Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT karena atas berkat rahmatnya penulis masih diberikan kekuatan untuk menghela nafas hingga sekarang dan dapat menyelesaikan Makalah ini dengan penuh kegembiraan. Tidak lupa pula, shalawat serta rasa cinta penulis tujukan kepada nabi Muhammad SAW, yang telah berkorban memberikan ilmu untuk memahami arti hidup ini. Pada penyusunan Makalah ini, penulis mengambil judul ”Syahadatain”. Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari banyaknya kekurangan dan kemampuan untuk menuju kearah kesempurnaan.

Bandung, 03 September 2011

Penyusun

1

................4 Syarat Diterimanya syahadat..................................................................................................................................... Bab 3 Kesimpulan..................... 2.............. 2......... BAB 2 Pembahasan.............1 Kedudukan Syahadatain.................................................................................................2 Makna Syahadatain............................................DAFTAR ISI BAB 1 Pendahuluan................................................................................. 2........................... Terminologi............................. 2................................ 3 3 4 4 6 9 9 11 13 2 .......................................................................................................................................................................................................................3 Konsekuensi Syahadat..........................................5 Hal – hal yang membatalkan syahadat................................................................................................ 2..............

Syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang. Rasulullah SAW mengubah kondisi masyarakat Arab. Syahadat merubah kondisi masyarakat dari akarnya yang paling bawah. merekapun mengetahui dan memahami konsekwensi yang bakal mereka terima dari ucapannya. شهادت ا‬transliterasi: Syahadah) merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya. Syahadat membawa perubahan mendasar dalam jiwa setiap insan. yang akan menentukan perjalanan kehidupannya. yang mereka semua sebagian besar orang Arab. pola pikir. Bahkan diantara mereka ada yang mengatakan akan dapat mengatakan sepuluh kalimat. Ketika hati telah berubah. 3 . tidak sedikit kasus adanya penolakan dari mereka untuk mengucapkan kalimat tersebut. Para sahabat. Dan dengan syahadat ini pulalah. inti dan landasan seluruh ajaran Islam. orientasi duniawi akan berubah menjadi orientasi ukhrawi yang secara langsung atau tidak dapat merubah tujuan dan perjalanan hidup seseorang. yaitu dari sisi relung hatinya yang paling dalam. Namun tentulah untuk dapat mewujudkan perubahan seperti itu. Terminologi Syahadat (Bahasa Arab: ‫ . kejiwaan dan segala tindak tanduk akan berubah pula. asalkan bukan kalimat yang satu itu. Oleh karena itulah. dari kehidupan yang jahili menuju kehidupan yang Islami. Sehingga ketika mereka mengucapkannya. harus terlebih dahulu memahami hakekat yang terkandung dalam kalimat yang membawa perubahan itu.BAB 1 Pendahuluan 1. Syahadat merupakan ruh. sangat memahami makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. tingkah laku. Dengan syahadat. maka segala gerak gerik.

Kedudukan Syahadatain Dua syahadat. dan kalimatNya yang Dia berikan kepada Maryam. Keterangan yang menunjukkan tingginya nilai syahadatain: a. maka ini mengandung syahadat Laa ilaaha illa Alloh. sedangkan syahadat Muhammad Rosululloh meruipakan jalan dan prakteknya. Tirmidzi. Shohihul Jami’ no: 6318+ Beliau juga bersabda: (( .1. Syahadatain Merupakan Jalan Ke Surga Nabi Muhammad bersabda: (( )) “Barangsiapa bersyahadat (bersak-si) Laa ilaaha illa Alloh. dan bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya. RasulNya. serta ruh (ciptaan)Nya. dan bahwa neraka benar-benar ada. )) “Barangsiapa bersyahadat (bersak-si) Laa ilaaha illa Alloh. niscaya Alloh haramkan neraka atasnya. Laa ilaaha illa Alloh merupakan kalimat tauhid.” *Hadits Shohih Riwayat Ahmad. Shohih Al-Jami’ush Shoghir. Lihat: Ash-Shohihah no: 2344. dari ‘Ubadah. dan bahwa Isa adalah hambaNya. dia pasti akan masuk sorga”. Dan jika disebut syahadat Muhammad Rosululloh.BAB 2 Pembahasan 2. syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh. *Hadits Shohih Riwayat Al-Bazzar dari Ibnu ‘Umar. maka ini mengharuskan syahadat Muhammad Rosululloh. Jika disebut syahadat Laa ilaaha illa Alloh. Muslim. dan bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh. dan bahwa sorga benar-benar ada. Sehingga kedua syahadat ini tidak dapat dipisahkan. memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam agama Islam. 4 . no: 6319] Beliau juga bersabda )) (( ‫شه‬ ‫ش‬ “Barangsiapa bersyahadat (bersaksi) Laa ilaaha illa Alloh. tidak ada sekutu bagiNya.

