Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Di Indonesia sendiri pertanian adalah komoditi yang paling penting untuk

kelangsungan perekonomian di negeri kita ini, karena di Indonesia sumber daya ini adalah yang paling mudah untuk dilakukan karena tanah dan udara serta iklim dan lainnya semuanya mendukung dalam pertanian tersebut, karena negeri kita adalah zamrud khatulistiwa, dan ibarat kata di negeri kita ini batu pun bila ditanam akan subur dikarenakan indahnya dan suburnya tanah negeri kita. Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya Pertanian adalah sumber daya alam yang paling besar pengaruhnya selain perikanan dan pertambangan di Indonesia. Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian. Selain itu pertanian juga tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dan kelangsungan perekonomian Indonesia. Maka dari itu seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut melestarikan dan mendukung program pengembangan pertanian baik program pengembangan pertanian yang dicetuskan oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. Salah satu program pengembangan pertanian yang dapat dicoba adalah mengembangkan berbagai macam tanaman yang memiliki prospek dan hasil yang memuaskan, salah satunya adalah Mangga (Mangifera Indica LINN) yang merupakan buah yang paling disukai oleh orang Indonesia. Data pada tahun 1990 menunjukkan bahwa total konsumsi terhadap buah mangga mencapai 12 ribu ton. Besaran konsumsi ini diperkirakan akan terus meningkat sepanjang tahun dan sampai tahun 2000 besaran konsumsi tersebut diperkirakan akan mencapai 533 ribu ton. Bila dibandingkan angka perkiraan FAO pada tahun 2000 bahwa konsumsi buah-buahan akan mencapai 60 kg perkapita per tahun, maka konsumsi buah-buahan di Indonesia masih relatif sangat rendah yaitu baru akan mencapai 36 kg per kapita dengan 2,5 kg di antaranya berasal dari buah mangga.

Buah mangga biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar atau langsung dibuat minuman segar. Padahal, buah mangga matang dapat diolah menjadi produk yang punya nilai lebih tinggi daripada buah mangga segar. Sebagai produk olahan, rasa khas dapat dinikmati setiap waktu karena sudah menjadi produk yang awet. Selain itu, produk olahan mangga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu produk olahan buah mangga adalah puree mangga. Produk olahan ini disukai oleh masyarakat karena lebih praktis dalam cara penyajiannya dan dapat dikonsumsi kapan saja dan dimana saja.

1.2

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka diperoleh

indentifikasi masalah sebagai berikut : produk apa sajakah yang dapat dihasilkan dari pengolahan buah mangga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pertanian Dalam arti yang sempit pertanian adalah suatu kegiatan bercocok tanam.

Dalam arti yang luas pertanian adalah segala kegiatan manusia yang meliputi kegiatan bercocok tanam, perikanan, peternakan dan kehutanan. cocok tanam perikanan. Pertanian adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Namun demikian, pada sejumlah kasus yang sering dianggap bagian dari pertanian dapat berarti ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan (bukan agroforestri). Usaha pertanian memiliki dua ciri penting yaitu : Selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki resiko yang relative tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangkan ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian. Terkait dengan pertanian,maka dikenal istilah : 1. Usaha tani (farming) adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budi daya (tumbuhan maupun hewan). 2. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani sebagai contoh petani tembakau atau petani ikan. Khusus untuk pembudidaya hewan ternak sdisebut sebagai peternak. Ilmuwan serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam perbaikan metode pertanian dan aplikasinya juga dianggap terlibat dalam pertanian.

2.2

Sejarah Mangga di Indonesia Para ahli memperkirakan mangga berasal dari daerah sekitar Bombay dan

daerah

sekitar kaki gunung Himalaya. Kemudian dari daerah tersebut

menyebar keluar daerah, di antaranya ada yang sampai di Amerika Latin,

terutama Brazilia, sebagian benua Afrika, juga ke kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, kepulauan Philipina dan pulau Jawa. Pengembangan tanaman buah mangga di Indonesia dapat dikatakan sudah meluas hampir di semua provinsi. Daerah atau wilayah yang paling luas areal penanaman tanaman mangga adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah (Hewindati, 2006).

