Anda di halaman 1dari 13

Perancangan Sistem Informasi Arsitektur dan Pemodelan Aplikasi

Arsitektur Aplikasi Arsitektur aplikasi adalah sebuah spesifikasi teknologi yang digunakan untuk mengimplementasi sistem informasi. Juga untuk menetukan teknologi yang akan dipakai untuk mengimplementasikan satu atau lebih sistem informasi. Arsitektur aplikasi berfungsi sebagai outline untuk desain, konstruksi, dan implementasi terperinci. Cetak biru arsitektural akan mengkomunikasikan keputusan desain berikut: Tingkat dimana sistem informasi akan disentralkan atau didistribusikan. Distribusi data tersimpan pada sebuah jaringan Implementasi teknologi untuk semua perangkat lunak untuk dikembangkan in-house Integrasi dari semua perangkat lunak komersial dan kebutuhan untuk mengkustomasi perangkat lunak tersebut Teknologi yang digunakan untuk mengimplementasi antar muka pengguna Teknologi yang digunakan untuk mengantarmuka dengan sistem lain

Diagram Aliran Data Fisik Physical data flow diagram adalah sebuah model proses yang digunakan untuk mengkomunikasikan karakteristik implementasi teknis pada sebuah sistem informasi. Analis sistem perlu mengembangkan berbagai model sistem dan spesifikasi terinci yang terkait: DFD (Data Flow Diagram) fisik dari sistem saat ini. Untuk membantu analis mengidentifikasi dan menganalisa masalah fisik pada sistem DFD logis dari sistem saat ini. Merupakan transformasi DFD fisik yang menghapus semua rincian fisik DFD logis dari sistem target. DFD logis dan spesifikasi yang menyertainya dimakdsudkan untuk menggambarkan persyarataan nonteknis rinci untuk sebuah sistem baru DFD fisik dari sistem target. DFD fisik untuk mengajukan dan memodelkan pilihan teknologi dan keputusan desain untuk semua proses logis, aliran data, dan data store Bagan struktur dari elemen perangkat lunak dari sistem targe

Proses fisik Proses adalah bentuk kunci pada semua DFD, itulah mengapa DFD disebut model proses. DFD fisik menggambarkan implementasi fisik dari setiap proses yang telah direncanakan. Pada awal sebuah proyek, selama analisis persyaratan, kita menentukan proses logis yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan bisnis yang esensial. Ada dua karakteristik DFD: Proses logis sering ditetapkan untuk prosesor fisik khusus seperti PC server, mainframe, orang, atau alat-alat lain dalam sebuah jaringan komputer. Sampai saat ini kita dapat menggambarkan sebuah DFD fisik untuk memodelkan struktur jaringan.

Copylefttsetiaji

halaman 1

Perancangan Sistem Informasi Tiap proses logis harus diimplementasikan sebagai satu atau lebih proses fisik karena beberapa proses logis harus dibagi menjadi banyak proses fisik untuk satu atau lebih alasan-alasan berikut: o Memisahkan proses menjadi sebuah bagian yang akan dikerjakan oleh orang dan sebagai bagian yang akan dikerjakan oleh komputer o Memisahkan proses menjadi sebuah bagian yang akan diimplementasikan dengan satu teknologi dan sebuah bagian yang akan diimplementasikan dengan teknologi berbeda o Untuk menunjukkan banyak implementasi yang berbeda dari proses logis yang sama o Untuk menambahkan proses yang diperlukan untuk menangani eksepsi atau untuk mengimplementasikan persyaratan keamanan dan audit.

Desain tidaklah lengkap sampai kita menentukan proses untuk aspek terotomatisasi dan aspek manual dari persyaratan bisnis. Pada proses terkomputerisasi, metode implementasi sebagian dipilih dari satu kemungkinan-kemungkinan berikut: Paket perangkat lunak aplikasi yang dibeli Sebuah sistem atau program utility Sebuah program aplikasi yang sudah ada di sebuah perpustakaan program Sebuah program untuk ditulis. Umumnya mentode implementasi menetukan bahasa atau alat yang digunakan untuk membangun sebuah program.

