Anda di halaman 1dari 17

Apakah Esai itu?

Sebuah esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Apa yang membedakan esai dan bukan esai? Untuk menjawab pertanyaan ini dapat dilakukan dengan merujuk pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada, tetapi pendapatpendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada sering kali masih tidak lengkap dan kadang bertolak belakang sehingga masih mengandung kekurangan juga. Misal mengenai ukuran esai, ada yang menyatakan bebas, sedang, dan dapat dibaca sekali duduk; mengenai isi esai, ada yang menyatakan berupa analisis, penafsiran dan uraian (sastra, budaya, filsafat, ilmu); dan demikian juga mengenai gaya dan metode esai ada yang menyatakan bebas dan ada yang menyatakan teratur. Penjelasan mengenai esai dapat lebih "aman dan mudah dimengerti" jika ditempuh dengan cara meminjam pembagian model penalaran ala Edward de Bono. Menurut De Bono, penalaran dapat dibagi menjadi dua model. Pertama, model penalaran vertikal (memusatkan perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak relevan) dan kedua model penalaran lateral (membukakan perhatian dan menerima semua kemungkinan dan pengaruh). Dari pembagian model penalaran ini, esai cenderung lebih mengamalkan penalaran lateral karena esai cenderung tidak analitis dan acak, melainkan dapat melompat-lompat dan provokatif. Sebab, esai menurut makna asal katanya adalah sebuah upaya atau percobaan yang tidak harus menjawab suatu persoalan secara final, tetapi lebih ingin merangsang. Menurut Francis Bacon, esai lebih sebagai butir garam pembangkit selera ketimbang sebuah makanan yang mengenyangkan.

Sejarah Esai Esai mulai dikenal pada tahun 1500-an dimana seorang filsuf Perancis, Montaigne, menulis sebuah buku yang mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Buku pertamanya ini diterbitkan pada tahun 1580 yang berjudul Essais yang berarti attempts atau usaha. Montaigne menulis beberapa cerita dalam buku ini dan menyatakan bahwa bukunya diterbitkan berdasarkan pendapat pribadinya. Esai ini, berdasarkan pengakuan Montaigne, bertujuan mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan. Lalu bagaimana pengertian esai menurut Montaigne? Montaigne menuliskan sikap dan pandangannya mengenai esai melalui deskripsi-deskripsinya yang tersirat, sahaja, rendah hati tetapi jernih dalam sebuah kata pengantar bukunya: "Pembaca, ini sebuah buku yang jujur. Anda diperingatkan semenjak awal bahwa dalam buku ini telah saya tetapkan suatu tujuan yang bersifat kekeluargaan dan pribadi. Tidak terpikir oleh saya bahwa buku ini harus bermanfaat untuk anda atau harus memuliakan diri saya. Maksud itu berada di luar kemampuan saya. Buku ini saya persembahkan kepada para kerabat dan handai taulan agar dapat mereka manfaatkan secara pribadi sehingga ketika saya tidak lagi berada di tengah-

Esai ini mengikuti panduan dari MLA. mulai dengan akibat dan mencari sebabnya. Kemudian. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. identifikasi hubungan sebab-akibat. tapi Jassin tidak bisa menerangjelaskan rumusan esai. Esai naratif Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Bentuk. struktur yang tidak terlalu formal. atau sebaliknya). dapatlah mereka temukan di dalamnya beberapa sifat dari kebiasaan dan rasa humor saya. panjang. dekat ke jauh. . berbobot. Urutan penjelasannya sangat bervariasi. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. dan mudah-mudahan. esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat. kejelasan. dan ritme kalimat dari esai ini menjadi standar bagi esais-esais sesudahnya. dengan bentuk yang bergaya. Sir Francis Bacon menjadi Esais Inggris pertama. menjelaskan dengan contoh. Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan. dan bertutur.tengah mereka (suatu hal yang pasti segera mereka alami). tempat. membandingkan dua hal. Tipe Esai Esai Deskriptif Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang. esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh. dan ada beberapa esai lain yang bersifat informal. atau benda. atau mendefinisikan. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. mahasiswa dan peneliti untuk mengerjakan tugas-tugasnya. dengan cara itu. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya. Bukunya berjudul Essay. Esai dokumentatif Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau otoritas tertentu. pengetahuan yang telah mereka peroleh tentang diri saya tetap awet dan selalu hidup" (dari "To The Reader"). APA. arah jarum jam. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan. atas ke bawah. Di Indonesia bentuk esai dipopulerkan oleh HB Jassin melalui tinjauan-tinjauannya mengenai karya-karya sastra Indonesia yang kemudian dibukukan (sebanyak empat jilid) dengan judul Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei (1985). atau panduan Turabian. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis karena lebih bersifat personal. Ada beberapa esai yang formal. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses. logis dan lebih panjang. Esai ekspositori Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting. jenaka. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius. Bentuk esai formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu). dll). atau sebaliknya. tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. pada tahun 1600-an. membagi dan mengklasifikasikan. Esai persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan.

Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai. berikut tesisnya. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik. Tentukan topik 2. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca Langkah-langkah membuat Esai 1. Paragraf Pertama Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan. sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf: 1. Tuliskan tubuh tesis anda:    Mulailah dengan poin-poin penting kemudian buatlah beberapa sub topik Kembangkan sub topik yang telah anda buat . Paragraf Kedua sampai kelima Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda 3. diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Struktur Sebuah Esai Pada dasarnya. Tuliskan tesis anda dalam kalimat yang singkat dan jelas 4. sedapat mungkin pada kalimat pertama. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas.Panduan Dasar Menulis Esai Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas. 3. 2. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik. Paragraf Kelima (terakhir) Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. topik anda harus benar-benar spesifik. bila topik tentang "Indonesia" adalah satu topik yang masih sangat umum. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Yang paling penting. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis. maka topik ini sudah tepat. ide. Berikan sentuhan terakhir Memilih Topik Bila topik telah ditentukan. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut. Jika tujuannya meyakinkan. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati. tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih. Di sisi lain.5. sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai. maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview). Jika topik masih terlalu umum. tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala. atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat.  Tuliskan Minat Anda Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda. tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. akan semakin baik. Sebagai contoh. maka tugas anda jauh lebih berat. sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter. Buatlah paragraf pertama (pendahuluan) 6. Jika tujuannya mendidik. anda dapat mempersempit topik ini menjadi "Kekayaan Budaya Indonesia" atau "Situasi Politik di Indonesia". anda dapat mempersempit topik anda.  Evaluasi Potensial Topik Jika telah ada bebearpa topik yang pantas. Semakin banyak subyek yang anda tulis. harus sesuai dengan tujuannya. Tuliskan kesimpulan 7. Namun demikian. .  Tentukan Tujuan Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Bila topik belum ditentukan. anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya. anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. coba lihat di sekeliling anda. berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih. pertimbangkan masing-masing topik tersebut. anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Apakah berupa tinjauan umum. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang.

B. tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca o Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu. Membuat Outline Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa. Menuliskan Tubuh Esai Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. tuliskan A. menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Contoh: Budaya Indonesia. jelaskan kategori utama dari informasi tersebut 4. anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya. lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. III di sebelah kiri halaman tersebut. memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya. dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud: o Jika anda mencoba meyakinkan. Tuliskan angka romawi I. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas 2. 1. II. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda. Anda telah menentukan topik dari esai anda. Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa: . dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama Menuliskan Tesis Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Korupsi di Indonesia Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:   Bagian pertama menyatakan topik. dengan jarak yang cukup lebar diantaranya 3. berikan argumentasi terbaik o Jika anda menjelaskan satu proses. dst. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan. Anda dapat menjelaskan. Pada masing-masing romawi.

anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi. Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama. 3. Pada masing-masing poin. anda dapat menuliskan: "Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama". 4. namun sisakan empat sampai lima baris. . 3. anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Menuliskan Kesimpulan Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. o Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda. yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda. 2. Setelah menuliskan tubuh tesis. o Memulai dengan suatu anekdot. 2. Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca. tuliskan perluasan dari poin tersebut. o Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat. urutan tersebut harus masuk akal.1. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Memberikah Sentuhan Akhir 1. Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut. Misalkan ide anda adalah: "Pemberantasan korupsi di Indonesia". Namun. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda. Menulis Paragraf Pertama 1. dan paragraf terlemah di tengah. anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati. Bila perlu. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.

Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda. Terlibat dalam Antologi Bob Marley dan 11 cerpen pilihan Sriti. Lalu masuk SMP Negeri 1 Tegal. Berita Pagi Palembang. Ia pun pernah menulis esai di koran Media Indonesia. Pria kelahiran Manado. 3. Radar Tasikmalaya. ia menulis berbagai tema cerita pendek di Koran Tempo. SMA di SMA Negeri 1 Tasikmalaya dan menyelesaikan Sarjana Ekonomi di Universitas Siliwangi. Bamby pernah bersekolah di Manado (TK). D’sari dan Esquire Indonesia. 2009). Lampung Post. anda harus bertahan pada urutan yang anda buat. 6. Femina. Australia. Meraih gelar Bachelor of Hamburgerology dari McDonald’s Hamburger University Sydney. Teliti format penulisan. serta aktif mengelola Komunitas Sastra Jakarta (Kosakata) bersama teman-temannya. Saat ini. Seputar Indonesia. Batam Pos. Story. Majalah Horison. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses. Riau Pos. Harian Global (Jurnal Medan). Karena mengikuti orang tuanya yang berpindah-pindah tempat dinas. 2011). spasi. Bamby memulai menulis cerpen di dunia maya dan blog pribadi.2. Suara Pembaruan. Tasikmalaya. Novel Bersama 11 Penulis Sengatan Sang Kumbang (2011). 5. Tribun Jabar. kemudian baca kembali. Keseriusannya menulis cerpen berawal sejak tahun 2007. Bitung (SD). Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya. 4. 2009) adalah buku kumpulan cerpen perdananya. Republika. memperkuat poin yang lemah. dan sebagainya Teliti tulisan. nama. 2010) dan Bunga Rampai Cerpen Temu Sastrawan Indonesia IV Ternate (TSI IV. dan lulus di SMP Negeri 1 Medan. Tangan untuk Utik (Penerbit Koekoesan. Telitilah format penulisan seperti margin. Analisa Medan. tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. tanggal.com (Gramedia Pustaka Utama. Suara Karya. Baca dan baca kembali naskah anda. Jurnal Bogor. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam. Bamby Cahyadi Penulis Cerpen Keren Bamby Cahyadi adalah nama pena dan panggilan akrab dari pemilik nama asli Bambang Cahyadi. ESAI SASTRA: Hikayat Mimpi Bamby Cahyadi . Apakah masih masuk akal? Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak. Ampana (SD) dan lulus SD di SD Negeri 26 Tegal. 5 Maret 1970 ini sehari-hari bekerja sebagai Operation Manager di perusahaan Food and Beverage di Jakarta. Bunga Rampai Cerpen Si Murai dan Orang Gila (DKJ & Kepustakaan Populer Gramedia. Pikiran Rakyat.

apa manfaat yang bisa saya rekam ke dalam jejak ingatan? Biasanya. terutama cerita-cerita 100 kata yang selalu “bernas” dan “bergizi”. dan (3) apa yang diinginkan cerita itu (Khrisna Pabichara. bisa kuat. Sebenarnya. demikian panggilan akrabnya. 2008). Tanpa saya sadari. kerapkali ditambahkan dengan (4) apakah konflik cerita benar-benar menegangkan. Dan. (5) apakah karakter penokohan sudah kuat. saya menyimpan harapan semoga setelah halaman terakhir selesai saya baca. dan (6) apakah logika cerita akan benarbenar meyakinkan (Jamal D. ada kesan yang bisa saya simpan. kelezatan sebuah tulisan tidak akan terekam dalam jejak ingatan. sebelum kita mencoba lebih serius dari sekadar membaca. 2004). Kesan itu bisa sangat kuat. . Rahman.SUDAH LAMA saya ingin menulis tentang Bambang Cahyadi sebagai penulis cerpen. saya mencoba melepaskan diri dari penjara teori-teori pembacaan cerita yang terlanjur saya ketahui. dan sekaranglah kesempatan itu datang. Akan tetapi. sebagaimana pernah ditasbihkan Seno Gumira Adjidarma (2005). Setiap kali saya membaca sebuah cerpen. karena saya selalu terkesan dengan gaya penuturannya. (2) bagaimana cerita itu disampaikan. yaitu (1) cerita itu tentang siapa. saya telah “terperangkap” kenikmatan membaca cerpen-cerpen Bamby. Bendera itu Tidak Berkibar Di Sini. setiap saya membaca cerita baik cerpen maupun novel. ada beberapa pertanyaan yang pasti menjadi langganan. saya berharap banyak dari cerpen Bamby. Dengan kata lain. (5) apakah klimaks akan benar-benar mengejutkan pembaca. bahkan bisa sangat lemah. saya tetap saja berkutat pada: apa sebenarnya yang memikat saya dari cerpencerpen Bamby ―dan mengapa? Kemudian. bisa lemah. meski memang terpertanyakan: mungkinkah berpendapat dan memaknai sesuatu tanpa teori? Oleh karena itu.

