Anda di halaman 1dari 38

mmu Salamah adalah seorang Ummul-Mukminin yang berkepribadian kuat, cantik, dan menawan, serta memiliki semangat

jihad dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, lebih-lebih setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya. Berkat kematangan berpikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan, dia mendapatkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam. Di dalam sirah Ummahatul Mukminin dijelaskan tentang banyaknya sikap mulia dan peristiwa penting darinya yang dapat diteladani kaum muslimin, baik sikapnya sebagai istri yang selalu menjaga kehormatan keluarga maupun sebagai pejuang di jalan Allah. Nama dan Nasabnya Nama sebenarnya Ummu Salamah adalah Hindun binti Suhail, dikenal dengan nama Ummu Salamah. Beliau dibesarkan di lingkungan bangsawan dari Suku Quraisy. Ayahnya bernama Suhail bin Mughirah bin Makhzum. Di kalangan kaumnya, Suhail dikenal sebagai seorang dermawan sehingga dijuluki DzadurRakib(penjamu para musafir) karena dia selalu menjamu setiap orang yang menyertainya dalam perjalanan. Dia adalah pemimpin kaumnya, terkaya, dan terbesar wibawanya. Ibu dari Ummu Salamah bernama Atikah binti Amir bin Rabi‟ah bin Malik bin Jazimah bin Alqamah al-Kan‟aniyah yang berasal dari Bani Faras. Demikianlah, Hindun dibesarkan di dalam lingkungan bangsawan yang dihormati dan disegani. Kecantikannya meluluhkan setiap orang yang melihatnya dan kebaikan pribadinya telah tertanam sejak kecil. Pernikahan dan Perjuangannya Banyak pemuda Makkah yang ingin mempersunting Hindun, dan yang berhasil menikahinya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, seorang penunggang kuda terkenal dari pahlawan-pahlawan suku Bani Quraisy yang gagah berani. Ibunya bernama Barrah binti AbdulMuththalib bin Hasyim, bibi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Abdullah adalah saudara sesusuan Nabi dari Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Mereka hidup bahagia, dan rumah tangga mereka diliputi kerukunan dan kesejahteraan. Tidak lama setelah itu, dakwah Islam menarik hati mereka sehingga mereka memeluk Islam dan menjadi orang-orang pertama yang masuk Islam. Begitu pula dengan Hindun, dia tergolong orang-orang yang pertama masuk Islam, dan bersama suaminya memulai perjuangan dalam hidup mereka. Orang-orang Quraisy selalu mengganggu dan menyiksa kaum muslimin agar mereka meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama nenek moyang mereka. Melihat kondisi seperti itu, Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wassalam mengizinkan mereka untuk hijrah ke Habasyah, sehingga mereka disebut sebagai kaum muhajirin yang pertama. Mereka menetap di Habasyah, dan di sana Hindun melahirkan anak-anaknya: Zainab, Salamah, Umar, dan Durrah. Setelah beberapa lama, mereka berniat kembali ke Makkah, terutama setelah mendengar keislaman dua tokoh penting Quraisy, Umar bin Khaththab dan Hamzah bin Abdul-Muththalib. Akan tetapi, ternyata penyiksaan masih terus berlangsung, bahkan bertambah dahsyat. Untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya, Abu Salamah meminta perlindungan dari Abu Thalib (paman Nabi) dari siksaan kaumnya, yaitu Bani Makhzum, dan Abu Thalib menyatakan perlindungannya. Cobaan Datang Karena orang-orang Quraisy masih saja menyiksa kaum muslimin, akhirnya Allah membuka hati penduduk Madinah untuk menerima Islam. Kemudian Rasulullah mengizinkan kaum muslimin untuk hijrah ke sana, baik secara kelompok maupun perorangan. Abu Salamah, istri, dan anaknya (Salamah) hijrah ke sana. Di tengah perjalanan mereka dihadang oleh kaum Bani Makhzum (kaumnya Ummu Salamah) yang kemudian merampas serta menyandera Ummu Salamah. Keluarga Abu Salamah (Bani Asad) ikut campur tangan dan mereka menolak menyerahkan Salamah, bahkan si anak dirampas dan dijauhkan dari ibunya. Sedangkan Bani Makhzum menculik Ummu Salamah dan dipenjara. Adapun Abu Salamah dibiarkan ke Yatsrib dengan hati penuh kesedihan karena harus berpisah dengan istri dan anaknya.

Keadaan demikian berjalan kurang lebih setahun lamanya. Ummu Salamah terus-menerus menangis karena kecewa atas perbuatan kaumnya, sehingga akhirnya ada seorang laki-laki dari kaumnya yang merasa iba dan membiarkan Ummu Salamah menyusul suaminya di Madinah. Adapun Bani Asad menyerahkan kembali putranya, Salamah, kepadanya. Akan tetapi, banyak rintangan yang harus dia hadapi, dan berkat keimanan dan keinginan yang kuat, dia mampu mengatasi semua itu dan tiba di Madinah. Pesan Abu Salamah untuk Istrinya Dalam membela Islam, peran Abu Salamah sangat besar. Dia dikenal berani dalam berperang. Rasulullah menghargainya dengan mengangkatnya sebagai wakil Rasulullah di Madinah ketika beliau pergi memimpin pasukan dalam perang Dzil Asyirah pada tahun kedua hijriah. Abu Salamah ikut dalam Perang Badar dan Uhud. Ketika dalam perang Uhud, Abu Salamah mengalami luka yang cukup parah dan nyaris meninggal, namun beberapa saat kemudian dia sembuh. Setelah Perang Uhud, Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam menerima berita bahwa Bani Asad hendak menyerang kaum muslimin di Madinah. Sebelum mereka menyerang, Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wassalamberinisiatif mendahului mereka. Dalam misi ini, beliau menunjuk Abu Salamah untuk memimpin pasukan yang berjumlah seratus lima puluh orang dan di dalamnya terdapat Saad bin Abi Waqqash, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Amir bin al-Jarrah, dan yang lainnya. Pasukan diarahkan ke Bukit Quthn, tempat mata air Bani Asad. Kemenangan gemilang diraih oleh pasukan Abu Salamah, dan mereka kembali ke Madinah dengan membawa banyak harta rampasan perang. Di Madinah, luka-luka Abu Salamah kambuh sehingga dia harus beristirahat beberapa waktu. Ketika sakit, Rasulullah selalu menjenguk dan mendoakannya. Ummu Salamah selalu mendampingi suaminya yang sedang dalam keadaan sakit sehingga dia merawat dan menjaganya siang dan malam. Suatu hari, demam Abu Salamah menghebat, kemudian Ummu Salamah berkata kepada suaminya, “Aku mendapat berita bahwa seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, kemudian suaminya masuk surga, istrinya pun akan masuk surga, jika setelah itu istrinya tidak menikah lagi, dan Allah akan mengumpulkan mereka nanti di surga. Demikian pula jika si istri yang meninggal, dan suaminya tidak menikah lagi sepeninggalnya. Untuk itu, mari kita berjanji bahwa engkau tidak akan menikah lagi sepeninggalku, dan aku berjanji untukmu untuk tidak menikah lagi sepeninggalmu.” Abu Salamah berkata, “Maukah engkau menaati perintahku?” Dia menjawab, “Adapun saya bermusyawarah hanya untuk taat.” Abu Salamah berkata, “Seandainya aku mati, maka menikahlah.” Lalu dia berdoa kepada Allah ”Ya Allah, kurniakanlah kepada Ummu Salamah sesudahku seseorang yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyengsarakan dan menyakitinya.” Pada detik-detik akhir hidupnya, Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam selalu berada di samping Abu Salamah dan senantiasa memohon kesembuhannya kepada Allah. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Beberapa saat kemudian maut datang menjemput. Rasulullah menutupkan kedua mata Abu Salamah dengan tangannya yang mulia dan bertakbir sembilan kali. Di antara yang hadir ada yang berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau sedang dalam keadaan lupa?” Beliau menjawab, “Aku sama sekali tidak dalam keadaan lupa, sekalipun bertakbir untuknya seribu kali, dia berhak atas takbir itu.” Kemudian beliau menoleh kepada Ummu Salamah dan bersabda, “Barang siapa yang ditimpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah dperintahkan oleh Allah, „Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan. Ya Allah, karuniakanlah bagiku dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya, maka Allah akan melaksanakannya untuknya.” Setelah itu Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam berdo‟a: “Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah pengganti yang lebih baik untuknya.”

Abu Salamah wafat setelah berjuang menegakkan Islam, dan dia telah memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Rasulullah. Sepeninggal Abu Salamah, Ummu Salamah diliputi rasa sedih. Dia menjadi janda dan ibu bagi anak-anak yatim. Setelah wafatnya Abu Salamah, para pemuka dari kalangan sahabat bersegera meminang Ummu Salamah. Hal ini mereka lakukan sebagai tanda penghormatan terhadapat suaminya dan untuk melindungi diri Ummu Salamah. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab meminangnya, tetapi Ummu Salamah menolaknya. Pada saat dirundung kesedihan atas suami yang benar-benar dicintainya serta belum mendapatkan orang yang lebih baik darinya, ia didatangi oleh Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam dengan maksud menghiburnya dan meringankan apa yang dialaminya. Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah kepada Allah agar Dia memberimu pahala pada musibahmu serta menggantikan untukmu (suami) yang lebih baik.” Ummu Salamah bertanya, “Siapa yang lebih baik dari Abu Salamah, wahai Rasulullah?” Di Rumah Rasulullah Rasulullah mulai memikirkan perkara Ummu Salamah, seorang mukminah mujahidah yang memiliki kesabaran, dan Ummu Salamah pun telah menolak lamaran dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar. Rasulullah pun berpikir dengan penuh pertimbangan dan kasih sayang untuk tidak membiarkannya larut dalam kesedihan dan kesendirian. Dalam keadaan seperti itu Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta‟ah menemui Ummu Salamah dengan maksud meminangnya untuk beliau. Maka oleh Ummu Salamah diterimanya pinangan tersebut. Bagaimana mungkin baginya untuk tidak menerima pinangan dari orang yang lebih baik dari Abu Salamah, bahkan lebih baik dan semua orang di dunia. Dengan perkawinan tersebut maka Ummu Salamah termasuk kalangan Ummahatul- Mukminin, dan oleh Rasulullah ia ditempatkan di kamar Zainab binti Khuzaimah yang digelari Ummul-Masakin (ibu bagi orangorang miskin) sampai Ummu Salamah meninggal dunia. Hal itu diceritakan oleh Ummu Salamah kepada kami. Ia berkata, “Aku dipersunting oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, lalu aku dipindahkan dan ditempatkan di rumah Zainab (ummul- masakiin).” Beberapa keistimewaan yang dimiliki Ummu Salamah adalah ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi RasulullahShallallahu „Alaihi Wasallam, seperti interaksinya dengan para Ummahatul-Mukminin yang merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang dan kelemah-lembutan. Kedudukannya yang Agung Di antara perkara yang menunjukkan kedudukannya yang tinggi di sisi Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam adalah apa yang diceritakan Urwah bin Zubair; “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menyuruh Ummu Salamah melaksanakan shalat shubuh di Mekah pada hari penyembelihan (qurban) — padahal saat itu merupakan hari (giliran)nya. Oleh sebab itu, Rasulullah merasa senang atas kesetujuannya.” Begitu juga hadits Ummi Kultsum binti Uqbah yang dimasukkan oleh Ibnu Sa‟ad dalam (kitab) Thabaqatnya. Ummi Kultsum berkata; “Tatkala Nabi Shallallahu „Alaihi Wasallam menikahi Ummu Salamah, beliau berkata kepadanya, „Sesungguhnya aku menghadiahkan untuk Raja Najasyi sejumlah bejana berisikan minyak wangi dan selimut. Akan tetapi, aku bermimpi bahwa Raja Najasyi itu telah meninggal dunia, kemudian hadiah yang kuberikan kepadanya dikembalikan kepadaku. Karena dikembalikan kepadaku, maka barang tersebut menjadi milikku.” Sebagaimana yang dikatakan Nabi Shallallahu „Alaihi Wasallam, Raja Najasyi meninggal dunia, dan hadiah tersebut dikembalikan kepadanya. Lalu beliau memberikan kepada setiap istrinya masing-masing satu uqiyah (1/2 liter Mesir) dan beliau memberi (sisa) keseluruhannya serta selimut kepada Ummu Salamah. Setelah Ummu Salamah menjadi istrinya, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam memasukkannya dalam kalangan ahlul-bait. Di antara riwayat tentang masalah tersebut adalah bahwasanya pernah pada suatu

“Saya adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Ummu Salamah berkata. Beliau mengulang seruannya tiga kali tanpa ada sambutan. Akan tetapi. Zainab. Pembebasan Makkah. Maka Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam menanyakan tentang penyebab tangisnya itu. “Engkau ini aneh. tumbuh dalam peliharaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalamia termasuk di antara wanita yang memiliki ilmu yang luas pada masanya.” Akan tetapi. dan menceritakan kepadanya tentang sikap kaum muslimin. apakah engkau menginginkan perintah Allah ini dilaksanakan oleh kaum muslimin? Keluarlah engkau. Kita tidak melupakan sikapnya terhadap Umar bin al-Khaththab. Maka setelah Rasulullah menikahi Ummu Salamah. peperangan Hawazin. Di antara sikap agungnya adalah apa yang ditunjukkannya pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalampada hari (perjanjian) Hudaibiyah. Hasan dan Husain radhiyallahu „anhuma.” Anak perempuan Ummu Salamah. Ummu Salamah telah menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam di banyak peperangan. Di antara mayoritas yang menaruh dendam itu adalah Umar bin al-Khaththab. mereka bangkit dan menyembelih serta sebagian dari mereka mulai mencukur kepala sebagian yang lain tanpa ada perasaan keluh kesah dan penyesalan atas tindakan Rasulullah yang mendahului mereka. kemudian janganlah mengajak bicara sepatah kata seorang pun dari mereka sampai engkau menyembelih qurbanmu serta memanggil tukang cukur yang mencukurmu. Engkau telah ikut campur di setiap perkara sehingga ingin mencampuri urusan Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam beserta istri-istrinya?” . “Sesungguhnya engkau dan anak perempuanmu termasuk keluargaku. tatkala Umar datang kepadanya dan mengajak bicara tentang perkara keperluan Ummahatul-Mukminin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam serta kekasaran mereka terhadap Rasulullah. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya. tetapi tidak seorang pun dari mereka melaksanakannya. dan terjadilah Perjanjian Hudaibiyah antara kedua belah pihak. Ummu Salamah. tetapi orang-orang musyrik mencegah mereka untuk memasuki Makkah. Ia menjawab. Rasulullah kemudian didatangi anak perempuannya. Maka ia berkata. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Fathimah az-Zahra. Beberapa Sikap Cemerlang pada Masa Hidup Ummu Salamah. dan anak perempuan Ummu Salamah ada di sana. Tsaqif kemudian ikut bersama beliau di Haji Wada‟. wahyu pernah turun kepada Rasulullah di kamar Aisyah. Beliau menemui istrinya. pengepungan Tha‟if. wahyu turun kepadanya ketika beliau berada di kamar Ummu Salamah. “Semoga rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah pada kalian wahai ahlul-bait.” Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam kagum atas pendapatnya dan bangkit mengerjakan sebagaimana yang diusulkan Ummu Salamah. dan Dia tidak akan menyia-nyiakanku. Pada waktu itu ia menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalamdalam perjalanannya menuju Makkah dengan tujuan menunaikan umrah. “Wahai Nabi Allah. Beliau bersabda. tanda-tanda bahaya semakin memuncak setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallammenyuruh kaum muslimin melaksanakan penyembelihan hewan qurban kemudian bercukur. sebagian besar kaum muslimin merasa dikhianati dan merasa bahwa orang-orang musyrik menyia-nyiakan sejumlah hak-hak kaum muslimin. “Atas perkara apa kita serahkan nyawa di dalam agama kita?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menjawab.” Lalu menangislah Ummu Salamah. wahai anak alKhaththab.hari Rasulullah berada di sisi Ummu Salamah. engkau mengistimewakan mereka sedangkan aku dan anak perempuanku engkau tinggalkan“. yaitu peperangan Khaibar. Tatkala kaum muslimin melihat Rasulullah mengerjakan hal itu tanpa berkata kepada mereka. yang berkata kepada Rasulullah dalam percakapannya dengan beliau. yang dengan hal itu Aisyah membanggakannya pada istri-stri beliau yang lain. Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mempersunting Ummu Salamah. disertai kedua anaknya. lalu Rasullah memeluk Fathimah dan berkata. “Wahai Rasulullah.

