Anda di halaman 1dari 24

TAHAPAN DAN METODE ANALISIS PERENCANA

KELOMPOK 2. ANGGOTA: ISRAMIDA 2008/02617 DODI WIJAYA MZS 2008/05962 KRISTINA BR GINTING 2009/13588 DWI PUSPITA DEWI 2009/98754

• • • •

Pendahuluan
• Perencanaan harus mampu mencakup kapan, dimana, dan bagaimana pembangunan harus dilaksanakan agar mampu merangsang pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. • Perencana harus mampu memprediksi dampak yang ditimbulkan dari pembangunan yang akan dilaksanakan baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. • Pembangunan identik dengan pembukaan lapangan kerja yang berarti masuknya investasi untuk pendirian perusahaan baru-oleh pemerintah daerah oleh sektor privat- dengan didasarkan pada potensi daerah tersebut. • Untuk menarik minat investor, pemerintah daerah haruslah mempersiapkan kondisi daerah tersebut sesuai dengan kebutuhan investor dan tidak bertentangan dengan kebutuhan masyarakat.

3. ekonomi serta politik 2. Sistem Perencanaan Yang Dianut Di Daerah Mencakup peraturan yang berlaku di daerah tersebut .Determinan Efektifitas Perencanaan Pembangunan 1. sektor sosial ekonomi serta sektor fisik dan infrastruktur. Kondisi Lingkungan Mencakup sosial budaya. Sumber Daya Perencanaan Pembangunan Mencakup sumber daya alam yang terkandung di suatu daerah.

Perencanaan yang bersifat sosialis . Berdasarkan ruang lingkup tujuan dan sasaran 2. Berdasarkan jangka waktu pelaksanaan pembangunan 4.Perencanaan Pembangunan Berdasarkan Sudut Pandang 1. Berdasarkan jangkauan pembangunan 3. Berdasarkan hirarki penyusunan perencanaan apakah secara topdown planning atau secara bottom-up planning. Perencanaan yang bersifat kapitalis 2. Perencanaan dapat dibedakan menjadi tiga kategori besar. yaitu: 1. Berdasarkan sistem politik yang diaut wlayah tersebut 5. Jika dilihat dari sisi ideologi yang dianut oleh wilayah tersebut. Perencanaan yang bersifat komunis 3.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Perkembangan ini mampu menurunkan biaya dalam pengelolaan pembangunan yang dilakukan. 5. .lanjutan 4. Dana Pembangunan dana tidak harus disediakan oleh pemerintah. Investor dari asing juga dapat berperan dalam membangun perusahaan baru di daerahnya.

Tipologi Perencanaan Pembangunan Pandangan Respon Pre-active Model perencanaan pembangunan Kebijakan industri Recruitmen Planning Industrialisasi Reactive Impact Planing Pandangan Perencanaan Proactive Strategic Planning Pembangunan industri baru Interaktif Contingency Planning Pembangunan ekonomi berdasar atas perusahaan yang telah ada Berdasar kebutuhan masyarakat Deindustrialisasi Tipe perusahaan Fasilitator penyesuaian perusahaan Didukung oleh pemerintah Berdasar teknologi tinggi Model intervensi Pendorong pertumbuhan perusahaan Pengeluaran program pemerintah Pembangunan Pembangunan berdasar inisiatif berdasar atas publik inisiatif masyarakat .

3. potensi pengembangan daerah.Tahap Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan 1. Pengumpulan Data Dan Analisa Pemerintah daerah harus mampu mengevaluasi kebutuhan daerah. Pemilihan Rancangan Pembangunan Daerah Melakukan identifikasi terhadap proyek yang layak untuk dijalankan baik dipandang dari sisi komersial maupun masyarakat. serta tantangan pengembangan daerah 2. Pemilihan Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah pemerintah menentukan tujuan akhir proses pembangunan serta merumuskan strategi untuk mencapai tujuan akhir tersebut secara efisien. .

