Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Kegiatan Ekonomi terdiri dari beberapa tahap, yaitu: A. Produksi Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik batre yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie ayam, tukang pijet yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya. Jenis-Jenis Proses Produksi Secara umum, proses produksi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 1. Proses produksi yang terus-menerus (countinous processes) Pada proses produksi yang terus-menerus, perusahaan atau pabrik menggunakan mesin-mesin yang dipersiapkan (set up) dalam jangka waktu yang lama dan tanpa mengalami perubahan. Adapun sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yang terus-menerus (countinous processes), yaitu : 1. Produk yang dihasilkan pada umumnya dalam jumlah besar dengan variasi yang sangat kecil dan sudah distandarisasikan. 2. Sistem atau cara penyusunan peralatannya berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang biasa disebut product layout/departementation by product. 3. Mesin-mesin yang digunakan untuk menghasilkan produk bersifat khusus (Special Purpose Machines). 4. Pengaruh operator terhadap produk yang dihasilkan sangat kecil karena mesin biasanya bekerja secara otomatis, sehingga seorang operator tidak perlu memiliki keahlian tinggi untuk pengerjaan produk tersebut. 5. Apabila salah satu mesin/peralatan terhenti atau rusak, maka seluruh proses akan terhenti. 6. Job strukturnya sedikit dan jumlah tenaga kerjanya tidak perlu banyak.

1

Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan yang tetap (fixed pathequipment) yang menggunakan tenaga mesin. 5. seperti kereta dorong atau forklift. Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses lebih rendah daripada persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses pada proses produksi yang terputus-putus. Produk yang dihasilkan biasanya dalam jumlah kecil dengan variasi yang sangat besar dan didasarkan pada pesanan. Mesin-mesin yang digunakan bersifat umum dan dapat digunakan untuk menghasilkan bermacam-macam produk dengan variasi yang hampir sama(general purpose machines).7. 2 . seperti konveyor. dan kemudian akan dirubah atau dipersiapkan kembali untuk memproduksi produk lain. Persediaan bahan mentah pada umumnya tinggi karena tidak dapat ditentukan pesanan apa yang harus dipesan oleh pembeli. 7. Diperlukan perawatan khusus terhadap mesin-masin yang digunakan. dan persediaan bahan dalam proses lebih tinggi dari proses produksi yang terus-menerus (countinous processes) karena prosesnya putus-putus. 2. Proses produksi tidak akan berthenti walaupun terjadi kerusakan atau terhentinya salah satu mesin/peralatan. sehingga operator memerlukan keahlian yang tinggi dalam pengerjaan produk serta terhadap pekerjaan yang bermacam-macam yang menimbulkan pengawasan yang lebih sulit. 4. 6. 9. 8. 3. yang disebut dengan process layout/departemantation by equipment. 2. Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang dapat berpindah secara bebas (variable path equipment) yang menggunakan tenaga manusia. Sedangkan sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yang terputusputus (countinous processes) adalah : 1. Sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang sama dikelompokkan pada tempat yang sama. Pengaruh operator terhadap produk yang dihasilkan cukup besar. Proses produksi yang terputus-putus (intermittent processes) Proses produksi yang terputus-putus menggunakan mesin-mesin yang dipersiapkan dalam jangka waktu yang pendek.

Layout berdasarkan produk ini digunakan dalam beberapa industri yang menghasilkan produksi massa dan produk terstandarisasi. Perbedaan pokok dari kedua proses produksi tersebut adalah berdasarkan pada panjang tidaknya waktu persiapan untuk mengatur (set up) peralatan produksi yang digunakan untuk memproduksi suatu produk atau beberapa produk tanpa mengalami perubahan. dan lain-lain. Tata letak berdasarkan fungsi/macam proses (process layout) tata Berdasarkan macam proses (process/functional layout) adalah segala mesin serta peralatan produksi yag memiliki tipe atau jenis sama dikelompokkan dalam satu departemen. Proses pembuatan produk selalau ditentukan lebuh dahulu.8. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor. Tata letak berdasarkan aliran produksi (product layout) proses produksi Berdasarkan aliran produksi adalah tata letak pabrik dimana mesin-mesin dan fasilitas manufaktur yang lain diatur menurut urutan (sequence) dari proses yang dibutuhkan untuk mengahsilkan suatu produk. yaitu: 1. Contoh distribusi seperti penyalur sembako. penyalur barang elektronik. Pada perusahaan manufaktur terdapat dua tata letak yang secara umum diaplikasikan dalam desain layout. yang kemudian ditentukan urutan mesun-mesinnya. biro iklan. Jenis-Jenis Saluran Distribusi Dalam perekonomian yang telah maju. para produsen tidak menjual hasil produksi mereka secara langsung kepada pemakai akhir. penyalur pembantu. sehingga hanya terdapat satu jenis proses pada setiap bagian. Pemindahan bahan sering dilakukan bolak-balik sehingga perlu adanya ruang gerak (aisle) yang besar dan ruang tempat bahan-bahan dalam proses (work in process) yang besar. 2. Dalam layout ini biasanya digunakan general purpose machines dan terdapat pada industri yang berdasarkan job order shop/batch production B. Distribusi Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Banyak cara yang dapat digunakan untuk 3 .

