Anda di halaman 1dari 4

Gresik Satu

Jumat, 6 April 2012


GRESIK- Dugaan pungutan liar (pungli) berhembus kencang dalam pendaftaran perangkat di Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan. Alhasil, pendaftaran dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas. Tak pelak, pendaftar mbengok kepada panitia pendaftaran karena ada yang membayar uang administrasi sebesar Rp 4.000.000,-. Menurut salah satu keluarga pendaftar, yang namanya enggan dikorankan, pihaknya sudah mengurus surat-surat dan administrasi untuk mendaftarkan keluarganya menjadi kaur keuangan di Desa Kramat Kecamatan Duduksampeyan. Namun tanpa ada alasan yang jelas tiba-tiba pendaftaran tersebut di tunda Kami sudah membayar administrasi pendaftaran sebesar Rp 4.000.000,- tapi meski sudah dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas. Uang kami juga belum dikembalikan, ungkapnya Dijelaskan, sebelumnya pihak desa membuka lowongan perangkat desa setelah salah satu perangkatnya di bagian Kesra mengundurkan diri. Dalam pengumuman pendaftaran tersebut dicatumkan dua posisi yakni Kaur Kesra dan Kaur

HARIAN DIGITAL LOKAL

Pendaftar Calon Perangkat Desa Dipungli


Keuangan. Kemudian panitia penyelenggara dengan tiba-tiba menggelar rapat untuk membatalkan lowongan perangkat di bagian di kaur keuangan, dengan alasan yang tidak masuk akal. Kami menduga ada sesuatu yang tidak beres iniujarnya Sementara itu Kepala Desa Kramat, Kusnul Kholikin kepada wartawan membantah pihaknya membatalkan pendaftaran perangkat desa. Dirinya mengaku pengumuman tersebut hanya salah ketik. Sedangkan, pihak panitia tidak melakukan komunikasi. Sebenarnya desa kami tidak ada niatan untuk merekrut kaur keuangan. Karena jatah tanah bengkok untuk kaur keuangan tidak ada. Panitia tidak koordinasi dengan saya dalam membuat pengumuman, sehingga menjadi salah paham. Kami sudah merapatkan dan meminta maaf pada mereka, ungkapnya Soal pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp 4.000.000,-, Khusnul Kholikin mengaku hal tersebut sudah biasa dalam pendaftaran perangkat desa. Untuk administrasi. Biasa, mas, tandasnya. (sho)

Sudah Setor Rp. 4 Juta, Tak Dikembalikan

PELANTIKAN
30 HARI Setelah mengikuti pelatihan membatik selama 30 hari, ibu-ibu di Desa Betoyoguci Kecamatan Manyar sudah mahir membatik dengan berbagai motif.

MEJENG. Pengurus FKPPI Gresik foto bersama usai pelantikan

GRESIK- Kepengurusan Cabang 1317 Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Polri dan TNI (FKPPI) Gresik masa bakti 2012 2016 dilantik oleh Wakil Ketua Pengurus Daerah XIII GM FKPPI Jawa Timur, Agung Prasojo , Kamis (5/4). Bupati Dr. Sambari Halim Radianto serta Wakil Drs. Moh Qosim, M.Si hadir dalam pelantikan yang berlangsung di Putri Mijil. Sementara itu, Ketua FKPPI Gresik Imam Basuki dalam pidatanya menyatakan,

Pengurus FKPPI Gresik Dilantik

bahwa, FKPPI punya sejarah besar. Untuk itu, ia berharap pengurus bisa menjadi contoh untuk membangkitkan rasa nasionalisme pada generasi muda. Dalam waktu dekat GM FKPPI Gresik akan mengadakan beberapa event kesenian dan kebudayaan untuk membangkitkan rasa nasionalisme tersebut. Kami berencana mengadakan festival lagu kebangsaan serta festifal seni yang lain katanya. (sho)

GRESIK-Berbagai motif batik dihasilkan oleh ibu-ibu dari Desa Betoyoguci Kecamatan Manyar. Berbagai motif batik telah tertuang dalam kain seperti motif batik guci menumpahkan air, Pudak, ikan bandeng dan udang, bunga dan jumputan kapur Gresik, serta beberapa motif aneka kartun. Mereka telah mahir membatik dibawah asuhan instruktur Arti selama 30 hari. Menurut Arti, pelatihan yang dilakukan bertujuan menggali potensi-potensi yang ada di desa-desa agar mempunyai keahlihan. Pelatihan yang kami berikan meliputi tehnik membatik celup dan batik tulis dengan warna sistetis dan warna alam,ujarnya. Soal bahan yang dijadikan pewarnaan, sesuaikan dengan ke-