Pengembangan Kegiatan Perencanaan Mempersiapkan input yang dibutuhkan oleh proyek yang akan dijalankan. 6. Pemerintah harus mampu mengembangkan SDM di wilayah tersebut. Persiapan Dan Pelakasana Rencana Pembangunan Mencakup jadwal pelaksaaan hingga penentuan program kegiatan pembangunan. politik sosial masyarakat hingga dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Penentuan Kegiatan Pembangunan Secara Detil Pemerintah daerah harus mampu melakukan studi kelayakan pendirian sebuah proyek yang dilihat dari berbagai sisi ekonomi. .4. 5.

yaitu:  Optimal Ignorance Perencana/enumerator sebagai pencari data harus memiliki skala prioritas mengenai data apa yang dibutuhkan oleh perencana untuk digunakan sebagai bahan pembuatan rencana dalam jangka waktu 1 tahun ke depan  Proportionate Accuracy Perencana harus mampu bersikap obyektif dalam memberikan penilaian atas masukan masyarakat . Rapid District Apparisal (RDA) Metode ini bertujuan memperoleh data dengan melakukan dialog langsung kepada masyarakat daerah.Identifikasi Daerah Perencanaan 1. Perencana memiliki dua prinsip utama yang harus dipegang dalam menggunakan metode RDA ini.

2. Hal ini menyangkut otonomi daerah yang diterapkan di daerah dimana daerah memiliki kebebasan untuk mengelola keuangan daerahnya sendiri. Identifikasi Sumber Keuangan Daerah Perencana juga harus memiliki pengetahuan terhadap sumber keuangan yang dimiliki daerah tersebut. 4. Identifikasi Kebijakan Pembangunan Identifikasi yang dilakukan ini dapat digunakan oleh perencana untuk studi banding tingkat keberhasilan kebijakan yang akan diterapkan berdasar atas tingkat keberhasilan pelaksanaan kebijakan masa lalu 3. kondisi ekonomi. Pemetaan Wilayah Daerah Data mengenai wilayah terdiri dari data yang mengungkapkan kondisi fisik daerah tersebut. Pengetahuan yang baik terhadap kondisi wilayah bagi seorang perencana akan memberikan hasil yang terbaik dalam perumusan rencana pembangunan daerah. . sosial dan budaya hingga kondisi politik yang berkembang di daerah tersebut.

Aspek Perencanaan Pembangunan Daerah I. Analisa Berbasis Sosial Ekonomi Masyarakat 1. . yaitu: • Memperoleh informasi dasar tentang distribusi penduduk.. Rusli (1998) mengemukakan tujuan yang lebih khusus dari dilaksanakannya analisa kependudukan (demografi) daerah. Demografi Daerah Fokus utama kategori ini adalah kondisi penduduk di daerah yang bersangkutan dengan tujuan untuk mengetahui sektor apa yang menjadi dasar pengembangan ekonomi serta mengetahui target populasi yang akan bekerja di sektor tersebut. karakteritik dan perubahan yang terjadi di dalamnya • Menjelaskan sebab terjadinya perubahan yang terjadi dalam distribusi penduduk. • Menganalisa segala konsekuensi yang mungkin terjadi di masa depan sebagai akibat dari hasil perubahan yang terjadi.

3. tingkat pendidikan. Tata Letak dan Kekayaan Alam 5. 4. Selanjutnya perencana dapat merumuskan program kebijakan yang dapat diterapkan di daerah tersebut. . Kondisi Pasar Tenaga Kerja Dengan gambaran mengenai kondisi tenaga kerja yang diperoleh tersebut. Karakteristik Ekonomi Pengetahuan mengenai struktur perekonomian yang dimiliki daerah dapat memberikan pemahaman kepada perencana mengenai wilayah yang dihadapi baik menyangkut potensi daerah yang belum digarap maupun hambatan yang akan dihadapinya. Pelayanan Publik Pelayanan publik yang diterima masyarakat dapat diartikan sebagai kondisi sosial. seorang perencana dapat mengetahui ketersediaan tenaga kerja berikut kualitas yang dimiliki serta kebutuhan tenaga kerja dengan spesifikasi kualitas tertentu.2. serta tingkat kesejahteraan yang dimiliki oleh penduduk suatu daerah.

