Anda di halaman 1dari 2

Permasalahan Kesehatan Reproduksi & Seksual Remaja Bali

Lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling telepon lembaga KISARA PKBI Bali hasil pencatatan hingga Juli tahun 2005, berkaitan dengan aktivitas seksual remaja, dan terdapat kecenderungan mereka baru berkonsultasi setelah seksual aktif. Awal keterlibatan mereka dalam hubungan seksual pranikah sebagian disebutkan karena coba-coba dan tanpa direncanakan, karena terbawa suasana dan adanya dorongan seksual muncul karena ada pengaruh dari beberapa media pornografi yang pernah diakses.Dalam sebuah konseling tatap muka juga sempat terekam ada seorang remaja SMP kelas 2 yang sudah terpengaruh akan kebiasaan bermasturbasi yang terlalu berlebihan, awalnya kebiasaan ini pun karena coba-coba akibat ajakan dan pengaruh teman-teman sebayanya. Itu adalah baru sebagian dari permasalan remaja yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Belum lagi kasus-kasus kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja, aborsi remaja, pernikahan usia muda dan sejenisnya, yang nampaknya masih belum banyak diangkat secara mendalam, baru dibahas permukaannya saja, sehingga seolah-olah problem ini dianggap kasus yang semakin biasa terdengar dan tidak begitu penting untuk dikaji lebih jauh. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sementara menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/ BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun. Dalam pendampingan oleh KISARA PKBI Bali, usia 10 sampai dengan 24 tahun adalah sasaran utama program komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, seksual, termasuk hak reproduksi, HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. Arus informasi melalui media masa baik berupa majalah, surat kabar, tabloid maupun media elektronik seperti radio, televisi, dan komputer, mempercepat terjadinya perubahan. Meskipun arus informasi ini menunjang berbagai sektor pembangunan, namun arus informasi ini juga melemahkan sistem sosial ekonomi yang menunjang masyarakat Indonesia. Remaja merupakan salah satu kelompok penduduk yang mudah terpengaruh oleh arus informasi baik yang negatif maupun yang positif. Perbaikan status wanita, yang terjadi lebih cepat sebagai akibat dari transisi demografi dan program keluarga berencana telah mengakibatkan meningkatnya umur kawin pertama dan bertambah besarnya proporsi remaja yang belum kawin. Hal ini adalah akibat dari makin banyaknya remaja baik laki-laki maupun perempuan yang meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan makin banyaknya remaja yang berpartisipasi dalam pasar kerja. Panjangnya waktu dalam status lajang maupun kesempatan mempunyai penghasilan mempengaruhi remaja untuk berperilaku berisiko

minuman keras. juga tertular infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.antara lain menjalin hubungan seksual pranikahl. . narkoba yang dapat mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan dan risiko reproduksi lainnya.