Anda di halaman 1dari 1

Seperti biasa. Jadwal berangkat selalu molor dari yang ditentukan sebelumnya.

Menurut rencana, rombongan seharusnya sudah mulai berangkat pukul 16.00. tapi kenyataannya, saat jarum jam sudah menunjuk ke waktu tadi, packing logistik yang diperlukan untuk kegiatan panjat tebing dan caving ini belum juga selesai. Dan akhirnya, rombongan baru benar-benar berangkat pukul 16.30 setelah diawali ritual upacara seperti yang dilakukan setiap akan melaksanakan kegiatan-kegiatan outdoor satu bumi selama ini. Kegiatan outdoor kali ini adalah kegiatan pra-dikjut (pendidikan lanjut) untuk para anggota mula dan akan memakan waktu hingga dua hari kedepan. Hari pertama, besok, adalah waktu untuk panjat tebing di Pantai Siung, Gunung kidul, Yogyakarta. Dan hari kedua adalah waktu untuk caving. Tempat caving sendiri belum ditentukan karena memang dari awal berencana di hari pertamanya, saat panjat tebing, akan ada dua orang dari senior divisi caving yang akan survey goa. Ada 16 orang yang berangkat. 10 anggota mula (Tebe, Yayan, Ribkah, Peyek, Akew, Buluk, Ojan, Monot, Kembu, Awang), 5 anggota penuh (Bengep, Uba, Adoy, Aul, Muklas), dan satu tamu dari Mapala STIKIP Sidoarjo, (Lunyu). Rute perjalanan yang akan dilalui adalah Yogyakarta - mlewati bukit bintang - Wonosari - Gunung Kidul - Pantai Siung. Perjalanan sempat terganggu saat masih di Wonosari. Rombongan berhenti di kompleks pewarungan di perempatan lampu merah karena motor yang dikendarai Ojan dan Lunyu bermasalah. Salah satu baut yang menahan kampas rem roda depan bengkok dan harus diganti. Tapi bengkel terdekat hanya ada di kota. Sekitar 15 menit perjalanan lagi. Tindakan penanganan sementara yang dipilih adalah melepas baut tersebut dan akan diganti sesampainya di kota Wonosari. Masalah selanjutnya adalah, tidak satu pun dari kami yang membawa tool kit. Dan ini seharusnya menjadi pelajaran. Betapa seharusnya tidak hanya berfkus pada logistik untuk kegiatan, tetapi alat-alat yang berkaitan dengan transportasi juga harus diperhatikan mengingat tidak ada satu pun dari kita yang tahu apa yang akan terjadi satu detik kedepan. Beruntungnya, kami masih bisa meminjam ke warga sekitar.Dan sementara sebagian rombongan memperbaiki masalah tersebut, rombongan yang lain mengerjakan sholat. Kebetulan tempat kami berhenti sementara berdekatan dengan musholla. Setelah masalah teratasi sementara, perjalanan kembali dilanjutkan. Meski sempat berhenti sekali lagi setelah melewati alun-alun kota --kali ini masalah perut masing-masing--, rombongan sampai tujuan dengan selamat. Sekitar jam stengan sepuluh malam, motor-motor sudah terparkir di basecamp panjat pantai Siung. Basecamp ternyata penuh sekali. Selain mapala-mapala yang akan melakukan panjat tebing, ada juga rombongan dari BEM Teknik yang berniat melakukan upgrading keluarga baru mereka. Dan yang terbayang di pikiran adalah betapa penuhnya tebing panjat besok. *** Pagi sekali aku bangun. dan diluar sana, lumayan banyak juga yang sudah terbangun. Sebelum