Anda di halaman 1dari 13

NAMA NIM KELAS

: ANAZIA FITRIANI : 060930400962 : 3 KIA

1. PROSES GRINDING

Proses grinding yaitu proses penghancuran, pengecilan, serta penghalusan ukuran partikel zat padat agar didapat zat padat dengan ukuran yang lebih halus dengan menggunakan mesin penghancur. Percobaan ini menggunakan bahan beras. Beras tersebut ditimbang sebanyak 1 kg. Setelah ditimbang dimasukan pada mesin penghancur (grinding) secara perlahan-lahan atau tahap demi tahap agar mesin tidak macet. Pada bagian bawah mesin telah dipasang kantong plastik untuk menampung beras yang telah dihaluskan. Di dalam mesin tersebut beras digiling sampai halus (menjadi tepung). Umpan di dalam mesin grinding mendapatkan proses pukulan dan tekanan sehingga menjadi ukuran yang lebih halus yang kemudian disaring. Mesin tersebut juga dilengkapi saringan tersendiri yang ukurannya kurang lebih 1 mm maka beras yang ukurannya kurang dari 1 mm akan lolos keluar dari saringan dan beras yang lolos dari proses penggilingan akan tetap tertahan pada saringan. Hasil grinding didapat beras halus sebanyak 600 gram, lalu dibagi tiga untuk proses selanjutnya. Setelah dilakukan grinding, selanjutnya beras yang halus diayak (sizing). Proses sizing yaitu proses penyamarataan ukuran dalam ayakan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki sehingga ukuran partikel menjadi homogen. Ayakan yang digunakan mempunyai dua ukuran yaitu ukuran panjang dan mesh number (jumlah lubang dalam 1 inchi). Seperangkat ayak standar disusun secara deret dalam suatu tumpukan, dimana beras yang dianalisis dimasukkan ke dalam ayak yang paling atas. Terdapat empat ayakan yang tesusun dari yang paling besar sampai paling rapat dengan ukuran sebagai berikut: D1 = 20 mesh / 0,850 mm; D2 = 60 mesh / 0,25 mm; D3 = 80 mesh / 0,18mm; D4 = 100 mesh / 0,15 mm. Beras diayak dalam tiga variasi waktu yaitu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Partikel yang tertahan pada setiap ayak dikumpulkan dan ditimbang.

Memerlukan masukan daya yang kecil persatuan hasil. Bahan kering cenderung cepat keluar dari ruang grinding tetapi menimbulkan lebih banyak debu. 5. Adhesi terhadap permukaan ayakan. Bahan-bahan yang tidak dapat pecah tidak masuk mesin. Proses Sizing yaitu proses penyamarataan ukuran dalam ayakan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki sehingga ukuran partikel menjadi homogen. 2. 2. Menghasilkan hasil dengan satu ukuran tertentu atau dengan distribusi ukuran tertentu dengan yang dikehendaki. Semakin lama pengayakan maka akan didapatkan Dp akhir yang semakin besar. 3. Semakin besar ukuran mesh pada ayakan maka semakin kecil ukuran diameter partikel yang dapat lolos. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sizing adalah: 1. Oleh . Bahan dengan kadar air tinggi akan mempersulit grinding karena bahan cenderung lengket dan sulit keluar dari lubang saringan. Kohesi antara partikel satu sama lain. Benturan pisau hammermill dengan partikel bahan akan menimbulkan panas terlebih apabila partikel bahan tidak cepat keluar dan cenderung berputar-putar dalam ruang grinding. Interfensi oleh hamparan terhadap gesekan masing-masing partikel. Dalam pemecah dan penghalusan bahan-bahan mempunyai titik beku rendah dan memiliki kepekaan terhadap kalor. 3. Hasilnya dapat dikeluarkan secepat mungkin setelah partikel mencapai ukuran yang dikehendaki. Kemencengan arah tumbukan partikel pada permukaan ayakan. 6. Karakteristik bahan menentukan efisiensi grinding.Faktor-faktor yang mempengaruhi proses grinding yaitu pemecah atau penggiling yang ideal harus: 1. Mempunyai kapasitas besar. Energi pada saat pengayakan selama 10 menit lebih besar daripada pada saat pengayakan 5 atau 15 menit. 4. 4. Semakin kecil ukuran mesh pada ayakan maka semakin besar partikel yang tertahan pada ayakan.