Beliau senantiasa banyak melakukan puasa dan beribadah. untuk Aisyah Ummul-Mu‟ minin. Amma ba‟du. Adapun anak pamanku. Sesungguhnya aku memuji Allah yang tidak ada Ilah (Tuhan) melainkan Dia. Maka Ummu Salamah mengirim surat yang memiliki sastra indah kepada Aisyah. serta meriwayatkan hadits yang berasal dan Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam. Waktu itu Nabi keluar dari Madinah bersama bala tentaranya dengan kehebatan dan jumlah yang belum pernah disaksikan oleh bangsa Arab. aku telah diperlakukan olehnya dengan tidak baik. senantiasa ikhlas beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta‟ala dan menjaga Sunnah suaminya tercinta pada masa (khilafah) Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab. Engkau sungguh telah merobek pembatas antara Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam dan umatnya yang merupakan hijab yang telah ditetapkan keharamannya. Sikapnya terhadap Fitnah Ummu Salamah selalu berada di rumahnya. dan mereka keluar dari rumah dengan maksud menemui Rasulullah untuk bertobat dan menyatakan keislaman mereka. mereka berdua adalah anak pamanmu dan anak bibimu (dan ayah) serta iparmu. Akhirnya hati beliau menjadi luluh. Pada masa khilafah Utsman bin Affan ia melihat kegoncangan situasi serta perpecahan kaum muslimin di seputar khalifah. Adapun anak bibiku (dari ayah) serta iparku telah berkata di Makkah dengan apa yang ia katakan.” Lalu Ummu Salamah memberitahukan perkataan Abu Sufyan tersebut kepada Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam dengan kembali memohon rasa belas kasih. yaitu peristiwa terbunuhnya Utsman yang saat itu tengah membaca Al-Qur‟an dan angin fitnah tengah bertiup kencang terhadap kaum muslimin. Abu Sufyan bin al-Harits bin Abdul-Muththalib (anak paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Di antara beberapa sikapnya yang nyata adalah pada hari pembebasan kota Mekah.) dan Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah (anak bibi [dari ayah] Rasulullah. Ja‟far. di antara mereka adalah anak-anaknya dan para pemuka dan sahabat serta ahli hadits. lalu mengizinkan keduanya masuk. tidak menyimpang dari petunjuk tersebut selama-lamanya. “Tidak ada keperluan bagiku dengan mereka berdua. Istri Nabi Shallallahu „Alaihi Wasallam. saudara Ummu Salamah sebapak). “Demi Allah. Telah diriwayatkannya sekian banyak hadits shahih yang bersumber dari Rasulullah dan suaminya. Maka masuklah keduanya dan menyatakan keislaman serta bertobat di hadapan Rasulullah. Pada saat itu Aisyah telah membulatkan tekad untuk keluar menuju Bashrah disertai Thalhah bin Ubaidillah dan AzZubair bin al-‟Awwam dengan tujuan memobilisasi massa untuk melawan Ali bin Abi Thalib. Maka berkatalah Ummu Salamah kepada Rasulullah dengan perasaan iba terhadap keluarganya sendiri dan juga keluarga Rasulullah. “Dari Ummu Salamah.kemudian kami harus berkelana di dunia sehingga mati kehausan dan kelaparan.” Pernyataan itu telah sampai kepada Abu Sufyan. Bahaya fitnah semakin memuncak di langit kaum muslimin. Abu Salamah.” Rasulullah menjawab. Apa yang dikhawatirkan Ummu Salamah terjadi juga. sehingga orang-orang musyrik Quraisy merasa takut. Termasuk dari mereka. “Wahai Rasulullah. tidak kikir pada ilmu. Dan Allah telah menahan . beliau enggan memberi izin masuk bagi keduanya disebabkan penyiksaan mereka yang keras terhadap kaum muslimin menjelang beliau hijrah dari Mekah.Setelah Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam meninggal dunia ia senantiasa mengenang beliau dan sangat berduka cita atas kewafatannya. serta dari Fathimah az-Zahraa Sedangkan orang yang meriwayatkan darinya banyak sekali. ia harus mengizinkanku atau aku mengambil anak ini dengan kedua tanganku -pada saat itu ia bersama anaknya. Maka ia pergi menemui Utsman dan menasihatinya supaya tetap berpegang teguh pada petunjuk Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallamserta petunjuk Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab. anak paman Rasulullah. Sungguh Al-Qur‟an telah memberimu kemuliaan. maka jangan engkau lepaskan. Maka ia berkata. Ketika mereka berdua meminta izin masuk menemui Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam.

Jihad wanita adalah tunduk kepada segala ketentuan. dan kesabaran di jalan Allah Subhanahu Wa Ta‟ala dan Rasul-Nya. Ia meninggal dunia setelah hidup dengan aktivitas yang dipenuhi oleh pengorbanan. untuk ikut berperang dalam barisan „Ali radhiyallahu „anhu. Beliau dishalatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu „anhudan dikuburkan di al-Baqi‟ di samping kuburan Ummahatul-Mukminin lainnya. usia Ummu Salamah telah mencapai 84 tahun. dan mencurahkan kasih sayangnya. Ummu Salamah mengirim/mengutus anaknya. dan tidak bisa diperbaiki oleh wanita apabila telah hancur. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Ummu Salamah dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Saat Wafatnya Pada tahun ke-59 hijriah. karena sesungguhnya tiang agama tidak bisa kokoh dengan campur tangan wanita apabila tiang itu telah miring. Karena itu. Amin.suaramu. maka janganlah engkau mengeluarkannya. jihad. Usia tua dan pikun merambah di pertambahan umurnya. Tidakkah engkau tahu bahwasanya beliau melarangmu melampaui batas dalam agama. Serta Allah telah tegaskan bagi umat ini seandainya Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam mengetahui bahwa kaum wanita memiliki kewajiban jihad (berperang) niscaya beliau berpesan kepadamu untuk menjaganya. Allah ta‟ala mengangkat ruhnya yang suci naik ke atas menuju hadirat-Nya. .” Ummu Salamah berada di pihak Ali bin Abi Thalib karena beliau mengikuti kesepakatan kaum muslimin atas terpilihnya beliau sebagai khalifah mereka. mengasuh anak. Umar.

Dialah istri Nabi yang pertama kali menyimpan Al-Qur‟an dalam bentuk tulisan pada kulit. Fathimah dan suaminya Said bin Zaid. ingatan kita akan tertuju pada jasa-jasanya yang besar terhadap kaum muslimin saat itu. Umar bin Khaththab adalah seorang penguasa yang adil dan memiliki hati yang sangat khusyuk. Umar menghadap Rasulullah untuk mengabarkan nasib anaknya yang menjanda. padahal ketika itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum perempuan. hati Umar tersentuh ketika meihat darah mengucur dari dahi adiknya. „Hafshah dilahirkan pada saat orang Quraisy membangun Ka‟bah. Dalam soal keberanian. putri bungsu Rasulullah dari empat putri. dan pelepah kurma. Pada tahun itu juga dilahirkan Fathimah az-Zahra. kemudian ke Madinah. Ketika selintas dia membaca awal surat Thaha. Rasulullah memberinya kabar gembira dengan mengatakan bahwa beliau bersedia menikahi Hafshah. Umar sangat berang dan resah. dan gugur dalam Perang Badar. Beberapa hari setelah Fathimah lahir. masih menjadi musuh utama umat Islam hingga suatu hari Umar tertarik untuk masuk Islam. pernah berhijrah ke Habasyah. Jika kita menyebut nama Hafshah. karena anak yang dinamai Hafshah itu kelak menjadi istri Rasulullah. terjadilah keajaiban. hal yang tidak terduga terjadi. hingga kemudian menjadi sebuah kitab yang sangat agung. karena ketika awal-awal penyebaran Islam. dan memuncaklah amarahnya ketika dia memasuki rumah tersebut. Mendengar penuturan Umar. dan kelahirannya disambut gembira oleh beliau. Umar mendengar bacaan Al-Qur‟an yang mengalun dari dalam rumah. Allah telah mengabulkan doa Nabi yang mengharapkan agar Allah membuka hati salah seorang dari dua Umar kepada Islam. yaitu ketika Rasullullah memindahkan Hajar Aswad ke tempatnya semula setelah Ka‟bah dibangun kembali setelah roboh karena banjir. Waktu itu mereka menganggap bahwa kelahiran anak perempuan telah membawa aib bagi keluarga. dengan perasaan sedih. Umar bin Khaththab. tulang. yang berjihad di jalan Allah. Di dalam Thabaqat. tentu Umar akan menjadi orang yang paling bahagia. Ibunya adalah Zainab binti Madh‟un bin Hubaib bin Wahab bin Hudzafah. saudara perempuan Utsman bin Madh‟un. Ketika itu Hafshah berusia delapan belas tahun. Umar mengatakan. dia sangat marah dan berniat menyiksa mereka. Pernikahan Rasulullah dengan Hafshah merupakan bukti cinta kasih beliau kepada mukminah yang telah menjanda setelah ditinggalkan suaminya. Sesampainya di rumah saudara perempuannya. Aisyah melukiskan bahwa sifat Hafshah sama dengan ayahnya. ayahnya. Padahal jika saja ketika itu Umar tahu bahwa kelahiran anak perempuannya akan membawa keberuntungan. Khunais bin Hudzafah as-Sahami. Hafshah dilahirkan pada tahun yang sangat terkenal dalam sejarah orang Quraisy. dia berbeda dengan wanita lain. dari ayahnya. Tanpa ampun dia menampar mereka hingga darah mengucur dari kening keduanya. kepribadiannya kuat dan ucapannya tegas. Kelebihan lain yang dimiliki Hafshah adalah kepandaiannya dalam membaca dan menulis. sebagaimana kebiasaan bapak-bapak Arab Quraisy ketika mendengar berita kelahiran anak perempuannya. Akan tetapi. Nasab dan Masa Petumbuhannya Nama lengkap Hafshah adalah Hafshah binti Umar bin Khaththab bin Naf‟al bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Rajah bin Adi bin Luay dari suku Arab Adawiyah. Ketika suatu waktu Umar mengetahui keislaman saudara perempuannya. Ibnu Saad berkata. “Muhammad bin Umar berkata bahwa Muhammad bin Zaid bin Aslam. Yang dimaksud . kemudian diambilnyalah Al Qur‟an yang ada pada mereka. Umar bin Khaththab. Mendengar bahwa yang lahir adalah bayi wanita.” Sayyidah Hafshah Radhiyallahu „anha dibesarkan dengan mewarisi sifat ayahnya. lahirlah Hafshah binti Umar bin Khaththab. dari kakeknya. Memeluk Islam Hafshah tidak termasuk ke dalam golongan orang yang pertama masuk Islam. lima tahun sebelum Nabi diutus menjadi Rasul. Hati Umar mulai diterangi cahaya kebenaran dan keimanan.afshah binti Umar bin Khaththab adalah putri seorang laki-laki yang terbaik dan mengetahui hak-hak Allah dan kaum muslimin. Setelah suami anaknya meninggal.

dari rumah adiknya dia segera menuju Rasulullah dan menyatakan keislaman di hadapan beliau. namun Allah berkehendak memanggil Khunais sebagai syahid dalam peperangan pertama melawan kebatilan dan kezaliman. Hafshah senantiasa berada di sisinya dan mengobati luka yang dideritanya. Karena itulah beliau mengizinkan kaum muslimin hijrah ke Yatsrib untuk menjaga akidah mereka sekaligus menjaga mereka dari penyiksaan dan kezaliman kaum Quraisy. Umar sangat kecewa. termasuk di dalamnya Hafshah yang ketika itu baru berusia sepuluh tahun. dan Umar pun merestuinya. Abu Bakar diam. pada saat itu Utsman masih berada dalam kesedihan karena istrinya. Hafshah dan suaminya ikut serta ke Yatsrib. dan dia mengalami luka yang cukup parah sekembalinya dari peperangan tersebut. namun Hafshah telah memiliki kesabaran atas cobaan yang menimpanya. Dalam hijrah ini. Akan tetapi. baru meninggal. sehingga Hafshah menjadi janda. Akan tetapi. tiba saatnya bagi mereka untuk menghadapi orang musyrik yang telah memusuhi dan mengambil hak mereka. tidak menjawab sedikit pun. sehingga dalam hatinya terbetik niat untuk menikahkan Hafshah dengan seorang muslim yang saleh agar hatinya kembali tenang. Selain itu. Rumah tangga mereka sangat berbahagia karena dilandasi keimanan dan ketakwaan. Untuk itu dia pergi ke rumah Abu Bakar dan merninta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Utsman pun menolak permintaan Umar. Di antara mereka yang kembali itu terdapat seorang pemuda bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahami. Allah telah menunjukkan kemenangan bagi hamba. dan dia bertambah sedih karena memikirkan nasib putrinya. Ketika itu usia Hafshah baru delapan belas tahun. Pemuda itu sangat mencintai Rasulullah sebagaimana dia pun mencintai keluarga dan kampung halamannya. Menikah dan Hijrah ke Madinah Keislaman Umar membawa keberuntungan yang sangat besar bagi kaum muslimin dalam menghadapi kekejaman kaum Quraisy. Dia hijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan diri dan agamanya. Setelah menyatakan keislaman.Rasulullah dengan dua Umar adalah Amr bin Hisyam atau lebih dikenal dengan Abu Jahl dan Umar bin Khaththab. Khunais termasuk salah seorang anggota pasukan muslimin. Dia meminta Umar untuk menikahkan dirinya dengan Hafshah. Ketika Allah menerangi penduduk Yatsrib sehingga memeluk Islam. Umar bin Khaththab segera menemui sanak keluarganya untuk mengajak mereka memeluk Islam. Menghadapi sikap dua sahabatnya. Seluruh anggota keluarga menerima ajakan Umar. Kemudian dia menemui Rasulullah dengan maksud mengadukan sikap kedua sahabatnya. Umar bin Khaththab bagaikan bintang yang mulai menerangi dunia Islam serta mulai mengibarkan bendera jihad dan dakwah hingga beberapa tahun setelah Rasulullah wafat. dan di sana dia melihat Hafshah. Kemudian Umar menemui Utsman bin Affan dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Pernikahan antara mujahid dan mukminah mulia pun berlangsung. Setelah kejadian itu. Rasulullah menemukan sandaran baru yang dapat membantu kaum muslimin. Umar sangat sedih karena anaknya telah menjadi janda pada usia yang sangat muda. Cobaan dan Ganjaran Setelah kaum muslimin berada di Madinah dan Rasulullah berhasil menyatukan mereka dalam satu barisan yang kuat. Peperangan pertama antara umat Islam dan kaum musyrik Quraisy adalah Perang Badar.hamba-Nya yang ikhlas sekalipun jumlah mereka masih sedikit. perintah Allah untuk berperang menghadapi orang musyrik sudah tiba. Setibanya di Mekah. Mendengar penuturan Umar. Kabar keislaman Umar ini memotivasi para muhajirin yang berada di Habasyah untuk kembali ke tanah asal mereka setelah sekian lama ditinggalkan. Rasulullah bersabda. “Hafshah akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Abu Bakar. dia segera mengunjungi Umar bin Khaththab. Ruqayah binti Muhammad. Utsman pun akan menikah dengan seseorang . Dalam peperangan ini.