2.2.1

Tanaman Mangga Mangga (Mangifera indica Linn) merupakan buah yang disukai hampir

segala bangsa, karena lezat. Sebagai buah konsumsi, mangga terdiri atas tiga lapisan, yaitu kulit, daging, dan biji. Komponen daging buah mangga yang paling banyak adalah air dan karbohidrat. Selain itu juga mengandung protein, lemak, macam-macam asam, vitamin, mineral, tanin, zat warna, dan zat yang mudah menguap. Zat menguap itu beraroma harum khas mangga. Karbohidrat daging buah mangga terdiri dari gula sederhana, tepung, dan selulosa. Gula sederhana yaitu sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Gula tersebut memberikan rasa manis dan tenaga yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Zat tepung mangga masak lebih sedikit dibandingkan dengan mangga mentah, karena tepung yang ada telah banyak yang berubah menjadi gula. (Pracaya, 2004)

2.2.2

Klasifikasi Buah Mangga Mangga (Mangifera indica Linn) adalah salah satu jenis buah tidak berduri

yang banyak mengandung khasiat.

Gambar 1. Mangga

Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Sapindales : Anacardiaceae : Mangifera : Mangifera indica L.

(Anonim , 2008). 2.3 Bagian bagian dari Tanaman Mangga Pohon mangga termasuk pohon buah-buahan berkeping dua

(dicotyledoneae), akar-akarnya tumbuh jauh masuk ke dalam tanah sampai berpuluh-puluh meter , batangnya lurus, besar dan kuat.

2.3.1

Bagian-bagian pada pohon mangga yaitu : Akar Mangga berakar tunggang (bercabang-cabang), dari cabang akar ini tumbuh cabang kecil yang ditumbuhi bulu-bulu akar yang sangat halus. Kegunaan akar : a. Menguatkan tegaknya pohon b. Menyerap unsur hara dari dalam tanah c. Alat pernafasan dari dalam tanah Tidak semua jenis unsur hara yang ada di dalam tanah diambil oleh bulu akar hanya yang dibutuhkan oleh tanaman itu saja yang diambil. Jadi bulu akar hanya mengetahui unsur hara yang diperlukan tanaman

Batang Batang ialah bagian tengah dari tumbuhan yang tumbuh keatas.

Bagian ini

mengandung zat-zat kayu sehingga tanaman mangga

tumbuh tegak, keras dan kuat. Pada batang yang masih muda lapisan yang paling luar terbentuk dari kulit yang sangat tipis, disebut kulit ari atau epidermis, kemudian kulit ini diubah menjadi lapisan gabus. Dalam lapisan kayu terdapat pembuluh kayu yang berfungsi membawa unsur-unsur hara dari akar ke atas. Dalam lapisan kulit terdapat lapisan sel yang membawa unsur hara dari daun ke bagian lainnya. Lapisan sel yang di antara kedua lapisan tersebut disebut kambium atau daging pembiak. Kambium kemudian tumbuh menjadi kayu. Oleh karena itu pohon mangga dapat bertambah besar.

Daun Daun mangga diselimuti oleh kulit tipis yang tidak terlihat dengan

mata telanjang, yang dinamakan kulit ari. Kulit ari ini berlubang-lubang kecil yang yang dinamakan mulut kulit. Melalui mulut kulit inilah udara dapat keluar atau masuk ke dalam badan daun. Tiap-tiap bagian tanaman mempunyai fungsi sendiri-sendiri yaitu untuk bernafas dan asimilasi.

Bunga Bunga mangga dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tepung

sari yang jatuh pada tampuk berasal dari pohon itu sendiri. Hal ini menyebabkan mangga disebut tanaman berumah satu. Bunga mangga

terdiri dari beberapa bagian dasar bunga, kelopak, daun bunga, benang sari dan kepala putik. Bunga mangga dalam keadaan normal, adalah bunga majemuk yang tumbuh dari tunas ujung. Tunas yang asalnya bukan dari tunas ujung tidak menghasilkan bunga, tetapi menghasilkan ranting daun biasa.

