Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KIMIA ANORGANIK 1 (ACHE 233)

GOLONGAN OKSIGEN

Dosen Pengasuh: Dra. Hj. St. H. Nurdiniah, M.Pd

KELOMPOK IX Norzaitunnisa Lalu Rozali Amri Tia Yulianawati Purwandi (A1C309219) (A1C309220) (A1C309221) (A1C309222)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2010

OKSIGEN

Oksigen merupakan unsur penyusun kerak bumi. Sebanyak 46% massa kerak bumi merupakan oksigen. Selain itu, udara mengandung molekul oksigen sekitar 21% volum, sedangkan 90% massa air laut merupakan oksigen. Oksigen merupakan unsur utama penyusun senyawa biomolekul di dalam tubuh makhluk hidup. Molekul oksigen merupakan oksidator yang sangat penting di dalam proses pemecahan biomolekul di dalam proses metabolisme dalam tubuh. Tanpa molekul oksigen menusia tidak dapat bertahan hidup. Di laboratorium oksigen dibuat memanaskan kalium klorat dengan katalisator mangan(IV) oksida (MnO2). 2KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g)

Peruraian hidrogen peroksida dengan katalisator MnO2 juga dapat menghasilkan gas oksigen. H2O2(l) H2O(l ) +

1.

Industri Oksigen Oksigen secara komersial dibuat dengan dua cara, yaitu distilasi bertingkat udara cair dan

elektrolisis larutan 10-25% KOHdan NaOH. Oksigen yang dihasilkan dalam proses ini sangat murni, di samping itu juga dihasilkan gas hidrogen dengan kemurnian yang tinggi pula. Proses elektrolisis dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah kedalam larutan 1025% KOH. Potensial listrik yang diperlukan secara teoritis adalah 1,23 V, tetapi karena ada potensial lebih hidrogen pada electrode dan tahanan sel, maka potensial yang digunakan 2-2,5 V. Katode dibuat dari baja (Fe) dan anode dari baja nikel (Fe-Ni). Untuk mencegah terjadinya reaksi kembali antara gas oksigen dan hidrogen, maka ruang anode dan katode sel elektrolisis dipisahkan dengan diafragma dari abses. Hasil proses sel elektrolisis ini mencapai 99,7%. Reaksi sel yang terjadi sebagai berikut. Anode : Katode : 4OH-(aq) 2H2O(l) + O2(g) + 4e4H2O(l) + 4e- 4OH- + 2H2(g)

Reaksi total : 2H2O(l) 2H2(g) + O2(g)

2. Sifat Oksigen dan Beberapa Senyawa Oksigen

Oksigen pada suhu kamar merupakan molekul gas diatomik yang berbau dan tidak berwarna, dengan titik didih -183oC dan titik beku -219oC, lebih berat dari udara (massa jenis oksigen = 1,429 kg L-1). Kelarutan oksigen dalam air sebesar 5% volum pada suhu 0oC. Oksigen dapat bereaksi dengan unsure logam dan nonlogam membentuk oksida. Senyawa oksida digolongkan menjadi: a. Oksida Asam, yaitu oksida yang beraksi dengan air membentuk asam. Misalnya : SO3(g) + H2O(l) Cl2O7(g) + H2O(l) Na2O(s) + H2O(l) CaO(s) + H2O(l) H2SO4(aq) 2HClO4(aq) 2NaOH(aq) Ca(OH)2(aq)

b. Oksida basa, yaitu oksida yang bereaksi dengan air membentuk basa. Misalnya :

c. Oksida amfoter, yaitu oksida yang dapat bersifat sebagai asam maupun basa, dan dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Misalnya : ZnO(s) + H2SO4(aq) ZnO(s) + 2NaOH(aq) Al2O3(s) + 6HCl(aq) Al2O3(s) + 2NaOH(aq) ZnSO4(aq) + H2O(l) Na2ZnO2(aq) + H2O(l) 2AlCl3(aq) + 3H2O(l) 2NaAlO2(aq) + H2O(l)

d. Oksida netral atau Oksida indiferen, yaitu oksida yang tidak dapat beraksi dengan air, asam maupun basa. Misalnya CO, N2O, NO, dan H2O.