Rasulullah pun mempertahankan Hafshah sebagai istrinya. Kejadian itu segera menyebar. Merupakan hal yang wajar jika istri-istri Rasulullah merasa cemburu terhadap Mariyah. di samping juga karena Hafshah adalah seorang janda seorang mujahid dan muhajir. dia dijuluki dzunnuraini (pemilik dua cahaya). Sebagian riwayat mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut. Aisyah sangat mencemburui Hafshah karena mereka sebaya. bahkan beliau bersumpah mengharamkan Mariyah baginya kalau Mariyah tidak meminta maaf pada Hafshah.” Umar baru memahami mengapa Abu Bakar menolak menikahi putrinya. Umar. Setelah Utsman menikah dengan Ummu Kultsum.” Semula Umar tidak memahami maksud ucapan Rasulullah. karena aku tahu bahwa Rasulullah telah menyebut-nyebut nama Hafshah. memang sangat manusiawi jika di antara mereka masih saja terjadi kesalahpahaman yang bersumber dari rasa cemburu. namun beberapa saat kemudian beliau merujuknya kembali karena melihat ayah Hafshah. Akan tetapi. Secara manusiawi. Umar merasa sangat terhormat mendengar niat Rasulullah untuk menikahi putrinya. sahabat Rasulullah yang terhormat. Ummu Kultsum. karena dialah satu-satunya wanita yang melahirkan putra Rasulullah setelah Siti Khadijah Radhiyallahu „anha. Berada di Rumah Rasulullah Di rumah Rasulullah. Pernikahan Rasulullah dengan Hafshah lebih dianggap sebagai penghargaan beliau terhadap Umar. Rasulullah berusaha membujuk dan meredakan amarah Hafshah. amarah Hafshah meledak. Selain itu. sangat resah. Melihat kejadian itu. Dia pun mengetahui bahwa orang yang menyebabkan kemarahan Aisyah sama halnya dengan menyebabkan kemarahan Rasulullah. dan Nabi meminta agar Hafshah merahasiakan kejadian tersebut. “Aku tidak bermaksud menolakmu dengan ucapanku tadi. Sementara riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah bermaksud menceraikan Hafshah. Umar bin Khaththab mengingatkan putrinya agar tidak lagi membangkitkan amarah Rasulullah dan senantiasa menaati serta mencari keridhaan beliau. tentu akulah yang akan menikahi Hafshah. dia melihat tabir kamar tidurnya tertutup. Umar bin Khaththab meletakkan keridhaan Rasulullah . namun aku tidak mungkin membuka rahasia beliau kepadamu. sementara Rasulullah dan Mariyah berada di dalamnya. terlebih karena tersebut Hafshah sangat menyesali perbuatannya dengan membuka rahasia dan memurkakan Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam.yang lebih baik daripada Hafshah. Dengan lapang dada Rasulullah mendamaikan mereka tanpa menimbulkan kesedihan di antara istri – istrinya. Seandainya Rasulullah membiarkannya. tetapi karena kecerdasan akalnya. Karena itu Umar berpesan kepada putrinya agar berusaha dekat dengan Aisyah dan mencintainya. Hafshah menangis penuh amarah. padahal Rasulullah telah memerintahkan untuk menutupi rahasia tersebut. sama dengan Saudah binti Zam‟ah dan Aisyah binti Abu Bakar. Mariyah berada jauh dari masjid. Khunais bin Hudzafah as-Sahami. dan yang ridha terhadap Aisyah berarti ridha terhadap Rasulullah. Hafshah menempati kamar khusus. sehingga nasabnya dapat terus bersambung dengan Rasulullah. dan kegembiraan tampak pada wajahnya. Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam menceraikan Hafshah. tetapi Jibril mendatangi beliau dengan maksud memerintahkan beliau untuk mempertahankan Hafshah sebagai istrinya karena dia adalah wanita yang berpendirian teguh. Berita itu akhirnya diketahui oleh Rasulullah sehingga beliau sangat marah. Umar meminta agar Hafshah menjaga tindak-tanduknya sehingga di antara mereka berdua tidak terjadi perselisihan. dia kemudian memahami bahwa Rasulullah yang akan meminang putrinya. lain halnya Saudah binti Zum‟ah yang menganggap Hafshah sebagai wanita mulia putri Umar bin Khaththab. Sedangkan sikap Utsman hanya karena sedih atas meninggalnya Ruqayah dan dia bermaksud menyunting saudaranya. Umar memahami bagaimana tingginya kedudukan Aisyah di hati Rasulullah. Salah satu contoh adalah kejadian ketika Hafshah melihat Mariyah al-Qibtiyah datang rnenemui Nabi dalam suatu urusan. dan Rasulullah menyuruhnya masuk ke dalam rumah Hafshah yang ketika itu sedang pergi ke rumah ayahnya. Umar langsung menemui Abu Bakar untuk mengutarakan maksud Rasulullah Abu Bakar berkata.

atau menceraikan mereka jika mereka tidak menyadari kesalahan. mengapa kamu mengharamkan apa yang telah Allah menghalalkannya bagimu. “Berwasiatlah engkau kepada kaum wanita dengan baik.kamu mencari kesenangan hati istri -istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dan sumpahmu. dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi. sesungguhnya Allah akan menyediakan bagi hamba-hamba yang baik di antara kalian pahala yang besar.” Hafshah menangis dan menyesali kelalaiannya terhadap . sehingga dia segera menemui putrinya yang sedang menangis. „Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?‟ Nabi menjawab. dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dan istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Dan jika kalian menginginkan (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di kampung akhirat. Rasulullah menikahi Hafshah karena memandang keberadaan Umar dan merasa kasihan terhadap Hafshah yang ditinggalkan suaminya. Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya. yang berpuasa. Jika Nabi menceraikan kamu. Jika beliau menceraikanmu sekali lagi. Pada dasarnya. Yang paling merasakan keresahan adalah Umar bin Khaththab. boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu.” Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam pernah marah besar kepada istri-istrinya ketika mereka meminta tambahan nafkah sehingga secepatnya Umar mendatangi rumah Rasulullah. maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang haik. sepertinya telah terjadi perselisihan antara mereka dengan Rasulullah. yang beriman. “ (QS. Karena marahnya. dan yang perawan. dan hal itu menyebabkan marahnya Umar kepada Hafshah. yang bertobat. Umar melihat istri-istri Rasulullah murung dan sedih. „Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. dan seorang budak bernama Rabah duduk di depan pintu kamar. “Hai Nabi..” Dengan terisak Hafshah menjawab. yang taat. Jika kamu berdua bertobat kepada Allah. Al-Ahzab) Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam menjauhi istri-istrinya selama sebulan di dalam sebuah kamar yang disebut khazanah. yang janda. dan selain dan itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. katakanlah kepada istri-istrimu.” Umar berkata. yang patuh.Shallallahu „alaihi wasallam pada tempat terpenting yang harus dilakukan oleh Hafshah. yang mengerjakan ibadah. Allah menurunkan ayat berikut ini sebagai antisipasi atas isu-isu yang tersebar. Beliau bersabda. sedangkan Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam senantiasa memperlakukan Hafshah dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Rasulullah bersumpah untuk tidak berkumpul dengan istri-istri beliau selama sebulan hingga mereka menyadari kesalahannya. “Beliau telah menceraikanmu sekali dan merujukmu lagi karena aku. “Aku tidak tahu. Setelah kejadian itu tersebarlah kabar yang meresahkan bahwa Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam telah menceraikan istri-istri beliau. At-Tahrim:1-5) Cobaan Besar Hafshah senantiasa bertanya kepada Rasulullah dalam berbagai masalah. Allah berfirman. “Sepertinya Rasulullah telah menceraikanmu. Secara khusus Umar memanggil putrinya. aku akan memenuhi keinginanmu itu dan aku akan menceraikanmu secara baik-baik. maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan).” (Qs. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberiitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Hafshah. “Hai Nabi. maka kemarilah. Kaitannya dengan hal ini. jika kalian menghendaki kehidupan dunia dan segala perhiasannya. dan mengingatkannya untuk menjauhi perilaku yang dapat membangkitkan amarah beliau dan menyadari bahwa beliau tidak memiliki banyak harta untuk diberikan kepada mereka. aku tidak akan berbicara dengan mu selama-lamanya. Umar berkata.

“Pendapatku adalah sebagaimana pendapat Aisyah. Dia merasa putrinyalah yang menjadi penyebab kesedihan beliau. Dia dikuburkan di Baqi‟. . Umar pun meminta penjelasan dari beliau walaupun di sisi lain dia sangat yakin bahwa beliau tidak akan menceraikan istri – istri beliau. Pada masa Rasul. atas desakan Umar. Awalnya Abu Bakar merasa khawatir kalau mengumpulkan Al-Qur‟an dalam satu kitab itu merupakan sesuatu yang mengada-ada karena pada zaman Rasul hal itu tidak pernah dilakukan. Akan tetapi. Umar pergi ke masjid dan mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam tidak menceraikan istri-istri beliau. beliau kembali kepada mereka. baik di bagian timur maupun barat. memintanya agar berdiam di rumah dan tidak keluar untuk menyatakan ba‟iat. para penghafal Al-Qur‟an banyak yang gugur dalam peperangan Riddah (peperangan melawan kaum murtad). dia mengikuti perkembangan penaklukan-penaklukan besar. Abdullah bin Umar. Hafshah memperbanyak ibadah. Kondisi seperti itu mendorong Umar bin Khaththab untuk mendesak Abu Bakar agar mengumpulkan Al-Qur‟an yang tercecer. Hafshah berada pada kubu Aisyah sebagaimana yang diungkapkannya. Al-Qur‟an terjaga di dalam dada dan dihafal oleh para sahabat untuk kemudian dituliskan pada pelepah kurma atau lembaran-lembaran yang tidak terkumpul dalam satu kitab khusus. Setelah genap sebulan Rasulullah menjauhi istri-istrinya. belum ada seorang pun yang dapat memastikan apakah beliau menceraikan istri-istri beliau atau tidak. Ketika itu. Mereka kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentang wafatnya Hafshah. melainkan karena cintanya kepada beliau dan merasa sangat sedih melihat keadaan beliau. Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam tidak akan menceraikan istri-istri beliau sehingga Umar meminta izin untuk mengumumkan kabar gembira itu kepada kaum muslimin. Karena tidak sabar. Umar mendatangi khazanah untuk menemui Rasulullah yang sedang menyendiri. Kebiasaan itu berlanjut hingga setelah Rasulullah wafat. Untuk lebih meyakinkan lagi. Dia hidup hingga masa kekhalifahan Utsman. Hafshah dapat dikatakan sebagai istri Rasul yang paling menyesal sehingga dia mendekatkan diri kepada Allah dengan sepenuh hati dan menjadikannya sebagai tebusan bagi Rasulullah. yang ketika itu terjadi fitnah besar antar muslimin yang menuntut balas atas kematian Khalifah Utsman hingga masa pembai‟atan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Amin. Pemilik Mushaf yang Pertama Karya besar Hafshah bagi Islam adalah terkumpulnya Al-Qur‟an di tangannya setelah mengalami penghapusan karena dialah satu-satunya istri Nabi Shallallahu „alaihi wasallam yang pandai membaca dan menulis. Mushaf asli Al-Qur‟an itu berada di rumah Hafshah hingga dia meninggal. di samping memang ingin memastikan isu yang tersebar. terutama puasa dan shalat malam. sekaligus menyimpan dan memeliharanya. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Hafshah Radhiyallahu „anha dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Dan memang benar. dia tidak termasuk ke dalam golongan orang yang menyatakan diri berba‟iat kepada Ali bin Abi Thalib karena saudaranya. bersebelahan dengan kuburan istri-istri Nabi yang lain.” Akan tetapi.suami dan ayahnya. Beliau melihat penyesalan tergambar dari wajah mereka. Pada masa khalifah Abu Bakar. beliau mengumumkan penyesalan mereka kepada kaum muslimin. Hafshah merasa sangat kehilangan ketika ayahnya meninggal di tangan Abu Lu‟luah. Abu bakar akhirnya memerintah Hafshah untuk mengumpulkan Al-Qur‟an. Setelah beberapa hari Rasulullah Shallallahu „alaihi wasallam menyendiri. Sekarang ini Umar menemui Rasulullah bukan karena anaknya. Bahkan pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Kaum muslimin menyambut gembira kabar tersebut. sebagian riwayat mengatakan bahwa Sayyidah Hafshah wafat pada tahun ke empat puluh tujuh pada masa pemerintahan Mu‟awiyah bin Abu Sufyan. dan tentu yang lebih gembira lagi adalah istri-istri beliau.

Zainab adalah anak perempuan dari bibi Rasulullah. Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu „anha. Tentang Zaid. Nasab dan Masa Pertumbuhannya Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Jahsy bin Ri‟ab bin Ya‟mar bin Sharah bin Murrah bin Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. beliau mempersaudarakan Zaid dengan Hamzah bin Abdul Muththalib. Menurut mereka. Ibu dari Zainab bernama Umaimah binti Abdul-Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai. sehingga turunlah ayat kepada mereka: “Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. dia berpisah dengan kedua orang tuanya karena diculik. Zainab berasal dan golongan terhormat. Ketika masih kecil. bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau. sedangkan Zaid bin Haritsah adalah budak Rasulullah yang sangat beliau sayangi. Ayah Zaid. terutama setelah dia meninggalkan Mekah. sehingga kaum muslimin menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Haritsah bin Syarahil. senantiasa mencarinya hingga dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. juga tidak menginginkan orang lain yang engkau pilihkan untukku. Sesampainya di Madinah beliau meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. “Aku tidak menginginkan mereka berdua.” Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. “Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat. Dia tergolong pernimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah Terdapat beberapa ayat Al-Qur‟an yang memerintahkan Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan. Zainab termasuk wanita pertama yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Zaid berasal dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani. Ahmad) Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya. beliau pasti menjadikannya sebagai pengganti beliau. bahkan beliau pernah bersabda tentang Zaid.Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zaid adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan budak. Aisyah pernah berkata. kemudian dia dibeli oleh Hakam bin Hizam untuk bibinya. Umaimah binti Abdul Muththalib. Ketika Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau atau kembali pada orang tua dan pamannya. Zaid berkata. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri‟ab. Seandainya dia tetap hidup. (HR. sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy menyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik. Zaid selalu bersama Rasulullah. Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Engkau bagiku adalah ayah sekaligus paman. Dalam banyak peperangan. Semula Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah. sehingga beliau sangat mencintainya. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat. namanya adalah Barrah. lalu dihadiahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan.” Setelah itu. dan tidak jarang pula dia ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang . Zainab dilahirkan di Mekah dua puluh tahun sebelum kenabian. Dia senantiasa berada di dekat Nabi. Sebelum menikah dengan Rasulullah. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Beliau sangat mencintai Zainab. Ketika Islam datang. begitu juga dengan saudara laki-lakinya.

‟ itulah yang lebih adil pada sisi Allah.urusan mereka. Beberapa saat kemudian turunlah ayat. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab . Mendengar itu. Selanjutnya. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut. apabila anakanak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya.” (QS. dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. “Pertahankan terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.“ (QS. “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah. Artinya. ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya. Al-Ahzab:37) Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat. Zainab mulai memasuki rumah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Al-Ahzab:5) Karena itu. Akan tetapi. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. beliau bersabda. Rasulullah ingin menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung. Allah memberikan peringatan sekali lagi dalam ayat: “Dan (ingatlah). Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menghapuskan tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah. dan kamu takut kepada manusia.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Pernikahan itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliyah yang senang membanggakan diri dan keturunan.“ (Q.S. dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruhnya untuk bersabar. Al-Ahzab: 36) Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah. Zainab dinikahi Rasulullah. bahkan meminta Zaid mempertahankan istrinya.anak angkat mereka. „Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah. “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Pada mulanya Rasulullab tidak memperhatikan perintah tersebut.lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” Zaid berusaha menenangkan diri dan bersabar. Menjadi Ummul-Mukminin Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. „sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya. akhirnya terjadilah talak. Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak. Akan tetapi. namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat dikendalikan. Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti hati Zaid. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah. dia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab. Allah Subhanahu Wa Ta‟ala berfirman. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dari kerabat dekatnya. seperti halnya Zaid bin Haritsah yang sebelum turun ayat Al-Qur‟an telah diangkat sebagai anak oleh beliau. Di depan Zaid. dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. sesat yang nyata. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. Zaid menghadap Rasulullah untuk mengadukan perlakukan Zainab terhadap dirinya. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya). maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu. sedang Allah. Karena itulah Rasulullah menikahi Zainab setelah bercerai dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak Muhammad. Zainab tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid. seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung).

juga mengerjakan kerajinan sulaman. perkataannya paling jujur. Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah. tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan. pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya. maka bersedekahlah dengan salah satunya.” Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab Binti Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh. dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. “Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu. “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. dalam usianya yang ke-53.” Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Selain Saudah. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya. banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dari langit. paling banyak bersedekah. dia yang memiliki tabiat yang keras. paling suka menyambung tali silaturahmi. dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. dan hasilnya diinfakkan di jalan Allah. kerjakanlah dari sisi yang lain. aku utusan yang terbaik di antara mereka. Tentang Zainab.” Semasa hidupnya. Karena itu. turunlah ayat yang berbunyi. “Semoga Allah mengasihi Zainab. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya. Aisyah berkata. Akan tetapi. Al-Ahzab: 40) Zainab berkata kepada Nabi. Wafatnya Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau. Dia sangat bertakwa kepada Allah. sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. “Aku telah menyiapkan kain kafanku. Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. . dan dimakamkan di Baqi. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab. menyamak kulit dan menjualnya. Amin. “ (Qs. Jika kalian dapat bersedekah dengan semua hak-hakku. Aku adalah anak bibimu. Dia banyak menyamaiku dalam kedudukannya di hati Rasulullah. dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Zainab bertangan terampil. yaitu pada tahun kedua puluh hijrah.

” Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Tidak mungkin jika dia harus terjun langsung dalam berniaga dan bepergian membawa barang dagangan ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas. Maisarah menyertai Muhammad ke Syam untuk membawa dagangan Khadijah. tidak heran jika kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan berupa penghormatan yang tinggi kepadanya. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum. sehingga banyak pemuda Quraisv yang ingin mempersuntingnya. Khadijah mampu menyeleksi orang-orang yang dapat diajak berbisnis. Perniagaan mereka ketika itu memberikan keuntungan yang sangat banyak sehingga Maisarah kembali membawa keuntungan yang berlipat ganda. yang sejak usia lima belas tahun telah diajak oleh Maisarah untuk menyertainya berdagang. para karyawannya menerima upah dan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. namun penugasan kepada Maisarah tidaklah sia-sia. Untuk itu. Kondisi itulah yang menyebabkan Khadijah mulai mempekerjakan beberapa karyawan yang dapat menjaga amanah atas harta dan dagangannya. Pemuda Pemegang Amanah Kaum Quraisy tidak mengenal pemuda mana pun yang wara.Khadijah binti Khuwaild adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Dengan demikian. menentukan harga. Sebenarnya itu adalah pekerjaan berat. Akan tetapi. Seperti biasanya. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi. Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy. Selama perjalanan.. dia melihat gulungan awan tebal yang senantiasa mengiringi Muhammad yang seolah-olah melindungi beliau dari sengatan matahari. Itulah yang mengantarkan Khadilah menuju kesuksesan yang gemilang. Pemuda yang Jujur Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang ikhlas dan berani. bermodalkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan pikiran yang didukung oleh pengetahuan dasar tentang bisnis dan bekerjasama. yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak. Khadijah adalah wanita yang hidup dan besar di lingkungan Suku Quraisy dan lahir dari keluarga terhormat pada lima belas tahun sebelum Tahun Gajah. takwa. . Maisarah menceritakan kejadian aneh selama melakukan perjalanan ke Syam dengan Muhammad. Ini sebagaimana sabda Rasulullah. sehingga Khadijah pun berani melimpahkan tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan mengiring dan menyiapkan kafilah. yang mengatakan bahwa Muhammad adalah laki-laki yang akan menjadi nabi yang ditunggu-tunggu oleh orang Arab sebagaimana telah tertulis di dalam Taurat dan Injil. serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad pcnyebaran agama Allah kepada seluruh umat manusia. Karena itu. Dia pun mendengar seorang rahib yang bernama Buhairah. yang juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Sebelum menikah dengan Rasulullah. Maisarah mengatakan bahwa keuntungan yang mereka peroleh itu berkat Muhammad yang berniaga dengan penuh kejujuran. dan jujur selain Muhammad bin Abdullah. “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Kekayaan yang berlimpahlah yang menjadikan Khadijah tetap berdagang. karena memang keduanya telah sepakat untuk bekerja sama. menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin. Khadijah pernah dua kali menikah. juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Walaupun pekerjaan itu cukup sulit. Wanita Suci Sayyidah Khadijah dikenal dengan julukan wanita suci sejak perkawinannya dengan Abu Halah dan Atiq bin Aidz karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Khadijah merasa tidak mungkin jika semua dilakukan tanpa bantuan orang lain. C. dan memilih barang dagangan.

orang terdahulu. Putra-putri Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki. kecuali Abdullah. Allah menganugerahi Nabi Shallallahu alaihi wassalam melalui rahim Khadijah beberapa orang anak ketika dibutuhkan persatuan dan banyaknya keturunan. dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah Muhammad. Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri satu-satunya sebelum dia meninggal. sehingga akhirnya Muhammad diminta menikahi dirinya. Dia telah memberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada saat-saat yang sulit dan tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat. dan yang terakhir beliau menikahkan Ummu Kultsum dan Ruqayah dengan dua putra Abu Lahab. diutus menjadi Rasul. Muhammad pun menyetujui permohonan Khadijah tersebut. sehingga dari sinilah kita dapat mengetahui sifat mulia Zaid. . pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang aneh. yaitu Qasim dan Abdullah serta empat orang anak perempuan. Khadijah memberikan Zaid kepada Muhammad sebagai hadiah. Akan tetapi di tempat lain. amanah. Setelah besar. sehingga dia ingin menikah dengan Muhammad. Zaid dibeli oleh Khadijah dari pasar Mekah yang kemudian dijadikan budaknya. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Fathimah az-Zahra. Bersama Khadijah. Seluruh putra dan putrinya lahir sebelum masa kenabian. Selain mereka ada juga Zaid bin Haritsah yang sering disebut putra Muhammad. yang dikenal dengan pengetahuannya tentang orang. Perasaan Khadijah itu menimbulkan kecenderungan terhadap Muhammad di dalam hati dan pikirannya. Waraqah bin Naufal. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memberikan kebebasan penuh kepada Zaid untuk memilih antara tetap tinggal bersamanya atau ikut bersama ayahnya. Istri Pertama Rasulullah Allah menghendaki pernikahan hamba pilihan-Nya itu dengan Khadijah. Setelah itu dia mengutus Nafisah. Dia mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam untuk memohon agar beliau mengembalikan Zaid kepadanya walaupun dia harus membayar mahal. Ruqayah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram damai. Abul Ash ibnur Rabi’. yaitu Atabah dan Utaibah. Pernikahan Zainab ini merupakan peristiwa pertama Rasulullah menikahkan putrinya. sehingga banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya. Walaupun usia mereka terpaut sangat jauh dan harta kekayaan mereka pun tidak sepadan. Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin As’ad untuk meminang Khadijah. Rasulullah sangat mencintai Zaid karena dia memiliki sifat-sifat yang terpuji. Ketika Khadijah menikah dengan Muhammad. putri bungsu beliau masih kecil. Zaid pun sangat mencintai Rasulullah. karena Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada mereka. dan penuh cinta kasih. Semula. dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya kejujuran.Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa Khadijah. namun dia adalah wanita dari golongan keluarga terhormat dan kaya raya. yaitu Zainab. usia Muhammad baru menginjak dua puluh lima tahun. Abdullah kemudian dijuluki ath-Thayyib (yang baik) dan ath-Thahir (yang suci). Zainab banyak menyerupai ibunya. Waraqah mengatakan bahwa akan muncul nabi besar yang dinanti-nantikan manusia dan akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Allah. sementara Khadijah empat puluh tahun. saudara perempuan Ya’la bin Umayyah untuk meneliti lebih jauh tentang Muhammad. Ketika itu. Ketika itu Khadijah berusia empat puluh tahun. Zainab dinikahkan dengan anak bibinya. sehingga dia menemui anak pamannya. Maka. Karena itulah. dengan salah seorang pamannya. Zaid tetap memilih hidup bersama Rasulullah. ayah kandung Zaid selalu mencari anaknya dan akhirnya dia mendapat kabar bahwa Zaid berada di tempat Muhammad dan Khadijah. Ummu Kultsum dan Fatimah. Penuturan Waraqah itu menjadikan niat dan kecenderungan Khadijah terhadap Muhammad semakin bertambah. setelah sekian lama beliau merasakan pahitnya menjadi anak yatirn piatu dan miskin.

” . Dia mengajari manusia dengan perantaraan pena. Khadijah memberikan ketenteraman kepada Rasulullah dengan segala kelembutan dan kasih sayang sehingga beliau merasa tenteram dan aman. Khadilah berupaya agar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Malaikat Jibril menyuruh beliau membaca. Malaikat Jibril mendekati dan mendekap beliau ke dadanya. seperti biasanya beliau menyendiri di Gua Hira –waktu itu bulan Ramadhan–. “Aku tidak dapat membaca. Sejak semula Khadijah telah yakin bahwa suaminya akan menerima amanat Allah Yang Maha Besar untuk seluruh alam semesta. Muhammad bin Abdullah hidup berumah tangga dengan Khadijah binti Khuwailid dengan tenteram di bawah naungan akhlak mulia dan jiwa suci sang suami. mengutarakan apa yang telah dialaminya. maka (panggillah merela sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu … ” (QS. karena hal itu merupakan adat jahiliah. namun beliau hanya menjawab. Dari situlah mengapa banyak yang menjuluki Zaid dengan sebutan Zaid bin Muhammad. sehingga Rasulullah mengatakan. seraya menjawab. Ketika itu. Beliau sangat gemetar ketika mendengar suara gaib Malaikat Jibril memanggil beliau. seraya berkata. wahai Muhammad!” Ketika itu Muhammad sangat bingung dan ketakutan. hukum pengangkatan anak itu gugur setelah turun ayat yang membatalkannya. menghambakan diri kepada Allah yang Maha Esa.”Rasulullah Muhammad mengikuti bacaan tersebut. menjadi tempat mengadu orang-orang Quraisy dalam menyelesaikan perselisihan dan pertentangan yang terjadi di antara mereka. serta berusaha menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran yang memenuhi dadanya. “Aku tidak dapat membaca. Beliau menyendiri di Gua Hira. Hal itu menunjukkan betapa tinggi kedudukan Rasulullah di hadapan mereka pada masa pra kenabian. Hal itu pun merupakan babak baru dalam kehidupan Khadijah yang dengannya dia harus mempercayai dan meyakini ajaran Rasulullah Muhammad. “Bacalah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Khadijah mendengarkan cerita suaminya dengan penuh minat dan mempercayai semuanya. sebagaimana firman Allah berikut ini: ” … jika kamu mengetahui bapak-bapak mereka. Nabi Muhammad berusia empat puluh tahun. ayahnya merelakan anaknya dan merasa tenang. Suatu ketika. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Zaid bin Haritsah menuju halaman Ka’bah untuk mengummkan kebebasan Zaid dan pengangkatan Zaid sebagai anak. Keringat deras mengucur dari seluruh tubuhnya sehingga beliau kepayahan dan tidak menemukan jalan menuju rumah. “Aku mengharapkannya menjadi benteng yang kuat bagi diriku.” Akhirnya.Agar pada kemudian hari nanti tidak menjadi masalah yang akan memberatkan ayahnya. sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam merasa bahwa istrinya pun menduga akan terjadinya hal-hal seperti itu. Setelah itu. Kejadian tersebut merupakan awal kenabian dan tugas Muhammad menyampaikan amanat Allah kepada manusia. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Bahkan dia menjenguk serta menyiapkan makanan dan minuman selama beliau di dalam gua. Pribadi yang Agung Setelah rasa takut beliau hilang. karena dia yakin bahwa apa pun yang dilakukan suaminya merupakan masalah penting yang akan mengubah dunia. Khadijah melihat beliau dalam keadaan terguncang seperti itu. Dia mengajarkan segala sesuatu yang belum mereka ketahui. kemudian memapahnya ke rumah. sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalam Khadijah sangat ikhlas dengan segala sesuatu yang dilakukan suaminya dan tidak khawatir selama ditinggal suaminya. Beliau ridak langsung menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Khadijah karena khawatir Khadijah menganggapnya sebagai ilusi atau khayalan beliau belaka. Malaikat Jibril mempererat dekapannya. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah.” Mendengar itu. “Berilah aku selimut. Khadijah!” Beberapa kali beliau meminta istrinya menyelimuti tubuhnya. Ketika itu. dan berkata. Akan tetapi. dan akhirnya beliau pun menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. At-Taubah:5) Pada Masa Kenabian Muhammad Shallallahu alaihi wassalam.

Allah tidak akan menyia nyiakanmu engkau selalu menghubungkan silaturrahim. serta tuhan-tuhan lain yang memenuhi pelataran Ka’bah. Karena itu. “Allahu Akbar. Demi yang jiwa Waraqah dalam genggaman-Nya. dan bibirnya meluncur kata-kata jujur. bersabarlah” (QS. Khadijah telah mencapai derajat yang tinggi dan sempurna. “Demi Allah. dan membantu meringankan derita dan musibah orang lain. anak paman Rasulullah yang sejak kecil diasuh dalam rumah tangga beliau. Awal Masa Jihad di Jalan Allah Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agama yang dibawanya sebelum diumumkan kepada masyarakat. Setiap jalan yang beliau lalui ditaburi kotoran hewan dan duri. Allahu Akbar… Tiada Tuhan selain Allah. Dia tidak melahirkan. Thalhah bin Ubaidilah. Itulah langkah awal Khadijah dalam menyertai suaminya berjihad di jalan Allah dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan agama Allah. Waraqah bin Naufal.” Setelah Rasulullah merasa tenteram dan dapat tidur dengan tenang. Khadijah segera menemui suaminya (Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam) dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Waraqah. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu. Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anakanak. yang tidak terpengaruhi tradisi jahiliah. berbicara benar. Mereka masuk menyatakan Islam secara sembunyi-sembunyi sehingga harus melaksanakan shalat di pinggiran kota Mekah. Rasulullah Muhammad memanggil manusia untuk beribadah kepada Tuhan yang satu. Khadijah menceritakan kejadian yang dialami suaminya. Mendengar cerita mengenai Rasulullah. Uzza. Al-Muddatstir:17) Ayat di atas merupakan perintah bagi Rasulullah untuk mulai berdakwah kepada kalangan kerabat dekat dan ahlul-bait beliau. Khadijah adalah orang pertama yang menyatakan beriman pada risalah Rasulullah Muhammad dan menyatakan kesediaannya menjadi pembela setia Nabi. Khadijah tampil mendampingi Rasulullah dengan penuh kasih sayang. dan kelembutan. lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah. bangunlah. Tentu saja mereka menolak. Setiap kegundahan yang Rasulullah lontarkan atas . Khadijah mendatangi anak pamannya. dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah. dan Muhammad adalah nabi akhir zaman. Masa Berdakwah Terang-terangan Setelah berdakwah secara sembunyi. Abdurrahman bin Auf.sembunyi. kemudian Zaid bin Haritsah. Sa’ad bin Abi Waqash. Beberapa waktu kemudian Jibril kembali mendatangi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam untuk membawa wahyu kedua dari Allah: “Hai orang yang berkemul (berselimut). juga tidak dilahirkan. mencaci maki.” Mendengar kabar itu. dan sahabat-sahat lainnya. cinta. menolong orang papa. Waraqah berseru. bahkan tidak segan-segan menyiksa Rasulullah. maka apa yang dilihat Muhammad di Gua Hira itu merupakan suratan yang turun kepada Musa dan Isa sebelumnya. Hubal. dan janganlab kamu memberi (dengan maksud) memperoleb (balasan) yang lebih banyak. hamba sahaya Rasulullah yang ketika itu dijuluki Zaid bin Muhammad. Kemudian menyusul Ali bin Abi Thalib. bukan Laata. dan namanya tertulis dalam Taurat dan Injil. datanglah beliau ke tengah-tengah umat seraya berseru lantang. diikuti Utsman bin Affan. tiada sekutu bagi-Nya. memikul beban orang lain. Dari kalangan laki-laki dewasa. kalau kau percaya pada ucapanku. Dia telah berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Wajahnya senantiasa membiaskan keceriaan.Di sinilah tampak kebesaran pribadi serta kematangan dan kebijaksanaan pemikiran Khadijah. yang belum pernah dicapai oleh wanita mana pun. “Maha Mulia…Maha Mulia….” Seruan beliau sangat aneh terdengar di telinga orang-orang Quraisy. mulailah Abu Bakar masuk Islam. menghorrnati tamu. az-Zubair ibnu Awam. turunlah perintah Allah kepada Rasulullah untuk memulai dakwah secara terang-terangan. Manat.

