Anda di halaman 1dari 25

TRANSFORMASI BILINEAR

Di susun untuk memenuhi tugas matakuliah Fungsi Kompleks


yang dibimbing oleh Ibu Indriati Nurul H.











KELOMPOK 7
Anggota: Maharani Kusuma Arumsari (409312413115)
Andrie Kurniawan (409312417687)
Herlin Dwi Kartikasari (409312419799)
Erlina Tri Susianti (409312419801)

MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
November 2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kelompok lain yang penting dari pemetaan elementer dipelajari oleh
Ferdinand Bilinear Agustus (1790-1868). Pemetaan ini dinyatakan sebagai hasil bagi
dari dua ekspresi linear dan biasanya dikenal sebagai transformasi bilinear atau
pecahan linier. Mereka muncul secara alami dalam masalah pemetaan yang
melibatkan fungsi arctan (z).
Transformasi Bilinear didefinisikan pada bidang kompleks perluasan (yaitu
bidang kompleks ditambah dengan titik di tak terhingga) yaitu

. Bidang
perluasan komplek ini dapat dianggap sebagai suatu bidang. Transformasi tersebut
adalah bentuk paling umum dari pemetaan konformal dari domain. Sebuah
transformasi bilinear dapat dinyatakan sebagai transformasi linier diikuti dengan
transformasi kebalikan dan dilanjutkan dengan transformasi linier dan invers.
Beberapa sifat-sifat pada transformasi bilinear analog pada transformasi kebalikan.
Kemudian transformasi bilinear dapat ditentukan bahwa transformasi tersebut
memiliki dua titik tetap.
Dalam makalah ini akan dijelakan bagaimana bidang perluasan dapat
terbentuk pada transformasi bilinear. Serta akan ditunjukkan bahwa transformasi
bilinear dapat dinyatakan dalam transformasi linier diikuti dengan transformasi
kebalikan dan dilanjutkan dengan transformasi linier dan inversnya yang juga
merupakan transformasi bilinear. Dan akan ditentukan bahwa transformasi bilinear
memiliki sifat-sifat yang salah satunya akan analog dengan transformasi kebalikan.
Pada transformasi bilinear akan ditentukan bagaimana mencari titik tetapnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud transformasi bilinear?
2. Bagaimana contoh dan non contoh dari transformasi bilinear?
3. Bagaimana sifat-sifat dan bukti dari transformasi bilinear?
4. Bagaimana teorema, bukti teorema, dan contoh penggunaan dalam soal dari
transformasi bilinear?


C. Tujuan
1. Mengetahui definisi transformasi bilinear pada bidang kompleks.
2. Dapat membedakan contoh dan noncontoh dari trasnformasi bilinear.
3. Mengetahui sifat-sifat transformasi bilinear beserta buktinya.
4. Mengetahui teorema dan buktinya dari transformasi bilinear serta penggunaannya
dalam soal.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Transformasi bilinier
Pemetaan
az b
w
cz d
+
=
+
, dengan dinamakan transformasi
bilinear.
Keterangan:
1. Dalam hal , maka transformasi bilinier akan menjadi transformasi
(fungsi) konstan.


2. Untuk selanjutnya, diasumsikan bahwa untuk menghindari transformasi bilinier
berubah menjadi transformasi linier.
Syarat agar tidak menjadi linear karena jika maka



3. Persamaan bilinier ini memetakan bidang-z diperluas dalam bentuk satu-satu ke
bidang w diperluas; titik perkecualian pada pemetaan ini adalah

yang
dipetakan ke dan yang dipetakan ke


Oleh karena itu, agar pada

analitik dank arena

maka untuk

kita petakan ke


( )
( )
az b
w
cz d
w cz d az b
wcz wd az b
wcz az b wd
z cw a dw b
dw b
z
cw a
+
=
+
+ = +
+ = +
=
= +
+
=


Maka untuk nilai

invers transformasinya diberikan






Kita dapat memperluas

ke pemetaan dalam bidang kompleks diperluas.