dan puasa Romadhon. Syahadatain Merupakan Pintu Gerbang Menuju Islam Ketika Rosululloh mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman. *Dar’ut Ta’arudh. haji. Islam tidak ada. dan dia tidak menjadi orang Islam kecuali dengan itu”. Berbeda dengan robohnya lima tiang ini. dll] Imam Ibnu Rojab Al-Hambali (wafat tahun 795 H) berkata: “Maksud hadits ini adalah menggam-barkan Islam sebagai bangunan. maka jadikanlah yang pertama kali engkau serukan kepada mereka adalah syahadat Laa ilaaha illa Alloh”. no: 3435. baik orang kafir itu adalah seorang mu’aththil (orang yang tidak percaya adanya Alloh). tanpa keraguan. membayar zakat. *Kitab Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam. Jika ada di antara bagiannya tidak ada. juz: 1. Demikian juga. Maka Islam tidak akan berdiri tanpa lima ini. dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit] b. hlm: 7+ Setelah kita mengetahui keuta-maan dan kedudukan syahadatain yang sangat tinggi ini. hlm: 145. no: 8. menegakkan sholat. Hanya Alloh tempat mohon pertolongan. no: 16. Karena sesungguhnya Islam akan hilang dengan tiadanya lima tiang semuanya. tidak roboh dengan sebab berkurangnya bagian itu. tanpa syahadatain. dan masih tegak. 5 . Dengan syahadatain itulah orang kafir menjadi orang Islam. merupakan pelengkap bangunan. beliau bersabda kepadanya: (( )) “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab. juz: 8. atau Kitabi (orang Yahudi atau Nashrani). Syahadatain Merupakan Rukun Islam Yang Pertama Maka syahadatain merupakan kewajiban pertama dan terbesar atas hamba. no: 28. maka bangunan itu kurang. [Hadits Shohih Riwayat Bukhori. maka kita wajib mengerahkan segenap kemam-puan untuk memahami dengan sebenar-benarnya masalah syahadat ini. Islam hilang dengan ketiadaan syahadatain”.” *Hadits Shohih Riwayat Bukhari. Muslim no: (29)(30)] Oleh karena itulah.pasti Alloh akan memasukkannya ke dalam sorga sesuai dengan amalannya. atau musyrik (orang yang menyekutukan Alloh). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat th: 728 H) berkata: “Tiap-tiap orang kafir (wajib) diajak kepada syahadatain. Nabi r bersabda: (( )) Islam dibangun di atas lima (tiang): syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh. tiang-tiangnya adalah lima ini. Adapun bagian-bagian Islam lainnya (selain lima ini). Muslim. tahqiq: Syakh Syu’aib Al-Arnauth dan Syaikh Ibrohim Bajis] c. *Hadits Riwayat Bukhari no: 4347. Muslim.

