Anda di halaman 1dari 4

Selalulah berkhusnudzon dengan ketetapan Allah, dalam kondisi apapun.

Aku tahu pasti hasilnya, karena terlalu sering aku mengalami banyak hal yang semua berpangkal pada satu, khusnudzon sama Allah.

Aku memahami hakikat berkhusnudzon dengan ketetapanNya, ketika memasuki tahun pertama kuliah. Disanalah aku mengenal tentang Islam yang sesungguhnya, dan tentu saja, semakin mengenal Allah dan syariatNya.

Dulu, aku memutuskan kuliah karena aku yakin ayah dan kakakku mau membiayaiku, dan tidak akan membuatku telantar. Tapi keyakinan itu sirna, setelah Ayah dipanggil olehNya, dan penghasilan kakakku (satu-satunya orang yang berpenghasilan tetap di keluargaku) hanya cukup untuknya hidup. Bayangkan, gaji kakakku yang hanya 500 ribu sebulan, mana cukup untuk kehidupanku dan biaya kuliahku, untuk dirinya sendiripun aku rasa kurang dari cukup (dalam kacamata manusia), sedangkan biaya satu semesterku minimal untuk SPP 700 ribu. Namun, beruntunglah diriku saat itu. Saat dimana pemahamanku tentang konsep iman, konsep rejeki dan konsep qada qadar sudah mengakar kuat. Alhamdulillah, keyakinan pada pertolongan Allah lah yang membuatku selalu merasa bisa dan mampu bertahan, apapun yang nanti aku alami. Tentu dengan berusaha menunjukkan padaNya, bahwa aku layak mendapatkan pertolonganNya (Muhammad : 7).

Hanya karena kemudahanNya lah, aku mendapatkan lima beasiswa dalam kurun selama 5 tahun kuliah. Jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh mahasiswa dimana tempatku belajar. Karena kemudahanNya lah, aku mendapatkan tawaran mengajar privat disana-sini, tanpa perlu bersusah payah mengajukan lamaran ke sebuah lembaga bimbingan belajar. Karena kemudahanNya lah, aku mampu mengasah keterampilan menjahitku, secara otodidak, dari hanya memasarkan produk kain flannel secara kecilkecilan, hingga diberi kemudahan rejeki untuk membeli mesin jahit dan mesin obras, lalu menjalankan usaha jahitku saat itu. Alhamdulillah, karena pertolonganNya, aku mampu memenuhi kebutuhanku sendiri, sejak sebelum lulus.

Aku selalu ingat cerita yang selalu kuberikan pada para siswa SMP binaanku, cicak yang merayap pun selalu bisa mendapatkan nyamuk yang terbang, itulah kemurahan Allah. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmatNya.

Dulu, sering aku tak memegang uang sepeserpun di tangan, sedangkan mau pinjam lagi ke kawan satu kostan terbersit rasa malu, karena hutang yang kemarin pun belum mampu kulunasi. Tapi aku selalu yakin, Allah tak akan pernah menelantarkan hambaNya, selama kita yakin akan pertolonganNya. Dan sering, disaat rasa laparku tak mampu tertahan lagi, ada yang tiba-tiba membayar daganganku,

