. Beberapa permasalahan yang mungkin dan bahkan sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya adalah sebagaimana disarankan oleh Bailey (1987). (b) Responden merasa terganggu dengan adanya informasi yang dirasa menyerang dirinya atau kepentingannya. Kuesioner ini biasanya berkaitan erat dengan masalah penelitian. Katakan . beri pengertian bahwa responden dalam hal ini turut berjasa dalam membantu penelitian ini. namun kita akan menggunakan istilah generiknya yaitu kuesioner. (c) Responden menolak bekerja sama atas dasar pengalaman masa lalu. (g) Responden merasa takut akan „kebodohannya‟ dalam menjawab pertanyaan ini. Tentu saja dengan katakata yang baik dan sopan. (d) Responden yang tergolong dirinya kelompok minoritas sehingga merasa lelah karena sering dijadikan kelinci percobaan (guinea pig). berpikir baik atau jelek. peneliti bisa menggunakan instrumen lain. Cara pemecahannya adalah dengan metode menyanjung orang penting tadi. serta diyakinkan bahwa tidak akan ada nama responden di dalamnya. Alternatif pemecahannya antara lain adalah menyampaikannya dalam pengantar bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar untuk tujuan nonkomersial. ada baiknyapeneliti mengantisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data dari responden. misalnya dengan mengatakan bahwa hanya dialah orang satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang masalah ini. atau disebut juga daftar pertanyaan (terstruktur).

Pertanyaan jenis ini termasuk kategori sensitif. Kami datang untuk menyelidikinya.kepadanya bahwa jawaban apapun dari responden itu penting. dan apakah anda juga sering mencoreti buku milik perpustakaan untuk kepentingan penjelasan secara khusus?. Contoh. apakah anda sering menyobek buku di perpustakaan selagi tidak ada pengawas yang melihatnya. bukan?. Kegagalan-kegagalan dalam membuat kuesioner: (a) Luncuran pertanyaan ganda: Jangan menanyakan satu masalah dalam satu pertanyaan. (b) (c) Relevansi Relevansi pertanyaan pertanyaan dengan dengan studi: responden: betul betul. Anda pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah?. . dan tidak ada yang salah dalam menjawab. menurut presiden. Anda tentu mengetahui peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah ini. Pemecahannya adalah mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. Bisa Anda sebutkan orangnya?. Bisa dibayangkan bahwa jika semua pertanyaan dijawab dengan setuju. Persyaratan lain dalam membuat kuesioner (a) Relevansi kuesioner: Relevansi pertanyaan dengan tujuan studi. Di daerah ini sering terjadi perampokan dan penodongan di malam hari. bahkan kurang ajar. Contoh. oleh karena itu tolong jawab dengan sejujurnya pertanyaan-pertanyaan kami. relevan pertanyaan dengan responden secara perorangan. atau. Pertanyaan seperti ini biasanya dijawab secara langsung dengan kata „setuju‟. (c) Pertanyaan sensitif: Hati-hati dengan pertanyaan sensitif seperti contoh berikut: Anda pernah melakukan onani?. (d) Pertanyaan yang menakut-nakuti: Contoh. kita harus mengencangkan ikat pinggang dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. (b) Pertanyaan yang mengaahkan: Hindari bentuk pertanyaan seperti ini. karena andalah yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). atau merasa itu bukan bidang minatnya. (h) Responden mengatakan tidak ada waktu untuk menjawabnya. Anda setuju.

maka sering digunakan pertanyaan model gabungan antara keduanya. (a) Kuesioner dengan jawaban tertutup: Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut: (1) jawaban-jawaban bersifat standar dan bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain. Misalnya dalam satu pertanyaan. (3) responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya. (4) jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. disamping disediakan alternatif jawaban oleh peneliti. (3) sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu banyak sehingga membingungkan responden untuk memilihnya. bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada. terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin. Meskipun demikian. (2) membolehkan responden untuk menjawab sedetil atau serinci mungkin atas apa yang ditanyakan peneliti. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya. semua kekurangan seperti tadi bisa diatasi. meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. Dalam hal ini pendapat responden dapat diketahui dengan baik oleh peneliti. (2) jawaban-jawabannya jauh lebih mudah dikoding dan dianalisis. atau manakala peneliti ingin melihat bagaimana dan mengapa jawaban responden serta alasan-alasannya. Di sini peneliti tidak memberikan satupun alternatif jawaban. sehingga hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu. juga . yakni: (1) sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban.Kuesioner tertutup dan terbuka Ada dua jenis pertanyaan dalam kuesioner. dan gabungan tertutup dan terbuka. yaitu semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh peneliti. (c) Kuesioner dengan jawaban tertutup dan terbuka (gabungan): Untuk menjembatani kekurangan-kekurangan seperti tadi. dan (5) analisis dan formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan jawaban terbuka. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan peneliti akan masalah yang diutarakannya. (4) tidak bisa mendeteksi adanya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia. Dengan model tertutup dan tebuka. terbuka. ada juga kelemahannya. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai. (2) responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya. (b) Kuesioner dengan jawaban terbuka: Keuntungannya antara lain adalah: (1) dapat digunakan manakala semua alternatif jawaban tidak diketahui oleh peneliti. yakni pertanyaan terbuka.

