Anda di halaman 1dari 20

Pertanyaan 1. mereka mengamalkan hadits dhaif, maudhu, dan yang tidak ada asalnya 2.

tauhid mereka penuh dengan bid’ah, bahkan dakwah mereka berdasarkan bid’ah, krn dakwah mereka dasarnya adalah al-faqra yaitu khuruj(keluar). Dan ini diharuskan setiap bulan 3 hr, setiap tahun 40 hari dan seumur hidup 4 bulan. Setiap minggu ada 2 jaulah. Jaulah pertama dimasjid yg didirikan sholat padanya.dan yang kedua berpindah-pindah. Disetiap hari ada 2 halaqah, halaqoh pertama di masjid yg didirikan sholat padanya, dan yang kedua dirumah. Mereka tidak senang terhadap seseorang kecuali bila ia mengikuti mereka. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah bid’ah dalam agama yang tidak diperbolehkan oleh Allah. 3. Mereka berpendapat bahwa dakwah kepada tauhid itu memecah belah 4. Mereka berpendapat bahwa mengajak kpd sunnah itu memecah belah ummat 5. Pemimpin mereka berkata dgn tegas bahwa : bid’ah yang bisa mengumpulkan manusia lebih baik daripada sunnah yang memecah belah manusia. 6. Mereka menyuruh manusia untuk tidak menuntut ilmu yang bermanfaat secara halus atau terang-terangan 7. Mereka berpendapat bahwa manusia tidak akan selamat kecuali dgn cara mereka. Dan mereka membuat pemisalan dengan perahu nabi nuh as. Siapa yang naik akan selamat dan siapa yang tidak naik akan hancur. Mereka berkata:”sesungguhnya dakwah kita seperti perahu Nabi Nuh”. Saya sendiri yang mendengarkannya di urdun dan yaman 8. Mereka tidak menaruh perhatian terhadap tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa sifat 9. Mereka tidak mau menuntut ilmu dan berpendapat bahwa waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu hanya sia-sia belaka. Jawaban Bismillaahirrohmaanirrohiim Segala puji syukur kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Suci, Dzat yang tidak dapat dipengaruhi oleh makhluk-Nya, Yang Maha Sempurna, Yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran makhlukNya. Sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW yang telah mengorbankan harta, diri, waktu

dan perasaan sehingga agama ini tersebar ke seluruh alam, dan juga kepada para sahabat ra. , tabi’in dan umatnya yang senantiasa mengikutinya dengan sebaik-baiknya. Sebelum menjawab semua pertanyaan di atas, saya ingin tekankan sekali lagi bahwa usaha ini tidak ada namanya, saya sendiri tidak suka apabila mengatakan ini adalah jamaah tabligh, bahkan salah seorang ustadz katakan kalau ditanya tentang jamaah tabligh katakan pada mereka jamaah tabligh sudah bubar. Bahkan Maulana Ilyas sendiri katakan seandainya saya diperbolehkan memberikan nama pada usaha ini, maka saya akan beri nama “Gerakan Iman”. Usaha ini memang tak lepas dari nama Maulana Ilyas, karena memang beliaulah yang menghidupkan kembali usaha ini. Sehingga saya berikan sedikit riwayat hidup tentang maulana ilyas. Sedikit lagi cerita , tentang siti maryam as, dimana sebelumnya orang tua beliau yaitu ibunya yang mempunyai nadzar bahwa anaknya yang lahir akan diwakafkan untuk agama Allah.” (Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Sehingga dari keturunannya muncullah nabi isa as, yang dipilih oleh Allah untuk dakwahkan agama kepada kaumnya. Begitu juga orang tua maulana ilyas tepatnya nenek beliau sebelum maulana ilyas dilahirkan, ada musyawarah agama diantara kaum perempuan ketika itu dimana mereka risau dengan keadaan umat saat itu, banyak sekali yang meninggalkan sunnah dan menjauhi ulama, memiliki akhlak yang rusak dsb. Maka kaum perempuan ketika itu mengusulkan bagaimana kalau anak mereka dinikahkan kepada ulama sehingga nanti akan muncul keturunan orang-orang sholih dari mereka sehingga bisa memperjuangkan agama. Maka ketika itu nenek maulana ilyas memiliki anak perempuan yang belum menikah dan siap dinikahkan dengan ulama. Kemudian usulan itu disampaikan kepada majelis ulama yang hadir dan di sana ada seorang ulama yang duda sehingga dinikahkanlah mereka ketika itu sehingga dari pernikahan itu lahirlah maulana ilyas. Sehingga alim ulama jelaskan semua pahala yang didapatkan usaha dakwah yang telah berjalan di seluruh dunia ini sampai hari kiamat akan mengalir kepada wanita-wanita(nenek maulana ilyas dan teman2nya) yang dulu bermusyawarah memikirkan keadaan umat ini.

