Anda di halaman 1dari 3
Tema : korosi tembaga pada lingkungan air laut (pelabuhan Peruvian, Peru) Tujuan : memperluas pengetahuan tentang tahap inisiasi korosi tembaga di lingkungan air laut, agar dapat melakukan antisipasi dan penanggulangan korosi, perbaikan, remodeling yang dipengaruhi oleh lingkungan korosi pelabuhan tersebut. Keadaan lingkungan: salinity air laut 3,2-3,7%, dengan kandungan: 55,3% Clorida, magnesium, 2,6% sulfur, 1,2% kalsium dan 1,1% kalium. Faktor yang mempengaruhi: Kimia Fisik Kandungan oksigen terlarut -Temperatur air laut Saliniti dan pH - Kecepatan aliran Oksigen terlarut berdifusi ke - Pada temperatur sangat rendah permukaan material, kandungan oksigen terlarut bisa mencapai 11ppm. - Keadaan ombak juga dapat mempengaruhi jumlah oksigen terlarut Koonsentrasi O2 pada permukaan Adanya deposit tertentu pada material. permukaan material, disain Preventing: diminish O2 struktur (Pitting, crevice or both) Salinity 3,2 - 3,7 %, garam NaCl - Tergantung pada evaporasi (Mg, K & Ca) = merupakan 90% (musim) zat terlarut pada air laut - Aliran air tawar dari sungai - Keberadaan di permukaan Cl = mempercepat inisiasi pit dan bumi (perbedaan kelarutan crevice dan propagasinya daerah equator, subtropis dan tropis) Sementara kesetimbangan kimia - Secara teori termodinamik mempengaruhi proses presipitasi suhu dapat mempengaruhi kalsium karbonat dan magnesium kecepatan reaksi elektrokimia hidroksida sehingga terbentuknya yang berlangsung, jika deposit calcareous pada parameter yang lain konstan. permukaan material berlangsung Namun peningkatan T, oksigen lebih cepat, = korosi diperlambat berkurang – evaporasi Kecepatan korosi meningkat - Perubahan musim, terutama musim panas - Suhu < 60 kecepatan meningkat > 60 tidak terlalu berpengaruh karena adanya pembentukan calcareous dan oksigen berkurang pH 7,5-8,3 tergantung pada CO2 - Peningkatan tekanan (pada terlarut kedalaman tertentu laut) pH turun sehingga lapisan pasif tidak dapat terbentuk bisa berubah karena adanya polusi industri 30,8% sodium, 3,7% Biologi Aktivitas biota laut (Bio-deposit) - Fotosintesis tumbuhan hijau meningkatkan oksigen terlarut mikro organisme membutuhkan O2 pada proses dekomposisi organism mati = mengurangi O2 terlarut Aktivitas mikroorganisme meningkat – konsumsi oksigen Aktivitas fotosintesis tumbuhan hijau mengkonsumsi CO2 = pH meningkat Mikroorganisme memproduksi CO2 (biochemical oksidation) = pH turun - Kecepatan aliran, Cu memiliki kecepatan kritis 1m/s (corrosion cavitation) Eksperimen Prnghitungan kecepatan korosi dilakukan pada bulan ke 3,6,9, 12 September 2006- agustus 2007 144 sheet (99,9% Cu) Hasil Kecepatan korosi 6 bulan 12 bulan Higher than 12 bulan - High tide, kecepatan kecuali pada daerah high korosi sama dengan 6 tide bulan - Patina stabil mulai terbentuk setelah 6 bulan Kecepatan annual Splash = 0,025 mm/tahun Mean tidal = 0,071 mm/th Full immers = 0,032 mm/th - Kecepatan annual splash zone konstan. Karena pada patina terbentuk poros akibat percikan = difusi korrosif agen cepat Dihitung berdasarkan mass loss Area Mean tidal line 0,071 mm/th Juga di pengaruhi oleh: - Residu minyak yang ditinggalkan kapal memebentuk film minyak yang dapat menghasilkan suspense pasir pada permukaan. Hal ini berpengaruh pada penggerusan permukaan logam (patina) Rate Max rate, 2,8 x kecepatan high tidal zone 4 x kecepatan pada daerah tropis (0,02-0,1mm/th) 6 bulan pertama - Patina yang terbentuk dari bulan pertama, bersifat sangat rapuh pada daerah ini (gaya adesi rendah) - Kandungan oksigen lebih besar - Constant wetness 6 bulan berikutnya - Patina mulai stabil – decreasing rate High tidal zone Low tidal zone Full immersion Similar as splash zone Similar to full immersion Lebih cepat dari pada splash (parabolik) Dikontrol oleh: - Kandungan oksigen terlarut - Dan difusi oksigen pada permukaan - Terbentuknya calcareous setelah bulan ke 3 memperlambat korosi Atm corrosion - cloride deposition 255,8 mg/m2d (korosifness kategori S2/High, ISO:9223) Juga dipengaruhi oleh: - Highest level on January (summer), September, july - Arah angin, dari timur membawa pasir (S3/Verry high) dari pelabuhan, dari selatan membawa - Sulfur deposition 5,53 mg/m2day (P1/Verry low). uap air dari laut Threshold 62-68 mg/m2day - Kecepatan angin - TOW (time of wetness) 5500 hour/ year (C5/very - 2-6 m/s = semi (eastern, southhigh) estern and southern) - 3 m/s = summer (idem) - 4-5 m/s = gugur (east, south-east) - 6 m/s = dingin (barat-utara-timur) Kinetika korosi Mass loss as a fungtion of exposure times Mass loss as a fungtion of TOW Mass loss mengikuti persamaan C=Atn pada data percobaan di peroleh: A = 150,41 ± 1,06 g/m2 (mass loss) n = 0,87 ± 0,07