Buah Pohon mangga berbuah sekitar bulan Agustus sampai Oktober yaitu

pada musim kemarau. Musim ini sangat baik pengaruhnya terhadap proses pembentukan dan pembesaran sampai pemasakan buah di pohon. Terdapat pohon mangga yang berbuah terlambat yaitu pada permulaan musim penghujan. Hal ini menurunkan produksi mangga karena banyak bakal buah yang tidak jadi. Buah mangga terdapat pada tangkai pucuk daun. Setiap tangkai terdapat 4 sampai 8 buah, bahkan ada yang lebih. Akan tetapi ada juga yang setiap tangkai buah hanya terdapat satu buah karena buahnya besar dan berat, misalnya mangga kuweni, golek, santok dan mangga merah dari Brazilia. Bentuk buah mangga bermacam-macam : bulat penuh, bulat pipih, bulat telur, bulat memanjang atau lonjong.

2.4

Jenis dan Varieatas Tanaman Mangga Di Indonesia ada beberapa jenis dan varietas mangga komersial, yang sudah

terkenal bagus mutunya. Antara lain golek, arumanis, manalagi, endog, madu, laliwijo, keweni, pakel, dan kemang. Masing-masing jenis dan varietas memiliki karakter sebagai berikut. A. Golek Disebut golek (Mangifera indica L.) karena setelah menikmati rasanya, orang akan mencari lagi buah mangga yang baru saja dimakan. Rasanya memang enak sekali, manis, dan harum aromnya. Golek (bahasa jawa) artinya mencari. Daging buah tebal, lunak dengan warna kuning tua. Daging buahnya boleh dikatakan tidak berserat, tidak berair (kalau diiris tidak banyak mengeluarkan air). Aromanya cukup harum. Rasanya manis lezat. B. Arumanis Disebuta mangga arumanis (Mangifera indica L.) karena rasanya manis dan harum (arum) baunya. Daging buah tebal, lunak berwarna kuning, dan tidak berserat (serat sedikit). Aroma harum, tak begitu berair. Rasanya manis, tapi bagian ujung kadang-kadang masih ada rasa asam.

C. Manalagi Disebut manalagi (Mangifera indica L.) karena sekali makan orang akan mencarinya lagi. Itu karena lezatnya. Kalau orang hanya makan satu buah saja, pasti akan minta yang lainnya. Rasa mangga manalagi seperti perpaduan rasa antara golek dan arumanis. Mungkin pohon manalagi merupakan hasil persilangan alami antara golek dengan arumanis. Buah yang sudah tua walaupun belum masak rasanya sudah enak dan terasa manis. Buah ini sering dimakan dalam keadaan masi keras, tetapi daging buah sudah kelihatan kuning. D. Lalijiwo Disebut lalijiwo (Mangifera indica L.) karena setelah makan buah mangga tersebut dan merasakan enaknya, orang bisa lupa terhadap jiwa atau dirinya sendiri. Lali dalam bahasa jawa berarti lupa. Warna daging buah bila masak kuning tua. Air buah hanya sedikit. Aroma kurang harum. Rasa manis lezat. Buah yang amsih muda tak begitu asam rasanya. E. Kemang Kemang (Mangifera caesia Jack). Jenis mangga ini buahnya yang sudah masak berwarnya kuning kecokelatan, berbau seperti terpentin. Rasanya ada yang asam atau asam manis, kadang-kadang sepet. Buah dapat dimakan sebagai rujak atau asinan. F. Madu Mangga ini disebut madu (Mangifera indica L.) karena rasanya manis seperti madu lebah. Daging buah yang sudah masak warnanya kuning. Bagian dalam kuningnya makin ke dalam makin tua seperti warna madu. Serat daging buah sedikit. Kadar air buah sedang. Rasanya manis seperti madu. Aromanya harum. G. Kweni Kweni (Mangifera odorata Grift). Daging buah berwarn kuning, berair, dan berserat kasar. Aroma khas kweni sangat kuat. Rasanya manis dengan sedikit rasa terpentin. H. Pakel