Akan tetapi. Khadijah pun tidak memperhitungkan harta bendanya yang habis digunakan dalam perjuangan ini. dan ketinggian derajat. Abu Sufjan dan Abu Jahal membujuk Abu Thalib untuk menasehati Muhammad agar menghentikan dakwahnya. Dan (begitu pula) istrinya. dan keperluan sehari-hari lainnya. Dalam kondisi seperti itu. Yang di lehernya ada tali dari sabut. usaha kaum Quraisy telah gagal. Pemboikotan itu berlangsung selama tiga tahun. kemakmuran. Khadijah turut menanggung kesulitan dan kesedihan. beserta istrinya. Ruqayah dan Ummu Kultsum. Al-Lahab:1-5) Khadijah adalah tempat berlindung bagi Rasulullah. Wafatnya Khadijah Beberapa hari setelah pemboikotan. termasuk Rasulullah. tetapi tidak sedikit pun menggoyahkan akidah mereka. mengirimkan makanan dan minuman untuk mempertahankan hidup. “ (QS. sekali-kali dan secara sembunyi-sembunyi. Abu Thalib tidak bersedia. Abu Thalib jatuh sakit. yaitu Utsman bin Affan bagi Ruqayah. Rasulullah dan istrinya dapat bertahan. dan semua orang meyakini bahwa sakit kali ini merupakan akhir dari hidupnya. dan penyiksaan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pun kembali menyeru nama Allah Yang Mulia dan melanjutkan jihad beliau. menjadi benteng pertahanan beliau dan menjaga beliau dari siksaan orang-orang Quraisy. Mereka terisolasi di pinggiran kota Mekah dan diboikot oleh kaum Quraisy dalam bentuk embargo atas transportasi. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. dan sebagai gantinya adalah harta dan pangkat. kaum Quraisy memutuskan untuk memboikot dan mengepung kaum muslimin dan menulis deklarasi yang kemudian digantung di pintu Ka’bah agar orang-orang Quraisy memboikot kaum muslimin. Dari Khadijah. istrinya. sehingga mereka mengakhiri pemboikotan dan membiarkan kaum muslimin kembali ke Mekah. . beliau memperoleh keteduhan hati dan keceriaan wajah istrinya yang senantiasa menambah semangat dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarluaskan agama Allah ke seluruh penjuru. walaupun kondisi fisiknya sudah tua dan lemah. Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Allah telah menyediakan pengganti yang lebih mulia. Ketika itu kehidupan Khadijah sangat jauh dan kehidupan sebelumnya yang bergelimang dengan kekayaan. dan juga pamannya. Mereka memerintah anak-anaknya untuk memutuskan pertunangan dengan kedua putri Rasulullah. dan dia mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tidak akan bersedia menukar dakwahnya dengan pangkat dan harta sepenuh dunia. Dalam keadaan seperti itu. sehingga tidak jarang dia harus mengendapkan perasaan agar tidak terekspresikan pada muka dan mengganggu perasaan suaminya. Yang keluar adalah tutur kata yang lemah lembut sebagai penyejuk dan penawar hati. Sementara itu. baik itu berupa rayuan. Dengan demikian. intimidasi. yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Lahab. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. bahkan yang mereka rasakan adalah bertambah kokohnya keimanan dalam hati. paman Rasulullah. Pemboikotan Kaum Quraisy terhadap Kaum Muslimin Setelah berbagai upaya gagal dilakukan untuk menghentikan dakwah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.perlakuan orang-orang Quraisy selalu didengarkan oleh Khadijah dengan penuh perhatian untuk kemudian dia memotivasi dan menguatkan hati Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. pembawa kayu bakar. komunikasi. Orang yang paling keras menyakiti Rasulullah adalah paman beliau sendiri. Dia sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang. Keluarga mereka yang lain. Allah mengutuk Abu Lahab lewat firman-Nya : “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kaum muslimin. sebab Abu Thalib adalah figur yang sangat disegani dan diperhitungkan oleh kaum Quraisy. Bersama Rasulullah. Abu Thalib. Walaupun begitu. Ummu Jamil.

Dialah orang pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli surga. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membisikkan sesuatu. dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika melepas kepergiannya adalah: “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalab Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Khadijah meninggal. sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Bersama Khadijahlah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Pada saat kritis menjelang kematian pamannya. Sebaliknya. dan wanita pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah. Dalam sakit yang tidak terlalu lama.” Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki oleh wanita lain. maka tahun itu disebut sebagai ‘Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Khadijah dikuburkan di dataran tinggi Mekah. dalam usia enam puluh lima tahun. Sayyidah Khadijah sakit keras akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena pemboikotan itu. semakin sedih. menyusul Abu Thalib. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Amin. karena mereka akan lebih leluasa mengintimidasi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan pengikutnya. Semakin hari. Dia adalah Ummul Mukminin istri Rasulullah yang pertama. orang-orang Quraisy sangat gembira atas kematian Abu Thalib itu. kondisi badannya semakin menurun. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sendiri yang mengurus jenazah istrinya. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. . Secepat ini aku kehilangan engkau? Pada tahun yang sama. yang dikenal dengan sebutan al-Hajun. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati Rasulullah sampai beliau wafat.Abu Thalib meninggal pada tahun itu pula. wanita pertama yang mempercayai risalah Rasulullah.

dia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki istri Nabi yang lain. “Sebelum aku berakal. kedua orang tua Aisyah melakukan hijrah bersama Rasulullah. Kemudian aku berkata kepadanya. ‘Jika ini benar dari Allah. Aisyah laksana lautan luas dalam kedalaman ilmu dan takwa. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ini adalah istrimu di dunia dan akhirat. Setelah itu Rasulullah berkata kepada Aisyah. Berbeda dengan istri Nabi yang lain. hijrah ke Madinah bersama para sahabat. Abu Bakar menikahi Asma binti Umais yang kemudian melahirkan Muhammad. “Ya Allah. termasuk di dalamnya Aisyah . juga menikahi Habibah binti Kharijah yang melahirkan Ummu Kultsum. Ayahnya adalah ash-Shiddiq dan orang pertama yang mempercayai Rasulullah ketika terjadi Isra’ Mi’raj. kedua orang tuaku sudah menganut Islam. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutera seraya berkata. Aisyah pun digolongkan sebagai wanita pertama yang masuk Islam.” Allah mengabulkan doa Rasulullah. Lindungilah kami dan penyakit. dan di antara istri-istri Nabi. dialah sosok yang banyak menghafal hadits-hadits Nabi. Aisyah melihat bahwa ayahnya menanggung beban yang sangat besar. Nasab dan Masa Kecil Aisyah Aisyah adalah putri Abdullah bin Quhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tamim bin Marrah bin Ka’ab bin Luay. Menyaksikan hal itu.’ Ketika aku membuka tabirnya. Anak Iainnya. Semasa kecil dia bermain.main dengan lincah. sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Mekah. niscaya akan terlaksana. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. sebagaimana perkataannya. Aisyah. Setelah pertunangan itu. Ketika dakwah Islam dihambat oleh orang-orang musyrik. Akan tetapi. berasal dan Qatlah binti Abdul Uzza. yaitu Abdurrahman dan Aisyah.Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah yang telah banyak dikenal. sebagaimana diterangkan di dalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah : ‘Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutera hijau kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. beliau mengutus orang untuk menjemput mereka. Menurut riwayat.” Ummu Ruman memberikan dua orang anak kepada Abu Bakar.” Mendengar kabar itu. Pernikahan yang Penuh Berkah Dua tahun setelah wafatnya Khadijah Radhiyallahu ‘anha. riwayat-riwayat lain mengatakan bahwa ibunya adalah Zainab atau Wa’id binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams. ibunya bernama Ummu Ruman. Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi diutus menjadi Rasulullah.” Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. Ayahnya adalah sahabat dekat Rasulullah yang menemani beliau hijrah. ‘Ini adalah istrimu. istri pertama yang dia nikahi pada masa jahiliyah. Setelah beliau menetap di Madinah. Aisyah sakit keras dan badannya menyusut seperti juga dialami orang-orang Muhajirin. Berikanlah keberkahan kepada kami dalam timbangan dan takarannya. Ketika masuk Islam. jadikanlah kami sebagai orang yang mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Mekah. atau bahkan lebih lagi. Rasulullah berdoa. dan ketika dinikahi Rasulullah usianya belum genap sepuluh tahun.. Ketika wahyu datang kepada Rasulullah. Di kalangan wanita. lalu berkata. yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq dan berasal dari suku Quraisy at-Taimiyah al-Makkiyah. Karena cuaca buruk yang melanda Madinah. Sembuhkanlah penghuninya dan penyakit. dan cuaca . terlebih lagi ketika Rasulullah setuju menikahi putri mereka. yaitu Abdullah dan Asma. “Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturutturut. dan alihkanlah penyakit itu ke Juhfah. Abu Bakar dan istrinya sangat senang. datang wahyu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam untuk menikahi Aisyah . tampaklah wajahmu. saat orang-orang tidak mempercayainya. Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya di dunia dan akhirat.

‘Demi Allah.“ (HR. kaum muslimin senantiasa menanti-nanti datangnya hari giliran Rasulullah pada Aisyah sebagai hari untuk menghadiahkan sesuatu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. sehingga hilanglah penyakit yang melanda kaum muhajirin. “Ayahnya!”(Hadits muttafaqirn ‘alaihi) Di antara istri-istri Rasulullah. Ummu Salamah pun telah menyatakan keberatan kepada Rasulullah. Karena itu. dan itu sudah diketahui oleh kaum muslimin saat itu. Aisyah pun sembuh dan bersiap-siap menghadapi hari pernikahan dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. kecuali ketika aku dalam satu selimut bersama Aisyah. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan. Muslim) Istri Kecintaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Aisyah tinggal di kamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi. yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah. yaitu lima ratus dirham. “Aisyah!” Amru bertanya lagi. Ketika aku mengingatkan beliau untuk yang ketiga kalinya. Kamu telab menyakiti istri kecintaan Rasulullah’. Maka inilah mahar Rasulullah terhadap istri-istri beliau. . mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Oleh karena itu.’ Melihat reaksi seperti itu. Dengan izin Allah menikahlah Aisyah dengan maskawin lima ratus dirham. Mereka berkata.keutamaan Aisyah. teman-temanku (istri Nabi yang lainnya) berkumpul di tempat Ummu Salamah. Tahukah kamu satu nasy itu? Dijawab. dan itu tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab. “Cinta pertama yang terjadi di dalam Islam adalah cintanya Rasulullah kepada Aisyah . Di hati Rasulullah.berangsur membaik. Keadaan seperti itu menimbulkan kecemburuan di kalangan istri Rasulullah lainnya. beliau tetap berpaling dariku. Bahkan ketika Aisyah wafat. “Rasulullah berpaling dariku. Ketika beliau mendatangi aku. “Dan dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab. wahyu tidak turun kepadaku selama aku berada di dekat kalian. sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Kemudian lanjut Aisyah. Ketika ditanya oleh Abu Salamah bin Abdurrahman tentang jumlah mahar yang diberikan Rasulullah: Aisyab menjawab. Ummu Salamah berkata. dia adalah manusia yang paling beliau cintai setelah ayahnya (Abu Bakar).” Suatu waktu. “Mahar Rasulullah kepada istri-irstrinya adalah dua belas uqiyah dan satu nasy.” Selain itu ada juga kisah lain yang menunjukkan besarnya cinta Nabi kepada Aisyah. Tidak. sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. ‘Sungguh celaka kamu. Suatu hari Shafiyah bin Huyay meminta kerelaan Rasulullah melalui Aisyah. Rasulullah meminta kaum muslimin untuk memberikan hadiah kepada beliau pada hari giliran istri Rasulullah yang mana saja. ‘Hai Ummu Salamah.” Di dalam riwayat Tirmidzi dikisahkan. Saudah binti Zam’ah sangat memahami keutamaan. orangorang berbondong-bondong memberikan hadiah pada hari giliranRasulullah di rumah Aisyah. akupun kembali memperingatkan hal itu. Di kamar itulah wahyu banyak turun. tetapi beliau berbuat hal yang serupa. ”Demi Allah. kedudukan Aisyah sangat istimewa. Satu nasy itu sama dengan setengah uqiyah. Dia berkata. sehingga akhirnya beliau bersabda.” (HR. Tentang hal itu Aisyah pernah berkata: “Orang-orang berbondong-bondong memberi hadiah pada hari giliran Rasulullah padaku. demi Allah. Muslim) Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah terhadap Aisyah sangat besar. sedangkan kita juga ingin memperoleh kebaikan sebagaimana yang diinginkan oleh Aisyah. Rasulullah ditanya oleh Amru bin ‘Aash. “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah di hadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya.

dan mengira bahwa penuntun unta akan tahu bahwa dirinya tidak berada di dalamnya. Aisyah kembali ke pasukan. Mendengar pendapat-pendapat dari para sahabat Nabi. Ketika pasukan siap berangkat. sekedup yang mereka angkat ternyata kosong. lewatlah Shafwan bin Mu’thil yang terheran-heran melihat Aisyah tidur. aku tahu bahwa engkau telah mendengar kabar ini.” Fitnah Terhadapnya Aisyah pernah mengalami fitnah yang mengotori lembaran sejarah kehidupan sucinya. ‘Maka bersabar itu lebih baik’. Setelah itu dia duduk di sebelah Rasulullah. hingga turun ayat Al-Q ur’an yang menerangkan kesucian dirinya.” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah rela. niscaya Allah akan menyucikanmu. Hari ini bukan hari bagianmu. Dalam hal ini Aisyah berkata.’ Aisyah kemudian menceritakan duduk permasalahannya dan Rasulullah pun rela kepada Shafyyah. menjauhlah engkau dariku. Akan tetapi. ‘Aisyah menjawab. sehingga dia keluar dari sekedup dan mencari-cari kalungnya yang hilang. Karena itu. Setelah kalungnya ditemukan. beliau mengumpulkan para sahabat dan meminta pendapat mereka. namun beliau bersabda. jika engkau telah berbuat dosa. Aisyah masih berada di dalam sekedup untanya.” Dari perkataan Ali. ‘Ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada siapa yang dikehendakiNya. Aisyah tidak meninggalkan tempat itu. Rasulullah meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat di rumah Aisyah selama sakitnya hingga wafatnya. Menjelang wafat. “Ya Rasulullah. “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah wafat di pangkuanku. salah satunya. Banyak wanita selain dia.” Aisyah menjawab. apakah engkau dapat merelakan Rasulullah kepadaku? Dan engkau akan mendapatkan hari bagianku. Ternyata undian jatuh kepada Aisyah. Dan Allah pula yang akan menolong atas apa yang engkau gambarkan. namun alangkah kagetnya karena tidak ada seorang pun yang dia temukan.“Suatu ketika Rasulullah enggan mendekati Shafiyah binti Huyay bin Ahthab. Karena itu Shafyyah berkata kepada Aisyah. maka kau akan mempercayai perkataanku. Kisahnya bermula dari sini. niscaya Allah akan mengampuni dosamu.” . bertobatlah dengan penuh penyesalan. Allah tidak pernah mempersulit engkau. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. ‘Ya Aisyah. Akan tetapi. Ternyata. Ketika tentara Islam tengah beristirahat di sebuah pelataran. ada pihak yang memperuncing masalah sehingga terjadilah pertentangan berkelanjutan antara Aisyah dan Ali. “Demi Allah. Seperti biasanya. Saat itu bertepatan dengan turunnya perintah memakai hijab. dan kembali. kalung di lehernya jatuh dan hilang. yang disulut oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketika Aisyah sedang duduk-duduk bersama orang tuanya. sebelum berangkat perang. “Ya Rasulullah. Seandainya aku katakan bahwa aku tetap suci pun. Usamah bin Zaid berkata. ‘Aisyab berkata. Ketika tuduhan itu sampai ke telinga Nabi. dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah. Ketika itu Aisyah pergi untuk hajatnya. dan ternyata engkau mempercayainya. ‘Ya!’ Kemudian Aisyah mengambil kerudung yang ditetesi za’faran dan disiram dengan air agar lebih harum. sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tetap suci. Dia pun mempersilakan Aisyah menunggangi untanya dan dia menuntun di depannya. ‘Hai Aisyah. dia adalah keluargamu … yang kau ketahui hanyalah kebaikan semata. Rasulullah mengizinkan rombongan berangkat pulang. bertambah sedihlah Aisyah. Berawal dari kejadian itulah fitnah tersebar. niscaya hanya Allahlah yang mengetahui kesucianku. sehingga Aisyah yang menyertai beliau dalam Perang Bani al-Musthaliq. Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. Ketika Aisyah tertidur.“ Ali juga berpendapat. Rasulullah menghampirinya dan bersabda: “Wahai Aisyah aku mendengar berita bahwa kau telah begini dan begitu. terlebih setelah dia melihat adanya perubahan sikap pada diri Nabi. Mereka mengira Aisyah berada di dalam sekedup. Setelah perang selesai dan kaum muslimin memetik kemenangan. sehingga mereka pun akan kembali ke tempat semula. dan tentunya engkau tak akan mempercayaiku. Jika engkau benar-benar suci. Aku hanya dapat mengatakan apa yang dikatakan Nabi Yusuf. Pada malam harinya. Rasulullah kembali ke Madinah. jika aku mengakui perbuatan itu.

