Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Bahan bakar minyak (BBM) merupakan komoditas utama penentu

kelangsungan perekonomian sebuah negara. Hal ini disebabkan hampir seluruh kegiatan ekonomi mengandalkan BBM sebagai sumber energi dalam setiap aktivitasnya. Setiap sendi aktivitas masyarakat tidak terlepas dari penggunaan BBM, mulai dari kegiatan rumah tangga sampai ke perusahaan yang memproduksi suatu barang dan jasa. Dilihat dari segi transportasi, keberadaan BBM dirasa sangat penting bagi kehidupan karena majunya suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh kemudahan akses transportasi. Oleh karena itu, transportasi sangat berkaitan erat dengan BBM sebagai sumber tenaga penggerak. Bahan bakar minyak terutama premium yg sangat diincar masyarakat luas dan menjadi bahan bakar unggulan yang di beli setiap hari sebagai bahan bakar kendaraan, Namun karena banyaknya pemakaian inilah yang membuat dana subsidi pemerintah membengkak. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bermaksud untuk membatasi pemakaian bahan bakar subsidi masyarakat Tentunya kebijakan ini ada nilai positif dan negatif bagi masyarakat, pemerintah dan instansi terkait lainnya. Selain itu kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012, hal ini dipastikan akan menuai prokontra di masyarakat. Pasalnya, kenaikan BBM ini membawa dampak beruntun pada kenaikan harga sembako dan biaya transportasi. Namun suka tidak suka, faktor dominan penyebabnya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada APBN 2012. Ini karena perkembangan perekonomian global penuh dengan ketidakpastian. Salah satunya krisis ekonomi Eropa yang belum dapat diatasi hingga gejolak politik di sejumlah negara Timur Tengah yang terus memanas. Semua ini pada akhirnya memunculkan sentimen negatif. Apabila kenaikan BBM terjadi, maka hal ini akan semakin memberatkan masyarakat pengguna BBM terutama kalangan bawah, pengusaha angkutan umum dan pengguna angkutan umum.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan permasalahan ini adalah sebagai berikut : a. b. Bagaimana cara pemerintah dalam membatasi BBM Bersubsidi? Apa saja dampak dari permasalahan kebijakan pemerintah terhadap BBM terutama kenaikan harga BBM bagi masyarakat? c. Bagaimana solusi pemerintah Gorontalo terhadap BBM?

1.3. Tujuan Karya ilmiah ini di susun dengan tujuan untuk : a. Mengetahui alasan kenaikan dan pembatasan bbm kepada masyarakat luas. b. Membahas pengaruh kenaikan harga BBM pada masyarakat luas. c. Solusi yang akan diberikan pemerintah Gorontalo terhadap penggunaan BBM.

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Pembatasan BBM Bersubsidi Pemerintah akan memberlakukan pembatasan penggunaan bahan bakar

minyak (BBM) bersubsidi. Alasan kenapa Pemerintah membatasi dan mengurangi subsidi BBM karena dengan harga minyak dunia yang mencapai 91 dollar AS per barrel, tidak bisa terhindarkan bahwa harga BBM harus naik. Pembatasan subsidi BBM juga dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat

meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN. Dalam kajian awal, bila pembatasan BBM subsidi batal dilakukan maka negara harus menanggung tambahan beban anggaran hingga Rp3 triliun. Padahal dalam APBN 2011, pemerintah menanggung beban anggaran subsidi yang juga tidak sedikit. Yakni Rp 92,79 triliun atau meningkat dari Rp 88,89 triliun pada APBN 2010. Rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi yang akan diterapkan mulai ini hanya menghemat anggaran negara kurang dari Rp 5 triliun. Pemerintah mempertimbangkan pembatasan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi bagi kendaraan pribadi berdasarkan tahun produksi. Alasannya, kemampuan ekonomi pengguna kendaraan pribadi beragam dan dapat dilihat dari tahun produksi kendaraan yang dipakai. Kalau kebijakan ini tetap diterapkan melakukan kontrol juga akan sulit. Pemerintah mengembangkan argumentasi untuk mengarahkan pemahaman bahwa pihak yang terkena dampak pembatasan tersebut hanya segelintir kalangan, terutama kelas menengah dan atau orang-orang berada. Misalnya dengan mengajukan aturan penjualan BBM bersubsidi bagi mobil pribadi dan atau mobil keluaran tujuh tahun terakhir dengan mekanisme tertentu. Dengan demikian dampak politik berupa reaksi penolakan akan lebih lemah, atau setidaknya masih bisa dibendung oleh penguasa. Entah memang karena tak peduli, sangat jarang pemerintah, ataupun melalui para ahli ekonomi pendukungnya, melihat dampak berantai dari keputusan semacam ini terhadap rakyat miskin,

kaum buruh, petani, ataupun para usahawan bermodal kecil tiap kenaikan harga (sekecil apapun) selalu terasa dampaknya.