Pemerintah india pun sudah angkat tangan dengan keadaan dari penduduk mewat yang sering merampok dan membunuh kafilah yang berlalu disekitar tempat mereka. lulusannya banyak yang meninggalkan sunnah . namun setelah majelis itu dibuat pun maulana masih belum puas karena dilihatnya orang-orang dalam majelis dzikir malahan senang untuk menyendiri untuk berdzikir. Sehingga maulana ilyas mengatakan pada mereka “berapa bayaranmu kalau anda menjadi petani dalam sehari. Melihat keadaan ini maulana ilyas sangat risau dan mulai melakukan berbagai usaha. Maka maulana ilyas mulai membuat majelis dzikir. Melihat hal ini pun maulana ilyas terus berjuang keras memikirkan usaha apa yang harus dilakukan. Sehingga habis semua harta dari maulana ilyas. Satu hal saja yang membedakan mereka yaitu orang islam makan daging sapi sementara orang hindu tidak makan daging sapi. Usaha dakwah mulai dikenalkan kepada penduduk mewat namun belum ada yang ambil bagian dan harta maaulana ilyas semakin habis. bahkan acara-acara keagamaan hindu pun mereka ikuti. Sehingga pernah suatu ketika maulana ilyas masuk ke dalam kamar dan dijumpai istrinya yang selalu setia dan membantu perjuangannya. Maka mata maulana ilyas tertuju kepada sebuah cincin kecil yang melingkar di jari istrinya. Sebagian besar penduduk mewat pekerjaannya adalah petani. Sehingga maulana ilyas mulai berpikir kembali untuk membuat usaha yang mampu memperbaikinya. Semua usaha yang dilakukan oleh maulana ilyas menggunakan hartanya sendiri. walaupun mengaku islam tapi perjudian. Akhirnya mereka pun mau duduk dalam majelis ilmu bersama maulana ilyas. Melihat hal ini istrinya berkata “ wahai maulana kita sudah korbankan semua harta benda kita sudah tidak tersisa apapun tinggal cincin ini. Nama-nama orang islam sudah bercampur dengan nama orang hindu. maka ini . meninggalkan sholat berjamaah dll. Ketika itu mulai banyak dibangun madrasah-madrasah sehingga maulana ilyas mulai senang hati melihat perkembangan dari kampung mewat. rumah pun dijual dan mereka tinggal dikontrakan.Kampung mewat yang sekarang menjadi kampung percontohan dakwah sebelumnya adalah kampung yang penuh dengan kejahilan. Penduduk mewat sendiri untuk meluangkan waktu untuk belajar agama pun tidak bisa karena waktunya sebagian besar dihabiskan di lading dan sawah. bagaimana kalau saya bayar kalian sama namun kalian temani saya duduk dalam majelis ilmu”. Namun setelah sekian lama maulana ilyas sedih melihat perkembangan dari santri-santri yang belajar di madrasah. perampokan dan perzinahan terjadi disana. mencukur jenggot .

namun maulana ilyas menolak karena beliau tidak ingin usaha yang telah dibangun di kampung mewat menjadi sia-sia karena tidak adanya pengawasan dsb. Keinginannya yang besar menyebabkan beliau berkesempatan menemui Sultan Ibnu Sa’ud yang menjadi raja tanah Arab untuk mengenalkan usaha mulia yang dibawanya. Selama di tanah Makkah Jama’ah bergerak setiap hari sejak pagi sampai petang. Maulana ilyas ketika itu pun pernah ditawarkan untuk tinggal di madinah supaya meneruskan usaha dakwah ini. Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat. usaha dakwah terus dilakukan untuk mengajak orang taat kepada perintah Allah dan menegakkan dakwah. Adapun satu-satu jalan adalah membujuk orang-orang Mewat agar keluar dari kampung halamannya untuk memperbaiki diri dan belajar agama. paling sedikit seratus orang. Kunjungan pertama dilakukan selama satu bulan dan kunjungan ke dua dilakukan hanya beberapa hari saja. Untuk selanjunya saya lampirkan beberapa tulisan tentang maulana ilyas. Itulah pengorbanan dari seorang istri sehingga terbentuklah rombongan dakwah pertama kali.ambillah cincin ini dan pergunakanlah di jalan Allah. Pada tahun 1351 H/1931 M. Kesempatan tersebut dipergunakannya untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab guna mengenalkan usaha dakwah dan dengan harapan agar usaha ini dapat terus dijalankan di tanah Arab. masingmasing disertai Jama’ah dengan jumlah yang cukup besar. Selanjutnya mulailah banyak dibentuk rombongan-rombongan dakwah dan hasil yang didapatkan pun masyarakat mewat mulai semangat mengamalkan agama. kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. . Beliau sepenuhnya yakin bahwa kebodohan. Setelah pulang dari haji tersebut. Dalam kunjungan tersebut beliau selalu membentuk jama’ah-jama’ah yang dikirim ke kampung-kampung untuk berjaulah (berkeliling dari rumah ke rumah) guna menyampaikan pentingnya agama. serta melatih kebisaaan-kebisaaan yang baik sehingga tumbuh kesadarannya untuk mencintai agama lebih daripada dunia dan mementingkan amal dari mal (harta). Maka ketika terbentuk rombongan dakwah pertama kali itu maka maulana ilyas katakan “lihatlah awan hidayah mulai turun ke muka bumi”. beliau menunaikan haji yang ketiga ke tanah suci Makkah. sunnah-sunnah banyak diamalkan dsb. Bahkan di beberapa tempat jumlah itu justru semakin membengkak.

Sebelum nabi Muhammad SAW. seluruh nabi hanya dihantar untuk satu kaum. Ketika para sahabat memiliki risau dan usaha nabi SAW maka para sahabat telah menjadi teladan untuk sebarkan agama. Sejak dulu hal ini hanya dilakukan oleh para nabi. Sedikit saya uraikan tentang kaum muhajjirin dan anshar yang saya pahami. muamalah dan akhlak yang mulia sehingga menjadi asbab orang banyak masuk islam. Dengan adanya suasana agama hidup sholat berjamaah bahkan orang munafik ikut terbawa dengan sholat berjamaah. Umur beliau sangat pendek sedangkan medan dakwah beliau seluruh alam sampai hari akhir. yang kedua yaitu Anshor yang nusroh membuat amalan maqomi. Ketika orang-orang datang ke Madinah untuk belajar agama maka Rasulullah . Nabi Muhammad SAW telah korbankan dan habiskan segala apa yang dimiliki untuk mempersiapkan kerja ini dan para sahabat untuk menyebarkan agama ke seluruh alam. Allah SWT telah hantar nabi ke dunia untuk kenalkan Allah kepada seluruh manusia. tetapi ada yang namanya maqomi. Yang pertama yaitu muhajjirin yang berjuang keluar di jalan Allah dengan harta dan diri sendiri. Nabi-nabi terdahulu memiliki umur yang panjang-panjang seperti nabi Nuh as yang berdakwah 950 tahun. Mulailah orang-orang banyak yang datang ke Madinah untuk belajar agama. dengan masa dakwah 23 tahun. Pertama Rasulullah SAW buat usaha di Madinah dengan mendirikan masjid Nabawi sebagai pusat usaha agama sehingga hidup usaha agama dan suasana agama. namun nabi Muhammad SAW dihantar untuk seluruh kaum. mengapa dibuat seperti itu? Sebetulnya dalam usaha dakwah ini tidak hanya khuruj(intiqoli) saja. Jadi usaha dakwah ini ada dua yaitu maqomi dan intiqoli atau lebih dikenal dengan muhajjirin dan anshor. Maka Rasulullah SAW perintahkan sahabat untuk bergerak sebarkan agama. memahamkan keagungan dan kehebatan Allah kemudian kenalkan perintah Allah. Allah SW telah berikan tanggung jawab dalam waktu yang singkat selama 23 tahun pada nabi Muhammad SAW untuk usaha sampai hari akhir. melalui nabi Muhammad SAW Allah telah sempurnakan agama islam. Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil alamin dan penutup pintu kenabian. Maka Rasulullah SAW telah mempersiapkan orang-orang untuk melanjukan kerja kenabian. Laki-laki dan wanita. Nabi SAW telah tinggalkan dua golongan yang akan menjadi contoh bagi seluruh alam. tua dan muda memiliki iman yang kuat. Sedangkan nabi Muhammad SAW hanya memiliki umur 63 tahun.Kemudian tentang metode khuruj sendiri.