Ciptakan Sentra Batik


mampuan ekonomi. Sebab, batik menjadi mahal untuk bahan pewarnaan. Seperti pelatihan kali ini, kami menggunakan pewarna yang murah agar nanti dalam membuat batik di desanya menggunakan pewarna yang murah sesuai dengan kemampuan pembeli, sehingga harganya terjangkau oleh warga,tuturnya. Pihaknya memberikan kebebasan untuk ibu-ibu poeserta pelatihan mencurahkan ekpresi. Sehingga mendapatkan hasil yang beraneka ragam. Dari hasil pelatihan ini, cukup lumayan baik. Kami sengaja memberikan pelatihan batik tulis, karena sesuai dengan keputusan UNESCO yang di akui adalah batik tulis,ujarnya. Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Edi Pur-

wanto melalui Kabag Humas Andy Hendro Wijaya menjelaskan,bahwa, pelatihan tersebut di harapkan ada desa sentra batik di Kabupaten Gresik. Untuk sementara, baru pelatihan dasar. Nantinya akan ada pelatihan lanjutan. Kita berharap Desa Betoyoguci nantinya sebagai desa sentra batik. Ke depan kami juga akan menciptakan desa-desa sentra batik lainnya,papar mantan Camat Manyar itu. Disnaker Gresik juga memberikan bantuan pada peserta pelatihan batik berupa kompor gas, dandang, timbangan bahan membatik serta peralatan membatik. Sebab, Desa Betoyoguci akan dijadikan desa sentra batik. (sho)

GRESIK-Para atlit yang menjadi duta Jawa Timur dalam olimpiade Matematika tingkat nasional di ke Bogor, pamit pada Bupati Sambari Halim R diruang kerjanya, Kamis (5/4). Mereka yang pamitan yakni Nur Fadilla Azzahra, siswa kelas 3 SD Irada kecamatan Kebomas, Bryan Roderick siswa kelas 4 dan Faisal Reza Maulana kelas 5 dari SD Muhammadiyah Manyar dan Virsya Pramesti Salsabila yang tercatat sebagai siswa kelas 5 SDN Sidokumpul II Gresik. Para Jawara Matematika ini diantar oleh Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Wanda Metini Hiariej, serta para Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar serta para Kepala Sekolah masing-masing. Bupati menyampaikan terima kasih kepada para murid berprestasi yang telah mengharumkan nama Gresik di tingkat Nasional. Selain itu, Bupati Sambari berpesan agar membaca doa sebelum mengerjakan soal. Saat mengerjakan soal nanti, jangan nervous dan jangan ragu,pesannya sembari menepuk-nepuk pundak Nur Fadilla Azzahra. Sedangkan Wakil Bupati Drs. Moh Qosim, M.Si mengingatkan kepada atlit cilik tersebut agar berjuang bersungguh-sungguh. Kesuksesan bisa didapat kalau kita ulet dan berjuang. Untuk mencapai prestasi, teruslah belajar yang giat, karenapeserta lain juga berupaya untuk menang, ujarnya.(sho)

Bupati Ingatkan Berdoa

ATLIT OLIMPIADE MATEMATIKA PAMIT

Gresik Satu
Operasi Pasopati, 22 Pelaku Kriminal Ditangkap
GRESIK-Sebanyak 22 tersangka dijebloskan dalam tahanan setelah tertangkap oleh jajaran Polres Gresik yang melakukan Operasi Pasopati yang dilaksanakan selama sepekan. Tersangka yang dikeler dari beberapa Polsek dan Satreskrim Polres Gresik tersebut melakukan berbagai tindak pidana yakni tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pengeroyokan maupun pencurian kendaraan bermotor. Sebanyak 5 sepeda motor diamankan menjadi barang bukti dari tindak pidana curanmor dengan 6 tersangka yang ditahan. Namun, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk membongkat sindikat dari 5 kasus curnamor tersebut. Kita masih mengembangkan penyidikan karena ada komplotannya yang belum tertangkap,ujar Kanit Idik I, IPDA Yoga P mendampingi Kasat Reskrim AKP Muhammad Nur Hidayat. Sedangkan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebanyak 13 tersangka dijebloskan dalam tahanan dalam 6 kasus. Ada 2 dompet dan uang tunai sebesar Rp. 762.000,- 9 unit play station (PS) 2 dengan hard disk, 3 unit PS Slim warna silver, 1 unit kunci pas, 3 mata kunci buatan, 2 buah per yang sudah dimodifikasi, 1 buah kunci berbentuk S, 2 tabung pemadam kebakaran,, 2 sak besi klem pipa, 1 sak kabel groun, 2 potong plat besi, 2 sak beras, 8 pak shampoo merek Clear, 1 unit PS 3 merek Sony, 1 unit printer, 39 stik PS yang dijadikan barang bukti (BB). Selain itu, polisi juga melakukan penahan pada 1 tersangka yang kedapatan membawa senjata tajam jenis bendo panjang. Para tersangka ada yang berasal dari Sidoarjo, Lamongan maupun Gresik. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Nur Hidayat membenarkan pihaknya telah menahan sebanyak 22 tersangka yang berhasil diringkus dalam Operasi Pasapati. Tersangka ada yang dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun, UU Darurat pasal 2 ayat 1 dengan ancaman 10 tahun penjara maupun pasal 170 KUHP,tukasnya.(sho)

