Anda di halaman 1dari 5

Komunikasi Data

Monday, February 12, 2007 5:32:22 AM Komunikasi : suatu cara untuk menyampaikan / menyebarluaskan data , informasi berita dalam bentuk apapun. Komunikasi data : pengiriman data menggunakan system transmisi elektronik dari komputer yang satu ke yang lainnya / dari computer ke terminal. Macam-macam terminal : 1. Keyboard 2. Mouse 3. Monitor 4. Printer 5. Plotter 6. Scanner 7. Harddisk Alasan di butuhkan teknik komunikasi data : 1. Perbedaan lokasi transaksi dengan lokasi pengolahan 2. Waktu lebih efisien 3. Efektifitas biaya 4. Distributed Processing Elemen-elemen komunikasi data : 1. Sumber 2. Media transmisi 3. Penerima Sumber : mengirimkan data yang memiliki tugas untuk membangkitkan berita / informasi dan menempatkannya pada media transmisi. Media transmisi : alat yang menghubungkan antara sumber dan penerima yang memiliki tugas menerima berita / informasi dari sumber dan meneruskannya ke penerima. Penerima : menerima informasi yang disampaikan oleh sumber melalui media transmisi yang memiliki tugas untuk menerima informasi / data. Gelombang elektromagnetik : 1. Transmisi guided : gelombang yang mengirim data / informasi yang rambatannya melalui media yang terlihat secara kasat mata. Contoh : apabila kita berbicara lewat pesawat telepon karena kita dapat melihat media berupa kabel telepon dan kita dapat melihat kabel telepon tersebut dengan kasat mata.

2. Transmisi unguided : gelombang yang mengirim data / informasi yang rambatannya melalui media yang tidak terlihat secara kasat mata. Contoh : apabila kita berbicara langsung.

Terminal : alat yang digunakan untuk melakukan komunikasi data baik input maupun output. Terminal komunikasi data : 1. Tanpa buffer : terminal yang dikendalikan oleh manusia (tidak mempunyai penyimpanan). Contoh : mouse. 2. Dengan buffer : terminal yang mempunyai penyimpanan sementara pada waktu pengiriman / penerimaan data. Contoh : printer. Media kabel : digunakan jika jarak pengirim dan penerima tidak terlalu jauh. Ada 3 jenis kabel : 1. Kabel dua kawat (twisted) a. UTP : kabel 2 kawat yang tidak terlindung. Contoh : kabel telepon b. STP : kabel 2 kawat yang mempunyai pelindung dan dapat menghantarkan data dengan rate yang tinggi. Contoh : kabel jaringan dengan 8 warna khusus. 2. Kabel coaxial Suatu kabel yang ditengahnya mempunyai lapisan plastic diantara lapisan konduktor dan pengaman serat besi. Contoh : kabel antenna TV. Ada 2 tipe : a. Coaxial thick : 10 base 5 (kecepatan 10 MHz max 500 meter) b. Coaxial thin : 10 base 2 (kecepatan 10 MHz max 200 meter) 3. Kabel fiber optic Kabel yang memanfaatkan cahaya sebagai gelombang pembawa informasi. Keuntungan : a. Kecepatannya lebih tinggi dari pada kabel biasa. b. Tidak berpengaruh oleh medan listrik c. Serat tidak terdapat tenaga listrik d. Tahan terhadap bahan kimia dan gas beracun e. Bisa sampai 2000 meter direntangkan pada alat bantu Media transmisi nirkabel : a. Wireless : suatu jaringan komunikasi baik LAN , WAN maupun MAN yang mentransmisikan datanya menggunakan frekwensi media infrared atau sinar laser. Gelombang yang biasa digunakan : HF , UHF , VHF. b. Jaringan radio amatir : suatu data antara paket komunikasi dimana datanya dipenggal-penggal menjadi paket yang kecil. Contoh : HT c. Telepon selular : dengan menggunakan protocol WAP (Wireless Application Protocol) yang memiliki kecepatan 115 KBps.. Protokol WAP tujuannya adalah mengembangkan sebuah protokol yang terbuka untuk umum dan dapat diakses oleh siapapun serta WAP ini kompatibel denga format HTML (Hyper Text Markup Language). d. Jaringan Satelit Telekomunikasi (VSAT) : jaringan yang komunikasinya menggunakan satelit tetapi