sesuatu yang dulu kupikir sangat sulit. melihat banyak kakak tingkatku yang gagal (bahkan aku merasa kualitas mereka lebih baik dariku) ketika mendaftar dulu. walaupun kelulusanku akhirnya mundur sekitar enam bulan dari target awal. lagi. Yah. aku tak harus mengulang sekalipun ada kesalahan penyiapan bahan. Di tengah jalan. dan Subahanallah. ketika aku pulang dari praktikum. betapa indah rencanaMu ya Allah. berharap masih ada sisa beasiswa yang terkirim. setiap mengantar teman ke ATM. Subhanallah. tapi Subhanallah. ternyata tak semudah yang kubayangkan. Walaupun aku harus . disamping mencari yang ada penyandang dananya. dan kau tahu. Dari kesalahan penyiapan bahan. karena Allah begitu menyayangiku. Tapi memang kebiasaanku saat itu. karena 2 bulan sebelumnya aku selalu mendapati KTM ku kosong. dosenku yang baik saat itu. masih ada dan mungkin belum akan selesai hingga aku menghadapNya. dan kemunduran pencairan dana akhirnya ditanggung oleh kawan yang satu penelitian denganku. aku memutuskan jalan kaki. Dan mungkin tak pernah terpikirkan. sekalipun diri ini berlumpur dosa dan maksiat. Kejadian-kejadian kecil itu.sekalipun mungkin hanya 5 ribu saja. beasiswa itu sudah habis masa berlakunya. Kau meluluskanku di tahun yang tepat ya Allah. Subhanallah. Subhanallah. menawarkan pinjaman kepada mahasiswanya. Dan kau tau. Atau ketika aku tak punya cukup ongkos untuk sekedar mudik ke kampung halaman. Atau sering. lalu tempat yang mengantri membuatku mengenal penelitian di topik yang sama yang akhirnya memudahkan saat proses penulisan. bagaimana ini semua bisa terjadi? Apakah masih ada cerita lain? Ya. Atau ketika aku butuh dana untuk penelitian saat itu. salah satunya untuk mempercepat proses kelulusanku. Padahal aku tahu. Aku ingat saat penelitian. Aku hanya mampu menangis. selalu membuatku tak bisa untuk bersu’udzon kepadaNya. ketika usia mengajarku baru menginjak dua bulan. Aku ingat. aku tak menyangka beasiswa itu akhirnya terkirim lagi. yang kutarget tak lebih dari 4 tahun. padahal jarak yang harus kutempuh lebih dari 10 km. setidaknya aku bisa makan malam nanti dan esok pagi. tempat penelitian yang harus mengantri dan bahan-bahan penelitian yang harus kutanggung dulu. ada kawan-kawan kostan yang berbagi rejeki. yang tak akan mungkin mampu kuurai. Waktu itu dengan ridlo. Tapi Alhamdulillah. tahun kelulusanku adalah tahun dimana SDIT tersebut membutuhkan banyak guru. Alhamdulillah. karena dana yang belum cair. aku diterima. di tengah jalan ada kawan yang memberi tumpangan. Lagi? Tentu saja. Astaghfirullah… Dan cerita tak berhenti sampai disini. iseng kugesekkan KTM ku. aku sering iseng menggesekkan KTM ku. salah satu impianku adalah mengajar di salah satu SDIT favoritku di kota tempatku kuliah. sebagai perpanjangan tahun berikutnya. karena Mamak tercintaku membutuhkan kehadiranku. karena perluasan kelas dan beberapa guru yang memutuskan keluar. kakak memintaku pulang. Di tengah perjalanan. aku mengembalikan uang pinjaman itu pada lebaran tahun berikutnya. aku sengaja mengambil proyek dosen dengan topik dan masa penelitian yang mudah dan singkat. dan ternyata aku tak membawa uang sepeserpun untuk naik angkot.