sehingga para sahabat meluangkan waktu untuk usaha agama. ada yang satu keluarga dibawa sahabat bahkan ada satu kafilah yang dibawa oleh sahabat hal ini sesuai dengan kemampuan para sahabat. Nabi juga sampaikan kepada yang akan pulang supaya mereka pulang juga buat usaha yang sama kepada keluarga dan kaum mereka seperti di Madinah. Itulah kemenangan yang besar. Kembali kepada metode maqomi dan intiqoli. Orang-orang yang datang ke Madinah untuk belajar agama dibagikan kepada para sahabat. metode ini merupakan tahapan supaya umat menjadi seperti kaum muhajjirin dan anshor. di kantor. Di rumah. Ketika ulama bertanya kepada maulana ilyas. ta’lim wa ta’lum. di . Kemudian yang datang untuk belajar agama diberi waku beberapa hari untuk belajar agama dengan dilayani oleh para sahabat semua keperluannya. Ada yang setengah waktu untuk masjid dan setengah waktu untuk mencari nafkah. Di masjid Nabawi pun banyak dibuat majelis-majelis agama seperti majelis Qur’an. ada satu orang dibawa sahabat. tidak hanya ceramah saja. dzikir ibadah dan khidmat. Sehingga di masjid nabawi banyak sekali dibuat majelis-majelis agama. Yang datang ke rumah sahabat diajari oleh sahabat tentang agama. Sehingga mereka paham tentang agama.SAW kumpulkan orang-orang Madinah untuk buat persiapan melayani orang-orang yang datang untuk belajar agama. majelis thoharoh dll. maka jawab maulana Ilyas saya ingin umat seperti para sahabat ketika sahabat ditinggal wafat oleh Rasulullah SAW. tentang sunnah-sunnah Rasulullah SAW seperti adab-adab dalam kehidupan sehari-hari misal cara makan. Mereka kekal di dalamnya. Begitulah dengan adanya Muhajjirin dan Anshor agama tersebar ke seluruh alam. kamu suruh umat bepergian seperti itu. majelis muamalah. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. setelah itu sebelum pulang nabi perintahkan unuk beri hadiah agar mereka pulang dengan gembira. tapi langsung praktek amal agama.” Kerja inti dalam usaha dakwah ini merupakan amalan masjid nabawi di jaman Rasulullah SAW yaitu dakwah ilallah. apa yang kamu inginkan. setidaknya belajar mengikuti kehidupan kaum muhajjirin dan anshor sebagaimana dalam Al Quran disebutkan “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

dzikir. Menurut ulama tanggung jawab setiap muslim yang mempunyai kalimat laailaahaillallaah muhammadurrasulullah adalah sebagai berikut : 1. memiliki tauhid yang sempurna kepada Allah. bacaan al qur’an. . Jadi dimanapun dalam kondisi apapun setidaknya hidup empat amalan tersebut.kampus dan di jalanan pun supaya dihidupkan empat amalan tersebut. sholat sunnah. "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" ( At Tahrim (66) ayat 6) 2. tanggung jawab seluruh manusia. tanggung jawab keluarga "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" ( At Tahrim (66) ayat 6) 3. tanggung jawab kaum kerabat dan sahabat dekat "dan peringatilah keluarga dan kaum kerabatmu" (asyu'ara ayat 214) 4. Dakwah ilallah mengajak manusia taat kepada Allah. Khidmat merupakan pelayanan kepada umat yaitu menunaikan hak orang lain tanpa menuntut hak kita ditunaikan.tanggung jawab sesama muslim di daerah lain "dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk)'ibu negeri'(mekkah) dan (orangorang) yang ada diluar lingkungannya" (al an'aam ayat 92) 5. do’a-do’ masnunah dl. tanggung jawab diri sendiri. beriman kepada Allah. Ta’lim wa Ta’lum yaitu memasukkan nur Kalamullah dan Nur sabda Rasulullah SAW kedalam hati sehingga umat mengetahui perintah Allah dan Sunnah Rasulullah SAW serta memiliki semangat atau gairah dalam mengamalkan agama. Dzikir ibadah merupakan hubungan dengan Allah baik itu melalui sholat wajib. Jadi dimanapun dalam kondisi apapun setidaknya hidup empat amalan tersebut.

" (Faathir ayat 32) maka bagaimana mengamalkan ayat-ayat tersebut ? maka dibuatlah ketentuan sebagaimana hadits yaitu sahabat ra membatasi waktu Narrated Abu Wail: Abdullah used to give a religious talk to the people on every Thursday."kalian sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. dan dalam prakteknya memang kelemahan kami belum bisa sampai 2. bahwa dengan iman akan selamat di dunia dan akhirat. bukhori) Sehingga untuk diri sendiri dan keluarga salah satu usahanya yaitu kita buat ta'lim dirumah dan silahturahmi ke ulama ataupun ikut pengajian para ulama. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Once a man said. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. untuk diri sendiri beserta keluarga. insya Allah dengan ta'lim dirumah dan datang ke ulama akan menyelesaikan tanggung jawab diri sendiri dan keluarga. unuk mencari nafkah dan untuk umat.5 jam setiap hari untuk silahturahmi ke kaum kerabat dan tetangga dekat. and no doubt I take care of you in preaching by selecting a suitable time just as the Prophet used to do with us. "The only thing which prevents me from doing so. is that I hate to bore you." (hr. menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah" (ali imron ayat 110) Sekarang siapa yang memegang amanah ini dan harus menyampaikan : "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hambahamba Kami. for fear of making us bored. maka alim ulama memberikan waktu menghidupkan talim di masjid agar orang-orang yang datang ke masjid memperoleh bekal akhirat dan minimal 2." He replied. pahamkan . "O Aba 'Abdur-Rahman! (By Allah) I wish if you could preach us daily. 24jam/3=8jam). Lalu bagaimana dengan kaum kerabat dan tetangga dekat.5 jam padahal sekarang sudah diarahkan kepada 8 jam setiap hari (membagi waktu menjadi 3 bagian. Ketika silahurahmi hal yang dibicarakan setidaknya mengandung perkara-perkara seperti berikut ini sampaikan pentingnya iman.

