Anda di halaman 1dari 3

MEMBUAT JAMBU KRISTAL/MUTIARA BERBUAH LEBAT

Jambu Kristal termasuk spesies Psidium guajava L. Jambu ini mempunyai keistimewaan rasa yang manis (11-12 º Brix), dan renyah seperti buah peer, ukuran buah besar berkisar antara 300-500 g/buah. Berbuah tanpa mengenal musim serta tidak berbiji (seedless). Jambu kristal ditemukan pada tahun 1991 di District Kao Shiung-Taiwan. Pada tahun yang sama jambu tersebut diperkenalkan di Indonesia oleh Misi Teknik Taiwan. Sayang, karena kurang sosialisasi, jambu yang istimewa ini kurang berkembang di Indonesia. Perbanyakan yang kerap dilakukan adalah dengan menggunakan teknik vegetatif (cangkok, sambung pucuk/okulasi). Sama halnya dengan jambu Kristal, Jambu Mutiara juga adalah jambu biji tanpa biji. Disebut demikian karena memang sering tidak ada biji. Kalaupun ada, biji sangat sedikit. Jambu Mutiara memiliki sifat rajin berbuah. Rasa-nya manis dan juga renyah. Jambu Mutiara/kristal memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikebunkan secara masal. Penanaman bibit Sebelum melakukan penanaman bibit (diperoleh dari hasil cangkok, sambung pucuk atau okulasi) Jambu ini, adalah dengan menyiapkan lubang tanam terlebih dahulu, dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm, biarkan lubang tanam selama seminggu agar memperoleh cukup sinar matahari dan oksigen, setelah seminggu lubang diisi media campuran tanah permukaan (top soil) dengan beragam pupuk dan pembenah tanah seperti : • pupuk kandang (10 kg) • Urea (100 g) • TSP (100 g) • KCL (100 g) • Kapur dolomit (100 g) Semua diaduk secara merata, pemupukan berikutnya dilakukan 2 bulan sekali dengan dosis setara. Gulma yang dapat menjadi pesaing tanaman dalam memperoleh hara dapat diatasi dengan penyemprotan herbisida. Dalam setahun dapat dilakukan penyemprotan herbisida sistemik 6 kali dan 2 kali herbisida kontak.

3. yang pertama kali harus dilakukan adalah membentuk tajuk dengan melakukan pemangkasan berat. .5 m.Teknik merangsang pembuahan 1. caranya tanaman hanya disisakan 5 cabang utama. dan setiap cabang panjangnya tak boleh lebih dari 1. cukup sisakan 2 pasang daun dari pangkal.Dari ketiak daun yang dipangkas nantinya akan muncul tunas baru yang membawa bunga.Untuk merangsang pembuahan.Selanjutnya lakukan pemangkasan ringan yang dilakukan tiap 3 minggu sekali di lokasi buah yang diinginkan. Agar tajuk tetap pendek lakukan pemangkasan berat ini setahun sekali. 2.

5. pilih buah yang berkualitas terbaik.Seminggu kemudian bunga berubah menjadi pentil buah. 4 bulan pasca munculnya bunga atau 2.5 bulan kira-kira seukuran bola pingpong.5 bulan sejak dibungkus buah dapat dipanen. . lalu bungkus dengan kantong plastik.4.Saat buah berumur 1.