Pakel (Mangifera foetida Lour) disebut juga bacang, memiliki daging buah yang berserat kasar. Rasanya asam sedikit manis, sedikit rasa terpentin, bau kerasnya menjadi ciri khas. Dikonsumsi sebagai minuman es buah 2.5 Komposisi Bahan Pembentuk Buah Mangga Untuk Agroindustri Komposisi buah mangga sangat tergantung pada jenis mangga. Secara rinci komposisi 5 varietas buah mangga diuraikan pada Tabel 1. Tabel 1. Komposisi Lima Varietas Buah Mangga Per 100 Gram bdd Komponen Bagian yang dimakan (%) Air (gr) Kalori (kal) Karbohidrat (gr) Protein (gr) Lemak (gr) Vit A (SI) Vit B (mg) Vit C (mg) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Golek 65,0 82,2 63,0 16,7 0,5 0,2 3715,0 0,08 30,0 14,0 10,0 0,7 Harumanis 65,0 86,0 46,0 11,9 0,4 0,2 1200,0 0,08 6,0 15,0 9,0 0,2 Jenis Gedong 65,0 87,4 44,0 11,2 0,7 0,2 1640,0 0,08 9,0 13,0 10,0 0,2 Cengir 65,0 80,2 72,0 18,7 0,8 0,2 2900,0 0,08 16,0 13,0 10,0 1,9 Manalagi 65,0 84,5 56,0 14,6 0,4 1,7 6250,0 0,03 27,0 16,0 10,0 1,7

Sumber : Direktorat Gizi 1981 dalam Setyadjit (2005) Bdd : bagian yang dapat dimakan.

10

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Hasil pengolahan Buah Mangga Mangga tergolong kelompok buah,batu, berdaging dengan bentuk, ukuran,

warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga harumanis dan mangga manalagi, Mangga kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga golek lonjong. Kendati bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga beragam. Dari segi gizi semuanya hampir tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 gram. Pada setiap 100 gram mangga muda, mangga yang masih mentah terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal.
Kandungan Gizi Mangga Manggo Tabel 2. Kandungan mangga per 100 g (3.5 oz)

Energy Karbohidrat Gula Diet serat Lemak Protein Vitamin A equiv. Beta-karoten Thiamine (Vit. B1) Riboflavin (Vit. B2) Niacin (Vit. B3) Asam pantotenat (B5) Vitamin B6 Folat (Vit. B9) Vitamin C Kalsium

272 kJ(65 kcal) 17,00 g 14,8 g 1,8 g 0,27g 0,51 g 38 mg (4%) 445 mg (4%) 0.058 mg (4%) 0,057 mg (4%) 0,584 mg (4%) 0,160 mg (3%) 0,134 mg (10%) 14 mg (4%) 27,7 mg (46%) 10 mg (1%)

10

11

Besi Magnesium Fosfor Kalium Seng


Sumber: USDA Nutrient database

0,13 mg (1%) 9 mg (2%) 11 mg (2%) 156 mg (3%) 0,04 mg (0%)

Persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa.

3.2

Pengolahan Agroindustri Puree Mangga Menurut Bates at al. Sulusi (2005), jus adalah cairan yang diperas dari

bahan tanaman dengan pencacahan dan pengempresan. Dapat jernih, keruh, atau ber-plup. Jus diklasifikasikan sebagai puree bila kecepatan cairan yang dihasilkan lebih lambat dari jus jika cairan tersebut dituangkan. Terminologi dari beberapa jenis jus dan produk jus dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 3. Terminologi Beberapa Jenis Jus dan Produk Jus Terminologi Sari Murni Peras Segar Puree Nektar Minuman Jus Ekstrak jus Kriteria Semua jenis sari Semua jenis sari Berisi pulp Jernih atau keruh Rendah kandungan sari Ekstrak dan air Ket era Tidak ada perlakuan, tidak nga dari konsentrat n Diproses dan ditangani dalam kondisi dingin Lebih kental dari jus terbuat dari buah Gula, air, asam, dan 25-50% sari 10-20% sari Buah diekstrak dengan air kemudian dikonsentrasikan

Sumber : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca panen Pertanian, 2005

Puree merupakan salah satu bentuk olahan mangga berupa hancuran daging buah berbentuk bubur yang merupakan bahan setengah jadi untuk pembuatan minuman sari buah atau jus, es krim, selai, dodol, serta sebagai campuran yogurt, es krim, roti, dan permen. Puree mangga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Setiap 100 gram puree mangga mangandung karbohidrat 11,2-18,7 gr, kalsium 13-16 mg, fosfor 9-10 mg, besi 0,2-1,9 mg, vitamin A 1.200-6.250 SI, vitamin B 0,03-0,8 mg, dan vitamin C 6-30 mg (Bates et. Al dalam Sulusi, 2005).