sosial. budaya. Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi untuk melakukan koordinasi antara pemerintah dengan lembaga yang ditunjuk untuk melaksanakan program pembangunan.• • • • • Tujuan pengumpulan data serta analisa yang dilakukan tersebut. apakah pemerintah daerah atau lembaga pemerintah yang ditunjuk bekerja sama dengan pihak swasta ataukah pihak swasta sendiri. sebagai berikut: Untuk memberikan gambaran mengenai konsisi riil yang ada di dalam wlayah daerah bersangkutan baik dari sisi ekonomi. serikat buruh maupun organisasi kemasyarakatan lain. Untuk menentukan usulan program pembangunan yang feasible yang berasal dari kalangan masyarakat. sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan baik dari segi dana maupun dari segi teknis pelaksanaan program. . Pengembangan standar kualitas pelaksanaan program pembangunan serta hasil pembangunan yang dicapai. pertahanan dan keamanan hingga kondisi tata ruang wilayah dan kondisi alam Untuk menentukan siapa pelaksana rencana pembangunan yang telah dirumuskan. politik.

mahasiswa serta lembaga penelitian yang berada di bawah naungan perguruan tinngi.• metode pengumpulan data yang dapat ditemuh oleh perencana pembangunan 1. Metode yang bersifat kuantitatif yang menggunakan berbagai perhitungan matematis dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi di daerah tersebut. Mengumpulkan informasi dari dua sumber berbeda (pemimpin daerah dan masyarakat ahli) 2. . 3. metode survey dimana tidak harus melakukannya sendiri karena pencarian data dapat didilegasikan kepada pihak lain baik itu lembaga peneliti independen. institusi pemerintah yang secara khusus bertugas melakukan pencarian data hingga masyarakat yang ahli di bidang ini serta para akademisi yang terdiri dari dosen.

Analisa ini menghasilkan data mengenai:  Pertumbuhan ekonomi  Proportional shift  Differential Shift . Shift Share Analysis Tujuan digunakannya metode ini dalam analisa ekonomi adalah untuk mengetahui produktivitas perekonomian daerah dibandingkan perekonomian daerah dibandingkan dengan perekonomian yang lebih besar (dalam skala propinsi maupun nasional).II. Metode Analisa Kuantitaif 1.

2. Location Quotient Xr/RVr LQ = Xn/RVn • Xr • Xn • RVr • RVn = jumlah tenaga kerja yang bekerja di industry X di daerah = jumlah tenaga erja yang bekerja di industry X pada level nasional = nilai variabel yang menjadi patokan di daerah = nilai variabel yang menjadi patokan di tingkat nasional .

• LQ = 1 sektor tersebut terspesialisasi baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.Perhitungan yang dilakukan akan menghasilkan rasio LQ yang dapat diartikan sebagai berikut: • LQ >1 daerah memiliki spsesialisasi di sektor yang diteliti dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat nasional. • LQ < 1 sektor yang diteliti bukan merupakan spesialisasi yang dimiliki daerah dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat nasional. .

Semakin banyak kegiatan yang melayani kepentingan publik. • Sub-kelas ketiga didasarkan apada keadaan ekonomi dan politik (centrality) Sub-kelas ini diukur dari perkembangan lembaga pelayan public seperti kantor pos. sekolah atau lembaga pemerintah. • Sub-kelas kedua didasarkan pada tingkat solidaritas masyarakat yang dimiliki di daerah. Pada sub-kelas ini. banyaknya tipe dan jumlah investasi baru di daerah digunakan sebagai pendekatan untuk menilai kekuatan ekonomi daerah tersebut serta untuk mengetahui apakah daerah tersebut menarik sebagai tempat untuk hidup. Semakin tinggi tingkat solidaritas masyarakat maka akan semakin tinggi pula kemampuan kelompok masyarakat dalam memecahakan permasalah yang dihadapi. maka semakin baik pula kelompok masyarakat di daerah tersebut.3. . Analisis Hirarki • Sub-kelas pertama menggunakan sistem ekonomi sebagai dasar analisa yang kemudian disebut sebagai differentiation.

