Anda di halaman 1dari 7

HTTP://prince-mienu.blogspot.com/2010/01/ambiguitas-dalam-berbahasa.

html Ambiguitas Dalam Berbahasa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang tidak pernah luput dari komunikasi. Komunikasi merupakan suatu cara bagi manusia untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Salah satunya dengan menggunakan media bahasa. Dengan menggunakan bahasa inilah manusia dapat berkomunikasi. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terpenting di kawasan republik kita, karena dengan adanya bahasa Indonesia, seluruh suku yang ada di Indonesia dapat disatukan sehingga dapat berkomunikasi dengan baik yaitu dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Ada pepatah yang menyatakan bahwa “bahasa menunjukkan bangsa”. Tutur bahasa seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budaya orang itu. Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan jumlah penduduk yang besar pula dan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Disitulah letak fungsi bahasa Indonesia yaitu menyatukan beragam bahasa sehingga menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Meskipun bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional dan sudah diresmikan secara nasional, tetapi masih ada penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku, yaitu masih ada kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa, baik itu dalam pengucapan maupun pada penulisan. Salah satu jenis kesalahan dalam berbahasa dan komonikasi suatu tulisan atau tuturan ialah karena adanya ambiguitas atau sering disebut ketaksaan. Karena banyaknya kesalahpahaman dalam memaknai suatu kata atau kalimat, kami mencoba menganalisis kesalahan tersebut dan mengangkatnya dalam sebuah makalah yang berjudul “Ambiguitas Dalam Berbahasa”. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut. 1.2.1 Definisi ambiguitas 1.2.2 Analisis kalimat ambigu berdasarkan data yang diperoleh 1.2.3 Faktor-faktor penyebab keambiguan dalam kalimat 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut. 1.3.1 Memahami definisi dari ambiguitas 1.3.2 Mampu menganalisis keambiguan yang terdapat pada sumber-sumber yang diperoleh 1.3.3 Mengetahui dan memahami faktor-faktor penyebab keambiguan melalui analisis data. 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat yang dapat diambil dari penulisan ini yaitu, melalui penulisan ini kita akan mendapat pengetahuan baru tentang kesalahan berbahasa khususnya keambiguan, sehingga nantinya kita dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

3 ambiguitas leksikal (Ullmann.1 Ambiguitas pada tingkat fonetik (bunyi) Ambiguitas pada tingkat ini terjadi karena membaurnya bunyi-bunyi bahasa yang diucapkan. frasa. ada tiga bentuk ambiguitas. b Kalimat ”Yang berdiri di depan kakak ibu”. Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. 1. ”Penidur”.2 ambiguitas gramatikal 1. Berikut adalah contoh ambiguitas gramatikal : a. atau orang yang sudah tua. atau kalimat (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990: hlm.berubah menjadi penidur. orang tua dalam bahasa Indonesia dapat bermakna orang tua kita yaitu ibu dan ayah. 1. Ketaksaan dapat diartikan atau ditafsirkan memiliki lebih dari satu makna akan sebuah konstruksi sintaksis. gabungan kata. Ambiguitas kata yang disebabkan karena morfologi akan hilang dengan sendirinya ketika diletakkan dalam konteks kalimat yang benar. . Misalnya kata tidur setelah mendapat awalan pe. itu bisa ditafsirkan menjadi kapan emas kawin (benda) akan diberikan kepada pengantin misalnya atau mungkin penafsirannya ke arah kapan seseorang yang dipanggil mas (kakak laki-laki) tersebut akan menikah. 2 ketidaktentuan. Untuk menghandiri ambiguitas ini. Tidak dapat dipungkiri keambiguan yang mengakibatkan terjadinya lebih dari satu makna ini dapat terjadi saat pembicaraan lisan ataupun dalam keadaan tertulis. Dari sudut pandang linguistik murni. Contoh. taksa. Misalnya : a Kata ”kapan emas kawinnya?” dapat ditafsirkan salah bila kita tidak memperhatikan konteksnya. Sedangkan untuk makna yang kedua dapat ditambahkan kata “yang” maka menjadi orang yang sudah tua. 2007:2002). kata. kalimat ataupun patagraf dan wacana. ketidakjelasan. Terkadang kita bisa saja salah menafsirkan makna suatu kata atau frasa karena saat percakapan frasa atau kata itu terlalu cepat diucapkan. kita harus menambahkan unsur penjelas seperti: orang tuaku atau orang tuanya untuk frase yang mengacu kepada ayah dan ibu.1 ambiguitas fonetik. diadaptasi Sumarsono. Ambiguitas pada frase. Ambiguitas yang disebabkan oleh peristiwa pembentukan kata secara gramatikal. yaitu : 1. 4 kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata. Ambiguitas sering juga disebut ketaksaan (Alwi.2 Ambiguitas pada tingkat gramatikal Ambiguitas gramatikal muncul ketika terjadinya proses pembentukan satuan kebahasaan baik dalam tataran morfologi. Berikut adalah penjelasan tentang ketiga jenis dari ambiguitas itu : 1.1 Definisi Ambiguitas Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva) . b. kata ini dapat berarti orang yang suka tidur dan dapat juga berarti obat yang menyebabkan orang tertidur. 2002:36).27).BAB II PEMBAHASAN 2. Saat pembicaraan lisan mungkin dapat diantisipasi dengan pengucapan yang agak perlahan. 3 kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra. sedangkan untuk yang tertulis apabila kurang sedikit saja tanda baca maka kita akan menafsirkan suatu kalimat atau kata menjadi berbeda dari makna yang diinginkan oleh penulis. 1 sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian. Kalimat ini jika pengucapannya tidak dibatasi oleh jeda akan dapat ditafsirkan yang berdiri di depan itu kakak dari ibu (paman/bibi) atau bisa juga ditafsirkan yang berdiri di depan kakak itu adalah ibu. Apabila pengucapannya terlalu cepat.