arah komunikasinya hanya satu arah tujuan. Pendeteksian kesalahan memiliki tujuan untuk mengetahui data yang terkirim , diterima dengan utuh tanpa ada kesalahan. Menggunakan bit paritas : menambah digit terakhir pada suatu permasalahan baik itu 0 atau 1. Bit paritas : 1. Vertical Redundancy Check (VRC). Adalah suatu suatu bit yang ditambahkan pada setiap karakter terakhir pada suatu data. Aturan : a. Untuk odd parity , bila jumlah bit 1 nya dengan jumlah keseluruhan bit itu genap maka bit paritas diubah menjadi 1. b. Untuk odd parity , bila jumlah bit 1 nya dengan jumlah keseluruhan bit itu ganjil maka bit paritas diubah menjadi 0. 2. Longitudinal Redundancy Check (LRC). Disebut juga paritas block dimana pendeteksian kesalahan dengan membagi persan per-block. Aturan : a. Jika jumlah bit 1 nya ganjil maka yang terletak pada blok check karakter adalah 0. b. Jika jumlah bit 1 nya genap maka yang terletak pada blok check karakter adalah 1. Contoh : 7 = 1 1 1 6=110 ---------------odd = 1 1 0 even = 0 0 1 Modulasi : suatu proses pengubahan informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi. Demodulasi : suatu proses pengubahan bentuk data yang dikirim menjadi bentuk data yang ditangkap oleh penerima. Ada 3 teknik modulasi : 1. Amplitude Shift Keying (ASK). Biner 1 mempunyai gelombang sedangkan biner 0 tidak ada gelombang (lurus) 2. Frequency Shift Keying (FSK). Biner 1 mempunyai gelombang lebih rapat sedangkan biner 0 mempunyai gelombang lebih renggang. 3. Phase Shift Keying (PSK). Biner 1 gelombang dimulai dari atas dan membentuk 1800 sedangkan biner 0 gelombang dimulai dari bawah. Modem : suatu perangkat yang berfungsi untuk memodulasi dan medemodulasi yaitu mengubah sinyal analog menjadi digital (A/D) dan sebaliknya (D/A).

Modulator : merubah sinyal digital ke analog. Demodulator : merubah sinyal analog ke digital. Cable modem : Contoh : kabel vision Kecepatan : 112 KBps Kemampuan : Cable modem adalah suatu jenis modem berkecepatan tinggi yang biasa dipakai pada SOHO (Small Office Home Office) maupun Warnet. Salah satu provider yang menyediakan : Cable Vision. Skema :

Cable modem menggunakan jaringan coaxial cable yang dipecah menjadi jalur data untuk cable model dan jalur analog untuk TV Cable. Fungsi Protokol : 1. membuat hubungan antara pengirim dengan penerima. 2. menyalurkan informasi dengan keandalan tinggi. Tujuan OSI : 1. memudahkan pengembangan. 2. mengatasi hubungan yang timbul antar pemakai. 3. open system agar dapat terjalin kerja sama antar terminal dan peralatan dari berbagai produk. Lapisan OSI : 1. Physical layer, lapisan terendah yang fungsinya untuk mengatur sinkronisasi pengiriman dan penerimaan data, serta membangun informasi dalam bentuk digit biner. 2. Data link layer, untuk memelihara, mengaktifkan serta memutuskan hubungan komunikasi serta paling utama pendeteksian kesalahan. 3. Network layer, untuk menentukan rute pengiriman dan pengendalian agar tidak terjadi kemacetan data. 4. Transport layer, untuk menjamin apakah suatu data yang diterima atau dikirim itu dalam keadaan utuh atau bebas kesalahan. 5. Session layer, untuk pengontrolan terhadap kerja sama antara computer yang sedang berkomunikasi. 6. Presentation layer, untuk mengkonversi data dalam bentuk biner ke dalam bentuk informasi yang dapat dimengerti oleh penerima. 7. Application layer, untuk mengatur interaksi diantara pengguna computer yang memakai beberapa program aplikasi. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) : merupakan suatu protocol/peraturan dari suatu komunikasi data yang telah disepakati secara internasional sehingga dapat dipergunakan secara umum/bebas yang diatur oleh ITU (International Telecommunication Union). Pembagian kelas IP : 1. Kelas A, IP : 1.0.0.0 126.255.255.255, subnet mask : 255.0.0.0. 2. Kelas B, IP : 128.0.0.0 191.255.255.255, subnet mask : 255.255.0.0. 3. Kelas C, 192.0.0.0 254.255.255.255, subnet mask : 255.255.255.0. Tujuan IP : 1. agar suatu komputer memiliki suatu address yang sudah sesuai secara internasional

sehingga dapat melakukan suatu komunikasi data / dapat berkomunikasi antar computer. 2. dapat membuat suatu jaringan network yang handal yang dapat memenuhi user. 3. menghilangkan batasanbatasan dalam mengolah data. Perbedaan IP address dengan Subnet mask : IP address merupakan suatu pengalamatan / pemberian nama pada suatu computer pada jaringan computer yang telah distandarisasi ITU sedangkan Subnet mask yang mengatur jumlah dari network dan client pada suatu network sehingga dapat ditentukan banyaknya client / user yang terhubung dengan local network dan beberapa network yang dapat diintegrasikan dengan local network tersebut.