. Kemudian yang terakhir yaitu seluruh manusia ini tentunya sangat berat karena jumlah manusia lebih dari 5 milliar. Dan untuk mewujudkan perkara tadi maka perlu adanya talim fadhilah amal di rumah dan di masjid. Jadi usaha da'wah ini bukan hanya 3 hari. Kemudian bagaimana dengan kampung sekitar atau kota sekitar maka untuk waktunya kami sediakan minimal 3 hari setiap bulan. dan insya Allah sekarang dihimbau untuk berusaha menuju 10 hari setiap bulan. (saya harap yang membaca ini mau mencari sendiri bukunya ya. mantan preman. tapi Allah terima usaha yang dilakukan Rasulullah SAW sehingga usaha ini masih akan berlanjut sampai hari terakhir yang Allah kehendaki. Kemudian pahamkan bahwa laki-laki dan wanita wajib mendirikan sholat. mantan narkoba. sehingga silahturahmi dengan kampung sekitar tetap terjaga. mantan koruptor dan sebagainya. kalau tidak mampu hendaklah ia benci dalam hati dan inilah selemah-lemah iman". maka dengan kelemahan kami alim ulama telah ajak keluar dalam waktu yang agak lama yaitu 40 hari atau 4 bulan bahkan untuk alim ulama dianjurkan setahun baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. memang dalam usaha da'wah ini ada sebagian yang masih menganiaya (mendzolimi) diri sendiri seperti dijelaskan dalam ayat di atas yaitu masih ada kemaksiatan dalam diri sendiri. Pahamkan pentingnya membaca Alqur’an di rumah dan di masjid karena alqur’an hudallinnas. 40 hari atau 4 bulan saja. sebagaimana Rasulullah SAW diutus untuk seluruh umat sampai hari terakhir yang Allah kehendaki namun umur beliau hanya 63 tahun. akhirata sehingga iman meningka dan mudah mengamalkan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW. kebesaran Allah. serta mendatangi ulama untuk menanyakan perkara-perkara agama. beritahu fadhilahfadhilah sholat. tekankan pentingnya sholat. Sedangkan batasan untuk berilmu kemudian buat da'wah coba lihat di syarah muslim oleh imam nawawi di hadits tentang "barang siapa melihat kemungkaran dihadapannya hendaknya ia ubah dengan tangannya kalau tidak mampu dengan lidahnya.pentingnya usaha atas iman dengan cara bicarakan tentang iman. dengan sholat yang betul masalah akan selesai. serta pentingnya dzikir dan do’a-do’a masnunah. memang seumur hidup belum tentu bisa mendatangi semua tapi insya Allah dengan niat untuk mendatangi seluruh manusia kemudian mengajak orang yang lain buat usaha yang sama maka Allah akan terima niat kita. berikan fadhilah alquran. sekaligus biar menambah ilmu). tapi setiap hari lihat keterangan mulai dari atas. kurang ilmulah.

Hukum Beramal Dengan Hadith Dhoief Ada juga yang membidahkan amal ibadat yang berdalilkan Hadis dha’if… Pendapat yang macam begini adalah keliru kalau tidak akan dikatakan salah besar. pentingnya memuliakan saudara muslim. Kekurangan beberapa dari kami adalah kami masih belum sanggup menghadiri di majelis ilmu yang mana disitu telah mensesatkan kami. Sekarang mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sembilan tersebut : Jawaban 1. Untuk pertanyaan ini saya kurang bisa menjelaskan maka hal ini langsung saja saya ambil dari sebuah tulisan yang saya dapat dari internet. ta dalam mengamalkan agama yang sempurna ini. ikhwanul muslimin dll atau mendatangi ulama yang ada di sekitar mereka. pentingnya ilmu dan amal agama. pentingnya ikhlas. menganggap orang-orang yang ikut usaha dakwah ini bodoh tidak berilmu. sebagaimana nabi musa yang mengatakan dirinya paling berilmu kemudian Allah perintahkan untuk keluar dari kampung halamannya untuk jumpa orang sholih yang lain. Begitulah sekilas dalam usaha dakwah yang pastinya tidak dapat menjelaskan secara keseluruhan usaha dakwah bahkan ulama katakan usaha dakwah ini baru alif.Terus satu hal yang paling berbahaya jangan sampai merasa "saya sudah berilmu" baru mulai da'wah. dan alim ulama sepakat hal ini bisa terjadi pada siapapun termasuk ulama ahli ilmu sendiri. NU . karena yang sering dibicarakan adalah kebesaran Allah. janji Allah dan RasulNya. Jadi kalau orang datang dalam perkumpulan usaha dakwah ini memang sepertinya tidak ada pembahasan ilmu yang mendetail tentang fikih. pentingnya dakwah dan berkorban di jalan Allah. kisah-kisah para nabi dan sahabat dsb. akhirat. Dan juga dalam usaha ini dalam menuntut ilmu dianjurkan untuk menghadiri setiap pengajian yang ada di daerah mereka entah itu salafy. muhammadiyah. pentingnya iman. namun ada juga teman-teman yang mau duduk dan mendengarkan ilmu dari mereka. Dan memang kita harus menuntut ilmu karena ini kewajiban setiap muslim. ba’. bisa-bisa sifat iblis yang masuk yaitu sombong. .

