Anda di halaman 1dari 35

Audit Operasional Untuk Menilai dan Mendorong Efektivitas dan Efisiensi Operasi Di Instalasi Farmasi Rumah Click to edit

Master subtitle style Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko
Nurul Fadilah 06153118 Pembimbing : Dr. H. Yuskar, SE. MA. Ak

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Click Audit to edit Master subtitle style •Perusahaan •Pemerintahan •Organisasi Nirlaba Rumah Sakit Daerah

Efektivitas Dan Efisiensi

Bagaimana peran audit operasional dalam menilai dan mendorong efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan pada Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko ? .Rumusan Masalah 1. Bagaimana melakukan audit operasional di Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko ? 2.

Untuk mengetahui bagaimana peran audit operasional dalam menilai dan mendorong efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan pada Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana prosedur pelaksanaan audit operasional di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko. .

Manfaat Penelitian Bagi Bagi Bagi Bagi Bagi Pihak Rumah Sakit Masyarakat Umum Dunia Akademik Peneliti Selanjutnya Penulis .

Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan BAB II : Landasan Teori & Tinjauan Penelitian Terdahulu BAB III : Metodologi Penelitian BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan BAB V : Penutup .

BAB II Click to edit Master subtitle style LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PENELITIAN TERDAHULU .

1.5 Perbedaan Antara Audit Operasional dengan Audit Keuangan .3 Tujuan dan Manfaat Audit Operasional 2.2 Ruang Lingkup Audit Operasional 2.1 2.1.1.2.4 Kriteria Audit Operasional 2.1 Auditing dan Audit Operasional Pengertian Auditing dan Audit Operasional 2.1.1.

7 Sumber Data Audit Operasional 2.9 Tahap –Tahap Audit Operasional 2.3 Pelayanan Kesehatan 2.4 Rumah Sakit .8 Struktur Pengendalian Intern (SPI) 2.1.1.6 Jenis Audit Operasional 2.2.1.1.2 Konsep Efektivitas dan Efisiensi 2.

Saragih (2003) Ardoni Marsa (2004) Antonius Effendi (2004) Yilka Harmi (2006) .Tinjauan Penelitian Terdahulu Yohanes D.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Click to edit Master subtitle style .

BAB IV Click to edit Master subtitle style HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .

Gambaran Umum Rumah Sakit Daerah (RSD) Kolonel Abundjani Bangko Kegiatan Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko .

peneliti menyusun program audit .Audit Operasional Pada Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko Dalam pelaksanaan audit operasional ini. .

Tahapan melakukan audit operasional 1. Tahap Persiapan Pemeriksaan Langkah kerja pemeriksaan yang dilakukan: a. Pembicaraan pendahuluan b. Pengumpulan data dan informasi umum .

c. . Mengamati fisik sekilas atau kegiatan objek audit Memperoleh data-data tertulis Melakukan wawancara dengan kepala sub instalasi gudang.2. b. Pemeriksaan Pendahuluan langkah kerja dalam tahapan ini : a.

. Pengembangan Program Audit Lanjutan penyusunan program audit lanjutan didasarkan pada hasil observasi dan wawancara di pemeriksaan pendahuluan yang mempunyai indikasi yang penting untuk diteliti lebih lanjut.3.

.kegiatan penyusunan program audit lanjutan meliputi. Mengembangkan semua hasil temuan dari pemeriksaan pendahuluan. Menentukan rekomendasi dan saran untuk tindakan lebih lanjut. Menentukan pengaruh/akibat dari penyimpangan/kelemahan. Menentukan sebab-sebab terjadinya penyimpangan. Mengidentifikasi kelemahan & penyimpangan.

4. Tahap Pelaporan Laporan audit ini berisi tujuan. . rekomendasi dan saran perbaikan atas temuan yang ada. hasil pemeriksaan yang berisi temuan-temuan penyimpangan atau kelemahan. ruang lingkup serta sasaran audit operasional.

serta memperhatikan skala prioritas dan rencana pengembangan. berdasarkan kombinasi antara alokasi dana dan kebutuhan sebenarnya dengan berpedoman pada pengalaman masa lalu.Efektivitas dan Efisiensi Operasi di Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko Perencanaan pengadaan obatobatan dilakukan dengan menganalisis sisa persediaan. .

