Anda di halaman 1dari 10
DAFTAR GAMBAR 8 13 22 23 25 26 55 56 58 60 63 65 69
DAFTAR GAMBAR
8
13
22
23
25
26
55
56
58
60
63
65
69
70
89

Gambar 2.1 Diagram Respons Spektrum Gempa Rencana Gambar 2.2 Gaya Lintang Rencana untuk SRPMM (SNI Gambar 47) Gambar 2.3 Penguraian Beban pada Gording Gambar 2.4 Beban Angin Gambar 2.5 Penggantung Gording Gambar 2.6 Ikatan Angin Gambar 3.1 Denah Pembalokan Lantai 2 dan 3 Gambar 3.2 Denah Pembalokan Lantai 2 dan 3 Gambar 3.3 Denah Pembalokan Lantai 2 dan 3 Gambar 3.4 Denah Pembalokan Lantai Atap Gambar 3.5 Denah Perencanaan Kolom Gambar 3.6 Denah Perencanaan Sloof Gambar 3.7 Denah Perencanaan Pelat Lantai Gambar 3.8 Pelat Lantai yang ditinjau Gambar 3.9 Sketsa Arah Beban Angin Gambar 3.10

92

xvii

Grafik Respons Spektrum Gempa Rencana Gambar 3.11 Denah Portal yang ditinjau Gambar 3.12 Portal As 3 Join (A-F) Gambar 3.13 Gaya Fi Gambar 3.14 Pemodelan 3D Tampak Depan Gambar 3.15 Pemodelan 2D Portal Memanjang Gambar 3.16 Pemodelan 3D Tampak Samping Gambar 3.17 Pemodelan 2D Portal Melintang Gambar 3.18 Pemodelan 2D Balok Sloof Gambar 3.19 Pemodelan 2D Balok Lantai 2 dan Pelat Gambar 3.20 Pemodelan 2D Balok Lantai 3 dan Pelat Gambar 3.21 Pemodelan 2D Balok Lantai 2 dan Pelat Kantilever Gambar 3.22 Pemodelan 2D Balok Lantai 3,4 dan Pelat Kantilever Gambar 3.23 Pemodelan 3D Atap Gambar 3.24 Pemodelan Mekanika Teknik Tangga Gambar 3.25 Pemodelan 3D SAP Tangga Gambar 4.1 Denah Perencanaan Pelat Lantai Gambar 4.2 Pelat Lantai yang ditinjau

94

95 100 102 103 103 104 104 105 105 106 106 107 108 108 115
95
100
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
108
108
115
116

xviii

Gambar 4.3 Denah Pelat Tipe A Gambar 4.4 Asumsi Pelat Terjepit Penuh Gambar 4.5 Asumsi Tinggi Manfaat Pelat, dx dan dy Gambar 4.6 Gambar Detail Tangga Gambar 4.7

128

131 135 149 152 Permodelan Struktur Tangga Menyatu dengan Struktur Bangunan 153 153 154 158
131
135
149
152
Permodelan Struktur Tangga Menyatu dengan Struktur Bangunan
153
153
154
158
165
165
185
186
187
189
190
192

Gambar 4.8 Pemodelan Struktur Tangga Gambar 4.9 Pemodelan Mekanika Tangga Gambar 4.10 Gambar Potongan Pelat Tangga Gambar 4.11 Gambar Potongan Bordes Gambar 4.12 Gambar Luasan Acp dan Keliling Pcp Gambar 4.13 Gambar Luasan Aoh dan Keliling Ph Gambar 4.14 Detail Penulangan Balok Bordes Gambar 4.15 Denah Atap Gambar 4.16 Kuda – Kuda Penuh Gambar 4.17 Profil Gording Light Lips Chanel Gambar 4.18 Penguraian Beban pada Gording Gambar 4.19 Sketsa Arah Beban Angin Gambar 4.20

