Anda di halaman 1dari 5
PENDAHULUAN Latar Belakang Tembakau ( Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman berdaun lebar, berasal dari Amerika

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman berdaun lebar,

berasal dari Amerika Utara dan Selatan, dan tanaman ini termasuk kedalam famili

Solanaceae. Pada umumnya daun tembakau dimanfaatkan untuk membuat rokok

dan cerutu. Selain itu juga digunakan sebagai bahan utama insektisida karena

mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika

digunakan pada serangga. Hasil penelitian terbaru ternyata tanaman ini dapat

menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Tanaman

ini dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein Growth Colony Stimulating

Factor (GCSF), suatu hormon yang menstimulasi produksi darah. Selain protein

anti kanker, GSCF juga dimanfaatkan sebagai stimulan perbanyakan sel tunas

(stem cell), dapat dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang

sudah rusak (Arief, 2007).

Sebagai salah satu sumber pendapatan negara, tembakau mempunyai nilai

ekonomi yang cukup penting karena menyumbang pendapatan negara melalui

cukai. Di Indonesia, tembakau cerutu berkualitas ekspor berasal dari Sumatera,

dikenal dengan nama tembakau deli yang khusus digunakan sebagai pembalut

cerutu (Erwin dan Suyani, 2000).

Tembakau

deli

sangat

spesifik

lokasi,

hanya

dapat

dibudidayakan

di

Sumatera Utara tepatnya diantara Sungai Wampu dan Sungai Ular. Ditanam pada

awal musim kemarau dan untuk dapat tumbuh baik memerlukan air yang cukup.

Adanya fenomena pemanasan global menyebabkan musim kemarau panjang

sehingga lingkungan menjadi kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman ini dan

mengakibatkan bergesernya waktu tanam. Varietas-varietas tembakau deli yang

dibudidayakan selama ini seperti Deli-4 dan F1-45 sangat peka terhadap cekaman

kekeringan. Kekurangan air menyebabkan rendahnya kualitas daun tembakau.

Naif (2007) melaporkan dari tahun ke tahun produksi tembakau deli terus

menurun,

pada

tahun

2007

tembakau

deli

yang

dilelang

hanya

1,675

bal

sedangkan kebutuhan dunia 3.000 bal. Berarti hanya setengah saja kebutuhan

dunia terpenuhi. Rendahnya nilai lelang tembakau deli disebabkan oleh faktor

lingkungan seperti hujan dan panas sehingga mempengaruhi kualitas.

Air merupakan salah satu faktor pembatas bagi partumbuhan dan produksi,

mempengaruhi penampilan morfologi, anatomi dan fisiologi tanaman terutama

daun (Sutoro et al., 1999). Sebagai bahan pembungkus cerutu, tembakau deli yang

diinginkan adalah berdaun lebar, tipis dan elastis, sedangkan kekurangan air

menyebabkan luas daun menjadi lebih sempit dan tebal. Karakter morfologi

umum untuk menduga tingkat toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan

dapat

diketahui

dengan

mengamati

perkembangan

perakaran

yang

dapat

digunakan untuk membedakan tanaman tahan atau peka (Chairani et al., 2007).

Pemanfaatan

Mikoriza

merupakan

masukan

teknologi

mikrobia

yang

mungkin

dapat

dikembangkan

untuk

mengatasi

masalah

kekeringan

pada

budidaya tembakau deli. Asosiasi mikoriza dengan tanaman inang memungkinkan

tanaman memperoleh air dan hara dalam kondisi lahan kering marjinal. Mikoriza

merupakan simbiosis mutualisme antara cendawan (myces) dan perakaran (rhiza)

tumbuhan

tingkat

tinggi.