Saluran distribusi barang konsumsi 2. Produsen – Konsumen Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan yang paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen. Proses penyaluaran produk sampai kepada pembeli akhir dapat panjang ataupun pendek.mendistribusikan barang dan juga kepada pembeli. Saluran Distribusi Barang Konsumsi Penjualan barang konsumsi ditujukan untuk pasar konsumen. a. Dalam menyalurkan barang konsumsi ada lima jenis saluran yang dapat digunakan. Sebuah perusahaan mungkin mendistribusikan barangnya secara langsung kepada konsumen meskipun jumlahnya cukup besar. Saluran distribusi jasa 1. Ada beberapa alternatif jenis saluran yang dapat digunakan berdasarkan jenis produk dan segmen pasarnya. sedangkan perusahaan lain mendistribusikan produknya lewat perantara. begitu juga sebaliknya. dimana umumnya dijual melalui perantara. Hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya pencapaian pasar yang luas menyebar yang tidak mungkin dicapai produsen satu persatu. tanpa menggunakan perantara. yaitu: 1. Saluran distribusi barang industri 3. produk yang bersangkutan harus melalui berbagai macam perantara. setiap perusahaan hendaknya dapat menentukan mata rantai yang paling tepat. Untuk itu. Mata rantai jalur distribusi itu akan menjadi panjang bilamana sebelum jatuh ketangan pemakai. Sebaliknya. Dan tidak sedikit perusahaan yang menggunakan beberapa kombinasi saluran distribusi untuk mencapai segmen pasar yang berbeda. mala rantai jalur distribusi tadi dapat rnenjadi pendek bilamana produsen secara langsung menghubungi pembeli akhir untuk menawarkan produk mereka. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah 4 . sebab mata rantai yang tepat untuk perusahaan tertentu belum tentu tepat untuk perusahaan rang lain. sesuai dengan kebijaksanaan saluran distribusi yang dianut oleh masing-masing perusahaan.

Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar. Saluran distribusi barang industri juga mempunyai kemungkinan/kesempatan yang sama bagi setiap produsen untuk menggunakan kantor/cabang penjualan. produsen memilih agen sebagai penyalurnya. la menjalankan kegiatan perdagangan besar. pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen. d. Disini. dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional.konsumen (dari rumah ke rumah). Produsen . Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.Pedagang Besar . e.Konsumen).Konsumen Saluran distribusi semacam ini banyak digunakan oleh produsen.Konsumen Dalam saluran distribusi. Kantor atau cabang ini digunakan untuk mencapai lembaga distribusi berikutnya. tidak menjual kepada pengecer. 2.Konsumen Seperti hainya dengan jenis saluran yang pertama (Produsen . c. maka saluran distribusi yang dipakainya juga agak berbeda.Pedagang Besar . Ada empat macam saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Produsen . Namun alternatif akhir ini tidak umum dipakai. saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung.Agen .Pengecer .Pengecer . sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Disini.Agen . Saluran Distribusi Barang Industri Karena karakteristik yang ada pada barang industri berbeda dengan barang konsumsi. Produsen . Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung. dalam saluran distribusi yang ada. kepada pedagang besar saja. Adapula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen.Pengecer – Konsumen Disini. Produsen . b. produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar. Keempat saluran distribusi itu adalah: 5 .Pengecer . dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