2.2.

Kenaikan Harga BBM Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar bersubsidi

dengan alasan naiknya harga minyak dunia. Naiknya harga minyak dunia dijadikan sebagai alasan mengapa harga BBM bersubsidi dalam Negeri ikut dinaikkan. Jika dilihat dari satu sisi, mungkin keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM memang tepat. Tapi, seharusnya pemerintah juga memperhatikan kondisi masyarakat kecil. Berikut Sejumlah alasan yang dikemukakan pemerintah untuk menaikan BBM, Alasan tersebut diantaranya : a. Subsidi BBM merupakan beban terbesar terhadap keuangan negara. Padahal sejak tahun 1960an, Indonesia terikat hutang untuk pembangunan sejumlah megaproyek. Hingga kini hutang Indonesia mencapai sekitar Rp 1.700 triliun, sehingga APBN dibebani pengeluaran rutin untuk pembayaran hutang hingga 14%-23% setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2012, besarnya pengeluaran negara untuk membayar bunga hutang hampir sama dengan pengeluaran untuk subsidi. b. Kenaikan BBM diperlukan untuk menghemat anggaran negara. Padahal dari tahun ke tahun, prosentase anggaran untuk subsidi BBM dalam APBN relative meningkat, sebaliknya prosentase untuk belanja pegawai relative meningkat. Sehingga penghematan anggaran negara tidak dilakukan secara merata dan justru pada pos pengeluaran yang berkaitan dengan kepentingan public, Sayangnya, penghematan tidak dilakukan pada pos pengeluaran lain. c. Subsidi BBM salah sasaran. Pemerintah berpendapat bahwa subsidi yang sebenarnya diperuntukan bagi masyarakat miskin, juga turut dinikmati masyarakat mampu dan pengusaha. Kenyataannya kenaikan BBM berdampak pada kenaikan harga sembako lainnya. Hal ini tentu memberatkan rakyat miskin, apalagi sejumlah subsidi untuk bahan pangan juga dikurangi secara bertahap dari tahun ke tahun. Sementara bagi buruh, 50% dari komponen 4

upah adalah kebutuhan pangan. Kenaikan BBM kerap dilakukan setelah kenaikan upah minimum setiap tahunnya, sehingga daya beli buruh terus menurun. Bagi kelompok nelayan dan miskin kota, hal serupa juga terjadi. d. Subsidi yang dipangkas akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Kenyataannya, dalam 10 tahun terakhir pos anggaran untuk infrastruktur tidak mengalami kenaikan. Bahkan pos anggaran, untuk pelayanan umum turun, jauh di bawah anggaran yang dipangkas untuk subsidi BBM. Ditambah lagi, sejumlah proyek minfrastruktur digerogoti korupsi oleh pejabat negara. Runtuhnya jembatan Mahakam korupsi di Kutai Kertanegara dan di Bogor

mengindikasikan

adanya

dalam

sejumlah

proyek

pembangunan

infrastruktur. Sementara, keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan public kebanyakan dipicu karena rendahnya kinerja pegawai public seperti pungli, proses yang lambat dan tidak transparan, bukan karena infrastruktur.

BAB III DAMPAK PERMASALAHAN BBM DAN SOLUSINYA

3.1. Dampak Permasalahan BBM Kenaikan BBM ini akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat luas. Berikut ini di bahas seberapa besar dampak atau pengaruh kenaikan BBM dari beberapa faktor berikut ini : a. Dampak Ekonomi Di bidang ekonomi, kenaikan BBM secara pasti akan menaikkan biaya operasional sehari-hari. Pengaruh yang sangat terasa adalah kenaikan biaya transportasi jalan raya, yang akan diikuti dengan kenaikan biaya listrik dan air, kenaikan tarif tol. Dan pada gilirannya akan berdampak pada kenaikan sembako (sembilan bahan pokok). Bilamana kenaikan ini tidak disertai dengan kenaikan pendapatan, maka akan menambah jumlah penduduk miskin di Indonesia. Bilamana seorang kepala keluarga dengan dua orang anak setingkat SD/SMP, memiliki penghasilan per bulan satu juta lima ratus ribu. Maka kenaikan biaya hidup sebesar 15 sampai dengan 25 persen per bulan pasti akan menambah jumlah hutang mereka. Dengan asumsi kebutuhan per bulan sebesar 1,6 juta, akan menambah jumlah hutang sebesar 200 sampai dengan 300 ribu sebulan. Belum lagi bila ditambahkan dengan kenaikan biaya pendidikan, maka akan kita lihat lebih banyak lagi warga miskin di negeri ini. Di bidang industri akan menambah biaya transportasi bahan baku dan pada distribusi barang jadi kepada masyarakat luas di satu sisi. Di sisi lain, tingkat daya beli masyarakat akan mengalami penurunan. Sehingga bisa terjadi penumpukan barang-barang produksi. Bilamana hal ini tidak terjadi perbaikan, di masa mendatang akan meningkatkan biaya operasional (overheat production), sehingga akan terjadi pengurangan jumlah buruh dan menaikkan jumlah pengangguran di Indonesia.

b.