Jadi. Diambil dari Koran Bali Post Tanggal 19 Juni 2007 ”Petugas Pemeriksa KTP Diamankan” Analisis Makna 1 : Petugas yang bertugas memeriksa KTP yang diamankan Makna 2 : Petugas pemeriksa itu KTPnya diamankan (disita) b. a.m. namun masih menimbulkan tafsiran ganda tidak termasuk kalimat yang efektif. Analisis Makna 1 : Massa (pengunjuk rasa) selesai melakukan pelemparan pukul 13. Akan berbeda maknanya dengan kalimat “Polisi sedang berusaha menggali informasi dari saksi mata”.3 Ambiguitas pada tingkat leksikal Setiap kata dalam bahasa dapat memiliki makna lebih dari satu.dan sebagainya) d. 2. Diambil dari Koran Bali Post Sabtu Wage 27 Desember 2008 ”Massa baru usai melakukan pelemparan sekitar pukul 13. Akibatnya. Analisis Makna 1 : Seharian penuh pada hari rabu Makna 2 : Hari Rabu memiliki ukuran panjang (seperti cm.00 wita.2 Pemaparan Data dan Analisis Kesalahannya Kalimat yang memenuhi ketentuan tata bahasa. Analisis Makna 1 : Terdapat dua orang tersangka yang mengakui . orang sering kali keliru menafsirkan makna suatu kata. Seperti kata menggali yang digunakan dalam bidang perkebunan akan berbeda maknanya jika digunakan dalam bidang hukum atau keadilan. saat rumah itu diblokir pasukan Brimob”. Contoh dalam kalimat: “petani sedang menggali tanah dibelakang rumahnya”.00 WITA Makna 2 : Massa (pengunjuk rasa) yang datang setelah massa yang sebelumnya (baru) c. Berikut adalah contohnya yang kami ambil dari sumber-sumber tertulis. Analisis Makna 1 : zaman saat ini Makna 2 : zaman kali yuga ini (zaman kehancuran dalam kepercayaan Hindu atau singkatnya hanya disebut zaman kali) e. Diambil dari Koran Bali Post Sabtu Wage 27 Desember 2008 ”Kedua tersangka mengakui bahwa sistem bergulir yang diterapkan itu salah dan ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat”. Diambil dari Koran Bali Post Sabtu Wage 27 Desember 2008 ”Pekerja di pusat penangkaran khawatir karena gajah liar tersebut menghalangi gajah betina meninggalkan pusat penangkaran itu untuk mencari rumput sepanjang Rabu”. makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung dari konteks kalimatnya sendiri. Diambil dari Koran Bali Post Sabtu Wage 27 Desember 2008 ”Kendati demikian manusia di zaman kali ini menjadi tidak pernah tersadarkan akan segala yang telah diberikan oleh alam”.1.