Bukan Haditsnya yang kurang baik. Kalau orang yang bertiga tersebut. dengan arti baik perangainya. Pada hakikatnya Hadits yang semacam ini adalah dari Nabi juga. kemudian turun kepada Mansur. yaitu Mansur. yaitu Hadist yang dilompatkan ke atas tanpa melalui jalan yang wajar. Tentang memakai Hadits dha’if untuk dijadikan dalil. ialah hilang salah seorang daripada rawinya. Hadits ini dinamai Hadits Mursal. Hadits ini ialah dha’if juga. pernah buang air kecil berdiri. kerana asalnya dari Nabi juga. yaitu : 1. tetapi “sanadnya” kurang baik. Dan banyak lagi yang menyebabkan dan membikin sesuatu Hadits menjadi dha’if atau lemah. Hadits yang dikatakan dha’if atau lemah ini ialah Hadits yang derajatnya kurang sedikit dari Hadits Shahih atau Hadits Hasan. tetapi dipakai untuk dalil bagi “ fadhailul a’mal”. tetapi hanya Hadits yang lemah sanadnya. saleh orangnya. tidak pelupa hafalannya. maka haditsnya itu dinamai hadits shahih. umpamanya pernah makan di jalanan. Dalam madzhab syafi’I Hadits dha’if tidak dipakai untuk dalil bagi penegak hukum. turun lagi kepada Zeid.Hadith yang dha’if bukanlah Hadits yang maudu’ ( hadits dibuat buat ). bukan Hadits bohong. pada hal ia tidak berjumpa dengan Nabi. terdapat perbedaan pendapat di antara Imam-imam mujtahid. pernah suka lupa akan hafalannya. Ibnu Majah atau Abu daud membukukan Hadits itu dalam kitabnya. Umpamanya seorang Thabi’in yang tidak berjumpa dengan Nabi mengatakan : Berkata Rasulullah. turun lagi kepada Khalid dan akhirnya turun kepada Ibnu Majah atau Abu Daud. maka haditsnya dinamai Hadits dha’if (lemah). Zeid dan Khalid terdiri dari orang baik-baik. Tetapi kalau ketiganya atau salah seorang dari padanya terkenal dengan akhlaknya yang kurang baik. Ada lagi yang menyebabkan Hadits itu menjadi dha’if. Hal ini dapat dicontohkan umpamanya kepada sebuah Hadits dari Nabi. Fadhailul A’mal maksudnya ialah amal ibadat yang . dan bukan Hadits yang tidak benar.

doa. Para ulama terhadap satu perkara belum tentu mempunyai pandangan yang sama. dan hal ini sesuai dengan analisa dan sintesa (baca: ijtihad) yang dibangunnya oleh Ulama yang bersangkutan. tasbih. Sehingga akhirnya dibuat satu kesimpulan bahwa usaha da’wah dan tabligh (baca: orang menyebutnya jama’ah tabligh) mengajarkan kesesatan. Imam Malik.sunat-sunat. disamping terdapat yang disepakati para Ulama sendiri. tetapi juga bagi penegak hukum. Sebagian kaum muslimin selalu menyampaikan pandangan bahwa kitab fadhilah amal. Hadits dha’if bukan saja dipakai dalam Fadhailul A’mal. dengan syarat dha’ifnya itu tidak keterlaluan. Sama halnya dengan TINGKATAN hadist Rasulullah SAW belum tentu sama seluruh ulama terhadap tingkatan tersebut.H. wirid dan lainlain. Nah. tetapi hanya lemah saja sifatnya. seperti dzikir. SIRADJUDDIN ABBAS. Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad memakai Hadits yang dha’if kerana Mursal. Di bawah ini selalu dikomentari kalangan Sebagian kaum muslimin . 3. Dipetik dari buku 40 Masalah Agama Jilid ke 3 oleh K. Kerana itu tidaklah tepat kalau amal-amal ibadat yang berdasarkan kepada Hadits dha’if dikatakan bid’ah. Maulana Dzakaria Rah. mungkar. baik untuk Fadhailul A’mal mahupun bagi penegak hukum. mengajarkan hadits-hadist dhoif. di sini nampak bahwa Imam-imam Mujtahid memakai Hadits-hadits dha’if untuk dalil kerana Hadits itu bukanlah Hadits yang dibuat-buat. maudhu. Tetapi dikecualikan mursalnya seorang Thabi’in bernama Said Ibnul Musayyab. 2. Dalam madzhab Hambali lebih longgar. apalagi kalau dikatakan bid’ah dhalalah. yang tidak bersangkut dengan orang lain. Satu pandangan dan kesimpulan yang terlalu gegabah dan tergesa-gesa.Hadits Mursal tidak dipakai juga bagi penegak hukum dalam madzhab Syafi’e kerana Hadits Mursal juga Hadits dha’if.

Aku berkata: Dan dikuatkan yang lainnya berupa hadits yang masyhur: “Kalau bukan karena engkau. dan ternyata di situ tertulis: Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah.” Memang cukup disayangkan terjemahan fadhilah amal itu TIDAK MENTERJEMAHKAN bagian penjelasan-penjelasan yang berkaitan periwayatan hadist Rasulullah SAW. ia pun mengangkat kepalanya ke atas langit kemudian berdoa: “Aku meminta kepada-Mu berkat wasilah Muhammad.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Siapakah Muhammad (yang engkau maksud)?” Maka Adam menjawab: “Maha berkah nama-Mu ketika engkau menciptakan aku. Hadits di atas tersebut terdapat dalam pasal 3 kitab fadhilah dzikir no hadist 28. serta perhatikan juga bagaimana pandangan ulama terhadap tingkatan hadist tersebut dengan baik. Abu Nu’aim. dan merupakan bagian dari 40 hadist yang digunakan oleh Maulana Dzakaria Rah untuk menjelaskan perihal kepentingan dan keutamaan kalimat Thoyyibah. Kita pertama kali harus MEMPELAJARI DENGAN BAIK seluruh 40 hadist itu apa yang mau disampaikan oleh penulisnya dengan baik. sesungguhnya dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu.” Hadits ini diterjemahkan begitu saja tanpa menerjemahkan takhrij hadits yang disebutkan Al-Kandahlawi. ampunilah dosaku.Disebutkan dalam kitab Fadha`il Al-A’mal. kalaulah bukan karena dia. dan dalam Majma’ AzZawa`id (disebutkan): Diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Ash-Shaghir. niscaya Aku tidak akan menciptakanmu. Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Durr. . Dia berkata setelah itu: “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir. Al-Hakim. dan dalam (sanad)nya ada yang tidak aku kenal.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Wahai Adam. bab Fadhilah Adz-Dzikr2 hadits dari ‘Umar bin Al-Khaththab berkata: Rasulullah n bersabda: Ketika Adam telah berbuat dosa. sehingga kaum muslimin tidak serampangan menilai terhadap usaha da’wah dan tabligh. aku tidak menciptakan jagad raya ini”. Al-Qari berkata dalam AlMaudhu’at: “Hadits ini palsu. apalagi sampai menyebutkan bahwa usaha da’wah dan tabligh mengajarkan pada kesesatan. Disamping itu juga kita perlu memperhatikan penjelasan-penjelasan (baca: syarah hadist) dari 40 hadits yang bersangkutan dengan baik. Dengan 3 hal perhatian kita tersebut. AlBaihaqi yang keduanya dalam kitab Ad-Dala`il. MESKIPUN dalam kitab itu sangat jelas dan tertulis dengan baik. Maka akupun mengetahui bahwa tidak seorang pun yang lebih agung kedudukannya di sisi-Mu dari orang yang telah engkau jadikan namanya bersama dengan nama-Mu. diharapkan kita tidak membuat kesimpulan ataupun penilaian yang serampangan terhadap usaha da’wah dan tabligh. akupun mengangkat kepalaku melihat Arsy-Mu. Mudah-mudahan di waktu akan datang akan diterjemahkan dengan baik.