meskipun tidak mutlak. (b) Pertanyaan-pertanyaan yang mudah sebaiknya ditempatkan pada bagian awal kuesioner. Dalam mengolah data untuk model terakhir ini. (c) Susunlah pertanyaan dengan pola susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. Pertanyaan kontingensi Maksudnya adalah bentuk pertanyaan yang masih ada kelanjutannya. (2) mencari informasi akademik untuk kepentingan tugas dari dosen. dan tidak meloncat-loncat dari tema satu ke tema yang lain. yakni sebagai berikut: (a) Pertanyaan sensitif dan pertanyaan model jawaban terbuka sebaiknya ditempatkan di bagian akhir kuesioner. (4) ………… menambah pengetahuan. (3) menambah wawasan. (Responden menjawab dengan tulisan sendiri pada alternatif yang terbuka ini). Atau bisa juga peneliti melihat ulang apakah jawaban responden yang terakhir itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam salah satu alternatif jawaban yang tersedia. peneliti bisa menganggapnya sebagai jawaban seperti pada alternatif yang tersedia tadi. Kita bisa melihat bahwa sebenarnya jawaban responden tersebut sama atau hampir sama dengan alternatif nomor (3) menambah wawasan. setujukah Anda terhadap aborsi? Sementara itu di tempat lain.perlu disediakan alternatif terbuka (c. Dan jika ternyata jawabannya sama dengan salah satu alternatif jawaban yang tersedia namun dalam bahasa yang berbeda. ada pertanyaan. Contoh sebuah pertanyaan sederhana dengan alternatif jawabannya: Tujuan Anda berkunjung ke perpustakaan adalah: (1) mengerjakan tugas-tugas akademik. Anda pernah . Misalnya. Susunan pertanyaan Ada aturan umum dalam menyusun urutan pertanyaan yang dibuat. tidak setujukan Anda terhadap aborsi?. …………… ) untuk diisi sendiri oleh responden sesuai dengan pendapatnya secara bebas. tidak bertele-tele. (d) Susunlah pertanyaan sesuai dengan susunan yang logis. bisa dilakukan pengelompokan ulang atas semua jawaban responden pada alternatif terbuka tadi. runtut. (f) Gunakan pertanyaan secara singkat dan jelas. (e) Jangan gunakan pasangan pertanyaan yang mengecek reliabilitas. Misalnya.

wajar. namun harus berpatokan kepada kemungkinan adanya hubungan tertentu antara tema yang satu dengan tema yang lain. Selain itu. tujuan. jawaban-jawaban dari responden atas pertanyaan lanjutan ini akan sangat membantu memperdalam wawasan peneliti. dan jangan terlalu panjang. menghormat. bahkan mungkin ditolak. bagaimana rasanya?. dan ucapan terima kasih atas kesediaan responden untuk menjawabnya. disarankan. . Cukuplah misalnya. Kata-kata yang digunakan juga sangat mempengaruhi responden dalam menjawabnya. Ini gunanya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dimaksud. beberapa kalimat pengantar. Selain itu. Misalnya. ujicobakanlah lebih dahulu kepada sejumlah kecil responden. Selain itu. Untuk itu. Jika pernah. kata pengantar yang kasar tentu tidak akan mendapat simpati responden. Jenis pertanyaan seperti ini dimungkinkan adanya. Uji coba instrumen (kuesioner) Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden. ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah dirumuskan. gunakan kata-kata yang sopan. maka peneliti bisa mengubah atau menyempurkannya. jika ternyata dalam uji coba ini terdapat banyak kesalahan. Kata pengantar kuesioner Kata pengantar dalam kuesioner banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan kuesioner tersebut.mabuk?.