12

3.3 Pengolahan Agroindustri Pemanis Buatan Dengan Bahan Baku Glukosa 1. Sirup Glukosa Sirup glukosa yang mempunyai nama lain dectrose adalah salah satu produk bahan pemanis makanan dan minuman yang berbentuk cairan, tidak berbau dan tidak berwarna tetapi memiliki rasa manis yang tinggi (Hidayat,2006). Sirup glukosa atau sering juga disebut gula cair dibuat melalui proses hidrolisis pati. Perbedaannya dengan gula pasir yaitu, gula pasir (sukrosa) merupakan gula disakarida, sedangkan sirup glukosa adalah monosakarida, terdiri atas satu monomer yaitu glukosa. Sirup glukosa dapat dibuat dengan cara hidrolisis asam atau dengan cara enzimatis dapat dikembangkan di pedasaan karena tidak mencemari lingkungan. Bahan lain diperlukan adalah enzim amilase (anonim, 2006). Impor sirup glukosa pada tahun 2003 mencapai 112.396 kg dan kebutuhan dalam negeri baru terpenuhi 60%. Industri yang memanfaatkan glukosa antara lain adalah industri permen, minuman, biskuit, dan es krim. Pada pembuatan es krim, glukosa dapat meningkatkan kehalusan tekstur dan menekan titik beku, sementara untuk kue dapat menjaga kue tetap segar dalam waktu lama dan dapat mencegah kerusakan mikrobiologis dan memperbaiki tekstur. Harga sirup glukosa di pasaran saat ini sekitar Rp 3.500/kg (anonim, 2006) merupakan harga yang cukup menjanjikan.

2. Pemanis Buatan Penetapan jenis pemanis yang diijinkan dan batas ADI di Indonesia lebih mengacu peraturan yang dikeluarkan oleh US Food and Drug Administration (FDA) atau Codex Alimentarius Commission (CAC). Banyak aspek yang diijinkan untuk digunakan dalam produk makanan, antara lain nilai kalori, tingkat kemanisan, sifat toksik, pengaruhnya terhadap metabolisme, gula darah, dan organ tubuh manusia (Ambarsari, 2009). Beberapa ragam pemanis buatan yang beredar dipasaran.

13

3.4 Produk yang dihasilkan 3.4.1 Makanan Sering dijumpai persediaan mangga melebihi permintaan terutama di musim panen raya. Akibatnya stok menumpuk, tidak terjual bahkan sampai terbuang percuma. Padahal buah mangga dapat diolah menjadi berbagai bentuk pangan olahan mulai manisan, sari buah, selai, jelly,kue,minuman,jus,suplemen hingga dodol.

Gambar 2. Kue Mangga Manisan Prinsip proses pembuatan manisan adalah peresapan gula sampai kadar gula di dalam jaringan sesuai dengan yang diinginkan. Peresapan gula ini sekaligus mencegah pertumbuhan mikroba. Perendaman dilakukan selama 4 hari dalam sirup dengan kadar gula 55%. Bahan yang digunakan adalah buah yang tidak banyak seratnya. Air kapur sirih satu sendok teh, air bersih 2 liter, garam 3 sendok makan, natrium benzoat 1,5 gr, gula pasir 1 kg. Buah mangga telah dikupas dicuci bersih kemudian tiriskan. Bentuk diusahakan menarik. Kemudian, irisan-irisan buah direndam air kapur sirih, garam dan natrium benzoat sebagai pengawet. Perendaman dilakukan sekitar 4 jam. Setelah itu cuci bersih dan tiriskan. Perendaman dalam larutan gula, larutan gula direbus sampai 90C.

