Anda di halaman 1dari 7

KRIMINOLOGI T.

2 ANALISIS KASUS PEMBATAIAN MESUJI

FERINA AYU ARDYTA 105010107111019 D

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS HUKUM MALANG

Tanjung Raya dan Nipah Kuning Kec. Sri Tanjung dan Nipah Kuning Kec. Baharuddin Lopa (alm). PT. awal tahun 1996 masyarakat Desa Sri Tanjung mengirimkan surat kepada Komans HAM dan saat itu masalah ini ditangani langsung oleh Sekretaris Komnas HAM yaitu Bpk. Menteri Negara Agraria/Kepala BPN memberikan HGU kepada PT.513. kedua masyarakat tidak dilibatkan dalam pengukuran areal tanah. Duduk perkara kasus tanah. Dalam situasi yang masih berkonflik.0454 Ha sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 43/HGU/BPN/97.000 Konflik mulai terjadi saat pembebasan lahan yang disebabkan sekurangnya dua hal. Karena merasa dirugikan. Mesuji Kabupaten Mesuji – Lampung sebagai plasma dengan PT. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) selaku inti terhadap lahan sawit seluas 17 ribu ha telah berujung tertembaknya tujuh (7) orang petani dan satu meninggal ditempat pada 10/11. Kagungan Dalam Kec. BSMI atas lahan seluas 9.DESEMBER 2011 Latar Belakang kasus Mesuji Konflik tanah antara petani dari Desa Sritanjung. Untuk memperoleh lahan tersebut.000 Ha kebun Inti dan &. PT. 150. Mesuji kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Utara yang tertuang dalam surat Nomor: 0007/BMSI/10/94. Pertama masyarakat pemilik tanah langsung tidak dilibatkan dalam permufakatan dalam menentukan nilai harga tanah.22 / 460-L / 94.7. PT. Pada tahun yang sama.BMSI mengajukan memperoleh izin lokasi seluas 10. BSMI mendapatkan izin lokasi dari Bupati Lampung Utara Nomor : PLU. .BSMI diminta membeli lahan petani seluas 10 dengan harga per hektar senilai Rp.000 Ha kebun plasma yang terletak di Desa Kagungan Dalam. Tanggal 18 Oktober 1994 atas lahan seluas 10 ribu ha (inti) dan 7 ribu ha (plasma).

pihak perusahaan tetap tidak mengubris surat dari Bupati Tulang Bawang. TNI. Diminta untuk melaksanakan pengukuran ulang atas lahan. Sehingga Pemkab Tulang Bawang melalui surat No. Tidak melakukan pengelolaan lahan yang disengketakan warga Desa Sritanjung.berbagai usaha telah dilakukan masyarakat namun tetap nihil hasil. Namun pihak perusahaan tidak pernah menggubris hasil mediasi tersebut. PT.BSMI yang dipasilitasi oleh Pemkab Tulang Bawang dengan pokok bahasan segera menyelesaikan masalah tanah. sementara BPN Tulangbawang menyebutkan pengukuran ulang harus melalui izin BPN Pusat sedangkan PT.BSMI menolak pengukuran ulang. Kepolisiaan. Hingga tahun 2010. Setelah wilayah Mesuji menjadi kabupaten sendiri sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. BPN. Pada April 2007 sesungguhnya telah dilangsungkan rapat serius antara warga dengan PT.BSMI agar. 2. 1. Insiden 10 November 2011 Sejak September 2011 masyarakat yang merasa tanahnya tidak pernah mendapat ganti rugi melakukan panen kolektif secara bergilir diatas lahan plasma. BSMI dan perwakilan masyarakat. DPRD. . Namun untuk menentukan langkah awal kerja tim terpadu terganjal oleh beda pendapat. Kagungan Dalam dan Nipah Kuning. Pemda menginginkan agar segera dialakukan pengukuran ulang lahan. atas desakan masyarakat tiga desa maka pada 1 Nopember 2011 telah dilangsungkan rapat dengan menghasilkan terbentuknya tim terpadu menyelesaikan batas wilayah hak guna usaha (HGU) perusahaan yang beranggotakan Pemkab Mesuji. 130/1124/I.01/TB/2007 telah memberi peringatan kepada PT. Dan sebelum melakukan panen masyarakat telah berkoordinasi dengan Polres Tulang Bawang.

Jefi (26) luka bakar Mendapat kabar dari anak almarhum bahwa ayahnya meninggal karena ditembak Brimob sekitar 500 orang dari 10 desa datang ke pos Brimob untuk melakukan perlawanan. Mendapat kabar tesebut sekitar jam 14. Reli (32) luka tembak di bahu kanan. Muslim (18) luka berat di kaki dan harus diamputasi karena tulang pecah.00 Brimob mengambil paksa salah satu motor milik petani yang sedang diparkir dengan diseret menggunakan truk ke markas Brimob di lokasi pabrik. Dan dalam insiden tersebut telah jatuh korban. 1. bersama-sama menuju pos jaga Brimob untuk menanyakan dan meminta dikembalikan motor yang disita. 5. 6. dan 7 Matahan (38) luka dikaki kiri dan 8. 4. Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00.00 WIB pada 10/11. 3.Seperti biasanya setiap satu minggu sekali masyarakat melakukan panen dan tepatnya dilakukan jam 10. Petani yang memiliki kendaraan diparkir dipinggir jalan. Sekitar jam 13. Marinir tidak melakukan tindakan apapun. Penembakan tersebut tanpa peringatan tembakan keudara namun langsung membabi buta dan berdurasi sekitar 15 menit sebagaimana diutarakan oleh korban. Hirun (18) luka tembak kaki kiri. Brimob telah menembak para petani yang sedang mengendarai motor menuju lokasi. Lukman (25) luka tembak kaki kiri. Namun belum tiba dilokasi dan belum juga terucap kata. namun menurut korban lagi. namun karena tidak ada lagi orang.BSMI. Rano Karno (28) luka perut dan lengan. . . Zaelani (45) warga Desa Kagungan Dalam meninggal ditempat karena luka tembak dikepala yang menembus diatas telinga.45 puluhan orang setelah selesai panen. 2. Saat itu terdapat 130 brimob dan terdapat juga TNI Marinir. maka pelampiasan kemarahan dilakukan dalam bentuk pembakaran mes perkantoran dan sarana lainnya milik PT.

