Anda di halaman 1dari 6

LUKA DIABETIK

Definishi Beberapa istilah yang biasanya digunakan pada luka Diabetik adalah luka neuropatik,atau diabetik luka neuoropatik. Luka Diabetik adalah luka yang terjadi pada pasien dengan diabetik yang melibatkan gangguan pada saraf periferal dan autonomik.

Etiologi Diabetik Neuropatik ( Kerusakan Saraf) Komponen saraf yang terlibat adalah saraf sensori,autonomik dan sistem

pergerakan.Kerusakan pada saraf sensori akan menyebabakan klien kehilangan sensasi nyeri dapat sebagian atau keseluruhan pada kaki yang terlibat. Peripheral Vascular Diseases Pada Peripheral Vascular Diseases ini dapat terjadi karena Arteriosklerosis. Pada Arteriosklerosis adalah menurunnya elastisitas dinding areteri. Pada Arteriosklerosis adanya akumulasi “ Plaques” pada dinding arteri dapat berupa : kolesterol,lemak,sel-sel otot halus,monosit,pagosit dan kalsium.

Untuk kedua tipe ini dapat dibedakan sebagai berikut : Diabetik :  Multi Segmen  Dapat melibatkan pembuluh yang berdekatan menjadi tersumbat  Melibatkan pembuluh berkolateral  Melibatkan kedua ekstermitas bagian bawah (Bilateral)  Pembuluh yang terlibat adalah Arteri Tibia,Arteri Peronial,Pembuluh kecil dan arteriole  Ganggren : pada area kaki dan jari-jari

dan dapat menimbulkan infeksi dan mengkontribusi untuk terjadinga gangren. Hipertensi Patofisiologi Penyakit Veuropatik dan Vascular adalah faktor utama yang mengkontribusi terjadinya luka.kelenjar dan organ viseral. Dengan demikian kebutuhan akan nitrisi dan oksigen maupun pemberian antibiotik tidak mencungkupi atau tidak dapat mencapoai jaringan perifer.yang mengontrol fungsi otot-otot halus.iliak arteri. Diabetes c. Efek pada autonomi neuropati ini akan menimbulkan kulit menjadi kering.Bukan Diabetik :  Pada segmen tunggal  Tidak melibatkan pembuluh yang berdekatan menjadi tersumbat  Pembuluh berkolesterol secara normal  Tidak melibatkan kedua ekstermitas (Unilateral)  Pembuluh yang melibatkan adalah arteri aortik. . Efek sirkulasi inilah yang menyebabkan kerusakan pada saraf. Pada pasien dengan diabetik sering kali mengalami gangguan pada sirkulasi. Gangguan sirkulasi ini adalah yang berhubungan dengan “Peripheral Vaskular Diaseases”.femoral arteri  Ganggren : dapat meluas (extensive) Faktor yang mengkontribusi : a. Hyperlipidemia d.tekanan dan perubahan temperatur. Masalah luka yang terjadi pada pasien dengan diabetik terkait dengan adanya pengaruh pada saraf yang terdapat pada kaki dan biasanya dikenal sebagai neuropatik perifer. Dengan adanya gangguan pada saraf autonomi pengaruhnya adalah terjadi perubahan tonus otot yang menyebabkan abnormalnya aliran darah.atau untuk kebutuhan metabolisme pada lokasi tersebut.anhidrosis : yang memudahkan kulit menjadi rusak dan luka yang sukar sembuh. Perokok b. Dampak lain adalah karena adanya neuropati perifer yang mempengaruhi pada saraf sensori dan sistem motori yang menyebabkan hilangnya sensaasi rasa nyeri. Hal ini terkait dengan diabetik neuropati yang berdampak pada sistem saraf autotomi.