HARIAN DIGITAL LOKAL

OPERASI PASOPATI. Tersangka yang ditahan oleh petugas di keler di Mapolres Gresik

Disorot Pakai Pelat Hitam Oknum Dewan Tak Gubris


GRESIK-Sorotan dari berbagai pihak, tidak membuat nyiut nyali oknum anggota DPRD Gresik tetap mokong menggunakan pelat hitam mobil dinas Daihatsu Terrios TX yang seharusnya pelat merah. Hal tersebut membuat Komisi A angkat bicara. Tidak boleh, pelat merah menjadi pelat hitam seperti kendaraan pribadi. Itu (mobil dinas) bukan milik personal,tukas Ketua Komisi A, Djumanto SE, MM. Celakanya, mereka yang mokong menggunakan pelat hitam adalah anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik yang seharusnya memberi contoh kepada anggota lainnya. Termasuk, melakukan penindakan kepada anggota DPRD Gresik yang mokong. Selain itu, ada dugaan kalau oknum anggota DPRD Gresik mokong menggunakan pelat hitam karena ada beking. Sehingga, berbagai sorotan tajam tidak mempam. Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim SH MH mengakui seharusnya yang melakukan penertiban perilaku anggota yang tidak sesuai yakni BK DPRD Gresik. Namun, keberadaan BK belum maksiml sebagaimana mestinya dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, BK DPRD Gresik memang perlu dimaksimalkan kinerjanya.(sho)

Soal UN Dikirim ke Bawean


GRESIK- Soal ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat untuk siswa di Pulau Bawean, menjadi prioritas. Pasalnya, cuaca yang tak menentu harus diantisipasi agar pelaksanaan UN di Bawean dapat berjalan normal. Untuk itu, Dinas Pendidikan Propinsi Jatim memprioritaskan pengiriman soal UN untuk Bawean. Soal tersebut masih disimpan di Mapolres Gresik yang rencananya dikirim ke Bawean, Sabtu (7/4) ini. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, Edy Sartono kepada wartawan membenarkan prioritas tersebut. Menurutnya, soal UN yang dikirim dengan kapal sesuai dengan jumlah peserta disana. Dalam satu kardus, sudah termasuk lembar jawabannya,tandasnya ketika melakukan pengawasan langsung di Mapolres Gresik. Ditambahkannya, tidak ada soal cadangan maupun lembar jawaban cadangan. Jika ada kesalahan, maka sekolah dapat melakukan fotocopy dalam pelaksanaan UN. Kendati demikian, harus didampingi polisi dan ada berita acara yang menjelaskan adanya kerusakan soal nantinya. Tidak ada soal cadangan. Nanti kalau ada kerusakan soal, dapat difotocopy. Tetapi dikawal polisi dan tertuang dalam berita acara,pungkasnya. Dengan pengawasan yang ketat, sambung Edy Sartono, pihaknya optimis tidak akan terjadi kebocoran soal meskipun distribusi ke Bawean lebih awal. Sulit kalau terjadi soal bocor. Pengawasannya juga melibatkan polisi,imbuhnya. Ditambahkan, jumlah peserta UN di Pulau Bawean lebih dominan siswa yang bersekolah di Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat. Sebab, banyak MA maupun pesantren di Pulau Bawean. (sho)