Dagang6. manfaat dan kegunaan dari alatkontrasepsi yang akan digunakan . Pemilihan alat kotrasepsi suntik secara rasional B1 . Apakah ibu mengetahui pemilihan kontrasepsi secara rasional ituseperti apa ?0. Tamat SMA atau sederajat4. Mengetahui tujuan. Lain-lain. Karakteristik Responden A1 Nama A2 Umur A3 Jumlah Anak A4 Apa pendidikan formal terakhir yang di tempuh oleh ibu ?1. Tidak sekolah10. Tidak ada jawaban B. Akademi dan atau sederajat3. Tamat SMP atau sederajat5. Pegawai Swasta4.telp :Tanggal wawancara : A. YaB2. PENDAPATAN DAN KONSELING KB TERHADAP PEMILIHANALAT KONTRASEPSI SUNTIK SECARA RASIONAL PADA AKSEPTOR KBDI PUSKESMAS KAMPUNG BAQAKECAMATAN SAMARINDA SEBERANGTAHUN 2010INSTRUMEN PENELITIAN No : Alamat dan No. Tidak tamat SD atau sederajat7. PNS2. Lain-lain. Tidak1. Perguruan Tinggi2.KUESIONER PENELITIANHUBUNGAN PENGETAHUAN. Buruh7. Petani9. Tidak Bekerja10. Anjuran petugas kesehatan / saran orang lain1. Industri Rumah Tangga8. Tidak tahu / lupa99. Tidak ada jawaban A5 Apa pekerjaan utama ibu saat ini ?1. Tidak tahu / lupa99. Apakah ibu memilih alat kontrasepsi suntik secara rasional ?0. sebutkan«98. sebutkan«98. Tamat SD atau sederajat6. TNI / POLRI5. Honorer 3.

.

IUD0.C. Yab. Kondom0. Yaf. Suntik0.Tidak 1. PENGETAHUAN C 1 Apakah ibu mengetahui beberapa alat kontrasepsi KB ?a. Pil0. Yad.Tidak 1. Yae.Tidak 1. Yag.Tidak 1.Tidak 1. Implant0. Ya C . MOW0. Yac. MOP0.Tidak 1.Tidak 1.

Yad. Tidak mempengaruhi produksi ASI0.Tidak 1. Murah0. Hamil atau di curigai hamil0. Yab. Tidak 1. Tidak menjamin perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS). Gangguan haid terutama amenorea0. Yad.Tidak 1. Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara0. hepatitis B atau virus HIV0. Tidak dapat dihentikan sewaktu ± waktu sebelum suntikanberikut 0.Tidak 1.Tidak 1. Praktis0.Yac. Efektif 0.Tidak 1. Ya C 4 Apa ibu mengetahui kriteria yang tidak boleh menggunakan alatkontrasepsi suntik ?a. Yac.Tidak 1.Tidak 1. Ya C 3 Apakah ibu mengetahui kekurangan pemakaian KB suntik ?a.Tidak 1.Tidak 1.Tidak 1. Diabetes mellitus di sertai komplikasi .2 Apakah ibu mengetahui keuntungan pemakaian KB suntik ?a. Yac. Pendarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya0. Sering ditemukan gangguan haid dan permasalahan beratbadan0. Yad. Yac.Tidak 1. Yae. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentianpemakaian0. Sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan(harus kembali untuk suntik)0.Tidak 1. Yae.Tidak 1. Aman0. Yab. Yab.

.

. Yae.Tidak 1. Tidak haid atau dengan pendarahan tidak teratur.«. Ya D. Yab. Rp«D3 Berapa orang yang tinggal dengan ibu dan menjadi tanggungan ?(««) orangD4 Apakah dengan jumlah pendapatan tersebut suami ibu mendukung ibumemakai alat kontrasepsi suntik ?0.D5 Mengapa ? E. Bila telah menggunakan kontrasepsi hormonal dan nonhormonal sebelumnya secara benar dan tidak hamil0. Yad.Tidak 1.Tidak 1.98. Yab. Yac.Tidak 1. Kesuburan terlambat0. PENDAPATAN D1 Berapa kah pendapatan keluarga ibu perbulan ?Rp««««««««.Tidak 1. Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid0.diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid0. Yad.Tidak 1. Gangguan haid0. Ya.Tidak 1. Ya (Lanjut ke E4 dan E5)E2 Mengapa ?E3 Darimana ibu mendapat informasi mengenai alat kontrasepsi suntik ?1. KONSELING KB E1 Apakah ibu pernah melakukan konseling KB ?0. Sakit kepala0.Tidak 1. Tidak1. Berat badan yang bertambah0.Tidak 1. Teman . Tidak tahu / lupa99. Nyeri payudara0.dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukanhubungan seksual0. Tidak (Lanjut ke E2 dan E3)1. Tidak ada jawaban D2 Apakah ada pendapatan lain / tambahan ?0. Yac. Ya C 5 Apakah ibu mengetahui waktu mulai menggunakan alat kontrasepsisuntik?a. Ya.Tidak 1. Tidak (lanjut ke D5)1. tidak hamil. Ingin menggantikan AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Yae. Ya C 6 Apakah ibu bisa menggambarkan / menjelaskan efek samping dari alatkontrasepsi suntik ?a. Selama siklus haid dan tidak hamil0.Tidak 1.0..