Nilai dapat ditentukan dari nilai limit untuk . Oleh karena itu,


dan inversnya adalah

) . Dengan cara yang sama, nilai

diperoleh
dengan


dan inversnya adalah (

) . Dengan perluasan kita simpulkan bahwa


transformasi adalah pemetaan satu-satu dari bidang komplek diperluas ke
bidang komplek diperluas.
B. Contoh Transformasi Bilinear
1
z
w
z
=
+
Alasan:
1, 0, 1, 1
1 0,
1 0 1 0
a b c d
c
ad bc
= = = =
= =
= = =

C. Bukan Contoh Transformasi Bilinear
1 w z = + Alasan :
1, 0, 0, 1
0 menjadikan persamaan linear
0 menjadikan fungsi konstan
a b c d
c
ad bc
= = = =
=
=

D. Sifat-Sifat dan Teorema pada Transformasi Bilinear
1. Pemetaan bilinier merupakan gabungan dari fungsi-fungsi berikut


Dengan demikian, transformasi bilinier merupakan gabungan dari transformasi linier
diikuti dengan transformasi kebalikan dan dilanjutkan dengan transformasi linier
sekali lagi.










Bukti:
( )
( )
( )
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
b
a z
az b
a
w f z
d
cz d
c z
c
d d b d b
a z a
a
c c a c a
d d
c
c z c z
c c
d d b d b
a z a
a
c c a c a
d d
c
c z c z
c c
ad
b
a a bc ad
c
c c cz d c c cz d
+
+
= = =
+
+

+ + +
= = +
+ +

+ + +
= = +
+ +


= + = +
+ +

Diperoleh komposisi


2. Analog dengan transformasi kebalikan, maka transformasi bilinier juga memetakan
garis dan lingkaran menjadi suatu garis atau lingkaran.
Bukti:
Bukti didasarkan pada dua kenyataan sebagai berikut:
(a). Pemetaan bilinear merupakan gabungan dari tiga fungsi berikut, dalam urutan
yang diberikan


Jadi pemetaan bilinear merupakan gabungan dari pemetaan linear diikuti dengan
pemetaan kebalikan, kemudian sekali lagi dengan pemetaan linear.
(b). Pemetaan linear merupakan transformasi sama dan transformasi kebalikan
memetakan garis-garis dan lingkaran-lingkaran ke garis-garis atau lingkaran-
lingkaran.
Kenyataan-kenyataan diatas dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu garis
atau lingkaran, katakanlah pada bidang z oleh fungsi pertama dalam (a) akan
diputar, diperbesar, dan digeser menjadi garis atau lingkaran , selanjutnya oleh
fungsi yang kedua hasilnya akan dibalikkan menjadi garis atau lingkaran dan
akhirnya oleh fungsi yang ketiga akan diputar, diperbesar, dan digeser menjadi
garis atau lingkaran.

3. Pemetaan bilinier (dengan asumsi ) mempunyai paling banyak dua titik tetap,
yang merupakan akar-akar persamaan

.
Bukti:
2
2
2
2
1,2
misalkan ,
sehingga
( )
0
( ) 0
dari persamaan kuadrat di atas, diperoleh akar-akarnya
( ) ( ) 4
2
w z
az b
z
cz d
z cz d az b
cz dz az b
cz dz az b
cz d a z b
a d a d bc
z
c
=
+
=
+
+ = +
+ = +
+ =
+ =
+
=

4. Invers dari transformasi bilinier
az b
w
cz d
+
=
+
adalah
dw b
z
cw a
+
=

yang juga merupakan


transformasi bilinier.
Bukti:
( )
( )
az b
w
cz d
w cz d az b
wcz wd az b
wcz az b wd
z cw a dw b
dw b
z
cw a
+
=
+
+ = +
+ = +
=
= +
+
=


