Anda di halaman 1dari 22

Atika, S.Kep.

, Ners

4/6/2012

Pemberian cairan intravena (infus) yaitu memasukan cairan atau obat langsung kedalam pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set (potter,2005) Tindakan infus diberikan pada klien dengan dehidrasi, sebelum transfusi darah, pra dan pasca bedah sesuai program pengobatan, serta klien yang sistem pencernaannya terganggu.
4/6/2012 2

Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air, elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral Memperbaiki keseimbangan asam basa Memperbaiki volume komponen-komponen darah Memberikan jalan masuk untuk pemberian obatobatan kedalam tubuh Memonitor tekan Vena Central (CVP) Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.
4/6/2012 3

Pada Keadaan emergency resusitasi jantung paru memungkinkan pemberian obat secara langsung kedalam intravena. Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat(furosemid, digoxin) Untuk memasukkan dosis obat dalam jumlah obat dalam jumlah besar secara terus-menerus melalui infuse (lidokain, xilokain) Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan dengan injeksi intramuskuler. Untuk mencegah masalah yang mungkin timbul apabila beberapa obat di campur dalam satu botol. Untuk memasukkan obat yang tidak dapat diberikan secara oral (missal :pada pasien koma) atau intra muskuler (missal : pasien dengan gangguan koagulasi)

4/6/2012

Infiltrasi (Ekstravasasi) Tromboplebitis Bakterimia Emboli Udara Perdarahan

4/6/2012

Cairan bisa bersifat isotonis (contohnya ; NaCl 0,9 %, Dekstrosa 5 % dalam air, Ringer laktat / RL, dll) Cairan bisa bersifat hipotonis (contohnya ; NaCl 5 %) Cairan bisa bersifat hipertonis (contohnya ; Dekstrosa 10 % dalam NaCl, Dektrosa 10 % dalam air, Dektrosa 20 % dalam air)
4/6/2012 6

Vena supervisial atau perifer kutan terletak di dalam fasia subcutan dan merupakan akses paling mudah untuk terapi intravena. Vena-vena tersebut diantaranya adalah : 1. Metakarpal 2. Sefalika 3. Basilika 4. Sefalika mediana 5. Basilika mediana 6. Antebrakial mediana
4/6/2012 7

No 1.

Jenis Vena Keuntungan Kerugian Vena Perifer Cocok untuk Tidak cocok untuk obat-obatan kebanyakan obat yang mengiritasi dan cairan isotonik Tidak cocok untuk terapi jangka Cocok untuk terapi panjang jangka pendek Sukar untuk diamankan pada Biasanya mudah pasien yang agitasi untuk diamankan Vena Sentral Cocok untuk obat- Obat-obatan harus diencerkan obatan yang Resiko komplikasi yang mengiritasi atau berhubungan dengan cairan hipertonik pemasangan kateter vena sentral, Cocok untuk terapi seperti infeksi, hemothoraks, jangka panjang pneumothoraks. Tidak disukai karena bisa terganggu oleh pasien (namun masih mungkin)
8

2.

4/6/2012

Tetesan Makro : 1cc = 20 tetes Rumus :


Tetesan/menit = Jumlah cairan yang dimasukkan (cc) x 20 Lamanya infus (jam) x 60

Tetesan Mikro : 1cc = 60 tetes Rumus :


Tetesan/menit = Jumlah cairan yang dimasukkan (cc) x 60 Lamanya infus (jam) x 60
4/6/2012 9

Cuci tangan di air mengalir Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan


IV Catheter (Abocath) sesuai dengan ukuran yang
4/6/2012

dibutuhkan Infus set sesuai ukuran Cairan infus sesuai kebutuhan klien Standard infus (kolf) Tali pembendung (Torniquet) Kapas alkohol 70 % dalam tempatnya Betadine dalam tempatnya Kassa steril Sarung tangan bersih Plester Bengkok (nierbekken) Gunting verband Pengalas Spalk bila perlu (untuk anak-anak)

Membawa alat-alat ke dekat klien

10

Identifikasi klien Mempersiapkan psikologis klien


Menjelaskan dengan prosedur yang sederhana Menjelaskan tujuan tindakan

Mengatur cahaya agar penerangan baik Pasang infus set ke cairan dengan langkah:

4/6/2012

11

Buka infus set. Geser bagian klem hingga 10 cm dari bagian ruang tetesan dan tutup/klem dengan cara diputar ke bawah

4/6/2012

12

Hubungkan infus set dengan botol cairan infus kemudian gantungkan.

4/6/2012

13

Isi cairan pada infus set dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruang tetesan terisi sebagian, kemudian buka klem dan alirkan cairan hingga slang terisi dan udaranya keluar.

4/6/2012

14

Pilih vena yang akan dilakukan penusukan. Letakkan pengalas Siapkan plester Biasanya Lakukan pembendungan perawat melmpersiap kan dg torniquet plesternya di balik tutup Pakai sarung tangan bak
instrumen

4/6/2012

15

Desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol

4/6/2012

16

Tusukan IV kateter (abocath) ke dalam vena secara perlahan dengan lubang jarum menghadap ke atas.

4/6/2012

17

Bila berhasil darah akan keluar dan terlihat melalui indukator. Masukan seluruh cateter dan tarik bagian jarumnya, kemudian sambungkan pada selang infus.

4/6/2012

18

Buka torniquet Buka klem selang infus untuk melihat kelancaran tetesan. Bila lancar amankan IV cateter dengan cara di plester.

4/6/2012

19

Letakan kassa steril yang sudah dioleskan dengan betadine, lalu tempelkan pada vena yang ditusuk kemudian rekatkan dengan plester.

4/6/2012

20

Pasang plester berikutnya untuk mengamankan slang infus. Pasang spalk bila perlu Atur tetesan infus sesuai kebutuhan Rapikan klien dan bereskan alat-alat Cuci tangan Dokumentasikan

4/6/2012

21

4/6/2012

22