3. Ozon Unsur oksigen selain sebagai molekul O2 dikenal pula bentuk alotropnya, yaitu sebagai molekul ozon (O3). Ozon merupakan gas yang berwarna biru dan agak beracun , titik didihnya -111,3oC, dan berbau khas. Di laboratorium yang diberi tegangan tinggi dan loncatan bunga api listrik (bau khas pada waktu ada konsluiting listrik adalah bau gas ozon). Struktur molekul ozon berupa segitiga datar dengan sudut iaktan 116,5o dan mengalami resonansi ikatan rangkap.
O
O O
O

O
O

Ozon banyak terdapat pada lapisan atmosfir bagian stratosfir (15-24 km). Ozon berperan dalam menyaring sinar ultra violet dari sinar matahari, karena sinar ultraviolet ini digunakan untuk mengubah O2 menjadi O3 atau sebaliknya. 3O2(g) 2O3(g) Lapisan ozon ini dapat rusak oleh adanya gas NO dan radikal bebas klorin (Cl*) yang berasal dari peruraian freon jenis CFC. NO(g) + O3(g) NO2(g) + O2(g) Kerusakan oleh gas NO relatif kecil dan terjadi secara alamiah, sehingga kesatimbanagn ozon pada lapisan ozon masih tetap terjaga. Kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas klorin lebih berbahaya, sebab setiap atom radikal bebas dapat merusak lebih 2000 molekul ozon. Radikal klorin umumnya berasal dari peruraian freon jenis CFC

(Chlorofluorocarbon) yang digunakan untuk mengisi AC, almari es, dan pabrik pembuatan karet busa (spon). CFCl3(g) CFCl2(g) + Cl*(g)

Cl*(g) + O3(g) ClO*(g) + O2(g) Oleh karena itu, freon CFC diganti dengan jenis non-CFC, yang tidak menghasilkan radikal bebas klorin. Dengan berlubangnya lapisan ozon dikhawatirkan akan dapat menimbulkan masalah lingkungan pada manusia, sebab ternyata sinar ultra violetini diduga bertanggungjawab terhadap terjadinya kanker kulit pada manusia. Secara komersial ozon digunakan pada proses pengolahan air kemasan. Ozonisasi pada air kemasan dapat membunuh kuman dan bakteri yang terdapat pada air mineral tersebut. Pada proses pengolahan air limbah ozon sering digunakan untuk menghilangkan bau tidak sedap yang dihasilkan oleh limbah.

4. Hidrogen Peroksida Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan salah satu senyawa oksigen yang penting selain air. Larutan encer 3% hidrogen peroksida di pasaran dikenal sebagai perhidrol yang digunakan sebagai antiseptik, karena sifatnya sebagai oksidator kuat. Di laboratorium, hidrogen peroksida dibuat dengan mereaksikan barium peroksida dengan asam sulfat. Secara komersial diproduksi dengan cara elektrolisis

larutan amonium sulfat yang diasamkan dengan asam sufat yang akan menghasilkan ion persulfat di anode. 2HSO4-(aq) 2H+(aq) + S2O82-(aq) +2e-

Larutan persulfat ini selanjutnya didistilasi uap menghasilkan hidrogen peroksida. S2O82-(aq) + 2H2O(l) H2O2(aq) + 2HSO4- (aq) Hidrogen peroksida merupakan cairan kental dan mempunyai titik beku -2oC. Pada suhu 100oC akan terurai menghasilkan air dan gas oksigen. 2H2O2(l) Pt, atau Au. Hidrogen peroksida dapat bersifat sebagai oksidator dan reduktor. PbO2(s) + H2O2(l) PbO(s) + H2O(l) + O2(g) Fe3+(aq) + 2H2O(l) 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + H2O2(l) 2H2O(l) + O2(g)

Reaksi ini akan dipercepat dengan penambahan katalisator MnO2 atau serbuk halus Cu,

Hidrogen peroksida murni berupa cairan hampir tidak berwarna, sangat kental oleh karena kuatnya ikatan hidrogen, dan bersifat korosif. Struktur molekulnya membentuk dihedral dengan sudut 111o dan sudut ikatan HOO sebesar 94,5. Hidrogen

peroksida bersifat tidak stabil secara temodinamik, mudah terdispropo-sionasi (auto redoks) menurut persamaan reaksi : 2 H2O2( l ) 2H2O ( l ) + O2 (g) AG = -119,2 kJ mol-1

5. Pemanfaatan Oksigen Gas oksigen dimanfaatkan untuk keperluan pengelasan, alat bantu pernafasan, dan industri bahan kimia, sedangkan ozon dimanfaatkan untuk sterilisasi air minum botol dan pemutih. Salah satu senyawa oksigen yang penting selain air adalah hidrogen peroksida (H2O2) yang dikenal sebagai perhidrol. Hidrogen peroksida digunakan sebagai oksidator bahan bakar roket, sedangkan larutan perhidrol 3% digunakan sebagai bahan pemutih kapas dan antiseptik.

6. Siklus Oksigen