bahan yang mempunyai . Setiap praksi yang keluar dari ayakan mempunyai ukuran yang seragam. Dengan demikian pengayakan juga dapat didefinisikan sebagai suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam dan terpisah dari kontaminan yang memiliki ukuran berbeda dengan menggunakan alat pengayakan. PROSES PENGAYAKAN ( SCREENING ) Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan mengunakan ayakan. Pengayakan merupakan satuan operasi pemisahan dari berbagai ukuran bahan untuk dipisahkan kedalam dua atau tiga praksi dengan menggunakan ayakan. 2. Pemisahan bahan berdasarkan ukuran mesin kawat ayakan. Pengayakan memudahkan kita untuk mendapatkan partikel dengan ukuran yang seragam. proses pengayakan disebut juga sebagai alat pembersih.karena itu hammer mill telah diperlengkapi dengan alat bantu penyedot debu sehingga partikel bahan cepat keluar dari ruang grinding. pemisah kontaminan yang ukurannya berbeda dengan bahan baku.

sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize). 1999. Dalam proses industri.kecepatan hasil yang diinginkan.4%. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize). lulus melewati bukaan ayak. cara pengayakan. atau halusan (fines). Pengayakan (screening) adalah suatu metode untuk memisahkan partikel menurut ukuran semata-mata. ukuran ayakan.kisaran ukuran ( size range). Ada beberapa factor yang harus diperhatikan dalam pemilihan screen yaitu kapasitas. 1000. 355 dan 250 micron.bahan yang lolos melewati lubang ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan yang tertahan dikembalikan untuk dilakukan penggilingan ulang. mahasiswa dapat mempraktikkan sekaligus menghitung dan menganalisis distribusi ukuran padatan. berbahaya. Alat ini cocok untuk operasi skala kecil seperti pengayakan krikil.8% dan pada 60 rpm sebesar 8. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan seperti jenis ayakan. debu yang ditimbulkan. Bahan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak.selain itu jenis ayakan yang kering ataukah basah. 710. waktu pengayakan dan sifat bahan yang akan diayak. kecepatan pengayakan.unsur bahaya bahan seperti mudah terbakar. Dalam percobaan digunakan sampel pasir yang kemudian diayak dengan ayakan 2000. dengan variasi kecepatan vibrator shaker 80 dan 60 rpm selama 3 menit. Hasil percobaan menunjukkan pada kecepatan vibrator shaker 80 rpm diperoleh persen fraksi massa yang lolos ayak 250 micron sebanyak 14. batu bara dengan melemparkan bahan terhadap layar. 500. Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering (McCabe. Untuk memperoleh ukuran yang seragam. .ukuran lebih kecil dari diameter mesin akan lolos dan bahan yang mempunyai ukuran lebih besar akan tertahan pada permukaan kawat ayakan. biasanya digunakan material yang berukuran tertentu dan seragam. Stationary screen terbuat dari logam mesh yang dianyam atau tenunan biasanya diatur pada sudut oval 6 sampai sekitar 600.sifat bahan seperti densitas dan kemudahan mengalir (flowability). halaman 386). Sehingga dengan adanya percobaan ini. atau buntut (tails) tidak lulus. Macam alat yang kita bahas pada makalah ini adalah pengayakan dengan celah tetap seperti stationary screen (bersifat seimbang/tidak berubah). maka perlu dilakukan pengayakan.

Mencegah masuknya undersize ke permukaan. Susunan batangan logam. Mencegah masuknya mineral yang tidak sempurna dalam peremukan (Primary crushing) atau oversize ke dalam proses pengolahan berikutnya. Penggunaan bentuk bukaan ini tergantung dari ukuran. 2. persegi ataupun persegi panjang. karakteristik material.Tujuan dari proses pengayakan ini adalah: 1. dan kecepan gerakan screen. Pengayakan biasanya dilakukan dalam keadaan kering untuk material kasar. bahan dapat berupa baja ataupun karet keras. biasanya digunakan batang baja (pararel rods). Sedangkan pengayakan dalam keadaan basah biasanya untuk material yang halus mulai dari ukuran 20 # sampai dengan ukuran 35 #. atau halusan (fines). sehingga dapat dilakukan kembali proses peremukan tahap berikutnya (secondary crushing). dapat optimal sampai dengan ukuran 10 # (10 mesh). lulus melewati bukaan screen. sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize). 4. bahan dapat berupa baja. Permukaan ayakan yang digunakan pada screen bervariasi. seperti bentuk lingkaran. Untuk meningkatkan spesifikasi suatu material sebagai produk akhir. c. . 3. Mempersiapkan produk umpan (feed) yang ukurannya sesuai untuk beberapa proses berikutnya. yaitu: a. atau logam lainnya. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize). Pada proses screening zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan screening. Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering. b. atau buntut (tails) tidak lulus. Plat yang berlubang (punched plate. Sistem bukaan dari permukaan ayakan juga bervariasi. Anyaman kawat (woven wire). nikel. perunggu. tembaga.