Dia telah beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku. namun wahyu itu tidak kunjung turun. begitu juga halnya dengan Aisyah. sekalipun dia telah menceraikannya seratus kali. Dalam hal ini dia pernah berkata. yang selain memiliki kehormatan dan martabat juga memiliki kekurangan. Semoga Allah memberi untukmu pengganti yang lebih baik daripada dia. Tanpa sadar aku pernah memecahkan tempat makanan yang dibawa Shafiyyah. dan beliau merasa senang atas semua itu. “Aku tidak pernah melihat pembuat makanan seperti Shafiyyah. Aisyah mendatangi mereka dan berkata. Aisyah terdiam hingga Rasulullah datang. . ‘Tempat diganti dengan tempat dan makanan diganti dengan makanan. dan jika engkau telah suci kembali.” (al-Baqarah: 229) Dalam penetapan hukum pun.“ (HR. Dia telah tua renta ditelan masa. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma‘ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik…. Dia menjawab. Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam merasa bahwa cara Halah meminta izin sama dengan cara Khadijah meminta izin. sehingga bertambahlah kemuliaan dan keagungannya di hati Rasulullah. “Demi Allah. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya. Allah telah menyucikanmu dengan firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Rasulullah segera menemui Aisyah dan berkata.Aisyah sangat mengharapkan Allah menurunkan wahyu berkaitan dengan masalahnya. Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan.”(QS. Lalu beliau berkata. An-Nuur:11) Demikianlah kemulian yang disandang Aisyah. ‘Ya Allah. yang kedua sudut mulutnya merah. Rasulullab menjawab. Perjalanan Hidup yang Mulia Pada hakikatnya. inilah Halah binti Khuwailid. Dia selalu menghadiahi makanan kepada Rasulullah. ‘Allah tidak akan memberikan pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Bahkan suami itu berkata kepada istrinya. Aku bertanya kepada Rasulullah apa yang dapat dijadikan sebagai tempat yang pecah itu. Ahmad dan Muslim) Terdapat beberapa pendirian yang tegas dan pemecahan problema hukum yang penting. sebelum seorang pun meninggalkan rumah Rasulullah. setiap manusia memiliki kelemahan. aku akan menceraikanmu sehingga engkau menjadi jelas. meminta izin kepada Rasulullah. Baru setelah beberapa saat. Wanita itu akan kembali menjadi istrinya jika suaminya membujuk kembali dalam keadaan iddah. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan masalah yang dihadapinya. Beliau pun diam tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut hingga turunlah ayat: “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. aku akan merujukmu kembali.‘ Mendengar itu Rasulullah menjawab.’Aku berkata. dan aku tidak akan memberimu nafkah selamanya”. ‘Apa yang engkau sebut itu adalah seorang nenek dari nenek-nenek kaum Quraisy. Suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamash di Syam mandi di tempat pemandian umum. Aku menceraikanmu jika iddahmu hampir berakhir. Dia telah mendermakan harta bendanya untuk perjuanganku ketika orang lain menolak memberikan harta mereka. Bukhari) Aisyah pernah berkata: “Halah binti Khuwailid. Allah telah memberkahiku dengan putra-putri lewat Khadijah ketika yang lain tidak memberiku anak. “Hai Aisyah. saudara perempuan Khadijah. baik khusus yang berkaitan dengan wanita maupun secara umum yang berkaitan dengan kehidupan kaum muslimin secara umum. Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Dia telah mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku.” (HR. wahyu yang menerangkan kesucian Aisyah pun turun kepada beliau. Diriwayatkan bahwa pada zaman dahulu seorang laki-laki dapat menceraikan istrinya dengan sekehendak hati.

‘Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah senantiasa membentangkan kain hijab di antara mereka. kemudian beliau meneruskan puasanya. Aisyah pun sering mengoreksi ayat. yang murid-muridnya berdatangan dari segala penjuru untuk menuntut ilmu.” Setelah mengetahui hal itu. maka dia dilarang berpuasa. hadits-hadits Nabi. Aisyah berkata lagi: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah: ‘Yauma tabdalul-ardhu ghairal-ardha wassamawati. Ketika Abu Hurairah bertanya kepada Aisyah. Al-Mu’minun: 60). Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al-Qur’an dan Sunnah. “Manusia berada di atas shirath. Muslim) . baik yang dikaji dari Al-Qur’an. Abu Daud. putri ash-Shiddiq! Mereka adalah orang yang berpuasa. Abu Musa al-Asya’ari berkata. dan Ibnu Majah) Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah Rasulullah wafat.“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Aisyah menjawab. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. tetapi mendahului (menentukan sendiri) kebaikan tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dia memperoleh ilmu langsung dan Rasulullah sebagaimana ungkapannya ini: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut…. di dalam Al-Mustadrak. Hadist yang Diriwayatkan Aisyah Aisyah memiliki wawasan ilmu yang luas serta menguasai masalah-masalah keagamaan.” (HR. “Rasulullah pernah junub (pada waktu fajar) bukan karena mimpi. Ahmad. Mereka menyegerakan diri dalam kebaikan. “Dia lebih mengetahui tentang keluarnya hadits tersebut. kami temukan kemudahannya pada Aisyah. wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. Salah satu contoh adalah perkataan yang diungkapkan oleh Abu Hurairah. alHakim mengatakan bahwa sepertiga dari hukum-hukum syariat dinukil dan Aisyah. ‘Bukan. sementara keringat bercucuran dari dahi beliau. bersabda. Abu Hurairah berkata.’ (QS. dan bersedekah. dan hukum yang keliru diberlakukan untuk kemudian dijelaskan kembali maksud yang sebenarnya. tetapi takut (amal mereka tidak diterima).“ (HR. Bukhari) Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat.“ (HR. “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini). maupun ilmu fikih. Aisyah menentang perubahan tersebut seraya berkata. “Setiap kali kami menemukan kesulitan. Di manakah manusia berada. Ketika itu Hafsyah mengenakan kerudung tipis. Ibnu Majah dan Tirmidzi).” Di dalam Thabaqat Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul-Mukminin Aisyah . shalat. Tentang masalah ilmu-ilmu yang dimiliki Aisyah ini. Bagi murid yang bukan mahramnya. Ketika itu Abu Hurairah merujuk hadits yang diriwayatkan oleh Fadhi ibnu Abbas bahwa barang siapa yang masih dalam keadaan junub pada terbit fajar. sebagaimana perkataannya ini: “Aku pernah melihat wahyu turun kepada Rasulullah pada suatu hari yang sangat dingin sehingga beliau tidak sadarkan diri. niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.” Kamar Aisyah lebih banyak berfungsi sebagai sekolah. Apakah yang dimaksud dengan ayat di atas adalah para peminum khamar dan pencuri?” Beliau menjawab. hadits.“ (HR.” Para sahabat sering meminta pendapat jika menemukan masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri.

Aisyah dikenal sebagai perawi hadits yang mengistinbath hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadits lain. Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sering sakit. Utsman bin Affan.” Dari Aisyah pun sering keluar kata-kata hikmah yang terkenal. Menurutku engkau adalah manusia yang paling banyak mengetahui sesuatu. Aisyah menjadi penasihat pemerintah hingga wafat. sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghafal hadits setelah Abu Hurairah. anak saudara laki-laki Aisyah.” Dia berkata lagi.” Urwah bin Zubeir. Dari merekalah aku belajar. dan Ibnu Abbas. “Apa yang menyebabkan engkau dan ayahmu menjadi orang yang paling pandai daripada seluruh orang Quraisy? Aku sangat mengagumi kepandaianmu tentang ilmu medis. Karena itu. Ibnu Umar. Dengan memohon dari-Nya gantimu dan aku berdoa untukmu. Para sahabat penghafal hadits sering mengunjungi rumah Aisyah untuk langsung memperoleh hadits Rasulullah karena kualitas kebenarannya sangat terjamin.Aisyah termasuk wanita yang banyak menghafalkan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Aisyah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun.” Al-Ahnaf bin Qais berkata. Pernikahan adalah perbudakan. serta lebih mengenal kewajibannya selain Aisyah. dan berkata.” Aisyah menjawab. mengatakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar.” Aisyah berkata. lebih benar pendapatnya jika dia berpendapat. dan bersyukur atas kebaikan yang telah engkau perbuat. Abu Salamah berkata. “Aku ingin bertanya tentang bagaimana pendapatmu jika aku tetap membujang selamanya. karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda tentang firman Allah: ‘Telah kami utus rasul-rasul sebelummu. tidak segan-segan mereka meminta penyelesaian dari Aisyah. nasab. Hingga saat ini aku belum pernah mendengar satu perkataan pun dari makhluk Tuhan yang lebih berisi dan baik daripada perkataan Aisyah. untuk engkau adalah mulia. sering dia meriwayatkan hadits yang tidak pernah diriwayatkan oleh perawi hadits lain. Aku merasakan janji Allah yang telah ditetapkan bagimu dan ikhlas atas kepergianmu. sehingga dokterdokter Arab dan bukan Arab datang mengobati beliau.’ Oleh karena itu. Dia berkata. Akan tetapi. salah seorang murid Aisyah. lebih mengetahui bagaimana Al-Qur’an turun. Engkau mengetahui hari-hari. dan Kami telah ciptakan bagi mereka istri-istri dan keturunan. dan syair orang-orang Arab. Engkau merendahkan dunia karena engkau berpaling darinya. sangat mengagumi keluarbiasaan penguasaan ilmu Aisyah. “Demi Allah. Kitab Allah menghibur dengan kesabaran dan menggantikan yang baik selainmu. Dalam hal ini. yaitu meriwayatkan hadits yang langsung dia peroleh dan Rasulullah dan menghafalkannya di rumah. seperti: “Bagi Allah mutiara takwa. Sungguh aku mengagumimu.” Rasulullah Wafat dan Dikuburkan di Kamarnya . “Engkau adalah istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan putri Abu Bakar. Anas bin Malik. Umar bin Khattab. “Aku telah mendengar khutbah Abu Bakar.” Tentang penguasaan bahasa dan sastranya. Kami hanyalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Kalau peristiwa terbesar setelah Rasulullah wafat dan musibah terbesar adalah kematianmu. Jika berselisih pendapat tentang suatu masalah. janganlah kamu membujang.” Suatu ketika Saad bin Hisyam menemui Aisyah.” Salah satu contoh kefasihannya dapat kita lihat dari kata-katanya pada kuburan ayahnya. dan Alii bin Abi Thalib. “Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih mengetahui Sunnah Rasulullah. aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih fasih daripada Aisyah selain Rasulullah sendiri. Abu Bakar: “Allah telah mengilaukan wajahmu. Umar. dan Utsman. “Apa yang menyebabkanmu berpendapat seperti itu?” Dia menjawab. “Wahai Urwah. kembali Urwah berkomentar. Dari manakah engkau mendapatkan ilmu itu?” Aisyah menjawab. “Janganlah kau lakukan hal itu. karena engkau selalu menghadap untuknya. Takkan ada kesembuhan bagi orang yang di dalam hatinya terbersit kemarahan. maka seseorang hendaklah melihat kepada siapa dia mengabdikan putri kemuliaannya. Bagimu salam sejahtera dan rahmat Allah. “Aku berpikir tentang urusanmu.

Sebelum meninggal. Ilmu Aisyah mulai tampak pada masa kekhalifahan Umar. Sementara itu.bersihnya. dan ketika Abu Bakar meninggal. Abu Bakar berkata. dari Mahmud bin Luhaid. ‘Umar bin Khaththab selalu memperhatikan keadaan kami dari ujung kepala sampai ujung kaki. sepertinya mengisyaratkan ‘ya’. dalam tidurnya. lbnu Saad berkata. di tangannya tergenggam siwak.” Semasa kekhalifahan Abu Bakar. meninggal dunia. ‘Bolehkah aku haluskan siwak untukmu?’ beliau memberi isyarat dengan kepala. tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. kepalanya diletakkan pada sisi pundak Nabi. Aku berbisik kepada beliau.’ Begitu juga dengan Utsman bin Affan.” Ketika Rasulullah wafat. Beliau memasukkan kedua belah tangan dan mengusapkannya ke wajah seraya berkata. sementara di tangan beliau ada bejana berisi air. Di dalam Thabaqat. Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu. aku segera memahami bahwa beliau menyukai siwak. ‘Laa ilaaha illa allahu… setiap kematian mengalami sekarat (beliau mengangkat tangannya)… pada Allah Yang Maha Tinggi. menetapnya Rasulullah selama sakit di kamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Aku melihat beliau menoleh ke arah Abdurrahman. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah. Abdurrahman menemuiku. Kemudian beliau menyuruhku menghentikan menghaluskan siwak. Pada waktu itu. maka di rumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia di muka bumi. Abu Bakar.” (QS. namun hafalan Aisyah dan Ummu Salamah tidak ada yang dapat menandingi. Aisyah justru berkata. Di bawah ini dia melukiskan detik-detik terakhir beliau menjelang wafat: “Sungguh merupakan nikmat Allah bagiku. Setelah Rasulullah Wafat Setelah Rasulullah wafat. Dia memiliki tempat kurma besar yang selalu diisi buah-buahan dan kemudian dikirimkan kepada istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur di rumah Aisyah. ‘Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Allah telah menyatukan ludahku dan ludah beliau menjelang wafat. dan dirikanlah shalat. Setelah dua tahun tiga bulan dan sepuluh malam. hai ahlul-bait.“ (HR. Al-Ahzab:33) Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah ke makam Nabi Shallallahu alaihi wassalam. kadar keilmuan Aisyah tidak begitu tampak di kalangan kaum muslimin. Aisyah adalah penasihat kekhalifahan Umar dan Utsman hingga dia meninggal. “Para istri Nabi banyak menghafal hadits Nabi. Umar sangat memperhatikan keadaan istri-istri Nabi. “Beliau adalah orang yang paling mulia di antara ketiga bulanmu. Muttafaq Alaih) Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dikuburkan di kamar Aisyah.Bagi Aisyah. ‘Beliau menggenggam tangan dan perlahan-lahan tangan beliau jatuh ke bawah. dan selalu berdiam diri di dalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah. Abu Bakar berkata. Aisyah menguburkan jenazahnya di sisi Nabi. Rasulullab wafat di rumahku pada hariku dan dalam dekapanku. sementara aku menyandarkan beliau. juga karena kaum muslimin sedang disibukkan oleh perang Riddah (perang melawan kaum murtad). Tentang hal itu Aisyah berkata. Ketika istri-istri Nabi hendak mengutus Utsman menghadap Khalifàh Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi yang merupakan bagian mereka. khalifah pertama. karena dengan jarak waktu wafatnya Rasulullah sangat dekat. “Jika yang engkau lihat itu benar.permasalahan yang berkenaan dengan kaum muslimin. Abu Bakar berwasiat kepada putrinya agar menguburkannya di sisi Rasulullah. “Bukankah Rasulullah telah berkata. Aisyah sangat menghormati Utsman karena kedudukannya sangat . dan membersihkan kamu sebersih. sehingga para sahabat besar senantiasa merujuk pendapat Aisyah jika mereka dihadapkan pada permasalahan. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu. Aisyah melaksanakan perintah ayahnya. Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar. tepat di tempat beliau meninggal. Ketika dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya. penuh kerelaan terhadap takdir Allah.