Oleh karena itu. meminjam istilah Mulyadhi Kartanegara (2005). seorang manajer sebuah restoran rumah makan cepat saji ternama di kawasan Pondok Indah. namun juga menentukan gambaran atau citra tertentu yang . sama-sama 24 jam. Selain itu. Ya. Pada hakikatnya. sebuah cerita adalah pekerjaan media yang membangun kembali realitas (constructed reality) dengan bahasa sebagai perangkat dasarnya. Bamby termasuk produktif menulis cerpen di sela kesibukan sehari-harinya. hari semua orang memiliki jam yang sama. Pengalaman sebagai “mantan” wartawan Majalah Pramuka Kwarnas Jakarta mungkin telah menjadi kawah candradimuka yang mengasah kemampuan menulisnya di sela tenggat waktu yang padat dan ketat. berhasil melewati kungkungan waktu itu. banyak orang mengira menulis itu memerlukan alokasi waktu secara khusus (Marion Dane Bauer. sebuah cerita mempunyai peluang yang sangat besar untuk menuturkan makna dan gambaran yang dihasilkan dari realitas kehidupan yang dibangunnya. Bambang Cahyadi. tidak banyak yang benar-benar bisa melakukannya. Akan tetapi. 2005). dan perlu waktu untuk menggarapnya sehingga cerita itu siap untuk dibaca. Bamby dengan piawai mampu membangun realitas itu dalam cerita-cerita yang ditulisnya. bahasa bukan sekadar alat komunikasi untuk menggambarkan realitas. perlu waktu untuk menuliskannya. Mereka perlu waktu untuk melamunkan “ide cerita” yang membayang di dalam benak. cerita yang dihasilkannya pun bukan cerita asal jadi. Sebagian alasannya adalah karena menulis cerita itu memerlukan waktu.Semoga! BANYAK ORANG yang ingin menulis cerita. Padahal. Namun. baik pengalaman pribadi maupun endapan pemikiran yang bersumber dari luar dirinya. Di ujung pena Bamby.

Ia masih bisa tidur nyenyak dan tidur lebih lama di ranjang berderit itu. untuknya tidak penting tempat tidur yang bagus. Kita bisa mulai membaca dari tiga paragraf pembukanya: Kelopak mata Topo belum sepenuhnya terbuka.hendak disampaikan kepada publik (pembaca). Namun. yang disampaikan dalam sebuah cerita bukan semata informasi tapi juga ideologi dari penulis (Khrisna Pabichara. dimana banyak di antara kita yang mengibarkan bendera hanya sebagai wujud rutinitas dan bukan karena kesadaran patriotik sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan bangsa. tanda tulang belulang Topo perlu juga dilumeri kalsium. Secara umum. Sempurna. dalam telisik kali ini. kelopak matanya masih separuh terbuka. begitulah yang terjadi dalam kehidupan nyata. Karya sastra merupakan bentuk wacana yang dipengaruhi oleh individu pencipta karya tersebut dengan segala ideologi yang dimilikinya yang sangat berperan dalam melestarikan wacana nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Tapi pagi ini ia tidak butuh kalsium. Topo bergeliat merenggangkan pinggangnya ke kiri ke kanan. kedua kelopak matanya sudah benar-benar terbuka. Begitulah Topo. empat cerpen karya Bamby yang saya telaah adalah penggambaran realitas yang memang nyata terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Coba telisik dunia sekitar kita. saya hanya akan mengupas cerpen Bendera Itu Tidak Berkibar Di sini. 2008). untuk didengar apalagi diendus. yang penting kualitas tidurnya. tahi mata yang mengeras itu kemudian rontok seperti upil yang dikorek oleh jemari. lewat tokoh Topo. Falsafah tidur yang cukup bermakna. tapi ia tidak peduli. juga meninggalkan suara gemeretek. Dalam peradaban yang kreatif. bukan gemuk atau oli. apakah yang . Ia mengucek matanya yang lengket akibat belek dengan punggung tangannya. Topo bangkit dari ranjangnya meninggalkan suara deritan yang membuat ngilu pendengaran. Dalam cerpen ini. mulutnya mengeluarkan bunyi dan aroma yang tidak sedap. Bamby dengan cerdas memotret proses gradasi nasionalisme orang-orang sekampungnya yang tidak mengibarkan bendera di halaman rumahnya pada tanggal 17 Agustus. Kini Topo tidak lagi merem-melek. Ia lalu menguap melenguh menuntaskan sisa kantuk yang masih menggantung. Rupanya ranjang besi Topo perlu juga dilumeri gemuk atau oli. Faktanya. ke depan ke belakang.