Ukuran material yang sesuai dengan lubang ayakan 2. berat jenis. Ukuran rata-rata material yang menembus lubang ayakan 3. sementara jika dinyatakan dalam mm maka angka yang ditunjukkan merupakan besar material yang diayak. persentase bukaan terhadap total luas permukaan ayakan. Komposisi air dalam material yang akan diayak 5. Yang dimaksud mesh adalah jumlah lubang yang terdapat dalam satu inchi persegi (square inch).Ukuran yang digunakan bisa dinyatakan dengan mesh maupun mm (metrik). Letak perlapisan material pada permukaan sebelum diayak Kapasitas screen secara umum tergantung pada: 1. Pelolosan material dalam ayakan dipengaruhi oleh beberapa hal. Sudut yang dibentuk oleh gaya pukulan partikel 4. Ukuran bukaan 3. Sifat dari umpan seperti. Luas penampang screen 2. kandungan air. yaitu: 1.ukuran relatif partikel. Tipe mechanical screen yang digunakan. Efisiensi dari proses pengayakan ini bergantung pada: . Faktor – faktor yang mempengaruhi lolosnya undersize adalah: ukuran absolut dari bukaan permukaan ayakan. temperature 4. Perbandingan antara luas lubang bukaan dengan luas permukaan screen disebut presentase opening. sudut jatuh partikel dan kecepatan jatuh partikel.

Teknik pengumpanan dan kecepatan pengumpanan. berguling (turn over) yang menyebabkan orientasi pergantian partikel serta pengeluaran (ejecting) yaitu pembuangan keluar partikel. g. Salah satu dari ayakan itu ada ayakan getar.25 x ukuran lubang ayakan. sedangkan keadaan kering mencapai 325 mesh. c. Ayakan ini dapat digunakan dalam keadaan basah ataupun kering.a.17-1. d. Keadaan fisik dari material itu sendiri (kekerasan bijih. Design mekanis dari ayakan tersebut dan Kemiringan ayakan (biasanya 12o-18o). pola bongkahan bentuk partikel seperti bulat. Dengan kemiringan ayakan (20o-40o) menyebabkan adanya dorongan yang cukup dari permukaan sehingga partikel ringan terdorong ke bawah. ataupun jarum. Ada atau tidak adanya korosi pada ayakan (kawat). f. gepeng. h. Persentase total area ayakan yang terbuka. e. biaya operasi dan perawatan yang relatif murah (tahan perawatan sampai dengan per ton ayakan) dan mampu memisahkan mineral dari ukuran 25 cm sampai dengan ukuran 250 μm. Gerakan partikel pada permukaan ayakan itu dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan kekuatan yang digunakan oleh permukaan. Rasio ukuran minimal partikel yang bisa melewati lubang ayakan. Mekanisme gerakan pengayakan (getaran). Ayakan getar (vibrating screen) dibagi menjadi tiga berdasarkan getarannya. yaitu: Berputar (incline) dimana terjadi gerakan berputar pada pusat secara mekanis . Pada keadaan basah pengayakan dapat dilakukan sampai dengan ukuran 200 mesh. Gerakan biasanya bersifat translasi (translation) cepat pada kapasitas besar. Ada atau tidak adanya penyumbatan lubang screen. b. kandungan air). sentuhan yang kontinyu. yaitu: 0. Ayakan getar merupakan alat ayak yang baik dan sering digunakan di masa sekarang dengan alasan seperti kapasitas ayakan yang cukup besar dengan ruang penampung yang cukup.