Dampak Sosial Dilihat dari sisi sosial, pengaruh dari kenaikan BBM akan memberikan

dampak pemiskinan yang semakin tinggi. Hal ini dikarenakan semakin tingginya biaya hidup, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Hal ini akan menjadikan mereka yang selama ini hidup pas-pasan menjadi miskin karena tidak mampu mengikuti kenaikan biaya hidup. Pada skala besar akan menjadi fenomena pemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan. Dimana nanti kita akan melihat di sekitar kita, semakin banyak pengemis di jalanan, para pemulung sekitar tempat tinggal dan semakin maraknya pelacuran serta semakin banyak dijumpai kejadian kriminal di negeri ini. Bagi mereka yang berada dan dekat dengan lingkaran kekuasaan, hal ini akan membuat mereka menaikkan pungutan liar dan nilai uang yang dikorupsi, dengan alasan untuk menutup kenaikan BBM. c. Dampak Politik Secara politis, dengan terjadinya kenaikan BBM akan mengakibatkan semakin tingginya biaya politik yang harus dibayar dan semakin maraknya penyelewengan penyelenggaraan kekuasaan yang terjadi di negeri ini. Merupakan rahasia umum, pemberian sejumlah biaya siluman dalam menggolkan suatu peraturan. Dana ini tentunya tidak tertulis dalam lembaran administrasi negara. Namun berlangsung secara wajar dalam penyelenggaraan administrasi

kenegaraan. Dengan adanya permintaan kenaikan BBM tentunya jumlah yang diminta juga akan semakin besar, dengan alasan agar tidak terjadi gejolak yang meningkat di masyarakat dan juga untuk menenteramkan anggota partai dan para simpatisan. Di satu sisi, besarnya biaya siluman ini akan berdampak pada pengurangan anggaran di sektor lain, biasanya anggaran yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, yang dianggap tidak penting. Sehingga kemungkinan jumlah masyarakat yang terlayani dalam bidang kesejahteraan akan semakin jauh berkurang. Bilamana hal ini terjadi, maka pengurangan biaya kesejahteraan

seperti, pelayanan kesehatan dan fasilitas infrastruktur. Hal akan menjadikan masyarakat kelas bawah yang mengharapkan bantuan menjadi semakin terpuruk. Kompensasi dampak kenaikan BBM seperti bantuan langsung tunai (BLT) pun tidak akan bisa memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain karena tidak tepat sasaran juga banyak potongan di dalamnya. Bilamana kondisi semacam ini berlangsung terus, bisa menimbulkan berbagai keresahan yang berujung pada gejolak sosial dan politik di masyarakat. Seperti kita baca di berbagai media, saat ini masyarakat kita dalam kondisi temperamen. Sehingga bila ada masalah sedikit saja yang melibatkan aparat dan masyarakat bisa berakibat kerusuhan massa. Di sisi lain, juga akan menjadikan suatu alasan kuat bagi para lawan politik partai yang berkuasa untuk mendiskreditkan pemerintah, dengan salah satu alasan tidak melindungi kepentingan masyarakat bawah dan kurang bijak dalam kondisi sulit untuk menaikkan harga BBM. Hal ini juga ditunjang dengan masalah dalam pemerintahan, termasuk penanganan korupsi yang tidak jelas ujung pangkalnya dan kapan berakhirnya. Berbagai alasan tersebut di atas bisa menjadi salah satu senjata dalam mendiskreditkan pemerintah dan partai yang berkuasa saat ini. Sekarang ini terlihat jelas adanya demonstrasi menolak kenaikan harga BBM terjadi dimana-mana. Mahasiswa yang merasa terpanggil untuk menyuarakan aspirasi dan hak-hak rakyat kecil terus berupaya melakukan aksi protes dinaikkannya harga BBM. Ternyata mahasiswa jauh lebih mengerti kondisi masyarakat daripada dewan perwakilan rakyat (DPR) yang seharusnya menjadi pengurus dan pensejahtera rakyat.