Makna 2 : Penyidik kasus Akbar itu benar-benar seorang pakar hukum. Makna 3 : Berdasarkan keterangan direktur perusahaan. kami dapat memprediksi ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keambiguan.3.fsrd. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor penyebab keambiguan.3. perusahaan industri tekstil itu tidak memenuhi syarat. Diambil dari “www.id” “Berdasarkan keterangan direktur perusahaan industri tekstil itu tidak memenuhi syarat” Analisis Makna 1 : Berdasarkan keterangan.ac. industri tekstil itu tidak memenuhi syarat. Diambil dari Koran Radar Bali Jawa Pos Rabu 22 Agustus 2007 ”Nyawa Kedua Flu Burung” Analisis Makna 1 : Flu Burung memiliki dua nyawa Makna 2 : Flu Burung telah merenggut nyawa orang yang kedua (telah ada korban kedua) i. Diambil dari Koran Nusa Bali Tanggal 26 November 2007 “Anak Dipukuli Konglomerat Balas Dendam” Analisis Makna 1 : Anak konglomerat yang dipukuli lalu orangtuanya balas dendam Makna 2 : Seorang anak (bukan dari keluarga konglomerat) dipukuli oleh Konglomerat dan kerabatnya balas dendam kepada konglomerat tersebut.fsrd. Diambil dari Koran Bali Post Minggu. h.itb. tekstil itu tidak memenuhi syarat. Makna 4 : Berdasarkan keterangan direktur perusahaan industri.ac.1 Segi Morfologi Morfologi dalam Bahasa Indonesia merupakan salah satu cabang dalam ilmu yang mempelajari . Makna 2 : Berdasarkan keterangan direktur.2 Segi sintaksis 2.3. 2. direktur perusahaan industri tekstil itu tidak memenuhi syarat.1 Segi morfologi 2.id” “Penyidik Akbar itu benar-benar seorang pakar hukum” Analisis Makna 1 : Penyidik yang bernama Akbar itu benar-benar seorang pakar hukum. 8 Maret 2009 “Tampil Jamu Madrid” Makna 1 : Kehadiran Jamu (racikan minuman tradisional) ala Madrid Makna 2 : Suatu klub tampil menjamu Madrid dalam sebuah pertandingan j.itb. 2.Makna 2 : Menyatakan pernyataan kedua yang disebutkan oleh penulis berita f. yaitu : 2.3 Faktor-faktor Penyebab Keambiguan Setelah kami menganalisis sumber-sumber berita tentang keambiguan.3. g.3 Segi struktural. Diambil dari situs “www.

paling.memiliki arti dapat. imbuhan.tentang perubahan bentuk kata yang dapat menimbulkan makna baru yang lebih luas. Tipe Leksikon (Faktor kata) • Kepolisemian Suatu bentuk kata yang mempunyai makna lebih dari satu sehingga mengacu pada kalimat ambigu . • Prefiks terPrefiks ter. Taman bunga itu kini telah berkembang. yang menyebabkan keambiguan adalah kedua makna yang dimiliki oleh prefiks pe-. b. mengerti). alat pengukur atau hasil pengukuran. sampai ke-. Pada kalimat dibawah ini misalnya : Pil itu tertelan oleh saya. toilet) • Kehomoniman Suatu bentuk kata yang sama lafal atau ejaannya tetapi memiliki makna yang berbeda. Kata pengukuran dapat berarti cara mengukur. (nama makanan dari sari kedelai. cara. bukan bentuk bebas serta memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata baru . dan melakukan.Aku sedang mencari ilham. Berkembang dalam kalimat ini bisa berarti telah menghasilkan kembang atau berubah keadaan menuju kearah lebih baik. • Prefiks pePrefiks pe. alat memukul. Pukulannya memang hebat. dapat terselesaikan) . Sedangkan kata pukulan dapat berarti cara memukul. alat. (nama orang. Dapat berarti akhirnya dapat ditelan atau mungkin juga berarti tak sengaja ditelan. mengucapkan. (racun yang dimikili oleh ular. keambiguan dapat terjadi karena berbagai arti tersebut. tak sengaja. Terdapat beberapa tipe-tipe keambiguan di bidang morfologi adalah: a Tipe Afiks Suatu bentuk yang di dalam suatu kata merupakan unsure langsung. Sebagai contoh: Pengukurannya sangat akurat. Oleh sebab itu. Kata penghitungan dapat berarti cara menghitung atau hasil penghitungan. apa yang di….Orang itu tidak ingin tahu. . dapat berarti orang yang melakukan pekerjaan dan juga alat yang digunakan melakukan pekerjaan. mempunyai. . Dimana pemukulnya? • Sufiks –an Sufiks –an bila digunakan dalam kalimat dapat berarti hasil.Saya permisi ke belakang. • Prefiks berPrefiks ber.Saya yakin itu pasti bisa. Seperti contoh dibawah ini. Kata yang homonim sangat berpotensi menyebabkan keambiguan dalam kalimat berbahasa Indonesia. Pemijat itu tidak bekerja dengan baik. dan hasil memukul. (lawan dari depan. Seperti beberapa contoh berikut. inspirasi) .mempunyai arti menghasilkan. Telitilah agar penghitungannya tepat.memiliki dua arti.