Satu konstruk proses fisik akhir yang harus diperkenalkan, yakni multiproses. Multiproses mengindikasikan banyak implementasi dari proses atauprosesor fisik yang sama. Aliran Data Fisik Perlu diingat bahwa semua proses pada semua DFD harus memiliki sedikitnya satu input dan satu output aliran data. Aliran data fisik menggambarkan hal berikut: 1) 2) 3) 4) Implementasi terencana sebuah input ke atau output dari sebuah proses fisik. Perintah data base, atau tindakan seperti membuat, membaca, memperbarui, atau menghapus. Impor data dari atau ekspor data ke sistem informasi lain melalui sebuah jaringan. Aliran data antara dua modul atau subrutin didalam program yang sama

Data Store Fisik Data store fisik menggambarkan implementasi salah satu dari hal berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Database Tabel pada sebuah data base File komputer Tape atau media backup dari semua yang penting Semua temporary file atau batch yang dibutuhkan oleh sebuah program Beberapa tipe file yang tidak terkomputerasi

Copylefttsetiaji

halaman 2

Perancangan Sistem Informasi Aliran Data Logis Order Implementasi Input Komputer (Keyboard) Input Komputer (Internet) Input Komputer (Keyless) Input Komputer (Batch File) Output Komputer (Tercetak) Output Komputer (Online) Membuat sebuah record pada sebuah database Unfilled Order Update Credit_rat Delete Employee Insurance Accident Claim Schedule of Extended Cost Course Request Membaca record pada sebuah database Memperbaharui sebuah record pada sebuah database Menghapus record pada sebuah database Mengimpor data file Contoh Aliran Data Fisik Win 2000 GUI: Order Form HTML: Order Form BARCODE: Product UPC KEY TO DISK: Hours PRINT OUT: Salary Equity Report WIN 2000 GUI: Account SQL Insert: New Order SQL Select: Unfilled SQL Update: Credit_rate SQL Delete: Employee IMAGE FILE: Insurance Accident Claim Comma Delimited File: Schedule of Classes Extended Cost Form23: Course Request

Order Product Sold Hours Worked Salary Equity Analysis Account History Create Order

Mengekspor data file Melewatkan data diantara modul-modul sebuah program Melewatkan satu form manual Gambar 132 Aliran Data Fisik

Copylefttsetiaji

halaman 3

Perancangan Sistem Informasi

Arsitektur Teknologi Informasi Kerangka kerja sistem informasi menyajikan sebuah kerangka dasar yang sesuai untuk memahami arsitektur TI. Mengikuti kerangka kerja tersebut, blok pembangunan kita akan didistribusikan atau dipublikasikan di luar jaringan. Konsep ini biasa disebut pendekatan arsitektur sistem terdistribusi. Sistem terdistribusi Distributed system / sistem terdistribusi adalah sistem dimana komponen-komponen pada sebuah sistem informasi didistribusikan ke berbagai lokasi pada sebuah jaringan komputer. Dengan demikian beban kerja pemrosesan yang diperlukan untuk mendukung komponen-komponen tersebut juga didistribusikan ke berbagai komputer pada jaringan. Kebalikan dari sistem terdistribusi adalah sistem tersentralisasi. Pada sistem tersentralisasi sebuah komputer pusat multiuser meng-host semua komponen sebuah sistem informasi. Para pengguna berinteraksi dengan komputer host ini dengan terminal-terminal, tetapi secara virtual semua pemrosesan dan kerja aktual dilakukan di komputer host tersebut. Sistem terdistribusi secara inheren lebih rumit dan lebih sulit untuk diimplementasikan daripada solusi-solusi tersentralisasi. Jadi, mengapa sistem terdistribusi lebih trend? Bisnis modern telah terdistribusi sehingga membutuhkan solusi sistem terdistribusi Komputasi terdistribusi menggerakkan informasi dan layanan menjadi lebih dekat dengan para pelanggan yang membutuhkan Komputasi terdistribusi menggabungkan kekuatan luar biasadari proliferasi komputer-komputer personal pada sebuah perusahaan (dan masyarakat pada umumnya). Pada umumnya solusi sistem terdistribusi lebih mudah digunakan karena menggunakan PC sebagai prosesor antarmuka pengguna Komputer personal dan server jaringan sedikit lebih mahl dibanding dengan mainframe