Irjen Pol Saud Usman Nasution menyatakan peristiwa yang terjadi pada 10 November 2011 itu berawal dari aksi penjarahan sejumlah warga di perkebunan sawit. dua orang dari massa. Robin. di saat yang sama ketika akan olah tempat kejadian tersebut. dua orang warga berusaha melarikan diri yaitu Hendri dan Dani. kata Saud.Berbeda Dengan Kronologis Versi Polisi Sementara Mabes Polri melalui Kadiv Humasnya. Saat dilaporkan. Dalam aksi ini. . satu pos induk satpam. Dalam bentrokan ini. Petugas keamanan perusahaan kemudian melaporkan aksi itu kepada polsek setempat. Dalam pemaparan kronologis ini. Saat dikejar. Mereka mempertanyakan keberadaan Hendry dan Dani yang dianggap hilang setelah peristiwa itu. bernama Zaelani. dimana warga datang dengan senjata tajam untuk menyerang areal perkebunan perusahaan itu. "Petugas keamanan di sana laporkan ada penjarahan." tutur Saud. kata Saud. Sementara satu orang tewas tertembak. Sekitar 300 warga. Dani dan Hendry melarikan diri. 5 mess asisten manager gudang bahan bakar dan sejumlah gudang lainnya. Penembakan itu membuat amarah warga memuncak. Rano Karno dan Harun. kemudian datang dan menyerang areal perusahaan perkebunan sawit tersebut. Dari bentrokan tersebut. Oleh karena itu. juga terdapat aksi pembakaran warga terhadap 96 mess karyawan perusahaan. masyarakat yang terkena luka tembakan bertambah sebanyak empat orang yaitu Muslim. petugas keamanan setempat mengamankan motor yang ditinggalkan keduanya. Akibatnya bentrokan pun terjadi. Tertinggallah motor dan diambil polsek untuk olah tempat kejadian. 29 mess karyawan divisi satu. "Massa beringas menyerang dan anggota kami mencoba evakuasi karyawan. Namun." jelasnya. Saud juga menunjukkan sebuah video versi polisi mengenai peristiwa itu. seorang pria bernama Suratno (20) terkena luka tembak. Saat itu massa bertambah menjadi 300 dengan membawa senjata tajam untuk menyerang petugas. 14 orang anggota polisi dihadang oleh 100 orang massa warga Mesuji. tutur Saud.

Sedangkan pemicu konflik di areal HTI Reg 45 Way Buaya adalah karena . Warga tidak satu rupiah pun mendapatkan manfaat dari hasil kebun sawit . kasus tanah lahan sawit seluas 17 ribu ha antara warga Desa Sritanjung. 2. kasus pengelolaan lahan milik adat di areal kawasan Hutan Tanaman Industri Register 45 Way Buaya tepatnya di Talang Pelita Jaya Desa Gunung Batu telah mencuat pada Februari 2006 dan puncaknya berujung kematian Made Asta pada 6 November 2010. yaitu : 1. kasus sengketa tanah lahan sawit seluas 1533 ha antara warga Desa Sei Sodong dengan PT Sumber Wangi Alam yang berakhir dengan tragedi pembantaian terhadap dua orang petani tak bersenjata ditengah kebun sawit pada 21 April 201 3. pemicu ketiga kasus ini adalah pihak perkebunan sawit telah merampas dan menguasai tanah warga dalam waktu yang lama mulai 10-17 tahun. Pasal-pasal dalam UU ini dengan jelas memberikan ruang yang besar kepada perusahaan perkebunan baik swasta maupun pemerintah untuk terus melakukan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani. Kagungan Dalam dan Nipah kuning dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo yang puncaknya berujung kematian Zaini pada 10 November 2011.ANALISIS KASUS : Dalam kasus Mesuji terdapat 3 (tiga) kasus . Tindakan sewenang-wenang perusahaan ini selalu berlindung atas UU perkebunan Nomor 18 tahun 2004 yang memberikan legalitas yang sangat kuat kepada perusahaan-perusahaan perkebunan untuk mengambil tanah yang dikuasai rakyat.

hanya dikabulkan 2300 ha untuk kemudian di enclave dari kawasan HTI. ada pihak yang harus bertanggung jawab tragedi Mesuji ini.Tuntutan warga Desa Gunung Batu atas lahan seluas tujuh ribu ha. yakni polisi. . Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dinas kehutanan dalam kasus Mesuji ini jika di hubungkan dalam tipe-tipe kejahatan yang ada di kriminologi termasuk ke dalam tipe The Organized Criminal sebab dalam kasus ini telah teroganisir antara pihak dari perusahaan dan aparat umtuk melawan masyarakat Mesuji . Dan ketika warga adat memberikan lahan untuk dikelola kepada warga lokal pihak perusahaan dan aparat telah menstigma pengelola sebagai perambah hutan.pemerintah telah memperluas luas kawasan hutan dimana sebagian lahan merupakan tanah adat atau ulayat.