5. Teorema
Jika z
1
z
2
z
3
sebarang titik pada bidang-Z dan w
1
w
2
w
3
sebarang titik pada
bidang-W, maka terdapat fungsi transformasi bilinear yang memetakan z
i
ke w
i

dengan i=1,2,3 adalah


Bukti:
1 2 3 1 2 3
3 2 1 3 2 1
( )( ) ( )( )
( )( ) ( )( )
w w w w z z z z
w w w w z z z z

=

Misal:

dengan
Maka,


Bentuk pecahan di atas dikenal sebagai pecahan silang dari titik-titik

dan .
Bila dikalikan silang, maka persamaan di atas menjadi


Dengan melakukan penyederhanaan, persamaan di atas dapat diubah menjadi bentuk




Bukti :

( )( )( )( ) ( )( )( )( )
1 2 3 3
1 2 3 1 2 3
3 2
2 1 3 2 1 1 2
1 3 2 1
3
( )( ) ( )( )
( )( ) ( )( )
w w w w z z
w w w w z z z z
w w w w z z
z z w w w w z
z z
z z z

=

=



1 2 2 3 3 1 1 3 2 1 3 2
1 2 1 1 3 3 2 3 2 1 2 2 1 3 1 2 3 3
1 1 2 2 2 3 3 1 3 1 1 3 2 1 2 3 2 3
1 2 1 3 1 3 2 3 2 3 1 2 1 2 2 3 1 3 1 2 2 3 1 3
( ( ))
( ( ))
( ( ))
( ( )) 0
zw z w z w z w z w z w z w
w z z w z z w z z w z z w z z w z z w
z z ww z w w z ww z ww z ww z w w
z z ww z z w w z z ww z z w w z z ww z z ww
+ + + + +
+ + + +
+ + + +
+ + + + =


1 1 2 2 2 3 3 1 3 1 1 3 2 1 2 3 2 3
1 2 1 3 1 3 2 3 2 3 1 2 1 2 2 3 1 3 1 2 2 3 1 3
1 2 2 3 3 1 1 3 2 1 3 2
1 2 1 1 3 3 2 3 2 1 2 2 1 3 1 2 3 3
misalkan
( )
( )
( )
( )
maka dipe
:
r
z w w z w w z w w z w w z w w z w w
b z z w w z z w w z z w w z z w w z z w w z z w w
c z w z w z w z w z w z w
d z z w z z w z z w z z w z z w z z
a
w
+ + + +
= + + + +
= + + + +
= + + +
=
+
oleh
0
0
( )
zwc wd za b
cwz dw az b
cwz dw az b
w cz d az b
az b
w
cz d
+ =
+ =
+ = +
+ = +
+
=
+




Contoh 1:
Di bawah pemetaan bilinier

setengah bidang dipetakan ke


dalam lingkaran satuan || .
Penyelesaian :
Pemetaan


dapat dinyatakan sebagai gabungan fungsi-fungsi






Pemetaan dikerjakan dalam tiga tahap, sebagai berikut
1. Diputar sebesar , didilatasi || , dan ditranslasi sejauh
.
2.


Daerah dalam lingkaran dengan pusat

dan jari-jari


3. Diputar sebesar , di dilatasi || , dan ditranslasi sejauh
1.
Perhatikan Gambar 1


-1

-1 0


1
1
-1
-1
0

0
0
Contoh 2 ( Penggunaan Teorema )
Tentukan suatu transformasi bilinier yang memetakan titik-titik


berturu-turut ke titik-titik

.
Penyelesaian :
Dengan memasukan nilai-nilai

dan

, pada persamaan (*), diperoleh







Yang menghasilkan transformasi bilinier




E. Soal-Soal dari Buku Paliouras
14.1) Carilah bayangan setiap titik 0, 1, -1, , z i i = di bawah pemetaan
2 iz
w
z i
+
=
+