Secara konseptual, semua aplikasi sistem informasi dapat dipetakan menjadi lima layer: Presentation layer adalah antarmuka pengguna aktual Presentation logic layer adalah semua pemrosesan yang harus dilakukan untuk menghasilkan presentasi Application logic layer memasukkan semua logika dan pemrosesan yang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi dan aturan bisnis aktual Data manipulation layer memasukkan semua perintah dan logika yang diperlukan untuk menyimpan dan mendapatkan kembali data ke dan dari sebuah database Data layer adalah data aktual yang tersimpan dalam sebuah database

Arsitektur file server Organisasi perlu berbagai data dan layanan. Local Area Network membolehkan beberapa PC dan workstation dihubungkan untuk berbagi resource dan berkomunikasi satu dengan lainnya.LAN merupakan seperangkat komputer-komputer klien yang dihubungkan ke satu atau lebih server entah Copylefttsetiaji halaman 4

Perancangan Sistem Informasi melalui kabel atau tanpa kabel melalui jarak yang relatif pendek. Aplikasi file server praktis hanya untuk aplikasi database kecil yang dipakai bersama oleh sedikit pengguna karena seluruh file atau tabel record harus terlebih dahulu didownload ke PC client, dimana logika manipulasi data aakan dieksekusi untuk membaca satu record tunggal yang diinginkan. Ada beberapa kelemahana dalam pendekatan ini, yaitu: Sejumlah besar data yang tidak perlu harus dipindah diantara klien dan server. Lalu lintas data ini secara signifikan mengurangi performa aplikasi PC klien harus robust (fat client). Ia mengerjakan secara virtual semua kerja aktual, meliputi manipulasi data, logika aplikasi, logika presentasi, dan presentasi. Integritas database dapat dikompromikan dengan mudah

Beberapa tipe server dapat digabungkan dalam solusi klien/server. Hal ini dapat ada pada server fisik terpisah atau digabungkan ke dalam server-server yang lebih kecil: Database server, server yang memiliki satu atau lebih database Transaction server, server yang memiliki layana yang memastikan bahwa semua database memperbarui transaksi yang sukses atau gagal secara keseluruhan Application server, server yang memiliki logika aplikasi dan layanan untuk sebuah sistem informasi keseluruhan Messaging/groupware server, server yang memiliki layanan untuk groupware Web server, server yang meng-host atau website internet

Klien/server-Data terdistribusi Merupakan bentuk paling sederhana pada komputasi klien/server. LAN biasanya mengkoneksikan klien pada server. Sistem klien/server data terdistribusi adalah sebuah solusi dimana layer data dan manipulasi data ditempatkan pada klien. Disebut juga komputasi klien/server two-tiered. Solusi klien/server data terdistribusi menawarkan beberapa keuntungan: Ada sedikit lalu lintas jaringan karena hanya request database dan record yang diperlukan yang ditransfer ke workstation klien. Integritas database mudah dijaga. Hanya record yang digunakan yang umumnya haarus dikunci, sedangkan klien lien dapat menggunaka record lainnya.

Klien/server-Data dan aplikasi terdistribusi Data dan aplikasi terdistribusi adalah sistem klien/server dimana layer data dan manipulasi data ditempatkan pada server dia sendiri, logika aplikasi ditempatkan pada servernya sendiri, dan logika presentasi dan presentasi ditempatkan pada klien. Disebut juga komputasi klien/server three-tiered atau n-tiered. Arsitektur komputasi berbasis internet Network computing system merupakan solusi multitiered dimana layer presentasi dan logika presentasi diimplementasikan pada web browser client-side dengan menggunakan content yang di download dari sebuah web server. Potensi terbesar dari teknologi internet adalah aplikasinya untuk aplikasi sistem informasi tradisional dan pengembangan pada intranet. Intranet adalah jaringan server yang Copylefttsetiaji halaman 5

Perancangan Sistem Informasi menggunakan teknologi internet untuk mengintegrasikan desktop, workgroup, dan komputasi perusahaan. Arsitektur data-Database relasional terdistribusi Memungkinkan dilakukannya distribusi data tanpa kehilangan kontrol. Kontrol ini dipenuhi melalui kemajuan pada teknologi database relasional terdistribusi. Distributed relational database management system (distrubuted RDBMS) adalah sebuahprogram perangkat lunak yang mengontrol akses ke dan memelihara data yang tersimpan pada format relational. Perangkat lunak ini juga menyediakan backup, recovery, dan keamanan. Sebagian RDBMS mendukung dua tipe data terdistribusi: Data partitioning. Mendistribusikan baris dan kolom ke server databse khusus dengan sedikit atau tidak ada duplikasi antar server Data replication. Menduplikasikan beberapa atau semua tabel pada satu atau lebih server database