Bagi seseorang yang mengucapkan kalimah syahadat ini ada 3 syarat yang diperlukan agar syahadatnya diterima oleh Allah SWT yaitu : mengetahui ma’nanya dengan benar. cinta. lindungan. Oleh karena itu nafi (menghilangkan) ilah-ilah yang ada harus disertai dengan itsbat (menetapkan) Allah sebagai ilah yang tunggal dalam kehidupan. Makna Syahadatain Syahadatain atau dua kalimah syahadat merupakan kalimat yang utama dan pertama yang harus diucapkan dan dipahami apabila seseorang masuk Islam dan bagi seluruh umat Islam pada umumnya. dan sembah. Syahadatain ini mengandung dua pengertian yang sangat mendasar yaitu bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad SAW adalah Rasulullah. Hal ini sesuai dengan firman Allah : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Dengan demikian ‘Laa Ilaaha Illallah’ berarti membuang seluruh ilah dan illahllah berarti menetapkan Allah sebagai satu-satunya Ilah yang sebenar-benarnya berhak di sembah. Muhammad(47) : 19) Juga di dalam surat Az Zukhruf ayat 86 Allah berfirman : "Kecuali mereka yang menyaksikan kebenaran dan mereka mengerti" (QS Az Zukhruf (43) : 86) Dua kalimah syahadat ini merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.2. Ini berarti bahwa apabila seseorang bersaksi tiada Ilah selain Allah maka ia juga harus mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah pembawa risalah yang harus diikuti. Al Baqarah(2) : 67) 6 . Allah berfirman di dalam Al Qur’an : "Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Ilah kecuali Allah" (QS. Ma’na Laa Ilaaha Illallah Secara umum kalimat ini terdiri atas dua bagian yaitu Laa Ilaaha (tiada Ilah) dan Illallah (selain Allah). Al Baqarah(2) : 165) "Aku berlindung kepada Allah bahwa aku termasuk golongan orang-orang yang jahil" (QS. a. Ar Ra’ad(13) : 28) "Adapun orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah" (QS. "Laa" yang terdapat pada kalimat "Laa Ilaaha Illallah" adalah merupakan muruf nafi (penghilangan) yang menghilangkan segala jenis. Ingatlah bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram"(QS. dan ikhlas yakni mengerti apa yang dia persaksikan dengan benar. Jadi kedua hal itu tidak dapat dipisahkan. Bentuk kalimat seperti ini disebut kalimat manfi (negatif) lawan dari kalimat mutsabat (positif).2. "Ilah" di dalam bahasa Arab memiliki akar kata alaha yang berarti antara lain : tenteram. Dalam bahasa Arab. dalam hal ini yang di nafi-kan adalah segala jenis Ilah. Illa adalah huruf istisna (pengecualian) yang mengecualikan Allah dengan segala jenis Ilah yang di nafi-kan. itsbat setelah nafi mempunyai maksud membatasi (Al Hasru). membenarkan dengan sungguh-sungguh di hati (tashdiq). Kata Illa telah meng"itsbat"kan kalimat yang negatif (manfi). dan taukid (menguatkan).

. b. Hal ini difirmankan oleh Allah di dalam surat Al Ahzab ayat 21 yaitu : 7 .. Laa Raziqa Illallah (Tiada Pemberi Rizqi kecuali Allah). Rasulullah merupakan contoh teladan yang utama bagi setiap muslim dan keteladanan ini bersifat total baik secara vertikal kepada Allah yang berupa ibadah-ibadah khusus maupun yang bersifat horisontal kepada sesama makhluk yang berupa ibadah-ibadah yang bersifat umum. Yang Melindungi (Al Wali). memuliakan. Sebagai suatu ilustrasi apabila seseorang mendengar panggilan untuk beribadah kepada Allah tetapi dia tidak segera menyambutnya hanya karena sesuatu hal yang bersifat duniawi maka baginya masih terdapat suatu ilah selain Allah dan ia belum mengamalkan syahadatain dengan sebenar-benarnya karena ia masih mendekati apa yang disebut dengan thaghut..Jika seseorang memperhambakan diri terhadap sesuatu maka ia akan mengikutinya. mematuhi dan tunduk kepadanya serta bersedia mengorbankan kemerdekaan yang dimiliki. Ma’na Muhammadurrasulullah Persaksian Laa Ilaaha Illallah diatas tidak akan terwujud secara benar dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengikuti petunjuk yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW maka persaksian terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai salah satu dari dua kalimah syahadat yang merupakan pintu gerbang untuk memasuki Dienul Islam. Laa Ma’buda Illallah (Tiada Sesembahan kecuali Allah). Laa Ghayata Illallah (Tiada Tujuan kecuali Allah)." (QS. Laa Hakima Illallah (Tiada Pembuat Hukum kecuali Allah). Yang Memberi rizqi (Ar Raziq) dan Dia pula yang Mengelola (Al Mudabbir). Allah SWT adalah satu-satunya Yang Memiliki dan Yang Menguasai langit dan bumi dan segala isinya. Di dalam Al Qur’an Allah berfirman : "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan) : Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu. Laa Mudabbira Illallah (Tiada Pengelola kecuali Allah). Allah Ta’ala adalah satu-satunya yang wajib di taati jadi Dialah yang menentukan segala hukum dan segala aturan (Al Hakim).. mengagungkan. Laa Waliyya Illallah (Tiada Pelindung kecuali Allah). Dari uraian diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Ilah adalah segala sesuatu yang mendominasi dan menguasai diri kita.Oleh karena itu Dialah yang menciptakan (Al Khaliq). An Nahl(16) : 36) Thaghut adalah merupakan syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah SWT. dan Dia lah yang menjadi tumpuan harapan dan kepada-Nya-lah ditujukan segala amalan (Al Ghayah) dan pada puncaknya Dialah yang Maha disembah satu-satunya (Al Ma’bud) Jadi dengan demikian maka kalimat Laa Ilaaha Illallah mengandung beberapa pengertian sebagai yaitu : Laa khaliqa Illallah (Tiada Pencipta kecuali Allah). Maka Laa Ilaaha Illallah juga dapat diartikan sebagai ‘Tiada segala sesuatu yang mendominasi diri kita selain daripada kekuasaan Allah semata’.

