Anda di halaman 1dari 5

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Disusun oleh : Nama NPM Kelas : Dewi : 11111949 : 1KA40

Manusia dan Keindahan

A. Keindahan

1. Pengertian keindahan Keindahan sulit didefinisikan dengan pasti, keindahan suatu nilai abstrak sesuatu itu dianggap cantik, elok, atau kata sifat lainnya yang menunjukkan suatu nilai estetika. 2. Nilai estetik Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Untuk nilai itu sendiri, terdapat nilai objektif, nilai subjektif, nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik. 3. Kontemplasi dan Ekstansi Keindahan dapat dinikmati dengan selera seni dan selera biasa. Selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah

dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menikmati sesuatu yang indah.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung yang berarti diam-diam memikirkan sesuatu. Mernung untuk menciptakan seni, memiliki beberapa teori yakni; 1. Teori Pengungkapan Dalil dari teori ini adalah, seni adalah ungkapan dari perasaan manusia. Tokoh-tokoh dalam teori ini adalah Benedeto Croce, beliau menyatakan bahwa seni adalah ungkapan dari kesan-kesan.Ekspresi adalah sama dengan intuisi, dan intuisi adalah pengalaman intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gamnbaran angan-angan. Tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi, menyatakan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri perasaan yang seseorang telah mengalaminya, sehingga orang-orang dapat mengalami perasaan yang sama. 2. Teori Metafisik Teori ini termasuk teori tertua, tokohnya Plato yang membahas estetik filsafati, konsep keindahan, dan teori seni. 3. Teori Psikologis Sebagian ahli estetik abad modern menelaah teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan metode

psikologis. Misalnya, berdasarkan psikoanalisa, proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedangkan karya seni nya merupakan bentuk terselubung yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Termasuk didalam teori psikologis adalah teori permainan dan teori penandaan.

C. Keserasian Keserasian berasal dari kata serasi dan kata dasar rasi yang berarti cocok, sesuai benar. Kata cocok dan sesuai mengandung unsure perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Dengan adanya keserasian akan medorong terciptanya keindahan. Menurut Herbert Read keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan inderawi kita. 1. Teori Obyektif dan Teori Subyektif The Liang gie dalam bukunya garis besar estetika, dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif. Teori obyektif berpendapat keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat(kualita) yang melekat pada bentuk indah yang bersangkutan terlepas dari orang yang mengamatinya. Tokoh pendukungnya adalah Plato, Hegel, dan Bernard Bocanquat. Teori subyektif menyatakan ciriciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati benda itu, adanya keindahan semata-mata tergantung pencerapan pengamat. Tokoh pendukungnya, Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. 2. Teori Perimbangan Keindahan dianggap dari kualita benda-benda yang disusun. Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka. Contohnya pada bangsa Yunani, mereka telah menciptakan bangunan

dengan keindahan-keindahan, yang didasarkan pada perhitungan matematika untuk membentuk susunan bangunan tersebut. Teori ini runtuh karena desakan filsafat empirisme dan aliran lainnya, seniman romantic berpendapat keindahan tercipta dari ketidak adanya keteraturan.