Saluran Distribusi Jasa Konsep saluran distribusi juga tidak hanya terbatas pada saluran distribusi barang berwujud saja. Juga perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah pemasaran baru lebih suka menggunakan agen. Produsen . produsen alat-alat untuk bangunan.Distributor Industri . Produsen lain yang dapat menggunakan distributor industri sebagai penyalurnya antara lain: produsen barang bangunan. Produsen . (yang tergolong jenis instalasi) b. Biasanya saluran distribusi ini dipakai oleh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar.Pemakai lndustri Saluran distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Produsen .a. dan disebut sebagai saluran distribusi langsung. Saluran distribusi semacam ini cocok untuk barang-barang industri seperti kapal. lokomotif dan sebagainya.Agen .dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen .Agen . 3. d. Dalam hal ini agen penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.Pemakai lndustri Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.Pemakai Industri Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan kasesoris. Selain itu faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Jasa harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dicapai oleh pemakainya. c. 6 . dan sebagainya.Pemakai lndustri Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek. Bagi lembaga penyedia jasa. kebutuhan akan faedah waktu dan tempat menjadi jelas.Distributor lndustri . Produsen jasa juga menghadapi masalah serupa yakni bagaimana hasil mereka dapat diperoleh sampai ketangan konsumen.

C. Pemasaran jasa perantara merupakan cara lain untuk meluaskan distribusi. Ciri tak teraba pada jasa berarti bahwa masalah distribusi fisik pada dasarnya tidak ada pada kebanyakan produsen jasa. Manajemen pemasaran jasa dapat meluaskan distribusinya. Pembeliannya didasarkan atas kebiasaan membeli dari konsumen. Lokasi penjualan jasa harus mudah dicapai pelanggan. Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. bukan pemakai industri karena barang –barang tersebut tidak diproses lagi. sehingga jasa dapat disalurkan lewat sistem distribusi penjual. oleh karena banyak jasa yang tidak dapat dihantarkan. dan sebagainya. beberapa pengusaha menyadari bahwa ciri tak terpisahkan pada jasa bukan menjadi halangan yang tak dapat ditanggulangi. Jadi majikan menjadi perantara dalam distribusi jasa bank. pembelinya adalah pembeli/konsumen akhir. Jadi.Secara tradisional kebanyakan jasa-jasa dijual langsung oleh produsen kepada konsumen atau pemakai industrial. Akan tetapi tidak semua produsen jasa bebas dari masalah distribusi fisik. Pada tahun-tahun belakangan ini. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti membeli jamu tolak angin di toko jamu. pergi ke dokter hewan ketika iguana kita sakit keras. melainkan dipakai sendiri (Basu Swasta 1984:96). atau jika jasa diciptakan dan dipasarkan seketika itu juga. Contohnya dimulai dengan lokasi. 7 . Konsumsi Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. main dingdong. Beberapa pihak mengadakan pengaturan dengan perusahaan agar gaji pegawainya dapat langsung dimasukkan dalam rekening pegawai pada bank itu. Seperti hotel atau wisma peristirahatan yang mempunyai kelebihan kamar (persediaan) yang dapat merugikan usaha. Tenaga perantara tidak digunakan jika jasa-jasa tidak dapat dipisahkan dari penjual.

Rumusan Masalah Apa definisi dari pelaku kegiatan ekonmi yang sudah dibahas? Disini penulis akan mengerucutkan pelaku kegiatan ekonomi mengarah ke perantara pedangang. Dan akan dikerucutkan lagi mengarah ke “Distributor dan Agen”. Apa peran mereka dalam perdagangan? Bagaimana cara mereka untuk melakukan peran mereka sebagai perantara perdagangan? 8 .

dan pengalihan hak milik. yaitu : a.” Selain itu. maka dibutuhkan perantara dari kegiatan produksi sampai kegiatan konsumsi. Contoh dari agen tunggal adalah seperti ATPM atau singkatan dari agen tunggal pemegang merek untuk produk mobil. Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut : “ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli.Pedagang adalah orang yang memasa. Pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah / daerah tertentu dari produsen. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu. sehingga menjadi pengertian yang lebih luas. Lembaga yang berfungsi sebagai saluran distribusi (Channel of distribution/marketing channel). Sebagaimana yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Kepmenperindag). Pedagang Besar / Distributor / Agen Tunggal Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung.BAB II PEMBAHASAN Dalam melakukan kegiatan ekonomi yang terdiri dari tiga tahap tersebut. Jenis dan Macam Perantara Pedagang A. pengertian perdagangan dirumuskan sebagai berikut: “Perdagangan adalah kegiatan jual-beli barang dan/atau jasa yang dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan/atau dengan disertai imbalan atau kompensasi. dirumuskan juga pengertian pedagang. terdapat dua aspek penting yang terlibat didalamnya. tempat. Dalam menciptakan ketiga faedah tersebut. yakni: “Pedagang adalah perorangan atau badan usaha yang melakukan kegiatan perniagaan/perdagangan secara terus-menerus dengan tujuan memperoleh laba. “ 9 .” Pengertian pedagang ini dapat dikaitkan juga dengan orang yang menjalankan perusahaan (bedrijf).