Arsitektur antarmuka-Input, Output, dan Middleware Batch input atau batch output. Pada proses batch, transaksi diakumulasikan menjadi batche-batche pada pemrosesan periodik. Batch input diproses untuk memperbarui database dan memproduksi output utama. Batch output sering dipakai berupa satu karakteristik fisik umum, yakni penggunaan sebuah form yang belum tercetak. Input online dan output online. Saat ini sebagian besar sistem didesain untuk proses online, bahkan jika data tersebut tiba pada batch-batch yang natural. Secara teknis semua GUI dan aplikasi web adalah online, dan kita telah mengetahui bahwa arsitektur tersebut lebih cocok pada klien/server komputer jaringan, kemudian kita dapat mengharapkan bahwa sebagian besar aliran data fisik akan diimplementasikan dengan beberapa tipe teknologi GUI. Remote batch. Menggabungkan aspek-aspek terbaik dari batch input/output dan input/output online. Komputer online terdistribusi mengendalikan editing dan input data. Transaksi yang telah diedit dikumpulkan menjadi sebuah file batch untuk transmisi berikutnya ke komputer host yang memproses file sebagai batch. Hasilnya ditransmisikan kembali sebagai batch. Keyless data entry (dan identifikasi otomatis). Pada sistem baru, beberapa teknologi yang mengurangi kemungkinan kesalahan keying seharusnya dipertimbangkan. Pada sistem batch, kesalahan keying dapat dieliminasi melalui teknologi optical character reading (OCR) dan optical Mark Reading (OMR) Pen Input. Sistem operasi berbasis pen secara luas tersedia dan digunakan, dan alat-alat untuk membangun aplikasi pen menjadi tersedia dan distandarisasikan. Teknologi electronic messaging dan workgroup. Memperbolehkan konstruksi form-form elektronik pintar yang dapat diintegrasikan ke dalam beberapa aplikasi. Layanan messaging dasar juga dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi-aplikasi. Pertukaran data elektronik. Bisnis yang beroperasi pada beberapa lokasi dan bisnis yang mencari pertukaran transaksi dan data yang lebih efisien dengan bisnis lain, sering menggunakan pertukaran data Copylefttsetiaji halaman 6

Perancangan Sistem Informasi elektronik. Electronic data interchange (EDI) adalah aliran elektronik terstandarisasi dari transaksi atau data bisnis di antara bisnis-bisnis. Pertukaran imaging dan pertukaran dokumen. Teknologi I/O lain yang muncul didasarkan pada peertukaran gambar dan dokumen. Ini serupa dengan EDI kecuali gambar aktual dari form dan data ditransmisikan dan diterima. Secara khusus hal ini berguna dalam aplikasi dimana form gambar dan grafik dibutuhkan. Middleware. Adalah perangkat lunak utility yang memungkinkan komunikasi antara prosesor yang berbeda pada sebuah sistem. Middleware dapat dibangun pada sistem operasi itu tersendiri atau ditambahkan melalui produk middleware yang telah ada. Arsitektur proses lingkungan pengembangan perangkat lunak Software development environment (SDE) adalah sebuah bahasa dan toolkit untuk mengkonstruksi aplikasi sistem informasi. Satu cara untuk mengikuti tipe klien/server atau arsitektur komputasi jaringan yang mereka dukung. SDE untuk komputasi tersentralisasi dan presentasi terdistribusi. Lingkungan pengembangan perangkat lunak pada komputasi tersentralisasi adalah sangat sederhana, terdiri dari: Sebuah editor dan kompiler Sebuah monitor transaksi Sebuah sistem manajemen file.