TETAPI terdapat penjelasan ulama lainnya yang menjelaskan bahwa hal itu tidak maudhu oleh Imam Suyuthi Rah dan secara makna shohih oleh Al-Qari Rah dalam penjelasan hadist itu sendiri tertulis dengan baik. jika hanya diambil kesimpulan sederhana bahwa usaha da’wah dan tabligh mengajarkan kesesatan. maka Imam Suyuthi Rah juga mengajarkan kesesatan. Sehingga kesimpulan yang mengatakan bahwa fadhilah amal mengajarkan pada kesesatan. menjelaskan perihal hadist itu dalam kitab itu bahwa hadist yang serupa ini cukup banyak riwayatnya. Pelajari seluruh periwayatan dari 40 hadist tersebut yang dijelaskan dalam kitab itu Hadits yang diatas itu memang dikeluarkan seperti yang dijelaskan di atas. dan masih banyak lagi Ulama lainnya yang membolehkan perihal hadist dhoif dalam perkara keutamaan amal. . Seperti Imam Nawawi Rah menjelaskan perihal hadist dhoif dapat diamalkan dalam urusan keutamaan amal. Pelajari seluruh penjelasan-penjelasan (baca: syarh hadist) terhadap 40 hadist Rasulullah SAW berkaitan dengan kalimat Thoyyibah 3. Dan Maulana Dzakaria Rah mengambil pandangan ini secara baik. Karena akhirnya mereka sendiri harus mengambil kesimpulan bahwa para Imam lainnya juga mengajarkan kesesatan. Maulana Dzakaria Rah. maka jelas hal ini terlalu serampangan dan tergesa-gesa.3 hal yang harus diperhatikan dengan baik yaitu : 1. Imam Syutuhi Rah sendiri tidak mengatakan sebagai hadist maudhu dalam hal di atas. Pelajari seluruh 40 hadist Rasulullah SAW berkaitan dengan keutamaan kalimat Thoyyibah 2. sedangkan ulama-ulama yang disebutkan awal-awalnya tempat dikeluarkannya hadist ini. Begitupun juga dengan Imam-Imam lainnya yang diambil pandangannya. Penulis. Dalam 40 hadist yang dicantumkan itu banyak yang shohih juga. Dan perihal hadist dhoif ini banyak Ulama yang berbeda pandangan dalam menyikapinya. sehingga tentunya beliau mengambil satu kesimpulan sesuai dengan keahlian yang beliau miliki.

karena hal itu sama saja dengan berusaha memadamkan semangat da’wah Ilallah. Amerika. Oleh karena itu perhatikan 3 hal di atas itu dengan baik. dan berusaha membantu rombongan-rombongan da’wahnya dengan baik. Karena hal ini merupakan ketergesa-gesaan dalam menilai Ummat Islam. maka mereka-mereka ini akan terus dalam keadaan masyiat kepada Allah swt dan jauh dari Al-Islam. Jadi sangat beruntunglah . karena asbab dari da’wahda’wah yang dilakukannya telah banyak kaum muslimin yang tadinya jauh dengan amal-amal Islam dan sekarang mereka ini telah kembali ke pangkuan Islam dengan penuh semangat Iman dan Amal sholeh. bahkan tidak hanya di daerah mayoritas Islam seperti Indonesia. 28 itu. Jika ada di kalangan kaum muslimin tidak menggunakan hadist no. Malaysia. Oleh karena itu. Dan mereka juga aktif melibatkan diri dalam kerja-kerja da’wah. tidak ada masalah karena masih ada hadist lainnya yang menjelaskan dengan baik. Bisa dibayangkan jika tidak ada usaha da’wah dan tabligh. Meskipun banyak yang tadinya jauh dengan Al-Islam dan bahkan banyak maksyiat kepada Allah swt. Dan bahkan banyak kaum-kaum lainnya yang tadinya bukan muslim. dan Alhamdulillah setelah berkenalan usaha da’wah dan tabligh akhirnya mereka bisa kembali ke pangkuan Al-Islam. karena kitab ini juga mempunyai sumber-sumber kitab yang disusun para Ulama sebelumnya. sebaiknya kalangan salafi tidak tergesa-gesa dan serampangan menilai kalangan usaha da’wah dan tabligh.Sehingga kita tidak boleh serampangan menilai terhadap kitab fadhilah amal. mereka menjadi senang memilih Al-Islam dan menjadi muslim. banyak kaum muslimin yang kembali ke pangkuan Islam termasuk turuan arab sekalipun. tetapi bahkan di negara-negara Eropa. TETAPI yang perlu kita BERHATI-HATI adalah menilai kaum muslimin lainnya dengan mengatakan “mengajarkan kesesatan dan kemungkaran” dikarenakan berbeda pandangan dalam satu hal. Tetapi selanjutnya menjadi berpikiran aneh terhadap usaha da’wah dan tabligh setelah berkenalan dengan sebagian kalangan salafi dikarenakan doktrindoktrinnya yang selalu dibangun terhadap usaha da’wah dan tabligh. Dan seharusnya kaum muslimin bersyukur dengan adanya usaha da’wah dan tabligh. Sehingga lupa terhadap jasa dan asbab yang menjadikan mereka bisa kembali ke pangkuan Islam.