14

Gambar 3. Manisan Mangga Dodol Selain bisa dibuat manisan dan kue mangga juga bisa dibuat dodol yang tidak kalah enaknya dengan dodol dari buah yang lainnya

Gambar 4. Dodol Mangga Keripik Mangga juga bisa dibuat keripik yang tidak kalah enaknya dengan keripiksingkong atau ubi yang biasa kita kenal.

Gambar 5. Keripik Mangga

15

Selai Bahan yang digunakan daging buah matang 50 kg, gula pasir 15 kg, panili 30 gr, jeruk nipis 20 gr, garam dapur secukupnya, natrium benzoat. Setelah dikupas kukus daging buah selama 10 menit. Parut daging buah dan tambahkan gula, garam, panili, natrium benzoat dan jeruk nipis. Aduk sampai merata kemudian masak selama 1 jam. Setelah mengental masukkan segera dalam botol, tutup dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit. Setelah itu balik lagi botol ke posisi semula.

Gambar 6. Selai Mangga

3.1.2 Minuman Selain dapat dijadikan makanan yang bergizi buah mangga juga bisa dijadikan minuman yang bergizi seperi jus buah dan mnuman segar.

Gambar 7. Minuman kemasan

Gambar 8. Jus mangga

16

3.1.3 Produk kecantikan (kosmetik) Hasil olahan dari mangga salah satu yang terkenal adalah lulur dan juga sabun mandinya yang sangat bagus untuk kulit dan tubuh kita.

Gambar 9. Lulur mangga

Gambar 10. Sabun mangga

3.1.4 Farmasi (bahan dasar obat) Salah satu hasil olahan mangga dalam pengobatan adalah vitamin atau suplemen untuk tubuh aga tubuh teteap terjaga kesehatannya dan juga bisa membantu menghindarkan kita dari penyakit karna mangga mengandung berbagai macam vitamin yang sangat baik untuk tubuh kita.

Gambar 11. Supplement

17

BAB IV KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah Mangga (Mangifera indica Linn) merupakan buah yang disukai hampir segala bangsa, karena lezat. Sebagai buah konsumsi, mangga terdiri atas tiga lapisan, yaitu kulit, daging, dan biji . Komponen daging buah mangga yang paling banyak adalah air dan karbohidrat. Selain itu juga mengandung protein, lemak, macam-macam asam, vitamin, mineral, tanin, zat warna, dan zat yang mudah menguap. Di Indonesia ada beberapa jenis dan varietas mangga komersial, yang sudah terkenal bagus mutunya. Antara lain golek, arumanis, manalagi, endog, madu, laliwijo, keweni, pakel, dan kemang Produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan buah mangga adalah makanan, minuman ,produk kecantikan, farmasi.

18

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2007. Statistik Pertanian Indonesia. Jakarta : Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik Kabupaten Cirebon. 2007. Kabupaten Cirebon dalam Angka 2007. Kabupaten Cirebon. Direktorat Jenderal Hortikultura. 2005. Produk Domestik Bruto Sub Sektor Hortikultura 2004. Jakarta : Departemen Pertanian. Departemen Pertanian. 2002. Peluang Usaha Pengembangan Agribisnis. Jakarta : Departemen Pertanian. Endrodewo, Bramono. 1998. Analisis Finansial Agribisnis Mangga Model pembiayaan KKPA. Skripsi. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Gittinger, J. Price. 1986. Analisis Ekonomi Proyek Pertanian. Jakarta : Universitas Indonesia Press. Husnan, S. dan Muhammad, S. 1994. Studi Kelayakan Proyek. Edisi Ke-3. Yogyakarta : AMP YKPN. Lipsey, Richard G. 2004. Pengantar Mikroekonomi Jilid 1. Edisi Ke-10. Jakarta : Binarupa Aksara. Kadariah. 1999. Pengantar Ekonomi Universitas Indonesia. Evaluasi Proyek. Jakarta : Fakultas

Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran Jilid 2. Edisi Ke-11. Jakarta : Indeks. Mardiany, Triana. 1999. Analisis Kelayakan Finansial dan Ekonomi.

LAMPIRAN
Hasil hasil dari pengolahan lidah buaya adalah sebagai berikut Kue mangga - Sirup mangga

Pudding mangga

-Dodol Mangga

Mangga ketan

-Light cream manggo