Anda di halaman 1dari 4

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Disusun oleh : Nama NPM Kelas : Dewi : 11111949 : 1KA40

MANUSIA DAN PENDERITAAN

A. Pengertian Penderitaan Penderitaan berasal dari kata derita yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra yang berarti menahan atau menaggung. Derita berarti menaggung sesuatu yang tidak menyenangkan.

B. Siksaan Siksaan dapat berupa siksaan jasmani atau rohani, dan ini akan menimbulkan penderitaan. Ada pula siksaan yang berbentuk psikis yakni Kebimbangan, terjadi saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian, suatu keadaan perasaan dimana seseorang merasa sendiri walaupun lingkungannya ramai. Ketakutan, rasa takut yang berlebih disebut juga phobia,sebab-sebab nya antaralain: a. Claustrophobia dan Agoraphobia, yaitu takut akan ruag tertutup, dan takut di ruang terbuka b. Gamang,yaitu takut ketinggian c. Takut akan rasa sakit

d. Takut akan kegagalan e. Takut akan gelap C. Kekalutan Mental Penderitaan batin dalam psikologi disebut kekalutan mental. Kekalutan mental dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga bertingkah laku kurang wajar. Gejalanya antara lain; merasa pusing, sesak napas, demam, cemas, cemburu, mudah marah. Sebab-sebabnya antara lain; kepribadian yang lemah, terjadinya konflik sosial budaya, cara pematangan batin. Kekalutan mental yang negative menyebabkan frustasi, bentuk frustasi antara lain; a. Agresi : kemarahan yang meluap dan dapat membahayakan b. Regresi : bertingkah kekanak-kanakan c. Fiksasi : seperti membentur kepala, membisu, memukul dada d. Proyeksi : melemparkan kelemahan sendiri pada orang lain e. Identifikasi : menyamakan dirinya dengan orang lain dalam imaginasinya f. Narsisme : merasa lebih superior g. Autisme : menutup diri dari dunia nyata, dan berfantasi sendiri D. Penderitaan dan Perjuangan Penderitaan adalah kodrat manusia, di dunia segala sesuatunya diciptakan berpasangan, termasuk kebahagiaan yang berpasangan dengan penderitaan. Berat atau ringan suatu penderitaan adalah lebih tergantung pada siapa yang menjalani dan bagaimana ia menjalaninya. Disaat mengalami penderitaan, maka manusia haruslah berjuang dan memunculkan kreativitasnya menghadapi penderitaan tersebut, selain berserah pada Tuhan.

E. Penderitaan, Media masa, dan Seniman Seiring dengan kemajuan teknologi, maka penderitaan bukanlah berkurang, malah lebih terkesan bertambah. Sebagian orang menjadi korban akibat kemajuan teknologi yang tidak tersaring dengan baik, berbagai kejahatan terjadi didukung oleh teknologi, misalkan video-video tidak pantas ditonton dapat dengan mudah diakses oleh mereka yang belum cukup usia, gamegame yang semakin mengurangi niat belajar anak-anak, pergantian gadget yang signifikan meningkatkan taraf konsumerisme. Penderitaan-penderitaan ini di sebarkan oleh media masa, dan masyarakat dapat saling berbagi, mengoreksi, dan membenahi agar penderitaan ini dapat dikurangi dan dicegah. Selain dari media masa, peran para seniman dalam menyampaikan bentuk-bentuk penderitaan juga cukup banyak seperti dalam cerita film, puisi, teater, lukisan, dsb.

F. Penderitaan dan Sebab-sebabnya a. Penderitaan karena perbuatan buruk manusia Banjir, karena manusia membuang sampahnya sembarangan Tanah longsor, karena manusia serakah mengeruk tanah di bumi Pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan tindak criminal lainnya, karena kurang terdidiknya akhlak manusia dan kurang dekatnya manusia pada ajaran agama. b. Penderitaan karena azab Tuhan Penyakit Cacat fisik G. Pengaruh Penderitaan Bila seseorang mengalami penderitaan, maka hal tersebut dapat mendorong pada hal positif atau hal negative. Bila seseorang bersikap positif terhadap penderitaan nya, ia dapat lebih mendekatkan dirinya pada Tuhan, melakukan kegiatan sosial, dan bentuk positif lainnya. Namun bila terdorong pada hal negative, ia dapat melakukan tindak kejahatan, melukai dirinya sendiri, menarik diri dari kehidupan sosial, dsb.