Maka orang ini bermusyawarah dengan masyaikh dan yang lainnya. yang beri sakit ini Allah . Begitu seterusnya sampai hari H-nya untuk berangkat keluar 4 bulan masih belum dapat cuti. 2. ringan ataupun berat tetap berangkat keluar di jalan Allah.orang-orang yang bisa menyelamatkan mereka-mereka dan mengajak mereka kembali ke pangkuan Islam. Kalau kita tolong agama Allah maka Allah akan tolong diri kita. Namun dia belajar sami’na wa atho’na terhadap keputusan musyawarah untuk tetap . tinggal beberapa lantai lagi minta cuti. Seperti kisah nyata berikut ini di jaman sekarang. besoknya lagi dia datang kepada kepala proyek untuk minta cuti lagi ditolak lagi bahkan kepala proyek bilang kamu ini gila . Ternyata hasil keputusan musyawarah adalah dia harus tetap berangkat apapun yang terjadi. Untuk masalah penentuan waktu seperti yang saya jelaskan diatas dan ada beberapa lampiran yang insya Allah saya sertakan. Allah tolong segala urusan mereka sebagaimana para sahabat yang telah berjuang. kalau tidak mereka-mereka ini masih dalam keadaan masyiat kepada Allah swt. misal kita istiqomah hendak keluar pada pekan ke-3 setiap bulan ternyata waktu itu ada masalah seperti anak sakit. Sehingga alim ulama sampaikan apapun yang terjadi susah maupun senang. Tentu saja hal ini terasa berat olehnya maka dia ajukan cuti kepada kepala proyek namun cutinya ditolak. “ ada satu orang di india . maka kita dilatih untuk yakin bahwa semua masalah ini dari Allah dan yang menyelesaikan ini juga Allah. yang sembuhkan juga Allah. istri sakit atau ternyata ada proyek baru. Dan Alhamdulillah banyak sekali laporan kisah-kisah mereka yang istiqomah apapun yang terjadi tetap keluar di jalan Allah. maka berkumpulah semuanya dan bermusyawarah. rejeki dari Allah bukan dari perdagangan atau proyek. Ulama anjurkan dalam pelaksanaan agar bisa istiqomah waktunya sehingga tidak dimajukan dan tidak diundurkan serta sempurna waktunya misal 3 hari maka minimal 72 jam. dia merupakan bekerja sebagai arsitek desain bangunan. Setelah bekerja ternyata dia ada janji keluar di jalan Allah selama 4 bulan dalam waktu dua minggu lagi sementara proyek masih belum selesai kurang beberapa lantai lagi. waktu itu dia ditunjuk oleh ketua proyek untuk menjadi kepala bagian desain arsitektur bangunan. Hal ini semata-mata agar kita yakin kepada Allah. perdagangan banyak pesanan dsb.

kontraktor dan pemerintah sehingga proyek ini ditunda sampai waktu yang belum ditentukan dan sekarang ini permasalahan itu sudah selesai sehingga proyek bisa berjalan lagi. suruh ganti rugi. afrika. maka isrinya katakan kita jual rumah saja biarlah kita tinggal di tenda saja.berangkat. namun dia belum juga memiliki uang untuk berangkat. Sang suami berangkat 4 bulan dan sang istri dan anaknya tinggal di tenda di tanah lapang. seorang pekerja tambal ban sepeda saja bisa keluar 4 bulan berkali-kali bahkan bisa naik haji juga asbab dia istiqomah tentukan waktu untuk keluar di jalan Allah. dipenjara atau yang lainnya. Istrinya ini seorang istri yang sholihah dan paham tentang pengorbanan untuk agama. yaitu ada orang di Pakistan yang sudah datang waktunya untuk keluar di jalan Allah ke negeri jauh(misal eropa. Maka setelah selesai 4 bulan ia pulang ke rumah. Ia tetap berangkat dengan hanya mengharap ridho Allah saja. kepala proyek juga tidak ada kirim surat pemecatan dsb. Akhirnya usulan itu disetujui oleh suaminya dan mereka jual rumah mereka. ‘sebelum cerita dia sendiri bilang saya masih belum bisa berkorban seperti ini. ternyata apa yang terjadi sebaliknya kepala proyek itu tidak memarahi atau memecatnya tapi tersenyum dan bilang Alhamdulillah mulai sekarang kamu bisa bekerja lagi. Maka kepala proyeknya jelaskan bahwa ketika kamu berangkat 4 bulan itu terjadi masalah antara pengembang. maka dia merasa bahwa pasti saya ini akan dimarahi atau dipecat dsb.” Banyak sekali kejadian yang Allah tunjukkan dalam usaha dakwah ini. tidak ada polisi yang mencarinya. Ternyata saudara istri orang ini mendengar kisah mereka dan . Maka orang ini bermusyawarah dengan istrinya apa yang harus dilakukan. Maka dia kebingungan dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada kepala proyeknya. ia sudah pasrah atas apa yang terjadi nanti di rumahnya. Sesampainya di kantor ia jumpa kepala proyek. Australia). dilaporkan polisi. Setelah pulang ke rumah ternyata tidak ada yang aneh. Allah tunda proyeknya selama 4 bulan juga sehingga setelah selesai keluar di jalan Allah dia tetap bisa bekerja di proyeknya. Dia siap menerima resiko apapun entah itu dipecat. Bahkan ada cerita dari jamaah Pakistan . Sampai beberapa hari datanglah utusan dari kantornya kalau dia dipanggil oleh kepala proyeknya. Subhanallah. amerika. Uangnya sebagian untuk keperluan istri dan anak yang ditinggal dan sebagian digunakan suami untuk keluar 4 bulan.