biasanya. ini pun merupakan hal biasa bagi semua pembaca. tidur menjadi bermanfaat jika berkualitas. Pembaca fiksi senang merangkai imajinasi sendiri dari cerita yang disajikan penulis. Falsafah tidur yang cukup bermakna. untuknya tidak penting tempat tidur yang bagus. bagi pembaca. melalui berbagai kapasitas kemampuan yang dimilikinya. ia hanya ingin segelas kopi panas. Ia mengucek matanya yang lengket akibat belek dengan punggung tangannya. tidak bijak jika menyangka bisa mengelabui pembaca. semua orang pernah mengalaminya. Seorang penulis. pahit boleh. Dan. Kelopak mata Topo belum sepenuhnya terbuka ―menunjukkan secara tegas bahwa Topo belum benar-benar terjaga dari tidurnya. manis lebih mantap. Apalagi terhadap “sesuatu” yang dipahami setil dan selak-beluknya oleh pembaca. Tentu saja. Bamby dengan cerdas menutup dua paragraf pembuka cerita dengan kalimat yang “bernyawa”: Begitulah Topo. tahi mata yang mengeras itu kemudian rontok seperti upil yang dikorek oleh jemari ―setelah tahi mata yang mengeras itu terjatuh. Tidak penting baginya minum susu kalsium. separuh bangun separuh tidur. Dan saya sangat terkesan pada bagaimana Bamby mengatur pemunculan tokoh Topo di awal cerita. tidak semata dari durasinya.bersumber dari susu atau biji kedelai. Topo masih perlu memastikan agar rasa kantuknya hilang dengan cara menguap dan meregangkan badan. Namun tidak semua orang piawai menerjemahkan kebiasaan itu lewat sebagian besar kata kerja (verba) dan kata benda (nomina). tapi juga dari kualitasnya. Carmel Bird dalam Dear Writer: The Classic Guide to Writing Fiction mengatakan bahwa kekuatan fiksi terkandung sama besarnya dalam apa yang disiratkan dan dalam apa yang disuratkan. Setelah itu. Topo masih dalam kondisi antara sadar dan lena. yang penting kualitas tidurnya. . dan mereka akan lebih mudah memercayai dan meyakini kehebatan sebuah cerita jika ada sebagian yang bisa mereka imajinasikan. Pagi ini. Dengan itu. semisal proses bangun tidur. Artinya. Akan tetapi. barulah Topo benar-benar terjaga. kondisi seperti itu terjadi karena ada “benda” menghalangi pandangan dan memberatkan kelopak mata. sama besarnya dalam ruang antarkata dan dalam kata-kata itu sendiri. Pengalaman bangun tidur adalah pengalaman siapa saja.

atau teriakan. kenapa ia begitu butuh kopi. Narti tidak ada juga di situ. Topo sejenak tertegun di bawah kusen pintu rumahnya. pengalihan suasana dan karakter membutuhkan kelihaian bercerita (Jamal D. Topo beranjak ke dapur. apalagi perempuan itu istrinya. karakter Topo lebih berasa dengan pembelokan karakter secara “lembut”. Saya semakin tertarik membaca cerita ini.Dan. sama seperti Topo yang hanya butuh butuh kopi setiap pagi. “Kemana istriku pagi-pagi begini…?” gerutunya sambil menggaruk kepala. saya sendiri tidak perlu apa-apa setiap pagi selain teh. sehingga ceritanya terasa lincah dan mengalir. begitulah Bamby memainkan suasana. Ini merupakan awal yang menjanjikan. Bahkan. dan mengapa ia sangat memaksa diri mencari isterinya. Apa saja kerja istriku pagi ini. menyediakan segelas kopi panas saja tidak becus! Namun Topo bukanlah tipe lelaki yang mudah mengeluarkan bentakan atau teriakan untuk perempuan. lalu ke halaman depan rumah. Akan tetapi perhatian Topo bukanlah tertuju kepada tiang bendera yang doyong ke kiri itu. Saya dicecar rasa ingin tahu: siapakah Topo itu. Topo kembali ke meja makan. Pandangannya tertuju ke arah tiang bendera yang berdiri doyong ke kiri dari tempatnya berdiri. Tetapi tidak ditemukan segelas kopi panas yang ia inginkan. Bamby berhasil meletakkan kekuatan fiksinya pada pembuka ceritanya. Contohnya pada kalimat: Topo bangkit dari ranjangnya meninggalkan suara deritan yang membuat ngilu pendengaran. . Ia hanya ngedumel. Tokoh Topo dalam kacamata Bamby adalah suami yang tidak suka mengumbar amarah lewat cacian. “Istriku kemana…?” tanyanya lirih. Pahit boleh. 2008). Tentu saja. bentakan. bukankah lebih baik ia menyeduh kopi sendiri daripada buang-buang waktu mondar-mandir mencari isteri? Akan tetapi. Topo mencapai meja makan. manis juga boleh ―bahkan lebih mantap rasanya. hatinya agak sedikit geram. Sekarang. itu pun dalam hati. Berbalik dengan penggambaran watak Topo sebagai suami “penyabar”. rutuknya. Rahman. kita simak: Sedikit berjalan malas. Kalimat ini bisa merangsang imaji pembaca untuk segera membayangkan ketaknyamanan pendengaran ketika ranjang berderit. tidak ditemukan Narti istrinya di dapur. Bamby menunjukkan kelihaian itu.