Mencintai anak. dan cinta kepada segala sesuatu yang bersifat duniawi tidaklah boleh melebihi cintanya kepada Allah. Di dalam surat Al Baqarah ayat 165 Allah berfirman : "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah : mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. anak-anak. perniagaan. Islam sebagai agamanya. dan Muhammad Nabi (Rasul) ku’ wajib baginya masuk surga" (HR. Di dalam Al Qur’an Allah berfirman : "Katakanlah : ‘Jika bapak-bapak. dan Jihad fi sabilillah. kaum keluargamu. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya. isteri.’Aku Ridla Allah Rabbku. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah" (QS. keluarga. Disamping itu setiap muslim harus ridha dengan segala aturan dan keputusan Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw : "Barangsiapa mengatakan. perniagaan yang kamu khawatiri karugiannya. Al Ahzab(33) : 21) c."Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (QS. saudara-saudara. yang antara lain dapat diukur dari sikap yang lahir darinya yaitu cinta (mahabbah) dan Ridho. dan Islam agamaku. untuk membawa manusia menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. ridha lahir bathin tanpa ada sedikitpun rasa tidak puas di dalam dirinya. Rasul. Allah mengutus Rasul pada setiap umat agar ditaati ajaran yang disampaikannya. kamudian kepada Rasulullah SAW dan jihad fi sabilillah di atas segalagalanya. isteri-isteri. Abu Dawud) Cinta dan ridho itu diwujudkan dengan tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya. 8 . Dampak persaksian Syahadatain Ma’na Syahadatain jika dipahami dengan benar maka akan mendatangkan dampak yang positif bagi setiap pribadi muslim. Seorang muslim harus memberikan cintanya yang tertinggi kepada Allah SWT kemudian kepada Rasulullah SAW dan berjihad di jalan Allah SWT. ketha’atan ini sebagai bukti rasa cinta yang mendalam sehingga mau melakukan apapun yang diperintahkan oleh yang dicintainya dan meninggalkan apapun yang dilarang olehnya. Setiap muslim hendaknya ridha Allah sebagai Rabb-Nya. suami. harta kekayaan yang kamu usahakan. dan lain-lain yang bersifat duniawi tidaklah dilarang tetapi diletakkan pada tataran cinta yang kedua. Al Baqarah(2) : 165). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq" (QS At Taubah(9) : 24) Jadi di dalam kehidupan seorang pribadi muslim cinta pertama dan yang paling utama mestilah kepada Allah SWT. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya’. dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang diikutinya.

