Anda di halaman 1dari 6

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Disusun oleh : Nama NPM Kelas : Dewi : 11111949 : 1KA40

Manusia dan Cinta Kasih

A. Pengertian Cinta Kasih Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan kata lain cinta dan kasih memiliki hampir kesamaan arti tetapi kata kasih memperkuat arti dari cinta. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu: Perasaan Pengenalan Tanggung jawab Perhatian Saling menghormati Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. B. Cinta Menurut Ajaran Agama Cinta adalah suatu perasaan yang penuh kasih namun juga terdapat emosi. Rasa cinta memiliki luapan yang dapat terlihat dari berbagai bentuk

sikap. Terkadang cinta menutupi logika, dan menyimpang dari batas norma. Bukan salah cinta, namun manusia yang tak dapat menontrolnya. Oleh sebab itu, agar cinta menjadi sesuatu yang suci dan bermanfaat dalam kehidupan, serta membawa kebaikan, manusia sebagai perasa cinta haruslah memiliki batasan dalam dirinya dalam mengapresiasikan cinta tersebut, dan agama adalah pembatas utama bagi manusia dalam mengekspresikan cinta dalam hidupnya. Ajaran-ajaran agama yang membawa pada kebaikan, dan pelurusan hati, akan menuntun manusia mengolah cinta dalam dirinya untuk kebaikan pada diri nya sendiri, sesama, dan kepada Tuhan. C. Kasih Sayang

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka terhadap seseorang. Beberapa hubungan timbale balik kasih sayang dengan anak Orang tua bersikap aktif, anak pasif Orang tua bersikap pasif, anak aktif Orang tua bersikap aktif, anak aktif Orang tua bersikap pasif, anak pasif

D. Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya adalah wujud kasih yang mendalam. Dengan kemesraan, seseorang dapat memacu daya kreativitasnya, kemesraan digerakkan oleh rasa kasih dan cinta.

E. Pemujaan Pemujaan merupakan salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan nya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan terhadap Tuhan adalah kewajiban, karena Tuhan yang telah menciptakan manusia dan seluruh alam dan isinya. Pemujaan ini didasarkan oleh rasa cinta manusia kepada Tuhan yang telah memberikan anugerah padanya yakni sebuah kehidupan.

F. Belas Kasihan

Terdapat tiga jenis cinta yakni cinta terhadap Tuhan, cinta tehadap orang tua, dan cinta terhadap lawan jenis. Namun selain dari itu, terdapat cinta terhadap sesama, perbedaannya dengan tiga jenis cinta yang pertama adalah, pada cinta sesama terdapat rasa belas kasihan. Rasa belas kasihan bukan karena rasa cinta atau kasih yang telah dibahas sebelumnya, namun karena penderitaan. Jadi, kasihan dapat diartikan bersimpati terhadap nasib atau keadaan yang diderita orang lain.

G. Cinta Kasih Erotis Cinta kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat di percaya. Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara 2orang yang asing 1sama lain. Tetapi seperti yang telah di katakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Dalam cinta kasih erotis terdapat ekskllusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.

Ciri-ciri eksklusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan lebih lanjut. Kerap kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik. Cinta kasih erotis apabila ia benarbenar cinta kasih, mempunyai 1 pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguhsungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya, dan menerima pribadi orang lain yang sedalam-dalamnya.