Untuk pertanyaan ini saya sendiri selama ini tidak pernah mendengar perkataan seperti itu. saya jadi bingung dengan pertanyaan itu sebetulnya maksudnya apa. Sesampai saudaranya datang . Selama ini saya selalu dakwahkan pentingnya memiliki iman(tauhid) yang sempurna kepada Allah dan pentingnya mengamalkan sunnahsunnah Rasulullah SAW. mau gak saya bantu jual burung itu. “tadi pagi saya hendak beri makan anakanak ayam saya. Suatu ketika saudaranya datang dan masuk ke dalam tendanya. saudaranya menjumpai seekor burung yang diikat di kursi rumah tersebut.”dari mana kau dapatkan burung ini”. 3. dan oleh saudarinya uang itu digunakan untuk membeli rumah lagi. Hal itu dianggapnya sebagai musibah. Selesai 4 bulan suaminya pulang dan ia dapati ternyata istrinya telah memiliki rumah lagi dan ia pun pulang masuk ke dalam rumah lagi tidak tenda. karena di Mina Rasulullah . namun burung itu datang dan mencoba mengganggu anak ayam saya sehingga aku tangkap dan aku ikat dia dikursi itu. 5. yang saya dengar adalah ketika terjadi perbedaan fikih misal seperti qunut atau tidak qunut.kasihan kepada saudarinya. maka jangan dijadikan perpecahan atau perdebatan. Diberitahukan kepada Ibnu Mas’ud bahwa Usman bin Affan melakukan shalat dzuhur di Mina empat rakaat. Uang tersebut kemudian diberikan kepada saudarinya. dia coba menjenguk dengan membawa beberapa buah tangan. sang istri tidak mengeluh sama sekali kepada saudaranya dan tidak meminta bantuan kepada saudaranya.”. tepatnya tidak diwajibkan karena saya juga mendengar dari salah seorang ustad seandainya kamu tidak bisa keluar 3 hari kamu jangan merasa berdosa karena ini hanyalah metode tahapan supaya diri kita ini memiliki iman yang sempurna kepada Allah. dan 4.” Maka kata saudaranya . saya jawab bersamaan. Seperti juga dijaman kholifah usman bin affan ra. Kata saudarinya “ ya sudah jual saja. walaupun saudaranya merasa kasihan kepadanya.“ tahukah kamu itu burung elang langka yang banyak dicari oleh orang kaya untuk berburu.” Akhirnya saudara menjual burung itu dan harganya ternyata ratusan juta. Begitulah sedikit penjelasan dari saya. Maka Ibnu Mas’ud berkata: ‘Inna lillahi wainna ilaihi raji’un’. saudaranya tanya kepada saudarinya(istri orang yang sedang keluar 4 bulan). Jawab saudarinya.

uluhiyah dan asma wa sifat. seperti berdo’a. Suatu ketika Ibnu Mas’ud bermakmum di belakang Usman di Mina. dan orang yang melaporkan sebelum peristiwa itu merasa heran. 7.” Kata Ibnu Mas’ud: “Sebetulnya. Mengharap dan meminta hanyalah kepada Allah. Padahal tidak ada sedikitpun maksud seperti itu. . untuk pertanyaan ini memang saya sering mendengar permisalan tentang perahu nabi nuh as yaitu saat ini kemaksiatan melanda dimana-mana sebagai mana banjir yang melanda kaum nabi nuh as. Ternyata shalatnya Usman adalah empat rakaat pula. siapa yang naik dalam perahu (ikut ambil bagian dalam usaha dakwah) maka akan selamat dari gelombang kemaksiatan yang ada dimana-mana. dan 9. takut. Saya tidak tahu apakah permisalan ini ada yang salah. mungkin orang lain akan menganggap bahwa hanya cara kita yang benar dan selamat sementara yang lain kafir.” 6. sekarang kau salat pula empat rakaat. 8. Maka usaha dakwah Rasulullah seperti perahu nabi nuh as.hanya shalat dua rakaat. berharap. Saya jawab bersamaan juga. perpecahan itu buruk. Pengalaman saya sendiri setelah ikut dalam usaha ini teringat kalau dirumah saya pernah dipasang suatu rajah atau apalah di pintu-pintu rumah saya. bernadzar. Sesuai dengan keterangan di awal tadi maka kami justru menganjurkan untuk menuntut ilmu. tawakal. meminta. Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah. Sebetulnya Rasulullah dan para sahabat tidak pernah membagi tauhid berdasarkan 3 yaitu rububiyah. cinta. dalam usul-usul dakwah sendiri ada yang harus ditinggalkan yaitu tinggalkan mengharap kepada makhluk dan tinggalkan meminta kepada makhluk. Sedangkan asma wa sifat adalah Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. maka setelah saya pulang dirumah saya sendiri yang melepas dan membakarnya. dan ia berkata: “Kau pernah istirja’. Untuk pertanyaan uluhiyah dan asma wa sifat. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah. dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. menyembelih. Untuk uluhiyah sendiri Alhamdulillah dalam usaha ini sangat ditekankan sekali. pertama saya coba artikan apa itu uluhiyah.

Bahkan dalam usaha ini sering kita bermudzakaroh “ makhluk tidak dapat memberikan manfaat dan mudhorot hanya Allah yang dapat memberikan manfaat dan mudhorot. Untuk asma wa sifat sendiri Alhamdulillah sering kami bicarakan dan yakini dalam kehidupan sehari-hari. obat tidak dapat menyembuhkan hanya Allah yang dapat menyembuhkan. Allah untuk menyembuhkan tidak butuh kepada obat. obat dapat menyembuhkan butuh perintah Allah. api tidak dapat membakar hanya Allah yang dapat membakar. Allah untuk membakar tidak berhajat kepada api. mohon maaf apabila ada kekurangan. api dapat membakar berhajat kepada Allah. Allah untuk memberikan manfaat dan mudhorot tidak berhajat kepada makhluk. makhluk dapat memberikan manfaat dan mudhorot berhajat kepada Allah. selanjutnya akan saya lampirkan beberapa situs atau tulisan-tulisan tentang usaha dakwah ini. Begitulah jawaban yang bisa saya sampaikan dari kepahaman saya selama ini. Wallahu ‘alam Wassalammu’alaykum .