“Tuliskan untukku. “Datanglah kepada Ali. Aku tiba ketika dia sedang shalat dhuha. Jika Nabi bertemu dengannya. Isu pertentangan Ali dan Aisyah tentu saja tidak beralasan karena Aisyah sangat meyakini kualitas ilmu dan sifat amanah Ali. ‘Sabar-sabarlah kau menunggunya. ‘Nabi Shallallahu alaihi wassalam sangat malu jika bertemu dengan Utsman. pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah. bertepatan dengan bulan Ramadhan. ‘Berbukalah. kezuhudan. Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah berwasiat kepada Utsman agar jangan turun dari kekhalifahan jika belum terlaksana dengan sempurna.’ Ketika Aisyah menanyakan hal itu. beliau melakukannya sambil duduk. karena dia selalu bepergian (safar) bersama Rasulullah. dan tentunya Aisyah tidak akan melupakan bahwa Ali adalah anak paman Rasulullah sekaligus sebagai suami dari putri Rasulullah. niscaya Allah wakilkan masalah tersebut kepada manusia. Jika orang-orang munafik menginginkan agar engkau meninggalkan baju kebesaran yang Allah pakaikan kepadamu. Ahmad berkata. ‘Aku merasa malu kepada seseorang yang kepadanya malaikat sangat malu.” Aisyah memiliki kebiasaan untuk memperpanjang shalat.” Setelah Ali wafat. tahun ke-58 hijriah. Aisyahlah yang pertama menuntut balas atas kematiannya. beliau akan duduk di sampingnya dan merapikan bajunya. Suatu saat. Aisyah dan Ali memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat. “Salam sejahtera buatmu. Ketika Suraih bin Hani menanyakan kepada Aisyah tentang mengusap khuffain (penutup kepala) ketika berwudhu. “Aisyah berkata. “Wahai Utsman. Beliau bersabda. Mereka berkata. “Abdurrahman bin Abu Bakar menemui Aisyah pada hari Arafah yang ketika itu sedang berpuasa sehingga air yang dia bawa disiramkan kepada Aisyah.” Di dalam hadits Nabi. Salam sejahtera untukmu. dan jangan terlalu banyak!” Aisyah menjawab. dan banyak berpuasa sekalipun cuaca sedang sangat panas.’ Aisyah menjawab. Mu’awiyah mengutus seseorang untuk meminta fatwa kepada Aisyah yang isinya.” .terhormat di hati Rasulullah. Bahkan dia sering memberikan anjuran untuk shalat malam kepada kaum muslimin. Aisyah senantiasa berada di rumah dan memberikan pelajaran hadits dan tafsir ayat Al-Qur’an. maka Aisyah menjawab. karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. ‘Sesungguhnya puasa pada hari Arafah akan menebus dosa-dosa tahun sebelumnya. Kehidupan Aisyah penuh kernuliaan. lalu aku duduk sampai dia selesai melaksanakan shalat. niscaya Allah cukupkan baginya pemaafan manusia. Jika beliau sakit atau sedang malas. sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan Abdullah bin Abu Musa. Ketika Utsman meninggal di tangan pemberontak. Aisyah pun tentu tidak akan melupakan kegigihan Ali dalam berjihad di jalan Allah dan menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anakanak. serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Imam Ahmad menceritakan. beliau menjawab. Abdurrahman berkata. terdapat hadits dari Aisyah sendiri yang menetralkan isu tersebut.” Aisyah pun senantiasa memperbanyak doa. janganlah engkau melepaskannya. Dari Abdullah bin Qais. Aisyah tidak pernah rela membiarkan sepak terjang Mu’awiyah bin Abu Sufyan yang banyak bertentangan dengan syariat Islam walaupun Mu’awiyah senantiasa berusaha menarik simpatik dan kerelaan Aisyah. sangat takut kepada Allah. Berkaitan dengan masalah permusuhan Aisyah dan Ali. Aku mendengar Rasululiah Shallallahu alaihi wassalam bersabda. Di dalam Musnad-nya. ketawadhuan.” Beliau mengulang perkataan tersebut tiga kali. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah.” Wafatnya Aisyah Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad. Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 tahun. ‘Barang siapa yang mencari keridhaan Allah sementara manusia marah. sesungguhnya pada suatu hari nanti Allah akan mengangkatmu dalam urusan ini. ‘Bagaimana aku akan berbuka sementara aku mendengar Rasulullah telah bersabda. sehingga Aisyah pernah berkata. Utsman bin Affan memiliki kedermawanan dan rasa malu yang besar. selalu beribadah. dan dikuburkan di Baqi’. ‘Janganlah engkau tinggalkan shalat malam. “Mudrik atau Ibnu Mudrik mengutusku kepada Aisyah untuk menanyakan segala urusan.

“ (HR. Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Aisyah sudah membagi-bagikan semuanya. pernah bersabda.Selain itu. ‘Seandainya engkau belikan daging untuk kami dengan uang satu dirham. Muttafaq Alaihi).’ Aisyah menjawab. ‘Barang siapa mengasuh anak-anak itu dan berbuat baik kepada mereka. maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. . Dia meminta sesuatu dariku sedangkan aku tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada mereka selain satu biji kurma. sebelum matahari terbenam. Aku memberikan kurma itu kepadanya. Dia berdiri kemudian pergi. “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Amin. Setelah itu Rasulullah masuk dan bersabda. “Aku didatangi oleh seorang ibu yang membawa dua orang putrinya. Ada juga riwayat lain yang membuktikan kedermawanan Aisyah. Budaknya berkata. Demi Allah. niscaya akan aku lakukan hal itu untukmu. Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga di dalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. ‘Seandainya engkau katakan hal itu sebelum aku membagikan seluruh uang itu.” Di dalam riwayat lain dikatakan. dan ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Urwah berkata.” Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Aisyah dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisiNya. “Mu’awiyah memberikan uang sebanyak seratus ribu dirham kepada Aisyah.

Asma'?" tanya Abu Jahal dengan suara yang lembut kerana percaya Asma' akan memberitahunya. "Saya hanya ada sehelai kain selendang. tetapi beliau masih menghadapi ancaman daripada golongan bangsawan Quraisy yang mahu mendapatkan maklumat tentang lokasi ayahnya dan Nabi Muhammad. "Saya bimbang Hajaj akan menyeksa dan menyalib tubuh saya sekiranya berjaya membunuh diri saya nanti. Asma' meredah kegelapan malam dan menghadapi risiko bagi menghantar makanan kepada nabi dan ayahnya. Mereka menyangka Asma' akan memberitahu lokasi Abu Bakar dan Nabi. Pada suatu malam. ayah dan Rasulullah akan berangkat ke kota Madinah. Hajaj mengarahkan salah seorang tentera menyalib mayat Abdullah pada sebatang tiang. Abi Bakar as-Siddiq dan Qatilah binti Abdul Uzza." bisik hati kecil Asma'. Akhirnya Abdullah terbunuh akibat serangan pasukan tentera Hajaj yang terlalu ramai. "Berapa lama lagi kamu akan hidup di atas dunia ini? Mati kerana mempertahankan kebenaran adalah lebih baik daripada segala-galanya. Peristiwa ini berlaku ketika Nabi Muhammad dan Abu Bakar keluar dari kota Mekah. nahaslah kamu Abdullah !" balas Hajaj." Asma' menyambung lagi kata-katanya kerana tidak mahu anaknya terpedaya dengan janji kosong yang ditawarkan oleh Hajaj itu. Asma' juga diberi gelaran sebagai wanita yang mempunyai dua tali pengikat atau zat al-Nithaqain. "Semoga perjalanan ayah dan Rasulullah dilindungi oleh Allah. Selama beberapa malam. Dia mengarahkan pasukan tentera menyerang Abdullah dan pengawalnya. Asma' pulang ke rumahnya selepas melihat ayahnya dan nabi hilang daripada pandangan menuju ke kota Madinah. Beliau diberi gelaran itu kerana membelah selendangnya kepada dua bahagian bagi dijadikan tali pinggang. Buruk padahnya sekiranya kamu masih mahu merahsiakan lokasi ayah kamu daripada saya. "Saya tidak tahu di mana ayah saya sekarang. "Saya akan berjuang sehingga ke titisan darah terakhir. "Pada malam ini. "Demi Allah. Abu Jahal dan beberapa orang bangsawan Quraisy datang ke rumahnya bagi mencungkil rahsia daripada Asma' tentang lokasi ayahnya. ya! Saya koyakkan kain selendang ini kepada dua bagi mengikat makanan dan bekas air. Beliau dilahirkan pada 27 tahun sebelum hijrah dan adalah antara golongan pertama memeluk agama Islam. "Seekor kambing yang sudah disembelih tidak akan berasa sakit apabila dibuang kulitnya. Mereka bersembunyi di gua di puncak Gunung Thur kerana ancaman Quraisy yang mahu membunuh nabi." jelas Abu Bakar kepada anaknya pada malam ketiga makanan dibawa kepadanya." kata Nabi Muhammad sambil memberi isyarat kepada Asma' semasa mereka mahu berangkat. Adiknya. Walaupun beliau selamat pulang dari gua itu. Dia beredar bagi menghadapi pasukan tentera Hajaj yang sudah mengepung kota Mekah." balas Asma' sambil memandang wajah ayahnya dan Rasulullah yang akan memulakan perjalanan ke kota Madinah." ucap Abdullah sambil mencium tangan ibunya. "Jangan cuba menipu saya. Asma' binti Abu Bakar menghembuskan nafas terakhirnya." Asma' memberi kata-kata semangat kepada Abdullah." ugut Abu Jahal yang mula menggenggam erat tangannya kerana berasa . Bagaimana saya boleh mengikat makanan dan bekas air pada pelana kuda? Oh. "Allah mengganti tali pengikat kamu dengan tali pengikat syurga. Mereka mula berpandangan antara satu sama lain. "Di mana ayah kamu. "Sekiranya begitu. Siti Aishah adalah isteri kepada Nabi Muhammad SAW. Saya akan meletakkan makanan dan bekas air di atas kuda." jawab Asma' yang tidak mahu menceritakan perkara sebenar kepada Abu Jahal dan sekutunya. Dia menggertak Asma'. Seminggu selepas pengebumian Abdullah." Abdullah tidak mahu mayatnya diperlakukan kejam oleh pihak musuh sebagai membalas dendam. Asma' menulis surat kepada Malik bin Marwan meminta supaya mayat anaknya yang disalib itu diturunkan supaya dapat dikebumikan. "Kenapa saya perlu berbohong? Saya memang tidak tahu di mana ayah saya berada sekarang!" Asma' mempertahankan kata-katanya di hadapan Abu Jahal dan pembesar Quraisy lain. Pergilah berjuang atas nama kebenaran dan mohon bantuan daripada Allah. "Kamu jangan berpura-pura tidak tahu di mana ayah kamu berada!" Abu Jahal mula meninggikan suaranya. mati di mata pedang adalah lebih terhormat daripada mati dipukul dengan tali cemeti dalam keadaan hina.Asma binti Abu Bakar adalah anak kepada Khalifah Islam pertama.

" mohon Asma' yang berdiri di pintu rumahnya. Pada zaman pemerintahan Bani Umaiyah. Asma' mengambil semula anting-anting dari tanah dan masuk ke dalam rumahnya dengan hati yang lapang apabila Abu Jahal dan bangsawan Quraisy beredar meninggalkan kawasan rumahnya. Dia mengangkat tangannya lalu menampar Asma' yang sedikitpun tidak berganjak dari tempatnya. sama ada mahu menerima tawaran Hajaj atau tidak. Dia mengirimkan sepucuk surat meminta Abdullah menyerah kalah dan mengaku Malik bin Marwan sebagai khalifah. "Ibu. saya tidak tahu di mana ayah saya berada sekarang. Jangan percaya dengan kata-kata Bani Umaiyah kerana mereka pasti menipu kamu. Abu Jahal berang "Berani kamu menghalau kami!" Abu Jahal berang. "Jangan terpedaya dengan kesenangan dunia sehingga kamu hancur bersama-samanya. Tuan-tuan pulang sahaja dan jangan ganggu saya lagi. Ini kerana Khalifah Malik bin Marwan memerintahkan Hajaj bin Yusuf memerangi Abdullah supaya dia dapat menguasai Iraq. Bolehkah saya mempercayai kata-kata mereka?" tanya Abdullah yang berlutut di hadapan ibunya. Hijaz dan Yaman. "Saya akan dijamin jawatan dalam pemerintahan Bani Umaiyah sekiranya mengaku Malik bin Marwan sebagai khalifah dan menyerah kalah. Hajaj berjaya mengepung Abdullah di dalam kota Mekah. saya mahu minta pandangan ibu. Lebih baik kita pulang sahaja dan mencari maklumat Abu Bakar daripada orang lain. "Berapa kali saya perlu nyatakan. "Pang!" Abu Jahal menampar wajah Asma' dengan kuat sehingga anting-anting yang dipakainya tercampak ke tanah. anak Abdullah bin Zubir datang meminta nasihat daripada Asma' yang pada ketika itu berusia 100 tahun." kata Asma'." Abu Jahal gagal mendapatkan maklumat daripada Asma' walaupun dia menampar wajahnya.geram dengan sikap berani Asma'. "Teruskanlah perjuangan kamu sekiranya kamu berada di pihak yang benar. "Tiada gunanya bercakap dengan kamu yang degil ini. .

