Anda di halaman 1dari 5

PROFESIONAL

Oleh: ULFAH WAHID NIM 011112070 Essai Ini Dibuat Untuk memenuhi Tugas Ilmu Filsafat

UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA PRODI S1 PENDIDIKAN BIDAN 2011

Sebutan profesionalisme itu sendiri berasal dari kata profesi. yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional. juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi: 1. biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis. . Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi.PROFESIONAL Globalisasi semakin menguak. kode etik. 5. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu. Pelatihan institutional: Selain ujian. 2.teknik dan desainer. juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Dunia mencari orang-orang yang profesional. Globalisasi menciptakan sebuah standarisasi terhadap kompetensi seseorang. kedokteran. yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen". Contoh profesi adalah pada bidang hukum. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya. yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια". 6. Sebagai contoh. Profesi adalah pekerjaan. 3. merambah tuntutan khusus bagi dunia profesi. keuangan. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. disebut profesional. 4. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. Istilah profesi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess". Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Meskipun begitu. militer. Dunia menuntut profesionalisme. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

aktivitas. semangat. kesenangan) atau memberi (konstribusi) dengan mengandalkan (keahlian. Tanpa profesionalisme sebuah institusi. sesama profesi sendiri. karena jiwa profesionalisme inilah yang menghidupkan setiap aktivitas-aktivitas yang ada didalamnya. kemahiran) yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama dan langgeng. nilai) yang dimiliki dari seorang yang profesional. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Oleh karena itu sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. prestise. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi. 1999). dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan keahlian.7. jiwa. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan. sikap. dan tindak tanduk yg merupakan ciri suatu profesi atau orang yg profesional. sebuah organisasi. kualitas. praktisi yang dihormati. bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah . keterampilan. usaha. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat. 8. Profesionalisme lebih mengarah pada (spirit. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia profesionalisme diartikan sebagai mutu. seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Tanpa etika profesi. Profesional merujuk pada seseorang yang melakukan suatu (kegiatan. ETIKA PROFESI DAN ETIKA ILMIAH Kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat. pekerjaan) yang dilakukan untuk mendapatkan (nafkah. 10. 11. (Wignjosoebroto. atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi. karakter. Julukan profesional sebenarnya bukan label yang kita berikan untuk diri sendiri melainkan penilaian orang lain atas kinerja dan peforma yang kita tampilkan. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior. 9. dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Philips (1991:43) memberikan definisi profesionalisme sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut.

bersifat universal dan sebagainya. yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif. yang bebas dari prasangka pribadi. Diperlukan etika ilmiah untuk membatasi pengaruh buruk ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap manusia. dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dan kepada Tuhan. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia dan bukan untuk menghancurkannya. Penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dapat mengubah suatu aturan alam maupun manusia. Sehingga perlu pendampingan dari sisi agama dan etika agar tidak salah arah. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggung jawabkan secara sosial untuk melestarikan dan menyeimbangkan alam semesta ini.biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujungujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Para ilmuwan sebagai profesional di bidang keilmuan tentu perlu memiliki visi moral. Etika ilmiah yang umum meliputi ilmu pengetahuan yang murni maupun yang dipakai serta etika khusus yang merupakan spesialisasi dan profesi. laju yang tinggi dan mengandung harapan baru bagi manusia. Etika profesi —yang merupakan etika khusus dalam etika social—mempunyai tugas dan tanggung jawab kepada ilmu dan profesi yang disandangnya. yang dalam filsafat ilmu disebut sebagai sikap ilmiah. penyuluhan. para ilmuwan harus berorientasi pada rasa sadar akan tanggung jawab profesi dan tanggung jawab sebagai ilmuan yang melatar belakangi corak pemikiran ilmiah dan sikap ilmiahnya. konseling dan dukungan secara individu kepada wanita dan bayinya dalam siklus kehamilan dan persalinan. artinya selaras dengan kehendak manusia dan kehendak Tuhan. martabat manusia. Hal ini menuntut tanggung jawab etika untuk selalu menjaga agar yang diwujudkan tersebut merupakan hasil yang terbaik bagi perkembangan ilmu dan juga eksistensi manusia secara utuh. Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Dalam hal ini. Dalam hal ini pengembangan ilmu pengetahuan harus memperhatikan kodrat manusia. . Penerapan dari ilmu membutuhkan dimensi etika sebagai pertimbangan dan yang mempunyai pengaruh pada proses perkembangannya lebih lanjut. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini merupaan evolusi kuantum yang berlangsung dengan lonjakan besar.hal ini disebabkan oleh karena sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahklan untuk mencapai suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif. Etika ilmiah merupakan sebagian dari fungsi ilmu pengetahuan. ahli dalam memberikan asuhan. keseimbangan ekosistem. serta dapat dipertangung jawabkan kepada Tuhan. Tanggung jawab etika menyangkut pada kegiatan dan penggunaan ilmu. KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI Bidan adalah seorang profesional yang sudah dilatih dengan pengetahuan khusus dalam bantuan kepada wanita agar tetap sehat selama hamil dan menolongnya pada waktu melahirkan. Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap ilmuwan.

Bekerjasama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan keluarga 10. meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatan sendiri 8. Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama memberikan asuhan kebidanan 6. kehamilan. Menggunakan keterampilan komunikasi 9. Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktek kesehatan. periode pasca persalinan. Dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada filosofi. etika profesi dan aspek legal 2.Prilaku profesional bidan diantaranya: 1. Menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah penularan penyakit dan strategi pengendalian infeksi 5. kelahiran. Bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan keputusan klinis yang dibuatnya 3. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mutakhir secara berkala 4. Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan. Advokasi terhadap pilihan ibu dalam pelayanan . bayi baru lahir dan anak 7.