SDE untuk klien/server two-tier Umumnya sebuah SDE memberikan hal-hal berikut: Rapid application development untuk membangun dengan cepat GUI yang aakan dignti dan dieksekusi di semua PC klien Pembangkitan otomatis kode template untuk GUI tersebut dan event-event yang terkait dengan menggunakan GUI Bahasa pemrograman yang dikompilasi untuk replikasi dan eksekusi pada PC klien Konektivitas untuk berbagai mesin database relasional dan interoperabilitas dengan mesin-mesin tersebut Kode testing yang sopistikated dan lingkungan debugging untuk klien Lingkungan pengujian sistem yang membantu programmer mengembangkan, memelihara, dan menjalankan script pengujian dan memastikan bahwa perubahan kode tidak menimbulkan masalah baru Lingkungan penulisan laporan untuk menyederhanakan pembuatan laporan pengguna akhir baru di sebuah database remote Sistem help authoring untuk PC klien

Copylefttsetiaji

halaman 7

Perancangan Sistem Informasi SDE untuk multitier klien/user Umumnya, SDE dalam kelas ini harus memberikan semua kapabilitas yang umumnya terkait dengan SDE two-tiered plus hal-hal berikut: Mendukung platform komputasi yang heterogen, baik server maupun klien Pembangkitan kode dan pemrograman baik untuk klien mupun server Sangat menekankan reusability dengan menggunakan framework, template, komponen, dan objek aplikasi dari perangkat lunak Alat-alat bundled minicase untuk analisis dan desain yang berinteroperasi dengan pembangkit kode dan editor Alat-alat yang membantu analis dan programmer untuk mempartisi komponen-komponen aplikasi antara klien dan server Alat-alat yang membantu developer menyebarkan dan mengelola aplikasi-aplikasi yang telah selesai bagi klien dan server Kemampuan untuk secara otomaatis menskala aplikasi untuk platform yang lebih besar dan berbeda, server dan klien Kontrol versi perangkat lunak yang sopistikated dan manajemen aplikasi

SDE untuk internet dan intranet klien/server Kebanyakan bahasa tersebut bangun pada empat teknologi standar: HTML (hypertext markup language) XML (extensible markup language) CGI (computer gateway interface) Java

Strategi arsitektur aplikasi untuk desain sistem Strategi arsitektur aplikasi enterprise Arsitektur TI ini menentukan hal-hal berikut: Jaringan yang diakui, data, antar muka, dan teknologi pemrosesan dan alat-alat pengembangan (hardware dan software) Strategi untuk mengintegrasikan sistem legacy dan teknologi ke dalam arsitektur aplikasi Proses berkelanjutan untuk meninjau arsitektur aplikasi untuk kekinian dan ketepatan Proses berkelanjutan untuk meneliti berbagai teknologi yang muncul dan membuat rekomendasi untuk keterlibatan teknologi tersebut di dalam arsitektur aplikasi Sebuah proses untuk menganalisis berbaga kebutuhan yang berasal dari arsitektur aplikasi yang telah disetujui

Copylefttsetiaji

halaman 8

Perancangan Sistem Informasi Strategi arsitektur aplikasi taktis Uji kelayakan TI biasanya memasukkan aspek-asoek berikut: Kelayakan teknis. Dapat menjadi ukuran kematangan teknologi, kesesuaian teknologi dengan aplikasi yand sedang didesain. Kelayakan operasional. Sebuah ukuran seberapa nyaman manajemen bisnis dan para pengguna teknologi tersebut dan seberapa nyaman para manajer mendukung teknologi tersebut Kelayakan ekonomis. Ukuran mengenai apakah teknologi tersebut dapa dikelola tanpa resiko besar, apakah efektif-biaya, dalam arti manfaatnya lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan

Pemodelan arsitektur aplikasi untuk sebuah sistem informasi Menggambarkan diagram aliran data fisik Desain yang dapat diterima akan menghasilkan: Sebuah sistem yang bekerja Sebuah sistem yang memenuhi persyaratan pengguna Sebuah sistem yang menyediakan performa yang memadai Sebuah sistem yang memasukkan kontrol internal yang cukup Sebuah sistem yang mampu menyesuaikan dengan persyaratan dan perubahan yang terus menerus

Kita dapat mengembangkan sebuah DFD fisik tunggal pada keseluruhan sistem atau seperangkat DFD fisik pada sistem target. Dengan metodologi sebagai berikut: Diagram aliran data fisik seharusnya dikembangkan pada arsitektur jaringan. Tiap prose pada diagram ini adalah proses fisik pada sebuah sistem. Tiap server adalah prosesor itu sendiri; akan tetapi, biasanya tidak praktis untuk menunjukkan tiap klien Pada setiap prosesor pada model tersebut, harus dikembangkan sebuah diagram aliran data fisik untuk menunjukkan sebuah proses event yang akan ditetapkan untuk prosesor tersebut. Pada semua, kecuali proses event yang palin sederhana, proses harus difaktorkan menjadi unit-unit desain dan dimodelkan sebagai sebuah sebuah diagram aliran data fisik tunggal. Unit desain merupakan kumpulan proses self-contained, data store, dan aliran-aliran data yang berbagi pakai atribut-atribut desain yang sama.