Jawab
untuk 0,
(0) 2
0
2
2
2
1
z
i
w
i
i
i i
i
i
=
+
=
+
=
= =


untuk z = 1,
(1) 2
1
2 1
1 1
1 3
( )
2
i
w
i
i i
i i
i
+
=
+
+
=
+

=

untuk z = ,
( ) 2
1 2
2
3
2
3
2
i
i i
w
i i
i
i
i i
i
+
=
+
+
=
=
=

untuk z =- ,
( )( ) 2
1 2
0
1
tidak terdefinisi, oleh karena itu dipetakan ke
0
i
i i
w
i i
z i w
+
=
+
+
=

= = =


14.2) Carilah titik-titik tetap pada transformasi
a.
iz i
w
z i
+
=


misalkan w z
iz i
z
z i
=
+
=


2
2
( )
0
z z i iz i
z zi iz i
z i
= +
= +
=

2
2
2
2 2 2 2
( ) 0
4
2 2 2 2
( )( ) 0
2 2
2 2 2 2 2 2 2 2
( ) ( ) ( )( ) 0
2 2 2 2
2 2 2 2
( ( ))( ( )) 0
2 2
2 2
2
i i
z
i i
z
i i i i
z z z
i i
z z
i
z
+ +
=
+ +
=
+ + + +
+ =
+ +
+ =
+
=

b.
2
1
z
w
z


misalkan
2
1
w z
z
z
z
=


2
2
( 1) 2
2
2 2 0
z z z
z z z
z z
=
=
+ =

( (1 ))( (1 )) 0
(1 )
z i z i
z i
+ =
=

14.3) Carilah transformasi bilinear yang memetakan berturut-turut 0, 1, dan i, ke -1, 0,
dan i.
1 1
2 2
3 3
misalkan
z 0 1
1 0

w
z w
z i w i
= =
= =
= =

1 2 3 1 2 3
3 2 1 3 2 1
( )( ) ( )( )
( )( ) ( )( )
( 1)( ) (1 )
( ) ( )
( )( ) ( )( )
1
1
( 1) 1
1
1
w w w w z z z z
w w w w z z z z
w i z i
w i z i
z zi w i z i wi i
zw z w
zw w z
w z z
z
w
z

=

+
=

=
=
+ =
+ =

=
+

14.4) Carilah bayangan garis
1
( )
2
I z =
di bawah pemetaan
4
2
z
w
iz i
=
+

Penyelesaian:



Misalkan ,

, dan . Diperoleh pengaitannya adalah



Pemetaan dikerjakan dalam tiga tahap, sebagai berikut
1. Dibawah pemetaan , merotasikan z sebesar

, diperbesar
dengan faktor || || , dan digeser dengan vektor .
2. Dibawah pemetaan

, garis dipetakan kebagian dalam lingkaran




Sehingga diperoleh persamaan lingkaran dengan pusat (

) dan jari-jari


3. Dibawah pemetaan , merotasikan t sebesar ,
diperbesar dengan faktor || || , dan digeser dengan vektor .
Gambar peta hasil masing-masing transformasi komposisinya adalah sebagai berikut





























0

0


0
-1
2 1

)
14.5 Berikan suatu contoh pemetaan bilinear yang mempunyai tepat satu titik tetap
Penyelesaian :
2 1
z
w
z
=
+

misalkan
2 1
w z
z
z
z
=
=
+

2
2
2
(2 1)
2
2 0
0
0
z z z
z z z
z
z
z
+ =
+ =
=
=
=

Jadi
2 1
z
w
z
=
+
memiliki satu titik tetap yaitu 0 z =
14.6 Berikan suatu contoh pemetaan bilinear yang tidak mempunyai titik tetap
Penyelesaian :
1 untuk mencari titik tetap , misal
1
jadi 1 tidak punya titik tetap.
3 untuk mencari titik tetap, misal

w z w z
z z
w z
w z w z
= + =
= +
= +
= =
3
jadi 3 tidak punya titik tetap.
z z
w z
=
=