UN. soal UN untuk Bawean disimpan di Mapolres Gresik sebelum dibawa ke Bawean

Gresik Satu
Sabtu, 6 April 2012

HARIAN DIGITAL LOKAL

Bupati Buat Dewan Sakit Hati


Keluarkan Statemen Nyleneh di Rapat Paripurna
belum mengakhiri pembacaan jawaban PU fraksi yang disambut ger-geran oleh legislative, pejabat yang hadir maupun undangan lainnya. Sayangnya, mayoritas anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna tidak ada yang interupsi dengan statemen tersebut. Namun, mereka mengaku sakit hati dengan ucapan yang dinilai merendahkan martabat para wakil rakyat yang terhormat. Kita sangat tersinggung dengan statemen Bupati. Tidak etis, hal itu disampaikan dalam rapat paripurna. Kesannya, anggota dewan tidak bekerja tapi hanya main-main,semprot anggota F-PKB, Dra. Hj.Wafiroh Masum MM dengan nada sengit, kemarin. Padahal, sambung politisi yang tinggal di Kecamatan Dukun ini, anggota dewan bekerja serius sebagai wakil rakyat. Tapi, statemen yang dilontarkan oleh Bupati seolah merendahkan keberadaan lembaga legislative sebagai lembaga pragmatis yang berdampak pada penurunan kepercayaan publik. Tidak boleh, Bupati mengeluarkan pernyataan GRESIK-Komunikasi politik yang terbangun antara Bupati Gresik dengan legislative semakin amburadul. Pemicunya, kalangan dewan merasa dilecehkan dengan statemen yang dilontarkan oleh Bupati Sambari Halim Radianto sebelum mengakhiri pembacaan jawaban terhadap pemandangan umum (PU) fraksi atas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal kepada PT Gresik Migas dan Ranperda tentang dalam pengadaan tanah dan penghapusan asset untuk kepentingan pembangunan Bendung Gerak Sembayat (GBS) dalam rapat paripurna di DPRD Gresik, Kamis (5/4) lalu. Pada intinya, Bupati dalam rapat paripurna terbuka untuk umum itu menyatakan,bahwa, pembahasan kedua ranperda bisa berlangsung cepat maupun lambat selesainya. Bahkan, pembahasan yang dilakukan oleh panitia khusus (pansus) DPRD Gresik dengan eksekutif bisa dilakukan hanya 1 jam. Atur saja, bagaiamana enaknya. Bisa dibahas ( kedua ranperda) hanya satu jam,kata Bupati seitu, sangat menyakitkan,tukasnya. Kecaman senada diungkapkan oleh anggota Komisi D, Dra. Lilik Hidayati yang mengaku kecewa dengan statemen Bupati Sambari Halim R dalam rapat paripurna tersebut. Pasalnya, anggota dewan tidak pragmatis dalam memperjuangkan aspirasi rakyat maupun mengawasai jalannya pemerintahan. Tidak benar kalau di gebyah-uyah anggota dewan pragmatis. (Statemen bupati) itu sebagai pelecehan,tuturnya. Ternyata, unsure psikologis anggota dewan terbawa dengan statemen dari bupati tersebut. Sebab, anggota pansus DPRD Gresik yang melakukan pembahasan 2 ranperda tersebut, menjadi tidak focus dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rapat internal pansus, jadi tidak focus. Teman-teman berceloteh, kalau ada Pak Asroin ( anggota DPRD Gresik yang ada hubungan saudara

dengan Bupati Gresik), semuanya beres,ungkap salah satu anggota dewan yang wanti-wanti namanya tidak ditulis dengan nada serius.(sho)

MUSKERCAB PKB BATAL


GRESIK-Kemenangan politik satu langkah digenggaman kelompok 12 DAPC PKB se-Kabupaten Gresik yang mengajukan mosi tidak percaya pada Ketua Tanfidz PKB Gresi, Moh Syafi AM serta menuntut digelar musyawarah cabang luar biasa (Muscablub). Pasalnya, kubu pendukung Moh Syafi AM gagal menggelar musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang direncanakan Sabtu (7/4) ini. Pembatalan rencana muskercab PKB Gresik secara tak sengaja dipergoki wartawan ketika ketua panitia pelaksana (OC) muskercab PKB Gresik, Imam Ashadi sedang nge-print undangan untuk kegiatan sosialisasi jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) DPRD Gresik yang dilaksanakan pada Sabtu (7/4) ini. Sedangkan tempatnya berada di Lt. 2 kantor DPC PKB Gresik. Padahal, muskercab PKB Gresik juga direncanakan di kantor DPC PKB Gresik. Namun, Imam Ashadi membantah kalau muskercab PKB Gresik batal. Tapi, dilakukan penundaan. Dalihnya, menunggu Ketua Dewan Syuro, KH. Robbach Masum kembali dari melaksanakan umroh. Ditunda, menunggu dewan syuro datang dari umroh,kelitnya. Namun, menurut salah satu anggota dewan dari F-PKB sekaligus Ketua DPAC PKB yang turut membubuhkan tanda-tangan mosi tidak percaya menyatakan, bahwa, proposal permohonan dana yang diajukan ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun perusahaan untuk pelaksanaan muskercab, sudah dicairkan.