Manifestasi Klinik  Umumnya pada daerah plantar kaki  Kelainan bentuk pada kaki : Deformitas kaki  Berjalan yang kurang seimbang  Adanya fisura dan kering pada kulit  Pembentukan kalus pada area yang tertekan  Tekanan nadi pada area kaki kemungkinan normal  ABI (Ankle Brachial Indek) normal  Luka biasanya daaaalaam dan berlubang  Sekeliling kulit : dapat terjadi selulitis  Hilang atau berkurangnya sensasi nyeri  Xerorosis (keringnya kulit kronik)  Hiperkeratosis pada sekeliling luka dan anhidrosis  Eksudat yang tidak begitu banyak  Biasanya luka tampak merah .

Ini dapat dilihat dengan pemeriksaan X-ray c.gaas pada subkutaneus.pemberian obat dan ditutup dengan kasa steril.PERAWATAN LUKA DIABETIK PENGKAJIAN Untuk menentukan secara pasti bahwa klien mengalami luka diabetik.tahap luka.adanya fistula dan kedalaman sampai ke tulang  Penggunaan alas kaki DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.sebelum melakukan debridement area luka didisenfeksi terlebih dahulu dengan larutan betadin atau antiseptik lainnya yang sesuai. . Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka diabetik sekunder dari kerusakan pada saraf perifer 2. Bila luka terdapat kalus lakukan debridement pada sekeliling luka.dasar luka. Meningkatan integritas kulit dan mencegah infeksi a. Lakukan penelaian pada daerah luka : kedalamannya. Lakukan pemeriksaan Vascular d.Balutan dapat diberikan pada area luka yang terutama sifatnya menyerap. Kaji lokasi luka b.dapat menggunakan test dengan alat monofilamen  Status lika : ukuran.luka yang sukra sembuh. Resiko infeksi berhubungan dengan perlukaan.perlu dilakukan pengkajian yang meliputi :  Status diabetik  Status nutrisi  Status Vaskular pada Ekstremitas  Status Neorologi : rasa sensasi. Kurangnya pengetahuan berhubungan perawatan luka dan pengobatan INTERVENSI 1.dan gangguan pada autinomi neuropati 3.kemudian bersihkan dengan normal salin.jumlah dan tipe eksudat.adanya benda asing.osteomilitas.lokasi.sekeliling luka.

Dapat pula dikompres dengan madu pada area luka dan kasa steril g. Hindari bawaan yang terlalu berat untuk mencegah peningkatan tekanan ynag dapat memperberat terjadinya “charcot” h. Ajarkan pasien dalam melakukan perawatan pencegahan luka b. Gunakan cream kulit untuk menjaga kulit tetap lembab j. Menjaga kebersihan kulit pada kaki setiap hari e. Anjurkan klien untuk menghindari merokok c. Psien dapat memahami kondisi luka dan melakukan perawatan a. Hindari suasana yang dingin : gunakan kaos kaki dan pakaian yang hangat g.e. Gunakan alas kaki yang elastis l. Melakukan latihan secara periodik dan perlahan-lahan meningkat . Lakukan kultur bila perlu 2. Hindari memakai sandal atau sepatu yang keras m. Inspeksi kulit pada kaki setiap hari d. Hindari penyikatan pada daerah yang terdapat “charcot” atau hyperkeratosis i. Mengurangi tekanannnnnn pada area yang terdapat „charcot” atau deformasi pada kaki h. Pemberian antibiotik f. Gunakan selalu kaos kaki atau stikong saat mengenakan sepatu k. Hindari temperatur yang terlalu akstrim : saat mandi f.

Dan BB. American Red Cross Staff. Rehabilitation nursing.Postoperative wound infections. Surg Clin North Am 60:15-25 . Florida: CRC Press. ed.page 303-16. Boca Raton. Allen JR. (1981).1 Brachman PS. Handbook of hospital acquired infections. Louis: Mosby Yearbook. A conceptual schema for the study of the etiology of pressure sores. (1976).Daftar Pustaka Aber RC. (1980). Hooton TM. St. Standard first aid. Philadelphia: Lippincott Barbara Braden and Nancy Bergstron. Vol. Garner JS.12. Haley RW. (1992).(1986).No. In: Wensel RP. Nosocomial surgical infections: incidence and cost.Garner JS. Manual on control of infection in surgical infection in surgical patients. American college of Surgeon.