Anda di halaman 1dari 2

Pasir dan Batu Menutup Sab Dam Klampahan MAGELANG - Sabo Dam Klampahan di pertemuan Sungai Jluweh dan

Sungai Apu yang ber hulu di Gunung Merapi, tidak berfungsi maksimal. Enam lubang sabo dam tertutup material pasir dan batu, sehingga aliran sungai melimpah ke atas dam yang difu ngsikan sebagai jembatan sekaligus jembatan bagi masyarakat yang berada di berba tasan antara wilayah Magelangt - Boyolali. "Sabo dam tersebut saat ini sudah dipenuhi material pasir dan batu. Mate rial juga menyumbat enam lubang dam sehingga membuatnya tidak berfungsi. Dam itu juga memiliki tinggi sekitar 14 meter. Ini dalam kondisi normal saja, airnya cuk up deras apalagi kalau banjir, kata Bang Monte, relawan empat sekawan, kemarin. Menurut Bang Monte, Sabo Dam yang usianya belum genap satu tahun tersebu t, kondisinya dianggap membahayakan lantaran aliran air yang melewati badan Sabo Dam bisa membahayakan pengguna jalan. Pembatas jalan juga sudah hilang diterjan g banjir lahar dingin. Air setinggi hampir 50 centimeter yang melimpas di atas d am tersebut membuat pengedara mobil maupun motor kesulitan. Belum lagi di atas jalur itu terdapat bebatuan dan pasir yang sewaktuwaktu bisa membuat pengendara jatuh. Tidak hanya itu, beberapa kendaraan juga s ering terjebak di atas Sabo Dam tersebut. Ada juga yang kendaraannya macet akib at semunya kemasukan air. Apalagi, jalur tersebut cukup ramai digunakan oleh w arga untuk menuju ke Magelang dan juga ke Boyolali. "Jalur itu juga satu-satunya jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empa t dari arah Magelang menuju Boyolali. Setelah Jembatan Tlatar hancur, sekarang b elum bisa dilalui roda empat, hanya ini jalur roda empat, katanya. Dikatakan, jalur ekonomi pedagang sayuran yang biasa berjualan di Pasa r Sewukan Kecamatan Sawangan. Kalau pagi juga jadi jalur anak-anak berangkat seko lah, tambah Kardi, 27, warga Dusun Klampahan Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan ya ng setiap hari melalui jalur tersebut. Diharapkan, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak ( BBWSO) melakukan normalisasi di atas Sabo Dam. Karena selain membahayakan penged ara hal itu juga dikhawatirkan akan masuk konstruksi jembatan. Sekarang saja pag ar pelindung sudah hilang karena diterjang banjir, warga khwatir kalau ada pengg guna jalan yang terseret dan jatuh dari dam ini, katanya. Senada dikatakan Yoga, sejauh ini belum ada tindakan dari pemeri ntah untuk mengamankan jalur tersebut. Juga tidak ada petugas yang mengatur aru s lalu lintas di daerah itu. Jalan yang seharusnya bisa digunakan dua jalur sekar ang harus bergantian karena berbahaya, tambah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Ek o Triyono mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi tersebut. BPB D juga sudah melakukan koordinasi dengan BBWSO untuk melakukan penanganan di lo kasi. (ali) Mahasisa FK UII Gelar Pengobatan MAGELANG - Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan masih amat rendah, ter utama didaerah bekas bencana Erupsi Merapi 2010 lalu. Terkait hal itu, lembaga m ahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), menggelar sej umlah kegiatan di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Ketua Panitia Kegiatan Sosial FK UII, Ridwan menyatakan, tema kegiatan i tu adalah 'membina desa menjadi lebih sehat melalui tindakan, ajakan dan pencega han'. Ada beragam kegiatan yang kami dilakukan. Meliputi gerakan sikat gigi bersa ma dengan sekitar 300 siswa TK dan SD diwilayah Desa Sumber. Kemudian penyuluhan kesehatan tentang penyakit rematik dan asam urat, pengobatan gratis serta jalan sehat, katanya. Tujuan kegiatan diantaranya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan peri laku sehat di masyarakat melalui tindakan pengajakan (promotof) dan pencegahan ( prefentif). Pada prinsipnya, kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat lebih menyadari pentingnya arti kesehatan serta merubah paradigma sakit menjadi sehat,

Kabupaten Magelang. kegiatan ini terus dilakukan. Sebelum ini.00. Kegiatan pelayanan kesehatan kemarin. Terbukti. Kecamatan Dukun. sangat besar. Dengan begitu. Mungkin tidak setiap hari.terangnya. Sedang animo warga untuk ikut pengobatan gr atis itu. dikerahkan sembilan dokter dibantu tim bantuan medis mahasiswa FK UII.Mahasiswa FK UII Yogyakarta. kami tidak perluu jauh-jauh kontrol kes ehatan. pinta Priyono (54) warga setempat. yang j araknya jauh. (ali) Keterangan foto: PENGOBATAN . sejak loket pendaftaran dibuka sekitar pukul 0 9. kami berobat di Puskesmas atau rumah sakit Muntilan. ratusan warga antre untuk memeriksakan kesehatannya. menggelar aksi sosial dengan melakukan pengobatan bagi masyarakat Desa Sumber. Kami berharap. t api cukup sebulan sekali. Fo to ali subchi .