Penyelarasan yaitu mempertemukan penawaran yang sesuai dengan permintaan pembeli termasuk kegiatan seperti pengolahan. 2. Kontak yaitu melakukan pencarian dan menjalin hubungan dengan pembeli. Menurut Philip Kotler agar suatu kegiatan penyaluran barang dapat berjalan dengan baik (efektif dan efisien) maka para distributor harus mampu melakukan sejumlah tugas penting. penilaian dan pengemasan. 7. 6. Kelima tugas pertama membantu pelaksanaan transaksi dan tiga yang terakhir membantu penyelesaian transaksi. Negoisasi yaitu melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan lainlain sehubungan dengan penawaran sehingga pemindahan pemilikan atau penguasaan bisa dilaksanakan. 3. yaitu : 1. Pengambilan resiko yaitu melakukan perkiraan mengenai resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran tersebut. yaitu: 10 . 4. 8. Disrtibusi fisik yaitu penyediaan sarana transportasi dan penyimpanan barang. Pembiayaan yaitu penyediaan permintaan dan pembiayaan dana untuk menutup biaya dari saluran pemasaran tersebut. Semua tugas diatas mempunyai tiga persamaan. Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Penelitian yaitu melakukan pengumpulan informasi penting untuk perencanaan dan melancarkan pertukaran. 5.Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa: “ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi “. Promosi yaitu pengembangan dan penyebaran informasi yang persuasif mengenai penawaran.

diringkas) yaitu: 1. Dalam hubungan itu. Hal ini sering pula diistilahkan sebagai manajemen logistik atau logistik pemasaran. Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah. Namun dari segi lain dapat terjadi bahwa beban pengangkutan akan meningkat dan pengantaran barang kebeberapa segmen pasar akan terlambat. Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut : “ Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepada konsumen. apapun istilah yang digunakan konsep dasarnya adalah sama. Jika perusahaan mengkonsentrasikan persediaannya. Selain itu. Ada beberapa alternatif saluran (tipe saluran) yang dapat dipakai. waktu. Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya a. dan tempat yang tepat. juga akan meningkatkan efisiensi penyimpanan dan penanganan barangnya. kegiatan yang ada dalam kegiatan distribusi fisik dapat dibagi kedalam lima macam (Basu Swasta. b. Apabila perusahaan/produsen menjalankan seluruh tugas diatas. dan bisa dialih-alihkan diantara penyalur. Manajemen distribusi fisik hanyalah satu diantara istilah deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan suatu pengendalian atas pemindahan barang seperti didefinisikan dimuka. Dan jika perusahan menyebarkan 11 . serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “. maka biaya akan membengkak dan akibatnya harga akan menjadi lebih tinggi. 1984: 220-229. Penentuan lokasi penyediaannya Kebijaksanaan terhadap lokasi persediaan didasarkan pada strategi yang diinginkan. apakah secara memusat (konsentrasi) ataukah menyebar (dispersi) dipasarnya. maka akan memudahkan dalam mengadakan pengawasan. Secara terperinci. Aktivitas yang menyalurkan arus fisik barang (Physical distribution). Namun demikian.- menggunakan sumber daya yang langka dilaksanakan dengan menggunakan keahlian yang khusus. Biasanya alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan barang konsumsi dan barang industri.

maka ia harus memberitahu kepada pembeli. ataupun bahan yang lain. Jika perusahaan tidak sanggup atau tidak mampu melaksanakan pesanan. kayu. maka keadaannya akan berlainan. 4. Sistem penanganan barang Sistem penanganan barang yang dapat digunakan antara lain: a. Sedangkan permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan analisis ramalan penjualan. Pemilihan metode pengangkutan 12 . dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaan sambil melayani pesanan dari pembeli. Dengan alat ini barang-barang dapat dipindahkan secara cepat. Biasanya kemasan ini dibuat dalam ukuran-ukuran tertentu sehingga sangat mudah dalam pengangkutannya.persediaannya kebeberapa lokasi. Paletisasi Dalam paletisasi. Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya. dan merupakan kebalikan dari konsentrasi. b. b. 5. 2. Besarnya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan. Sistem pengawasan persediaan Faktor penting yang lain dalam sistem distribusi fisik adalah mengadakan pengawasan secara efektif terhadap komposisi dan besarnya persediaan. biasanya perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpan sendiri umumnya menyewa kepada lembaga atau perusahaan lain atau disebut gudang umum. Prosedur memproses pesanan Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan antara lain: menyelenggarakan kegiatan kantor secara teratur membuat barang dengan baik menyampaikannya kepada pembeli. Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkan jumlah persediaan yang diperlukan. Pengemasan Barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam. penanganan barang-barang baik itu berupa bahan baku maupun barang jadi dipakai suatu alat yang disebut palet. Penggunaannya akan lebih ekonomis apabila material yang ditangani jumlahnya besar. Sistem penyimpanan persediaan Penyimpanan erat kaitannya dengan pergudangan. 3.