Prasyarat (Prerequisite) Desain umum anda biasanya dibatasi oleh satu atau lebih hal berikut: Standar-standar arsitektur dimana hal-hal berikut ini belum ditentukan: pilihan sistem manajemen database, topologi dan teknologi jaringan, antarmuka pengguna, dan atau metode pemrosesan. Sasaran proyek yang didefinisikan pada awal sistem dan disaring melalui analisis sistem Kelayakan dari teknologi dan metode yang telah dipilih tau yang diinginkan

Copylefttsetiaji

halaman 9

Perancangan Sistem Informasi Arsitektur jaringan DFD arsitektur jaringan adalah sebuah diagram aliran data fisik yang mengalokasikan prosesor dan alatalat pada sebuah jaringan dan menetapkan konektivitas anatara klien dan server dan dimana para penggunan akan berinteraksi dengan prosesor. Untuk mengidentifikasi prosesor berikut lokasinya, pengembang menggunakan dua sumber berikut: Jika ada arsitektur teknologi informasi perusahaan, maka arsitektur tersebut kemungkinan besar menentukan visi klien/server yang harus ditargetkan Advis para manajer jaringan yang berkompeten dan atau para spesialis harus dikumpulkan untuk menentukan apa yang terjadi, apa yang mungkin terjadi, dan apa impact sistem tersebut kepada jaringan komputer.

Gambar 1311 DFD Arsitektur Jaringan Ditribusi data dan teknologi Langkah berikutnya adalahmendistribusikan data store pada prosesor jaringan. Data store logis yang dibutuhkan telah dikenal dari analisis sistem seperti data store pada DFD logis atau entity-entity pada Copylefttsetiaji halaman 10

Perancangan Sistem Informasi ERD logis. Untuk mendistribusikan data dan menetapkan metode implementasinya, para pengembang menggunakan tiga sumber berikut: Jika tersedia, matriks distribusi data dari analisis sistem memodelkan data yang diperlukan pada lokasi bisnis dari sebuah perspektif teknologi yang independen Jika tersedia arsitektur teknologi informasi perusahaan, arsitektur tersebut kemungkinan besar menentukan visi dan teknologi database yang harus ditargetkan Advis dari administrator data dan database harus dikumpulkan untuk menetukan apa yang terjadi , apa yang mungkin terjadi, dan apa dampak database tersebut pada keseluruhan sistem.

Pilihan-pilihan distribusi dideskripsikan dan diringkas sebagai berikut: Menyimpan semua data pada server tunggal Menyimpan tabel-tabel khusus pada server-server yang berbeda Menyimpan subset dari tabel-tabel spesifik pada server-server yang berbeda Melakukan duplikasi tabel-tabel spesifik atau subset-subset pada server-server yang berbeda

Distribusi proses dan teknologi yang ditetapkan Pada saat ini proses-proses sistem informasi dapat ditetapkan untk prosesor berikut: Pada sistem klien/server two-tiered, semua diagram event logis ditugaskan pada klien Pada klien/server three-tiered dan sistem komputasi jaringan, anda harus terus meneliti setiap aliran data primitif dari event. Dan perlu menetukan proses primitif mana yang harus ditugaskan pada klien dan mana yang harus ditugaskan pada aplikasi server.

Batasan orang/mesin Langkah terakhir pada proses desain adalah memfaktorkan semua bagian dari DFD fisik yang merepresentasikan proses manual, bukan proses komputerisasi. Kesulitan muncul saat batasan orang/mesin memotong sebuah proses logis, dengan kata lain satu bagian dari proses itu akan dijadikan manual dan bagian lain dikomputerisasi.

Copylefttsetiaji

halaman 11

Perancangan Sistem Informasi

Gambar 1314 Batasan Orang/Mesin

Copylefttsetiaji

halaman 12

Perancangan Sistem Informasi

Copylefttsetiaji

halaman 13