Tidak mempunyai titik tetap
14.7 Buktikan bahwa jika 0 ad bc = , maka (1) berubah menjadi pemetaan konstan
jika 0 ad bc
ad bc
bc
a
d
=
=
=

2
maka
( )
bernilai konstan
bc
z b
az b
d
cz d cz d
bcz bd
dcz d
b cz d
d cz d
b
d
+
+
=
+ +
+
=
+
+
=
+
=


14.8 Buktikan bahwa pemetaan bilinear kontinu pada semua
d
z
c
=
Jika
d
z
c
=
Maka pemetaanya adalah
( )
( )
TD
0
az b
w
cz d
d
a b
c
d
c d
c
ad
b
c
d d
ad
b
c
+
=
+
+
=
+
+
=
+
+
=

sehingga
d
z
c
= mengakibatkan bukan pemetaan bilinear kontinu
14.9 Carilah bayangan setengah bidang dibawah pemetaan


Penyelesaian:




Misalkan ,

, dan . Diperoleh pengaitannya adalah




Pemetaan dikerjakan dalam tiga tahap, sebagai berikut
4. Dibawah pemetaan , setiap titik pada setengah bidang yang diberikan
diputar dengan sudut sebesar arg(1)= 0 (tidak berubah), diperbesar dengan faktor
|| || (tidak berubah) , dan digeser dengan vektor (-1) sehingga
menghasilkan setengah bidang
5. Dibawah pemetaan

setengah bidang dipetakan kebagian dalam


lingkaran


Sehingga diperoleh persamaan lingkaran dengan pusat (

) dan jari-jari


6. Dibawah pemetaan , bagian dalam lingkaran yang di dapat di tahap dua
akan diputar dengan sudut sebesar arg(1)=0, diperbesar dengan faktor || ||
, dan digeser dengan vektor 1.
Gambar peta hasil masing-masing transformasi komposisinya adalah
0 0
-i



0


1 0


14.10 Carilah bayangan setengah bidang dibawah pemetaan


Penyelesaian:












Misalkan ,

, dan . Diperoleh pengaitannya adalah




Pemetaaan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, sebagai berikut
1. Dibawah pemetaan , setiap titik pada setengan bidang yang diberikan
diputar dengan sudut sebesar arg(1)= 0 (tidak berubah), diperbesar dengan faktor
|| || (tidak berubah) , dan digeser dengan vektor sehinggan
menghasilkan setengah bidang
2. Dibawah pemetaan

setengah bidang dipetakan kebagian dalam


lingkaran


Sehingga diperoleh persamaan lingkaran dengan pusat (

) dan jari-jari


3. Dibawah pemetaan bagian dalam lingkaran yang di dapat di tahap
dua akan diputar dengan sudut sebesar

, diperbesar dengan faktor


|| , dan di geser dengan vektor 1.
Gambar peta hasil masing-masing transformasi komposisinya adalah sebagai berikut

















0

0 -1

1


0

0
i
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pemetaan
az b
w
cz d
+
=
+
, dengan dinamakan transformasi bilinear.
Sifat-sifat pada transformasi bilinear antara lain
1. Analog dengan transformasi kebalikan (memetakan garis dan lingkaran menjadi suatu
garis atau lingkaran).
2. Pemetaan bilinier merupakan gabungan (komposisi) dari beberapa fungsi.
3. Pemetaan bilinier (dengan asumsi ) mempunyai paling banyak dua titik tetap.
4. Invers dari transformasi bilinier juga merupakan transformasi bilinier.

DAFTAR PUSTAKA
Paliouras, John D. 1987. Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Terjemahan
Wibisono Gunawan. Jakarta : Erlangga.
Dedy, E., Encum Sumiaty. 2001. Fungsi Variabel kompleks. Bandung : JICA
Wikipedia, 2011. Mbius transformation [online]
http://en.wikipedia.org/wiki/M%C3%B6bius_transformation. Diakses tanggal 29
Oktober 2011