Anda di halaman 1dari 4

PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN BAHAN BAKU JATROPHA CURCAS ( JARAK PAGAR

)
By : Ira Syahirah, SSi “ A Researcher Biodiesel “

I. 1.

MENGENAL JATROPHA CURCAS Mengapa Jatropha curcas ?

Jatropha curcas (jarak pagar) merupakan salah satu tanaman yang paling
prospektif untuk diproses menjadi Biodiesel karena selain relatif mudah ditanam, toleransinya tinggi terhadap berbagai jenis tanah dan iklim, produksi minyak tinggi, serta minyak yang dihasilkan tidak dapat dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak mengalami persaingan dengan minyak untuk pangan. Minyak jarak pagar berwujud cairan bening berwarna kuning dan tidak menjadi keruh sekalipun disimpan dalam jangka waktu lama. Tanaman Jatropha curcas (jarak pagar) termasuk tanaman semak dari keluarga

Euphorbiaceae yang tumbuh cepat dengan ketinggian mencapai 3 – 5 meter.
Umumnya, seluruh bagian dari tanaman ini mengandung racun sehingga hampir tidak memiliki hama. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 5 bulan, dan mencapai produktivitas penuh pada umur 5 tahun. Buahnya berbentuk elips dengan panjang sekitar 1 inchi (sekitar 2,5 cm) dan mengandung 2 – 3 biji. Usia Jatropha curcas apabila dirawat dengan baik, dapat mencapai 50 tahun. 2. Penanaman Penanaman jarak pagar dapat dilakukan sebagai berikut : Penanaman dilakukan pada awal atau sebelum musim hujan. Tinggi bibit dari persemaian sudah mencapai minimal 30 cm. Lapangan dibersihkan dan dibuat lubang 30 cm x 30 cm x 30 cm, jarak tanam 2m x 2 m, lalu dibiarkan selama 2 – 3 minggu. Setelah bibit ditanam, bulan berikutnya dilakukan pembersihan gulma setiap bulan sampai 4 bulan berikutnya.

Panen dan Pasca Panen Panen biji perlu dilakukan secara benar agar tidak diperoleh biji hampa. biji dikeringkan setiap hari sampai benar – benar kering (kadar air 7 – 10 %). kadar minyak rendah. Dosis tersebut adalah 50 kg urea. Berikut beberapa cara penanganan biji di lapangan : Panen dilakukan pada buah yang telah masak dengan ciri kulitnya hitam atau kulit buah terbuka. dan bahkan akan menyebabkan minyak menjadi asam. - 3. Pada tanah yg kurang subur harus diberi kompos atau pupuk kandang sebanyak 2. Pemangkasan dilakukan sejak tanaman mencapai tinggi 1 m (umur 1 tahun). Porsi urea dan KCl bisa ditingkatkan sampai maksimum 2 kali lipat. Kemasan harus dihindarkan dari kontak langsung dengan lantai agar tidak lembab. Cara pemanenan yang efisien. kemudian disimpan di atas lantai beralas bata atau papan. Pemisahan kulit buah dilakukan dengan menggunakan tangan atau mesin. 150 kg SP-36. Pemangkasan pada ketinggian 20 cm dari pangkal batang. dan 50 kg KCl / ha. Kantong – kantong plastik tersebut dimasukkan ke dalam karung plastik yang ditutup rapat menggunakan tali. Selanjutnya. biji disimpan di dalam kantong plastik. dilakukan setiap tahun untuk setiap trubusan baru. 4. Produktivitas Jatropha curcas .- Pemupukan pada tahun pertama dilakukan 1/3 dosis dan tahun selanjutnya dengan dosis penuh. Buah sebelum disimpan terlebih dahulu dikeringkan untuk keperluan produksi minyak.5 – 5 ton / ha. tetapi untuk benih cukup diangin – anginkan atau dikeringkan di dalam oven suhu 60 0C. Setelah kering. yaitu buah diambil per malai dengan syarat jumlah buah yang matang lebih banyak dari buah mentah. Buah dapat langsung dikeringkan di bawah sinar matahari setiap hari sampai kulit buah mudah dipisahkan dari biji secara manual.

kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi. II. Proses pengepresan biasanya meninggalkan ampas yang masih mengandung 7 – 10 % minyak. Dan menurut Syah. tanaman ini memiliki kelebihan yaitu dapat bertahan hidup dalam kondisi kekeringan yang ekstrim. produksi biji per hektar pada tanah normal sebesar 2. Biji dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dijemur di bawah matahari sampai cukup kering. 2006.500 kg. Menurut Hartono. Oleh sebab itu. digiling dan siap untuk dipres. Daging biji yang telah terpisah dari kulitnya.000 kg ( pabrik kapasitas 8 ton ) diperlukan lahan sekitar 740 hektar.000 kg. Dari kedua data tersebut di atas dapat diperkirakan bahwa untuk memproduksi biodiesel sebanyak 8 ton. PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI JATROPHA CURCAS Dalam proses pengolahan biji jarak menjadi biodiesel. yaitu : 1. Lama tenggang waktu dari penggilingan ke pengepresan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindari oksidasi. Meskipun demikian. 75 kg minyak jarak pagar menghasilkan 71. semakin subur lahan maka produktivitasnya juga tinggi. dan produksi biji per pohon per tahun adalah ± 5 kg. Sehingga biji sebanyak 25. Proses Pembuatan Crude Jatropha Oil (CJO) Biji jarak dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci secara manual atau masinal (dengan mesin).Produktivitas biji Jatropha curcas bergantung kepada kesuburan tanah. 2006.88 kg biodiesel. dapat menghasilkan minyak sekitar 30 – 35 % atau 830 kg. 2006. Menurut Hartono. Biji direndam sekitar 5 menit di dalam air mendidih.500 tanaman. diperlukan biji ± 25. Seperti tanaman lainnya. dilakukan dengan beberapa tahap. pada tanah normal dengan jarak tanam 2m x 2m yang jumlah tanamannya per hektar berkisar 2. ampas dari proses pengepresan dilakukan . kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah untuk memisahkan daging biji dari kulit bijinya.

sehingga ampasnya hanya mengandung minyak kurang dari 0. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Proses Pembuatan Biodiesel Reaksi Esterifikasi CJO mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. yang selanjutnya akan diproses menjadi Jatropha Oil (JO). trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin). . b. sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi. Secara umum reaksi esterifikasi adalah sebagai berikut : (Klik di sini) Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel. Secara umum reaksi transesterifikasi adalah sebagai berikut : (Klik di sini) Pada reaksi ini. Tahap ini menghasilkan Crude Jatropha Oil (CJO). pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar. a.1% dari berat keringnya. Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas. 2. Reaksi Transesterifikasi Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut n – heksan dengan rentang didih 60 – 70 0C. Sampai tahap ini.proses ekstraksi pelarut.