Allah berfirman (QS. Mengikuti apa yang disampaikannya baik perkataan maupun perbuatan. Sembahansembahan selain Allah hanya akan menyesatkan dan sedikit pun tidak akan memberikan manfaat kepada kita: ”…Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka. setelah mengucapkan kalimat tersebut. An-Nisaa’: 80) ”Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Ucapan syahadat itu harus disertai dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw kini telah sampai kepada kita dalam bentuk Al Qur’an al-Kariim yang harus dilaksanakan secara utuh. melainkan hanya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air (untuk menciduk air).3. meneladaninya. kita perlu melihat sejauh mana batasanbatasan yang dapat menjadikan syahadat kita dapat diterima oleh Allah SWT. kita melihat para sahabat Rasulullah SAW yang langsung memiliki perubahan yang besar dalam diri mereka. Oleh karena itulah. Ketauhidan seseorang baru bisa dikatakan sah apabila disertai dengan ilmu. Syarat Diterimanya Syahadat Melihat makna syahadat di atas. niscaya Allah akan mencintaimu…” (QS.2. kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ternyata syahadat bukanlah merupakan hal sepele yang ringan diucapkan oleh lisan. Dan do’a (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka”. dengan pengetahuan yang menghilangkan rasa ketidaktahuan tentang syahadat yang akan diucapkannya itu. Namun syahadat memiliki konsekwensi yang demikian besarnya di hadapan Allah SWT. ikutilah aku. Yaitu (pengetahuan) tentang makna yang dikandung dalam syahadat. Diantaranya adalah: 1 ) Didasari dengan ilmu. 47 : 19) : 9 . Selain itu. Para ulama memberikan beberapa batasan. dalam jiwa kita harus ditumbuhkan suatu keyakinan yang kokoh untuk tidak menyekutukan Allah. Syarat kesaksian yang benar adalah dengan memahami maknanya secara benar serta mengenalkan segala ketentuanya. serta memperingatkan orang-orang yang menyalahi perintahnya. ”Barang siapa yang taat pada rasul maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah …” (QS. dan penuh rasa tanggungjawab. supaya air itu sampai ke mulutnya. Ar-Ra’du: 14) Sebagai konsekuensi dari kalimat yang kedua adalah wajib bagi kita untuk mengambil hukum yang datang dari Rasulullah. keikhlasan. Imam Qurthubi mengatakan bahwa tidak cukup menjadi muslim hanya dengan membaca syahadatain. seseorang menjadi muslim dan diberlakukan kepadanya semua hukum-hukum Islam. padahal ayat itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Ali Imran: 31) 2. kejujuran. Berkenaan dengan hal ini.4. (QS. Konsekuensi Syahadat Mengucapkan dua kalimat syahadat mengandung konsekuensi. Dalam sebuah tulisannya. keyakinan. baik secara lahiriyah maupun batiniyah. serta mengembalikan semua hukum-hukum kepadanya. agar syahadat seseorang dapat diterima.

laki-laki dan perempuan. Allah berfirman (QS. padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min. artinya apa yang diucapkannya oleh lisannya itu sesuai dengan apa yang terdapat dalam hatinya. akan dapat menghilangkan rasa kebencian kepada Allah dan al-Islam. pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Keiklasana seperti ini akan menghilangkan rasa syirik kepada sesuatu apapun juga. kemudian hatinya meyakini sesuatu yang lain atau bertentangan dengan syahadat itu. dan yang demikian itulah agama yang lurus. mereka itulah orangorang yang benar. tiada sekutu. Allah berfirman (QS. Allah SWT berfirman (QS.” 3 ) Didasari dengan keikhlasan Keyakinan mengenai keesaan Allah itupun harus dilandasi dengan keikhlasan dalam hatinya bahwa hanya Allah lah yang ia jadikan sebagai Rab. 49 : 15): “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat.” 2 ) Didasari dengan keyakinan Artinya seseorang ketika mengucapkan syahadat. 2 : 8 – 9): “Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian". 2 : 165): “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. tiada sesuatu apapun yang dapat menyamainya dalam hatinya.“Maka ketahuilah. Dan jika seandainya orangorang 10 . Karena jika lisannya mengucapkan syahadat. Karena dengan adanya rasa cinta ini.” 4 ) Didasari dengan kejujuran Persaksian itu juga harus dilandasi dengan kejujuran. namun rasa ‘tahu’ tersebut harus menjadi sebuah keyakinan dalam dirinya bahwa memang benar-benar hanya Allah Rab semesta alam. tidak hanya sekedar didasari rasa tahu bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman.” 5 ) Didasari dengan rasa cinta/ keridhaan Maknanya adalah bahwa seseorang harus memiliki rasa kecintaan kepada Allah SWTdalam bersyahadat. 98 : 5): “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Allah berfirman (QS. maka ini merupakan sifat munafik.