193

xix

Analisa Gaya Dalam Gambar 4.21 Penempatan Pelat Pengaku pada Gording Gambar 4.22 Posisi Penggantung Gording pada Kuda-Kuda Gambar 4.23 Beban yang harus dipikul penggantung Gording Gambar 4.24 Penggantung Gording Gambar 4.25 Gaya – Gaya pada Ikatan Angin Gambar 4.26 Bidang Kerja Ikatan Angin Gambar 4.27 Distribusi Beban pada Ikatan Angin Gambar 4.28 Kemiringan Ikatan Angin Gambar 4.29 Input Beban pada Permodelan SAP Gambar 4.30 Diagram Reaksi Gaya Aksial pada Ikatan Angin Gambar 4.31 Profil Kolom Pendek WF.250.125.6.9 Gambar 4.32 Gaya-Gaya dalam pada Kolom Pendek Gambar 4.33 Gambar Nomogram Gambar 4.34 Rencana Dimensi Plat Landas Gambar 4.35 Diagram Tegangan yang terjadi pada Pelat Landas Gambar 4.36 Digram Tegangan pada Baut Gambar 4.37

201

205 206 207 209 210 212 213 214 214 217 218 222 228 229 231
205
206
207
209
210
212
213
214
214
217
218
222
228
229
231
234

Sketsa Pemasangan Sambungan Baut dan Las pada Pelat Landas

xx

Gambar 4.38 Sketsa Pemasangan Penjangkaran Gambar 4.39 Profil Kuda – Kuda WF.250.125.6.9 Gambar 4.40 Posisi Kuda – Kuda yang ditinjau Gambar 4.41 Momen pada Balok Kuda - Kuda Gambar 4.42 Sambungan Puncak Kuda - Kuda Gambar 4.43 Sambungan antara Kuda-Kuda dengan Profil Penyambung Gambar 4.44 Sambungan antara Kuda-Kuda dan Kolom Pendek Gambar 4.45

234

235 238 238 257 258 264 265 Posisi Penempatan Baut pada Sambungan antara Kuda-Kuda dan
235
238
238
257
258
264
265
Posisi Penempatan Baut pada Sambungan antara Kuda-Kuda dan
Pedestal
Gambar 4.46
Sambungan Kuda-Kuda dan Kolom Pendek
Gambar 4.47
271
273
Posisi Penempatan Baut pada Sambungan antara Kuda-Kuda dan
276
277
282
291
292
304

Pedestal Gambar 4.48 Tampak Atas Permodelan Sambungan Gambar 4.49 Penyusun Profil Kiri (A), Kanan (B) Gambar 4.50 Gambar Gaya Dalam Gambar 4.51 Gambar Gaya Dalam Gambar 4.52 Gambar Sambungan Gambar 5.1 Tingggi Efektif Balok Gambar 5.2

305

xxi

Denah Pembalokan Lantai 2 Gambar 5.3 Pemodelan 3D Diagram Gaya Dalam Momen lentur Balok Gambar 5.4 Gambar Luasan Acp dan Keliling Pcp Gambar 5.5 Gambar Luasan Aoh dan Kelilinh Ph Gambar 5.6 Ilustrasi Lentur Penampang untuk Beton Bertulang Gambar 5.7

306

311 311 316 321 Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada Penampang
311
311
316
321
Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada
Penampang Balok
Gambar 5.8
322
Cek Kemampuan Penampang Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan
antar Lapis pada Penampang Balok
Gambar 5.9
Momen Bolak Balik Akibat Gaya Gempa
Gambar 5.10
Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan pada
Penampang Balok
Gambar 5.11
324
331
332
Cek Kemampuan Penampang Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan
antar Lapis pada Penampang Balok
Gambar 5.12
Momen Bolak Balok Akibat Gaya Gempa
Gambar 5.13
334
341
Cek Jarak Spasi Tulangan dati Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada
343
346
349

