Anda di halaman 1dari 7

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Penyakit 1. Definisi Gangguan bipolar adalah gangguan mood ( suasana perasaan ) yang dikarakteristikan dengan episode depresi dan manik atau hipomanik ( Fransiska, 2010 ). Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa yang bersifat episodik dan ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran, biasanya rekuren serta dapat berlangsung seumur hidup ( PDSKJI, 2010 ). 2. Individu yang Berisiko Mengalami Gangguan Bipolar Episode pertama bisa timbul pada setiap usia dari masa kanak - kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20 - 30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar maka risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan bahkan sering kambuh. Anak - anak bahkan berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif deficit atensi / Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Orang yang paling berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang anggota keluarganya mengidap penyakit itu. Jika didiagnosis lebih awal, dan ditangani sepatutnya, maka ada harapan bagi penderita untuk menjadi lebih baik ( Widya, 2010 ).

3. Etiologi Etiologi dari gangguan bipolar memang belum dapat diketahui secara pasti, dan tidak ada penanda biologis (biological marker) yang objektif yang berhubungan secara pasti dengan keadaan penyakit ini, tetapi sering kali terjadi dalam riwayat kesehatan keluarga ( genetic ), gangguan otak, lingkungan seperti stres dan perubahan besar dalam hidup. Periode pertama dari gangguan bipolar biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dewasa. Gejala nyaris tidak diketahui karena jadi sesuatu yang biasa dirasakan dan membingungkan karena mirip dengan situasi hati. Oleh karena itu banyak orang yang mengabaikan gangguan bipolar. 4. Tanda dan Gejala Gangguan Bipolar Tiap orang memiliki gejala yang berbeda - beda dan setiap penderita memiliki varian, tingkat keparahan, dan frekuensi yang berbeda - beda. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian antara periode manik dan depresi. a. Tanda dan Gejala Manik Dalam fase Manic atau Mania, gangguan bipolar memiliki energi tinggi, kreativitas, dan euforia. Orang - orang mengalami episode manik sering berbicara sangat cepat, tidur sangat sedikit, dan hiperaktif. Penderita gangguan bipolar jenis ini merasa diri sebagai yang terkuat, tak terkalahkan, atau ditakdirkan untuk menjadi orang besar. Meskipun gejala manik ini menyenangkan, gejala manik memiliki kecenderungan untuk lepas kendali. Sebagai contoh,

penderita sering berperilaku sembrono selama episode manik: menghabiskan tabungan, terlibat dalam aktivitas seksual yang tidak pantas, atau membuat investasi bisnis hitam. Penderita juga mudah marah, agresif - berkelahi, memukul ketika orang lain tidak menyetujui rencana mereka, dan menyalahkan siapa saja yang mengkritik perilaku mereka. Beberapa orang bahkan menjadi delusional atau mulai mendengar suara-suara aneh dalam dirinya. Diantara beberapa Tanda dan Gejala Mania lainnya meliputi : 1) Merasa sangat " Tinggi " dan optimis atau sangat mudah marah 2) Tidak realistis, keyakinan muluk tentang kemampuan seseorang atau kekuasaan 3) Tidur sangat sedikit, tapi merasa sangat giat 4) Berbicara sangat cepat sehingga orang lain tidak dapat mengikuti 5) Pikiran melompat dengan cepat dari satu ide ke depan 6) Sangat mudah terganggu, tidak mampu berkonsentrasi 7) Diburukkan penilaian dan impulsive 8) Bertindak secara serampangan tanpa berpikir tentang konsekuensi 9) Delusi dan halusinasi ( pada kasus yang berat ). b. Tanda dan Gejala Depresi Bipolar Di masa lalu, depresi bipolar disamakan dengan depresi biasa. Tetapi perkembangan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya, terutama ketika berkonsultasi dengan psikiater. Kebanyakan orang dengan depresi bipolar tidak dibantu oleh antidepresan. Bahkan, ada risiko bahwa