2.dengan kecepatan amplitudo sebesar 600-7000 rpm. eksentrik. Biasanya pada ayakan Light Duty Screen. Penggetar elektromagnet. Dimana getaran itu terjadi. Bekerja dengan frekuensi 500-2500 rpm. . Getaran yang terjadi di atas permukaan ayakan. cams. Bagaima getaran itu. mekanisme elektris yaitu semua elektromagnet. 3. Ada dua macam mekanisme getaran pada proses ini yaitu mekanis dan elektris. 4. seperti berhenti atau meletakkan unsur ulet untuk memperkuat dan memperhebat getaran efek. pemutar dan beberapa kombinasi mekanis lainnya. Tidak seimbangnya katrol: satu batang sepusat dengan pembalik arah yang dapat disetel dan dua bearing. Ayakan getar dapat di klasifikasikan berdasarkan beberapa faktor seperti: 1. dengan osilasi frekuensi yang tinggi. yang langsung dihasilkan dari permukaan ayakan. Gerakan eksentrik batang dengan batang eksentrik dan dua Bearing. Bagaimana bentuk ayakan tersebut. 3. harisontal (Horizontal) terjadi gegalan linier dengan komponen vertikal sebagai pengangkat dengan kecepatan amplitudo 600-3000 rpm dan acak (Probability) terjadi gerakan yang bervariasi. gerakan berputar keluar menghasilkan suatu getaran yang menyebabkan material bergerak kesana kemari. Getaran mekanis adalah getaran yang disebabkan oleh pergerakan alat terdiri dari palu (hammers). 2. Sifat alami dari permukaan pengayakan 5. Contoh beberapa gerakan pada ayakan getar yang disebabkan oleh beberapa faktor tersebut diatas: 1.

yaitu melalui faktor: 1. dimana material yang akan diayak mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu. 4. ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring digerakkan pada frekuensi 1000 sampai 7000 Hz. atau getaran memutar. ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang. ayakan dinamis dioprasikan dengan gerakan memutar dalam bidang permukaan ayakan. Reaksi permukaan ( pada proses flotasi untuk memperbaiki sifat permukaan ).Bentuk dan luas permukaan partikel itu sendiri berpengaruh pada proses pemurnian bijih. Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan ukuran. Transfer panas dari dan ke arah partikel. Reaksi stokiometri. 6. . ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating screen (100-400 Hz) dengan waktu yang lebih lamam. Gerakan actual dapat berupa putaran. 3. 2. (5) Shifting screen. 5. (2) Vibrating screen. (4) Reciprocating screen. merupakan jenis ayakan statis. dengan efisiensi pemisahan yang baik. Sifat fluida ( misal : viskositas dan density ). Proteksi mineral – mineral lain pada permukaan partikel. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering. partikel bundar memiliki koefisien gesek lebih besar dibandingkan dengan median lain. Beberapa jenis ayakan yang sering digunakan antara lain : (1) Grizzly. Friksi atau gesekan. pukulan yang panjang (20-200 Hz). Ayakan jenis ini mempunyai kapasitas tinggi. yang digunakan untuk range yang luas dari ukuran partikel (3) Oscillating screen.

038 Diameter rata-rata partikel antar ayakan berdasarkan ayakan Tyler.263 0.0082 0.104 0. tetapi memiliki pemindahan yang besar dengan vibrating screen.168 0.0058 0.327 2.185 0.651 1.0029 0. ayakan dinamis dengan posisi miring.699 3.208 0. dengan angka ukuran mesh (jumlah lubang dalam inchi persegi ) dan dengan ukuran aktual dari bukaan ayakan dengan ukuran partikel besar ( dalam mm atau inchi).131 0.0164 0. misal partikel yang lolos melalui ayakan 150 mesh tetapi tertahan pada 200 mesh dilambangkan dengan partikel – 150/+200 mesh.295 0.362 1.0041 0.093 0.(6) Revolving screen. Tabel 1 : ayakan Tyler Mesh 3 4 6 8 10 14 20 28 Number ( in ) ( mm ) Mesh 35 48 65 100 150 200 270 400 Number ( in ) ( mm ) 0.680 4.0116 0.833 0.074 0. Untuk partikel yang sangat halus diukur dengan menggunakan ukuran ayakan standar.023 6. Digunakan untuk pengayakan basah dari material-material yang relatif kasar. Ada beberapa perbedaan yang standar dalam penggunakan ukuran ayakan tetapi yang penting adalah memperoleh standar tertentu dalam penentuan ukuran partikel yang kita kehendaki.147 0.417 0.0015 0. Ukuran ayakan dinyatakan dalam dua cara. Untuk partikel berukuran besar ( > 5 mm) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan micrometer. Tabel di bawah ini menunjukan daftar nomor mesh yang bersesuaian untuk ayakan baku Tyler. .046 0.065 0.0021 0. berotasi pada kecepatan rendah (1020 rpm). Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara.053 0.589 0.0328 0.