. penonton gigit jari (menggigit jarinya atau menyesal) B.Dodik sangat berwibawa dalam menjalankan tugas-tugasnya.Siapa pun yang hadir di sini boleh bersuara ( kata 'bersuara' dapat bermakna mengeluarkan suara atau 'menyampaikan aspirasi').Budhi berdagang buah-buahan (kata buah-buahan dapat ditafsirkan bermacam-macam buah atau buah tiruan).Orang-orang dibalik layar itu bekerja sangat keras demi kesuksesan produksinya (bekerja di balik layar (layar tancap) atau sutradara dan orang-orang dibalik layar(film)) .Keranjang itu akan dibawa ke ranjang. rabu. Tipe kata majemuk dan ungkapan.3.Real Madrid kalah. • Akronim dan kependekan Akronim dapat menimbulkan keambiguan jika penggunaan atau pengucapannya tidak tepat. 2.2 Sintaksis Sintaksis merupakan pengetahuan tentang susunan kata dan kalimat ( ilmu tata bahasa). tapi jika dituliskan akan terlihat perbedaannya. Struktur Frasa Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. misalnya: a. Tipe kata ulang Kata ulang juga memungkinkan terjadinya penafsiran ganda (ambigu). kata minggu bisa saja berarti senin.• Preposisi Misalnya preposisi ke.Kita akan mencoba bisnis kacang-kacangan (bisa bermacam-macam jenis kacang atau sesuatu yang menyerupai kacang) 2. Istri kopralnya yang ramah atau kopralnya yang ramah.Bawa kemeja itu dan letakkan disana Apabila kalimat kedua di ucapkan maka akan menimbulkan keambiguan.Joni tidak cukup pintar .Sepertinya orang itu sudah tidak muda lagi Keambiguan dapat di lihat dari kata yang bercetak miring. (keberatan dapat berarti tidak menyetujui atau ke daerah yang namanya Beratan) .Saya keberatan jika keputusannya seperti itu. Sedangkan tidak muda belum tentu berarti tua sekali. .Saat ini dia sedang gulung tikar (sedang menggulung tikar atau bangkrut) . . . • Antonim Penggunaan kata yang dinegatifkan akan mengakibatkan sebuah kalimat menjadi ambigu. dan sebagainya.3. . Kalimat bermakna ganda yang disebabkan struktur frasa.dalam kalimat berikut : . A. . a. . Istri kopral yang ramah itu mengenakan baju biru. Batasan itu dipakai untuk membedakan frasa dengan kalimat (klausa) karena kalimat merupakan gabungan kata yang bersifat predikatif. Kata dodik dapat diartikan sebagai nama orang atau bisa juga Komando Pendidikan. . selasa.3 Struktur Keambiguan dapat disebabkan struktur pada kalimat yang dibagi atas beberapa bagian antara lain struktur frasa dan struktur kalimat.

pembaca dapat memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan ambigu dan apa-apa saja faktor yang menyebabkan keambiguan. Sehingga nantinya dalam pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari.1. taksa.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. Ambiguitas pada tingkat gramatikal. yaitu dari segi morfologi. Tiga bentuk utama ambiguitas adalah ambiguitas pada tingkat fonetik (bunyi). 1 sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian. Ambiguitas pada tingkat leksikal.blogspot. kesalahan-kesalahan dalam berbahasa pada umumnya dan keambiguan kalimat pada khususnya dapat diminimalisasi atau mungkin dihilangkan.2 Keambiguan dalam kalimat dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan struktural. Walaupun semua kegandaan itu pada akhirnya akan menyebabkan kegandaan kalimat tetapi kegandaan karena struktur kalimat perlu dikhususkan karena kegandaan ini hanya dapat diketahui dalam keseluruhan kalimat. Daftar Pustaka http://www. b.prince-mienu. Struktur Kalimat Struktur kalimat merupakan salah satu penyebab penafsiran makna suatu kalimat menjadi ambigu. Contoh : “Pelantikan Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor” Pelantikan-Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor. 3 kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra.b. itu buku karangan grafindo atau itu buku tentang grafindo. Pelantikan untuk Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor BAB III PENUTUP 3.com Diposkan oleh prince di 20:11 .1 Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva) . 2 ketidaktentuan. 3. Itu buku Grafindo. atau kalimat (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990: hlm. Pelantikan Dekan-baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor. ketidakjelasan. Itu buku milik grafindo. sintaksis. 3. gabungan kata. 4 kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata. 3.27).2 Saran Diharapkan setelah membaca makalah ini.1.