membutuhkan seorang peneliti. Sungguh tak disangka. karena syarat seorang peneliti adalah sesuai dengan bidang kepakarannya. maka alasan apa yang membuat kami harus bersu’udzon kepadaMu? Lagi. disinilah aku akhirnya membangun mimpi selanjutnya. Balai itu membutuhkan peneliti. Subhanallah. berkat penjualan rumah itu. karena salah satu peneliti yang baru direkrutnya memutuskan keluar. karena inilah skenario Allah yang Maha Indah. Ya. inilah jalanku. dan dia berada pada bidang yang kutekuni saat kuliah. Dan tentu saja. lagi-lagi aku yakin. Allah akan memilihkan seseorang untukku di saat yang tepat. akhirnya kami jual. Mimpi memiliki publikasi skala nasional bahkan internasional. dan mengambil hikmah tentunya. tentang jodoh. jangan pernah menyalahkan orang yang meninggalkan kita. maka mintalah sama Allah. mungkin Allah punya rencana lain dengan semua ini. jangan pernah menyalahkan mereka yang tak ikhlas . Aku ingat perkataan guru mengajiku saat itu… “Jodoh itu dari Allah. dan tentu saja. Dan Alhamdulillah. Tapi Alhamdulillah. aku yakin Allah membuka kami jalan untuk menjual rumah itu. bahkan hingga puluhan juta. saat kepulanganku adalah saat dimana sebuah balai penelitian tanaman perkebunan. kami akhirnya mampu memperbaiki rumah yang ditinggali Mamak yang kondisinya sudah hampir ambruk. Dan Subhanallah. karena Maha Tahu apa yang paling tepat diberikanNya untuk kami. Entah mengapa aku yakin sekali. selalu berada dekat dengan Mamak tercintaku. mimpi memiliki jaringan hingga ke pelosok negeri. Allah memberiku cahayaNya hingga bisa melihat segala permasalahan dengan jernih. disamping untuk melunasi hutang-hutangnya. mimpi menjelajah Nusantara bahkan luar Negara. Subhanallah. Kau tahu kan. kelak. lagi dan lagi. kakak ketigaku terlilit hutang sebagai akibat kebangkrutan usahanya. Pemuliaan Tanaman. maka lowongan itu tak mungkin ada. dan jika bukan bidangku. Yah. Tapi aku selalu yakin. Aku sudah tak menghitung lagi. aku akhirnya sadar. di tahun pertama aku bekerja. sekalipun saat itu aku harus melewati banyak kandidat yang lain dan hanya satu orang yang direkrut. rasa syukur tak hentinya kupanjatkan pada Dzat Yang Maha Pengasih. dan upayakan diri kita layak mendapatkan jodoh dariNya”. Mereka membutuhkan peneliti bukan pada saat harus membuka lowongan. maka akupun tak akan mungkin diterima. Rumah peninggalan ayah di kota tempatnya bekerja. berapa proses kulewati dan selalu berakhir dengan kegagalan. Apakah sebuah kebetulan? Bukan. membuatku meraih mimpi-mimpiku.meninggalkan semua mimpiku disini. Menjadi peneliti. jika dia tak keluar. Dan ternyata iya. Hingga gaji tahun pertamaku harus tersisih untuk turut melunasi hutanghutangnya.

Dan Subhanallah. karuniakan padaku ilham agar aku selalu mensyukuri nikmat-Mu yang Kau anugrahkan padaku dan kepada kedua orang tuaku. laki-laki itu begitu ikhlas menerimaku… sesuatu yang aku yakin. skenario mengagumkan yang hanya akan terlihat indah. Dan tahukah kau. jika aku kehilangan apapun yang aku sukai. karena menentukan siapa dan kapan jodoh kita. ya Allah.menerima kita. Amin . adalah rencana yang terindah. adalah HAK Allah semata. dan agar aku selalu beramal shaleh yang Kau ridhai. Dengan rahmat-Mu masuk ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” ( An-Naml/27:19). dan apapun milikMu yang Kau titipkan padaku. ternyata sosok seperti itu akhirnya dihadirkanNya di hadapanku. Jika Kau sudah memudahkannya. sudahkah kita layak mendapatkan jodoh terbaik dariNya? siapkah kita saat Allah menjodohkan kita dengan manusia pilihanNya? maka fokuslah pada apa yang bisa kita upayakan. dan memiliki kemampuan berwiraswasta yang mumpuni. selain sholeh dan giat berdakwah tentunya. Tapi teruslah ukur diri kita. Dan dia. dan rencanaMu ya Allah. jangan fokus kepada hal-hal yang diluar kemampuan kita. apapun yang aku sayangi. terlebih jangan pernah menyalahkan takdir. dulu aku pernah berharap mendapatkan seseorang yang mau menemaniku di kota kelahiranku. Dan nanti ya Allah. maka tak ada satupun yang bisa menyulitkannya. pada mereka yang berkhusnudzon pada setiap ketetapanMu… “Duhai Tuhanku. aku yakin Kau telah menyiapkan ganti yang lebih baik.