yaitu: a. B. Selain itu fasilitas pengangkutan yang ada juga merupakan faktor penentu. Mereka terbagi dalam beberapa golongan. Agen pengankutan khusus (Specialty Shipper) d. tetapi mereka tidak mempunyai hak untuk memiliki barang yang di perdagangkan.Dalam hal ini. serta lokasi persediaannya. Contoh seperti pedagang grosir beras di pasar induk kramat jati. Perantara agen (Agen Middlemen) ini dibedakan dengan perantara pedagang karena tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang ditangani. Pada dasarnya perantara agen dapat digolongkan kepada dua golongan. Pedagang Menengah / Agen / Grosir Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. Agen Penunjang ( Facilitating Agent) Agen Pelengkap ( Supplemental Agent) Agen Penunjang Agen penunjang merupakan agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa. 13 . dan mempunyai hubungan yang erat dengan pasar atau daerah penjualan. yakni: 1. 2. Agen penyimpanan (Storage Agent) c. 1. Jadi agen penunjang ini melayani kebutuhan-kebutuhan dari setiap kelompok secara serempak. Agen pengangkutan borongan (Bulk Transportation Agent) b. Dalam praktek agen semacam ini dapat dilakukan sendiri oleh sipenerima barang. rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting. Agen pembelian dua penjualan (Purchase and sales agent) Kegiatan agen penunjang adalah membantu untuk memindahkan barang-barang sedemikian rupa sehingga mengadakan hubungan langsung dengan pembeli dua penjual. Untuk lebih jelasnya definisi agen adalah: Lembaga yang melakasanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distribusi barang.

Jasa Finansial c. surat kabar. dan sebagainya. seperti biro iklan. Jasa Informasi d. maka agen pelengkap dapat menggantikannya. agen pelengkap dapat digolongkan kedalam : a. Kedua macam perantara (Agen dan pedagang) tersebut sama-sama pentingnya dalam pemasaran. Agen yang membantu dibidang keuangan. Contoh pedangang eceran seperti alfa mini market dan indomaret. radio. 14 . Jasa pembimbingan / konsultasi b. begitu pula dalam hal pengangkutan. d. seperti televisi. lembaga penelitian. D. seperti bank b. Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel Pengecer adalah pedangan yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. C. Importir / Pengimpor Importir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari luar negeri ke negaranya. Contoh seperti import jeruk lokam dari Cina ke Indonesia.2. Sebagai contoh: Sebuah biro periklanan dapat menggunakan radio atau televisi sebagai media periklanan bagi perusahaan. dokter dan sebagainya c. Jasa-jasa yang dilakukannya antara lain berupa: a. perusahaan angkutan dapat menyewa alat-alat transport kepada perusahaan lain. Agen Pelengkap Agen Pelengkap berfungsi melaksanakan jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya kekurangan-kekurangan. Jasa khusus lainnya Berdasarkan bermacam jasa yang mereka tawarkan tersebut. Agen yang membantu dalam penyediaan informasi. Agen yang membantu dalam mengambil keputusan. Perlu diketahui bahwa agen dapat menyewa agen-agen yang lain. Agen khusus yang tidak masuk dalam tiga golongan dimuka. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang.

15 .E. Contoh seperti ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri. Eksportir / Pengekspor Exportir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain.

Tapi ada juga beberapa hal yang membedakan antara perantara dagang yang satu dengan yang perantara dagang lainnya. Bina Aksara. Daftar Pustaka Rewoldt.html 16 . Strategi Distribusi Pemasaran. James.pdf http://organisasi. 1987 http://repository.ac. Martin.blogspot. Stewart H.com/2010/03/jenis-jenis-proses-produksi. D. Warchow.id/bitstream/123456789/1234/1/manajemen-arlina%20lbs4.usu.BAB III PENUTUP Kesimpulan Pada dasarnya perantara pedangang itu memiliki peran yang sama. Scott. Bandung.org http://cumiyono. R. yaitu untuk menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen.