Anda di halaman 1dari 5

GSMM

PEST Analysis

Nurintan Belladina | 109300082

1. Politik DKV IMT didirikan bukan atas kepentingan politik seseorang atau kelompok, melainkan murni dibuat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak Indonesia dan juga tidak berpengaruh ataupun menganggu keadaan politik Indonesia. Tapi pemerintah memegang peranan penting karena semua berjalan diatas regulasi yang sudah ditetapkan. Dibangunnya kampus DKV IMT di daerah pinggiran juga mengikuti kebijakan pemerintah untuk mengelompokan jenis industri dan letaknya misal daerah industri pabrik di kelompokan didaerah pinggiran, kantor kantor dinas pemerintahan di kota dll. Selain itu kebijakan pajak untuk bangunan kampus yang berada didaerah pinggiran tentu saja tidak semahal dengan yang ditengah kota sehingga bisa meminimalisir pengeluaran rutin. Pemerintah juga mempunyai aturan standarisasi mengenai kesehatan (asuransi) , pengajar, akreditasi, kurikulum dan lain lain untuk di terapkan pada DKV IMT

2. Ekonomi Factor ekonomi sangat berpengaruh pada industri bidang jasa khususnya DKV IMT ini, dari awal berdirinya biaya masuk dan biaya rutin setiap semester sudah pasti dikondisikan untuk para mahasiswa sanggup membayar dengan melihat perkembangan ekonomi, bisa mengaji semua staf dengan patokan UMR yang ditetapkan pemerintah dan agar sarana prasarana terpenuhi untuk klangsungan kegiatan belajar mengajar yang sesuai standart. Issue kenaikan bbm per 1 April karena naiknya harga minyak dunia juga bisa jadi ikut mempengaruhi biaya biaya yang harus dikeluarkan sebagai mahasiswa DKV IMT karena sudah pasti kenaikan BBM berimbas pada semua lini kehidupan di Indonesia jadi bisa jadi biaya kuliah DKV IMT pun dinaikan tapi itu juga bagaimana nanti keputusan internal perusahaan dalam menyikapi kenaikan BBM ini, menaikan biaya atau memangkas keperluan yang tidak mendesak untuk disubsitusikan ke yang lebih vital. Dan bukan tidak mungkin untuk kedepannya dengan adanya inflasi maka biaya pendidikan DKV IMT dipastikan berangsur naik mengikuti perkembangan. 3. Sosial Budaya masyarakat Indonesia dalam hal pendidikan adalah orang tua si pemilik hak pendidikan selalu ikut menentukan kemana anaknya akan melanjutkan sekolahnya dan kadang justru menentang apa yang anaknya pilih. Ini berimbas pada jurusan DKV yang sampai sekarang masih menjadi jurusan yang tidak konvensional dibandingkan hukum, fisip, mipa dll menurut pandangan para orang tua dan melarang anaknya masuk DKV dengan komentar komentar pedas misal mau kerja apa kamu nanti? atau jurusan apa itu? Selain itu berbanding terbalik dengan masalah pertama tadi, jurusan DKV di Indonesia saat ini justru sedang sangat digandrungi karena terkesan keren dan beda untuk anak anak jaman sekarang.

Di sisi lain dibangunnya kampus DKV IMT di daerah Dayeuh Kolot ikut membantu perekonomian penduduk sekitar karena membuka peluang pekerjaan dan usaha sehingga ikut mensejahterakan kehidupan penduduk sekitar kampus.

4. Teknologi DKV adalah jurusan yang erat hubungannya dengan digitalize yang sudah pasti kontak langsung dengan komputer untuk itu dipilihnya Mac Apple dan perangkat pelengkap lainnya seperti pen tablet dan software creative juga studio fotografi dengan peralatan peralatan yang memadai sebagai penunjang kegiatan belajar agar para siswa sudah lebih dulu memakai tools dan teknologi terkini yang akan sangat berfungsi di dunia kerja nanti. Selain itu fasilitas kampus yang berbas ICT management sudah pasti banyak elemen elemen teknologi yang dipakai contohnya Wifi kampus yang bisa diakses semua mahasiswa dan dipergunakan untuk menunjang pendidikan lalu SIMAK atau portal mahasiswa IMT untuk mengetahui informasi akademik (IPK, jadwal kuliah, pilihan mata kuliah, perwalian online dll), website IMT dan DKV khususnya yang memberikan semua informasi yang dibutuhkan, Group Facebook DKV untuk share informasi dan mengenal satu sama lain, digunakannya layar in focus disetiap kelas untuk mengajar, disediakannya dua lift untuk akses ke mobilisasai untuk kampus yang berlantai 4 ini, digunakannya TV plasma untuk memberikan informasi atau menunjukan hasil karya para mahasiswanya, dll juga termasuk keunggulan teknologi yang dipakai dan bisa dijadikan keunggulan untuk menarik peminat.

5. Porters five force


1. masuknya kompetitor karena DKV IMT merupakan pemain baru di dunia DKV, maka saya memposisikan DKV sebagai pihak yang akan masuk ke persaingan. Karena sebelumnya sudah banyak DKV di berbagai universitas yang jelas sudah berkompeten dan dikenal luas, dan dengan persaingan yang ketat DKV IMT cukup sulit untuk menembus apalagi merebut peminat DKV DKV sebelumnya tetapi cara DKV IMT masuk ke persaingan dengan memperkenalkan sebagai DKV yang berbeda dengan basis manajemen sudah merupakan terobosan dan ciri pembeda untuk menarik awarnes masyarakat yang selanjutnya bagaimana DKV IMT memberikan image image lanjutan dari apa yang diusungnya agar menjadi pertimbangan masyarakat ditengah sulitnya persaingan 2. Ancaman produk atau jasa pengganti banyaknya jumlah universitas negeri maupun swasta di Indonesia yang memiliki jurusan DKV, di bandung sendiri yang notabene DKV IMT berada banyak sekali pesaing DKV DKV lain yang tentunya semua mengklaim mempunyai keunggulan masing masing membuat sulitnya calon mahasiswa memilih DKV mana yang akan dia pilih. Kecenderungan subsitusinya lebih besar misalnya pilihan utamanya di DKV ITB subsitusinya ke DKV IMT namun dengan pertimbangan masih baru, bisa jadi berpindah lagi ke DKV itenas atau Maranatha dll lalu karena terlalu jauh bisa juga subsitusi lagi ke DKV PETRA (Surabaya), DKV IMT selalu menjadi subsitusi dari DKV lain dengan berbagai pertimbangan tapi juga tak jarang menjadi tujuan awal yang justru dicari subsitusi lainnya dengan alasan masih baru.

3. Daya tawar pembeli Dengan adanya banyak DKV di berbagai universitas daya tawar khalayaknya menjadi tinggi, karena khalayak bebas memilih DKV mana yang akan mereka pilih sesuai dengan kualifikasi yang mereka tetapkan dan dengan pemikiran yang matang, mereka tidak bisa terpaku pada satu pilihan mereka pasti punya kualifikasi dan pilihan menurut keyakinan awal tapi dengan banyaknya DKV yang ditawarkan bisa jadi khalayak berpindah atau dilema karena dipersuasif dengan keunggulan keunggulan yang dimiliki sehingga daya tawar khalayaknya tinggi untuk bisa beralih atau sekedar mencari informasi karena tertarik ke DKV lain. 4. Daya tawar dari supplier Daya tawar suppliernya rendah, karena supplier supplier DKV IMT yang merupakan supplier kertas atau furniture meja studio misalnya, jika tidak ada supplier awal bisa jadi DKV IMT mencari supplier lain karena banyaknya supplier sejenis dan tidak ada monopoli, semua yang DKV IMT butuhkan saya rasa ada banyak supplier tidak hanya satu yang memonopoli sehingga bisa dengan mudah berganti supplier tanpa pengaruh yang berati pada system. 5. Persaingan antara pemain yang sudah ada Sekarang saya menempatkan DKV IMT sudah ada dilingkaran persaingan DKV yang sudah langsung berhadapan dengan para pesaing. Pesaing yang sudah ada masing masing mempunyai keunggulan sendiri, banyak dan ketat dan beberapa ada yang sangat mendominasi misalnya DKV ITB maka menambah ketatnya persaingan karena pesaing tak hanya dari kelas yang sama (misal itenas, udinus, UNS yang rata rata masih sama sama relatif baru dan belum dikenal nasional) lalu berusaha mengungguli tapi juga dari kelas yang lebih berat untuk berusaha menyamai.

SWOT Analysis
Strength

DKV IMT berbeda dengan DKV lain karena dalam kurikulumnya mengkolaborasikan Teknologi Informasi, Manajemen & Entrepreneurship, Kreatif Media Visual Berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom yang sudah mempunyai nama besar Peluang untuk mendapatkan banyak mahasiswa karena jurusan DKV sedang banyak diminati Peluang untuk mendapatkan image sebagai DKV yang berbeda dengan DKV lain Fasilitas penunjang kegiatan belajar sangat memadai dengan teknologi terkini (studio gambar, Lab Mac Apple, studio fotografi ) Fasilitas fisik kampus yang bagus dan lengkap Fasilitas studio gambar, lab fotografi dan lab Mac Pengajar - pengajar yang mumpuni dibidangnya Karwayan dan OB yang ramah dan sangat membantu mobilitas

Suasana kampus yang nyaman Banyak kegiatan dan UKM yang menunjang kreatifitas mahasiswa Hubungan yang baik antar mahasiswa senior junior, pengajar, karyawan dan penduduk lingkungan kampus

Weakness DKV IMT masih baru berlajan 4 tahun dan belum mempunyai lulusan Belum terakreditasi Nama DKV IMT belum dikenal luas Banyak pesaing kuat yang sudah punya nama dan positioning di benak masyarakat ( ITB, PETRA dll ) Banyak pula pesaing subsitusi seperti DKV itenas, DKV Udinus dll Kampus yang letaknya di daerah pinggiran susah untuk dijangkau dan minim fasilitas yang berhubungan dengan kebutuhan DKV Daerah kampus dengan tingkat kriminalitas tinggi membuat mahasiswa atau calon mahasiswa jadi waswas Sosialisasi antar mahasiswa kurang, lebih individu, kurang apresiasi Kurang ketatnya seleksi masuk, imbasnya pada kualitas lulusan Mahasisanya kurang aktif baik dalam kampus atau kegiatan luar kampus Belum mampu membuat awarness masyarakat lewat sebuah acara yang biasanya identik dengan DKV Kurangnya sosialisasi informasi penting misal, beasiswa, bursa kerja dll

Opportunities DKV IMT bisa menjadi pioneer DKV berbasis manajemen Mempunyai peluang untuk lebih dikenal luas Mendapatkan akreditasi baik Bisa menyamai pesaing dengan apa yang dimiliki DKV IMT Mampunyai mahasiswa berkualitas dengan lulusan yang berkualitas pula Menciptakan kepercayaan masyarakat bahwa lulusan DKV IMT berkompeten Merebut hati para peminat DKV

Threats Pesaing yang terlalu kuat sehingga sulit disamai atau diungguli Ancaman daerah kampus yang mempunyai tingkat kriminalitas tinggi Kurangnya sosialisasi DKV membuat sebagian orang tua tidak setuju anaknya memilih DKV dengan alasan rancu dan tidak konvensional Inovasi dari DKV universitas lain Masih dianggap sebelah mata karena belum mempunyai nama besar Minimnya fasilitas di daerah pinggiran membuat tugas terhambat Kurang referensi, kurang persaingan dan motivasi antar mahasiswa membuat mahasiswanya berpikir standart Kompetensi lulusan pertama menjadi patokan penilaian masyarakat luas tentang DKV IMT

Ancaman akreditasi tidak sesuai yang diharapkan karena kurangnya apresiasi mahasiswa