PROPOSAL DANA SUDAH CAIR., DIGANTI SOSIALISASI JASMAS

Ada SKPD yang sudah memberikan sumbangan sebesar Rp. 3.000.000,-,ungkap anggota dewan tersebut yang minta namanya tidak dicantumkan. Ternyata, pembatalan rencana muskercab PKB sudah diprediksi oleh kelompok 12 DAPC PKB se-Kabupaten Gresik yang membubuhkan tandatangan mosi tidak percaya dan menuntut digelar Muscablub untuk mengganti Ketua Tanfidz Moh Syafi AM. Kalau tetap melaksanakan muskercab, pesertanya darimana. Lha wong, AD/ART sudah jelas kalau pesertanya dari DPAC. Sedangkan mayoritas DPAC menuntut digelar muscablub. Tentu saja dibatalkan,ujar Ketua DPAC PKB Bungah, Muslimin, SH MM dengan enteng.(sho)

Siswi MTs Diperkosa


Dihadang di Sawah Diancam Pakai Celurit, Digarap di Gubuk
GRESIK-Kendati umur sudah uzur dan bau tanah, nafsu birahi Kasmari (55) warga Dusun Gempol RT 01 RW 02 Desa Lampah Kecamatan Kedamean masih tinggi. Buktinya, dia tega memperkosa sebut saja Mawar (15) siswi madrasah tsnawiyah (MTs) yang masih tetangganya sendiri. Perbuatan bejat tersebut dilakukan oleh Kasmari ditengah gubuk sawah hingga 8 kali. Tak terima anaknya menjadi budak nafsu, orang tua Mawar lapor ke Mapolsek Kedamean. Dalam laporannya disebutkan, peristiwa memilukan itu kali pertama terjadi sebulan silam. Saat itu, korban menaiki sepeda pancal menuju rumah saudaranya untuk berkunjung. Ketika melintas di areal persawahan yang berada di Desa Lampah, Kasmari tiba-tiba menghadang laju sepeda dengan menendangnya. Tak pelak, Mawar terpental dari sepedanya dan terjatuh. Melihat korban tidak berdaya, Kasmari langsung memperkosanya dengan ancaman celurit di tangannya. Dengan ketakutan, Mawar terpaksa melayani nafsu bejat Kasmari di tengah gubuk sawah sekitar pukul 16.30 WIB. Ternyata, pelaku sudah mengincar korban sejak lama karena tegiur oleh kemolekan tubuh korban yang agak bongsor. Setelah puas menyetubuhi korban. Pelaku membiarkan lewat dengan diberi imbalan Rp 10 ribu sambil mengancam jangan ngomong ke orang lain. Rupanya, pelaku ketagihan sehingga mengulangi perbuatannya di samping rumah Mawar ketika kondisi sepit. Perbuatan bejat kakek Kasmari berulang hingga 8 kali. Perilaku bejat Kasmari akhirnya diketahui oleh orang tua korban. Sebab, orang tuanya curiga setelah pantat anaknya dipegang oleh Kasmari Awalnya, korban tidak mengaku setelah didesak, akhirnya Mawar berterus terang telah berkali-kali digagahi kakek jelek tersebut . Tidak terima dengan perbuatan pelaku. Orang tua korban melaporkan ke Polsek Kedamean bersama warga. Bahkan, sejumlah warga Desa Lampah nyaris memukuli Kasmari. Beruntung aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga tersebut dihalangi oleh polisi. Kapolsek Kedamean AKP Agus Adji kepada wartawan mengatakan, akibat tidak terima dengan perbuatan pelaku yang bernama Kasmari warga geram dan akan memukuli. Untuk mengambil tersangka tidak mudah. Sebab, rumah pelaku sudah dikepung warga. Tetapi, setelah kami lakukan pendekatan dan pengertian warga mengerti, ujarnya. Setelah berhasil mengamankan pelaku, pihaknya langsung dikirim ke Polres Gresik karena Polsek Kedamean tidak memiliki unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pelaku sudah kami serahkan ke Polres Gresik dan kasusnya dilimpahkan unitPPA, pungkasnya. (sho)

Massa Marah

Gresik Satu
Sabtu, 7 April 2012

HARIAN DIGITAL LOKAL