Manisfestasi

dari

morfofisiologi perakaran tanaman inang.

simbiosis

ini

adalah

perbaikan

Dari

beberapa

hasil

penelitian

menyatakan

bahwa

mikoriza

dapat

meningkatkan resistensi tanaman terhadap lingkungan yang tidak sesuai seperti

kekeringan (Mawardi dan Djazuli, 2006 ; Prihastuti, 2007) dan juga dapat

meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman terutama fosfor

(Oktira et al.,

2000 ; Kabirun, 2002 ; Delvian, 2005) sehingga dapat meningkatkan produksi

kedelai (Hapsoh, 2005 ; Hanum, 1997) Nilam (Mawardi dan Djazuli, 2006) cabai

(Zulaikha dan Gunawan, 2006).

Toleransi

tanaman

terhadap

kekeringan

timbul

akibat

meningkatnya

kemampuan tanaman untuk menghindari pengaruh langsung dari kekeringan

dengan jalan meningkatkan luas penyerapan air melalui sistem gabungan antara

akar tanaman dan mikoriza. Hifa eksternal pada mikoriza masih mampu menyerap

air pada pori-pori mikro tanah pada saat akar tanaman sudah mengalami kesulitan

menyerap air. Selain itu, penyebaran hifa ekternal didalam tanah sangat luas

sehingga dapat mengambil air relatif lebih banyak dibandingkan dengan tanaman

tanpa mikoriza (Abdullah et al., 2005 ; Mawardi dan Djazuli, 2006) .

Selama ini belum ditemukan varietas tembakau deli yang adaptif terhadap

cekaman

kekeringan,

untuk

meningkatkan

toleransi

tembakau

deli

terhadap

cekaman kekeringan, salah satu alternatifnya adalah menginokulasinya dengan

mikoriza. Perluasan bidang setiap hara dan air pada tanaman bermikoriza akan

membantu tanaman beradaptasi pada kondisi kekeringan.

Adanya

Perumusan Masalah

fenomena

pemanasan

global

menyebabkan

kemarau

panjang

sehingga lingkungan menjadi kurang sesuai untuk pertumbuhan tembakau deli

dan mengakibatkan bergesernya waktu tanam. Varietas-varietas tembakau deli

yang dibudidayakan selama ini seperti Deli-4 dan F1-45 kurang adaptif terhadap

cekaman

abiotik

pertumbuhan

dan

terutama

kekeringan

menurunnya

produksi,

yang

menyebabkan

sehingga

perlu

dicari

terhambatnya

solusi

untuk

meningkatkan daya adaptasi tembakau deli terhadap cekaman kekeringan.

Inokulasi mikoriza pada tanaman dari beberapa hasil penelitian terbukti

dapat

mengurangi

atau

mikoriza memiliki hifa-hifa

menekan

pengaruh

cekaman

kekeringan

karena

eksternal yang membantu perakaran tanaman untuk

dapat meningkatkan luas penyerapan air dan hara sehingga tanaman dapat

terhindar dari cekaman kekeringan serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan

produksi. Namun sejauh mana mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan dan

produksi tembakau deli pada cekaman kekeringan belum banyak diteliti. Oleh

karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh mikoriza dalam

meningkatkan daya adaptasi pada cekaman kekeringan serta pertumbuhan dan

produksi tembakau deli.

Tujuan Penelitian

Mempelajari penggunaan teknologi mikrobia dalam meningkatkan daya

adaptasi tembakau deli terhadap cekaman kekeringan.

Hipotesis Penelitian

1. Inokulasi

mikoriza

memberikan

respons

yang

pertumbuhan dan produksi tembakau deli.

2. Perbedaan

kadar

air

tanah

produksi tembakau deli.

berpengaruh

terhadap

3. Masing-masing

varietas

memiliki

tanggap

pertumbuhan dan produksinya.

yang

berbeda

terhadap

pertumbuhan

dan

berbeda

terhadap

4. Simbiosis mikoriza pada beberapa varietas tembakau deli dengan kondisi

kadar air tanah yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan

produksi.

Manfaat Penelitian

1.

Menemukan

varietas

tembakau

deli

yang

adaptif

pada

kondisi

kekeringan spesifik Sumatera Utara.

 

2.

Temuan paket teknologi budidaya tembakau deli yang efisien, efektif

dan

ramah

bermanfaat.

lingkungan

dengan

menggunakan

mikrobia

tanah