Allah berfirman (QS. ibadatku.” 11 . yang memiliki konsekwensi kekufuran kepada Allah: 1. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Berikut adalah beberapa hal yang dapat membatalkan syahadat kita. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. Bertawakal dan bergantung pada selain Allah. 5 : 57): “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Membuat hukum/ perundangan selain dari hukum Allah Allah berfirman (QS." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Bekerja/ beraktivitas dengan tujuan selain Allah. jika kamu benar-benar orang yang beriman. bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. yang sekaligus menghilangkan rasa ‘ketidakpatuhan’ serta keengganan untuk tidak melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah dan Rasulullah SAW. Uzt. yang sekaligus akan menghilangkan rasa “ketidak penerimaan” terhadap makna yang dikandung syahadat tersebut.” 2. Karena sebagai seorang muslim.6:162) “Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku. Hal-Hal yang Membatalkan Syahadat Terdapat hal-hal yang dapat membatalkan syahadat yang telah kita ikrarkan di hadapan Allah SWT. Said Hawa menyebutkannya ada 20 bentuk.5. Allah berfirman (QS. sesat yang nyata. Oleh karenanya seorang muslim harus patuh terhadap segala konseksensi yang ada." "Kami mendengar dan kami patuh. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal). Tuhan semesta alam” 3. Terakhir adalah bahwa syahadat memiliki konsekwensi dalam segala aspek kehidupan seorang muslim.” 2. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. Allah berfirman (QS.” 6 ) Didasari dengan rasa penerimaan Syahadat yang diucapkan juga harus diiringi dengan rasa penerimaan terhadap segala makna yang terkandung di dalamnya. 33 : 36): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min. 24 : 51): “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min.” 7) Didasari dengan rasa kepatuhan (terhadap konsekwensi syahadat). seyogyanya kita memiliki prinsip: (QS. 5 : 23): “Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakal.yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat).

saudara-saudara.” 7. dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah berfirman (QS. 14 : 2-3): “Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. maka mereka itu adalah orang-orang kafir.4.” 12 . harta kekayaan yang kamu usahakan. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” 6. Allah berfirman (QS. Allah berfirman (QS. Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. 9 : 24) : “Katakanlah: "Jika bapa-bapa. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. 2 : 85): “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu. Dan celakalah bagi orangorang kafir karena siksaan yang sangat pedih. anak-anak. Menjalankan hukum selain hukum Allah Allah berfirman (QS. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.” 5. tidak mengimani) sebagian yang lain. 5: 51): “Hai orang-orang yang beriman. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Lebih mencintai kehidupan dunia dari pada akhirat. Mengimani sebagaina ajaran Islam dan mengkufuri (baca. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. dan menghalanghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. 5 : 44) Dan barang siapa yang tidak menughukum dengan apa yang telah ditirunkan Allah (AlQur’an)." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orangorang fasik. kaum keluargamu. janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu). melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia.” Dalam ayat lain Allah berfirman (QS. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. isteri-isteri.

jika seseorang dapat memahami dan mengetahui dengan baik apa yang terkandung dalam kalimat syahadat. semoga dapat menjadikan keimanan dan keislaman kita lebih baik lagi. Karena kita adalah manusia dengan segala kekurangan yang kita miliki. 13 . Barangkali kualitas keimanan kita yang rendah adalah karena kurangnya pemahaman yang utuh mengenai kalimat ini. namun belum dapat diamalkan dalam kehidupan rill sehari-hari. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. tentu mereka akan dapat memiliki keimanan dan komitmen yang tinggi kepada Allah. Dengan memahami kembali makna syahadat.BAB III Kesimpulan Pada intinya. Sehingga meskipun sering diucapkan.