Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus

PEMFIGUS VULGARIS + SSJ OVERLAP TEN DENGAN PERBAIKAN


Oleh : Maftuhah Kurniati Pembimbing : dr. Mutia Devi, SpKK

IDENTIFIKASI
Ny. L 26 tahun Perempuan Janda SD (tamat) Palembang Islam Jl. Tanjung Api-api, Gasing Laut No. Rekam Medik : 597754 Kunjungan pertama ke RSMH tanggal 5 Maret 2012 Nama Umur Jenis kelamin Status Pendidikan Suku bangsa Agama Alamat : : : : : : : :

Keluhan utama lepuh pada hampir seluruh tubuh sejak 1 minggu smrs Keluhan tambahan nyeri pada lepuh

Riwayat Perjalanan Penyakit


2 bulan smrs
Sakit tenggorokan dan nyeri menelan 2 berobat ke mantri, diberi obat yang sama, yaitu 3 macam obat, yang pasien lupa namanya Tidak ada perbaikan, pasien berobat ke dukun dan di beri air putih sebagai obat, namun tetap tidak ada perbaikan

6 minggu smrs

Timbul sariawan dan lepuh di bibir, terasa nyeri karena sebagian lepuh pecah Pasien juga mengeluh mengeluarkan banyak kotoran mata Berobat lagi ke dukun, namun keluhan tetap tidak ada perbaikan

1 minggu smrs

Timbul lepuh berisi cairan bening sebesar jarum pentul hingga biji jagung di badan dan lengan atas, lalu menyebar ke wajah dan tungkai Lepuh di bibir banyak yang pecah dan kering sehingga pasien sulit membuka mulut Kotoran mata semakin banyak dan lengket, juga terasa nyeri Nyeri saat BAK dan sulit BAB

Cont
Pasien memutuskan berobat ke RSMH Palembang. Selama di rawat diberikan suntikan kortikosteroid dan antibiotik.
Setelah 2 minggu dirawat di bangsal kulit kelamin RSMH, keluhan pasien berangsur membaik. Lepuh, kotoran mata, dan nyeri sudah berkurang.

Kisaran 3 hari yang lalu, timbul lepuh baru di lengan kanan atas pasien. Lepuh menyebar ke lengan kiri, badan, dan tungkai. Lepuh di punggung banyak yang pecah sehingga menimbulkan nyeri

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami penyakit lepuh sebelumnya Riwayat minum obat-obatan selain dari mantri dan rumah sakit sebelumnya di sangkal pasien

Riwayat Keluarga
Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami penyakit lepuh seperti yang dialami pasien

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien seorang janda yang bekerja sebagai buruh masak di pabrik. Suami pasien sudah meninggal satu tahun yang lalu. Pasien memiliki satu orang anak. Saat ini pasien tinggal bersama orang tuanya. Kesan : status ekonomi menengah ke bawah

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalikus Keadaan Umum : baik Keadaan sakit : tampak sakit ringan Kesadaran : kompos mentis Tekanan Darah : 120/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Suhu : 36,4 C Pernapasan : 20 x/menit Tinggi Badan : 150 cm Berat Badan : 43 kg IMT : 19,2 kg/m2 Status gizi : normal

Cont
Keadaan Spesifik Kepala
Mata : konjungtiva palpebra tidak anemis, sklera tidak ikterik, palpebra tidak edema. Ada sekret mukopurulen pada mata kiri dan kanan. Hidung : bagian luar tidak ada kelainan, septum dan tulang-tulang dalam perabaan baik, selaput lendir dalam batas normal. Telinga : tophi tidak ada, nyeri tekan processus mastoideus tidak ada, selaput pendengaran tidak ada kelainan, pendengaran baik. Mulut : tonsil tidak ada pembesaran, lidah tidak pucat, tidak ada atrofi papil, gusi tidak berdarah, tidak ada stomatitis, tidak ada rhagaden.

Tenggorokan : faring tidak hiperemis Leher : tekanan vena jugularis (5-2) cmH2O.

10

cont
Thoraks : bentuk dada simetris, sela iga tidak melebar, retraksi dinding dada tidak ada. Jantung : HR=80x/menit, murmur tidak ada, gallop tidak ada. Paru-paru : vesikuler (+) normal, ronchi tidak ada, wheezing tidak ada. Abdomen : datar, lemas, nyeri tekan tidak ada, hepar dan lien tak teraba, bising usus dalam batas normal. Ekstremitas atas : eutoni, eutrofi, gerakan ke segala arah, kekuatan +5, nyeri sendi tidak ada, pitting edema tidak ada, refleks fisiologis normal, turgor normal. Ekstremitas bawah : eutoni, eutrofi, gerakan ke segala arah, kekuatan +5, nyeri sendi tidak ada, pitting edema tidak ada, varises tidak ada, refleks fisiologis normal, turgor normal. Kelenjar Getah Bening : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening pada regio colli, axilla dan inguinal dan tidak ada nyeri pada penekanan.

11

Status Dermatologikus
Regio oralis oris

Oedem, erosi ekskoriasi, multiple, bentuk tidak teratur, ukuran 10,50,1 2,510,3 cm, diskret sebagian konfluen, sebagian permukaan ditutupi krusta kuning kehitaman yang sukar dilepas.

12

Regio truncus anterior et posterior vesikel, multipel, bentuk bulat sebagian tidak teratur, ukuran 0,20,20,50,4 cm, diskret; bula, multipel, ireguler, ukuran 10,50,2-532 cm, berdinding tegang sebagian berdinding kendur, diskret sebagian konfluen, sebagian tampak krusta kehitaman yang sukar dilepas, ukuran 0,20,20,51 cm, multiple, diskret.

13

Regio extremitas superior bilateral

Bula, multiple, ireguler, ukuran 0,70,50,3 - 321cm, berdinding tegang, diskret sebagian konfluen

14

Pemeriksaan Dermatologi Manual


Tes Nikolsky (+) Tes Asboe Hansen (+)

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Gram coccus (+)

15

Diagnosis Banding
Pemfigus Vulgaris + SSJ overlap TEN dengan perbaikan IgA Linear Dermatosis + SSJ overlap TEN dengan perbaikan

16

Pemfigus Vulgaris + SSJ overlap TEN dengan perbaikan

17

Penatalaksanaan
Umum
KIE : Menjelaskan kepada pasien untuk menghentikan semua pengobatan selain dari yang diberikan RSMH saat ini. Memberitahu pada pasien untuk menghindari obat-obat yang berpotensi menimbulkan alergi pada pasien.

18

Khusus
Topikal : kompres terbuka NaCl 0,9% 3/hari selama jam Sistemik
IVFD RL : NaCl : D5 = 1:1:1 20 tetes/menit Injeksi deksametason 3 5 mg/hari/i.v. Injeksi ranitidin 2 150 mg/hari/i.v. Injeksi seftriakson 2 1 g/hari/i.v.

19

QUO AD VITAM

PROGNOSIS

QUO AD FUNGSIONAM

DUBIA AD BONAM

QUO AD SANATIONAM

20

- TERIMA KASIH -

Beri Nilai