berbagi kenangan. Simak pula bagaimana cara Apri Swan Awanti (2002) menggambarkan “dialog batin” dua tokoh perempuan dalam cerpennya “Dua Perempuan”. semua tiang bendera di rumah tetangganya pun tanpa kibaran merah putih. kalimat yang menumbuhkan tanda tanya baru. Bagi Topo.” batinnya. selalu tak bisa dipercakapkan lebih panjang. berbagi riang. ada tangis yang tertahan. menutup hati. Menutup pintu. bukan tiang bendera doyong itu yang membuat Topo tertegun. berbagi resiko. Tidak ada tanda-tanda pencurian. Aku pergi. tapi bening air di pojok matamu. coba kita perhatikan: Topo lalu mendekati tiang bendera itu. bunting oleh sedih yang sangat. Masih diliputi tanda tanya hilangnya bendera merah putih dari tiang bendera di halaman rumahnya. Sedih. Akan tetapi. Ternyata. kehilangan benderalah yang membuat Topo tertegun. Namun.Mula-mula Topo mencari isterinya di dalam rumah. bukan isterinya yang ditemukan di halaman rumah. Betapa terkejutnya ia. pasti masih ada sisa tali di ujung tiang ini. Tapi masih kuingat bau yang kamu tinggalkan di penciumanku saat kamu geraikan rambutmu. Tak ada lagi yang bisa kita percakapkan. Coba bandingkan dengan kutipan yang saya nukil dari cerpen “Sebuah Kisah Sedih” karya Puthut EA (2004). . Tak ada lagi yang bisa kita percakapkan. Masih kuingat malam itu. Harumnya tersisa sampai sekarang. Esok adalah padang halimun yang membuat lamat bagaimana aku harus berbagi sedih. bendera merah putih yang kemaren sore ia kibarkan di tiang bambu itu lenyap. melainkan tiang bendera yang berdiri doyong ke kiri dari tempatnya berdiri. “Tetapi kalau tali pengikatnya lepas terbawa angin. Sekarang. Lantas. dengan cermat diperhatikannya tanda-tanda di sekitar tiang bendera itu. Bamby menutup paragraf ini dengan kalimat menggantung. “Apa mungkin tali pengikatnya lepas…?” katanya bertanya dalam hati. bendera itu sangat berharga. Topo pun mencarinya ke luar rumah. apa yang membuat Topo tertegun? “Walah…! Kemana benderanya?” teriak Topo terkejut sendiri. pandangan mata Topo mengedari halaman rumah tetangganya. bukan cuma dingin yang melabrak galak. Karena tidak menemukannya. Kuingat pula saat itu.