3.2. Solusi Pemerintah Gorontalo terhadap BBM Keputusan pemerintah untuk menaikan dan membatasi bahan bakar minyak (bbm) ada baik dan buruk nya. Di satu sisi pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut karena ingin mengurangi beban pengeluaran negara atas pembelian minyak mentah yang di katakan harga minyak mentah sekarang ini sudah naik. Namun , buruk nya dari dua kebijakan tersebut yang membatasi dan menaikan

harga bbm itu sangatlah di tentang banyak masyarakat hampir semua golongan menentang kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bbm dan membatasi bbm bersubsidi. Solusi pemerintah Gorontalo dalam mengatasi permasalahan BBM

sebaiknya membatalkan kebijakan untuk menaikan harga bbm. Tetapi tetap menjalankan kebijakan pembatasan penggunaan bbm. Seperti pemerintah memberlakuan mobil mobil pribadi hanya boleh membeli maximal 20 liter bbm bersubsidi dalam sehari. Atau mewajibkan mobil mobil pribadi menggunakan bbm non subsidi ( pertamax dan pertamax + ) agar bbm bersubsidi dapat di gunakan oleh orang yang tepat ( kalangan menengah kebawah ). Jadi Kendaraan umum dan kendaraan roda dua yang mungkin pantas menggunakan bbm bersubsidi. Karena penggunaan kendaraan umum dan sepeda motor itu rata rata penggunanya adalah semua golongan. Baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah, atau solusi bagi pemerintah adalah, dengan mengadakan sosialisasi bagi masyarakat Gorontalo agar mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang ini agar tidak terjadi kesalahpahaman.

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Pembatasan jumlah pemakaian BBM memang mempunyai dampak yang baik dan ada juga yang buruk. Dampak negatif memang selalu ada. Selain akan memicu harga barang yang semakin naik karena biaya transport meningkat, juga akan mempengaruhi permintaan penawaran di pasar yang berakibat ke masyarakat miskin dan menengah serta perekonomian negara. Dampak positif dari

pembatasan BBM ini adalah dapat memberi kesadaran bagi masyarakat untuk memakai kendaraan seperlunya di jalan, Selain dapat mengurang polusi udara, juga dapat mengurangi kemacetan di jalanan. Namun, hal ini juga harus dibarangi oleh pembangunan infrastruktur jalanan yang semakin baik. Efek lanjutan pembatasan BBM juga dirasakan pemerintah, yaitu dapat mengurang APBN dan mengalokasikannya ke keperluan yang lain yang masih bersangkutan dengan keperluan negara ke arah yang lebih baik. Selain itu kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bbm juga sangat menuai pro dan kontra. Dari segi aspek negara pemerintah sangat mengharuskan melakukan kebijakan tersebut agar anggaran belanja minyak mentah dapat di tangani. Namun satu sisi banyak masyarakat yang menentang kebijakan tersebut. Masyarakat merasa tercekik atas kebijakan pemerintah tersebut. Dan banyak para ormas dan mahasiswa yang tergerak hati kecilnya untuk membela hak rakyat kecil sehingga banyak terjadi demo di mana mana untuk meminta keadilan agar tidak ada pihak yang merasa di rugikan.

4.2. Saran Dari pemaparan karya ilmiah ini, berikut sedikit memberikan saran kepada beberapa pihak terutama pemerintah diantaranya : a. Pemerintah sebaiknya mengkaji lebih dalam tentang pembatasan BBM bersubsidi dan kenaikan BBM karena pastinya banyak rakyat yang tersiksa atas kebijakan pemerintah tersebut. Sebaiknya pemerintahan membuat

10

kebijakan negara yang dapat membantu rakyat banyak juga. Contohnya : bagaimana jika bergotong royong dengan cara uang ? intinya, yang kaya memberikan kepada yang miskin, bagaimana jika gaji anggota DPR ataupun sederajat itu di potong 30-50% lalu dengan uang itu bisa untuk menambah dana pembelian minyak atau buat suatu lapangan pekerjaan baru. Kenapa harus lapangan kerja baru bukan memberikan uang kepada Si miskin ? karena pada dasarnya sifat orang kita adalah pemalas, bila hanya dikasih tanpa ada usaha maka tak mendidik, bilamana ada suatu lapangan kerja baru maka tingkat taraf hidup bisa naik b. Bila memang akan ada pembatasan BBM, diharapkan pemerintah dapat mengaturnya sedemikian rupa agar tidak ada yang terlalu dirugikan dimanamana agar program ini berjalan efektif dan efisien.

11

DAFTAR PUSTAKA

http://gogopratamax.blogspot.com/2012/03/opini-solusi-saya-terhadap-bbm.html http://ddewdee.blogspot.com/2011/02/pembatasan-bbm-serta-akibatnya-bagi.html http://ameliaarletha.blogspot.com/2011/02/pembatasan-bbm-dan-akibatnya-bagi.html http://gitarachmawati.blogspot.com/2012/03/pengaruh-kenaikan-harga-bbm-tahun2012.html http://adityadarmawan92.wordpress.com/2012/03/25/makalah-kenaikan-bbm-danpembatasan-bbm-bersubsidi/ http://politik.kompasiana.com/2012/03/12/proyeksi-dampak-kenaikan-bbm-april-2012/

12