selain lubang ayak yang bulat ada juga berbentuk bujur sangkar. kerucut kecil. batu bara. Ukuran tebal pelat meningkat sesuai dengan bertambah besarnya garis tengah lubang. dna sebagainya.0198 0.0099 0. Bentuk bahan yang diayak dan jenis permukaan ayakan memainkan peranan penting.0140 0. Sering terdapat bulatan-bulatan halus. (1) Batang Baja (2) Batang-batang baja berjarak sedikit satu sama lain.0555 0. (3) Pelat Berlubang. Pada pengayakan sejumlah batang halus dengan ukurna tepat sama. sebagian bahan akan terayak.Tabel 2 : Diameter partikel rata-rata berdasarkan ayakan Tyler Ukuran -10 -14 -20 -28 -35 -48 -65 -100 -150 ayakan Diameter /+14 /+20 /+28 /+35 /+48 /+65 /+100 /+150 /+200 partikel Dp dlm in 0.0070 0. Bagaimana cara bulatan halus sampai di permukaan ayakan tidak membawa perbedaan. Batang ini digunakan untuk mengayak bahan kasar seperti: batu. Pengayakan bulatan halus melalui lubang ayakan tidak menimbulkan masalah khusus. Permukaan ayak dapat terdiri atas berbagai macam bahan. Tetapi tidak dapat melalui lubang ayakan jika tidur di atas permukaan ayakan. sedangkan sebagian lain tidak terayak. Lain halnya dengan batang dan kerucut halus. segi panjang atau berbentuk aluran. batangbatang halus berbentuk sllinder. Bahan seperti ini dapat melalui permukaan ayakan dalam keadaan tegak.0280 0.0050 0.0394 0. .0035 Bentuk Bahan yang Diayak dan Permukaan Ayakan. Garis tengah lubang biasanya 1 cm atau lebih. Berhubung dengan gejala ini. dll.

penting pula untuk mengatur kecepatan takar sesuai dengan kapasitas ayakan.(4) Anyaman Kawat Biasa dipakai kawat baja. Dari fraksi ayak dapat disimpulkan ukuran bagian-bagian halus suatu produk tertentu dalam batas yang ditetapkan dan memenuhi spesifikasi. (5) Sutera Tenun. Ayakan Peneliti Ayakan ini tersusun atas beberapa jenis ukuran lubang ayaka yang teliti. Instalasi ayak yang paling banyak dipakai dapat dibagi menjadi empat kelompok utama yaitu: • ayakan statis • ayakan tromol • ayakan kocok • ayakan getar. Untuk semua instalasi ayak berlaku bahawa. Denagn cara demikian. bahan ayak harus tersebar merata di atas permukaan ayak. Ayakan ini ditempatkan dalam sebuah aparat getar secara bersusun ke atas. Permukaan ayak semacam ini terdiri atas sejumlah rol berusuk yang disusun berdampingan dan digerakkan dengan kecepatan berlainan. (6) Rol Berputar . ayakan ini sering juga diberi ayunan. Makin ke atas lubang ayak semakin besar. Faktor-faktor yang menentukan PemilihanAyakan (1) Jumlah (2) Ukuran . Selanjutnya. Pengayakan pada permukaan ayak semacam ini adalah sangat efektif. Dengan cara demikian dapat dicegah pembebanan lebih atau kurang. karena kuat. diperoleh fraksi-fraksi. Di samping diberi getaran. seperti bunga dan tepung. Bahan ini digunakan untuk mengayak zat yang sangat halus.

metode ini tidak dapat disebut sebagai metode sangat akurat. EFEKTIVITAS AYAKAN Pengayakan adalah satu metode yang mudah dan cepat untuk penentuan ukuran partikel dan pemisahan.(3) Penyebaran ukuran (4) Bentuk (5) Massa jenis (menentukan kekuatan ayakan) (6) Kekerasan (menentukan kecepatan aus) (7) Jenis zat (lembab. lengket. kemudahan lolos dari lubang ayakan tergantung pada arah gerakan partikel. Sebab. pada bentuk partikel tak beratruran. Efektivitas (Ec) ayakan menunjukkan seberapa banyak partikel yang memiliki ukuran yang diinginkan. Meskipun demikian. . dll).