Topo tetaplah Topo yang tidak mau menyalahkan orang lain. ia tidak langsung mencak-mencak dan menuding ada oknum yang mencuri benderanya. jika kita kehilangan satu saja kata atau kalimat. karena pembicaraan mereka tanpa beban. tidak mensyukuri kemerdekan. . Yang satu rambutnya panjang lurus. Sehingga. Oleh karena Topo tidak menemukan adanya tanda-tanda pencurian. Bamby menggambarkan pengulangan Topo mencari isterinya untuk menguatkan ceritanya. Setiap demi setiap kata dan kalimat rasanya memiliki nyawa masing-masing. tentang itik yang berenang di comberan. Lalu mereka tertawa terkikik-kikik. pudarnya rasa bangga terhadap bangsa. Demikian halnya dalam penggunaan kata dan penataan kalimat. yang ditemukan Topo lebih mengejutkan lagi. dengan cerdas layaknya detektif. Agak jorok. Topo menelisik lingkungan sekitar rumahnya. Lunturnya nasionalisme. dan mereka juga kian terkikik-kikik. Begitulah seharusnya. sebelum menelaah masalah dan menemukan bukti penguat. Yang rambutnya lurus berhidung mancung dan bertubuh kurus. tentang orang yang lalu lalang sambil membuang ingus. tidak membosankan dan penuh “kejutan”. tak ada satu pun bendera berkibar di halaman rumah tetangganya. Keduanya tampak senang. Tentu saja. Mereka berkenalan di bawah teritis hujan. ada pesan moral yang ingin diembuskan Bamby lewat tokoh Topo: jangan mudah menuding orang lain telah melakukan kesalahan. dan lain-lain menari di benak Topo. Dua penampilan yang berbeda. menurut yang berambut ikal pendek. Hal sama dilakukan Puthut EA dan Apri Swan Awanti. Tentu saja. Akan tetapi. kalau bisa jangan bicara yang berat-berat. akan terasa aneh dan janggal. Pembicaraan yang jorok-jorok dan menjijikkan kian berlanjut. Topo. mengendus-endus petunjuk penyebab hilangnya bendera kebanggannya. yang satu ikal pendek. tetapi nampaknya mereka saling cocok. benak Topo langsung ditangkup rerupa curiga.Ada dua perempuan. Begitulah semestinya kita bercerita. Mencari jangan-jangan bendera merah-putih kebanggaannya itu telah berpindah tiang. Namun. memang. Sedangkan yang rambutnya ikal pendek bertubuh sedang dengan mata bulat penuh. Ketika Topo tertegun melihat bendera merah-putih yang kemarin dibentangkannya hilang. Mereka bicara tentang titik-titik air.

Namun. Penasaran karena desakan rasa ingin tahu memaksa Topo mencari warga lain. Konflik yang ditimbulkan Topo ternyata belum selesai. jangan ditutup dulu. Keberadaan kedua tokoh ini menambah “hidup” cerita. juga teman Pak Bandi. Bapak salah alamat!” kata pemuda itu ketus dan menutup pintu dengan keras. dari percakapan dengan perempuan muda itu. Pak Bandi mana?” kali ini nada bicara Topo agak sedikit tinggi. pembaca akan sampai pada simpang tanya bahwa Topo telah salah memasuki rumah orang. Dan. Seorang pemuda di rumah Pak RT Bandi dan seorang perempuan muda yang dikira Topo adalah isteri Pak Trisno. Burung perkutut yang sedari tadi diam mulai berkicau karena kaget mendengar bunyi daun pintu yang ditutup keras. Siapa sebenarnya yang salah: Topo atau pemuda belasan tahun dan perempuan muda itu? Mana sebenarnya yang benar: bendera merah-putih atau bendera berwarna biru. mana Pak Bandi? Saya mau bertemu Pak Bandi!” jawab Topo sekenanya. Bapak ini siapa? Dan mau apa ke sini?” tanya Pemuda itu. perlakuan sama dialaminya. bisabisa dihipnotis atau dirampok misalnya. ketika akhirnya Topo bertemu dengan seorang perempuan muda keluar dari rumah Pak Trisno. terutama lewat dialog-dialog yang juga “hidup”. kuning. “Pak Bandi. Sebagaimana layaknya sebuah cerita. dan berkeras pada “kebenaran” pendapatnya.“Apakah ada orang yang benci kepadaku karena aku satu-satunya warga yang memasang bendera di halaman rumahku?” katanya membatin wajah berubah muram. hijau dan beberapa bulatan putih. Mana beliau?” lanjut Topo sedikit menjelaskan. Topo semakin kebingungan. mungkin Bapak salah alamat. bersama pemuda belasan tahun di rumah Pak Bandi. polkadot? . “Maaf. Bamby juga menciptakan tokoh lawan sebagai penguat.” kata pemuda itu singkat hendak menutup pintu rumah. Mungkin pemuda ini sudah dititipkan pesan oleh Pak Bandi apabila ada tamu yang tidak dikenal atau orang asing agar jangan berlama-lama bercakap-cakap. “Saya ini warga di sini. “Eeeit. temannya. “Maaf. “Kurang ajar anak muda itu!” batin Topo masih terpaku di depan pintu rumah Pak Bandi. Dan pemuda ini menjalankan tugasnya dengan baik. “Maaf Pak. Dalam percakapan.