Pengadaan barang dilakukan secara tender. 1197/Menkes/SK/X/2004. . harga-harga pengadaan obatobatan sudah efisien karena harga yang dipilih sudah minimum. sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Kegiatan ini berjalan efektif dan efisien.

tidak seluruh jenis obat mengalami transaksi (stok mati). . Dalam periode tertentu.Penyimpanan obat dilakukan dengan mengutamakan metode FEFO (First Expire First Out) dibanding FIFO.

Stock mati yang terjadi di instalasi farmasi ini dilihat triwulan I tahun 2010 tidak terlalu banyak. .8%. yaitu 19 dari 137 jenis obat yang tersedia pada kartu stock atau berkisar 13.Stock mati menunjukkan bahwa adanya kekurangan dalam hal penyimpanan persediaan.

• • Pendistribusian waktu pelayanan resep yang dilakukan oleh pegawai apotek rawat jalan terhadap pasien ratarata <15 menit. .24%). resep yang tidak dapat dilayani akibat kehabisan persediaan atau tidak tersedianya obat yang dimaksud dalam periode Triwulan I Tahun 2010 adalah 207 dari 1691 resep (12.

sehingga keluhan-keluhan serupa bisa muncul di lain waktu karena tidak dilakukan evaluasi terhadap keluhan tersebut.untuk pelayanan kepada pasien terdapat beberapa keluhan yang disampaikan oleh pasien mengenai obat-obatan. . tidak ada dokumentasi dari keluhan tersebut oleh pegawai terkait. Namun.

BAB V PENUTUP Click to edit Master subtitle style .

pengembangan program audit lanjutan yang merupakan tindak lanjut dari tahapan sebelumnya. Pertama. Kedua. Ketiga. pemeriksaan pendahuluan yang merupakan kegiatan pemeriksaan awal.Kesimpulan Audit operasional telah dilakukan melalui beberapa tahapan. . melakukan persiapan pemeriksaan yang merupakan tahapan perencanaan.

. peneliti melaporkan hasil audit operasional kepada pihak manajemen rumah sakit. tahapan pelaporan yang merupakan tahap terakhir dalam audit operasional ini. walaupun ada beberapa kelemahan dan penyimpangan yang terjadi dalam rangka pengendalian manajemen yang memerlukan perbaikan. Dalam tahapan ini.Keempat. Hasil pemeriksaan operasional ini menunjukkan bahwa secara umum kegiatan telah berjalan dengan cukup efektif dan efisien.

Penelitian ini hanya fokus pada ruang lingkup obat-obatan. .Keterbatasan Data-data yang didapatkan dari beberapa laporan hanya untuk periode Triwulan I tahun 2010.

. disarankan kepada pihak instalasi farmasi untuk membuat laporan efek samping obat.Saran v • • Adapun saran yang dapat penulis berikan kepada pihak manajemen adalah : disarankan pada pihak instalasi farmasi untuk mendokumentasikan peraturan dan kebijakan yang melingkupi instalasi farmasi ini.

Agar dicantumkan kode setiap obat pada kartu stok harian .Setiap keluhan dari pasien mengenai obat-obatan sebaiknya didokumentasikan dengan baik Sebaiknya formularium rumah sakit segera diterbitkan. Agar lebih dipertimbangkan lagi mengenai lokasi gudang obat ini agar semua aktivitas berjalan dengan efektif dan efisien.

nutrisi serta gas medik ataupun radiologi. artinya tidak terbatas pada obat-obatan saja melainkan juga BHP (Bahan Habis Pakai). reagen dan bahan kimia. Hal ini sangat bermanfaat bagi pihak manajemen rumah sakit tersebut. Selain itu. alat kesehatan.v Saran untuk peneliti selanjutnya: Sebaiknya meneliti lebih luas lagi dari kegiatan farmasi. . lebih baik menggunakan laporan dalam periode tahunan agar hasil analisis yang dilakukan bisa lebih tajam.

Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan perbaikan di Instalasi Farmasi RSD Kolonel Abundjani Bangko untuk melakukan kegiatannya secara lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. .

Terima kasih .