Keuntungan yang diterima oleh sarjana tersebut dapat berupa jaminan kesehatan. keuntungan yang diterima oleh sarjana tersebut jauh lebih besar daripada upah yang diterimanya (melalui transaksi di pasar tenaga kerja). Contoh: Seorang sarjana ekonomi bekerja di sebuah perusahaan. kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan serta status yang dimlikinya sebagai karyawan di sebuah perusahaan. . Namun.-. Ukuran Pendapatan Regional • Analisa ini mampu memberikan gambaran mengenai kesejahteraan ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat baik secara kelompok maupun secara individual serta pertumbuhan ekonomi sepanjang waktu. • Kekurangannya yaitu pendapatan yang diperoleh dari transaksi barang dan jasa yang ada di pasar sedangkan fakta yang ada mengindikasikan bahwa keuntungan yang dihasilkan tidak secara langsung diperjualbelikan di pasar.X. kesempatan untuk menikmati kesenangan.4. Upah ini akan diperjualbelikan di pasar tenaga kerja sebagai kompensasi atas penggunaan jasa dari sarjana tersebut. memperoleh upah sebesar Rp.

jumlah output yang diprosuksi oleh sektor tersebut. . yaitu tingkat tenaga kerja yang bekerja di sektor tersebut. serta pendapatan yang diterima oleh sektor. yaitu sektor utama dan sektor non-utama • kenaikan ekspor yang daerah akan mendorong perkembangan sektor utama di daerah yang kemudian berdampak pada perkembangan sektor non-utama. • sektor ekonomi yang terdapat di daerah menjadi dua kategori. Analisis Basis Ekonomi (Economic Base Analysis) • Metode analisa ini mengasumsikan bahwa daerah mampu melakukan ekspor ke seluruh dunia.5. • Setidaknya terdapat tiga pendekatan ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas sektor urtama maupun non-utama ini.

Maka. Total Pendapatan Base Multiplier = 1-proporsi pendapatan sektor utama .Total pendapatan Base multiplier = Pendapatan sektor utama Total pendapatan merupakan penjumlahan pendapatan sektor utama dengan pendapatan yang diterima oleh sektor non-utama.

• Pendapatan sektor non-utama dihasilkan dari pengeluaran sektor tersebut dikalikan dengan pengeluaran yang menghasilkan pendapatan daerah • Base multiplier merupakan penjumlahan dari rasio sektor utama dengan sektor non-utama. maka perubahan total pendapatan daerah atas aktivitas yang terjadi dapat dituliskan ke dalam formula berikut: Perubahan total pendapatan daerah = (perubahan pendapatan di sektor utama) x (regional base multiplier) • Dari formula di atas. maka perencana dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada pendapatan daerah ketika perencanaan yang dilakukan bertujuna untuk mengembangkan sektor tertentu .

Input Output Analysis • Intermediate Suppliers Suppliers jenis ini merupakan industri yang membeli input untuk diproses menjadi produk akhir yang dapat dikonsumsi oleh konsumen akhir atau dijadikan sebagai nput oleh industri lain. • Primary Suppliers Suppliers jenis ini merupakan supplier yang tidak membeli barang dan jasa lain untuk menyediakan input bagi sektor industri lain.6. . Contoh sederhana dari supplier jenis ini adalah rumah tangga yang menyediakan jasa tenaga kerja bagi perusahaan. • Intermediate Consumers Intermediate Consumers adalah perusahaan atau sektor industri yang membeli barang dan jasa dari perusahaan lain atau sektor lain untuk dijadikan sebagai input dalam proses produksi yang dijalankannya. • Final Consumers Konsumen jenis ini adalah mereka yang membeli produk barang dan jasa akhir untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhannya.

Kapasitas Pengembangan Ekonomi Masyarakat Agar mampu melakukan penilaian mengenai kapasitas pengembangan masyarakat.III. 4. pengembangan SDM. 3. yaitu. . target pemasaran sektor industri dan kapasitas pembiayaan lokal. Kuatnya hubungan yang terjalin antara berbagai organisasi berikut kapasitas yang dimilikinya mampu menghasilakan lima fungsi pembangunan. 5. seorang perencana harus memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan lembaga yang terdapat dalam masyarakat yang diantaranya adalah: Institusi/lembaga yang berbasis pada masyarakat Struktur ekonomi Lembaga politik Lembaga keuangan Lembaga pendidikan 1. 2. kapasitas penggunaan SDA. perencanaan ekonomi.