Penampang Balok Gambar 5.14 Momen Bolak Balik Akibat Gaya Gempa Gambar 5.15 Gaya Lintang Rencana Komponen Balok pada SRPMM Gambar 5.16 Diagram Gaya Geser pada Balok Gambar 5.17

360

xxii

Sketsa Penampang Balok Induk 35/70 As joint A-C Gambar 5.18 Sketsa Pembengkokan Tulangan pada Tulangan Geser Gambar 5.19 Sketsa Penulangan Lentur dan Geser pada Balok Gambar 5.20 Posisi Kolom (45x45) yang ditinjau pada As 3-As Gambar 5.21 Posisi Kolom (45x45) yang ditinjau pada As 3-As Gambar 5.22 Pemodelan 3D Gaya Dalam Momen Lentur Kolom – Balok Gambar 5.23 Gaya Lintang Rencana Komponen Kolom pada SRPMM Gambar 5.24 Panjang Tekuk Kolom Gambar 5.25 Grafik Aligment Kolom Gambar 5.26 Panjang Tekuk Kolom Gambar 5.27 Grafik Aligment Kolom Gambar 5.28 Diagram Interaksi Gambar 5.29 Kontrol Kemampuan Kolom oleh Diagram Interaksi Gambar 5.30 Hubungan Interaksi Lentur Biaksial Gambar 5.31 Diagram Interaksi dari Program PCA-COL Gambar 5.32 Detail Penulangan Kolom 45x45cm (K1) Gambar 5.33 Denah Pembalokan Sloof Gambar 5.34 Pemodelan 3D Diagram Gaya Dalam Momen Lentur

360

361 365 366 367 368 370 374 376 378 382 384 385 387 396 398
361
365
366
367
368
370
374
376
378
382
384
385
387
396
398
399

xxiii

Gambar 5.35 Gambar Luasan Acp dan Keliling Pcp Gambar 5.36 Gambar Luasan Aoh dan Keliling Ph Gambar 5.37 Ilustrasi Lentur Penampang untuk Beton Bertulang Gambar 5.38

402

403 405 409 Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada Penampang Balok
403
405
409
Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada
Penampang Balok
Gambar 5.39
Momen Bolak Balik Akibat Gaya Gempa
Gambar 5.40
412
418
Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada
Penampang Balok
Gambar 5.41
Momen Bolak Balik Akibat Gaya Gempa
Gambar 5.42
420
426
Cek Jarak Spasi Tulangan dari Jarak Spasi Tulangan Sejajar pada
Penampang Balok
Gambar 5.43
Momen Bolak Balik Akibat Gaya Gempa
Gambar 5.44
Diagram Gaya Geser pada Balok Sloof
Gambar 5.45
Sketsa Penampang Balok Sloof 40/60 As 3 joint A-C
Gambar 6.1
Geser Satu Arah pada Poer
Gambar 6.2
Geser Dua Arah pada Poer
Gambar 6.3
429
433
443
451
452
457
Gambar Arah Gaya pada Poer Type 1 Akibat Beban Sementara
Gambar 6.4
460
Gambar Arah Gaya pada Poer Type 1 Akibat Beban Sementara
462

Gambar 6.5 Gambar Arah Gaya pada Poer Type 1 Akibat Beban Tetap

xxiv

Gambar 6.6 Gambar Mekanika Gaya pada Poer Arah X Gambar 6.7 Gambar Mekanika Gaya pada Poer arah Y Gambar 6.8 Gambar Stek Kolom Gambar 6.9 Potongan Arah Y Gambar 6.10 Gambar Arah Gaya pada Poer Type 3 Akibat Beban Tetap Gambar 6.11

465

468 472 476 479 482 Gambar Arah Gaya pada Poer Type 3 Akibat Beban Sementara
468
472
476
479
482
Gambar Arah Gaya pada Poer Type 3 Akibat Beban Sementara
Gambar 6.12
Gambar Stek Kolom
491

xxv

” halaman ini sengaja dikosongkan ”
” halaman ini sengaja dikosongkan ”

xxvi