Fatimah dilahirkan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir. Setahun setelah hijrah. Fatimah dikenal fasih dan pintar.” Ini merupakan bukti kuat . 18 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah atau di tahun kelima dari kerasulannya. siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku. Nabi Muhammad SAW mengatakan. Ummu Kaltsum. Sementara itu. Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib. Tak lama kemudian lahir berturut-turut: Muhsin serta tiga orang putri. karena ia memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah Ta’ala. Namun Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. maka ia telah membahagiakanku. Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar. mereka tetap bahagia. suaminya Ali bin Abi Thalib. selain rupawan. Ada yang mengatakan. karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi Muhammad SAW. siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku. Maklum saja. Fatimah Az-Zahra sangat terkenal di dunia Islam. Ruqayah dan Ummu Kaltsum. anak Rasulullah SAW. ”Fatimah adalah bagian dariku. Dari dialah keturunan Nabi Muhammad berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Ia meriwayatkan hadis dari ayahnya kepada kedua putranya Hasan dan Husein. Sikap Nabi Muhammad SAW semakin keras ketika Abu Jahal manawarkan anak perempuannya kepada Ali. Di kalangan penganut syiah. Sebuah riwayat marfu’ menyebutkan. Sementara riwayat versi an-Nasa-i menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan membebaskan Fatimah beserta orang-orang yang mencintainya dari neraka. Keduanya terkenal sebagai tokoh yang meninggal terbunuh di Karbala. bahkan sering juga kekurangan. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar. dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Ta’ala menjamin menjauhkan putri bungsu Nabi SAW berikut seluruh keturunannya dari neraka. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah. di samping merupakan orang pertama yang memeluk Islam. Salma Ummu Rafi’. dan Anas bin Malik.”Fatimah adalah bagian dariku. Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana. lahirlah Hasan dan Husein. meninggal dunia pada usia muda. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada Ali. Maskawinnya sebesar 500 dirham (10 gram emas). sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya.” Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada Ali. keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW. ”Ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat untuk menikahkannya. dan Ruqoyyah.” (Al Hadis) Di kalangan suku Quraisy. Riwayat ini diketengahkan oleh al Hafidz ad-Dimasyqi. Ummu Salamah. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan. Fatimah juga disebut al-Battul yang berarti memisahkan. Ali tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya. lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat. namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW. karena kenyataannya ia memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lain sesamanya. baik dari segi keutamaan. siapa yang membuatnya gembira. dia dan Ali bin Abi Thalib dianggap sebagai ahlulbait (pewaris kepemimpinan) Nabi Muhammad SAW. agama dan kecantikannya. Namun demikian. sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Dari perkawinan Fatimah dan Ali. siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab. Zaenab. Kata ‘Fatimah’ berasal dari suku kata ‘Fathama’ yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Aisyah. Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Banyak yang ingin menikahinya kala itu. ia adalah perempuan terhormat.

dia membersihkan dirinya. Fatimah RA wafat dalam usia 28 tahun. tepatnya pada hari Selasa bulan Ramadlan tahun 11 Hijriyah. Dia meninggal dengan satu pesan. tangisannya semakin bertambah. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemasyarakatan. yang boleh menyentuh tubuhnya.” Fatimah adalah seorang wanita yang agung. Merasa ajal seudah dekat. dan akhlaknya sangat mulia. Sewaktu Nabi Muhammad SAW sakit keras menjelang wafatnya.akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini. ”Fatimah wafat setelah enam bulan ayahnya. orangnya sangat sabar dan bersahaja. dialah yang pertama akan menjumpainya di akhirat nanti. Diriwayatkan dari Aisyah RA. memakai wewangian dibantu oleh iparnya. seorang ahli hukum Islam. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah. memakai pakaian yang terbaik. . lalu Rasulullah SAW berbisik lagi dan dia pun tersenyum. tapi dia tersenyum karena seperti kata ayahnya. suaminya. dan dia menjawab bahwa dia menagis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi sang ayah akan meninggal. Asma bin Abi Thalib. Nabi Muhammad SAW memanggilnya dan berbisik kepadanya. Fatimah tiada hentinya menagis. Memang Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada Fatimah. Fatimah meninggal tak sampai selang setahun dari ayahnya. Rasulullah SAW. hanya Ali.

Kamu akan menerima balasan kerana ingkar perintah kami. “Kami tidak akan mengaku berhala-berhala itu sebagai tuhan kami. Kaki dan tangan mereka diikat ketat sehingga tidak dapat bergerak seinci pun. Apabila bangsawan Quraisy mengetahui Sumayyah sudah memeluk Islam.” Abu Jahal mula mengambil tali sebat bagi menakutkan Yasir. Yasir. Abu Jahal. “Kita lihat berapa lama kamu boleh menahan seksa di tengah-tengah kepanasan matahari ini. Apabila Islam mula tersebar. Sumayyah dan Amar. Sumayyah dan Amar yang masih enggan menerima berhala sebagai tuhan mereka. perantau dari Yaman ke Mekah. “Ini balasan kepada kamu kerana enggan menerima berhala-berhala sebagai tuhan kamu. Mereka berhenti di kawasan lapang yang dipenuhi bongkah batu besar.” balas Yasir dengan tenang. Amar dan Sumayyah ditanggalkan pakaian mereka lalu diikat pada bongkah batu yang panas mendidih dipanah matahari padang pasir. Apabila Allah mengurniakan mereka seorang anak yang diberi nama Amar. “Mereka tidak serik dengan hukuman kita walaupun pengikut agama yang dibawa Muhammad telah diseksa oleh kita.” kata seorang bangsawan Quraisy yang berjalan di sebelah Abu Jahal. “Berani kamu melawan kata-kata saya. Dia mengarahkan pengikutnya memakaikan baju besi kepada ketiga-tiga ahli keluarga tersebut agar bahang matahari semakin menyeksa mereka. Namun. “Kamu akan diseksa dengan lebih teruk seandainya kamu tidak mahu meninggalkan agama yang dibawa oleh Muhammad. “Kali ini saya tidak akan bebaskan mereka bertiga sehingga mereka mengaku berhala-berhala kita sebagai tuhan mereka. Hinggakan darah mengalir daripada tubuh mereka yang terikat pada bongkah batu yang panas dipanah matahari tengah hari.” Abu Jahal dan pengikutnya mula menyebat tubuh Yasir.” api kemarahan Abu Jahal semakin membara mendengarkan kata-kata Sumayyah itu tadi. “Mereka sudah menyahut ajaran Muhammad walaupun ditegah oleh pihak atasan Quraisy.” sindir Abu Jahal sambil memandang wajah Yasir dan Sumayyah dengan bengis. Hanya Allah Tuhan kami. Berita penyeksaan keluarga Yasir sampai ke pengetahuan Nabi SAW sehingga baginda dan Abu Bakar keluar bagi menyelamatkan keluarga tersebut daripada seksaan kejam Abu Jahal dan pengikutnya. Hati Abu Jahal semakin sakit melihat reaksi Yasir. mereka menyerbu rumahnya. Kamu akan dibebaskan jika kamu sanggup mengaku berhala-berhala di kota Mekah ini sebagai tuhan kamu. Keluarga Amar ditangkap dan dibawa ke khalayak untuk diseksa. keluarga Yasir antara golongan pertama memeluk agama suci itu. “Saya beriman dengan Allah sahaja. Sumayyah dan Amar dengan kejam.” kata Sumayyah pula. Tuannya mengahwinkan Sumayyah dengan Yasir bin Amir.” tegas Abu Jahal yang mengacah tombaknya ke arah keluarga Yasir yang diseret secara kasar oleh pengikut Abu Jahal. Abu Huzaifah pun membebaskan Sumayyah daripada menjadi hambanya.” kata Abu Jahal kepada pengikutnya sambil menarik keluarga Yasir yang terikat ke kawasan padang pasir di luar kota Mekah. pembesar Quraisy dan pengikut setianya ketawa melihat penderitaan ketiga beranak itu. Sumayyah tidak gentar dengan amaran musyrikin Quraisy yang menyeksa dan membunuh sesiapa yang memeluk Islam. mereka dihalang oleh orang-orang Quraisy yang menyaksikan seksaan terhadap keluarga Yasir.Sumayyah binti Khabath adalah hamba Abu Huzaifah bin Mughirah. .

“Kamu pun mahu mati seperti suami kamu.“Tiada tuhan melainkan Allah. Yasir menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan menyebut nama Allah tanpa menerima agama berhala Abu Jahal.” kata Yasir. Hati Sumayyah keras seperti batu teguh pada keimanannya pada Allah. . Walaupun hati Sumayyah hancur melihat suaminya mati akibat seksaan Abu Jahal yang kejam. Sumayyah dan Amar merintih dalam kesakitan memakai baju panas. “Allahu Akbar”. Seksaan demi seksaan ke atas Yasir menyebabkan fizikalnya menjadi lemah kerana usianya yang sudah lanjut. “Kamu sudah semakin degil dan melawan kata-kata saya!” Abu Jahal mengambil tombak dari tangan kanannya lalu dicucuk ke dalam alat sulit Sumayyah.” arah Abu Jahal lagi kerana geram mendengar kata-kata Yasir sekeluarga. Sumayyah adalah wanita pertama mati syahid dalam sejarah Islam. Begitulah kata terakhir Sumayyah sebelum menghembuskan nafasnya akibat tikaman tombak Abu Jahal itu. Tiada tuhan melainkan Allah. Kematian Sumayyah dengan nama Allah di mulutnya demi mempertahankan keimanan pada Allah adalah peristiwa penting dalam sejarah pengembangan agama Islam. Akhirnya.”. Lebih baik kamu terima tawaran saya sebelum ajal kamu tiba!” Abu Jahal mahu menunjukkan yang seksaannya mampu mengubah pendirian pengikut Nabi Muhammad kepada ajaran berhala. dia gembira kepada suaminya mati dalam menegakkan agama Allah. “Letakkan batu besar ke atas badan Yasir. “Jangan kamu berharap saya akan menurut kata-kata kamu itu.

Khaulah sedar Allah sendiri memberi jaminan bahawa kekuatan jiwa boleh mengalahkan kekuatan senjata. tentera Muslimin. Beliau akhirnya mendedahkan identitinya yang pasti mengejutkan sesiapa yang mengetahui (dicatatkan Khalid hampir-hampir terjatuh dari kudanya). lalu meluncur ke arah barisan Rom di bahagian lain dan mencederakan atau membunuh tentera Rom yang lain. Skil dan teknik bertempur ini turut diwariskan kepada Khaulah oleh ayahnya Al-Azwar. Khaulah telah turut serta dalam operasi tersebut. Pertempurannya secara solo itu ibarat menjadi satu pertunjukan kepada tentera Muslimin yang lain di samping membangkitkan semangat mereka untuk terus berjuang. Bahkan. Khaulah mempamerkan kehandalannya berkuda dan bertempur dengan tombak. Maka Khaulah pun berkata: . Gaza. Khaulah dan beberapa orang wanita telah ditawan oleh musuh. kisah kehandalannya bertempur yang paling masyhur adalah dalam satu operasi tentera Muslimin untuk menyelamatkan saudaranya Zirar yang telah ditawan tentera Rom sewaktu satu penggempuran di sekitar Damascus. panglima skuad sebelum ketibaan Khalid mengungkapkan ketakjubannya.a. Raafe bin Umaira. membantu tentera Muslimin yang ketika itu sudah keletihan berlawan. Sejak kecil beliau sudah pandai bermain pedang dan tombak. Akhirnya. Khaulah memiliki kekuatan jiwa dan fizikal yang kuat. telah membenarkan Khaulah menyertai angkatan peperangan muslimin bersama-sama mujahidah yang lain. Nampaknya tidak ada cara lain yang paling berkesan melainkan membakar semangat sahabat-sahabatnya yang lain. Jika diteliti sirah mujahidah ini. beliau yang menyertai pasukan Khalid bin Al-Waleed meluncur laju ke arah musuh. Palestin.Khaulah Al-Azwar merupakan seorang wanita yang hidup di zaman Sahabat RA. membunuh seorang dengan tombaknya. Namun. boleh dikatakan beliau ialah pahlawan muslimat paling handal dalam sejarah Islam. Rasulullah s. Mereka telah dikurung dan dikawal rapi beberapa hari lamanya tanpa senjata untuk melepaskan diri. bersama Khaulah berjaya membebaskan panglima Zirar dalam satu operasi serangan berikutnya di Beit Lahiya. “Beliau berlawan seperti Khalid. Sewaktu menyertai perang Sahura. beliau menjadi salah seorang yang menonjol atau memimpin kaum wanita yang turut serta terlibat. Susuk tubuhnya tinggi lampai dan tegap. agar dapat bertindak pantas sebelum musuh mengapa apa-apakan mereka. serban hijau dan menggunakan skarfnya sebagai topeng. namun jelas beliau bukan Khalid”. bertempur dengan handal dan cermat. Beliau adik kepada Zirar Al-Azwar yang kehandalannya di medan perang sememangnya tidak asing bagi bagi pencinta sirah Islam.w. Dalam perang Yarmuk.Khaulah lantas menjadi seorang wanita yang mahir berpedang dan berkuda. beliau turut mengalami kecederaan di kepala dalam peperangan yang sangat bersejarah itu. Dengan berpakaian hitam. Beliau meluncur laju ke arah barisan Rom.

sebelum mereka dapat menyentuh kita atau menyentuh salah seorg dari kita. Relakah saudarai dihina dan dicaci maki oleh orang Rom durjana itu? Dimanakah letaknya harga diri saudari sebagai seorang pejuang yang rindukan syurga Allah. Menangis dan merayu memohon campakkan dalam hati mereka kekuatan jiwa yang kuat dan semoga Allah memudahkan pekerjaan dan berharap semoga datanglah bantuan-bantuan ghaib untuk menolong mereka. Sebelum itu mereka berdoa sungguh-sungguh pada Allah dan bertaubat dengan segala dosa yang lalu. Tetapi malangnya mereka tidak mempunyai senjata hatta sebilah pisau pun tidak ada. perbanyakkan bacaan takbir dan yang penting ialah saudari mesti kuatkan hati saudari semua. Tetapi Khaulah tidak mati akal dia terus menjawab: “Wahai wanita-wanita muslimin sekalian. Masing-masing mengemukakan berbagai pendapat dan semuanya menunjukkan ingin mati syahid. jangan sekali-kali gentar dan takut. “Demi Allah segala-segalanya katamu itu adalah benar. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolongNYA”. tiang-tiang dan tali khemah ini sangat berguna bagi kita dan cukuplah ini saja senjata kita. Kami tidak rela hidup dihina. "Sesungguhnya apa yang engkau katakan itu adalah benar. hancurkan pedang mereka. Pedang lebih berguna dalam keadaan begini."Wahai sahabat-sahabatku yg sedang berjuang di jalan Allah. Seorang daripada mereka menjawab. Tidak seorangpun yang mahu menjadi tukang picit orang Rom. Kita semua harus bersatu dalam perjuangan ini dan jangan ada yang terkecuali. Kalau kita lalai umpama kambing yang tidak bertanduk tifak (mempunyai senjata)". Khaulah telah memimpin segala urusan dalam pekerjaan berat itu. Masing-masing menjawab. Insya Allah pertolongan Allah sudah dekat". . syahid lebih baik bagi kami daripada hidup menanggung malu”. Mari kita bersumpah untuk bersatu dalam hal ini untuk menyerah diri kepada Allah. kami semua mempunyai harga diri. Tekad para tawanan ini sudah bulat. Syahid lebih baik bagi kita dan inilah saja cara yang terbaik untuk kita melepaskan diri dari kehinaan ini. Setelah menetapkan harinya maka mereka pun melaksanakan keputusan yang dibuat. dia menyandang tiang kayu siap untuk berjuang. Dimanakah letak kehormatan saudari sebagai seorang Islam yang bertaqwa? Sesungguhnya mati itu adalah lebih baik bagi kita semua daripada menjadi hamba-hamba orang Rom". patahkan tombak mereka. Sebelum itu dia memberi taklimat kepada anak-anak buahnya: "Wahai saudari. apakah saudari-saudari sanggup menjadi tukang-tukang picit orang Rom? Apakah juga saudari semua sanggup menjadi hamba-hamba orang kafir yang dilaknati itu. Demi Allah.

Khaulah mendahului memukul pengawal dengan tiang yang dibawanya lalu menamatkan riwayat tersebut. Orang-orang Rom ketakutan kerana serangan yang datang secara tiba-tiba. Khaulah berjaya merampas sebuah tombak lalu digunakan untuk bertempur sedangkan tiang di tangan kanannya digunakan sebagai melindungi dirinya dari tusukan tombak dan tebasan pedang. dia diikuti oleh Ifra Bt Ghaffar.Begitulah keyakinan Khaulah. maka masing-masing bersedia menyerang pengawalpengawal lain dan bertempurlah mereka dengan gagah berani. Akhirnya Khaulah dan semua wanita berjaya mencerai beraikan pasukan Rom dapat melepaskan diri dari kafir durjana dan kembali ke pasukan Islam dengan selamatnya. berkat keberaniannya mereka semua terselamat dari segala bentuk bencana itu. Setelah mengikat segala yang perlu. Wanita-wanita lain bila melihat itu.          sy fatimah az zahrah ummu aiman Ruqaiyyah Sumaiyyah khansaa' khaulah nusaybah umi kalthum asiah isteri firaun . Ran’ah Bt Amalun. Salmah Binti Hu’man dan seluruh wanita lainnya. Salamah Bt Zari’. Ummi Bt Utbah.