antidepresan dapat membuat gangguan bipolar dapat memicu lebih buruk-mania atau hypomania, menyebabkan gangguan kestabilan suasana hati. Meskipun banyak kesamaan, gejala tertentu lebih sering terjadi pada depresi bipolar daripada depresi biasa. Sebagai contoh, depresi bipolar lebih cenderung menyebabkan penderita lekas marah, rasa bersalah, tidak bisa ditebak suasana hatinya serta perasaan gelisah. Orang - orang dengan depresi bipolar juga cenderung bergerak dan berbicara pelan - pelan, tidur banyak, dan berat badan bertambah. Selain itu, mereka lebih mungkin mengembangkan depresi psikotik-suatu kondisi dimana mereka telah kehilangan kontak dengan realitas dan mengalami cacat besar dalam pekerjaan dan fungsi sosial. Diantara beberapa Tanda dan Gejala Mania lainnya meliputi : 1) Merasa putus asa, sedih, atau kosong 2) Iritabilitas 3) Ketidakmampuan untuk mengalami kenikmatan 4) Kelelahan atau kehilangan energy 5) Kelesuan fisik dan mental 6) Perubahan nafsu makan atau berat badan 7) Masalah tidur 8) Konsentrasi dan masalah memori 9) Perasaan tidak berharga atau bersalah 10) Pikiran tentang kematian atau bunuh diri c. Tanda dan Gejala Episode Campuran

Gangguan bipolar campuran merupakan kombinasi antara gejala manik dan depresi. Tanda - tanda umum episode campuran termasuk gejala depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, dan pikiran yang berubah - ubah sangat cepat. Kombinasi energi tinggi dan rendah ini membuat suasana hati yang sangat berisiko tinggi bunuh diri. Tbs ( 2010 ). 5. Penatalaksaan Gangguan Bipolar Jika melihat gejala - gejala depresi bipolar pada diri sendiri atau orang lain, jangan menunggu untuk mendapatkan bantuan. Mengabaikan masalah tidak akan membuat gangguan hilang, bahkan akan bertambah buruk. Hidup dengan gangguan bipolar yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam segala hal dari karir, hubungan sosial dan kesehatan. Mendiagnosis masalah sedini mungkin dan mendapatkan pengobatan yang dapat membantu mencegah komplikasi ini sangat baik untuk mengatasi gangguan ini. Jika enggan untuk mencari pengobatan karena suka dengan suasana yang dirasakan ketika sedang dalam kondisi mania, ingatlah bahwa energi dan euforia berpotensi merusak, menyakiti diri sendiri dan orang - orang sekitar. 6. Pemeriksaan Penunjang Dari penelitian pada penderita gangguan bipolar berusia dewasa, diketahui bahwa pada pemeriksaan MRI didapatkan pembesaran ventrikel ke-3. Pemeriksaan PET (Positron Emission Tomographic) menunjukan penurunan aktivitas metabolisme pada bagian otak depan (lobus frontalis). Hingga saat ini dikatakan bahwa abnormalitas yang terjadi

pada bagian-bagian otak tersebut akan menyebabkan gangguan dalam pengaturan mood dan fungsi kognitif. 7. Pengobatan Hingga saat ini, penatatalaksanaan untuk gangguan bipolar masih difokuskan dalam pemberian terapi farmakologi. Obat - obat golongan mood stabilizer diberikan baik untuk kondisi akut maupun untuk terapi maintenance yang bertujuan mencegah kekambuhan. Obat - obat anti depresan sangat dihindarkan karena dapat memicu munculnya gejala manik pada pasien. Terapi farmakologis biasanya dikombinasi dengan terapi non farmakologis berupa psikoterapi. 8. Dasar - Dasar Pengobatan Gangguan Bipolar Gangguan Bipolar memerlukan perawatan jangka panjang. Sejak gangguan bipolar menjadi masalah kronis seperti kambuh dari penyakit yang diderita, penting untuk perawatan terus bahkan ketika penderita merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar memerlukan obat-obatan untuk mencegah episode baru dan tetap bebas dari gejala. Pengobatan tersebut dapat berupa: a) Obat saja biasanya tidak cukup untuk sepenuhnya mengendalikan gejala gangguan bipolar. Strategi pengobatan yang paling efektif untuk gangguan bipolar adalah dengan kombinasi obat, terapi, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial. b) Pengobatan juga dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan psikiater yang berpengalaman. Gangguan bipolar adalah suatu kondisi yang kompleks. Diagnosis bisa rumit dan perawatan seringkali sulit.

10

Untuk alasan keamanan, obat-obatan harus dimonitor. Seorang psikiater yang terampil dalam pengobatan gangguan bipolar dapat membantu penderita menavigasi gangguan ini.