masih perlu digali dan dikemas sedemikian rupa sehingga bisa menjadi penopang cerita (Khrisna Pabichara. sedikit rasa aman. harus bisa mengungkapkan karakter tokoh. cerita pendek harus disampaikan dengan kata-kata yang padat. Berbeda dengan novel. Clarissa Pinkola Estes berpesan dengan bijak.Penutupan cerita ini selalu saya ingat. Pagi hari ketika baru saja terbangun. Kedua. Namun. Kriteria pertama dan ketiga sudah dipenuhi dengan baik oleh Bamby dalam Bendera Itu Tidak Berkibar Di Sini. tentu saja. dan rasa ingin disukai. seyogyanya. Termasuk. dialog mengungkapkan tokoh. dialog dan alur cerita. Ada tiga fungsi strategis dialog yang harus terpenuhi dalam sebuah cerita. karena mereka juga muncul dalam kehidupan (Marion Dane Bauer. belum terpenuhi. atau kritik sosial sekaligus. bahkan kebiasaan tokoh. “Jika ingin mencipta. Topo berniat mengawali hari seperti biasa. 2001). kita harus mengorbankan kedangkalan. dialog memberikan informasi kepada pembaca. pesan-pesan moral. tetapi cerita selalu meniru kehidupan. Hanya saja. Dalam pembacaan Bendera itu Tidak Berkibar Di Sini ternyata kita menemukan beberapa dimensi makna. BAGI SAYA. cerita adalah media yang sangat menarik dan sangat potensial sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan-gagasan baru. Kita harus menata wawasan kita yang paling kuat dan visi kita yang paling jauh. ini menjamin pemilihan kata yang padat secara sadar dan ketat. 2005). Nabokov juga meninggalkan fatwa ampuh. pilihan kata yang dikemas dalam bentuk dialog. Memang. . Pertama. Menyisakan rongga menganga dalam dada yang dipenuhi tanda tanya: masihkah kita bangga berbangsa Indonesia? Tragis dan sangat reflektif. kriteria kedua. tentu saja. dialog menggerakkan cerita. sifat tokoh. bahwa seniman sejati adalah orang yang tidak pernah menganggap remeh apa pun. mungkin saja cerita ditulis berdasarkan khayalan semata. Bamby adalah seorang penulis cerita 100 kata yang hebat. Ketiga. Percakapan-percakapan muncul dalam cerita. dalam cerpen ini. sederhana tapi bermakna ―dalam. tetapi memiliki pesan yang dalam. Dialog.” Sementara itu.

isterinya. langka. Keterasingan Topo seakan menguak potret buram penduduk negeri ini dimana seorang pencinta ibu pertiwi terlihat aneh. Hingga kemudian Topo berkhayal berdiri bersama Narti. Namun. saya sempat menohok batin: Ah. setelah menyelesaikan lembar terakhir Bendera itu Tidak Berkibar Di Sini. harapan berupa kesan yang kiranya tersimpan setelah usai membaca cerita ini. jangan-jangan saya sendiri sudah kehilangan bendera merah putih! . Dan Topo pun melakukan tindak pencarian. menghormat kepada merah-putih sebagai wujud rasa cinta dan bangga pada tanah air ―saya sangat terkesan dengan kandungan pesan ini. Topo berkeras mencari kopi. hingga bertemu dengan tetangga-tetangga yang asing. nasionalisme dan keturunannya yang bernama patriotisme.meski sebenarnya pada hari itu ada sesuatu yang istimewa. Arkian. ia malah menemukan tak ada lagi bendera merah-putih berkibar pada pucuk tiang benderanya. dan asing. kemerdekaan bangsa. tidak bisa diabaikan begitu saja. terpenuhi dan terpuaskan. Lalu. melainkan harus tetap tertanam dalam dada setiap demi setiap generasi. dan kesiapan Topo menanggungkan keterasingan selama ia tetap menjaga identitas kebangsaannya seakan menawarkan kebermaknaan baru terhadap wacana nasionalisme kita yang terkikis perlahan oleh pelbagai pernak-pernik kemajuan peradaban. Bahkan. Padahal.